Perilaku Pencarian Informasi Fresh Graduate Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro dalam Mencari Pekerjaan
Universitas Diponegoro; Universitas Diponegoro
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku pencarian informasi fresh graduate Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro dalam mencari Pekerjaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan data berupa wawancara yang dilakukan secara daring. Wawancara tersebut dilakukan melalui media berupa WhatsApp dan Line. Informan pada penelitian ini adalah sembilan fresh graduate Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro. Metode analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Model perilaku pencarian informasi pada penelitian ini adalah model yang dikemukakan oleh Meho dan Tibbo yang terdapat sepuluh tahapan yaitu: Starting, Chaining, Browsing, Differentiating, Monitoring, Extracting, Accessing, Verifying, Networking, Information Managing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pencarian informasi oleh fresh graduate Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro memiliki cara tertentu pada setiap tahapan pencarian informasi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa saat melakukan pencarian informasi mengenai lowongan pekerjaan, terdapat hambatanhambatan yang dialami seperti adanya perasaan yang tidak stabil, kesulitan menentukan kata kunci yang tepat, kesulitan memahami tampilan sumber informasi, kurang menguasai bahasa asing seperti bahasa inggris, dan terbatasnya waktu untuk mencari informasi mengenai lowongan pekerjaan.
Abstract
This study aims to determine how the information behavior of graduates of the Faculty of Cultural Sciences, Diponegoro University, in finding work. The research method used in this research is a qualitative research method with a case study approach. The data collection technique was in the form of bold interviews. The interview was conducted through the media in the form of WhatsApp and Line. The informants in this study were nine fresh graduates of the Faculty of Cultural Sciences, Diponegoro University. The data analysis method used is data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The information behavior model in this study is the model proposed by Meho and Tibbo which consists of ten stages, namely: Starting, Chaining, Browsing, Differentiating, Monitoring, Extracting, Accessing, Verifying, Networking, Information Managing. The results showed that the behavior of seeking information by fresh graduates of the Faculty of Cultural Sciences, Diponegoro University, had a certain way at each stage of information seeking. The results also show that when conducting information about job vacancies, there are obstacles experienced such as feeling unstable, difficulty determining the right keywords to search, difficulty understanding the appearance of information sources, lack of mastery of foreign languages such as English, and limited time. to find information about job vacancies.
Keywords:
information seeking behavior
· job vacancy
· fresh graduate
Introduction
Seiring dengan adanya perkembangan informasi, kini setiap individu membutuhkan informasi. Informasi yang dicari pastinya yang memiliki tingkat keakuratan tinggi dan juga relevan. Informasi merupakan data yang sudah diolah dan dapat bermanfaat bagi penggunanya yang mana akan digunakan dalam berbagai bidang kehidupan, baik dalam menunjang kegiatan sehari-hari maupun untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Hal tersebut membuat informasi sekarang ini sangat beragam dan tersedia dalam berbagai bentuk. Setiap individu memiliki cara yang berbeda dalam memenuhi kebutuhan informasinya yang disebabkan oleh beberapa faktor. Hal ini didukung oleh pernyataan Belkin (dalam Putri dkk., 2019) bahwa “kebutuhan dan perilaku pencarian informasi dapat dipengaruhi oleh berbagai sebab, antara lain latar belakang sosial, budaya, pendidikan, tujuan yang ada dalam diri manusia tersebut serta lingkungan sosialnya”. Pandemi covid-19 yang kini sedang terjadi merupakan musibah yang memilukan bagi seluruh penduduk di dunia termasuk Indonesia. Seluruh sektor kehidupan pun menjadi terganggu dan berdampak yang cukup besar. Dengan adanya pandemi covid-19, pemerintah Indonesia membuat beberapa kebijakan untuk menghentikan penyebaran wabah ini. Antara lain yaitu menerbitkan protokol kesehatan yang diterapkan di seluruh Indonesia dan dipandu secara terpusat oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes, 2020). Selain itu pemerintah juga melakukan lockdown atau physical quarantine untuk mencegah penyebaran virus covid-19 yang juga menjadi dasar penerapan bekerja dan belajar dirumah saja dan kemudian digencarkan dengan tagar dirumah saja melalui berbagai media. Perilaku pencarian informasi tergantung pada kebutuhan dan kegiatan pencarian informasi dari orang yang bersangkutan dalam waktu tertentu yang mana harus memulai suatu proses dan juga mengakhiri proses pencarian informasi tersebut (Wilson, 1999). Perilaku pencarian informasi ini merupakan upaya pencarian informasi oleh individu dengan cara berinteraksi terhadap sumber informasi. Jadi dapat diartikan bahwa perilaku pencarian informasi merupakan suatu kemampuan setiap individu dalam mencari, mengolah dan mendapatkan informasi dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi. Seperti halnya kebutuhan informasi yang dialami oleh fresh graduate Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (FIB Undip) yang mana setelah lulus dari perkuliahan mereka akan mencari pekerjaan serta ada juga beberapa yang melanjutkan ke jenjang strata pendidikan yang lebih tinggi. Namun dari dua pilihasn tersebut, penelitian ini terfokus pada fresh graduate yang mencari informasi mengenai lowongan pekerjaan. Informasi mengenai lowongan pekerjaan, dapat diperoleh dari berbagai sumber informasi, beberapa contoh sumber informasi tersebut diantaranya adalah sumber informasi online yang menyediakan informasi lowongan pekerjaan seperti jobsDB.com yaitu merupakan situs online penyedia lowongan kerja yang sudah puluhan tahun berkecipung dalam rekrutmen online yang mana didalamnya terdapat beberapa fitur-fitur yang dapat dimanfaatkan para fresh graduate dalam mencari pekerjaan. Kemudian sumber informasi juga didapat dari berbagai media lainnya yaitu seperti media cetak, media online, kerabat maupun keluarga. Namun beberapa individu seperti fresh graduate masih terdapat kesulitan untuk mendapatkan informasi sesuai dengan kebutuhannya dikarenakan adanya keterbatasan kemampuan dalam mengakses informasi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kondisi psikologis seseorang, kondisi demografis, lingkungan sekitar, peran seseorang dalam masyarakat dan juga karakteristik sumber informasi itu sendiri. Hal ini didukung oleh pernyataan Krech, Crutchfield dan Ballachey (dalam Putri dkk., 2019) bahwa timbulnya kebutuhan informasi seseorang tetap dipengaruhi oleh kondisi fisiologis, situasi, dan kognisinya. Berdasarkan pemaparan latar belakang diatas, peneliti tertarik untuk mengkaji bagaimana perilaku pencarian informasi fresh graduate dalam mencari informasi lowongan pekerjaan. Selain itu topik penelitian perilaku pencarian informasi mengenai lowongan pekerjaan ini diharapkan memberi unsur kebaharuan dalam penelitian khusnya pada perspektif perilaku pencarian informasi sehingga menjadikan pembeda pada penelitian sebelumnya. Dengan demikian peneliti akan mengambil judul penelitian yaitu “Perilaku Pencarian Informasi Fresh Graduate Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro dalam Mencari Pekerjaan”. 2. Perilaku Pencarian Informasi Pada dasarnya arti kata perilaku adalah tingkah laku yang ditimbulkan oleh seseorang meliputi tindakan dan respon terhadap lingkungan sekitar. Perilaku pencarian informasi adalah upaya yang dilakukan seseorang untuk memenuhi kebutuhan inormasinya. Definisi perilaku pencarian informasi menurut Wilson: “Information searching behavior is the ‘micro-level’ of behavior employed by the searcher in interacting with information systems of all kinds. It consists of all the interaction with the system, wheter at the level of human computer interaction (for example, use of the mouse and clicks on links) or at the intellectual level (for example, adopting a Boolean search strategy or determining the criteria for deciding which of two books selected from adjacent places on a library shelf is most useful), which will also involve mental acts, such as judging the relevance of data or information retrieved.” Dapat diartikan bahwa perilaku pencarian informasi merupakan perilaku di tingkat mikro yang menyertai seseorang ketika berinteraksi dengan sistem informasi karena adanya kebutuhan informasi (Olalekan dkk., 2015). Perilaku ini terdiri dari berbagai bentuk interaksi dengan sistem, baik di tingkat interaksi dengan komputer (misalnya penggunaan mouse atau tindakan mengklik sebuah link tertentu), tingkat intelektual dan mental (seperti penggunaan boleean dan memilih buku yang relevan diantara deretan buku di rak perpustakaan). Proses pencarian informasi merupakan kegiatan pengumpulan informasi yang kemudian dikelola dalam struktur pengetahuan individu. Kemudian (Pendit, 2003) mengemukakan batasan tentang perilaku informasi yaitu sebagai berikut: a. Perilaku Informasi (Information Behavior) yaitu keseluruhan perilaku manusia yang berkaitan dengan sumber dan saluran informasi, b. Perilaku Penemuan Informasi (Information Seeking Behavior) yaitu upaya menemukan kebutuhan informasi untuk memenuhi tujuan tertentu. Dalam hal ini seseorang berinteraksi dengan sistem infomasi yang manual seperti surat kabar atau perpustakaan, maupun berbasis komputer, c. Perilaku Pencarian Informasi (Information Searching Behavior) yaitu perilaku di tingkat mikro berupa perilaku mencari yang ditunjuk seseorang ketika berinteraksi dengan sistem informasi. Perilaku ini terdiri atas berbagai bentuk interaksi dengan sistem, baik di tingkat interaksi dengan komputer (misalnya penggunaan mouse atau tindakan mengklik sebuah link), maupun di tingkat intelektual dan mental (misalnya penggunaan boolean, atau keputusan memilih buku yang paling relevan diantara deretan buku di Perpustakaan), d. Perilaku Penggunaan Informasi (Information User Behavior) yaitu tindakan-tindakan fisik maupun mental yang dilakukan seseorang ketika menggabungkan informasi yang ditemukannya dengan pengetahuan dasar yang telah dimiliki sebelumnya. Berdasarkan beberapa penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa perilaku pencarian informasi merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh individu untuk memenuhi kebutuhan informasinya yang mana setiap individu memiliki perilaku pencarian informasi yang berbeda-beda. Hal tersebut dikarenakan adanya beberapa faktor yang mempengaruhi baik dari segi tingkat kebutuhan informasi yang berbeda dan dari segi kemampuan pencarian informasi oleh setiap individu. Fresh graduate yang telah menyelesaikan pendidikannya dan dinyatakan lulus dari bangku perkuliahan maka akan membutuhkan dan mencari banyak informasi mengenai pekerjaan. Maka pada peristiwa ini akan timbul suatu perilaku pencarian informasi yang beragam dikarenakan setiap mahasiswa membutuhkan masing-masing upaya untuk berpikir, mengingat, bertindak dan juga dalam memutuskan informasi yang dibutuhkan dengan menggunakan beberapa tahapan dan sumber informasi yang beragam. Oleh karena itu diperlukan acuan model perilaku pencarian informasi untuk dapat membantu proses pencarian informasi. Model perilaku pencarian informasi pada penelitian ini dikemukakan oleh Meho & Tibbo (2003) yang mana mereka mengembangkan teori perilaku pencarian informasi dari Ellis (1993) yang menghasilkan sepuluh tahapan perilaku pencarian informasi yaitu starting, chaining, browsing, differentiating, monitoring, extracting, accessing, verifying, networking, information managing.
Method
Metode penelitian adalah suatu cara ilmiah dalam mendapatkan data yang memiliki tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2018). Penelitian kualitatif adalah penelitian yang dapat digunakan apabila peneliti ingin mengeksplorasi suatu keadaaan maupun suatu objek dalam konteksnya; menemukan makna (meaning) atau memahami secara mendalam tentang suatu masalah yang dihadapi dalam bentuk data kualitatif, baik berupa gambar, kata, maupun kejadian serta dalam “natural setting” (Yusuf, 2015). Pada dasarnya, metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang berdasarkan pada pemahaman dan penyelidikan secara mendalam mengenai suatu fenomena sosial yang nantinya akan di interpretasi dan menghasilkan data deskriptif. Seperti yang diungkapkan oleh Aspers dan Corte yang mana penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa tulisan maupun lisan dan perilaku orang yang diamati serta dapat berupa gambaran rutinitas, momen, makna dalam kehidupan individu (Aspers & Corte, 2019). Pada penelitian kali ini, peneliti menggunakan pendekatan studi kasus yang didefinisikan sebagai deskripsi dan analisis yang mendalam dari bounded system (Merriam & Tisdell, 2015). Penelitian ini menggunakan metode wawancara sebagai metode pengambilan data. Kemudian informan penelitian ini diambil dengan menggunakan metode non-probability sampling yaitu teknik purposive sampling, dimana menurut Sugiyono teknik tersebut digunakan untuk pengambilan sampe penelitian yang berdasarkan pada kriteria tertentu yang sudah ditentukan oleh peneliti (Sugiyono, 2018). Berikut ini adalah kriteria informan pada penelitian, yaitu: 1. Fresh graduate Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro; 2. Fresh graduate yang lulus pada tahun 2020-2021; 3. Fresh graduate yang sedang mencari pekerjaan; 4. Fresh graduate yang bersedia menjadi informan peneliti. Pada penelitian kali ini, terdapat 9 informan penelitian, yaitu: Tabel 1. Daftar nama informan No Nama Jurusan Lulus 1 Fikrisya Ariyani Iskandar, S.Hum Ilmu Perpustakaan 29 Juli 2020 2 Muhammad Arviansyah, S.Hum Ilmu Perpustakaan 26 Maret 2021 3 Putri Nastiti Irdianti, S.S Sastra Indonesia 22 September 2020 4 5 6 7 8 9 Haifa Nita Syafilla, S.Hum Deni Wicaksono, S.Hum Umar Bayu Wisesa, S.S Gebby Marchela Dunggio, S.S Ardela Nabila, S.S Pekik Joko Sundang, S.Sos Sejarah Sejarah Bahasa dan Kebudayaan Jepang Sastra Inggris Sastra Inggris Antropologi Sosial 7 Juni 2021 20 Oktober 2020 30 Juni 2021 31 Maret 2021 17 September 2021 8 Agustus 2021
Result & Discussion
Kebutuhan informasi merupakan informasi yang dibutuhkan seseorang untuk memenuhi pekerjaan, penelitian, kepuasan rohaniah, pendidikan, dan lainnya yang mana setiap individu akan didorong untuk berinteraksi dengan berbagai sumber inforasi yang sesuai dengan kebutuhan informasinya. Terdapat kebutuhan personal yang dibagi menjadi tiga kategori sehingga memunculkan kebutuhan informasi menurut Wilson dalam (Widiyastuti, 2016) yaitu kebutuhan fisiologis yang merupakan kebutuhan sangat mendasar seperti makanan dan air, kebutuhan afektif yaitu kebutuhan emosi untuk mencapai cita-cita yang diharapkan, kemudian kebutuhan kognitif yaitu kebutuhan yang muncul berdasarkan keingintahuan untuk mengetahui sesuatu. Maka dari itu, jika dikaitkan dengan perilaku pencarian informasi, kebutuhan informasi merupakan dasar utama yang mendorong setiap individu melakukan proses pencarian informasi untuk memenuhi kebutuhannya. Pada penelitian kali ini, perilaku pencarian informasi fresh graduate Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro dalam mencari pekerjaan diawali dengan tahapan starting yaitu tahapan pertama yang dilakukan oleh individu saat akan memulai melakukan pencarian informasi berupa mengenali sumber informasi yang akan digunakan. Yang mana pada tahap ini fresh graduate memulai dengan menelusur informasi melalui media online seperti website dan Instagram. Hal ini dibuktikan melalui hasil wawancara bahwa Arviansyah lebih memilih untuk membuka lowongan pekerjaan di Website karena lebih mudah. Selain itu Deni juga mengungkap bahwa website dan Instagram lebih fleksibel untuk digunakan. Pada tahapan tersebut website yang dimaksud seperti Linkedin, Kalibrr, Jobstreet yang merupakan platform penyedia lowongan pekerjaan yang mudah digunakan. Tahapan kedua adalah chaining, yaitu tahap dimana individu mulai menghubungkan antara informasi yang telah didapat selama aktivitas starting dengan pengetahuan yang dimilikinya. Pada tahap ini fresh graduate akan membuat akun pada sumber informasi yang sudah dipilih sebelumnya untuk menelusur informasi. Hal ini dapat dibuktikan melalui hasil wawancara bahwa Risya akan bergabung dalam channel lowongan pekerjaan dan mengaktifkan akun Linkedin dan Jobstreet. Putri juga mengatakan bahwa ia akan mendaftar akun pada aplikasi Jobstreet, Linkedin, Kalibrr untuk memudahkan dalam mencari informasi lowongan pekerjaan secara online. Maka pada tahap ini dapat dilihat bahwa penggunaan aplikasi pencari pekerjaan seperti yang disebutkan sebelumnya dianggap lebih efektif karena pada masa kini perusahaan membuka lowongan pekerjaan melalui media online. Tahapan ketiga yang dilakukan oleh para fresh graduate adalah browsing yaitu tahap dimana individu menelusur informasi yang diyakini mereka akan menemukan kebutuhan informasinya. Penelusuran informasi ini dilakukan dengan mencari langsung melalui media sosial perusahaan. Seperti yang dikatakan Fikrisya bahwa ia langsung membuka website perusahaan Astra karena ingin mencari lowongan pekerjaan di perusahaan tersebut. Fresh Graduate mengaku bahwa pencarian informasi melalui media sosial perusahaan lebih mudah untuk menyesuaikan peluang kerja yang sesuai dengan yang dicari. Tahapan selanjutnya yaitu differentiating yaitu tahap dimana individu melakukan pemilahan informasi. Pada tahap ini fresh graduate melakukan pemilahan informasi agar informasi yang didapat tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan informasinya yang dilakukan dengan cara melihat kualifikasi dan kompetensi yang dicari oleh perusahaan. Hal ini dibuktikan dengan hasil wawancara Putri yang mengatakan bahwa ia melihat kualifikasi yang dicari oleh perusahaan dengan kompetensi yang dimiliki. Kemudian tahap berikutnya adalah monitoring yang mana merupakan tahapan dimana individu melakukan pemantauan terhadap sumber informasi guna mendapatkan informasi yang terbaru. Hal ini didasari dengan adanya kesadaran setiap informan akan informasi terbaru dari suatu sumber informasi. Pada tahap ini fresh graduate mengaktifkan fitur notifikasi pada sumber informasi terpilih. Karena dengan begitu, informasi mengenai lowongan pekerjaan yang terbaru dan relate dengan informasi yang dicari akan muncul dan akan terdapat pemberitahuan yang dapat disambungkan melalui email maupun pada aplikasi itu sendiri. Berdasarkan pernyataan Gebby mengatakan bahwa pada tahap ini ia mengaktifkan notifikasi yang ada pada Linkedin dan Jobstreet agar jika ada informasi lowongan pekerjaan yang terbaru maka akan langsung masuk ke email yang terdaftar. Tahapan yang keenam adalah extracting yang merupakan tahap dimana individu melakukan pencarian informasi secara lebih selektif untuk mendapatkan informasi yang relevan. Pada tahap ini fresh graduate akan melakukan analisis isi informasi yang didapat. Informan Arviansyah juga mengungkap bahwa ia menganalisis isi informasi untuk mendapatkan informasi yang relevan dan paham akan isi informasi itu sendiri. Berikutnya adalah tahap ketujuh yaitu accessing dimana individu harus tetap mengakses informasi melalui sumber informasi terpilih. Pada tahap ini fresh graduate mengakses Linkedin, Jobstreet, Kalibrr, Indeed, dan Glints karena merupakan platform pencari pekerjaan yang dapat diakses dengan mudah hanya dengan memasukkan identitas diri, pekerjaan yang dicari, dan kompetensi diri maka akan muncul rekomendasi lowingan pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan para fresh graduate. Tahap kedelapan adalah verifying yaitu tahap dimana individu memeriksa keakuratan informasi yang didapat. Hal ini didasari oleh kesadaran para fresh graduate bahwa informasi yang telah mereka dapatkan tidak bisa diterima begitu saja melainkan perlu adanya validasi agar tidak mendapat informasi yang palsu. Putri, Gebby dan Ardela juga mengungkap bahwa mereka akan mengunjungi website resmi perusahaan penyedia lowongan pekerjaan tersebut untuk memeriksa kebenaran informasi yang didapat pada saat proses pencarian informasi. Setelah itu tahap kesembilan adalah networking dimana setiap individu akan mencoba berkomunikasi kepada orang sekitar untuk mengeksplor lebih lanjut mengenai informasi yang didapatkan selama proses pencarian informasi. Ardela dan Pekik menjelaskan bahwa biasanya mereka melakukan kegiatan sharing informasi kepada teman dan keluarga yang sedang mencari pekerjaan, selain itu juga melakukan diskusi mengenai informasi lowongan pekerjaan yang didapat untuk menambah wawasan dan pengetahuan antar sesama. Tahapan akhir adalah information managing yaitu tahap dimana individu menyimpan, mengelola, mengumpulkan, ataupun menggunakan informasi yang sudah didapat selama proses pencarian informasi. Pada tahap ini fresh graduate memanfaatkan fitur screenshot pada laptop maupun smartphone untuk menyimpan informasi yang sudah didapat Haifa memaparkan bahwa ia menyimpan informasi pada emailnya. Kemudian daripada itu, fresh graduate akan mengasah kemampuan seperti public speaking, team work, hard skill, dan soft skill. Selain itu mereka juga mempersiapkan persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan terkait dengan lowongan pekerjaan yang akan dilamar nantinya. Pengorganisasian informasi lowongan pekerjaan ini tentunya dilakukan untuk memudahkan temu balik informasi serta untuk mempersingkat efektivitas waktu. Pada saat melakukan pencarian informasi seperti yang telah dijelaskan di atas, para fresh graduate juga mengalami hambatan selama pencarian informasi lowongan pekerjaan. Pertama hambatan psikologis yaitu hambatan yang berasal dari dalam diri informan. Hambatan yang umum terjadi adalah adanya tuntutan dari keluarga, orang sekitar, maupun diri sendiri sehingga mengakibatkan kondisi psikis kurang stabil yang mengakibatkan pencarian informasi tidak maksimal. Informan Haifa mengungkap bahwa ia tidak melanjutkan pencarian informasi apabila mood sedang tidak stabil, maka ia akan mengatasinya dengan berolahraga untuk meningkatkan mood-nya kembali. Hambatan yang kedua adalah hambatan demografis yaitu hambatan yang berasal dari adanya keterbatasan pengetahuan. Dalam hal ini, Deni dan Ardela mengatakan bahwa mereka pernah beberapa kali mengalami kesulitan menentukan kata kunci dalam mencari informasi lowongan pekerjaan sehingga kedua fresh graduate tersebut akan mencari kata kunci lainnya yang dianggap tepat untuk mencari informasi lowongan pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhannya dan bertanya kepada teman maupun keluarga yang lebih berpengalaman. Hambatan yang ketiga adalah hambatan peran dan hubungan interpersonal yang mana merupakan hambatan yang disebabkan adanya keterbatatasan kondisi fisiologis. Hambatan ini yang terjadi pada Pekik adalah terbatasnya kemampuan berbahasa asing yaitu bahasa Inggris, sehingga ia lebih memilih lowongan pekerjaan dengan skala nasional yang lebih memudahkan ia untuk melamar pekerjaan. Hambatan berikutnya adalah lingkungan yang mana hambatan ini juga dapat berupa status ekonomi dari setiap individu yang melakukan pencarian informasi. Hal itu mempengaruhi setiap individu karena apabila dengan status ekonomi yang tinggi maka fasilitas dalam pencarian informasi pun akan memadai, sedangkan individu yang dengan status ekonomi minim maka akan lebih sulit dalam melakukan proses pencarian informasi lowongan pekerjaan seperti terkendalanya pembelian kuota internet. Hambatan terakhir yang mempengaruhi dalam pencarian informasi adalah karakteristik sumber informasi. Hambatan ini disebabkan karena adanya keterbatasan konten informasi yang didapat fresh graduate. Terdapat tiga komponen utama yang dibutuhkan dalam mencari informasi lowongan pekerjaan yaitu kualitas, kredibelitas, dan kemutakhiran informasi. Sehingga fresh graduate membutuhkan perhatian dan waktu tertentu yang difokuskan selama proses pencarian informasi berlangsung. Seperti yang diungkapkan oleh Umar, bahwa ia biasanya mencari informasi lowongan pekerjaan pada hari Senin, kemudian Pekik yang berkata bahwa biasanya mencari informasi lowongan pekerjaan pada pagi hari pukul sembilan, serta Fikrisya yang memaparkan bahwa ia mencari informasi pada pagi dan malam hari karena jika siang hari maka tidak fokus. Pada pemaparan diatas, dapat dilihat bahwa perilaku pencarian informasi pada setiap fresh graduate Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro memiliki cara tertentu yang berpengaruh pada setiap tindakan dan keputusan yang akan diambil dalam memenuhi kebutuhan informasinya mengenai informasi lowongan pekerjaan.
Conclusion
Berdasarkan hasil analisis penelitian mengenai perilaku pencarian informasi fresh graduate Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro dalam mencari pekerjaan maka dapat ditarik kesimpulan yaitu pertama, pada tahapan starting yaitu fresh graduate memulai langkah awal dengan memilih media pencari informasi yaitu media online seperti Website perusahaan, Linkedin, Instagram, Jobstreet, Kalibrr dengan alasan karena akses yang lebih mudah dan efisien. Kedua, pada tahapan chaining yaitu fresh graduate melakukan tindak lanjut dari pengetahuan yang sudah didapat pada tahap sebelumnya yaitu mulai membuat akun di aplikasi penyedia lowongan pekerjaan dan kemudian mulai menelusur. Fresh graduate juga mengatakan bahwa mereka mencari informasi melalui media online karena lebih efisien waktu dan banyaknya perusahaan yang membuka lowongan secara online. Ketiga, pada tahapan browsing seluruh fresh graduate memilih untuk melihat isi dari informasi lowongan pekerjaan. Keempat, pada tahapan differentiating yaitu fresh graduate menyaring informasi yang didapat dengan melihat kualifikasi dan kompetensi yang dicari oleh perusahaan. Kelima, pada tahapan monitoring yaitu fresh graduate memantau informasi dengan cara mengaktifkan notifikasi serta membuka secara berkala pada platform penyedia lowongan pekerjaan. Keenam, pada tahapan extracting yaitu fresh graduate melakukan pencarian yang lebih selektif terkait informasi yang relevan dan akurat dari sumber informasi yang resmi. Ketujuh, pada tahapan accessing yaitu fresh graduate mengakses informasi melalui sumber tertentu seperti website resmi karir perusahaan, Instagram perusahaan, serta melalui website Linkedin, Indeed, Jobstreet, Kalibrr, Glints agar selalu mendapat informasi yang terbaru. Kedelapan, pada tahapan verifying yaitu fresh graduate melakukan pemeriksaan keakuratan informasi untuk memastikan informasi yang didapat kredibel dan update serta agar terhindar dari kasus penipuan, pemalsuan, dan hal negatif dari perusahaan yang tidak pasti keberadaanya. Kemudian pada tahapan networking yaitu fresh graduate mencoba untuk berhubungan dengan orang sekitar dengan melakukan sharing informasi lowongan pekerjaan kepada teman dan keluarga. Kemudian pada tahap akhir information managing yaitu fresh graduate akan mengelompokkan informasi lowongan pekerjaan yang sudah didapat kemudian akan disimpan dalam bentuk file untuk mempermudah temu balik informasi lowongan pekerjaan. Selain itu pada saat proses pencarian informasi lowongan pekerjaan berlangsung, fresh graduate FIB Undip mengalami berbagai hambatan yaitu sebagai berikut: perasaan yang sedang tidak stabil, kesulitan dalam menentukan kata kunci terkait informasi yang diinginkan, kesulitan berbahasa asing, serta terbatasnya waktu dalam mencari informasi lowongan pekerjaan.