Inventarisasi Karya Ulama di Wilayah Malang
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang; Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang; Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang; Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Abstrak
Tradisi intelektual para ulama telah menghasilkan beragam kajian dalam bidang keislaman. Kajian karya ulama ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif sehingga dapat menggali fenomena lebih luas dan mendalam sesuai dengan kondisi lapangan ketika melakukan observasi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara pada informan terkait. Observasi akan dilakukan selama 6 (enam) bulan dengan menelusuri keberadaan karya tulis ulama yang ada di pondok-pondok pesantren baik di Kabupaten maupun Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk meninventarisasi karya hasil pemikiran para ulama di wiayah Malang. Penelitian ini berhasil menginventarisasi 34 karya ulama dengan beragam bidang kajian atau subjek keilmuan meliputi hadis, sekte dan aliran agama Islam, fikih, doa dan wirid, tasawuf, aqidah, akhlaq, tata bahasa, dan tauhid. Pondok pesantren yang ada di seluruh wilayah Malang merupakan target utama lokasi yang dikunjungi. Peninggalan karya para ulama tentunya menjadi warisan ilmu pengetahuan, sejarah dan budaya yang perlu dilestarikan agar nilai informasi yang telah dihasilkan tidak lekang oleh waktu.
Abstract
Numerous studies in the realm of Islam have been created by the ulama's intellectual legacy. The researchers used qualitative research methodologies to analyze the scholars' work in order to gain a deeper and more comprehensive understanding of the phenomena under observation while working in the field. Direct observation and interviews with pertinent informants were used in this study's data collection process. Tracking the existence of written works by ulama in Islamic boarding schools in the Malang area of East Java would be the method used to conduct observations for 6 (six) months. The major targets were Islamic boarding schools located in the Malang region. The purpose of this study is to inventory the works of thought of ulama in the Malang region. This study was successful in inventorying the works of 34 ulama in a variety of fields of study or scientific subjects, including hadith, islamic sects, fiqh, prayer and wird, sufism, aqidah, akhlaq, grammar, and monotheism. The main target destinations were Islamic boarding schools in the Malang area. The ulama's labor leaves a legacy of science, history, and culture that must be safeguarded to ensure that the worth of the material provided remains timeless.
Keywords:
Inventarisasi Karya Ulama
· Manuskrip
· Malang
Introduction
A. Pendahuluan Menulis merupakan proses intelektual yang telah menjadi tradisi di pondok pesantren. Tradisi tersebut sampai saat ini telah mengasilkan karya-karya monumental yang menjadi media perluasan ilmu pengetahuan yang tidak terbatas pada kajian bidang agama, namun juga mencakup bidang lain seperti sastra, hukum, sejarah, dan kajian-kaijan lainnya. Karya para ulama menjadi kontribusi yang signifikan dalam mengembangkan ajaran Islam dan dapat diterima di Nusantara secara akurat dan menyeluruh dalam kehidupan masyarakat di Indonesia (Azra dalam Maknun et al., 2022). Ulama di Jawa juga termasuk dalam jaringan intelektual ulama muslim internasional dengan beragam karya yang dihasilkannya. Pada umumnya para ulama Jawa lebih suka menulis dalam bahasa Arab, terutama apabila mereka menulis tentang fiqh (Shokheh, 2011). Tradisi intelektual para ulama telah menghasilkan beragam kajian dalam bidang keislaman. Mengacu pada hasil penelitian yang telah ditulis oleh Rahman (2011a) selain bidang kajian fiqh, kajian yang telah dihasilkan para ulama di lembaga pendidikan keagamaan antara lain bidang lugah, tafsir, tasawuf, akidah, hadis, tarikh dan akhlak. Hasil pemikiran para ulama dari berbagai wilayah di Indonesia telah diidentifikasi maupun dikaji oleh para peneliti. Jakarta Islamic Center salah satunya, telah melakukan inventarisasi terhadap karya ulama Betawi (Kiki & Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta., 2011). Karya tulis yang berhasil diinventarisasi cukup banyak baik yang dihasilkan oleh ulama laki-laki maupun ulama perempuan. Selain itu, inventarisasi karya ulama di lembaga pendidikan keagamaan juga telah dilakukan oleh Rahman (2011). Penelitian ini menghasilkan inventarisasi dari karya ulama yang berada di lima provinsi; Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Nanggroe Aceh Darussalam. Meski dilakukan di lima provinsi, namun tidak seluruh naskah yang diinventarisasi diambil dari setiap wilayah yang ada di lima provinsi tersebut. Provisnsi Jawa Timur misalnya, naskah yang diinventarisir hanya dari wilayah Jombang saja. Sementara wilayah lain seperti Malang juga memiliki banyak pesantren dengan tradisi intelektual yang kuat. Salah satu ulama di Malang yang memiliki kontribusi dalam perkembangan keilmuan ialah Kiai Basori Alwi. Beliau merupakan salah satu ulama di Malang Jawa Timur yang memiliki tradisi menulis yang kuat. Proses penyebarluasan keilmuan untuk masyarakat maupun santri dilakukannya dengan cara menerjemahkan kitab dan mempublikasikannya untuk menjadi bacaan masyarakat luas. Tulisan yang dihasilkannya terdiri dari beragam kajian kelimuan yang ditulis dalam bahasa Arab maupun bahasa Indonesia seperti hukum islam, ilmu-ilmu al Quran, aqidah, syari'at, dan juga karya lainnya berupa hasil terjemah (Amrullah, 2013). Karya-karya yang telah dihasilkan oleh Kyai Bashori Alwi yang berhasil diidentifikasi oleh Amrullah (2013) menjadi titik awal proses penelitian ini dilakukan. Selain itu, banyaknya pondok pesantren di Malang juga menjadi pertimbangan pemilihan lokasi penelitian. Mengacu pada data Badan Pusat Statistik Kabupaten Malang terdapat 727 pondok pesantren yang tersebar di 33 kecamatan (Malang, 2021). Sementara Kota malang memiliki 46 pondok pesantren yang tersebar di lima (5) kecamatan. Berdasarkan pada data tersebut, tidak menutup kemungkinan bahwa ulama di pondok pesantren Malang memiliki karya yang belum diketahui, mengacu pada pertimbangan tersebut, penelitian ini berupaya dan berfokus untuk menginventarisasi karya para ulama yang berada di wilayah Malang. Adapun karya yang nantinya ditemukan tidak terbatas pada karya ulama yang telah dipublikasikan saja. Inventarisasi karya ulama menjadi penting dilakukan disamping sebagai bentuk penghargaan atas hasil pemikiran para ulama, proses tentunya menjadi bagian dari mengabadikan pengetahuan sehingga proses transfer pengetahuan tidak akan putus dari masa ke masa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengenalkan khazanah karya pemikiran yang dihasilkan oleh para ulama di wilayah Malang kepada masyarakat luas. Penelitian ini juga diharapkan dapat memperkaya referensi mengenai hasil tradisi intelektual yang telah dilakukan oleh para ulama di Kota Malang, sehingga penelitian ini dapat menjadi rujukan peneliti selanjutnya yang memiliki fokus dalam menelusuri jejak keilmuan para ulama di Indonesia.
Method
B. Metode Penelitian Kajian karya ulama ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif sehingga dapat menggali fenomena lebih luas dan mendalam sesuai dengan kondisi lapangan ketika melakukan observasi. Penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang dilakukan dalam kondisi alamiah (natural setting) dan teknik pengumpulan datanya dilakukan secara triangulasi yaitu menggunakan berbagai teknik pengumpulan data secara gabungan (Sugiyono, 2021). Adapun fokus dalam penelitian ini adalah pada proses inventarisasi koleksi karya tulis yang dihasilkan oleh ulama yang ditemukan di Kabupaten maupun Kota Malang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara pada informan terkait. Observasi akan dilakukan selama 6 (enam) bulan dengan menelusuri keberadaan karya tulis ulama yang ada di pondok-pondok pesantren area Malang, Jawa Timur. Peneliti akan mendatangi seluruh pondok pesantren yang ada di Kota Malang. Akan tetapi, untuk wilayah Kabupaten Malang, peneliti melakukan pembagian wilayah dengan teknik cluster random sampling, di mana pengambilan sampel didapatkan dari populasi yang berasal dari klaster dan anggota dari setiap klaster dipilih secara acak. Objek kajian yang ditelusuri berfokus pada karya-karya ulama yang ditemukan di wilayah Kabupaten maupun Kota Malang. Proses wawancara melibatkan informan dari perwakilan pihak keluarga ulama penyusun karya dan pengurus pondok pesantren yang dikunjungi. Seluruh data yang sudah terkumpul dianalisis dengan beberapa tahapan diantaranya: 1) mengolah hasil wawancara yang berupa rekaman suara kedalam teks atau tulisan, dan 2) menganalisis hasilnya, jika dirasa belum mampu memenuhi kebutuhan penelitian wawancara akan terus dilakukan berulang pada informan yang berbeda. Wawancara berulang juga akan dilakukan jika hasil wawancara dianggap belum mampu menjawab permasalahan penelitian.
Discussion
C. Pembahasan Banyaknya jejak ulama yang ada di wilayah Malang merupakan salah satu faktor yang mendorong dilakukannya penelitian terkait identifikasi karya ulama ini. Identifikasi yang dimaksud dalam hal ini sama dengan sebagaimana identifikasi naskah manuskrip dilakukan yaitu pencatatan judul, bentuk tulisan, serta mengungkap kondisi naskah dan penyimpanannya (Aini, 2020). Proses penelusuran karya ulama dilakukan selama 6 bulan sejak Juni sampai dengan awal bulan November 2023. Penelusuran dilakukan oleh tim peneliti dengan membagi wilayah kedalam 2 (dua) yaitu Kota Malang dan Kabupaten Malang. Penelusuran dilakukan pada pondok-pondok pesantren yang ada di kedua wilayah tersebut dengan sumber data pondok yang ada baik itu yang ada di halaman website Kementerian Agama maupun saran dan rekomendasi pengurus pondok yang dijumpai. Wilayah Kota Malang terbagi menjadi 5 kecamatan yaitu Lowokwaru, Klojen, Kedungkandang, Sukun, dan Blimbing. Seluruh pondok pesantren yang ada di wilayah tersebut ditelusuri satu per satu selama 3 bulan pertama. Total sebanyak 43 pondok pesantren telah ditelusuri oleh 4 tim peneliti. Sementara untuk wilayah Kabupaten Malang yang terdiri dari 33 kecamatan yaitu Dau, Ampelgading, Bantur, Bululawang, Dampit, Donomulyo, Gedangan, Gondanglegi, Jabung, Kalipare, Karangploso, Kasembon, Kepanjen, Kromengan, Lawang, Ngajum, Ngantang, Pagak, Pagelaran, Pakis, Pakisaji, Singosari, Tajinan, Tumpang, dan Turen. Khusus untuk wilayah Kabupaten Malang, peneliti melakukan pembagian wilayah penelusuran sebagaimana cluster random sampling dilakukan, di mana pengambilan sampel didapatkan dari populasi yang berasal dari klaster dan anggota dari setiap klaster dipilih secara acak (Bhardwaj, 2019). Pembagian wilayah ini dilakukan karena adanya keterbatasan waktu penelitian dan jumlah anggota tim peneliti yang terbatas. Wilayah Kabupaten Malang bagian utara yang menjadi lokasi penelusuran adalah kecamatan Karangploso dan Singosari. Wilayah Selatan terwakili dengan lokasi di area Bululawang, Dampit, Gondanglegi, Bululawang, dan Turen. Sementara itu untuk wilayah Kabupaten Malang bagian timur, tim peneliti mendatangi lokasi kecamatan Jabung dan Tumpang. Terakhir area Kabupaten Malang bagian barat, tim peneliti mendatangi beberapa pondok pesantren yang ada di area Dau dan Kasembon.. Meskipun lokasi penelusuran berfokus pada pondok pesantren yang ada di wilayah kota dan kabupaten Malang, tidak menutup kemungkinan tim peneliti juga melakukan penelusuran karya ke rumah tinggal penduduk. Proses ini dilakukan ketika peneliti memperoleh rekomendasi atau informasi keberadaan karya ulama berdasarkan dari pengelola pondok pesantren yang pernah dikunjungi. Pada proses penelusurannya tidak secara langsung ditemukan karya ulama di setiap pondok tersebut. Peneliti tidak menemukan informasi valid tentang lokasi pondok pesantren, seringkali sumber data pondok pesantren tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, beberapa alamat yang tertera berbeda dengan aslinya, pondok pesantren sudah pindah, bahkan ada beberapa pondok pesantren yang sudah tutup tidak beroperasi lagi. Selain informasi valid tentang lokasi, informasi tentang jenis pondok pesantren juga tidak dapat dicari denga penelusuran di internet atau basis data Kementerian Agama. Jenis yang dimaksud adalah pondok pesantren putra dan putri. Seringkali peneliti yang terdiri dari tim putri berkunjung ke pondok pesantren yang ternyata merupakan pondok pesantren khusus untuk putra, atau sebaliknya. Kondisi ini mengakibatkan tim peneliti perlu mengunjungi tempat yang sama berkali-kali, belum lagi jika pengelola pondok pesantren yang dapat memberikan informasi tidak ada di tempat atau sedang berkegiatan di luar pondok. Inventarisasi Karya ulama Selama sekitar enam bulan masa penelusuran karya ulama, ditemukan sekitar 34 karya ulama yang termasuk dalam kelompok bukan manuskrip. Beberapa karya tersebut tersebar keberadaannya di berbagai pondok pesantren yang ada di wilayah Malang. Bidang kajian yang ditemukan dari beberapa karya ulama yang tersebar meliputi: 1) hadis, 2) sekte dan aliran agama Islam, 3) fikih, 4) doa dan wirid, 5) tasawuf, 6) aqidah, 7) akhlaq, 8) tata bahasa, dan 9) tauhid. Penentuan bidang kajian ini mengacu pada pedoman klasifikasi keilmuan Islam, hal ini untuk memudahkan peneliti dalam melakukan pemetaan dan inventarisasi terhadap karya ulama yang ditemukan. Hasil inventarisasi terhadap karya ulama di wilayah malang akan dipaparkan sebagai berikut; Bidang kajian hadis ditemukan di Pondok Pesantren Miftahul Huda yang berlokasi di area Kecamatan Klojen dan juga di Pondok Pesantren Darut Tauhid yang ada di daerah Kecamatan Lowokwaru. Kedua pondok pesantren tersebut berada di wilayah Kota Malang. Karya ulama yang ada di Pondok Pesantren Miftahul Huda berjudul Majmui Al Hadits An Syahri Ramadhan Wa Fadhailihi. Karya yang ditulis dalam bahasa Arab ini merupakan sebuah karya hasil pemikiran KH. Abdurrochim Amrullah Yahya selaku putra pertama KH. Muhammad Yahya yang merupakan menantu KH. Hasan Munadi pendiri Pondok Pesantren Miftahul Huda. Karya ini juga telah diterbitkan oleh penerbit Gading Press pada tahun 2008. Karya lainnya yang masih terkait dengan topik hadis adalah yang didapatkan dari Pondok Pesantren Darut Tauhid berjudul Muqorrorulhadits karya Syekh H. Abdullah Awadh Abdun. Karya ini ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab, dan telah terbit pada tahun 1991. Pada proses penelusurannya, peneliti juga menemukan karya ulama yang membahas tentang sekte dan aliran agama Islam. Di Pondok Pesantren Miftahul Huda misalnya ditemukan sebuah karya berjudul "Miftahul Jannah fi Bayani Fadhoilidzikri lilthoriqodiriyati Wannaqsabandiyati Wa Bayani Silsilatiha wa Ghoiri dzalika" ditulis menggunakan aksara pegon. Ditulis oleh KH. Muhammad Yahya yang merupakan menantu KH. Hasan Munadi pendiri Pondok Pesantren Miftahul Huda, karya ini berisi tentang aliran agama Islam dan sekte Thoriqoh Qodriyah dan Nasabandiyah yang isinya berupa wirid dan amalan-amalan dalam aliran thoriqoh qodriyah dan nasabandiyah. Karya ini telah diterbitkan pertama kali pada 1970,kemudian cetakan kedua diterbitkan oleh Gading Press. Karya ulama tentang aliran agama Islam lainnya yang ditemukan adalah tentang tarekat khalwadiyah yang didalamnya berisi konsep dan juga amalan-amalan yang perlu dilakukan dalam tarekat ini. Karya yang berjudul Al-Khula Shoiti fil Bahtsi Dzikril Ammati wal Khossoti sebetulnya ditulis pada tahun 1956 oleh KH. Mohammad Said selaku pendiri Pondok Pesantren Pendidikan dan Perguruan Agama Islam (PPAI) Ketapang, namun berdasarkan informasi dari informan dalam penelitian ini sekaligus merupakan Ketua Pengurus Pondok PPAI naskah asli sudah tidak terdeteksi keberadaannya. Sama seperti karya tentang aliran agama Islam sebelumnya, karya ini juga ditulis menggunakan aksara pegon. Bidang kajian fikih, merupakan salah satu topik yang paling banyak ditemukan dalam proses penelusuran karya ulama baik di kota maupun wilayah kabupaten Malang. Beberapa judul karya yang ditemukan di Pondok Pesantren Darut Tauhid diantaranya adalah karya-karya Syekh H. Abdullah Awadh Abdun yang merupakan pendiri Pondok Pesantren Darut Tauhid. Beberapa judul tersebut diantaranya adalah: 1) Hukum Berjabat Tangan yang diterbitkan di tahun 1996, 2) Mau'idhah Hasanah yang diterbitkan tahun 1998 terkait keimanan, ketaqwaan, serta penjabaran mengenai 5 rukun iman, serta 3) Pedoman Berpuasa, Tarawih, Zakat Fitrah, dan Makna Fii Sabilillah yang diterbitkan tahun 2001 berisi tentang hukum-hukum puasa, tarawih, zakat fitrah, beserta makna Fii Sabilillah. Seluruh karya ini dapat dibaca dan digunakan oleh santri ataupun pembaca umum diluar lingkungan pondok pesantren asalnya yaitu Pondok Pesantren Darut Tauhid. Karya ulama tentang fikih juga ditemukan di Pondok Pesantren Mambaul Huda, Karangploso Kabupaten Malang. Berjudul "Mukhtasar Kitab Faraid", karya ini ditulis pada tahun 1970an oleh Ustadz Marlan selaku salah satu pengajar di pondok pesantren ini. Beberapa isi tulisan merupakan salinan dari Kitab Faraid yang kemudian dilengkapi dengan syarah dari beliau. Naskah yang ada di pondok saat ini sebetulnya merupakan hasil salinan (copy) dari tulisan tangan aslinya. Tulisan aslinya justru berada di salah satu muridnya yang ada di daerah Kendal saat ini. Meskipun salinan, isi tulisan masih bisa terbaca dengan jelas meskipun beberapa bagian kertas sudah mulai menguning. Karya tentang fikih lainnya adalah karya K.H. Bashori Alwi yang merupakan yang merupakan pendiri Pondok Pesantren Ilmu Alquran yang berada di wilayah Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Beberapa judul yang ditemukan antara lain: 1) Petunjuk Singkat Manasik Haji, 2) Memakmurkan Masjid terbit pada tahun 2012, 3) Dalil-dalil Bolehnya Perayaan Maulid Nabi diterbitkan tahun 2011, dan 4) Keutamaan Puasa Ramadhan. Satu karya ulama lain tentang fikih ditemukan di Pondok Pesantren Darun Najah yang ada di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Karya berjudul Manahijul Fikih ditulis oleh K.H. Abu Yazid Al Bustomi ditulis dalam Bahasa Arab dan dicetak pertama kali pada tahun 2008. Hingga saat ini, karya tersebut digunakan sebagai salah satu bahan ajar di lingkungan Pondok Pesantren Darun Najah dan sudah terbit dalam 4 edisi. Sebuah karya tentang fikih juga ditemukan di Pondok Pesantren Mamba'Unnur dan dituliskan oleh Nyai Husniyah Kamiliyah. Karya berjudul Fathul jawad 'ala al tarjamah ini ditulis dalam Bahasa Indonesia karena merupakan terjemah dari kitab Fathul Jawad. Kondisi karya ini masih bagus dan setiap tulisannya masih dapat terbaca dengan jelas. Karya ini masih tersimpan rapi di Pondok Pesantren Mamba'Unnur daerah Bululawang, Kabupaten Malang. Karya ulama lainnya yang ditemukan terkait do'a dan wirid. Sebanyak 4 karya ulama ditemukan dari lokasi yang berbeda-beda, diantaranya adalah Nubzah Minal Adzkar Wa Adda'awat An Nabawiyah "Petikan Dzikir dan Do'a Nabi Muhammad SAW" yang ditemukan di Pondok Pesantren Darut Tauhid, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Karya yang ditulis oleh Syekh H. Abdullah Awadh Abdun sekitar tahun 1997 ini berisi tentang doa-doa dan sholawat Nabi Muhammad SAW yang ditulis dalam Bahasa Indonesia. Karya lain ditemukan di Pondok Pesantren Nurul Huda, Kedungkandang, Kota Malang. Berjudul Adzkaru Nuha, kitab ini ditulis dalam Bahasa Arab oleh K.H. Ahmad Masduqie Mahfudz. Karya lainnya terkait do'a dan wirid ditemukan juga di wilayah Kabupaten Malang tepatnya Pondok Pesantren Al Khoirot. Karya yang ditemukan berupa Kumpulan Dzikir dan Shalawat Al-Khoirot yang disusun ulang oleh putra-putra penulisnya langsung yaitu A. Fatih Syuhud dan M. Humaidi Syuhud pada tahun 2018. Penulis pertamanya adalah KH. Muhammad Zuhud Zayadi selaku pendiri Pondok Pesantren Al Khoirot. Menurut informan yang ditemui di lapangan yaitu, Nyai Hj. Luthfiyah Syuhud yang merupakan putri tertua KH. Muhammad Zuhud Zayadi, karya asli tulis tangan dari kitab yang ditulis tahun 1940- an ini sebetulnya masih ada, namun hanya pihak keluarga saja yang boleh melihat dan menyimpannya, sementara yang beredar dan digunakan sebagai bahan ajar para santri di Pondok Pesantren Al Khoirot adalah edisi salinan atau cetaknya saja yang telah disusun ulang oleh putra-putranya tersebut. Karya ulama terakhir yang ditemukan terkait dengan doa'a dan wirid adalah yang ditemukan di Pondok Pesantren Darul Makin, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Karya yang berjudul Risalah Sholat, Puasa, Doa ini disusun pada 2023 dan berupa hasil ketik dalam lembaran kertas yang kemudian dijilid, tanpa dicetak dalam bentuk buku. Karya ulama yang cukup banyak ditemukan di wilayah kota dan kabupaten Malang juga adalah karya-karya terkait dengan tata bahasa. Pada umumnya karya ini memang dibuat para ulama untuk menjadi bahan ajar di lingkungan pondok pesantrennya masing- masing. Dua diantara karya tersebut ditemukan di Pondok Pesantren Roudlotul Muhsinin yang dituliskan oleh K.H. Muhsin Bin Syafi'i. Kitab berjudul Syarh Raudlotul Athfal penjelasan dari matan jurumiyah.. Karya lain yang ditulis oleh K.H. Muhsin Bin Syafi'i adalah kitab berjudul Tibyanu Shorofiyah. Kitab ini digunakan oleh para santri sebagai bahan pembelajaran. Karya ulama lain yang berisi tentang pengajaran tata bahasa ditemukan juga di Pondok Pesantren Darun Najah, wilayah Karangploso Kabupaten Malang. Syarh Nadhmul 'Imrithi dan Tarjamah Matnul Jurumiyah yang ditulis tahun 1980-an merupakan judul kitab yang dihasilkan dan keduanya ditulis oleh K.H. Ahmad Mukhtar Ghozali selaku pendiri Pondok Pesantren Darun Najah. Kedua karya ini dapat memudahkan para santri untuk memahami pembelajaran nahwu. Kondisi kedua kitab ini sekarang sudah dalam bentuk buku tercetak dan dijadikan sebagai bahan ajar di lingkungan Pondok Pesantren Darun Najah. Karya ulama dengan kajian ilmu bahasa ditemukan juga di Pondok Pesantren Ilmu Al-Quran dan berada di daerah Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. "Madarijul Durusul Arabiyah Juz 1-4" merupakan tulisan K.H.Bashori Alwi di tahun 1974. Ditulis dalam Bahasa Arab dan Indonesia, karya ini menjelaskan tentang keterampilan belajar Bahasa Arab yang meliputi keterampilan membaca, menulis, dan berbicara dalam Bahasa Arab. Sayangnya, menurut penuturan Ustadz Syafiq, selaku informan sekaligus salah satu pengajar di pondok pesantren ini, naskah asli yang berupa tulis tangan K.H.Bashori Alwi sudah tidak diketahui keberadaannya bahkan oleh pihak keluarga sekalipun. Karya yang digunakan oleh santri di pondok pesantrennya merupakan bentuk cetak dari karya aslinya dahulu. Selain itu. di Pondok Pesantren Nurul Huda, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang ditemukan karya berjudul “Bimbingan Membaca Kitab” ditulis pada tahun 1991 oleh K.H. Ahmad Masduqie Mahfudz. Kitab ini berisi tentang pembahasan mengenai nahwu shorof dasar agar santri baru dapat dengan mudah memahami dan membaca kitab nantinya. Karya ulama tentang tata bahasa lainnya ditemukan di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi'in daerah Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Karyanya berjudul Kitab Rumus dan Al 'Irab yang ditulis pada tahun 1980 oleh Gus Hamid. Kedua karya yang disusun ini terbilang cukup menarik dan belum pernah ditemukan karya sejenis selama masa penelusuran ini. Al'Irab merupakan karya tentang tata bahasa (nahwu sharaf) yang membahas mengenai perubahan bunyi kata baik ism (kata benda) ataupun fi'il (kata kerja) dalam suatu kalimat. Sementara Kitab Rumus berisi tentang bagaimana cara memahami dan mempelajari kitab kuning. Pada kitab dibahas terkait rumus pembentukan kata, kalimat dan juga pembentukan nama-nama ulama terkenal. Karya ulama tentang tasawuf juga ditemukan dalam penelitian ini. Terdapat beberapa karta yang ditemukan diantaranya yang pertama adalah Terjemah Aqidatul Awam yang berada di Pesantren Ilmu Al-Quran (PIQ) Singosari, Kabupaten Malang. Kitab ini merupakan karya K.H. Bashori Alwi di tahun 1972. Judul lainnya adalah "Imdadu Arbabin Nuha" yang ditulis dalam Bahasa Arab oleh K.H. Luthfi Al Hakim Abdul 'Adzim selaku putra pendiri Pondok Pesantren Mambaul Huda, Karangploso, Kabupaten Malang. Karya terakhir yang ditemukan peneliti terkait dengan tasawuf adalah Kalam Suryani dan Terjemahannya yang berada di Pondok Pesantren Uniq Nusantara. Kitab ini ditulis oleh KH Abdul Ghufron Al-Bantani, selaku pendiri Pondok Pesantren Uniq Nusantara, pada tahun 2012 terdiri dari 2 jilid dengan total keseluruhan 28 bab. Karya tentang tasawuf lainnya ditemukan juga di Pondok Pesantren Mamba'Unnur di daerah Bululawang, Kabupaten Malang. Terdapat 2 karya tentang tasawuf yaitu pertama Syarh 'ala kitabil hikam 'ala ta'bir wa tausi' wa tarjamah. Karya yang merupakan ringkasan dan terjemah dari kitab Syarh Al-Hikam dan ditulis dalam dua jilid (Juz pertama dan Juz kedua), serta yang kedua adalah Terjemahan Kifayat al-atqiya wa minhaj al ashfiya. Kedua karya ini ditulis oleh Nyai Husniyah Kamiliyah selaku pendiri Pondok Pesantren Mamba'Unnur di sekitar tahun 1970-an. Kondisi karya saat ini sudah tercetak dan terjilid rapi sehingga seluruh isi tulisan dapat terbaca dengan jelas. Tulisan ulama tentang aqidah juga ditemukan di beberapa lokasi meskipun tidak banyak. Sebanyak 2 karya ditemukan di Pondok Ilmu Al-Quran yaitu Madzhab Asy'ari dan Maturidi yang diterbitkan pada tahun 2011 dan Pengantar Ilmu Aswaja pada tahun 2007. Kedua kitab ini ditulis oleh K.H. Bashori Alwi yang masing-masing bermuatan isi tentang Aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah. Selain aqidah, satu karya tentang akhlaq juga ditemukan di Pondok Pesantren Darun Najah. Karya berjudul Taisirul Kholaq wa Adilatul Akhlaq ini ditulis oleh K.H. Abu Yazid Al Bustomi dan diterbitkan pada tahun 2016. Karya ini ditulis dalam Bahasa Arab dan hingga saat ini, karya tersebut dijadikan sebagai salah satu bahan ajar di Pondok Pesantren Darun Najah. Sebuah karya ulama tentang tauhid ditemukan juga di wilayah Bululawang, Kabupaten Malang. Masih berasal dari Pondok Pesantren Mamba'Unnur, sebuah buku berjudul 'Aqidatul 'awam 'ala al-tarjamah ditulis oleh Nyai Husniyah Kamiliyah selaku pendiri pondok tersebut sekitar tahun 1970-an. Tahun tersebut sebetulnya merupakan tahun awal penulis merintis atau memulai untuk menuliskan karyanya yang kemudian disalin oleh beberapa santrinya. Karya ini sebetulnya merupakan terjemah dari nadhom kitab aqidatul 'awam dan ditulis dalam Bahasa Indonesia. Kondisi karya ini sekarang berbentuk tercetak, hasil foto copy serta dijilid rapi. Kondisinya yang masih bagus dan selalu disimpan rapi di rak buku, menjadikan seluruh tulisan dalam naskah ini masih dapat terbaca dengan jelas. Proses penelusuran yang panjang dari satu lokasi ke lokasi lainnya pada akhirnya berhasil menginventarisir 34 karya ulama di Kabupaten dan Kota Malang. Seluruh karya ulama tersebut dapat ditemukan keberadaannya di masing-masing pondok pesantren yang disebutkan. Beberapa memang membutuhkan pendekatan atau ijin untuk bisa mengaksesnya karena karya hanya diperuntukan bagi santri pondok terkait, namun ada juga beberapa penulis dengan terbuka memberikan akses kepada siapaun yang tertarik mempelajari karya-karyanya. Berikut merupakan table hasil inventarisasi koleksi ulama baik yang ditemukan di ponok pesantren Kabupaten maupun Kota Malang. Berdasarkan data yang tertera pada tabel 1, terdapat 34 karya ulama yang berhasil diinventarisasi. Dari ketigapuluh empat karya-karya tersebut 12 karya berada di pondok pesantren di wilayah kota Malang dan 22 lainnya di wilayah kabupaten Malang. Kuantitas karya berbanding lurus dengan jumlah pondok pesantren. Wilayah Kabupaten Malang memiliki pondon pesantren yang lebih banyak dibandingkan dengan kota Malang karena wilayah kabupaten Malang memiliki pondok pesantren yang lebih banyak dibandingkan dengan wilayah kota Malang. Karya para ulama yang berhasil diinventarisasi mencakup banyak bidang kajian agama Islam: Dua karya di bidang hadis; dua karya mengenai sekte dan aliran agama Islam; sepuluh karya tentang fikih; empat karya mengenai doa dan wirid; tujuh karya membahas ihwal tata bahasa; empat karya membahas tasawuf; dua karya tentang akidah; dua karya tentang tauhid; dan satu karya tentang akhlak. Fikih dan tata bahasa adalah bidang kajian yang paling banyak dibahas dalam karya-karya tersebut. Berdasarkan temuan di lapangan, ternyata sebagian besar ulama di pondok pesantren yang dikunjungi memiliki keunggulan dalam kedua bidang kajian tersebut. Kajian kitab klasik telah menjadi bagian dari tradisi pesantren yang mengakar kuat, begitu pun dengan pondok pesantrendi wilayah Malang khusunya yang menjadi sampel penelitian ini. Sebagian besar pondok pesantren tersebut memiliki tujuan untuk membekali para santri agar menguasai ilmu nahwu-sharaf. Temuan lainnya dalam penelitian ini terkait dengan produktifitas para ulama, berdasarkan data pada tabel 1, ditemukan bahwa sosok ulama yang paling produktif adalah KH. Bashori Alwi dari Pondok Pesantren Ilmu Al-Quran, dan diantara mayoritas para ulama laki-laki terdapat satu-satunya ulama perempuan yang menghasilkan karya yaitu Nyai Husniyah Kamiliyah Pondok Pesantren Mamba'Unnur. Penelitian ini tentunya memiliki keterbatasan, masih banyak pondok pesantren di wilayah Malang yang perlu ditelusuri lebih jauh lagi sehingga dapat ditemukan khazanah karya para ulama lainnya sebagai sumber ilmu agama islam.
Conclusion
D. Kesimpulan Penelitian karya ulama di wilayah Malang, berhasil mendata karya-karya ulama dengan beragam bidang kajian, antara lain hadis, sekte dan aliran agama Islam, fikih, doa dan wirid, tasawuf, aqidah, akhlaq, tata bahasa, dan tauhid. Pondok pesantren yang ditelusuri berada wilayah Kabupaten dan Kota Malang. Berdasarkan hasil penelusuran dan temuan, peneliti berhasil menginventarisasi 34 karya ulama yang tersebar. Mayoritas karya ulama yang tersebar ditulis oleh ulama laki-laki, meski demikian ternyata dalam penelusuran ini peneliti menemukan satu penulis perempuan yang telah mengasilkan karya syarh maupun terjemah dari kitab klasik. Proses penelitian mengenai inventarisasi karya ulama seharusnya membutuhkan waktu yang lama. Meskipun dengan keterbatasan waktu yang dimiliki, karya-karya yang baru terdeteksi pun masih masih sangat terbatas. Dengan banyaknya ulama dan pondok pesantren yang tersebar di wilayah Malang tidak menutup kemungkinan bahwa akan ditemukan lagi karya-karya ulama yang lain yang bisa menjadi pengembangan untuk penelitian selanjutnya.