Kembali
16
1
2025 Tik Ilmeu: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 9 · 1 ISSN 2580-3662

Peran Program Perpustakaan Keliling Sebagai Layanan Publik di Perpustakaan Umum Kota Cimahi

Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung; Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung; Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Abstrak

Penelitian ini mengkaji peran program perpustakaan keliling sebagai bentuk layanan publik yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Umum Kora Cimahi dalam meningkatkan akses literasi Masyarakat, khususnya peserta didik di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap perpustakaan konvensional. Studi ini dilatarbelakangi oleh urgensi pemerataan akses informasi sebagai bagian dari pembangunan literasi yang inklusif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap pustakawan selaku pelaksana program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan keliling memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan minat baca siswa dengan menghadirkan bahan bacaan yang variatif dan mudah dijangkau. Kehadiran layanan ini memungkinkan siswa memperoleh akses informasi tanpa harus mengunjungi gedung perpustakaan secara langsung. Namun, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah kendala antara lain keterbatasan jumlah armada, sumber daya manusia, serta potensi kerusakan koleksi akibat mobilitas yang tinggi. Meskipun demikian, temuan penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan keliling tetap memiliki peran strategis dalam memperluas jangkauan layanan perpustakaan dan mendukung terciptanya ekosistem literasi yang merata di Kota Cimahi.

Abstract

This study examines the role of the mobile library program as a form of public service provided by the Cimahi City Public Library in enhancing literacy access for the community, particularly for students in areas with limited access to conventional libraries. The study is motivated by the urgency of equitable access to information as a part of inclusive literacy development. This research employs a descriptive qualitative method, with data collected through in-depth interviews with librarians who are directly involved in the implementation of the program. The findings indicate that the mobile library significantly contributes to increasing students' reading interest by providing diverse and easily accessible reading materials. The presence of this service allows students to access information without the need to visit a library building directly. However, the implementation of the program faces several challenges, including limited vehicle availability, a shortage of human resources, and the risk of collection damage due to high mobility. Nevertheless, the findings suggest that the mobile library plays a strategic role in expanding the reach of library services and supporting the development of an equitable literacy ecosystem in Cimahi City.
Keywords: Mobile Library · Public Service · Cimahi City Public Library

Introduction

A. Pendahuluan Perpustakaan memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan literasi dan pendidikan anak sekolah terutama dalam aspek membentuk kemampuan literasi yang relevan dengan era digital seperti saat ini. Perpustakaan umum memiliki peran yang krusial sebagai tempat penyedia informasi dan pusat edukasi bagi anak sekolah atau dapat dikatakan sebagai sarana pendidikan non-formal. Perpustakaan umum mampu menyediakan berbagai sumber informasi dan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang pembelajaran formal di sekolah maupun pembelajaran informal. Di tengah meningkatnya kebutuhan akan literasi informasi, perpustakaan tidak hanya berperan sebagai penyedia tempat membaca saja, melainkan memberikan ruang yang memfasilitasi anak-anak untuk mengakses pengetahuan secara luas dan mandiri. Perpustakaan umum sebagai layanan publik perlu memberikan akses informasi yang merata dan terbuka untuk semua kalangan. Hal ini terutama penting bagi Masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam mengakses informasi dan pengetahuan yang berkualitas. Oleh karenanya, perpustakaan umum perlu berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan literasi dan mendorong terciptanya generasi yang lebih literat dan berpengetahuan luas sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kesejahteraan hidup. Sekolah-sekolah yang berada jauh dari pusat informasi menjadi tantangan dalam mengakses sumber informasi pengetahuan yang memadai terlebih apabila terdapat keterbatasan perpustakaan sekolah dalam menyediakan koleksi bagi sumber pengetahuan. Kondisi geografis seperti jangkauan perpustakaan yang jauh dari sekolah- sekolah menjadi hambatan bagi sebagian besar anak sekolah untuk mengakses perpustakaan konvensional secara langsung. Dengan kondisi tersebut, mengakibatkan kurang optimalnya pemenuhan akses informasi dan pengetahuan yang mampu menunjang proses pembelajaran di sekolah. Perpustakaan umum perlu memberikan solusi inovatif untuk melengkapi keterbatasan tersebut, salah satunya adalah dengan menyediakan program perpustakaan keliling untuk menjangkau sekolah-sekolah yang berada jauh dari pusat informasi sehingga tercipta kesempatan yang setara dalam akses literasi dan pendidikan di berbagai wilayah. Sutarno (2006) menyatakan bahwa perpustakaan keliling merupakan salah satu unit layanan perpustakaan umum yang dilakukan dengan berkeliling menggunakan mobil dan mendatangi pemukiman masyarakat, sekolah, tempat berkumpul masyarakat, dan lain-lain. Melansir dari Sulistyo Basuki (1991) yang memaparkan bahwa perpustakaan keliling merupakan bagian dari perpustakaan umum yang mendatangi pengguna menggunakan transportasi, baik darat maupun air dan menjadi upaya perluasan layanan perpustakaan umum agar masyarakat yang jauh dari perpustakaan konvensional tetap dapat menggunakan layanan tersebut. Berdasarkan pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa perpustakaan keliling merupakan salah satu bentuk program layanan perpustakaan umum yang ditujukan untuk menjangkau masyarakat di daerah yang memiliki keterbatasan untuk mengakses perpustakaan umum secara langsung dalam memenuhi kebutuhan informasinya. Penelitian yang dilakukan oleh Rizka Juwita, Nurhayani, dan Nabila Yasmin tahun 2024 dengan judul "Efektivitas Layanan Perpustakaan Keliling Dalam Mengembangkan Minat Baca Masyarakat di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sibolga" mendapati hasil bahwa layanan perpustakaan keliling mendapat respon yang positif dari berbagai kelompok usia terutama anak-anak, hal ini dikarenakan perpustakaan keliling menyediakan akses buku yang lebih dekat dan mudah dijangkau. Faktor-faktor yang mendukung efektivitas layanan perpustakaan keliling mencakup beragamnya koleksi buku, kemampuan pustakawan dalam melayani pemustaka, dan kelengkapan fasilitas yang diberikan dalam layanan perpustakaan keliling. Namun, masih ditemukan kendala dalam aspek pendanaan dan fasilitas terbatas yang menghambat jangkauan ke seluruh titik kunjungan yang diharapkan masyarakat.

Method

B. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mengeksplorasi pengalaman dan peran pustakawan dalam program keliling sebagai layanan publik di Perpustakaan Umum Kota Cimahi. Metode penelitian kualitatif didasari oleh prinsip post-positivisme yang dapat digunakan dalam penelitian dengan kondisi objek yang alamiah yang mana peneliti merupakan kunci dari penelitian. Hasil dari penelitian kualitatif lebih menitikberatkan pada makna bukan pada generalisasi data (Sugiyono, 2016). Lokasi dari penelitian ini bertempat pada Perpustakaan Umum Kota Cimahi, Jawa Barat. Penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap pustakawan. Adapun pustakawan yang menjadi narasumber adalah Renny Fadilah (Pustakawan) dan Triyadi (Pustakawan Terampil). Teknik analisis data menggunakan pendekatan analisis tematik dengan mengidentifikasi topik-topik pembahasan yang berasal dari transkrip wawancara dan catatan observasi. Langkah-langkah analisis tematik meliputi pengkodean data, identifikasi tema, dan interpretasi temuan berdasarkan tema-tema yang muncul dari wawancara dan observasi. Selanjutnya dilakukan triangulasi data untuk memastikan validitas dari data temuan di lapangan. Dengan demikian, hasil dari penelitian diharapkan mampu memberikan pemahaman yang mendalam mengenai peran program perpustakaan keliling sebagai layanan publik di Perpustakaan Umum Kota Cimah.

Discussion

C. Pembahasan Perpustakaan Umum Perpustakaan umum menurut Sutarno (2006) dapat diibaratkan layaknya tempat belajar masyarakat yang mana perpustakaan umum sebagai lembaga pendidikan dengan menyediakan berbagai sumber informasi dan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan secara terbuka oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan informasi dengan memberikan pelayanan yang sama rata dan tidak membedakan suku, ras, agama, jenis kelamin, latar belakang, pendidikan, dan status sosial seseorang. Perpustakaan merupakan wadah untuk mengumpulkan, mengelola, dan menyimpan, serta menyebarluaskan informasi memiliki peran vital terutama dalam dunia pendidikan bagi kehidupan bermasyarakat (Hasanah & Masruri, 2023). Menurut Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan menyatakan bahwa perpustakaan umum merupakan perpustakaan yang diselenggarakan oleh pemerintah baik dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah kecamatan dan desa yang dapat diakses oleh masyarakat. Perpustakaan umum hadir untuk mendukung pelestarian budaya di sekitar perpustakaan baik dalam bentuk koleksi maupun dalam bentuk fasilitas long life learning bagi masyarakat. Sejalan dengan Undang- Undang tersebut, perpustakaan umum merupakan institusi layanan informasi yang disediakan untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan usia, jenis kelamin, etnis, ras, agama, maupun status sosial ekonomi. Keberadaan perpustakaan umum menjadi salah satu bentuk implementasi nilai-nilai yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Menurut Sulistyo-Basuki (1993) memaparkan bahwa perpustakaan umum merupakan sebuah lembaga yang menyediakan layanan juga akses ke sumber daya informasi bagi masyarakat secara luas tanpa memandang berbagai aspek. Perpustakaan umum hadir untuk memenuhi kebutuhan informasi, pendidikan, dan hiburan bagi masyarakat melalui layanan, koleksi, dan fasilitas yang ditawarkan. Sulistyo-Basuki juga menekankan bahwa perpustakaan umum berperan penting dalam menunjang pembelajaran sepanjang hayat dan berperan dalam meningkatkan literasi masyarakat. Sehingga dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa perpustakaan umum merupakan sebuah lembaga atau institusi yang menyediakan akses informasi dan pengetahuan secara terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat secara merata tanpa adanya diskriminasi. Perpustakaan umum berfungsi sebagai lembaga yang memberikan pendidikan secara inklusif sebagai upaya pemberdayaan masyarakat. Perpustakaan umum tidak hanya sebagai lembaga yang menyediakan akses informasi, melainkan sebagai sarana pelestarian budaya serta sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat. Perpustakaan Keliling sebagai Layanan Publik Dalam Undang-Undang Pelayanan Publik Nomor 25 Tahun 2009 Pasal 1 ayat (1) mendefinisikan pelayanan publik merupakan “kegiatan atau rangkaian kegiatan yang dilakukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi perseorangan warga negara, negara bagian, dan penduduk atas barang, jasa, dan atau pelayanan administrasi yang disediakan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat". Perpustakaan keliling merupakan program dan bentuk layanan publik dari Perpustakaan Umum Kota Cimahi. Awal mulanya ada program ini adalah dengan diberikannya hibah dua buah mobil untuk program perpustakaan keliling oleh Perpustakaan Nasional. Program perpustakaan keliling ini bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat khususnya di Kota Cimahi dengan metode menjemput bola ke masyarakat dengan menyediakan berbagai koleksi untuk dilayankan. Hal ini juga dilakukan sebagai upaya promosi Perpustakaan Umum Kota Cimahi agar masyarakat lebih mengenal adanya perpustakaan umum ini. Iztihana dan Arfa (dalam Hidayah dan Zumrotun, 2024), perpustakaan keliling memiliki fungsi yang tidak jauh berbeda dengan perpustakaan pada umumnya, yaitu memfasilitasi masyarakat dalam mencari informasi, memperluas wawasan, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Dengan menciptakan budaya belajar yang menyenangkan seperti pengadaan program perpustakaan keliling, secara tidak langsung akan memberikan impuls dan menumbuhkan animo membaca. Tidak hanya itu, program tersebut juga mampu mendekatkan pelayanan informasi dan pengetahuan sebagai sarana sosialisasi minat baca sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan perpustakaan secara praktis (Andry dkk, 2022). Dalam suatu lembaga pelayanan perpustakaan keliling, pengembangan terkait sistem implementasi manajemen pengolahan data yang menyangkut komponen internal beserta komponen eksternalnya cenderung memiliki urgensi khusus (Sutanti dkk, 2020). Perpustakaan keliling ini hadir untuk segala rentang usia, hal ini dapat disesuaikan dengan permintaan pengguna. Hal ini sejalan dengan pernyataan Griffis dan Johnson (2014) bahwa perpustakaan umum memiliki peran yang signifikan dalam kehidupan masyarakat, karena menyediakan akses terhadap berbagai sumber informasi serta menjadi wadah interaksi sosial yang berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup individu dan komunitas. Sasaran dari program perpustakaan keliling di Perpustakaan Umum Kota Cimahi adalah siswa yang ada di Kota Cimahi khususnya untuk siswa Sekolah Dasar yang merupakan sasaran utama program ini. Untuk jenjang SMP dan SMA biasanya perpustakaan menawarkan layanan perpustakaan digital yang dapat diakses secara terbuka dimanapun dan juga kapanpun. Selain itu, program perpustakaan keliling ini tidak menutup kemungkinan untuk hadir pada event-event atau lomba dari PKK Kota, Kelurahan, atau Kecamatan apabila terdapat permintaan untuk menyediakan layanan di acara tersebut. Adapun jadwal operasional program perpustakaan keliling ini adalah sebagai berikut: Tabel 1. Jadwal Operasional Program Perpustakaan Keliling Jam Operasional : 08.00-11.00 WIB atau 09.00 - 12.00 WIB Lokasi : Sekolah-sekolah SD di Kota Cimahi Frekuensi : 1 sekolah per hari (tentative) Koleksi : Buku fiksi dan non-fiksi Program ini dilaksanakan setiap minggunya, dan untuk lokasi perpustakaan dilakukan dengan menyusuri berbagai sekolah-sekolah SD yang ada di Kota Cimahi. Biasanya driver perpustakaan melakukan survei terlebih dahulu dengan mengunjungi sekolah-sekolah sebelum melaksanakan program. Survei ini dilakukan untuk mengetahui situasi dan kondisi yang ada pada sekolah tersebut, apakah dapat memungkinkan untuk bisa masuk ke lapangan sekolah atau tidak. Jika tidak, maka petugas perpustakaan keliling akan membawa koleksi secara bertahap kedalam sekolah untuk dapat digunakan oleh siswa. Program perpustakaan keliling hanya memfokuskan pada kegiatan gelar baca yang mana siswa dapat menggunakan koleksi untuk membaca disekitar sekolah dan tidak bisa dibawa pulang kerumah. Perpustakaan keliling akan menyediakan karpet yang dapat digunakan sebagai alas untuk membaca buku dengan nyaman. Selain itu, pustakawan kerap kali melakukan promosi, sosialisasi atau pengenalan terkait perpustakaan digital dan program atau kegiatan yang ada di Perpustakaan Umum Kota Cimahi. Efektivitas Layanan dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi Masyarakat Efektivitas layanan dapat dilihat dari keberlangsungan program perpustakaan keliling. Dunn (dalam Simahara dkk, 2023) menguraikan bahwa efektivitas berkesinambungan dengan pencapaian atau akibat dari harapan maupun keinginan sebagai buntut dari suatu tindakan. Crosby, Letimen, dan Wyckof kualitas pelayanan merupakan suatu penyesuaian terhadap aspek-aspek yang mana kualitas ini dapat membentuk pandangan terkait keunggulan yang ingin dicapai (Ulinafiah & Wiyani, 2019). Secara keseluruhan pusstakawan dapat mengukur keberhasilan program dari tingkat antusias pihak sekolah dan siswa, sehingga masih belum ada tolak ukur pasti dalam menentukan keberhasilan program perpustakaan keliling ini. Renny Fadilah, pustakawan di Perpustakaan Umum Kota Cimahi, menyatakan bahwa pelaksanaan program ini sudah optimal dan dapat dikatakan sukses melihat tingginya antusiasme dari siswa serta dukungan dari pihak sekolah dalam keberlangsungan program. Hal ini dapat dilihat ketika kedatangan mobil perpustakaan keliling yang disambut oleh para siswa. Dengan bentuk mobil yang menarik dan juga desain stiker pada mobil yang berwarna-warni membuat siswa merasa tertarik juga penasaran dengan mobil perpustakaan keliling ini. Koleksi yang disediakan juga beragam sehingga, siswa memiliki banyak pilihan untuk bahan bacaan mereka. Dukungan dari guru turut membantu pelaksanaan program berjalan lebih kondusif. Hal ini sesuai dengan penelitian Juwita et al., 2024 bahwa faktor yang berkontribusi terhadap optimalisasi layanan perpustakaan keliling meliputi ketersediaan koleksi bahan pustaka, karakteristik pemustaka, kompetensi pustakawan, serta kelengkapan sarana dan prasarana yang menunjang operasional layanan tersebut. Di berbagai sekolah sudah disediakan program literasi yang diadakan sebelum pembelajaran, dengan adanya perpustakaan keliling mampu menunjang dan meningkatkan minat membaca siswa dengan menyediakan berbagai koleksi yang lebih beragam dibanding koleksi buku di sekolah. Adapun upaya untuk meningkatkan minat baca menurut Mansyur (dalam Anisa, 2021) adalah sebagai berikut: (1) menanamkan gemar membaca sejak dini; (2) lembaga pendidikan seperti guru, dosen, dan pustakawan harus memiliki kreatifitas dan inovatif untuk meningkatkan minat baca; (3) berkolaborasi melakukan inovasi kreasi literasi; (4) memaksimalkan pemanfaatan perpustakaan; dan (5) menciptakan lingkungan ramah buku dengan koleksi yang beragam. Dari hal tersebut dapat diketahui bahwa dengan tersedianya koleksi yang beragam, siswa akan selalu tertarik membaca buku baru sehingga minat membaca siswa akan terus terpacu. Pengadaan koleksi yang unik dan variatif juga menjadi faktor utama dalam meningkatkan minat baca siswa. Hal ini juga dapat dilihat dari respon positif siswa terhadap pelaksanaan program perpustakaan keliling. Pemerintah Kota Cimahi secara konsisten memberikan dukungan terhadap program perpustakaan keliling yang berfokus pada layanan ke sekolah-sekolah. Bentuk dukungan tersebut meliputi penyediaan dana untuk pengadaan armada serta koleksi buku yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Selain itu, pihak perpustakaan bekerja sama dengan pemerintah dan Dinas Pendidikan untuk menyelaraskan jadwal layanan perpustakaan keliling dengan kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Pemerintah juga menetapkan kebijakan yang memfasilitasi aksesibilitas layanan ini ke sekolah-sekolah yang terletak di wilayah terpencil atau belum memiliki fasilitas penunjang yang memadai. Dengan adanya dukungan tersebut, program perpustakaan keliling dapat memberikan manfaat yang lebih optimal, khususnya bagi siswa di daerah dengan keterbatasan akses terhadap bahan bacaan. Tantangan dan Hambatan dalam Pelaksanaan Program Dalam pelaksanaan program, tidak memungkiri bahwa ditemukan tantangan dan hambatan yang dapat menjadi kendala dalam mengoptimalkan program perpustakaan keliling. Ditemukan beberapa kendala diantaranya sebagai berikut: (1) Kurangnya armada perpustakaan keliling, Perpustakaan Nasional hanya menyediakan dua buah mobil perpustakaan keliling dan untuk saat ini hanya tersedia satu buah mobil perpustakaan keliling yang dapat beroperasional dengan baik dikarenakan adanya kerusakan akibat tidak adanya perbaikan atas kerusakan yang ada sehingga mobil dibiarkan rusak begitu saja hingga saat ini. (2) Kurangnya tenaga pustakawan dalam pelaksanaan program, tenaga pustakawan yang hadir dalam program hanya tiga orang tiap sekali pelaksanaan program dikarenakan kapasitas mobil yang hanya cukup menampung tiga orang saja sehingga terkadang pustakawan merasa kesulitan ketika mengkondisikan siswa untuk tertib membaca. (3) Rentannya kerusakan pada buku, dengan jumlah siswa yang mencapai puluhan dengan sistem peminjaman yang dilakukan bergantian tiap kelasnya meningkatkan resiko kerusakan dan kehilangan buku. Siswa seringkali membawa buku ke dalam kelas dan mungkin lupa untuk mengembalikannya ke mobil perpustakaan keliling setelah kegiatan sehingga, koleksi buku menjadi tidak lengkap atau bahkan hilang.

Conclusion

D. Kesimpulan Program perpustakaan keliling di Perpustakaan Umum Kota Cimahi memainkan peran dalam mendukung literasi masyarakat khususnya bagi kalangan siswa Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Program perpustakaan keliling ini menggunakan pendekatan "menjemput bola" dengan mendatangi sekolah-sekolah secara langsung menggunakan mobil. Program ini mampu memberikan dampak positif dalam meningkatkan akses informasi dan literasi bagi sekolah-sekolah yang sulit menjangkau perpustakaan konvensional secara langsung. Selain itu, perpustakaan keliling memberikan manfaat yang signifikan dalam meningkatkan minat baca siswa. Koleksi yang disajikan pada perpustakaan keliling dapat dijadikan alternatif sumber bacaan dalam menunjang pembelajaran di sekolah maupun di luar pembelajaran sekolah. Antusiasme yang tinggi dari siswa serta dukungan dari pihak sekolah menunjukkan bahwa program perpustakaan keliling ini berjalan dengan baik meskipun masih terdapat tantangan seperti keterbatasan armada, tenaga pustakawan, serta resiko kerusakan koleksi. Program perpustakaan keliling di Perpustakaan Umum Kota Cimahi merupakan salah satu solusi dalam memperluas pelayanan publik bagi masyarakat, namun diperlukan dukungan berkelanjutan dari pihak pemerintah dalam pengadaan fasilitas dan sumber daya yang lebih memadai agar program perpustakaan keliling dapat berlangsung dengan lebih optimal dan mampu memenuhi tujuan perpustakaan untuk meningkatkan literasi masyarakat serta meningkatkan fungsi layanan publik Perpustakaan Umum Kota Cimahi.