Kembali
16
1
2023 Jurnal Inovasi dan Ilmu Perpustakaan Vol 1 · 1 ISSN JIIP

Perkembangan Layanan Promosi Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Palembang Melalui Media Sosial Youtube

Politeknik Kesehatan Kementerian KesehatanPalembang

Abstrak

Promosi perpustakaan adalah kegiatan memperkenalkan fasilitas, koleksi, layanan, dan manfaat yang ditawarkan kepada pemakai perpustakaan. Pustakawan tidak hanya mencari informasi, tetapi juga membantu pengguna perpustakaan dalam mengakses informasi. Penelitian mengenai promosi perpustakaan Poltekkes Kemenkes Palembang menggunakan metode studi literatur dan observasi langsung dengan fokus pada media YouTube. Data dari YouTube Studio menunjukkan bahwa sekitar 96,6% pengunjung YouTube Perpustakaan Poltekkes adalah mahasiswa perempuan, sedangkan 3,5% sisanya adalah mahasiswa laki-laki. Fungsi promosi melalui YouTube terbukti efektif dan sesuai dengan kebutuhan pemustaka, dengan mayoritas interaksi dan durasi menonton video berasal dari penonton wanita (88,5% dan 25,1% secara berturut-turut). Mayoritas penonton berusia 25-34 tahun (15,9%), diikuti oleh kelompok usia 45-55 tahun (11,7%). Respons positif dari masyarakat terlihat dari peningkatan jumlah suka, komentar, pengikut, dan tayangan. Dengan demikian, promosi perpustakaan melalui media sosial YouTube telah berhasil mencapai tujuannya di Poltekkes Palembang, dan hal ini memberikan manfaat yang baik bagi pengguna perpustakaan.

Abstract

Library promotion is an activity to introduce facilities, collections, services, and benefits offered to library users. Librarians not only seek information, but also assist library users in accessing information. Research on library promotion of the Palembang Ministry of Health Polytechnic uses the method of literature study and direct observation with a focus on YouTube media. Data from YouTube Studio shows that around 96.6% of YouTube visitors to the Poltekkes Library are female students, while the remaining 3.5% are female students. The promotion function through YouTube has proven to be effective and in accordance with user needs, with the majority of interactions and video viewing duration coming from female viewers (88.5% and 25.1% respectively). The majority of viewers are aged 25-34 years (15.9%), followed by the age group 45-55 years (11.7%). The positive response from the public can be seen from the increase in the number of likes, comments, followers and impressions. Thus, the promotion of the library through YouTube social media has succeeded in achieving its goals at the Palembang Health Polytechnic, and this has provided good benefits for library users.
Keywords: Library Promotion · Services · Librarians · Youtube

Introduction

Perpustakaan perguruan tinggi memiliki peranan sangat penting dalam meningkatkan wawasan civitas akademik yang berkualitas. Salah satu upaya yang dilakukan oleh perpustakaan Poltekkes Kemenkes Palembang adalah dengan cara menciptakan suatu layanan online yaitu layanan ELibrary sebagai sarana untuk mendapatkan informasi dan referensi dalam hal menciptakan penulisan karya ilmiah. Layanan E-Library terdapat berbagai macam layanan seperti Layanan e-book, ejournal, layanan repository dan layanan OPAC bahan pustaka Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Palembang. Hambatan dalam pemanfaatan penggunaan layanan E-Library dari pemustaka yaitu kesulitan dalam penelusuran secara efektif dan efesien selain itu perpustakaan tidak pernah menggunakan strategi pendekatan kepada pemustaka dengan penyebaran informasi secara terus menerus dengan pemanfaatan media sosial guna penyebaran informasi peraturan dan layanan Perpustakaan Direktorat. Promosi perpustakaan adalah aktivitas memperkenalkan perpustakaan dari segi fasilitas, koleksi jenis layanan, dan manfaat yang dapat diperoleh oleh setiap pemakai perpustakaan secara lebih terperinci. Perpustakaan bukan hanya sebagai lembaga tempat menyimpan dan membaca buku, tetapi lebih dari itu, yaitu tempat kita belajar seumur hidup dengan menelusur hingga belajar dari setiap jenis koleksi yang ada. Sehingga pengertian perpustakaan tidak dapat dibatasi oleh satu pendapat saja. Mengapa? Karena keberadaan perpustakaan di suatu tempat, pengguna dan fungsinya dapat membuat pengertiannya sedikit berbeda untuk mendefinisikan perpustakaan. Jika hanya berpatokan dari tempat saja mungkin pengertiannya akan terlalu sempit. Salah satu pengertian perpustakaan yang cukup komprehensif ada pada Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 yang mendefinisikan perpustakaan sebagai institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan,penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka (Sinaga, 2022). Saat ini, perpustakaan sudah berevolusi dari bentuk manual yang berorientasi pada kertas dan tinta ke bentuk digital yang sangat identik dengan komputer, gawai, maupun internet. Transfigurasi perpustakaan tersebut mampu berhabituasi sebagai instansi mandiri yang membangun aksesibilitas informasi serta berupaya memenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat dalam menjawab tantangan zaman (Hartono, 2019). Salah satu bahan perpustakaan yang lahir sebagai akibat dari berkembangnya teknologi informasi adalah buku elektronik atau ebook. Sebagai bagian dari koleksi perpustakaan, ebook juga memerlukan pengelolaan yang baik dan sistematis agar dapat memberikan kemudahan dalam pemanfaatannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana perkembangan layanan promosi perpustakaan poltekkes kemenkes palembang melalui media saat ini. Menurut Association of College and Research Libraries (2000), literasi informasi harus menanamkan lima standar yang berfokus pada kebutuhan pemustaka di pendidikan tinggi dengan beberapa indikator. Menentukan sifat dan cakupan informasi yang dibutuhkan dengan indikator: mendefinisikan kebutuhan informasi, mengidentifikasi beragam jenis dan format dari sumbersumber informasi yang potensial, mempertimbangkan biaya dan manfaat dari pencarian informasi yang dibutuhkan. mengevaluasi kembali sifat dan cakupan informasi yang dibutuhkan. Mengakses informasi yang dibutuhkan secara efektif dan efisien dengan indikator: menyeleksi metode pencarian atau sistem temu kembali informasi yang paling tepat untuk mencari informasi yang dibutuhkan, membangun dan menerapkan strategi penelusuran yang efektif, menemukan kembali informasi secara on-line atau secara pribadi menggunakan beragam metode mengubah strategi penelusuran jika perlu, mengutip, mencatat, dan mengolah informasi dan sumber-sumbernya. Mengevaluasi informasi dan sumber-sumbernya secara kritis dengan indikator: meringkas ide utama yang dapat dikutip dari informasi yang terkumpul, mengeluarkan dan menggunakan kriteria awal untuk mengevalusi informasi dan sumber-sumbernya, mengumpulkan ide-ide utama untuk membangun konsep baru, membandingkan pengetahuan baru dengan pengetahuan terdahulu untuk menentukan nilai tambahnya, kontradiksi, atau karakteristik unik lainnya dari informasi, menentukan apakah pengetahuan baru memiliki dampak terhadap sistem nilai seseorang dan menentukan cara untuk menyatukan perbedaan-perbedaan. membuktikan kebenaran dari pemahaman dan interpretasi informasi melalui diskusi dengan individu lain, para ahli, dan/atau praktisi, menentukan apakah query (pertanyaan) awal perlu direvis. Menggunakan informasi untuk menyelesaikan tujuan tertentu dengan indikator: menggunakan informasi baru dan yang terdahulu untuk perencanaan dan penciptaan hasil yang istimewa atau performa, merevisi proses pengembangan untuk hasil atau performa, mengkomunikasikan hasil atau performa secara efektif kepada orang lain. Memahami aspek ekonomi, hukum, dan sosial yang berkaitan dengan penggunaan informasi dengan indikator: memahami isu-isu ekonomi, hukum dan aspek sosial ekonomi seputar informasi dan teknologi informasi, mengikuti peraturan/hukum serta kebijakan institusi dan etika yang berhubungan dengan akses dan penggunaan sumber-sumber informasi, menghargai penggunaan sumber-sumber informasi dalam mengkomunikasikan produk atau performa. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Yenianti, 2019 dalam penelitiannya bahwa promosi sebagai salah satu kegiatan library marketing (pemasaran perpustakaan) menjadi kunci dari keberlangsungan, keterpakaian, pustakaan oleh penggunanya. Begitu juga keberadaan media sosial bukan menjadi pesaing melainkan menjadi sarana untuk promosi yang memudahkan para pustakawan untuk berkomunikasi dengan para pengguna. Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Palembang menggunakan media sosial berupa website dan akun youtube sebagai media promosi untuk mengkomunikasi layanan-layanan, kegiatan-kegiatan, dan kekayaan sumber referensi yang dimilikinya kepada pengguna. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Harahap, 2021 hasil penelitiannya bahwa penerapan strategi promosi yang dilakukan oleh perpustakaan dapat berjalan lancar apabila adanya komunikasi yang baik antara pemusta dan pustakawan dalam hal promosi. Karena sejatinya manusia sebagai makhluk sosial. Kegiatan promosi yang baik akan sampai dan diresapi oleh penguna secara baik jika komunikasikan atau promotor mahir dalam penyampaian baik itu melalui oral maupun melalui bantuan media-media brosur , pamplet dan sebagainya.

Method

Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan paper ini adalah kajian komunikasi berupa studi literatur dan observasi langsung. Dalam penelitian komunikasi mengambil data secara langsung dari media yang ada, dan menggunakan pendekatan interdisipliner keilmuan (Pawito 2007; Zelkr 2017). Penulis mengumpulkan berbagai literatur berupa buku teks dan publikasi jurnal yang berkaitan dengan topik bahasan. Berdasarkan literatur yang telah dikumpulkan, penulis melakukan pemilihan untuk mengembangkan ide dalam menyusun penulisan paper ini (Pendit 2003). Data diambil selama 3 (tiga) bulan, yaitu dari bulan Agustus-Oktober 2022. Pemanfaatan media sosial yang dimiliki Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Palembang dilakukan pengamatan secara online. Dalam penelitian ini secara khusus hanya media Youtube yang akan dibahas. Penulis mengobservasi akun Youtube milik perpustakaan Poltekkes Kemenkes Palembang “@perpustakaanpoltekkespalembang” melalui Observasi dilakukan untuk melihat interaksi yang dilakukan oleh pihak perpustakaan melalui akun youtube tersebut.

Result & Discussion

Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Palembang merupakan salah satu Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri di Sumatera Selatan yang menggunakan Youtube sebagai alat Promosi perpustakaan. Akun media sosial khusus perpustakaan Poltekkes Kemenkes Palembang baru dibuat pada Bulan Agustus 2022. pengikut akun youtube poltekes kemenkes Palembang 270 subscriber, youtube poltekkes kemenkes Palembang ini dapat diakses tidak hanya melalui mobile tetapi juga dapat diakses dari laman website. Perpustakaan poltekkes kemenkes Palembang cukup aktif dalam memberikan konten-konten berupa tutorial dan kegiatan-kegiatan di laman youtube poltekkes kemenkes Palembang. Gambar 1. Halaman awal Youtube Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Palembang Promosi perpustakaan pada dasarnya merupakan forum pertukaran informasi antara organisasi dengan tujuan utama memberikan informasi tentang produk atau jasa yang disediakan oleh perpustakaan, membagikan cara menggunakan aplikasi penggunakan E Book , E-Repository, E-Library dan cara input karya ilmiah sekaligus membujuk mahasiswa dan dosen untuk berekreasi terhadap produk atau jasa yang ditawarkan. Hasil promosi yang dilakukan dapat menumbuhkan rasa sadar akan pemanfaatan dalam teknologi media youtube. Gambar 2. Contoh Video Tutorial Pengenalan Layanan E-Libaray Poltekkes kemenkes Palembang membagikan konten video tutorial, profile perpustakaan cukup rutin di unggah di akun youtube perpustakaan poltekkes kemenkes Palembang, tidak hanya subscriber yang terus menambah tetapi juga viewers setiap video setiap hari membah ini artinya promosi yang dilakukan perpustaakan mengalami kemajuan yang signifikan. Beberapa contoh konten video yang di sajikan oleh Perpustakaan Poltekkes Palembang membagikan video tutorial dalam Pengenalan Layanan E-Library di Website Perpustakaan Direktorat Poltekkes Kemenkes Palembang. Dalam video tersebut dijelaskan bahwa Ketika pengunjung harus membuka website http://poltekkespalembang.ac.id, kemudian mengklik Unit Perpustakaan Terpadu. Didalam video turorial tersebut diajarkan bagaimana cara penggunaan E-Library dan E-Journal selain itu juga ada video kunjungan sosisalisasi E-Library di kebidanan Palembang, farmasi dan TLM poltekkes Palembang dan Kebidanan Muaraenim. Unggahan video tutorial penggunaan layanan perpustakaan mendapatkan hasil yang positif, yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka di lingkungan poltekkes kemenkes Palembang maupun di luar palembang. Terlihat dari hasil dari data youtube studio penonton bahwa hampir 96,6 persen mahasiswa perempuan yang mengunjungi youtube perpustakaan sedangkan sisanya sebanyak 3,5 persen mahasiswa laki-laki yang juga ikut serta dalam mengunjungi youtube poltekkes artinya bahwa dari hasil yang ada fungsi promosi melalui media youtube saat ini berjalan dan memang sesuai dengan kebutuhan pemusta. Gambar 3. Grafik Youtube Studio Perpustakaan Poltekkes Palembang Jika pada gambar 4 dilihat berdasarkan viewer gender cukup banyak interaksi viwers yaitu female/ Wanita saat ini 88,5 persen dengan durasi viewers 25,1 persen dan lama menonton video hampir 85, 4 persen sedangakan sisanya di viwers gender male/laki-laki. Jika dilihat berdasarkan usia hampir rata-rata viwernya berusia 25-34 tahun sebesar 15,9 persen, tidak hanya itu 45-55 11,7 persen. Jika dilihat dari data tersebut artinya saat ini hasil observasi menunjukkan bahwa pustakawan dalam mempromosikan media sosial youtube poltekkes Palembang hasilnya cukup positif yang artinya fungsi promosi perpustakaan telah berjalan karena menciptakan respon yang baik dari masyarakat. Fungsi Promosi telah juga dirasakan oleh Poltekkes Palembang dilihat dari Like, komen, jumlah pengikut dan views. Gambar 4. hasil youtube studio usia dan gender Perpustakaan saat ini diyakini oleh banyak pihak bisa berperan aktif dan strategis sebagai sarana literasi masyarakat (Unesco 2006). Program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, program-program yang ada di layanan perpustakaan banyak yang bisa mendukung hal tersebut (Suharso, Sudardi, et al. 2018; Suharso, Yanto, et al. 2018). Semangat ini secara masif dikembangkan di kalangan pustakawan dan pengelola perpustakawan. Harapannya, tentu ini menjadi tantangan bagi para pustakawan agar layanan perpustakaan bisa berbasis teknologi informasi khususnya media sosial mampu memberdayakan pemustakanya. Dalam konteks inilah perpustakaan dengan didukung para pustakawan dan beberapa lembaga terkait diharapkan bisa memberikan kontribusinya dengan menggairahkan budaya literasi masyarakat

Conclusion

Promosi melalui media sosial berupa youtube sebagai media pengenalan perpustakaan yang efektif dan efisien. Pemustaka dapat mengetahui layanan dan fasilitas apa saja yang ada di perpustakaan poltekkes kemenkes palembang. Upaya ini juga guna meningkatkan minat baca mahasiswa atau masyarakat akhirnya jumlah kunjungan perpustakaan dapat meningkat.