Kembali
16
1
2021 LIBRIA : Library of UIN Ar-Raniry Vol 13 · 1 ISSN 2549-8606

Penyiangan (weeding) Bahan Pustaka Pada Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan penyiangan (weeding) bahan pustaka di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi pustaka. Peneliti melakukan wawancara terstruktur jarak jauh kepada pustakawan yang paham secara keseluruhan mengenai pengembangan koleksi khususnya dalam kegiatan penyiangan bahan pustaka di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi. Temuan penelitian yaitu (1) Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi melakukan kegiatan penyiangan bahan pustaka satu kali dalam setahun bersamaan dengan kegiatan Stock Opmane. (2) Kegiatan penyiangan dilakukan oleh pustakawan dan staff yang bertugas di layanan masing-masing. (3) belum adanya kebijakan tertulis dalam kegiatan penyiangan koleksi. (4) Kriteria koleksi yang disiangi meliputi koleksi yang rusak parah maupun ringan, koleksi yang terlalu banyak eksemplarnya, dan koleksi yang tidak diminati pengguna. (5) prosedur penyiangan koleksi meliputi, Koleksi diseleksi berdasarkan kriteria, Mencatat daftar buku yang disiangi, Mengambil kartu katalognya, dihapus dari buku inventaris, kemudian membuat laporan. (6) Hambatan yang dihadapi DPAD Provinsi Jambi meliputi hambatan teknis dan manajemen. Hambatan teknis meliputi; psikologi Rasa sayang pada koleksi, Anggapan bahwa jumlah koleksi menentukan mutu perpustakaan, Anggapan bahwa penyiangan bertentangan dengan tujuan pengadaan, Prosedur yang rumit, terutama koleksi yang ada di perpustakaan instansi pemerintahan. Selain hambatan teknis DPAD provinsi Jambi juga mengalami hambatan managemen yaitu; Manajemen waktu yang belum efektif, Kebijakan penyiangan koleksi, tempat.

Abstract

This study aims to determine the weeding activities of library materials at the Regional Library and Archives Service of Jambi Province. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques carried out through interviews and literature study. Researchers conducted long-distance structured interviews with librarians who had an overall understanding of the development of collections, especially in weeding activities of library materials at the Regional Library and Archives Office of Jambi Province. The findings of the study were (1) the Jambi Province Regional Library and Archives Office carried out weeding activities once a year. (2) Weeding activities are carried out by librarians and staff assigned to their respective services. (3) there is no written policy on weeding collections. (4) The criteria for weeded collections include collections that are severely or lightly damaged, collections with too many copies, and collections that are not of interest to the user. (5) collection weeding procedures include, collections are selected based on criteria, recording the list of weeded books, taking the catalog card, removing it from the inventory book, then making a report. (6) Barriers faced by DPAD Jambi Province include technical and management obstacles. Technical barriers include; Affection for collections, Assumption that the number of collections determines the quality of the library, Assumption that weeding is against the purpose of procurement, Complicated procedures, especially collections in the library of government agencies. Apart from technical obstacles, the DPAD Jambi province also experienced management obstacles, namely; Ineffective time management, collection weeding policy, place.
Keywords: Penyiangan Bahan Pustaka · Koleksi Perpustakaan · Perpustakaan Umum

Introduction

Perpustakaan merupakan suatu instansi yang menyediakan informasi dan suatu wadah yang digunakan untuk pembelajaran sepanjang hayat, tanpa membedakan unsur sara. Perkembanga perpustakaan seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, berdampak pada meningkatnya kebutuhan informasi masyarakat pengguna baik dari kalangan pelajar, mahasiswa, peneliti, instansi pemerintah maupun masyarakat umum. Perpustakaan adalah sebuah ruangan yang digunakan untuk menyimpan bahan pustaka seperti buku, majalah, jurnal, bibliografi, indeks, dan koleksi lainnya yang disusun sistematis menurut kelasnya bertujuan untuk memudahkan dalam temu kembali informasi oleh pengguna.¹ Pernyataan tersebut diperkuat dengan penjelasan yang dikemukakan oleh Sulistyo Basuki yaitu perpustakaan merupakan sebuah ruangan atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasa disimpan menurut tata susunan tertentu digunakan untuk pembaca dan tidak diperjual belikan.2 Menurut Sutarno perpustakaan digunakan sebagai pusat informasi, didalam perpustakaan terdapat sumber ilmu pengetahuan, untuk digunakan dalam kegiatan penelitian, rekreasi, dan pelestarian khazanah budaya serta jenis layanan lainnya. Mengingat pentingnya manfaat perpustakaan, maka perpustakaan tidak boleh lepas dari tiga unsur penting, yaitu pertama mengumpulkan informasi sesuai dengan misi dan masyarakat yang dilayaninya. Kedua, melestarikan, memelihara dan merawat koleksi agar tetap dalam keadaan baik, utuh, layak pakai dan tidak cepat rusak oleh pengguna maupun karena usianya. Ketiga menyediakan sumber informasi koleksi bagi penggun.³ Bertambahnya koleksi perpustakaan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna secara cepat dan tepat. Hal ini dilakukan oleh pustakawan dalam proses pengembangan koleksi. Dalam pengembangan koleksi terdapat suatu penyusunan kebijakan pengembangan koleksi, kebijakannya meliputi pemilihan bahan pustaka, pengadaan, penyianga, serta evaluasi penggunaan koleksi.4 Pengembangan koleksi (collection Development) merupakan bagian yang dianggap penting dalam mencapai tujuan perpustakaan, sedangkan penyiangan merupakan bagian dari kegiatan pengembangan koleksi. Kegiatan penyiangan koleksi diatur dalam Standar Nasional Perpustakaan (SNP) dengan kebijakan pengembangan koleksi meliputi seleksi, pengadaan, pengolahan, dan penyiangan bahan pustaka. Penyiangan bahan pustaka juga ditaur dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) penyiangan koleksi adalah kegiatan mengeluarkan bahan pustaka dari rak, karena dianggap sudah tidak relevan lagi dengan mempertimbangkan penyiangan koleksi berdasarkan kriteria yang ditetapkan dalam sebuah kebijakan.5 Penyiangan (weeding) merupakan suatu upaya pembaruan koleksi dalam kategori rusak, memiliki banyak eksemplar, terdapat edisi baru, kurang up to date dan kurang diminati pengguna. Tujuan dari penyiangan yaitu untuk memperoleh tambahan tempat untuk koleksi baru, agar bahan pustaka lebih akurat, serta memudahkan pustakawan dalam mengelola koleksi agar lebih efektif dan efesien. Peneliti memilih Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Provinsi Jambi sebagai tempat penelitian karena pada dasarnnya DPAD provinsi Jambi memiliki koleksi dalam jumlah yang relatif besar, serta koleksi perpustakaan yang setiap tahunnya bertambah yang menyebabkan perpustakaan menambah kapasitas ruangan jajaran koleksi. Untuk mengatasi penumpukan koleksi maka DPAD Provinsi Jambi harus menyediakan ruangan yang besar, sedangkan keberadaan ruangan sudah sangat tidak memungkinkan lagi untuk menampung koleksi baru. Untuk itu langkah yang ditempuh oleh DPAD Provinsi Jambi guna mengurangi penumpukan bahan pustaka melakukan penyiangan (weeding) Secara berkala yang bertujuan untuk menghindari penumpukan koleksi serta menghemat tempat, memastikan agar koleksi yang tersedia di perpustakaan sesuai dengan kebutuhan informasi yang dibutuhkan pengguna yaitu dengan menyediakan koleksi yang menarik dan ter up to date. Mengingat pentingnya penyiangan (weeding) bahan pustaka, maka peneliti tertarik untuk mengetahui lebih jauh bagaimana pelaksanaan penyiangan (weeding) bahan pustaka di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi.

Method

Metode penelitian adalah suatu cara yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data untuk mencapai hasil penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Yaitu sebuah metode yang digunakan untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian, seperti perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan sebagainya. 8 Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi pustaka. Peneliti melakukan wawancara terstruktur jarak jauh kepada pustakawan yang paham secara keseluruhan mengenai pengembangan koleksi khususnya dalam kegiatan penyiangan bahan pustaka di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi.

Conclusion

1. KESIMPULAN Dari hasil paparan diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyiangan (weeding) bahan pustaka di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi dilakukan 1 kali dalam setahun yaitu bersamaan dengan kegiatan stokopname. Adapun kriteria dalam penyiangan bahan pustaka. a) Tujuan dan Manfaat Penyiangan koleksi di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi yaitu agar koleksi yang tersedia di perpustakaan selalu fresh, akurat, up to date, tidak memenuhi tempat, dan sesuai dengan kebutuhan informasi pengguna. b) Kebijakan penyiangan koleksi di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi. Saat ini DPAD Provinsi Jambi belum memiliki kebijakan tertulis untuk kegiatan penyiangan sehingga pustakawan dan staff melakukan penyiangan hanya berdasarkan pengalaman mereka. c) Kriteria penyiangan koleksi di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi meliputi koleksi dengan kriteria rusak parah dan ringan, koleksi yang dianggap rusak ringan diperbaiki kemudian dikemabalikan ke rak, sedangkan koleksi rusak parah disimpan digudang, dan koleksi yang jumlah eksemplarnya terlalu banyak. d) Prosedur penyiangan koleksi di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi meliputi: Koleksi diseleksi berdasarkan kriteria, Mencatat daftar buku yang disiangi, Mengambil kartu katalognya, Dihapus dari buku inventaris, Kemudian membuat laporan. e) Hambatan penyiangan koleksi di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi meliputi hambatan yang bersifat teknis dan manajemen. Hambatan teknis meliputi: hambatan Psikologis, Rasa sayang pada koleksi, Anggapan bahwa jumlah koleksi menentukan mutu perpustakaan, Anggapan bahwa penyiangan bertentangan dengan tujuan pengadaan, Prosedur yang rumit, terutama koleksi yang ada di perpustakaan instansi pemerintahan. Selain hambatan teknis DPAD provinsi Jambi juga mengalami hambatan managemen yaitu; Manajemen waktu yang belum efektif, Kebijakan penyiangan koleksi, anggaran, dan tempat. 2. SARAN Pengembangan koleksi dalam kegiatan penyiangan sangat penting dilakukan di lingkungan Perpustakaan. Oleh karena itu peneliti memberikan saran kepada DPAD Provinsi Jambi agar kiranya bisa mempertimbangkan pembuatan kebijakan tertulis tentang penyiangan bahan pustaka agar kegiatan dapat terlaksana secara maksimal sehingga dapat memecahkan hambatan-hambatan yang terjadi dalam kegiatan penyiangan koleksi.