Go Library (Go-Lib) Integrasi Perpustakaan dan Aplikasi Go-Jek
Universitas Sumatera Utara
Abstrak
Memasuki era industry 4.0 perpustakaan dituntun selalu melakukan inovasi. Data yang didapatkan dari Perpusnas bahwa jumlah perpustakaan perguruan tinggi 3.212 unit. Penulis belum menemukan satu perpustakaan perguruan tinggi yang sudah menerapkan aplikasi mobile. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kegunaan Go-Lib jika diterapakan di perpustakaan perguruan tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi literature yang dimana penulis mencari data-data lewat internet. Hasil yang didapatkan bahwa belum pernah ada perpustakaan perguruan tinggi yang bekerjasama dengan Gojek. Pembahasan perlu kemauan keras dari semua unsur universitas untuk mendukung program ini karena akan menjadi peluang bagi perpustakaan perguruan tinggi supaya bisa bersaing. Kesimpulan melihat trend yang berkembang maka terdapat peluang yaitu perpustakaan perguruan tinggi bekerjasama dengan ojek online yaitu Gojek. Layanan yang nantinya menyasar mahasiswa dimana mahasiswa memerlukan bahan skripsi/tesis/disertasi secara full teks yang penulis beri nama GO-LIB.
Abstract
Entering the era of industry 4.0 library guided to have innovating. Data obtained from the National Library of Indonesia that the number of college libraries is 3,212 units. The author has not found a college library that has implemented a mobile application. The purpose of this study was to determine the usefulness of Go-Lib if applied in the college library. The research method used is a literature study method in which the author looks for data via the internet. The results found that there had never been a college library in collaboration with Gojek. The discussion needs the strong will of all elements of the university to support this program because it will be an opportunity for higher education libraries to compete. The conclusion is to see a growing trend, there are opportunities, namely the college library in collaboration with online motorcycle taxi, namely Gojek. A service that will target students where students need thesis / dissertation material in full text that the author names GO-LIB.
Keywords:
College Library
· Technology
· Gojek
· Go-Lib
Introduction
Berbicara perpustakaan memang tidak ada habis kalau dilihat dari sudut pandang yang benar-benar pustakawan dan menurut penulis yang dibahas hanya layanan, kompetensi, profesional, Undang-Undang dan beberapa workshop. Banyak perdebatan berkaitan perpustakaan karena perpustakaan tidak pernah dilibatkan oleh pemangku kepentingan dalam mengembangkan institusi. Baik, disini penulis akan membahas pandangan penulis terhadap aplikasi andorid perpustakaan. Sebelumnya akan penulis ulas sedikit tentang sejarahnya android. Kita mengenal sebuah operating system linux yang sifatnya gratis. Linux masih jauh tertinggal dari operating system windows yang dimana windows sekarang ini masih dipake di PC/laptop bahkan sampai digunakan di sistem hp/mobile (Barrett, 2012). Bisa dilihat jaman sekarang penggunaan windows di HP semakin berkurang karena mungkin tidak didukung oleh pihak google (Mohd Suki & Mohd Suki, 2007). Pada tahun 2005 android dikembangkan menjadi operating system sebuah gadget. Sungguh menarik operating system ini bersaing dengan symbian milik nokia yang sekarang berubah menjadi windows phone tapi lagi-lagi mengalami kemunduruan dengan sistem android. Ada Apple dengan smartphone Iphonenya dan RIM dengan Blacberrynya. Tahun 2016 banyak bermunculan OS yang akan menggeser keberadaan android dan sampai saat ini artikel ditulis, android masih menjadi OS yang digemari oleh para pengguna. Bukti yang akan penulis lihatkan adalah android menguasai market share se-Asia Tenggara. Berikut kutipannya: "Beberapa hari yang lalu Waiwai Marketing, konsultan pemasaran digital yang berbasis di Taiwan merilis data mengenai jumlah pengguna Android dan membandingkannya dengan pengguna iOS di kawasan Asia Tenggara. Data-data yang mereka olah bersumber dari medsos facebook pada enam negara yang jadi sampling yaitu Thailand, Vietnam, Singapura, Malaysia, Filipina dan Indonesia. Dari statistik enam negara tersebut nampak persentase pengguna Android cukup bervariasi. Namun secara keseluruhan terlihat Android benar-benar memenangkan market share se-Asia Tenggara. Negara yang persentase pengguna Android-nya paling rendah adalah Singapura. Disana Android hanya menguasai pasar sebesar 58% saja. Kemudian secara berturut-turut diikuti oleh Vietnam (65%), Thailand (74%), Filipina (81%), Malaysia (82%), dan jawaranya adalah negeri kita tercinta, Indonesia, dengan market share 94%. Tidak usah heran, dengan potensi yang dimiliki, negara kita akhir-akhir ini makin sering dilirik para vendor teknologi informasi". Apa hubungannya perpustakaan dengan android? Sebentar penulis akan bahas dulu tentang fenomena ojek online di Indonesia. Sejak adanya OS android salah satu implikasinya adalah muncul ojek online. Penulis disini mengambil ojek online yaitu Gojek. Menurut pandangan subjektif penulis gojek tampilannya sangat user friendly tapi kalo untuk kalangan orang tua harus perlu pembelajaran lagi. Dahulu orang yang pekerjaannya ojek pasti dilandasi dengan rasa "daripada nganggur", bermodalkan motor yang "mungkin" tanpa surat-surat jelas, pengemudi yang jauh standar keselamatan versi kepolisian dan macam-macam. Terlepas dari pro kontra adanya ojek online maka penulis berpandangan sisi positifnya saja. Dikutip dari situs resmi gojek bahwa gojek merupakan perusahaan teknologi berbasis jiwa sosial. Berikut kutipannya "GO-JEK adalah sebuah perusahaan teknologi berjiwa sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja di berbagai sektor informal di Indonesia. Kami bermitra dengan sekitar 200.000 pengendara ojek yang berpengalaman dan terpercaya di Indonesia, untuk menyediakan berbagai macam layanan, termasuk transportasi dan pesan antar makanan. Kegiatan GO-JEK bertumpu pada tiga nilai pokok: kecepatan, inovasi, dan dampak sosial. Para Driver GO-JEK mengatakan bahwa pendapatan mereka meningkat semenjak bergabung sebagai mitra, mereka juga mendapatkan santunan kesehatan dan kecelakaan, serta mendapat akses ke lebih banyak pelanggan melalui aplikasi kami." Tulisan ini dibuat tahun 2016 sehingga aplikasi yang ditampilkan belum bagus saat ini. Aplikasi ojek online yang sudah ada beberapa pilihan yang diantaranya GO-RIDE, GO-CAR (update), GO-FOOD, GO-SEND, GO-MART, GO-BOX, GO-MASSAGE, GO-CLEAN, GO-GLAM, GO-TIX, GO-BUSWAY. Dibawah ini adalah screenshot dari aplikasi GOJEK. Metode Penelitian menggunakan metode studi literature yang dimana penulis mencari data-data lewat literature baik internet maupun jurnal.
Discussion
Lalu apa hubungannya antara android, gojek dan perpustakaan. Perpustakaan saat ini hanya dikenal pekerjaan yang hanya menata buku tapi anggapan itu tidak masalah karena mungkin yang menilai bisa dikatakan orang awam (Cubitt, 2006). Perpustakaan hanya dikenal untuk para akademisi. Perpustakaan yang penulis bahas disini adalah perpustakaan perguruan tinggi yang menjadi jantungnya universitas dan koleksi bahan pustakanya biasanya cukup banyak. Perpustakaan perguruan tinggi saat ini sudah mengonlinekan karya ilmiah mereka kedalam database online yang biasa disebut repository, sebut saja repository usu, repository uns, repository undip dan lain-lain. Dilihat dari pengertian perpustakaan perguruan tinggi sebagai penyedia rujukan karya ilmiah. Perpustakaan perguruan tinggi merupakan unsur penunjang perguruan tinggi, yang bersama-sama dengan unsur yang lainnya, berperan serta dalam melaksanakan tercapainya visi dan misi perguruan tingginya (Betawi, 2012). Perguruan tinggi adalah universitas, institut, sekolah tinggi, akademi, politeknik, dan perguruan tinggi lain yang sederajat. Perpustakaan perguruan tinggi adalah sebuah perpustakaan atau sistem perpustakaan yang dibangun, diadministrasikan dan didanai oleh sebuah universitas untuk memenuhi kebutuhan informasi, penelitian dan kurikulum dari mahasiswa, fakultas, dan stafnya (Gremmels, 2013). Repository merupakan aplikasi opensource yang diperuntukkan khusus mengonlinekan karya ilmiah. Seperti yang diketahui bahwa dua software yang sangat terkenal yaitu Dspace dan Eprint yang bisa terindeks oleh reposiotiries webometric (Nicholas et al., 2013). Terkadang perpustakaan yang mengonlinekan karya ilmiah tersebut terbentur oleh peraturan hak kekayaan intelektual dan ditakutkan karya ilmiah mengandung plagiarisme sehingga perpustakaan hanya menampilkan sebagian kecil karya ilmiah. Misalkan yang dimaksud bagian kecil adalah bagian abstrak saja dan itupun dalam bentuk website bukan bentuk pdf. Adapun perpustakaan yang bisa dikatakan baik yaitu mau menampilkan isi full teksnya. Terlepas dari pro dan kontra bahwa perpustakaan harus meningkatkan layanan secara efektif dan efesien. Pelayanan yang baik adalah yang dapat memberikan rasa senang, puas serta dapat memenuhi keinginan pemakai perpustakaan (Sutarno NS, 2006). Banyak sekali layanan yang sudah ada di perpustakaan perguruan tinggi. Contoh dari perpustakaan UGM seperti screenshot dibawah ini. Ada lagi program baru dari perpusnas yaitu onesearch. Menurut penulis aplikasi tersebut sudah baik karena mengintegerasikan perpustakaan daerah maupun perpustakaan perguruan tinggi. Sangat dipenulisngkan ketika aplikasi muncul masih saja ada kekurangannya, sudut pandang penulis kekurangan dari aplikasi ini adalah tidak semuanya full teks ketika mengakses karya ilmiah dalam pengertian disini adalah skripsi/tesis/disertasi. Suatu universitas akan dipandang baik jika ranking webometricnya tinggi. Webometrics adalah salah satu perangkat atau sistem untuk mengukur atau memberikan penilaian terhadap kemajuan seluruh universitas atau perguruan tinggi terbaik di dunia (World Class University) melalui Website universitas tersebut (Björneborn & Ingwersen, 2001). Peringkat webometrics yang dimulai sejak tahun 2004 ini bisa menjadi patokan bagi calon mahasiswa dalam memilih universitas terbaik yang ada di Indonesia maupun di dunia. Berdasarkan pengertian tersebut menekankan pentingnya sebuah gengsi dalam memilih universitas. Pelayanan perpustakaan adalah pemberian informasi kepada pengguna. Melalui pelayanan perpustakaan, pengguna dapat Universitas Sumatera Utara memperoleh informasi yang dibutuhkan secara optimal dan memanfaatkan berbagai perkakas penelusuran yang tersedia. Layanan perpustakaan adalah menawarkan semua bentuk koleksi yang dimiliki perpustakaan kepada pemakai yang datang ke perpustakaan dan meminta informasi yang dibutuhkannya (Patil & Pradhan, 2014). Sehubungan dengan pendapat diatas, Moenir (2000, 410) menyatakan perwujudan pelayanan yang didambakan adalah: 1. Adanya kemudahan dalam pengurusan kepentingan dengan pelayanan yang cepat dalam arti tanpa hambatan yang kadang dibuat-buat. 2. Memperoleh pelayanan secara wajar tanpa gerutu atau sindiran yang mengarah kepada permintaan sesuatu, baik dengan alasan untuk dinas maupun kesejahteraan. 3. Mendapatkan perlakuan yang sama dalam pelayanan terhadap kepentingan yang sama, tertib, dan tidak pandang bulu. 4. Pelayanan yang jujur dan terus terang. Berdasarkan uraian diatas, pelayanan perpustakaan adalah pemberian informasi kepada pengguna. Selain itu, pelayanan perpustakaan perguruan tinggi bertujuan untuk menyajikan informasi yang berguna untuk kepentingan pelaksanaan proses belajar mengajar. Agar dapat melaksanakan pelayanan dengan baik, perpustakaan perguruan tinggi hendaknya mempunyai koleksi yang cukup bervariasi dari jenis maupun isinya. Serta diharapkan adanya kemudahan dalam pengurusan kepentingan dengan pelayanan yang cepat dalam arti tanpa hambatan yang kadang dibuat-buat dan mendapatkan pelayanan yang sama dalam pelayanan terhadap kepentingan. Menurut Standar Perpustakaan Nasional (2013) untuk perpustakaan perguruan tinggi disebutkan bahwa sekurang-kurangnya layanan perpustakaan perguruan tinggi mempunyai layanan referensi, layanan sirkulasi dan layanan informasi. Memang standar tersebut merupakan syarat mutlak yang harus dilaksanakan oleh perpustakaan perguruan tinggi. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan maka perpustakaan dan pustakawan wajib mengikuti perkembangan sehingga tidak akan tertinggal dengan ilmu pengetahuan. Peluang Perpustakaan Pustakawan era sekarang harus dituntut yang salah satunya bisa melihat peluang untuk memajukan perpustakaan. Perpustakaan sekarang bukan lagi organisasi nonprofit tapi harus profit. Jika dilihat dari aplikasi Gojek ada satu kolom yang belum terisi dan letaknya di ujung bawah kanan (lihat gambar 1). Inilah peluang yang bisa dimanfaatkan oleh perpustakaan perguruan tinggi. Penulis memberikan nama yaitu GO-LIB. Kepanjangan GO-LIB adalah Go Library dan layanan ini adalah pesan antar khusus fotokopi skripsi/tesis/disertasi yang dimana perpustakaan perguruan tinggi telah bekerjasama dengan Gojek. Menurut hemat penulis inilah peluang untuk mengenalkan pentingnya perpustakaan perguruan tinggi karena jika perpustakaan perguruan tinggi bekerjasama dengan Gojek maka setidaknya meningkatkan gengsi profesi pustakawan serta sebagai bentuk promosi perpustakaan perguran tinggi karena Gojek ini telah diliput oleh beberapa stasiun televisi swasta tanah air. Dibawah ini adalah bukti yang gojek telah diliput oleh beberapa televisi swasta. Mengapa penulis memilih gojek? Padahal masih ada ojek online yang terkenal sebut saja Grab dan Uber. Penulis pernah mewancarai driver grab yang menyebutkan bahwa gojek ini mempunyai fitur unggulan yaitu adanya go-food serta banyaknya pilihan ketika melakukan pembayaran sehingga memudahkan untuk melakukan proses order. Ide penulis muncul karena dilatarbelakangi oleh profesi pustakawan yang semakin dianggap sebelah mata, tertinggalnya teknologi perpustakaan, kurangnnya dana perpustakaan untuk mengembangkan suatu inovasi, dan sebetulnya masih banyak kendala. Pengertian GO-LIB yang sudah penulis paparkan diatas mengadopsi dari konsep GO-FOOD Konsep yang dibuat oleh GO-FOOD adalah bekerjasama dengan 37.000 restauran yang ada di Indonesia. Nah konsep ini bisa kita terapkan di perpustakaan. Artinya seluruh perpustakaan wajib mengonlinekan semua karya ilmiah baik itu karya dari mahasiswanya ataupun dosennya. Bagaimana cara kerja GO-LIB ini? Sama seperti konsep GO-FOOD yang dimana kita harus mendownload aplikasi gojek. Temukan restauran favorit yang diinginkan. Pilih menu yang diinginkan. Pihak GO-FOOD segera mengantarkan pesanan yang sudah dipesan. Konsep dibawah ini. Konsep pemesana GO-LIB juga kurang lebih sama dengan go-food dengan cara memilih universitas terlebih dahulu kemudian memilih karya ilmiah yang akan difoto kopi dimana pustakawan telah terlebih dahulu memfotokopi. Harus ada kerjasama yang baik dimana pada layar aplikasi terdapat kolom untuk memfotocopi halaman berapa saja yang dibutuhkan. Pimpinan perpustakaan perguruan tinggi seharusnya memiliki ide-ide dan konsep untuk mengembangkan suatu layanan yang bertujuan profit. Alasan lain untuk menggandeng gojek adalah promosi yang dimana sudah termasuk dalam paket kerjasama artinya ketika perpustakaan perguruan tinggi melakukan kerjasama, pihak GO-JEK langsung melakukan promo lewat media online. Menurut data statistik bahwa media online terutama facebook menempati peringkat paling atas dalam hal promoi. GO-JEK juga mempunyai target pasar yang lebih luas dan hal ini dibuktikan dari sudah dibukanya cabang semarang, bali, surabaya dan daerah-daearh besar lainnya. Bagaimana untuk menentukan tarif GO-LIB. Pengalama penulis yang pernah memfotocopy thesis di Universitas Indonesia yaitu Rp. 2000/lembar. Rp 1000 untuk pengembangan koleksi perpustakaan dan Rp 1000 lagi untuk hak royalti bagi penulis. Tarif yang dikenakan untuk layanan ini adalah perlembar Rp 3000,-. Rp 1000 untuk driver yang mengantarkan fotocopy koleksi karya ilmiahnya. Selain harga tersebut driver juga harus dihitung berdasarkan tarif perkilometer. Saat ini tarif GO-JEK Rp 2000/Km dan minimal pembayaran harus Rp 10000,-. Mengapa layanan ini mahal karena jarak tempuh yang jauh dan biasanya GO-JEK menerapkan tarif pada jam jam sibuk. Seperti jam 6 pagi sampai 9 pagi dan jam 4 sore sampe jam 8 malam. Perlu diperhatikan ketika mahasiswa/pengguna menggunakan layanan ini harap memperhatikan jam sibuk karena biasanya pada jam sibuk pengemudi malas mengambil orderan. Banyak faktor yang mempengaruhi mengapa driver-driver tersebut malas mengambil dan salah satunya adalah faktor keamanan diamana bisa saja daerah tersebut rawan akan tindak kejahatan atau sering mendapat intimidasi dari ojek pangkalan, bahwa GOJEK prioritas merekrut ojek dari pangkalan alias ojek konvensional. Selain dari jam sibuk juga diperhatikan pada perpustakaan. Perpustakaan yang baik biasanya buka sampai jam 8 malam. Lebih dari itu maka bisa dibuatkan layanan reserve karya ilmiah. Melihat kecenderungan masyarakat sekarang bahwa semuanya harus virtual dan bahkan pembayaran juga virtual. Selain menggunakan pembayaran cash, GO-LIB juga bisa menggunakan pembayaran virtual yang biasa disebut dengan GO-LIB CREDITS. GO-LIB CREDITS semacam fitur cashless transaction dari GO-LIB. Cara untuk mendapatkan GO-LIB CREDIT, kita harus transfer ke rekening yang sudah bekerja sama dengan pihak GOJEK bahkan untuk mendapatkan juga bisa gratisan via referal code. Jadi kalo ada pengguna yang menginstal aplikasi GOJEK dan masukin referal code dari pengguna lain maka pengguna sendiri dan orang lain masing masing dapat GO-LIB CREDIT sebesar Rp 50.000. referal ini bisa digunakan satu kali seumur hidup. Perlu diperhatikan disini bahwa jarang driver mau mengambil ketika pembayaran menggunakan virtual pay. Virtual pay ini bisa dimanfaatkan oleh siapapun karena mudah digunakan dan banyak potongan yang tersedia.
Conclusion
Kesimpulan dari opini penulis adalah perkembangan teknologi berimplikasi pada beberapa aspek kehidupan baik itu sosial sampai dengan profesi pekerjaan. Salah satu profesi pekerjaan yang ada di Indonesia adalah Pustakawan dan profesi ini sudah mempunyai dasar hukum yaitu UU No 43 Tahun 2007. Perpustakaan yang tidak mengikuti perkembangan teknologi dan trend saat ini akan makin tertinggal. Perpustakaan sekarang menurut penulis bukan lagi organisasi nonprofit karena didalam prosesnya memerlukan biaya yang tidak murah. Salah satu sikap yang harus dipunyai pustakawan adalah melihat peluang trend saat ini dan trend saat ini adalah fenomena ojek online. Meskipun penulis belum mendapatkan data statistik pengguna ojek online tapi penulis yakin bahwa pengguna ojek online sangat diterima karena harganya yang murah. Penulis disini melihat peluang yaitu perpustakaan perguruan tinggi bekerjasama dengan ojek online yaitu Gojek. Layanan yang nantinya menyasar mahasiswa dimanan mahasiswa memerlukan bahan skripsi/tesis/disertasi bisa memanfaatkan yang penulis beri nama GO-LIB. GO-LIB ini layanan khusus skripsi/tesis/disertasi yang bisa difotocopi sesuai kebutuhan mahasiswa. Adanya layanan ini diharapkan sebagai bentuk promosi perpustakaan perguruan tinggi, meningkatkan layanan perpustakaan dan meningkatkan citra profesi pustakawan.