PRESEPSI PEMUSTAKA TERHADAP PENATAAN KOLEKSI (SHELVING) DAN KEMUDAHAN SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS BUNGHATTA
Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi pemustaka terhadap penataan koleksi (shelving) dan kemudahan sistem temu kembali informasi di Perpustakaan Universitas Bung Hatta. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Terdapat 100 responden sebagai sampel pada penelitian ini dengan menggunakan rumus slovin ketepatan (nilai e) 0,1 atau 10%. Penelitian ini terdiri dari tiga variabel yaitu satu variabel bebas (independen) dan dua variabel terikat (dependen). Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu “Presepsi Pemustaka”. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini yaitu “Shelving” dan “Sistem Temu Kembali Informasi”. Penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data yaitu primer dan sekunder. Instrumen penelitian ini mengguakan kuesioner (angket) sebagai instrumen penelitiannya dan skala likert sebagai alat mengukur presepsi pemustaka. Adapun hasil penelitiannya adalah pemustaka merasa puas dengan penataan koleksi dan sistem temu kembali informasi yang di terapkan di perpustakaan. Dengan nilai rata-rata pada penataan koleksi sebesar 2,93 sedangkan nilai rata-rata yang dicapai sistem temu kembali informasi sebesar 2,68. Nilai skor pencapai tersebut terletak pada skala interval 2,52 – 3,27 tergolong pada kategori baik.
Abstract
This study aims to determine how the user's perception of the arrangement of collections (shelving) and the ease of information retrieval systems at the Bung Hatta University Library. This research is a type of quantitative research with descriptive method. There are 100 respondents as a sample in this study using the Slovin formula for accuracy (e value) 0.1 or 10%. This study consists of three variables, namely one independent variable (independent) and two dependent variables (dependent). The independent variable in this study is "User's Perception". While the dependent variables in this study are "Shelving" and "Information Retrieval System". This study uses two types of data sources, namely primary and secondary. This research instrument uses a questionnaire (questionnaire) as a research instrument and a Likert scale as a means of measuring user perceptions. The results of the research are that the users are satisfied with the arrangement of the collection and information retrieval system that is applied in the library. With an average value in the arrangement of the collection of 2.93 while the average value achieved by the information retrieval system is 2.68. The score of this achievement lies on an interval scale of 2.52 – 3.27 belonging to the good category.
Keywords:
perception
· collection arrangement
· information retrieval system
Introduction
Perpustakaan Perguruan Tinggi merupakan sebuah unit Pelaksana Teknis yang bersama-sama dengan unit lain dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Perpustakaan perguruan tinggi sebagai sarana penunjang untuk mendukung kegiatan civitas akademik. Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 Pasal 24, tentang perpustakaan perguruan tinggi bahwa penyediaan koleksi yang cukup dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pengembangan layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi sangat diharuskan. Hal ini bertujuan agar sistem temu kembali informasi bisa berjalan dengan tepat, cepat dan akurat. Maksimalnya sebuah proses sistem temu kembali informasi adalah jika alat penelusuran yang tersedia di perpustakaan sudah terlaksana dengan baik. Sistem temu kembali informasi pada sebuah perpustakaan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pertama, dengan cara manual atau langsung datang ke jajaran rak koleksi. Kedua dengan melakukan penelusuran menggunakan OPAC (Online Public Accsess Catalog). Perpustakaan Universitas Bung Hatta merupakan salah satu perpustakaan perguruan tinggi yang sudah menggunakan katalog elektronik dalam sistem temu kembali informasinya atau dikenal dengan OPAC (Online Public Access Catalogue). Adanya kebebasan pengguna dalam temu balik koleksi yang kemudian mengakibatkan seringnya ditemukan buku-buku tidak pada tempatnya dan tidak sesuai dengan nomor kelas yang telah diatur. Selain itu permasalahan yang umumnya terjadi pada OPAC adalah adanya kendala pada koneksi jaringan sehingga pemustaka tidak dapat melakukan penelusuran terhadap koleksi yang dibutuhkan. Salah satu bentuk pengelolaan pada perpustakaan adalah dengan memperhatikan penataan koleksinya (shelving) untuk memudahkan pengguna dalam temu kembali informasi. Shelving sebagai kegiatan menyusun buku kedalam rak yang di susun dengan rapi dan indah sesuai aturan penomoran klasifikasi yang sudah ditetapkan. Pada perpustakaan sekarang ini umumnya yang menjadi kendala adalah masih kesulitannya pemustaka dalam menemukan sumber bahan pustaka, sehingga pemustaka tidak merasa puas dalam temu kembali informasi diperpustakaan. Oleh karena itu pustakawan sangat berperan penting dalam mengelola segala bentuk informasi yang ada di perpustakaan dengan baik agar setiap koleksi yang tersimpan dapat dimanfaatkan oleh penggunanya. Berdasarkan pengamatan awal yang dilakukan pada 11 April 2022 di Perpustakaan Universitas Bung Hatta peneliti menemukan beberapa permasalahan terhadap penyusunan koleksinya yaitu: (1) masih banyak ditemukan bahan pustaka yang tidak berada pada rak atau tempat yang seharusnya; (2) buku tidak dalam posisi tegak; (3) punggung buku yang masih terbalik; (4) buku yang tidak sesuai nomor klasifikasinya dengan label kelas pada rak; (5) buku yang bertumpuk di satu rak; (6) simbol buku yang tidak terlihat bahkan petunjuk pada rak yang masih kurang. Hasil wawancara singkat dengan seorang informan yang merupakan salah satu Staff Perpustakaan Universitas Bung Hatta, informan mengatakan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan bahan pustaka tidak berada pada tempat seharusnya yaitu pertama, kurangnya sumber daya manusia yang bertugas di perpustakaan. Hal ini dikarenakan Perpustakaan Universitas Bung Hatta hanya memiliki 4 orang pustakawan yaitu satu sebagai kepala perpustakaan dan tiga orang lainnya sebagai pustakawan yang mengelola layanan perpustakaan baik itu dalam layanan sirkulasi, pengolahan, shelving dan sebagainya. Kedua, kurangnya kesadaran pustakawan dalam melakukan shelving terhadap koleksi yang telah diakses oleh pemustaka. Ketiga, adanya kebebasan terhadap pengguna dalam temu kembali informasi Setiap orang memiliki penilaian yang berbeda-beda pada suatu objek, tidak dapat disamakan dengan pendapat lainnya. Penilaian juga digunakan untuk merubah sesuatu yang dirasa belum atau kurang baik. Sehingga perlu dilakukan penilaian terhadap shelving di perpustakaan Universitas Bung Hatta agar pustakawan dapat mengevaliasi atau mengetahui kekurangan dan kelebihan yang telah dicapai untuk meningkatkan mutu layanan terhadap penataan koleksi (shelving) dalam kemudahan sistem temu kembali informasi bagi penggunanya. Berdasarkan pemaparan di atas, maka peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul “Persepsi Pemustaka terhadap Penataan Koleksi (Shelving) dan Kemudahan Sistem Temu Kembali Informasi di Perpustakaan Universitas Bung Hatta”.
Method
Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Adapun dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh pengunjung di Perpustakaan Universitas Bung Hatta yang terhitung pada tahun 2021 dengan jumlah populasi 60.816 pengunjung dan menggunakan ketepatan (nilai e) 0,1 atau 10% melalui pengambilan sampel menggunakan rumus slovin (Noor, 2012:38) didapat 100 responden sebagai sampel dalam penelitian ini. Dengan menggunkan simple random sampling sebagai teknik pengambilan sampel pada penelitian ini karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi ini. Penelitian ini terdiri dari tiga variabel yaitu satu variabel bebas (independen) dan dua variabel terikat (dependen). Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu “Presepsi Pemustaka”. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini yaitu “Shelving” dan “Sistem Temu Kembali Informasi”. Penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data yaitu primer (data yang diperoleh langsung dari sumbernya seperti: pengamatan/observasi, wawancara dan kuesioner/angket) dan sekunder (data yang diambil berdasarkan data yang telah ada dan diolah oleh pihak lain). Kuesioner dalam penelitian ini menggunakan skala likert sebagai alat mengukur sikap, pendapat, serta presepsi seseorang tentang fenomena sosial. Menurut (Sugiyono, 2018) dalam skala likert, pernyataan yang diajukan adalah dengan memberikan 4 alternatif yang akan diajukan kepada responden yang meliputi sangat setuju (SS) dengan skor 4, setuju (S) dengan skor 3, tidak setuju (TS) dengan skor 2, dan sangat tidak setuju (STS) dengan skor 1. Setelah itu digunakan uji validitas dengan pengukuran validitas instrumen menggunakan teknik korelasi product moment dengan bantuan aplikasi program statistik SPSS. Uji validitas untuk mengetahui kevalidan keseluruhan butir-butir pernyataan pada kuesioner dengan mengkorelasikan r-hitung dengan r-tabel. Sedangkan dalam pengujian reliabilitas instrumen digunakan teknik mengukur koefisien dengan rumus Alpha Cronbach. Perhitungan reabilitas penelitian ini dilakukan dengan bantuan aplikasi program SPSS. Suatu uji reabilitas dikatakan reliabel apabila memiliki koefisien keandalan reliabilitas atau nilai Cornbach’s Alpha 0,60 atau lebih dengan taraf signifikansi 5%. Pada teknik analisis data penelitian ini, menggunakan perhitungan mean untuk menghitung ratarata nilai dari setiap pernyataan kuesioner yang diisi oleh responden. Berikut rumus mean yang digunakan sebagai teknik analisis data: Keterangan: X = Rata-rata hitung ∑𝑋 = Jumlah seluruh nilai kuesioner N = Jumlah Responden Selain itu, perhitungan grand mean digunakan untuk menghitung jumlah seluruh rata-rata setiap variabel. Untuk melihat penilaian dari responden digunakan perhitungan skala interval. Dalam penelitian ini skala yang diterapkan berjumlah empat nilai. Untuk menentukan rentang skala digunakan rumus sebagai berikut: Keterangan: m = Skor tertinggi n = Skor terendah b = Skala penilaian yang diterapkan Maka diketahui: Skor tertinggi (m) = 4 Skor tertinggi (n) = 1 Skala penilaian (b) = 4 Jadi, didapatkan jarak setiap titik atau rentang skalanya yaitu 0,75. Sehingga dapat dibuatkan rentang skala sebagai berikut: 1. Sangat Tidak Baik = 1 – 1,75 2. Tidak Baik = 1,76 – 2,51 3. Baik = 2,52 – 3,27 4. Sangat Baik = 3,28 – 4,03
Result & Discussion
A. Persepsi Pemustaka terhadap Penataan Koleksi (Shelving) di Perpustakaan Universitas Bung Hatta. Hasil dari tanggapan atau presepsi pemustaka terhadap penataan koleksi di Perpustakaan Universitas Bunghatta pada tabel berikut: Indikator Penataan Koleksi Nilai Ratarata Kategori Class 2,91 Baik Sistematis 3,09 Baik Fleksibility 2,81 Baik Simbol 2,87 Baik Tabel diatas menunjukan bahwa penataan koleksi pada indikator class di Perpustakaan Universitas Bunghatta sudah berada pada kategori baik berdasarkan tanggapan pemustaka terhadap 15 item pernyataan dengan perolehan nilai rata-rata 2,91. Penataan koleksi pada kategori sistematis di Perpustakaan Universitas Bunghatta sudah berada pada kategori baik berdasarkan tanggapan pemustaka terhadap 15 item pernyataan dengan perolehan nilai rata-rata 3,09. Penataan koleksi pada kategori fleksibility di Perpustakaan Universitas Bunghatta sudah berada pada kategori baik berdasarkan tanggapan pemustaka terhadap 15 item pernyataan dengan perolehan nilai rata-rata 2,81. Penataan koleksi pada kategori simbol di Perpustakaan Universitas Bunghatta sudah berada pada kategori baik berdasarkan tanggapan pemustaka terhadap 15 item pernyataan dengan perolehan nilai rata-rata 2,87. Selanjutnya yaitu dilakukan perhitungan menggunakan rumus grand mean untuk mengetahui penataan koleksi (shelving) di Perpustakaan Unversitas Bung Hatta. Perhitungan ini membagi jumlah rata-rata setiap item pernyataan dengan jumlah item pernyataan variabel penataan koleksi, hasil yang didapat sebagai berikut: Grand Mean(X) = Jumlah rata-rata hitung Jumlah Indikator = 2,91+3,09+2,81+2,87 4 = 11,68 4 = 2,92 Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan rumus grand mean memperlihatkan bahwa tanggapan responden terhadap 15 item pernyataan variabel penataan koleksi (shelving) di Perpustakaan Unversitas Bung Hatta dengan perolehan nilai rata-rata 2,93 yang berada pada skala interval 2,52 – 3,27. Oleh karena itu, dapat dianalisis penataan koleksi (shelving) di Perpustakaan Unversitas Bung Hatta terdapat pada kategori baik. Sehingga dapat diartikan bahwa pemustaka sudah merasa cukup puas terhadap penataan koleksi di Perpustakaan Universitas Bung Hatta. Hasil tersebut sejalan dengan pendapat oleh Sulistyo Basuki (2018:20) yang menyatakan bahwa penataan koleksi pada perpustakaan harus dilakukan dengan rapi agar pemustaka dapat dengan mudah mendapatkan informasi atau koleksi yang dibutuhkannya B. Persepsi Pemustaka terhadap Sistem Temu Kembali Informasi di Perpustakaan Universitas Bung Hatta. Indikator STBI Nilai Ratarata Kategori Kumpulan Dokumen 2,71 Baik Kebutuhan Informasi Pengguna 2,69 Baik Pencocokan 2,66 Baik Tabel diatas menunjukan bahwa sistem temu kembali informasi pada indikator kumpulan dokumen di Perpustakaan Universitas Bunghatta sudah berada pada kategori baik berdasarkan tanggapan pemustaka terhadap 15 item pernyataan dengan perolehan nilai rata-rata 2,71. Sistem temu kembali informasi pada kategori kebutuhan informasi pengguna di Perpustakaan Universitas Bunghatta sudah berada pada kategori baik berdasarkan tanggapan pemustaka terhadap 15 item pernyataan dengan perolehan nilai rata-rata 2,69. Sistem temu kembali informasi pada kategori pencocokan di Perpustakaan Universitas Bunghatta sudah berada pada kategori baik berdasarkan tanggapan pemustaka terhadap 15 item pernyataan dengan perolehan nilai rata-rata 2,66. Selanjutnya yaitu dilakukan perhitungan menggunakan rumus grand mean untuk mengetahui sistem temu kembali informasi di Perpustakaan Unversitas Bung Hatta. Perhitungan ini membagi jumlah rata-rata setiap item pernyataan dengan jumlah item pernyataan variabel sistem temu kembali informasi, hasil yang didapat sebagai berikut: Grand Mean(X) = Jumlah rata-rata hitung Jumlah Indikator = 2,71+2,69+2,66 3 = 8,06 4 = 2,68 Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan rumus grand mean memperlihatkan bahwa tanggapan responden terhadap 10 item pernyataan variabel sistem temu kembali informasi di Perpustakaan Universitas Bung Hatta dengan perolehan nilai rata-rata 2,68 yang berada pada skala interval 2,52 – 3,27. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa sistem temu kembali informasi di Perpustakaan Universitas Bung Hatta terdapat pada kategori baik. Hasil tersebut selajan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Irmawati (2017:19-20) bahwa sistem temu kembali informasi bertujuan untuk memudahkan pengguna dalam menemukan dokumen yang sesuai dengan kebutuhan informasinya secara efektif dan efesien, sehingga dapat memberikan kepuasan penggunanya. C. Persepsi Pemustaka terhadap Penataan Koleksi (Shelving) dalam Kemudahan Sistem Temu Kembali Informasi di Perpustakaan Universitas Bung Hatta. Berdasarkan hasil perhitungan dari rata-rata dua variabel, maka dapat dijabarkan hasil dari tanggapan atau presepsi pemustaka terhadap penataan koleksi (shelving) dalam kemudahan sistem temu kembali informasi di Perpustakaan Universitas Bung Hatta pada tabel berikut: Variabel Skor Ratarata Kategori Penataan Koleksi (Shelving) 2,71 Baik Sistem Temu Kembali Informasi 2,69 Baik Jumlah 2,80 Baik Berdasarkan hasil tersebut diketahui presepsi pemustaka terhadap penataan koleksi (shelving) dalam kemudahan sistem temu kembali informasi di Perpustakaan Universitas Bung Hatta. Selain itu, perhitungan menggunakan rumus grand mean diperlukan dengan membagi jumlah ratarata pada masing-masing variabel dengan jumlah variabel, hasil yang didapat sebagai berikut: Berdasarkan perolehan skor rata-rata dari dua variabel penataan koleksi dan sistem temu kembali informasi tersebut didapat hasil rata-rata keduanya yaitu 2,80 yang berada pada skala interval 2,52 – 3,27. Maka dapat disimpulkan bahwa presepsi pemustaka terhadap penataan koleksi (shelving) dalam kemudahan sistem temu kembali informasi di Perpustakaan Universitas Bung Hatta berada pada kategori baik. Hal ini sejalan dengan pendapat Umar Falahul Alam (2016:14) yang menjelaskan bahwa shelving sebagai kegiatan menyiapkan bahan koleksi yang ditata secara teratur dan sesuai dengan urutan-urutan notasi yang diberikan agar pengguna dapat dengan mudah dalam temu kembali informasi yang dibutukannya.
Conclusion
Berdasarkan hasil penyebaran angket mengenai Presepsi Pemustaka terhadap Penataan Koleksi (Shelving) dalam Kemudahan Sistem Temu Kembali Infromasi di Perpustakaan Universitas Bunghatta, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Pertama, penataan koleksi di Perpustakaan Universitas Bunghatta tergolong pada kategori baik. Hal ini berdasarkan tanggapan responden terhadap 15 item pernyataan pada variabel penataan koleksi (shelving) dengan memperoleh nilai rata-rata 2,93 yang berada pada skala interval 2,52 – 3,27. Kedua, sistem temu kembali informasi di Perpustakaan Universitas Bunghatta tergolong pada kategori baik. Hal ini dibuktikan berdasarkan tanggapan responden terhadap 10 item pernyataan pada variabel sistem temu kembali informasi dengan perolehan nilai rata-rata 2,68 yang berada pada skala interval 2,52 – 3,27. Ketiga, berdasarkan hasil tanggapan responden terhadap dua variabel yaitu pentaan koleksi dan sistem temu kembali informasi diperolehan skor rata-rata dari dua indikator tesebut yaitu 2,80 yang berada pada skala interval 2,52 – 3,27. Sehingga dapat disimpulkan bahwa presepsi pemustaka terhadap pentaan koleksi (shelving) dalam kemudahan sistem temu kembali informasi di Perpustakaan Universitas Bunghatta tergolong pada kategori baik.