Kembali
16
1
2023 Info Bibliotheca Vol 5 · 1 ISSN 2714-805X

PENGARUH KUALITAS WEBSITE PERPUSTAKAAN TERHADAP KEMUDAHAN PENGGUNA DI POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK

Universitas Tanjungpura; Universitas Tanjungpura; Universitas Tanjungpura

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas website perpustakaan, tingkat kemudahan pengguna website perpustakaan dan untuk mengetahui pengaruh kualitas website perpustakaan terhadap kemudahan pengguna di Poltekkes Kemenkes Pontianak. Metode yang digunakan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah seluruh mahasiswa aktif Poltekkes Kemenkes Pontianak yang berjumlah 568 orang. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin yang menghasilkan 85 responden. Metode pengumpulan data melalui dokumentasi dan kuesioner. Pengukuran data pada penelitian ini menggunakan skala likert. Uji validitas menggunakan Pearson Correlation sementara uji relibilitas menggunakan Alpha Cronbach dengan 30 sampel. Teknik analisis data menggunakan rumus mean dilanjutkan dengan rumus grand mean dari keseluruhan rata-rata. Uji hipotesis menggunakan uji regresi linier sederhana dan uji korelasi menggunakan product moment. Kualitas website menghasilkan nilai 4,01 yang berada pada tingkat baik sedangkan kemudahan pengguna menghasilkan 4,40 yang berada pada tingkat sangat mudah yang menunjukkan bahwa kualitas website perpustakaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemudahan pengguna website Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Pontianak.

Abstract

This study aims to determine the quality of the library website, the level of ease of library website users and to determine the effect of the quality of the library website on the ease of users at the Poltekkes Kemenkes Pontianak. The method used quantitative approach. The population is all active students of Poltekkes Kemenkes Pontianak which amounts to 568 people. The sample was determined using the Slovin formula which yielded 85 respondents. Data collection methods through documentation and questionnaires. Data measurement in this study used Likert scale. The validity test used Pearson Correlation while the reliability test used Alpha Cronbach with 30 samples. The data analysis technique uses the mean formula followed by the grand mean formula of the whole leverage. Test the hypothesis using a simple linear regression test and a correlation test using the product moment. The quality of the website produces a value of 4.01 which is at a good level while the ease of users produces 4.40 which is at a very easy level which shows that the quality of the library website has a positive and significant effect on the ease of users of the Poltekkes Library website of the Ministry of Health Pontianak.
Keywords: Website Quality · Library Website · User-Friendliness

Introduction

Teknologi informasi mengalami perkembangan yang sangat pesat dengan menyediakan informasi yang secara luas. Website menjadi bukti adanya perkembangan suatu teknologi informasi. Website merupakan aplikasi yang berisi dokumen-dokumen multimedia yang berupa teks, gambar, suara, animasi serta video yang dapat diakses melalui browser (Maulana, 2015). Website faktor penting pada sebuah institusi yang dapat memperoleh kemudahan untuk menemukan informasi secara cepat, tepat dan akurat. Dalam perkembangan teknologi saat ini perpustakaan sering menjadi gambaran dalam sebuah kemajuan teknologi informasi pada perpustakaan, begitu pula pada Perpustakaan Poltekes Kemenkes Pontianak. Perpustakaan adalah kumpulan informasi yang dibutuhkan seperti koleksi buku, artikel dan informasi publikasi yang disusun secara sistem perpustakaan (Rahayu, 2015). Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Pontianak ini menyediakan website untuk mengakses informasi yang ada melalui link https://elt.poltekkes-pontianak.ac.id. Memanfaatkan website sebagai tempat penyebaran koleksi yang tersedia. Koleksi yang tersedia mulai dari kamus, ensiklopedia, bibliografi, katalog, indeks, direktori, handbook, atlas, modul, undang-undang, peraturan dan bahan ajar. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Syafira (2018) membahas tentang kualitas website akademik. Selanjutnya, penelitian yang dilakukan oleh Kurniawati (2018) membahas analisis kualitas website terhadap kepuasan pelanggan Mister Aladin menggunakan Webqual 4.0. dan penelitian yang dilakukan oleh Andry (2018) yang membahas tentang analisis kualitas website dengan Metode Webqual 4.0 pada E-commerce JD.ID. Persamaan terhadap penelitian ini adalah membahas tentang kualitas website sedangkan perbedaan terletak pada fokus kemudahan, konteks penelitian, objek penelitian dan analisis yang berbeda. Hasil observasi awal peneliti menemukan bahwa ada beberapa permasalahan ketika menggunakan website seperti tampilan yang kurang menarik dengan pewarnaan yang masih sederhana sehingga pewarnaan dan tulisan terlalu menyatu, website sering terjadi maintenance yang disebabkan oleh jaringan telkomsel dan perbaikan bug yang berakibat pada aktivitas pengguna terkadang tertunda dalam menemukan informasi yang dibutuhkan. Maintenance biasanya terjadi selama ±3 minggu bahkan bisa lebih. Maintenence yang terjadi karena perbaikan pada website tidak memungkinkan pemulihan dengan cepat untuk pengembalian website ke keadaan sebelumnya. Sebenarnya tampilan website yang baik menggunakan jenis huruf yang jelas, ukuran font yang memadai, kontras warna yang baik antara teks dan latar belakang serta paragraf dan struktur terorganisir dengan baik (Rahmaini, 2018). Diketahui kepuasan pengguna menjadi faktor penting dalam keberhasilan pada suatu sistem. Kualitas website merupakan faktor penting yang harus diperhatikan dalam pelayanan, dikarenakan website merupakan gambaran dari institusi tersebut di dunia maya (Napitupulu, 2016). Berdasarkan penjelasan diatas, maka muncul pertanyaan: bagaimana kualitas website perpustakaan Poltekkes Kemenkes Pontianak serta bagaimana kemudahan pengguna website perpustakaan Poltekkes Kemenkes Pontianak. Selanjutnya, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kualitas website perpustakaan terhadap kemudahan pengguna website perpustakaan Poltekkes Kemenkes Pontianak. Penelitian ini membahas kualitas website perpustakaan yang berkontribusi pada pengembangan perpustakaan digital dengan masukan yang efisien dari pengelolaan perpustakaan khususnya untuk mahasiswa.

Method

Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan melalui dokumentasi dan penyebaran angket/kuesioner sebagai teknik pengumpulan data. Populasi pada penelitian ini terdiri dari seluruh mahasiswa aktif Poltekkes Kemenkes Pontianak angkatan 2019, 2020, 2021 dan 2022 yang berjumlah 568 mahasiswa. Menentukan jumlah sampel dari populasi menggunakan rumus Slovin yang menghasilkan 85 responden. Penelitian ini dengan teknik sampling jenuh yang menjadikan seluruh populasi sebagai sampel untuk dilakukan penelitian (Sugiyono, 2014). Metode analisis dilakukan dengan teknik analisis deskriptif data untuk mendapatkan nilai mean dan grand mean yang berguna untuk mengukur kualitas website dan kemudahan pengguna website. Untuk mengetahui pengaruh kualitas website terhadap kemudahan pengguna website menggunakan regresi linier sederhana dan korelasi. Pengumpulan data menggunakan Skala Likert yang dibuat bentuk Checklist. Validitas merupakan suatu cara pengukuran yang menunjukan tingkat kevalidan dari instrumen yang telah dibuat. Data suatu instrumen dapat dikatakan valid apabila pernyataan tersebut mampu mendefinisikan sesuatu yang menjadi tujuan dibuatlah pengukuran dengan instrumen tersebut (Sugiyono, 2014). Pengujian validitas menggunakan 30 responden agar hasil mendekati nilai kurva normal. Metode yang digunakan untuk uji validitas menggunakan metode Pearson Correlation, di mana data dapat dikatakan valid yang signifikan pada total Pearson Correlation. Uji validitas pada variabel Y memiliki nilai 0,05 dan variabel Y memiliki nilai 0,005. Relibilitas adalah uji kesamaan dari pengukuran data terhadap hasil pengukuran dengan objek akan menghasilkan data yang sama (Sugiyono, 2014). Instrumen dapat dikatakan reliabel apabila jawaban responden konsisten dari waktu ke waktu. Pengujian relibilitas menggunakan 30 responden Peneliti menguji realibilitas kuesioner menggunakan rumus Alpha Cronbach, di mana data dapat diakatakan realibel jika total Alpha Cronbach. Uji realibilitas pada variabel Y memiliki nilai 0,948 dan variabel Y memiliki nilai 0,973.

Result & Discussion

Kualitas Website Kualitas website adalah suatu sistem yang menyebabkan seseorang dapat tertarik untuk mengakses website, indikator kualitas website muncul dari sesuatu yang mempengaruhi pengunjung (Isthafana, 2019). Perpustakaan yang dapat diakses secara digital melalui layar handphone merupakan upaya penting dalam meningkatkan kualitas website perpustakaan (Hasanov, 2015). Kualitas website menjadi kunci penting dalam menjaga daya tarik dan kredibilitas sebuah website, mengingat bahwa website yang berkualitas mampu memberikan pengalaman yang memuaskan, informasi yang akurat yang diperlukan oleh pengunjung. Isthafana (2019) menekankan bahwa perpustakaan digital yang berperan tinggi untuk menjadi contoh perpustakaan yang semakin berguna untuk pengguna. Dengan demikian, perpustakaan dapat lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan informasi pengguna sesuai dengan perkembangan teknologi informasi serta keinginan pengguna untuk mendapatkan informasi secara mudah. Website perpustakaan menjadi salah satu andalan Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Pontianak untuk memenuhi kebutuhan informasi mahasiswa pada era serba teknologi informasi. Berkaitan dengan website perpustakaan sebelum dilakukan penelitian kepada seluruh mahasiwa, peneliti melakukan jejakan awal dengan cara mewawancarai kepada petugas perpustakaan. Selanjutnya dilakukan penyebaran kuesioner secara acak pada mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak, dari 85 responden yang menjawab mengetahui dan menggunakan website perpustakaan untuk kebutuhan informasi atau hanya sekedar membaca, tentu saja pernyataan tersebut dapat menjelaskan bahwa mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak mengetahui adanya website perpustakaan. Kualitas website dapat didefisinisikan sebagai sejauh mana website tersebut memenuhi standar dan kebutuhan yang diperlukan oleh pengguna dalam mencari, mengakses, dan memanfaatkan layanan perpustakaan secara online. Surandari (2019) pengguna akan merasa puas jika kualitas website dapat memenuhi kebutuhan yang mereka butuhkan. Berdasarkan pernyataan tersebut peneliti memiliki tujuan untuk mengukur kualitas website perpustakaan pada kalangan mahasiswa di Poltekkes Kemenkes Pontianak. Pengukuran yang dilakukan untuk mengatahui tingkat kualitas website perpustakaan pada kalangan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak dilakukan dengan 5 indikator kualitas (Isthafana, 2018) yaitu: Keandalan (realibility): seberapa sering mengalami gangguan atau kegagalan. Kinerja (performance): mencakup waktu muat halaman, kecepatan dan waktu respon server. Konten (content): mengevaluasi kualitas dan relevansi konten yang disajikan dalam website. Keamanan (security): upaya perlindungan pengguna informasi sensitif dari serangan atau akses yang tidak sah. Fungsionalitas (functionality): ketersediaan fitur-fitur yang berguna dan berfungsi dengan baik. Kualitas website perpustakaan pada kalangan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak tidak hanya 5 indikator tersebut, tetapi kualitas website juga dapat diketahui dengan menilai pengguna dalam mengoperasikan website perpustakaan. Keseluruhan jawaban dari 5 indikator yang telah dijawab oleh responden pada penelitian terkait tingkat kualitas website dapat dilihat sebagai berikut: Indikator pertama terkait realibility akan pengaruh negatif dari pengguna lain, dari hal tersebut dapat menilai seberapa besar tingkat kualitas website perpustakaan kalangan mahasiswa di Poltekkes Kemenkes Pontianak yang menjadikan pengguna tersebut tetap menggunakan website perpustakaan, adapun indikator keandalan mendapat nilai rata-rata dari jawaban seluruh responden sebesar 3,95, dari besaran nilai tersebut dapat dikatakan sebagian besar responden setuju untuk tetap menggunakan website perpustakaan dan menjadikan website sebagai pilihan utama untuk menemukan suatu informasi. Rahmaini (2018) keandalan mengacu pada kemampuan untuk memberikan layanan yang akurat, konsisten, dan tepat waktu. Keandalan website perpustakaan menjadi salah satu atribut yang berkontribusi terhadap kepuasan pengguna. Keandalan yang tinggi dapat meningkatkan persepsi terhadap kualitas keseluruhan layanan. Indikator kedua yaitu terkait performance yang mencakup waktu muat halaman, kecepatan dan waktu respon server website. Hal tersebut dapat menilai seberapa besar tingkat kecepatan website perpustakaan kalangan mahasiswa di Poltekkes Kemenkes Pontianak yang menjadikan pengguna tersebut tetap menggunakan website perpustakaan, adapun indikator kinerja mendapat nilai rata-rata dari jawaban seluruh responden sebesar 3,89, dari besaran nilai tersebut dapat dikatakan sebagian besar responden setuju untuk tetap menggunakan website perpustakaan dengan waktu muat yang cepat untuk membantu memenuhi kebutuhan dengan lebih efisien dan memuaskan. Waktu muat yang cepat merupakan salah satu faktor utama dalam menciptakan pengalaman pengguna yang baik. Waktu muat yang cepat dapat membantu pengguna memenihikebutuhan dengan lebih efisien dan memuaskan. Barnes (2013) mempertahankan waktu muat yang cepat merupakan tujuan yang penting untuk meningkatkan kualitas pengalaman pengguna pada website. Indikator ketiga yaitu terkait content yang mengevaluasi konten yang disajikan. Hal tersebut dapat menilai seberapa informatif konten yang disajikan. Adapun indikator ini mendapatkan nilai rata-rata dari jawaban seluruh responden sebesar 4,07, dari nilai besaran tersebut dapat dikatakan sebagian besar konten yang disajikan website perpustakaan Poltekkes kemenkes Pontianak mampu memenuhi kebutuhan pengguna. Konten yang memberikan solusi atau panduan yang praktis dapat dianggap sebagai nilai tambah bagi pengguna. Hardy (2015) jika konten dalam website memberikan informasi yang memiliki nilai solusi dan bermanfaat bagi pengguna, ini dapat meningkatkan nilai informasi tersebut. Indikator keempat yaitu terkait security yang mencakup keamanan yang melindungi informasi pengguna website. Adapun indikator tersebut mendapatkan nilai rata-rata dari jawaban seluruh responden sebesar 4,05, dari besaran nilai tersebut dapat dikatakan sebagian besar informasi pengguna akan tetap terjaga oleh pihak perpustakaan Poltekkes Kemenkes Pontianak. Ashari (2020) website yang aman memiliki mekanisme untuk memantau aktivitas keamanan dan mendeteksi ancaman potensial atau perilaku yang mencurigakan. Keamanan tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang perilaku pengguna. Jika situs web memiliki langkah keamanan yang memadai, mereka juga menyediakan pelatihan dan informasi kepada pengguna tentang praktik keamanan yang aman. Indikator kelima yaitu terkait functionality yang mencakup fitur-fitur yang berfungsi dengan baik. Adapun indikator tersebut mendapatkan nilai rata-rata dari jawaban seluruh responden sebesar 4,09, dari besaran nilai tersebut dapat dikatakan sebagian besar fitur-fitur yang tersedia di website perpustakaan Poltekkes Kemenkes Pontianak berfungsi dengan baik. Nuriman (2018) pengembangan website untuk memastikan bahwa fitur dan fungsionalitasnya benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pengguna berinteraksi dengan website dan bagaimana mereka merasakan interaksi tersebut. Tujuan utamanya adalah menciptakan pengalaman yang positif, efisien, dan memuaskan bagi pengguna. Sebagian besar mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak memiliki tingkat kesetiaan yang cukup tinggi akan website perpustakaan meskipun begitu dibutuhkan pengenalan berbagai fitur yang tersedia pada website tersebut sehingga beragam jenis fitur yang disediakan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pengguna yang menggunakan website tersebut. Berdasarkan analisis terhadap kelima indikator kualitas website perpustakaan tersebut, peneliti menemukan berbagai fakta yang menarik dari jawaban responden memiliki keinginan untuk terus menggunakan website perpustakaan, meskipun pada era serba teknologi informasi banyak aplikasi serupa yang bertebaran di internet. Temuan ini juga berkaitan dengan kebiasaan dosen dalam selalu mengingatkan mahasiswanya untuk mencari informasi yang mudah dan relevan. Oleh karena itu, solusi utama adalah memanfaatkan website perpustakaan. Maka dari itu, salah satu faktor yang menyebabkan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak memiliki kualitas website perpustakaan yang tinggi tidak lepas dari peran dosen tersebut. Kemudahan Pengguna Kemudahan pengguna website perpustakaan merupakan faktor kunci dalam meningkatkan interaksi pengguna dan pemanfaatan sumber daya perpustakaan digital. Lorang (2020) kemudahan pengguna sangat penting guna untuk memastikan bahwa pengunjung dapat dengan lancar dan efisien mencari, mengakses dan memanfaatkan berbagai layanan dan sumber daya yang tersedia di website perpustakaan. Dengan memprioritaskan kemudahan pengguna, perpustakaan dapat meningkatkan pengalaman pengguna tanpa hambatan yang berarti. Kemudahan pengguna website perpustakaan sangat penting untuk memastikan pengguna dapat dengan mudah mengakses dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia (Tsai, 2015). Era teknologi informasi yang canggih mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak mengetahui tersedianya website perpustakaan. Lorang (2020) kemudahan pengguna website perpustakaan bukan hanya menguntungkan pengguna dalam mencari informasi, tetapi juga berdampak positif pada minat baca, penelusuran informasi dan pemangfaatan sumber daya perpustakaan secara keseluruhan. Oleh karena itu, perpustakaan perlu terus beruapaya untuk meningkatkan kualitas website agar memberikan kemudahan kepada pengguna. Pengukuran dilakukan untuk mengetahui tingkat kemudahan pengguna website perpustakaan pada kalangan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak dengan 5 indikator kemudahan pengguna (Rahmaini, 2018) antara lain: Kemudahan navigasi (ease of navigation): menunjukkan pengguna dengan mudah menavigasi antara halaman-halaman atau bagian-bagian yang berbeda dalam sistem. Kemudahan pencarian (ease of search): menunjukkan ketersediaan fitur pencarian yang mudah digunakan dan membantu dalam menemukan informasi yang dibutuhkan. Kepahaman pengguna (user understanding): yang mencakup tentang tata letak, ikon pada website. Responsiveness: sejauh mana website merespon diberbagai ukuran layar yang berbeda. Ketersediaan bantuan dan panduan (availability of help and guides): yang mencakup tersedianya bantuan, petunjuk atau dokumen pendukung yang membantu pengguna dalam mengatasi masalah atau menavigasi website dengan baik. Keseluruhan jawaban dari kelima indikator yang telah dijawab oleh responden pada penelitian ini terkait kemudahan pengguna dapat dilihat sebagai berikut: Kemudahan navigasi website perpustakaan pada kalangan mahasiswa tentu saja memiliki beberapa faktor. Pengguna memiliki pengalaman yang menyenangkan dan efisien dalam menggunakan website perpustakaan Poltekkes Kemenkes Pontianak. Indikator ease of navigation mendapatkan nilai rata-rata dari seluruh pernyataan responden yaitu sebesar 4,23, dari besaran nilai tersebut menyatakan bahwa pengguna merasa website memiliki navigasi yang mudah dipahami dan digunakan untuk memenuhi informasi yang dibutuhkan. Pengguna harus dapat beralih antara berbagai halaman atau bagian lain tanpa kesulitan. Hamzah (2020) mengimplementasikan dengan menyediakan menu navigasi yang selalu terlihat atau dengan menempatkan tautan-tautan yang penting di tempat yang mudah dijangkau. Pengguna memiliki pengalaman yang menyenangkan dan efisien dalam menggunakan aplikasi atau website. Dengan memiliki navigasi yang jelas dan mudah dimengerti, pengguna akan merasa lebih puas dan tetap berinteraksi dengan website tersebut. Indikator kedua yaitu terkait dengan ease of search yang dapat membantu kepada pengguna untuk meningkatkan atas hasil pencarian dan memberikan pengalaman yang lebih baik. Adapun indikator ini mendapatkan nilai rata-rata dari jawaban seluruh responden sebesar 4,14, dari nilai besaran tersebut dapat dikatakan bahwa pengguna lebih puas karena website memiliki kontrol atas pencarian mereka dan dapat dengan mudah menyaring hasil untuk menemukan informasi yang relevan dan berguna. Nugroho (2017) Fitur pencarian yang efektif dan canggih merupakan aset yang sangat berharga dalam meningkatkan pengalaman pengguna. Membantu pengguna menemukan informasi dengan cepat dan efisien, serta membuat mereka lebih puas dengan website yang mereka gunakan. Hasil pencarian harus akurat dan mengandung informasi yang benar. Ketika pengguna mendapatkan hasil yang akurat, mereka dapat memiliki kepercayaan yang lebih tinggi terhadap aplikasi atau website tersebut. Indikator ketiga yaitu berkaitan dengan user understanding yang berkaitan dengan tata letak, ikon pada website perpustakaan Poltekkes Kemenkes Pontianak. Adapun indikator ini mendapatkan nilai rata-rata dari jawaban keseluruhan responden sebesar 3,97, dari nilai besaran tersebut dapat dikatakan bahwa tata letak dan ikon pada website dapat memudahkan pengguna untuk dimengerti. Tata letak harus mencakup navigasi yang jelas dan mudah dimengerti. Menu, tautan, dan ikon navigasi harus disusun dengan logika, membuatnya mudah bagi pengguna untuk berpindah antara halaman atau bagian (Rahmaini, 2018). Penting untuk merancang tata letak informasi dengan mempertimbangkan kebutuhan dan preferensi pengguna. Dengan memiliki tata letak yang baik, website dapat memberikan pengalaman pengguna yang lebih efektif, efisien, dan menyenangkan dalam menemukan informasi yang mereka butuhkan. Indikator keempat yaitu berkaitan dengan responsiveness yaitu sejauh mana website merespon di berbagai ukuran layar yang berbeda. Adapun indikator ini mendapatkan nilai rata-rata dari jawaban seluruh responden sebesar 4,22, dari nilai besaran tersebut dapat dikatakan bahwa konten website disajikan secara efisien sesuai dengan ukuran layar. Desain responsif adalah pendekatan desain di mana tampilan dan tata letak situs web disesuaikan secara otomatis dengan berbagai ukuran layar dan perangkat yang berbeda, termasuk desktop, tablet, dan ponsel pintar. Sulastri (2013) dengan menerapkan desain responsif, situs web dapat memberikan pengalaman yang baik dan konsisten kepada pengguna di berbagai perangkat, meningkatkan kepuasan pengguna dan membantu mencapai tujuan yang lebih baik. Indikator kelima yaitu berkaitan dengan availability of help and guides yang berkaitan dengan petunjuk dan panduan dalam menavigasi website perpustakaan Poltekkes Kemenkes Pontianak. Adapun indikator ini mendapatkan nilai rata-rata dari jawaban keseluruhan responden sebesar 3,97, dari besaran nilai tersebut menyatakan bahwa tersedianya panduan dan petunjuk yang jelas bagi pengguna. Penting untuk menyediakan panduan dan petunjuk yang jelas bagi pengguna, terutama jika situs memiliki fitur atau tata letak yang kompleks. Shidatafi (2021) panduan dan petunjuk harus sejalan dengan desain dan gaya website secara keseluruhan. Panduan ini dapat membantu pengguna merasa lebih nyaman, efisien, dan puas dalam berinteraksi dengan website. Berdasarkan analisis terhadap kelima indikator kemudahan pemustaka tersebut, peneliti menemukan bahwa kemudahan pengguna website perpustakaan Poltekkes Kemenkes Pontianak berdampak pada tingkat pemanfaatan sumber daya perpustakaan oleh mahasiswa. Sebagian besar merasa bahwa website perpustakaan sangat mudah digunakan dan menunjukkan bahwa kemudahan pengguna tidak hanya meningkatkan frekuensi penggunaan, kemudahan pengguna juga dapat meningkatkan efektivitas website perpustakaan dan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya perpustakaan oleh mahasiswa. Pengaruh Kualitas Website Terhadap Kemudahan Pengguna Pembahasan terkait kualitas website perpustakaan di Poltekkes Kemenkes Pontianak tersebut memiliki besaran nilai dari indikator realibility 3,95, performance 3,89, content 4,07, security 4,06 dan fungsionality 4,09. Berdasarkan besaran nilai tersebut dapat diartikan sebagian besar sasaran responden memiliki jawaban positif atas pernyataan yang diberikan. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa tingkat kualitas website perpustakaan Poltekkes Kemenkes Pontianak tersebut dapat dikatakan baik. Begitu pula dengan kemudahan pengguna website perpustakaan yang memiliki nilai besaran dari indikator ease of navigation 4,23, ease of search 4,14, user understanding 3,97, responsiveness 4,22 dan availaility of help and guides 3,97. Berdasarkan besaran nilai yang telah dipaparkan tersebut responden yang menjawab terkait kemudahan pengguna sebagian besar memiliki jawaban yang serupa yaitu memilih jawaban yang positif. Maka dapat disimpulkan bahwa kemudahan pengguna website perpustakaan pada kalangan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak tersebut dapat dikatakan sangat mudah. Selanjutnya, dilakukan untuk pembuktian adanya pengaruh positif dan signifikan antara kualitas website terhadap kemudahan pengguna website pada kalangan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak. Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi kualitas website semakin tinggi pula kemudahan pengguna website perpustakaan Poltekkes Kemenkes Pontianak. Pernyataan ini dibuktikan dengan masing-masing indikator yang saling berhubungan, semakin meningkat kualitas website maka semakin memudahkan pengguna. Kualitas website yang tinggi akan secara langsung mempengaruhi kemudahan pengguna website pada kalangan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kualitas website memiliki pengaruh positif dan signifikan antara kualitas website terhadap kemudahan pengguna, dibuktikan dengan semakin tinggi kualitas website maka semakin meningkat pula kemudahan pengguna website perpustakaan pada kalangan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak.

Conclusion

Kualitas website perpustakaan pada kalangan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak menunjukkan bahwa tingkat kualitas website perpustakaan berada pada tingkat baik. Selanjutnya, kemudahan pengguna dalam menggunakan website pada kalangan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak menunjukkan bahwa tingkat kemudahan pengguna pada kalangan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak berada pada rentang sangat mudah. Pengaruh kualitas website perpustakaan terhadap kemudahan pengguna di Poltekkes Kemenkes Pontianak memiliki pengaruh yang kuat, artinya kualitas website perpustakaan berpengaruh positif terhadap kemudahan pengguna pada kalangan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak.