REINTERPRETASI PELAYANAN, PENGEMBANGAN, DAN KEPUASAN PEMUSTAKA TERHADAP PERPUSTAKAAN BERBASIS DIGITAL
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang; Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang; Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang perkembangan layanan yang dilakukan perpustakaan sehingga memberikan dampak yang sangat baik terhadap pemustaka sehingga dengan mudah mendapatkan informasi baik secara manual ataupun secara digital. Metode penelitian ini menggunakan metode campuran yaitu gabungan antara kualitatif dengan kuatitatif yang kemudian kedua data tersebut dianalisis sesuai dengan ketentuan dan sistematisnya. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pertama, pelayanan yang diberikan oleh perpustakaan adalah administrasi, bimbingan, koleksi umum, opac, tandon, referensi, takhrij hadis, serial jurnal, karya ilmiah, repositori, dan sebagainya. Kedua, perkembangan yang dilakukan adalah memicu kepada literasi informasi berbasis digital sehingga dengan mudah mendapatkan imformasi seperti multi media dan audio visual, dan layanan jurnal berbasis akses internet gratis. Ketiga, tingkat kepuasan pemustaka Pada Fakultas Tarbiyah & Keguruan sebesar 19%. Fakultas Usuluddin & Studi Agama sebesar 14%. Sedangkan untuk fakultas Syari'ah sebesar 19%. Fakultas Dakwah & Komunikasi sebesar 19%. Fakultas Adab & Humniora sebesar 19%. Kemuidan Fakultas Ekonomi & Bisnis sebesar 19%.
Abstract
This research aims to find out about the development of services provided by libraries so that they have a very good impact on users so that they can easily get information either manually or digitally. This research method uses a mixed method, namely a combination of qualitative and quantitative, then both data are analyzed according to the provisions and systematically. The results of this research show thatFirstThe services provided by the library are administration, guidance, general collections, opac, storage, references, takhrij hadith, journal series, scientific works, repositories, and so on.Second, the developments made are to trigger digital-based information literacy so that it is easy to obtain information such as multi-media and audio-visual, and journal services based on free internet access.Third, the user satisfaction level at the Tarbiyah & Teacher Training Faculty is 19%. Faculty of Usuluddin & Religious Studies by 14%. Meanwhile for the Sharia faculty it was 19%. Faculty of Da'wah & Communication by 19%. Faculty of Adab & Humanities at 19%. Then the Faculty of Economics & Business was 19%.
Keywords:
Service
· Developmen
· and satisfaction
Introduction
Layanan atau sumber informasi merupakan hal yang sangat penting bagi pemustaka. Ini merupakan bentuk kenyamanan dan kepuasan pemustaka terhadap sumber informsi yang berada di perpustakaan. Kepuasan pemustaka adalah tujuan yang hendak dicapai disetiap pelayanan yang diberikan oleh pustakawan baik berupa referensi, koleksi, foto copy internet, sirkulasi, dan bahkan sebuah registrasi ulang anggota perpustakaan dalam meminjam berbagai sumber informasi yang berada di perpustakaan.(Rodin, 2017) Untuk mengoptimalkan sebuah layanan maka sangat dibutuhkan yang namanya sarana dan prasarana sehingga kendati mendapatkan kepuasan terhadap pemustaka, Oleh karena itu akan mendapatkan rasa kesenangan dan kenyamanan dalam mengunjungi perpustakaan. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 menjelaskan bahwa ada beberapa layanan yang perlu diperhatikan diantaranya adalah pertama, layanan perpustakaan yang dilakukan secara prima dan berorientasi bagi kepentingan pemustaka. Kedua, setiap perpustakaan menerapkan tata cara pelayanan berdasarkan standar nasional. Ketiga, setiap perpustakaan mengembangkan layanan harus sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Keempat, layanan perpustakaan yang terdapat pada ayat 1 dikembangkan sumber daya perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan pemustaka. Kelima, layanan perpustakaan diselenggarakan sesuai dengan standar nasional untuk mengoptimalkan pelayanan kepada pemustaka. Keenam, layanan perpustakaan terpadu diwujudkan melalui kerja sama melalui perpustakaan. Ketujuh, layanan perpustakaan secara terpadu harus melalui jaringan telematika.(Hartono, 2016) Hal ini juga diperkuat pada keputusan Menteri Pendidikan Nasionnal Republik Indonesia Nomor 234/2000 tentang pedoman pendirian perguruan tinggi pasal 12 ayat 2 dijelaskan bahwa fasilitas fisik pendidikan, ketentuan sarana dan prasarana lainnya dimiliki sendiri atau disewakan sekurang-kurangnya 5 tahun dibuktikan dengan sertifikat atau perjanjian yang meliputi fasilitas fisik pendidikan dengan ketentuan mencapai minimal ruang kuliah 0,5 m2, ruang dosen 4 m2, ruang administrasi dan kantor 4 m2, dan ruang perpustakaan dengan buku pustaka. Dapat dikatakan bahwa layanan merupakan ujung tombak dari sebuah perpustakaan. Layanan kepada pemustaka mencerminkan perpustakaan itu sendiri. Banyak jenis layanan di perguruan tinggi, semangkin berkembangnya teknologi informasi, maka semakin luas pula jenis layanan yang dapat diberikan kepada pemustaka. Layanan juga dapat berupa tatap muka secara langsung dan secara online melalui media elektronik. Di perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang terdapat berbagai jenis layanan yang diberikan kepada seluruh pemustaka. Jika dilihat lebih mendalam bahwa kebanyakkan dari pemustaka baru, tidak mengetahui jenis layanan yang didapati di perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang, begitujuga dengan prosedur pengaksesan layanan. Penelitian ini bukanlah suatu hal yang baru, namun sudah banyak peneliti yang membahas atau keterkaitan dengan penelitian ini. Namun penelitian ini bermula bahwa penulis menemukan penelitian yang dilakukan oleh Zulfitri dengan judul penelitiannya Peran Perpustakaan dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Informasi Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2021. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, penelusuran literatur bagi pemustaka sangatlah sulit dan masih bingung dalam menelusuri elektronik. Kedua, pendidikan literasi informasi di perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang sudah dicanangkan berbasis online berbagai sumber riset internet. Ketiga, pelatihan ini telah diberikan kepada dosen, mahasiswa, dan para pustakawan dengan pelaksanaan dengan dasar dan belum terlaksana dengan maksimal sesuai dengan konssep dan tujuan yang diharapkan.(Zulfitri, 2021) Selanjutnya jika dilihat pada tahun 2020 merupakan masa berlangsungnya pandemi dan hampir setiap negara terjangkit dengan pandemi tersebut. sehingga memberikan kebijakkan baru terhadap layanan yang berada di perpustakaan yang sebulumnya layanan dilakukan secara teknis (bertatap muka) kemudian secara non teknis (online). Maka dari sini perlu adanya pengembangan yang dilakukan oleh pustakawan dalam memberikan layanan informasi terhadap pemustaka sehingga innformasi yang berkaitan dengan perpustakaan bisa didapatkan langsung melalui digittal. Kemudian penelitian yang dilakukan oleh Fitrika Ilwiza pada tahun 2020 tentang Literasi Informasi Berdasarkan Standar ACRL Mahasiswa Perpustakaan dan Ilmu Informasi Angkatan 2016. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi informasi dapat dikatakan baik, dan perlu ditingkatkan menjadi sangat baik. Penelitian yang dilakukan oleh Irhandayang Ningsih pada tahun 2021, melalui KKN secara daring, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada beberapa aspek mahasiswa cukup trampil dalam mengelolah informasi yang tentunnya perlu ditingkatkan kembali agar memiliki keahlian dalam mengelolah literasi informasi.(Fitrika, 2020) Dari penjelasan di atas maka, penelitian ini mencoba untuk menelusuri kembali bagaimana layanan, pengembangan, dan kepuasan yang dilakukan oleh perpustakaan dalam memberikan layanan literasi informasi bagi pemustaka sehingga memberikan dampak yang positif dan dibidang apa yang perlu untuk lebih dikembangkan terutama informasi atau sumber-sumber informasi yang berada di perpustakaan, baik secara fisik maupun digital, terutama perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang. Sejalan dengan itu ada tiga pertayaan yang terdapat dalam penelitian ini di antaranya adalah pertama, apa bentuk layanan yang diberikan kepada pemustaka?, kedua, bagaimana bentuk informasi yang dikembangkan oleh pustakawan kepada pemustaka dan di bidang apa?, ketiga, bagaimana bentuk kepuasan yang didapatkan oleh pemustaka dalam mempperoleh informasi di perpustakaan?. Tiga pokok inilah yang menjadi pokok dalam pembahasan penelitian tersebut. Penelitian ini berdasarkan pada asumsi-asumsi untuk mengetahui tentang bagaimana pelayanan, perkembangan, dan kepuasan yang diberikan pustakawan terhadap pemustaka yang merupakan fenomena perpustakaan. Sedangakan secara praktis enelitian ini berharap untuk dijadikan sebagai loncatan awal dalam memberikan pengembangan sumber informasi yang berada di perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang sehingga mendapatkan informasi yang akurat. Hal ini bisa dikatakan kajian yang masih baru sehingga bisa menambah khazanah pengenahuan tentang pelayanan, pekembangan dan kepuasan yang berada di perpustakaan.
Method
Metode penelitian ini merupakan campuran (mixed methods). Yaitu metode penelitian yang mengkombinasikan atau menggabungkan antara metode kualitatif dan kuantitatif untuk digunakan secara bersama-sama dalam suatu kegiatan penelitian sehingga diperoleh data yang lebih komprehensif, valid, reliabel dan objektif. Berdasarkan pendapat di atas bahwa, metode penelitian kombinasi adalah metode penelitian yang menggunakan dua metode untuk digunakan dalam suatu kegiatan penelitian. Desain penelitian ini menggunakan Sequential Explanatory. Menurut Sugiyono bahwa, Model penelitian Sequential Explonatory design dicirikan dengan melakukan pengumpulan data dan analisis data kuantitatif pada tahap pertama, dan diikuti dengan pengumpulan dan analisis data kualitatif pada tahap. kedua, guna memperkuat hasil penelitian kuantitatif yang dilakukan pada tahap pertama.(Sugiyono, 2013) Sesuai dengan definisi di atas maka desain penelitian ini menggunakan model Sequential Explonatory, yakni model penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data dan menganalisis data kualitatif pada tahap pertama dalam menjelaskan pelayanan dan pengembangan kemudian dilakukan pengumpulan data beserta menganalisis data kuantitatif pada tahap kedua terhadap kepuasan pemustaka atas layanan dan perkembangan yang diberikan. Selanjutnya menganalisis data secara keseluruhan untuk kemudian diambil kesimpulan dari analisis data tersebut. Penelitian ini dilakukan di UPT perpustakaan UIN Imam Bonjol padang. Kemudian mencoba untuk mensurvey, keberdaan populasi dan sampel penelitian merupakan sumber utama dalam memperoleh yang dibutuhkan untuk mengungkap fenomena penelitian. Berdasarkan ini populasi penelitian ini terfokus pada mahasiswa yang aktif yang berada di UIN Imam Bonjol Padang semster II, IV, dan VI.Teknik dalam penentuan sampel di sini dengan menggunakan metode proportionate stratified random sampling, yang memiliki anggota atau unsur yang tidak homogen dan secara profesional. Sedangkan sampel dalam penelitian kualitatif menggunakan purposive sampling. Dengan tekni mengambil timbangan tertentu yang melihat pada innforman berdasarkan kebutuhan penelitian.(Sugiyono, 2017) Diantara populasi sampel dalam penelitian ini adalah: No Fakultas Sub Populasi Sampel 1. Adab 1.562 13 2. Ushuluddin 2.550 20 3. Dakwah 2.140 17 4. Tarbiah 3.540 28 5. Syariah 2.776 22 Jumlah populasi 12.568 Jumlah sampel 100 Berdasarkan populasi sampel di atas sudah mewakili terhadap yang lain. alasan memilih fakultas tersebut adalah tingkat persentase yang sering atau mayoritas yang mengunjungi perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang. Hal ini terdapat pada data-data yang terdapat di perpustakaan. Dalam memberikan penilaian kepuasan terhadap pelayanan yang berada di perpustakaan tentunya pemustaka yang sering mencari informasi. Oleh karena itu penulis merasa ini sudah cukup mewakili dari fakultas-fakultas yang tidak terdapat dalam sampel penelitian ini. Adapun teknis dalam pengumpulan data dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif, dengan desain sequential explonatory, sebagaimana penjelasnya pada paragraf di atas. Kemudian dianalisis secara keseluruhan untuk diambil sebuah kesimpilan dari analisis tersebut. analisis kuantitatif digunakan skor dan presentase yang terdapat pada penyebaran angket, sedangkan kulitatif membuktikan, memperdalam, dan memperluas gambaran yang diperoleh secara sistematis.
Result & Discussion
Layanan Perpustakaan terhadap Pemustaka Layanan merupakan ujung tombak dalam perpustakaan. Layanan terhadap pemustaka adalah cerminan pada perpustakaan itu sendiri. Semangkin berkembangnya teknologi informasi maka semakin luas pula layanan yang diberikan kepada pemustaka. Salah satunya peprustakaan UIN Imam Bonjol Padang juga memberikan berbagai jenis layanan kepada seluruh pemustaka. Dengan demikian maka terciptalah sebuah pelayanan yang dimunculkan dalam perpustakaan. Adapun jenis layanan yang tersedia di perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang adalah open access atau sistem terbuka. Maksudnya adalah pemustaka bisa langsung mencari koleksi yang mereka butuhkan di rak, dan tidak perlu bantuan petugas pustaakwan. Pencarian ini sudah dimudahkan dengan adanya aplikasi melalui komputer OPAC (online public acces catalogouing) yang terlebih dahulu ditelusuri dahulu berdasarkan kepada subjek, pengarang, ataupun judul buku yang dibutuhkan.(Tim Penyusun Panduan Perpustakaan UPT UIN Imam Bonjol Padang, 2022) Di antara pelayanan yang dimunculkan pada perpustakaan adalah layanan administrasi dan keanggotaan, layanan bimbingan pemustaka (user education) dan literasi informasi, layanan koleksi umum, layanan OPAC, layanan koleksi tandon, layanan referensi, layanan takhrij hadis, layanan serial dan jurnal online, layanan karya ilmiah, layanan repositori online, layanan kolleksi corner, layanan bebas pustaka, multi media dan audio visual, bimbingan penelusuran sumber-sumber referensi online, online melalui grup telegram, komputer dan akses internet gratis, cek plagiasii karya ilmiah, ruang baca, ula, dan layanan silang layan perpustakaan. Inilah yang menjadi layanan yang digunakan dalam melayani pemustaka ketika berkunjung ke perpustakaan. 1. Layanan Administrasi dan Keanggotaan Layanan administrasi adalah layanan yang diberikan oleh perpustakaan kepada pemustaka hal ini berkaitan dengan keanggotaan kartu anggota, persuratan, dan pengurusan surat keterangan bebas pustaka bagi yang akan wisudah dan pindah tempat kuliah. Keanggotaan di sini mahasiswa yang sudah otomatis disetiap mahasiswa selain pascasarjana yang terdaftar sebagai anggota perpustakaan. 2. Layanan Penelusuran Layanan ini disediakan untuk mempermudah pemustaka dalam mencari informasi dan bertanya langsung kepada pustakawan yang bertugas di pelayanan. Layanan menjadi salah satu menu yang ada di website perpustakaan yang memberikan informasi terkait koleksi-koleksi yang dimiliki perpustakaan. Melalui penelusuran online pemustaka dapat menelusuri informasi yang diperlukan dimanapun dan kapanpun. Informasi online dikenal sebagai katalog perpustakaan (OPAC) yang menyediakan informasi oleh institusi. 3. Layanan E-Resources Untuk perkembangan dan menunjang keberasilan kegiatan pembelajaran di semua kalangan pendidikan terutama perpustakaan perguruan tinggi harus menyediakan koleksi cetak maupun elektronik. Koleksi cetak berupa buku, majalah, jurnal surat kabar, peta dan koleksi grey literatur seperti skripsi, tesis, disertasi, prosedding, makalah, dan bentuk yang lainnya. Sedangkan koleksi elektronik seperti (e-journal) baik yang dilanggan maupun diterbitkan institusi bisa diakses secara bebas (open access). Pada saat ini sumber elektronik sangat dibutuhkan dalam pembelajaran online. Pemustaka dapat mengakses informasi yang dimiliki perpustakaan baik secara keseluruhan dan bagian-bagian tertentu. 4. Layanan Repositori Repositori adalah sebuah arsip online untuk mengumpulkan, melestarikan, dan menyebarluaskan salinan digital, karya ilmiah dari sebuah lembaga institusi. Repositori institusi juga disebut dengan penyimpanan dan penyebar informasi atau materi yang dikeluarkan oleh institusi induk. Layanan ini berupa layanan tugas akhir baik di jenjang sarjana maupun pasca sarjana, tugas akhir dosen, dan karya siswa yang diserahkan keperpustakaan. 5. Layanan Plagiasi Layanan seperti ini perpustakaan menyediakan software turnitin dan ithenticate untuk mengecek karya mahasiswa, dosen, dan pustakawan. Setiap penyusunan karya atau tugas akhir mesti harus terlepas dari plagiasi di perpustakaan. Pengecekan ini bisa di perpustakaan secara gratis baik secara langsung maupun secara online melalui email. Dan hasil engecekan juga dikirimkan melalui email yang bersangkutan. Syarat-syarat tersebut sudah disosialisasikan melalui wesite perpustakaan dan buku panduan perpustakaan. 6. Layanan Digital Library Layanan ini menyediakan sumber-sumber informasi yang dibutuhkan dalam pembelajaran dan perkuliahan diperlukan sumber yang bisa diakses secara online. Sumber ini dikenal dengan digital. Disinilah pemustaka bisa mengakses koleksi digital yang dimiliki oleh perpustakaan. Pelayanan ini juga diintegritaskan oleh Saleh yang mengatakan bahwa layanan digital ini juga menyediakan sumber dan staf ahli untuk menseleksi, menyusun, menyediakan akses, menerjemahkan, menyebarkan, memelihara koleksi-koleksi dalam format digital agar dapat dimanfaatkan secara terus menerus oleh pemustaka. 7. Layanan Bebas Pustaka Setiap mahasiswa yang melakuka wisuda ataupun selainnya maka, menyerahkan surat keterangan bebas perpustakaan. Surat ini diperoleh setelah mahasiswa memenuhi syarat-syarat tertentu. Dan bahkan menyerahkan file tugas akhir yang telah disyahkan, tidak memiliki pinjaman, tidak mempunyai denda keterlambatan pengembalian buku, dan menyerahkan buku sumbangan. 8. Layanan Tutorial Perkuliahan secara langsung dan online, tentunya memerlukan sumbersumber informasi. Untuk memberikan petunjuk dan kemudahan bagi pemustaka dalam mmengakses sumber-sumber informasi perpustakaan perlu membuat panduan berupa tutorial online. Hal ini merupakan sangat penting dilakukan dalam mengakses informasi-informasi atau sumber-sumber yang ada diperpustakaan berupa e-journal, e-book, dan diharapkan tidak lagi kesulitan dalam megakses informasi yang diperlukan. 9. Layanan Literasi Informasi Literasi ini bagi pemustaka sangat diutamakan dalam memperlancar pencarian dan pemanfaatan sumber-sumber informasi yang dibutuhkan. Dianatara literasi informasi yang disediakan adalah pengenalan perpustakaan kepada anggota baru, penelusuran sumber informasi, pemanfaatan informasi, publikasi karya ilmiah, pengecekan plagiasi, daan sebagainya. Literasi ini digunakan aplikasi zoom metode online seperti zoom meeting, google hangouts, meet, gotomeeting, freeconfereence, dan aplikasi lainnya. 10. Layanan Webiner Webiner ini baik secara online maupun secara langsung merupakan praktis dan bahkan menjangkau semua wilayah yang sudah memiliki jaringan internet, meskipun panitia dan pemateri yang berbeda-beda tidaklah menjadi kendala. Biasanya yang menjadi kendala hanyalah jaringan yang kurang lancar dan listrik yang padam. Perpustakaan bisa dan sangat mudah untuk menyelenggarakan dengan praktis yang tergabung dengan webiner masing-masing.(Tim UPT UIN Imam Bonjol Padang, 2022) Pengembangan Layanan dalam Pemberian Informasi terhadap Pemustaka Pengembangan layanan perpustakaan harus diawal dengan pengembangan SDM yang ada di perpustakaan. Ini perlu dilakukan karena saat ini teknologi informasi sangat dibutuhkan di perpustakaan. Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi mendorong adanya perubahan manajemen organisasi secara keseluruhan dan mengubah pendekatan organisasi dalam berhubungan dengan masyarakat.(W.Supriyanto, 2015) Pengembangan perpustakaan berbasis digital tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, namun perlu suatu formulasi yang terencana dengan rapi. Pengembangan ini sangat erat hubungannya dengan banyak aspek di perpustakaan. Oleh karena itu, sangatlah dibutuhkan pengembangan sistem dan metode pelayanan perpustakaan yang efisien dan efektif dengan bobot materi informasi yang terpercaya. Perpustakaan berbasis pengembangan informasi menuangkan konsep seperti perpustakaan elektronik, maya, hibrida, dan masih banyak lagi. Sebagaian orang menyebutnya dengan istilah librery electronic. Istilah perpustakaan lebih sering digunakan dalam kegiatan ilmiah seperti seminar, worshop, simposium, atau konferensi. Berikut ini layanan yang dikembangkan oleh perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang di antaranya adalah; 1. Layanan Sirkulasi Layanan sirkulasi adalah layanan peminjaman buku (koleksi umum) bagi pengguna untuk membawa pulang buku dan mengembalikan buku paling lambat dari batas waktu pengembalian buku. Inovasi barunya adalah kini peminjaman dan pengembalian buku sudah berbasis teknologi yang menggunakan layanan komputer OPAC (Online Public Access Catalog) untuk menelusuri koleksi sebelum pengunjung menemukannya di rak koleksi. Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang menyediakan sejumlah layanan TI kepada para OPAC melalui aplikasi Slims (Sistem Manajemen Perpustakaan Senayan), dimana pengguna dapat melakukan layanan ini secara mandiri untuk menemukan koleksi secara cepat dan akurat dengan mengidentifikasi subjek, judul dan penulis buku. mencari, lalu diplot pada kalkulator OPAC yang disediakan. Setelah ditemukan di komputer OPAC, itu dilacak ke rak dengan nomor klasifikasi. Demikian juga untuk referensi katalog, tersedia secara online dan dapat diakses dari mana saja pada link http://perpus.uinib.ac.id/katalog. 2. Pelayanan Referensi Bimbingan kepustakaan diberikan khusus kepada mahasiswa baru pada setiap awal tahun ajaran. Layanan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan mendasar tentang bagaimana menggunakan perpustakaan sebagai alat penting untuk mendukung keberhasilan akademik, termasuk instruksi bagaimana menggunakan perpustakaan dan beberapa sarana teknologi informasi. Selain itu, juga diberikan bimbingan khusus kepada pengguna yang membutuhkan. Inovasi sekarang yaitu berupa layanan user education yang sudah menggunakan fasilitas teknologi informasi, seperti perangkat komputer, infokus dan pemutaran video berbagai layanan perpustakaan di tingkat awal layanan dokumen. 3. Layanan Koleksi Referensi Layanan koleksi referensi adalah sebuah layanan dengan penelusuran pada koleksi-koleksi referensi dan layanan langsung terhadap pemustaka yang membutuhkan layanan konsultasi. Ada beberapa jenis layanan koleksi referensi yaitu: a. Layanan Referensi Tercetak Pada layanan referensi tercetak ini terbagi menjadi beberapa bagian antaranya Ensiklopedia, Kamus, Buku pegangan, Direktori, Buku tahunan, Blibiografi, Indeks, Abstrak, Prosiding, Biografi b. Layanan Referensi Elektronik Layanan ini berupa penyediaan aplikasi seperti al-Maktabah asSyamilah yaitu perangkat lunak yang mencakup berbabagai kitab dalam bidang kajian islam. Penyediaan hadis-soft yaitu pencarian hadis secara praktis yang dilengkapi dengan fitur yang memudahkan untuk penelusuran hadis mulai dari kitab 14 kitab hadis yang mu’tamat, jumlah hadis yang kita telusuri berdasarkan kata kuncu dari Bahasa Indonesia dan Bahasa Arab menrut lafaz hadis, terjemahan, nilai hadis, biografi imam dan jalur sanadnya. Juga terdapat beberapa kitab hadis dan terjemahan yang dapat ditelusuri dengan praktis tanpa perlu diinstal ke komputer. Beberapa aplikasi tersebut dilayakan pada layanan audio visual di ruang komputer perpustakaan. 4. Layanan Takhrij Hadis Layanan referensi juga memberikan petunjuk tentang cara mencari dan menemukan hadits di buku asli dan menemukan semua pendongeng menggunakan buku Muj'am al-Mufahras al-Fadz al-Hadis an-Nabawi dan beberapa buku Rijal Hadis seperti Tahzibut Tahzib, Tahzibul Kamal. Pencarian Hadits Tahkrij sekarang ini dengan banyaknya software hadits yang dibuat oleh para ahli seperti program Maktabah Syamilah, Soft Hadits, Lidwa Pustaka dan lain-lain, telah membantu pembaca untuk mencari hadits di buku sumber dengan lebih cepat. Selain mencari lafal hadits dan terjemahannya pada topik tertentu, Anda juga bisa dengan mudah menemukannya. Panduan belajar ini diproduksi oleh Perpustakaan Imam Bonjol UIN dalam kegiatan Online Research Skills (ORS) untuk siswa dan guru. Selain itu, seringkali ketika pustakawan membutuhkan saran penelitian, pustakawan melakukan konsultasi penelitian secara spontan, baik dalam hal cara mencari maupun cara menginstal beberapa aplikasi tersebut tanpa diprogram. 5. Layanan Koleksi Tugas Akhir (Karya Ilmiah) Layanan ini berupa koleksi yanh terdiri dari skripsi, tesis, disertasi dan hasil penelitian juga laporan akhir. Koleksi ini berupa cetakan dan ada juga dalam bentuk elektronik. Dalam layanannya hanya boleh dibaca ditempat. Adapun untuk fotocopy boeh pada beberapa bagian tertentu yang dilakukan oleh petugas. 6. Pelayanan Teknologi dan Informasi Layanan Repositori UIN Imam Bonjol Padang (Online Reseach Skills) Layanan ini merupakan layanan penelusuran karya ilmiah berbetuk elektronik dari semua karya Civitas Akademika UIN Imam Bonjol Padang berupa ebook dan artikel dosen, mahasiswa akhir yang dapat ditelusuri secara Online melalui lama http://repository.uinib.ac.id . prosedurnya sebagai berikut: Masuk kelaman http://repository.uinib.ac.id, Lalu ketik “kata kunci” yang akan dicari pada kolok penelusuruan, kemudiann klik “search”. Juga bisa diplih penelusuran melaui Browse yang terdiei dari: tahun (by year), subjek (subject), jurusan (division) dan penulis (author), Selanjutnya ditemukan judul-judul karya iilmiah terkait kata kunci berdasarkan objek yang penelusuran. Kata kuncii biasnaya berupa judul, subjek atau nama pengarang, dan tahap terakhir klik salah-satu karya ilmiah yang diinginkan. Maka akan muncul file yang dapat didownload kecuali bab 2 dan 4 (konfirmasi petugas/staf only). 7. Layanan Bebas Pustaka Elektorik Dalam prosedur yang ditetapkan mahasiswa yang pindah kuliah, istirahat dan wisuda saat mengambil ijazah harus memiliki Surat Keterangan Bebas Pustaka yang dikeluarkan oleh Perpustakaan. Dalam hal ini ada beberapa prosedur yang harus dipenuhi sebagai berikut, telah menyelesaikan semua kewajibab di Perpustakaan Fakultas ataupun Pascasarjana, mengembalikan semua pinjaman koleksi dan membayar denda jika ada, menyerahkan Kartu Anggota Perpustakaan pada bagian adminitrasi, menyerahkan buku sumbangan untuk perpustakaan (tidak wajib), mengupload file karya ilmiahnya ke Repository UIN Imam Bonjol (bagi wisudawan/ti). Selanjutnya pengurusan bebas pustaka saat ini terdapat inovasi baru yaitu proses pengumpulan karya ilmiah calon wisudawan/ti tidak lagi menyerahkan karya ilmiahnya berbentuk fisik ataupun melalui CD Room seperti yang biasanya. Tetapi calon wisudawan/ti sudah bisa secara mandiri mengupload file laporan Akhir baik itu skripsi, tesis dan disertasi ke Repository UIN IB Padang pada link: http://repository.uinib.ac.id. Dengan demikian karya ilmiah tersebut sudah bisa ditesurui secara online. 8. Layanan Internet Gratis Pada layanan ini berupa pemanfaatan akses internet secara gratis bagi pemustaka dengan menggunakan wifi kampus. Pada saat ini Perpustakaan pelaksanaan sudah berjalan dengan baik karena UPT Pustaka UIN IB Padang telah ada kerjasama dengan TIPD UIN Imam Bonjol Padang untuk menfasilitasi pemustaka dalam memanfaatkan wifi secara gratis. Adapun syaratnya adalah termasuk kedalam Civitas akademika dan tenaga kependidikan, karena layanan wifi baru bisa digunakan dengan menggunakan akun mahasiswa masing-masing, begitu juga dengan dosen dan tenaga kependidikan. Dengan adanya layanan internet ini, penelusuran koleksi elektronik berbasis online bisa dilakukan oleh pemustaka di Perpustakaan, sehingga meningkatkan angka kinnjungan pustaka setiap hari. Hal lain juga membantu pelatihan penelusuran online bagi pemustaka di Perpustakaan. 9. Layanan Multimedia dan Audio Visual Layanan ini merupakan akses keloksi CD dan VCD suplemen buku pada ruang Multimedia perpustakaan UIN Imam Bonjo Padang. Keloksi VCD ini dapat diputar atau dibuka melalui VCD playaer yang tersedia di komputer. Layanan Bimbingan Penelurusuran Sumber referensi Online. Layanan ini lebih dookenal dengan ORS yaitu Online Research Skill berarti bimbingan yang diberikan kepada pemustaka bagaimana menemukan sumber-sumber referensi dan riset secara online. Hal ini juga mengacu pada referensi yang tidak hanya tersedia dalam bentuk cetak teta[i juga dalam bentuk ebook dan jurnal yang dapat diakses secara gratis. Oleh sebab itu UPT Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang juga menyediakan layanan penelusuruan referensi berbasis online ini. 10. Layanan Online melalui Grup Telegram Salah-satu layanan berbasis tekonologi dan infoemasi adalah menggunakan aplikasi telegram. Aplikais pesan instan berbasis cloud yang fokus pada kecepatan dan keamanan. Tujuan utama pelayanan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi civitas akademia UIN Imam Bonjol Padang dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hal ini juga dipengaruhi oleh pengalihan layanan perpustakaan dari luring ke daring pada masa Pandemi Covid-19.(Tim UPT UIN Imam Bonjol Padang, 2022) Kepuasan Pemustaka dalam Mendapati Sumber Informasi Berbicara tentang kepuasan yang diraskan oleh pemustaka sebagaimana data menunjukan bahawa ditabulasi dengan menyusun ke dalam tabel kemudian dihitung persentasenya untuk selanjutnya dianalisis dan di interpretasikan yang telah dilakukan dapat dilihat pada data berikut ini: No Fakultas Presentase Kategori 1 Tarbiyah & Keguuran 69 Memahami 2 Usuluddin & Studi Agama 79 Sangat Memahami 3 Dakwah & Komunikasi 80 Sangat Memahami 4 Syari’ah 77 Sangat Memahami 5 Adab & Humaniora 79 Sangat Memahami 6 Ekonomi & Bisnis 80 Sangat Memahami Berdasarkan data yang telah diolah pada tabel diatas dapat dijelaskan bahwa kualitas pelayanan pada UPT perpustakaan UIN Imam bonjol menyatakan bahwa presentase teringgi terdapat pada Fakultas Dakwah & Komunikasi, dan Fakultas Ekonomi & Bisnis dengan presentase 80% dengan kategori sangat memahami. Selanjutnya disusul dengan urutan kedua dalam kualitas pelayanan pada UPT perpustakaan UIN Imam bonjol terdapat pada fakultas Dakwah & Komunikasi dan Fakultas Adab & Humaniora sebesar 79% dengan kategori sangat memahami. Selanjutnya disusul dengan urutan ketiga dalam kualitas pelayanan pada UPT perpustakaan UIN Imam bonjol terdapat pada fakultas Syari’ah sebesar 77% dengan kategori sangat memahami. Kemudian pada urutan terakhir dalam kualitas pelayanan pada UPT perpustakaan UIN Imam bonjol terdapat pada fakultas Tarbiyah & Keguruan sebesar 69% dengan kategori memahami. Dari tabel tersebut dapat dijelaskan pada grafik di bawah ini: Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan angket. Angket penelitian ini digunakan untuk mengukur tingkat kualitas pelayanan pada UPT. Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang. Untuk melihat validitas dari masingmasing item kuesioner yang digunakan menggunakan rumus Corrected Item-Total Colleration. Jika rhitung > rtabel, maka data dikatakan valid. Penulis menggunakan program SPSS versi 25. Dengan mengoreksi nilai Corrected Item Total Correlation nilainya negatif atau kecil dari rtabel (untuk n=118, r-tabel 0,153), maka nomor item tersebut tidak valid, dan sebaliknya bila nilainya positif > rtabel maka nomor item tersebut valid. Setelah dilakukan uji coba terhadap 118 dari seluruh fakultas maka didapat hasil sebagai berikut: No RHitung R-Tabel (N-2) Ket No R-Hitung Ket 1 0.728 0.153 Valid 22 0.795 Valid 2 0.835 0.153 Valid 23 0.826 Valid 3 0.722 0.153 Valid 24 0.817 Valid 4 0.764 0.153 Valid 25 0.842 Valid 5 0.802 0.153 Valid 26 0.797 Valid 6 0.856 0.153 Valid 27 0.795 Valid 7 0.822 0.153 Valid 28 0.852 Valid 8 0.829 0.153 Valid 29 0.852 Valid 9 0.820 0.153 Valid 30 0.810 Valid 10 0.797 0.153 Valid 31 0.854 Valid 11 0.816 0.153 Valid 32 0.772 Valid 12 0.855 0.153 Valid 33 0.850 Valid 13 0.819 0.153 Valid 34 0.816 Valid 14 0.800 0.153 Valid 35 0.864 Valid 15 0.831 0.153 Valid 36 0.843 Valid 16 0.867 0.153 Valid 37 0.825 Valid 17 0.864 0.153 Valid 38 0.831 Valid 18 0.852 0.153 Valid 39 0.892 Valid 19 0.872 0.153 Valid 40 0.820 Valid 20 0.862 0.153 Valid 41 0.787 Valid 21 0.868 0.153 Valid 42 0.782 Valid 22 0.795 0.153 Valid 43 0.810 Valid 23 0.826 0.153 Valid 44 0.788 Valid Dari hasil pengolahan data mengguna software SPSS versi 25 dapat dijelaskan bahwa penelitian yang dilakukan pada 118 responden pada seluruh fakultas di Universitas Islam Negeri Imam Bonjol. Dari hasil penelitian tersebut dapat dijelaskan bahwa nilai R-tabel sebesar 0.153, sedangkan untuk R-hitung terdapat 44 item pernyataan. Item yang tidak valid dapat dikatakan bahwa jika Rhitung<R-tabel artinya jika r-hitung <0.153. Dari 44 item yang telah dilakukan pengolahan mendapatkan hasil bahwa seluruh item dinyatakan valid karena > 0.153. Uji reliabilitas adalah suatu uji yang menunjukan pada pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik/valid (Arikunto, 2019 : 221). Pengujian reliabilitas dilakukan dengan menggunakan rumus alpha atau cronbach’s alpha (r alpha). Dengan kata lain jika nilai koefisien korelasi (r-alpha) lebih besar dan sama dengan nilai rtabel pada taraf signifikansi (α = 0,05), maka butir pernyataan instrumen dinyatakan reliabel. Sementara, jika nilai koefisien korelasi (r alpha) lebih kecil dari nilai r tabel pada taraf signifikansi (α = 0,05), maka butir pernyataan instrumen dinyatakan tidak reliabel. Uji reliabilitas diolah dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 25. Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items .753 .990 44 Dari hasil pengolahan data mengguna software SPSS versi 25 dapat dijelaskan bahwa penelitian yang dilakukan pada 118 responden dengan 44 item butir pernyataan pada seluruh fakultas di Universitas Islam Negeri Imam Bonjol. Hasil tersebut membuktikan bahwa Cronbach's Alpha yang ditemukan sebesar 0.753 hal ini dapat dikatakan bahwa jika 0,70 < r11 < 0,90 dengan kategori tinggi. Uji normalitas dilakukan untuk melihat apakah sampel berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas peneliti lakukan dengan menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov, dimana untuk melihat apakah data berdistribusi normal, maka bandingkan Nilai Sig dengan Alpha (α = 0,05). Jika Nilai Sig > Nilai Alpha maka data berdistribusi normal. Rangkuman uji normalitas dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tests of Normality Kepuasan Pemustaka KolmogorovSmirnova . Alpha Keterangan Kualitas Layanan Tarbiyah & Keguruan 0,149 0,05 Normal Usuluddin & Studi Agama 0,108 0,05 Normal Syari'ah 0.200* 0,05 Normal Dakwah & Komunikasi 0.200* 0,05 Normal Adab & Humniora 0.200* 0,05 Normal Ekonomi & Bisnis 0.200* 0,05 Normal *. This is a lower bound of the true significance. a. Lilliefors Significance Correction Berdasarkan tabel diatas, maka di jelaskan bahwa kualitas layanan pada UPT Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang. Pada Fakultas Tarbiyah & Keguruan berdistribusi normal karena Nilai Sig diperoleh 0,149 > 0,05. Fakultas Usuluddin & Studi Agama data berdistribusi normal karena Nilai Sig diperoleh 0,108 > 0,05. Sedangkan untuk fakultas Syari'ah data berdistribusi normal karena Nilai Sig yang diperoleh 0,200 > 0,05. Fakultas Dakwah & Komunikasi data berdistribusi normal karena Nilai Sig diperoleh 0,200 > 0,05. Fakultas Adab & Humniora data berdistribusi normal karena Nilai Sig diperoleh 0,200 > 0,05 dan Fakultas Ekonomi & Bisnis juga berdistribusi normal karena Nilai Sig yang diperoleh 0,200 > 0,05. Berdasarkan tabel diatas, maka di jelaskan bahwa kualitas layanan dan kepuasan pada UPT Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang. Pada Fakultas Tarbiyah & Keguruan sebesar 19%. Fakultas Usuluddin & Studi Agama sebesar 14%. Sedangkan untuk fakultas Syari'ah sebesar 19%. Fakultas Dakwah & Komunikasi sebesar 19%. Fakultas Adab & Humniora sebesar 19%. Kemuidan Fakultas Ekonomi & Bisnis sebesar 19%. Jadi dapat disimpulkan bahwa fakultas yang bedistribusi normal tinggi terdapat pada fakultas Syari’ah, Dakwah & Komunikasi. Adab dan humaniora dan ekonomi & bisnis. Selanjutnya fakultas berdistribusi normal rendah terdapat pada fakultas usuluddin & studi agama. Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah kualitas pelayanan terhadap kepuasan pemustaka yang memiliki tingkat variansi data yang sama atau tidak. Untuk melakukan uji homogenitas, peneliti menggunakan Uji Levene dengan bantuan software SPSS. Sebagaimana terlihat pada Tabel dibawah ini : Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic df1 df2 Sig. Kuesioner Based on Mean 1,160 5 112 0,334 Based on Median 1,034 5 112 0,401 Based on Median and with adjusted df 1,034 5 87,164 0,403 Based on trimmed mean 1,118 5 112 0,355 Berdasarkan tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa variabel kualitas pelayanan mempunyai variansi yang homogen karena memperoleh Nilai Sig. 0,334 > 0,05. Selain itu dilihat juga dari penyebaran data yang homen dari masing-masing fakultas dapat dilihat pada grafik berikut ini. Dari pengolahan data tersebut didapatkan hasil bahwa penyebaran data variansi yang homogen pada angka tertinggi terdapat pada fakultas Dakwah dan Komunikasi sebesar 176, disusul urutan kedua terdapat pada fakultas adab dan humaniora sebesar 175. Selanjutnya fakultas usuluddin dan studi agama sebesar 174, disusul urutan keempat terdapat pada fakultas ekonomi dan bisnis islam sebesar 171. Fakultas Syari’ah sebesar 169, disusul urutan terakhir terdapat pada fakultas tarbiyah dan keguruan sebesar 152. Setelah dilakukan uji normalitas dan homogenitas ternyata hasil sampel berdistribusi normal dan memiliki variansi yang homogen. Dengan demikian persyaratan analisis Variansi dapat terpenuhi untuk digunakan pada pengujian hipotesis. Pengujian hipotesis ditujukan untuk mengetahui apakah analisis yang penulis ajukan diterima atau ditolak. Dalam pengolahan data penelitian ini penulis menggunakan software SPSS 25 for windows. Dalam pengujian hipotesis peneliti menggunakan indenpenden sample t-test (uji-T) pada analisis varians uji-T kriteria untuk menolak atau menerima Ha didasarkan pada P-Value atau jika menggunakan program SPSS maka P-Value digantikan dengan istilah significance (yang disingkat sig).
Conclusion
Adapun kesimpulan dalam penelitian ini adalah layanan yang diberikan memberikan bimbingan kepada pemustaka dalam mencari buku atau referensi, mulai dari pencarian buku, meminjam, hingga mengembalikan buku tersebut ke perpustakaan. Pada perkembangan yang dilakukan oleh perpustakaan dapat dilihat bahwa lebih mengedepankan layanan sirkulasi, layanan OPAC berbasis online cataloguing, layanan koloksi elektronik, layanan takhrij hadis, layanan journal berbasis digital, layanan repositori online, layanan telegram, dan sebagainya. Sedangkan tingkat pemustaka Pada Fakultas Tarbiyah & Keguruan sebesar 19%. Fakultas Usuluddin & Studi Agama sebesar 14%. Sedangkan untuk fakultas Syari'ah sebesar 19%. Fakultas Dakwah & Komunikasi sebesar 19%. Fakultas Adab & Humniora sebesar 19%. Kemuidan Fakultas Ekonomi & Bisnis sebesar 19%., dan bisa dikatakan sangat terpuaskan.