Pemanfaatan Line Today terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang
Universitas Diponegoro; Universitas Diponegoro
Abstrak
Penelitian ini membahas tentang pemanfaatan Line Today terhadap pemenuhan kebutuhan informasi mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemanfaatan Line Today terhadap pemenuhan kebutuhan informasi mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang berdasarkan 4 indikator teori Usability oleh Rubin dan Chisnell dan 4 indikator pendekatan kebutuhan informasi oleh Guha. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik pengambilan data menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah 2.763 mahasiswa dengan sampel sebanyak 310 responden yang ditentukan menggunakan proportionate stratified random sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat kuat sebesar 0,809 antara pemanfaatan Line Today dengan pemenuhan kebutuhan informasi mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang. Uji hipotesis dilakukan dengan menganalisis hasil koefisien korelasi Pearson Product-Moment antara variabel pemanfaatan Line Today dengan variabel pemenuhan kebutuhan informasi. Hasilnya didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,000. Kriteria penolakan H0 adalah jika nilai signifikan α < 0,05, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak karena diperoleh nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa Line Today dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan informasi mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang.
Abstract
This research aims to reveal the relationship between the utilization of Line Today and the information needs of students Faculty of Humanities Diponegoro University Semarang based on 4 indicators of usability theory by Rubin and Chisnell and 4 indicators of the information needs by Guha. The research methods used are quantitative descriptive with data retrieval techniques using questionnaires. The population in this study was 2.763 students with a sample of 310 respondents determined to use proportionate stratified random sampling. Data analysis uses a descriptive analysis with the results of research that shows there is a relationship rate of 0,809 between the utilization of Line Today with fulfilling the information needs of students Faculty of Humanities Diponegoro University Semarang. The hypothesis test was conducted by analyzing the results of the correlation coefficient Pearson Product-Moment between the utilization of Line Today variables with the fulfillment of information needs variables. The result obtained a significance value of 0,000. The H0 rejection criterion is if a significant value of α is < 0,05 so Ha is accepted and H0 is rejected because it is obtained a significance value that is smaller than 0,05. Then it can be concluded that Line Today is used to fulfilling the information needs of students Faculty of Humanities University Diponegoro Semarang.
Keywords:
line today
· information needs
· usability theory
Introduction
Pada era sekarang ini masyarakat di seluruh dunia sudah tidak asing lagi dengan internet. Istilah internet sangat berkaitan erat dengan media baru (new media). Media baru merupakan konten yang terbentuk dari kreativitas dan interaksi manusia dengan teknologi digital. Pada umumnya mengacu pada konten yang tersedia sesuai kebutuhan dan dapat diakses melalui internet atau pada perangkat digital lainnya, mengandung umpan balik pengguna dan interaktif (Naldo dan Satria, 2018, p. 33). Ciri khas media baru yang mengutamakan komunikasi yang interaktif, memungkinkan orang di seluruh penjuru dunia untuk berbagi dan membahas topik yang sesuai dengan minat dan kebutuhan informasi mereka. Salah satu contoh dari media baru yang sekarang ini banyak digunakan oleh masyarakat karena sifatnya yang instan adalah media sosial. Media sosial dapat digunakan sebagai alat komunikasi, media edukasi, serta untuk mencari informasi. Perkembangan teknologi komunikasi yang menjadi serba digital ini melahirkan generasi baru yang biasa disebut sebagai generasi millenial (generasi Y) yang lahir pada tahun 1981 hingga 1994 dan iGeneration (generasi Z) yang lahir pada tahun 1995 hingga 2010 (Yustisia, 2016). Generasi-generasi ini banyak menggunakan teknologi komunikasi instan dan media sosial. Perilaku generasi Y dan Z sangat beriringan dengan perkembangan teknologi. Teknologi juga membuat para generasi ini mengandalkan media sosial seperti Youtube, Facebook, Whatsapp, Instagram dan Line sebagai tempat untuk mendapatkan informasi. Popularitas Line di Indonesia sejauh ini terbilang baik, khususnya di kalangan generasi internet (generasi Z). Line memiliki 90 juta pengguna dan 80 persen diantaranya adalah anak muda usia 19 hingga 22 tahun (Mahany, 2016), angka ini menunjukkan bahwa pengguna Line di Indonesia memang didominasi oleh generasi Z. Line tidak hanya digunakan sebagai media komunikasi, namun dapat pula digunakan sebagai media untuk mencari informasi melalui fitur Line Today. Line Today memberikan layanan berupa informasi dan berita terbaru yang sedang tren. Pada era digital saat ini, masyarakat khususnya generasi muda lebih senang membuka media sosial untuk mendapatkan informasi atau berita terkini. Berbeda dengan sepuluh tahun lalu, orang-orang membaca berita dengan membuka website, namun sekarang ini, orang membaca berita melalui content aggregator (Chicha, 2017). Agregator merupakan pengumpulan beberapa konten dari situs-situs yang menyediakan teknologi web services, sehingga pengguna dapat mengurangi waktu dan upaya dalam mengakses beragam website. Line Today dalam hal ini berfungsi sebagai news aggregator, yaitu sebagai pengumpul serta penyeleksi berita dari beberapa mitra media online untuk dipublikasikan kembali. Adanya Line Today sebagai news aggregator membuat para penyedia informasi melakukan cara lain dalam mendistribusikan beritanya. Mereka tidak memaksa masyarakat untuk membuka situs berita, namun berita tersebutlah yang dibawa ke masyarakat, yakni dengan memanfaatkan Line Today. Line Today bekerja sama dengan berbagai media partner untuk menyediakan berita terkini. Melalui Line Today, informasi dapat diakses secara online dan secara bersamaan individu dapat pula menggunakan aplikasi Line sebagai alat komunikasi. Sehingga, penggguna tidak perlu membuka aplikasi yang berbeda untuk mengakses informasi karena hal itu dapat dilakukan dalam satu waktu dan dalam satu platform yang sama. Informasi yang terdapat dalam Line Today dapat dikategorikan ke dalam sumber daya informasi elektronik. Sumber daya informasi elektronik adalah sumber-sumber informasi yang dikemas ulang atau disimpan dalam bentuk elektronik atau digital. Sumber daya informasi elektronik berkembang mengikuti perubahan pola perilaku masyarakat dalam pencarian informasi yang lebih aktif memanfaatkan sumbersumber informasi dalam bentuk elektronik. Pemanfaatan sumber daya informasi elektronik akan dilakukan jika individu merasa butuh akan suatu informasi, dan jika informasi tersebut berguna untuknya. Pemanfaatan sumber daya informasi elektronik berbeda setiap individu, untuk itu perlu dilakukan pengukuran untuk mengetahui seberapa besar pemanfaatan suatu informasi. Pemanfaatan Line Today dapat dikaji berdasarkan 4 indikator teori Usability yang dikemukakan oleh Rubin dan Chisnell (2008, p. 4) yaitu: 1. Efisiensi (Efficiency) Efisiensi adalah kecepatan yang pengguna lakukan untuk dapat mencapai tujuannya secara akurat dan lengkap, biasanya merupakan ukuran waktu. Efisiensi digunakan untuk mengevaluasi apakah sistem secara keseluruhan dapat digunakan untuk mengambil informasi secara efisien dan akan diukur dengan seberapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas serta berapa banyak langkah yang diperlukan. 2. Efektivitas (Effectiveness) Efektivitas mengacu pada sejauh mana sistem atau aplikasi berjalan dengan cara yang pengguna harapkan dan kemudahan yang mana pengguna dapat menggunakannya untuk melakukan apapun yang mereka inginkan. Hal ini biasanya diukur secara kuantitatif dengan tingkat kesalahan. Efektivitas mengevaluasi apakah suatu sistem secara keseluruhan dapat menyediakan informasi dan berfungsi secara efektif serta dapat diukur dengan seberapa banyak jawaban yang benar. Maksudnya saat melakukan pencarian informasi tertentu dalam sistem atau aplikasi, hasil yang akan didapat akan sesuai dengan kebutuhan pengguna. 3. Mudah Dipelajari (Learnability) Learnability adalah bagian dari efektivitas dan harus dilakukan dengan kemampuan pengguna untuk mengoperasikan sistem atau aplikasi. Learnability untuk mengukur seberapa besar usaha yang harus dilakukan untuk memahami sistem atau aplikasi. Hal yang perlu dilakukan untuk mengukur learnability yaitu seberapa cepat pengguna dapat memulai pencarian, berapa banyak pertanyaan yang dijawab dengan benar dan berapa banyak waktu yang diperlukan untuk menemukan jawaban yang dibutuhkan. 4. Kepuasan (Satisfaction) Kepuasan mengacu pada persepsi pengguna, perasaan, dan pendapat mengenai produk. Pengguna akan lebih cenderung menggunakan sistem atau aplikasi yang memenuhi kebutuhan mereka dan memberikan kepuasan dari pada yang tidak. Biasanya, pengguna diminta untuk menilai dan peringkat produk yang mereka coba, dan ini sering dapat mengungkapkan penyebab dan alasan untuk masalah yang terjadi. Pemanfaatan Line Today dilakukan oleh individu jika produk tersebut memiliki kegunaan, misalnya untuk pemenuhan kebutuhan informasi. Dewey (dalam Maslow, 1993, p. 38) mengungkapkan bahwa untuk individu menjadi sadar akan kebutuhannya dipengaruhi oleh berbagai faktor yang sangat kompleks termasuk motivasi dari individu yang bersangkutan entah disadari atau tidak disadari, bahwa semua perilaku manusia ditujukan pada pemuasan kebutuhannya. Berkembangnya pola perilaku masyarakat dalam pencarian informasi yang lebih aktif memanfaatkan sumber-sumber informasi dalam bentuk elektronik diiringi pula dengan berkembangnya sumber daya informasi elektronik itu sendiri. Pada era ledakan informasi seperti saat ini, menyebabkan tersebarnya berbagai macam informasi di sekitar masyarakat. Oleh karena itu dengan adanya news aggregator sangat penting keberadaannya bagi pengguna karena dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya. Namun, tersedianya news aggregator belum tentu dimanfaatkan oleh masyarakat. Pemilihan dan pemanfaatan berbagai sumber informasi tergantung kepada kebutuhan informasi tertentu. Kebutuhan informasi bisa terjadi pada saat keadaan di mana seseorang merasa kekurangan akan sesuatu hal dan berupaya untuk memenuhi kekurangan tersebut. Kebutuhan informasi merupakan suatu bentuk pengakuan dari adanya ketidakpastian dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk mencari informasi. Menurut Case, kebutuhan informasi adalah “a recognition that your knowledge is inadequate to satisfy a goal that you have” (Rubin, 2010: 275). Maksudnya, kebutuhan informasi adalah suatu keadaan di mana saat seseorang menyadari bahwa pengetahuan yang mereka miliki tidak memadai untuk memenuhi tujuan yang mereka miliki. Menurut Guha (dalam Puspitadewi et al, 2016, p. 23), kebutuhan informasi pengguna dapat dilihat melalui beberapa pendekatan, yaitu: 1. Pendekatan Kebutuhan Informasi Mutakhir (Current Need Approach) Merupakan kebutuhan akan informasi terbaru yang mendorong setiap pengguna informasi untuk selalu aktif untuk mendapatkan informasi yang terbaru. Pengguna informasi harus selalu berinteraksi dengan sistem informasi untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkannya guna meningkatkan pengetahuannya. Pendekatan kebutuhan informasi mutakhir akan memotivasi pengguna untuk berinteraksi dengan sistem informasi setiap saat agar dapat memenuhi kebutuhan informasi yang terbaru dan teraktual setiap harinya. 2. Pendekatan Kebutuhan Informasi Rutin (Everyday Need Approach) Pendekatan kebutuhan informasi rutin bersifat spesifik dan cepat, di mana pendekatan kebutuhan ini menuntut adanya jawaban yang tepat dari pengolahan informasi dalam memenuhi kebutuhan pengguna informasi. 3. Pendekatan Kebutuhan Informasi Mendalam (Exhaustive Need Approach) Pendekatan kebutuhan informasi mendalam mengisyaratkan adanya suatu ketergantungan yang tinggi dari pengguna terhadap informasi yang dibutuhkan. Kebutuhan ini membuat pengguna informasi membutuhkan informasi yang akurat, spesifik dan lengkap. 4. Pendekatan Kebutuhan Informasi Sekilas (Cathcing Up Need Approach) Kebutuhan ini berarti seseorang membutuhkan informasi yang sekilas saja, tetapi yang dapat memberikan gambaran lengkap tentang suatu topik. Pendekatan kebutuhan ini membuat pengguna informasi juga membutuhkan informasi yang ringkas dan singkat namun jelas informasinya dan sesuai dengan kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna. Dalam memenuhi kebutuhan informasinya, seseorang akan mendatangi sumber-sumber informasi, seperti perpustakaan, museum, pusat data informasi, dan lain-lainnya. Setelah individu melakukan aktivitas pemanfaatan, akan ada feedback atau umpan balik yang menunjukkan bagaimana perilaku orang tersebut dalam menanggapi informasi yang telah didapatkan. Pemanfaatan sumber daya informasi yang dilakukan individu dipengaruhi karena adanya motivasi untuk memenuhi kebutuhan informasinya, yang secara tidak langsung membuat individu merasa ketergantungan dengan informasi tersebut. Apalagi ketika suatu media penyedia informasi berguna untuk memenuhi kebutuhan informasi individu. Hal ini menimbulkan persepsi pada individu untuk menjadikan media tersebut sebagai media utama dalam mencari informasi secara rutin. Line Today yang terdapat dalam aplikasi Line mayoritas digunakan oleh anak muda berusia 19 hingga 22 tahun yang mana sekarang memasuki usia mahasiswa. Mahasiswa sebagai bagian dari generasi Z bisa dikatakan sangat aktif dalam menggunakan media sosial. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan dengan menyebarkan Google Docs Form pada grup Line kelas setiap program studi yang ada di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (FIB Undip), pemanfaatan Line Today oleh mahasiswa cukup tinggi. Dari 59 mahasiswa yang mengisi kuesioner, 58 mahasiswa pernah membaca Line Today dan 98 persen rutin membaca Line Today setiap minggunya. Jika dibandingkan dengan mahasiswa humaniora perguruan tinggi lain yang ada di wilayah tersebut, yakni pada UIN Walisongo Semarang, dari 20 mahasiswa yang mengisi kuesioner hanya 75 persen yang pernah mengakses Line Today dan 58 persen yang membacanya setiap minggu. Penggunaan ini lebih kecil jika dibandingkan dengan mahasiswa FIB Undip. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pemanfaatan Line Today oleh mahasiswa FIB Undip terhadap pemenuhan kebutuhan informasi melalui indikator Usability dan pendekatan kebutuhan informasi.
Method
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Penelitian ini bersifat deskriptif yang mana menggambarkan hubungan antar dua variabel, yaitu variabel pemanfaatan Line Today dan variabel pemenuhan kebutuhan informasi. Populasi dalam penelitian ini adalah 2.763 mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang, dengan sampel sebanyak 310 responden yang ditentukan menggunakan proportionate stratified random sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner skala likert untuk mengukur pemanfaatan Line Today sebagai sarana pemenuhan kebutuhan informasi mahasiswa FIB Undip. Data yang telah terkumpul kemudian diolah menggunakan analisis statistik deskriptif yaitu dimulai dari proses pengkodean data (data coding), pemindahan data ke komputer (data entering), pembersih data (data cleaning), penyajian data (data output), penganalisisan data (data analyzing). Untuk menjaga kualitas penelitian, digunakan uji normalitas, uji instrumen, uji koefisien korelasi dan uji hipotesis. Data disajikan menggunakan tabel frekuensi yang setiap indikatornya dilakukan analisis deskriptif.
Result & Discussion
Hasil analisis mengenai variabel pemanfaatan Line Today dan variabel pemenuhan kebutuhan informasi oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (FIB Undip) Semarang diukur dengan menggunakan indikator Usability dan pendekatan kebutuhan informasi yang dinyatakan ke dalam 30 butir pernyataan. Sebelum dilakukan analisis deskriptif pada penelitian ini dilakukan uji instrumen yang meliputi uji validitas dan uji reliabilitas yang didapatkan berdasarkan hasil pengolahan data kuesioner dari 30 orang responden. Tabel 1. Hasil Uji Validitas Variabel Indikator Q r hitung r tabel Ket. Pemanfaatan Line Today berdasarkan Teori Usability Rubin dan Chisnell (X) Effectiveness (Efektivitas) 1 0,619 0,361 Valid 2 0,669 0,361 Valid 3 0,744 0,361 Valid Efficiency (Efisiensi) 4 0,653 0,361 Valid 5 0,690 0,361 Valid 6 0,826 0,361 Valid 7 0,755 0,361 Valid 8 0,827 0,361 Valid 9 0,815 0,361 Valid Satisfaction (Kepuasan) 10 0,706 0,361 Valid 11 0,807 0,361 Valid 12 0,762 0,361 Valid 13 0,636 0,361 Valid 14 0,592 0,361 Valid 15 0,713 0,361 Valid Learnability (Mudah Dipelajari) 16 0,627 0,361 Valid 17 0,662 0,361 Valid 18 0,734 0,361 Valid Current Need Approach (Pendekatan Kebutuhan Informasi Mutakhir) 19 0,680 0,361 Valid Pemenuhan Kebutuhan Informasi berdasarkan Teori Guha (Y) 20 0,687 0,361 Valid 21 0,689 0,361 Valid Everyday Need Approach (Pendekatan Kebutuhan 22 0,714 0,361 Valid 23 0,689 0,361 Valid 24 0,787 0,361 Valid Informasi Rutin) Exhaustive 25 0,701 0,361 Valid Need 26 0,833 0,361 Valid Approach 27 0,722 0,361 Valid (Pendekatan Kebutuhan Informasi Mendalam) Catching Up 28 0,678 0,361 Valid Need 29 0,745 0,361 Valid Approach 30 0,618 0,361 Valid (Pendekatan Kebutuhan Informasi Sekilas) Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Pengolahan data menggunakan IBM SPSS Statistics 23 dan tingkat signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0,05. Uji signifikansi dilakukan dengan membandingkan r tabel dengan r hitung. Hasil uji validitas penelitian ini diketahui bahwa pernyataan dikatakan valid apabila r hitung > 0,361. Berdasarkan tabel 1, dari 30 butir pernyataan yang telah diisi oleh responden, semuanya dikatakan valid karena memiliki r hitung yang lebih besar dari pada r tabel, sehingga seluruh pernyataan dari variabel penelitian ini dianggap layak untuk diujikan. Uji reliabilitas juga dilakukan sebagai langkah uji instrumen dalam penelitian ini. Uji reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana alat ukur dapat dipercaya. Uji reliabilitas dilakukan setelah semua pernyataan dinyatakan valid untuk memastikan bahwa pernyataan pada kuesioner saling berhubungan. Uji reliabilitas digunakan untuk menetapkan apakah kuesioner dapat digunakan lebih dari satu kali, paling tidak untuk responden yang sama. Pengolahan data menggunakan IBM SPSS Statistics 23. Penghitungan reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Cronbach Alpha. Variabel dapat dikatakan reliabel atau dapat dipercaya apabila nilai Cronbach Alpha > 0,06. Uji reliabilitas dilakukan dengan metode Cronbach Alpha, jika suatu kuesioner memiliki nilai Cronbach Alpha > 0,60 maka kuesioner tersebut dinyatakan reliabel (Ghozali, 2011). Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Cronbach Alpha Angka Standar Reliabel Keterangan Pemanfaatan Line Today (X) 0,949 0,60 Reliabel Pemenuhan Kebutuhan Informasi (Y) 0,934 0,60 Reliabel . Berdasarkan tabel uji reliabilitas pada tabel 2, nilai Cronbach Alpha lebih besar dari 0,60 yang dapat disimpulkan bahwa seluruh butir pertanyaan pada setiap variabel dinyatakan reliabel. Sebelum dilakukan analisis deskriptif, perlu diketahui terlebih dahulu apakah data berdistribusi normal atau tidak. Data yang baik merupakan data yang berdistribusi normal, untuk itu perlu dilakukan uji normalitas untuk mengetahui pola distribusi data dalam penelitian ini. Berdasarkan pengalaman empiris beberapa pakar statistik, data yang banyaknya lebih dari 30 angka (n > 30), maka sudah dapat diasumsikan berdistribusi normal (Hidayat, 2013). Namun untuk memberikan kepastian, data yang dimiliki berdistribusi normal atau tidak, sebaiknya dilakukan uji normalitas. Karena belum tentu data yang lebih dari 30 bisa dipastikan berdistribusi normal, demikian sebaliknya data yang banyaknya kurang dari 30 belum tentu tidak berdistribusi normal, untuk itu perlu suatu pembuktian (Hidayat, 2013) dengan langkah uji normalitas. Uji normalitas dalam penelitian ini dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Suatu data dinyatakan berdistribusi normal jika nilai Asymp Sig (2-tailed) hasil perhitungan Kolmogorov-Smirnov lebih besar dari 0,05. Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Variabel KolmogorovSmirnov Keterangan Pemanfaatan Line Today dan Pemenuhan Kebutuhan Informasi N Sig. Berdistribusi Normal 310 0,057 Berdasarkan hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov pada tabel 3, dengan jumlah data 310 dan nilai signifikansi yang dihasilkan yaitu 0,057 yang berarti lebih besar dari 0,05 dapat dinyatakan bahwa data berdistribusi normal, sehingga dapat dilanjutkan pada proses analisis deskriptif. 3.1 Hasil Analisis Deskriptif Pada penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu variabel pemanfaatan Line Today dan variabel pemenuhan kebutuhan informasi. Bentuk analisis deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menyajikan frekuensi dan mean untuk mendeskripsikan tanggapan responden atas setiap pernyataan yang diajukan yang didapatkan dari hasil output olah data IBM SPSS Statistics 23. Untuk mengukur tingkat pemanfaatan Line Today dan pemenuhan kebutuhan informasi mahasiswa FIB Undip pada setiap pernyataan pada kuesioner digunakan skala interval likert. Rumus untuk menentukan skala interval yang dikemukakan oleh Sugiyono (2007, p. 172) adalah sebagai berikut: I = 5 + 1 5 = 0, 8 Berdasarkan perhitungan sebelumnya, maka interval yang dapat digunakan untuk menentukan panjang interval adalah 0,8. Berikut skala interval likert untuk menginterpretasikan nilai pertanyaan kuesioner: Sangat Tidak Efektif = 1,00 – 1,79 Tidak Efektif = 1,80 – 2,59 Cukup Efektif = 2,60 – 3,39 Efektif = 3,40 – 4,19 Sangat Efektif = 4,20 – 5,00 Berikutnya akan dijelaskan tentang tabel frekuensi dan nilai rata- rata variabel pemanfaatan Line Today dan pemenuhan kebutuhan informasi mahasiswa FIB Undip berdasarkan nilai mean tertinggi dari indikator yang merupakan kesimpulan dari analisis deskriptif kuantitatif. 3.1.1 Pemanfaatan Line Today Pengukuran pemanfaatan Line Today dilakukan menggunakan parameter Usability. Dalam variabel pemanfaatan Line Today dapat diketahui dan diukur dalam indikator yang kemudian dinyatakan dalam 18 pernyataan. Indikator-indikator dalam variabel ini akan dijabarkan sebagai berikut: 1) Efektivitas (Effectivity) Pemanfaatan Line Today bagi Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Efektivitas Line Today bagi mahasiswa FIB Undip adalah untuk mengetahui apakah Line Today dapat menyuguhkan informasi dan berfungsi secara efektif, yaitu saat melakukan pencarian informasi tertentu dalam sistem atau aplikasi, hasil yang akan didapat akan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Efektivitas penggunaan Line Today dituangkan dalam pernyataan nomor 1, 2 dan 3. Tabel 4. Kegunaan Line Today untuk Menemukan Berbagai Informasi Jawaban Frekuensi Persentase Mean Sangat Tidak Setuju 8 2,6% Tidak Setuju 55 17,7% Cukup Setuju 124 40,0% 3,26 Setuju 94 30,3% Sangat Setuju 29 9,4% Jumlah 310 100,0% Berdasarkan tabel 4, dapat diketahui bahwa sebanyak 124 responden (40,0%) menyatakan cukup setuju, 94 responden (30,3%) menyatakan setuju dan 29 responden (9,4%) menyatakan sangat setuju. Sedangkan 55 responden (17,7%) menyatakan tidak setuju dan 8 responden (2,6%) menyatakan sangat tidak setuju terhadap pernyataan “Line Today berguna dalam membantu saya menemukan berbagai informasi”. Nilai mean yang dihasilkan adalah 3,26. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat dikatakan bahwa tingkat pemanfaatan pengguna pada Line Today untuk menemukan berbagai informasi dalam kategori cukup efektif. 2) Efisiensi (Efficiency) Line Today bagi Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Efisiensi Line Today bagi mahasiswa FIB Undip digunakan untuk mengetahui apakah Line Today secara keseluruhan dapat digunakan untuk mendapat informasi secara efisien. Efisiensi penggunaan Line Today dituangkan dalam pernyataan nomor 4, 5, 6, 7, 8 dan 9. Tabel 5. Kecepatan Membuka Line Today Jawaban Frekuensi Persentase Mean Sangat Tidak Setuju 12 3,9% Tidak Setuju 31 10,0% Cukup Setuju 113 36,5% 3,46 Setuju 110 35,5% Sangat Setuju 44 14,2% Jumlah 310 100,0% Berdasarkan tabel 5, dapat diketahui bahwa sebanyak 113 responden (36,5%) menyatakan cukup setuju, 110 responden (35,5%) menyatakan setuju dan 44 responden (14,2%) menyatakan sangat setuju. Sedangkan 31 responden (10,0%) menyatakan tidak setuju dan 12 responden (3,9%) menyatakan sangat tidak setuju terhadap pernyataan “Waktu yang diperlukan untuk membuka Line Today cepat”. Nilai mean yang dihasilkan adalah 3,46. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat dikatakan bahwa tingkat pemanfaatan pengguna pada Line Today untuk kecepatan dalam membuka Line Today dalam kategori efektif. 3) Kepuasan (Satisfaction) Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro dalam Pemanfaatan Line Today Kepuasan mahasiswa FIB Undip dalam pemanfaatan Line Today dalam penelitian ini diukur dengan mengevaluasi tampilan dan konten-konten yang tersedia pada Line Today. Indikator kepuasan pemanfaatan Line Today dituangkan dalam pernyataan nomor 10, 11, 12, 13, 14 dan 15. Tabel 6. Kemudahan untuk Mengerti Menu-menu yang Ditampilkan pada Line Today Jawaban Frekuensi Persentase Mean Sangat Tidak Setuju 2 0,6% Tidak Setuju 23 7,4% Cukup Setuju 108 34,8% 3,61 Setuju 139 44,8% Sangat Setuju 38 12,3% Jumlah 310 100,0% Berdasarkan tabel 6, dapat diketahui bahwa sebanyak 108 responden (34,8%) menyatakan cukup setuju, 139 responden (44,8%) menyatakan setuju dan 38 responden (12,3%) menyatakan sangat setuju. Sedangkan 23 responden (7,4%) menyatakan tidak setuju dan 2 responden (0,6 %) menyatakan sangat tidak setuju terhadap pernyataan “Menu-menu yang ditampilkan pada Line Today mudah untuk dimengerti”. Nilai mean yang dihasilkan adalah 3,61. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat dikatakan bahwa tingkat pemanfaatan pengguna pada Line Today tentang kemudahan untuk mengerti menu-menu yang ditampilkan pada Line Today dalam kategori efektif. 4) Learnability Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro terhadap Line Today Learnability adalah seberapa cepat pengguna dapat memulai pencarian, berapa banyak pertanyaan yang dijawab dengan benar dan berapa banyak waktu yang diperlukan untuk menemukan jawaban yang dibutuhkan. Learnability mahasiswa FIB Undip terhadap Line Today adalah untuk mengukur seberapa besar usaha yang harus dilakukan mahasiswa FIB Undip untuk memahami Line Today. Learnability pemanfaatan Line Today dituangkan dalam pernyataan nomor 16, 17 dan 18. Tabel 7. Kemudahan untuk Memahami Menu-menu yang Ada pada Line Today Jawaban Frekuensi Persentase Mean Sangat Tidak Setuju 6 1,9% Tidak Setuju 25 8,1% Cukup Setuju 109 35,2% 3,57 Setuju 127 41,0% Sangat Setuju 43 13,9% Jumlah 310 100,0% Berdasarkan tabel 7, dapat diketahui bahwa sebanyak 109 responden (35,2%) menyatakan cukup setuju, 127 responden (41,0%) menyatakan setuju dan 43 responden (13,9%) menyatakan sangat setuju. Sedangkan 25 responden (8,1%) menyatakan tidak setuju dan 6 responden (1,9%) menyatakan sangat tidak setuju terhadap pernyataan “Saya dapat memahami menu-menu yang ada pada Line Today”. Nilai mean yang dihasilkan adalah 3,57. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat dikatakan bahwa tingkat pemanfaatan pengguna pada Line Today tentang kemudahan pengguna untuk memahami menumenu yang ada pada Line Today dalam kategori efektif. 3.1.2 Pemenuhan Kebutuhan Informasi Kebutuhan informasi merupakan suatu bentuk pengakuan dari adanya ketidakpastian dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk mencari informasi. Indikator dalam kebutuhan informasi dalam penelitian ini terdiri dari current need approach, everyday need approach, exhaustive need approach dan catching up need approach. Dalam variabel pemenuhan kebutuhan informasi dapat diketahui dan diukur dalam indikator yang kemudian dinyatakan dalam 12 pernyataan. Indikator-indikator dalam variabel ini akan dijabarkan sebagai berikut: 1) Current Need Approach (Pendekatan Kebutuhan Informasi Mutakhir) Pendekatan kebutuhan akan informasi terbaru mendorong setiap pengguna informasi untuk selalu aktif untuk mendapatkan informasi yang terbaru. Pendekatan kebutuhan informasi mutakhir akan memotivasi pengguna untuk berinteraksi dengan sistem informasi setiap saat agar dapat memenuhi kebutuhan informasi yang terbaru dan teraktual setiap harinya. Tabel 8. Ketersediaan Topik-topik Terbaru dalam Line Today Jawaban Frekuensi Persentase Mean Sangat Tidak Setuju 2 0,6% Tidak Setuju 20 6,5% Cukup Setuju 78 25,2% 3,82 Setuju 141 45,5% Sangat Setuju 69 22,3% Jumlah 310 100,0% Berdasarkan tabel 8, dapat diketahui bahwa sebanyak 78 responden (25,2%) menyatakan cukup setuju, 141 responden (45,5%) menyatakan setuju dan 69 responden (22,3%) menyatakan sangat setuju. Sedangkan 20 responden (6,5%) menyatakan tidak setuju dan 2 responden (0,6%) menyatakan sangat tidak setuju terhadap pernyataan “Line Today menyediakan topik-topik yang terbaru”. Nilai mean yang dihasilkan adalah 3,82. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat dikatakan bahwa tingkat Line Today dalam menyediakan topik-topik terbaru termasuk dalam kategori efektif. 2) Everyday Need Approach (Pendekatan Kebutuhan Informasi Rutin) Pendekatan kebutuhan informasi rutin bersifat spesifik dan cepat, di mana pendekatan kebutuhan ini menuntut adanya jawaban yang tepat dari pengolahan informasi dalam memenuhi kebutuhan pengguna informasi Pendekatan kebutuhan informasi rutin dituangkan dalam pernyataan nomor 22, 23 dan 24. Tabel 9. Kemudahan Akses Line Today Setiap Harinya untuk Pemenuhan Kebutuhan Informasi Jawaban Frekuensi Persentase Mean Sangat Tidak Setuju 5 1,6% Tidak Setuju 46 14,8% Cukup Setuju 116 37,4% 3,44 Setuju 94 30,3% Sangat Setuju 49 15,8% Jumlah 310 100,0% Berdasarkan tabel 9, dapat diketahui bahwa sebanyak 116 responden (37,4%) menyatakan cukup setuju, 94 responden (30,3%) menyatakan setuju dan 49 responden (15,8%) menyatakan sangat setuju. Sedangkan 46 responden (14,8%) menyatakan tidak setuju dan 5 responden (1,6%) menyatakan sangat tidak setuju terhadap pernyataan “Line Today dapat diakses setiap hari guna memenuhi kebutuhan informasi saya”. Nilai mean yang dihasilkan adalah 3,44. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat dikatakan bahwa tingkat kemudahan akses Line Today setiap harinya untuk pemenuhan kebutuhan informasi pengguna termasuk dalam kategori efektif. 3) Exhaustive Need Approach (Pendekatan Kebutuhan Informasi Mendalam) Pendekatan kebutuhan informasi mendalam mengisyaratkan adanya suatu ketergantungan yang tinggi dari pengguna terhadap informasi yang dibutuhkan, yaitu informasi yang akurat, spesifik dan lengkap. Pendekatan kebutuhan informasi mutakhir dituangkan dalam pernyataan nomor 25, 26 dan 27. Tabel 10. Relevansi Informasi yang Tersedia dalam Line Today dengan Kebutuhan Informasi Jawaban Frekuensi Persentase Mean Sangat Tidak Setuju 5 1,6% Tidak Setuju 78 25,2% Cukup Setuju 159 51,3% 2,97 Setuju 57 18,4% Sangat Setuju 11 3,5% Jumlah 310 100,0% Berdasarkan tabel 10, dapat diketahui bahwa sebanyak 159 responden (51,3%) menyatakan cukup setuju, 57 responden (18,4%) menyatakan setuju dan 11 responden (3,5%) menyatakan sangat setuju. Sedangkan 78 responden (25,2%) menyatakan tidak setuju dan 5 responden (1,6%) menyatakan sangat tidak setuju terhadap pernyataan “Line Today menyediakan informasi yang relevan dengan kebutuhan informasi saya”. Nilai mean yang dihasilkan adalah 2,97. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat dikatakan bahwa tingkat kerelevanan informasi yang tersedia dalam Line Today dengan kebutuhan informasi mahasiswa FIB Undip dalam kategori cukup efektif. 4) Catching Up Need Approach (Pendekatan Kebutuhan Informasi Sekilas) Kebutuhan ini berarti seseorang membutuhkan informasi yang sekilas saja, tetapi yang dapat memberikan gambaran lengkap tentang suatu topik. Pendekatan kebutuhan ini membuat pengguna informasi juga membutuhkan informasi yang ringkas dan singkat namun jelas informasinya dan sesuai dengan kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna. Pendekatan kebutuhan informasi sekilas dituangkan dalam pernyataan nomor 28, 29 dan 30. Tabel 11. Ketersediaan Informasi yang Up To Date dalam Line Today Jawaban Frekuensi Persentase Mean Sangat Tidak Setuju 6 1,9% Tidak Setuju 33 10,6% Cukup Setuju 129 41,6% 3,46 Setuju 97 31,3% Sangat Setuju 45 14,5% Jumlah 310 100,0% Berdasarkan tabel 11, dapat diketahui bahwa sebanyak 129 responden (41,6%) menyatakan cukup setuju, 97 responden (31,3%) menyatakan setuju dan 45 responden (14,5%) menyatakan sangat setuju. Sedangkan 33 responden (10,6%) menyatakan tidak setuju dan 6 responden (1,9%) menyatakan sangat tidak setuju terhadap pernyataan “Line Today memberikan informasi yang up to date sehingga kebutuhan informasi saya terpenuhi”. Nilai mean yang dihasilkan adalah 3,46. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat dikatakan bahwa tingkat ketersediaan informasi yang up to date dalam Line Today yang memenuhi kebutuhan informasi mahasiswa FIB Undip termasuk dalam kategori efektif. 3.2 Hasil Uji Hipotesis Dalam penelitian ini dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan taraf signifikansi 5% dengan menggunakan IBM SPSS Statistics 23. Hipotesis dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: H0: Tidak ada hubungan yang positif dan signifikan antara pemanfaatan Line Today terhadap pemenuhan kebutuhan informasi mahasiswa FIB Undip. Ha: Ada hubungan yang positif dan signifikan antara pemanfaatan Line Today terhadap pemenuhan kebutuhan informasi mahasiswa FIB Undip. Pada penelitian ini uji hipotesis dilakukan dengan melihat hasil koefisien korelasi Pearson Product- Moment dengan kriteria sebagai berikut: a. Ha ditolak dan H0 diterima jika nilai signifikan α > 0,05, maka dinyatakan tidak ada hubungan antara pemanfaatan Line Today terhadap pemenuhan kebutuhan informasi mahasiswa FIB Undip. b. Ha diterima dan H0 ditolak jika nilai signifikan α < 0,05, maka dinyatakan ada hubungan antara pemanfaatan Line Today terhadap pemenuhan kebutuhan informasi mahasiswa FIB Undip. Hasil hipotesis menunjukkan diterima atau tidaknya hipotesis yang diajukan dalam penelitian. Hasil uji hipotesis dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 12 . Koefisien Korelasi Correlations Pemanfaatan Line Today (X) Pemenuhan kebutuhan informasi (Y) Pemanfaatan Line Today (X) Pearson Correlation 1 .809** Sig. (2-tailed) .000 N 310 310 Pemenuhan kebutuhan informasi (Y) Pearson Correlation .809** 1 Sig. (2-tailed) .000 N 310 310 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Berdasarkan tabel koefisien korelasi diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 yang artinya lebih kecil dari 0,05, maka dalam uji hipotesis Ha diterima dan H0 ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara pemanfaatan Line Today terhadap pemenuhan kebutuhan informasi mahasiswa FIB Undip. Tabel koefisien korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel X dan variabel Y sebesar 0,000. Hasil koefisien korelasi menunjukkan adanya korelasi positif yang sangat kuat sebesar 0,809. Hal ini dapat diartikan bahwa hubungan antara variabel pemanfaatan Line Today terhadap variabel pemenuhan kebutuhan informasi adalah hubungan positif yang sangat kuat, signifikan dan searah, sehingga jika nilai variabel pemanfaatan Line Today tinggi, maka nilai variabel pemenuhan kebutuhan informasi akan tinggi pula.
Conclusion
Hasil penelitian dan analisis data terhadap tanggapan 310 responden mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (FIB Undip) mengenai pemanfaatan Line Today sebagai news aggregator dalam pemenuhan kebutuhan informasi terutama bagi generasi Z, dapat ditarik simpulan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat kuat sebesar 0,809 antara pemanfaatan Line Today terhadap pemenuhan kebutuhan informasi mahasiswa FIB Undip. Uji hipotesis dilakukan dengan menganalisis hasil koefisien korelasi Pearson Product-Moment. Hasilnya didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,000. Kriteria penolakan H0 adalah jika nilai signifikan α < 0,05, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak karena diperoleh nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima yaitu ada hubungan yang positif dan signifikan antara pemanfaatan Line Today terhadap pemenuhan kebutuhan informasi mahasiswa FIB Undip.