Kembali
16
1
2023 Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 7 · 4 ISSN 2598-3040

Pengaruh Kualitas Layanan i-Kudus Terhadap Minat Kunjung Pemustaka Pada Saat Pandemi Covid-19 di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kudus

Universitas Diponegoro; Universitas Diponegoro

Abstrak

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kualitas layanan i-Kudus terhadap minat kunjung pemustaka saat pandemi Covid-19 di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kudus, beserta untuk mengetahui berapa besar pengaruh dari layanan i-Kudus terhadap minat kunjung pemustaka saat pandemi Covid-19 di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kudus. Metode penelitian yang digunakan yakni metode kuantitatif dan teknik analisis data berupa analisis statistika deskriptif serta analisis korelasional guna mencari pengaruh kualitas layanan i-Kudus terhadap minat kunjung pemustaka. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner melalui Google Form. Responden pada penelitian ini ditentukan menggunakan Teknik Probability Sampling, lalu didapatkan responden sebanyak 50. Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa nilai sig < 0,05 maka terdapat pengaruh antara variabel X dan Y secara bersamaan, yaitu 0,005 < 0,05. Artinya dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh antara kualitas layanan i-Kudus terhadap minat kunjung pemustaka pada saat pandemi Covid-19 di Perpustakaan daerah Kabupaten Kudus.

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of i-Kudus service quality on visitor interest during the Covid-19 pandemic at the Kudus Regency Regional Library, along with to find out how much influence the i-Kudus service had on visitor interest during the Covid-19 pandemic at the District Regional Library Holy. The research method used is the quantitative method and data analysis techniques in the form of descriptive statistical analysis and correlational analysis to find the effect of i-Kudus service quality on visitor interest. The data collection technique in this study was carried out by distributing questionnaires through the Google Form. Respondents in this study were determined using the Probability Sampling Technique, and 50 respondents were obtained. The results of this study indicate that the sig value <0.05 means that there is an influence between the X and Y variables simultaneously, namely 0.005 <0.05. This means that it can be seen that there is an influence between the quality of i-Kudus services on the interest of visiting users during the Covid-19 pandemic at the Kudus Regency regional library.
Keywords: covid-19 · i-kudus · interest in visiting library

Introduction

Coronavirus termasuk salah satu virus yang mematikan dikarenakan penyebarannya yang sangat mudah dan pada keadaan tertentu orang yang terkena virus ini bisa menyebabkan kematian. Pada masa wabah pandemi Covid-19, hal ini Pemerintah menghimbau kegiatan masyarakat untuk berada di dalam rumah saja dikarenakan penularan virus ini berasal dari interaksi antara individu dengan individu yang lain. Dalam penanganan pandemi, Pemerintah melakukan perlindungan terhadap kesehatan masyarakat dengan pembatasan mobilitas, kampanye 3M , dan setiap individu wajib melakukan vaksinasi. Kondisi ini, berpengaruh cukup buruk bagi masyarakat dan sektor pendidikan, instansi sekolah pada semua jenjang dialihkan menjadi daring/online sehingga yang dimana siswa mendapatkan ilmu pengetahuan dengan belajar dari rumah melalui smartphone atau laptop. Menjadi seorang siswa, pastinya tidak terlepas dari adanya sumber pengetahuan dan informasi penting dalam menyelesaikan tugas-tugas, yakni mendapatkannya dengan memperbanyak bacaan. Perpustakaan sebagai komponen penting sarana dan prasarana sekolah dalam menyediakan akses bahan bacaan dan literasi dalam berbagai informasi. Otoritas publik tentunya juga berupaya dalam mempromosikan perpustakaan umum untuk mendapat dukungan dari masyarakat dan mengembangkan berbagai aspek serta komponen yang ada guna perpustakaan tersebut dapat terus berkembang sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan. Perpustakaan merupakan gudangnya informasi dari segala informasi yang dapat membantu pengguna perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan informasinya. Visi dan misi dari suatu perpustakaan dapat tercapai apabila perpustakaan tersebut dapat membantu pemustaka akan kebutuhan informasi yang dibutuhkan dan para pemustaka dapat merasa puas dan nyaman akan pelayanan yang diberikan oleh suatu perpustakaan. Kualitas pelayanan adalah faktor penting guna mencapai kepuasan pemustaka. Pengguna akan lebih senang dengan layanan yang diberikan oleh perpustakaan jika kualitas layanan tersebut lebih tinggi atau lebih baik. Kepuasan pengguna akan terwujud jika pelayanan yang diberikan dapat memenuhi harapan para pengguna perpustakaan. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia telah melakukan penelitian terkait Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat Indonesia pada tahun 2018. Dari penelitian tersebut didapatkan hasil data sebesar 52,92 dengan lokasi penelitian 102 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi se-Indonesia. Sedangkan pada tahun 2019, dengan penelitian yang sama didapatkan juga hasil data sebesar 53,63 dengan lokasi penelitian 102 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi se-Indonesia (PNRI, 2020). Berdasarkan laporan data dari Badan Pusat Statistika, rata-rata kunjungan perpustakaan di wilayah Jawa Tengah pada tahun 2019 sebesar 71,90%, sedangkan pada tahun 2020 memiliki rata-rata sebesar 249,73% (BPS Jateng, 2021). Masyarakat semakin sering menggunakan smartphone atau gawai seiring dengan berjalananya waktu dan kemajuan teknologi yang semakin pesat dam cepat, apalagi saat ini Indonesia sedang dilanda wabah Covid-19 yang membuat terhambatnya kegiatan masyarakat, termasuk dalam segi kunjungan pemanfaatan fasilitas perpustakaan. Berdasarkan observasi awal diketahui bahwa minat kunjung pemustaka di Perpustakaan Daerah Kudus semasa pandemi Covid-19 berlangsung juga mengalami penurunan. Melalui i-Kudus, Perpustakaan Daerah Kabupaten Kudus menyediakan e-book gratis yang dapat diakses dimanapun dan kapanpun, dikarenakan dengan pelayanan yang jauh lebih cepat, layanan peminjaman dan pengembalian e-book lebih mudah dan cepat bagi masyarakat. Pelayanan yang sudah peneliti jelaskan di atas Pemerintah Kabupaten Kudus berharap aplikasi i-Kudus ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat. 2. Landasan Teori 2.1 Perpustakaan Umum Perpustakaan yakni suatu lembaga pengelola koleksi karya tulis, cetak, dan rekaman secara profesional dengan standar sistem guna memenuhi kebutuhan informasi pengguna dalam bidang pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi (Undang-undang No. 43 Tahun 2007, Tentang Perpustakan, 2007). Perpustakaan umum adalah lembaga yang bertugas menghimpun, melestarikan, menata dan menyediakan bahan pustaka kepada masyarakat luas sebagai bentuk pembelajaran tanpa membedakan agama, pendidikan, adat istiadat, suku, ras, usia, jenis kelamin dan status sosial (Undangundang No. 43 Tahun 2007, Tentang Perpustakan, 2007). Suatu unit kerja yang di dalamnya memuat berbagai sumber informasi yang setiap saat dapat digunakan oleh pengguna perpustakaan, disana memuat berbagai informasi baik dalam bentuk bahan cetak buku, majalah, laporan, pamphlet, prosiding, manuskripnaskah, audiovisual film, slide, piringan hitam, kaset, mikro microfilm, mikrofis, mikroburam (Suwarno, 2007). Menurut Trimo (1985), tujuan didirikannya perpustakaan umum adalah untuk mendorong minat baca masyarakat sehingga dapat membantu mereka mengembangkan literasi untuk masa depan yang lebih cerah (Trimo, 1985). Dan fungsi dari adanya perpustakaan umum yakni : (1) Sebagai pusat sumber daya informasi, (2) Sebagai preservasi kebudayaan (3) Sebagai pendidikan (4) Sebagai sumber rekreasi. Sedangkan peran perpustakaan umum yakni: 1. Informasi, penelitian, pelestarian khazanah, pendidikan, budaya bangsa, rekreasi sehat dan murah, dan bermanfaat 2. Media atau penghubung antara sumber informasi dan ilmu pengetahuan yang terdapat dalam koleksi dengan pengguna perpustakaan 3. Mengembangkan komunikasi antara sesama pengguna perpustakaan atau pustakawan dengan pengguna perpustakaan 4. Mengembangkan kebiasaan minat baca dan budaya membaca 5. Sebagai motivator, fasilitator, mediator mengembangkan ilmu pengetahuan 6. Sebagai pendorong perubahan dan kemajuan budaya umat manusia 7. Lembaga pendidikan non formal bagi pengunjung perpustakaan 8. Pustakawan sebagai pembimbing dan konsultan bagi pengunjung perpustakaan 9. Penghimpun dan pelestari koleksi sumber informasi 10. Sebagai tolak ukur perkembangan masyarakat yang ditentukan dari intensitas kunjungan pengguna perpustakaan (Rahmah, 2018) 2.2. Konsep Kualitas Pelayanan Kualitas adalah totalitas fitur dan kualitas produk yang memungkinkan memenuhi kebutuhan konsumen (Gaspersz, 1997). Pelayanan merupakan kemampuan karyawan untuk menawarkan layanan dan bantuan, komitmen, juga kemampuan dalam memecahkan suatu masalah saat pemberian layanan sedang berlangsung (Armistead, 1999). Kualitas layanan menurut Lewis dan Blooms dalam (Tjiptono, 2017), merupakan ukuran mengenai seberapa baik tingkat pelayanan yang telah diberikan mampu memenuhi atau melebihi harapan pengguna. Sehubungan dengan hal dapat dikatakan bahwa konsep kualitas pelayanan mengacu pada suatu evaluasi ataupun tolak ukur dari pengguna terhadap layanan yang telah diterima dan pelayanan yang diharapkan oleh pengguna. Terdapat dua faktor, yakni jasa yang dirasakan perceived service dan jasa yang diharapakan expected service berdampak pada kualitas pelayanan. Pengguna layanan akan menggunakan penyedia layanan lagi jika layanan yang dirasakan memadai atau lebih baik dari yang diantisipasi, namun demikian jika layanan yang dirasakan tidak memadai atau jauh dari harapan pengguna maka pengguna akan ragu dan tidak tertarik dengan penyedia layanan. Dengan menawarkan layanan berkualitas tinggi pengguna dapat merasa puas dan nyaman menggunakan sumber daya perpustakaan yang pada akhirnya akan menguntungkan institusi secara keseluruhan (Rangkuti, 2002). Pasuraman et al. (1998:118) mengemukakan bahwa terdapat beberapa indikator pokok dalam menentukan kualitas pelayanan, yakni: 1. Kehandalan Kemampuan memberikan layanan yang dijanjikan dengan akurat dan handal 2. Daya tanggap Siap sedia membantu pengguna layanan dengan memberikan pelayanan yang cepat dan tanggap 3. Jaminan Kemampuan, pengetahuan, kesopanan dan keramahan dari personal serta kemampuan untuk mendapatkan kepercayaan dan keinginan 4. Empati Menjaga dan memberikan perhatian penuh secara individu atau pribadi terhadap kebutuhankebutuhan pengguna 5. Bukti langsung Fasilitas fisik, peralatan atau perlengkapan, harga dan penampilan personal dan material tertulis. 2.3. Konsep i-Kudus Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus telah menciptakan suatu aplikasi yang memudahkan kegiatan pemustaka dalam memenuhi kebutuhan informasi, yakni dengan menghadirkan i-Kudus. I-Kudus merupakan wujud inovasi dari perpustakaan digital yang diluncurkan secara gratis oleh Perpustakaan Daerah Kabupaten Kudus yang mana dengan mudah dapat diunduh melalui Playstore. Menurut Subrata (2009:1) perpustakaan digital adalah aplikasi teknologi informasi sebagai sarana penyimpanan, perolehan, dan penyebaran informasi ilmu pengetahuan dalam bentuk digital. Perpustakaan digital menawarkan akses informasi tanpa batasan waktu atau ruang, dan kapasitas penyimpanan yang tidak terbatas pada format tertentu. Perpustakaan harus memiliki koleksi dalam bentuk digital yang terorganisir agar dianggap sebagai perpustakaan digital. Oleh karena itu, diperlukan aplikasi yang dapat mendukung hal tersebut. Pendaftaran keanggotaan juga mudah, dan akses aplikasi yang sangat gampang, selain itu disitu juga terdapat layanan teman baca . Terdapat lebih dari 3.000 eksemplar di i-Kudus yang dapat dipinjam dan dibaca secara gratis, terdiri dari koleksi bacaan anak-anak, umum, agama, sosial, budaya, ilmu pengetahuan. i-Kudus dapat diakses selama 24 jam dan gratis. 2.4. Konsep Minat Kunjung Pemstaka Minat adalah dorongan dari diri seseorang yang dapat memicu ketertarikan secara efektif, yang mengarah pada pemilihan objek atau kegiatan yang menguntungkan, menghibur dan nantinya mendatangkan kepuasan dalam diri orang tersebut (Susanto, 2013). Menurut Markshefell dalam Reflinda berpendapat bahwa minat bukanlah hasil dari sifat manusia tetapi justru dapat dibentuk, diusahakan, dipelajari, dikembangkan dan minat seringkali menghasilkan inisiatif dan perilaku atau karakter manusia (Reflinda, 2017). Kecenderungan yang kuat untuk bepergian ke suatu tempat merupakan bentuk dari minat mengunjungi seseorang. Menurut Dahlan dalam (Bafadal, 2006), berbagai keadaan, dan tujuan mempengaruhi minat pengguna untuk mengunjung perpustakaan. Terdapat sejumlah elemen yang mendorong pengguna merasa betah (nyaman) dan ingin berkunjung ke perpustakaan dikarenakan: 1. Kenyamanan 2. Situasi lingkungan fisik yang memadai 3. Kondisi lingkungan sosial yang kondusif 4. Layanan yang diberikan perpustakaan Dengan begitu minat merupakan sifat psikologis seseorang yang menimbulkan rasa suka atau ketertarikan terhadap sesuatu dan mempunyai dapat mempengaruhi perilaku orang tersebut. Dorongan dalam diri individu memiliki kaitan erat dengan minat, yang pada gilirannya menumbuhkan keinginan untuk terlibat atau berpartisipasi dalam apapun yang diminati. Seseorang yang tertarik pada apapun biasanya akan merasa puas saat terlibat dalam hal itu, yang menyebabkan mereka akan memberikan perhatian yang lebih atas objek tersebut. Keingintahuan dan rasa untuk memelajari suatu objek mungkin menunjukkan perhatian yang diberikan. Faktanya, ada tujuan yang lebih spesifik meskipun alasan mendasar berkunjung adalah keinginan untuk melihat dan mengamati sesuatu yang unik. antara lain: 1. Berkunjung untuk bersenang-senang. Pengunjung datang ke perpustakaan untuk membaca buku, koran, komik 2. Berkunjung untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang baru Berkunjung dalam rangka menyelesaikan tugas atau pekerjaan. Seseorang mengunjungi perpustakaan untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan dan mempelajari bahan pustaka guna menyelesaikan pekerjaan rumah atau tugas kantornya. Kegiatan seperti ini dinamakan reading for work (Darmono, 2001). Dengan begitu minat merupakan sifat psikologis seseorang yang menimbulkan rasa suka atau ketertarikan terhadap sesuatu dan mempunyai dapat mempengaruhi perilaku orang tersebut. Dorongan dalam diri individu memiliki kaitan erat dengan minat, yang pada gilirannya menumbuhkan keinginan untuk terlibat atau berpartisipasi dalam apapun yang diminati. Seseorang yang tertarik pada apapun biasanya akan merasa puas saat terlibat dalam hal itu, yang menyebabkan mereka akan memberikan perhatian yang lebih atas objek tersebut. Keingintahuan dan rasa untuk memelajari suatu objek mungkin menunjukkan perhatian yang diberikan. Faktanya, ada tujuan yang lebih spesifik meskipun alasan mendasar berkunjung adalah keinginan untuk melihat dan mengamati sesuatu yang unik. antara lain: 1. Berkunjung untuk bersenang-senang. Pengunjung datang ke perpustakaan untuk membaca buku, koran, komik 2. Berkunjung untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang baru Berkunjung dalam rangka menyelesaikan tugas atau pekerjaan. Seseorang mengunjungi perpustakaan untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan dan mempelajari bahan pustaka guna menyelesaikan pekerjaan rumah atau tugas kantornya. Kegiatan seperti ini dinamakan reading for work (Darmono, 2001).

Method

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis data berupa analisis statistik deskriptif dan analisis statistik intervensi. Analisis statistik deskriptif merupakan analisis data yang menerangkan data asli atau mengakumulasikan data aslinya tanpa mencari atau menganalisis hubungan variabel ataupun menarik kesimpulan dari data tersebut. Analisis statistik intervensi pada penelitian ini berupa analisis korelasional dan analisis regresi linier sederhana. Populasi dalam penelitian ini adalah pemustaka yang memanfaatkan aplikasi i-Kudus. Penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini mengikuti pendapat Arikunto (2010). Apabila populasi lebih dari 100 orang, maka sampel dapat diambil 10% - 15% atau antara 20% - 25%, dalam penelitian ini populasi berjumlah 500 orang, dan sampel penelitian ini mengambil 10% dari total populasi. Jadi jumlah sampel yang diambil menjadi, 10% x 500 = 50, jumlah sampel yang akan diambil yakni 50 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan obervasi langsung ke lokasi penelitian dan menyebarkan kuesioner melalui google form kepada para responden.

Result & Discussion

4.1. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengetahui kualitas dari instrument penelitian. Pada penelitian ini uji validitasnya menggunakan metode pearson product momen dimana pengujian dilakukan apabila rhitung > rtabel, maka instrument yang digunakan valid, apabila rtabel > rhitung, maka instrument yang digunakan tidak valid. Instrumen yang memiliki nilai signifikan < 5% atau < 0,05 dapat dikatakan valid, sedangkan instrument yang memiliki nilai signifikan > 5% atau > 0,05 dikatakan tidak valid (Sunyoto, 2012). Software Statistical Package for The Social Science atau SPSS versi 29 akan dipilih dalam pengujian validitas di penelitian ini. Dalam penelitian ini, dengan jumlah responden 50 nilai rtabel yaitu 0,2787 dengan menggunakan rumus sebagai berikut : df = n-2 df = 50-2 df = 48 adalah 0,2787 Tabel 1. Uji validitas variabel X Item rhitung rtabel keterangan XI ,604** 0,2787 valid X2 ,602** 0,2787 valid X3 ,574** 0,2787 valid X4 ,584** 0,2787 valid X5 ,834** 0,2787 valid X6 ,850** 0,2787 valid X7 ,915** 0,2787 valid X8 ,844** 0,2787 valid X9 ,431* 0,2787 valid Sumber: SPSS 29 (2022) Tabel 2. Uji validitas variabel Y Item rhitung rtabel keterangan YI ,671** 0,2787 valid Y2 ,727** 0,2787 valid Y3 ,683** 0,2787 valid Y4 ,716** 0,2787 valid Y5 ,528** 0,2787 valid Y6 ,802** 0,2787 valid Sumber: SPSS 29 (2022) Berdasar tabel tersebut dapat diketahui bahwa 15 pernyataan yang terdapat dalam instrumen penelitian semua nilai r hitung > r tabel, yang dapat disimpulkan bahwa 15 pernyataan yang ada dinyatakan valid. 4.2. Uji Reliabilitas Reliabilitas akan menunjukan tingkat stabilitas serta konsistensi dari data, berupa hasil persepsi dari variabel, baik variabel bebas maupun variabel terikat (Sunyoto, 2012). Cronbach’s Alpha akan dipilih untuk uji reliabilitas pada penelitian ini, jika koefisien yang didapat > 0,6 maka instrument penelitian adalah reliabel (Darmawan, 2014). Tabel 3. Uji Reliabilitas Item Cronbach’s Alpha Keterangan Variabel X ,869 Reliability Variabel Y ,714 Reliability Sumber: SPSS 29 (2022) Berdasar tabel 5.18, nilai Croncbach’s Alpha variabel X 0,869 lebih besar dari 0,60 jadi semua pernyataan yang ada di variabel X dapat dinyatakan reliabel. Sedangkan nilai Croncbach’s Alpha variabel Y 0,714 lebih besar dari 0,60 jadi semua pernyataan yang ada di variabel Y dapat dinyatakan reliabel, yang artinya apabila nilai Cronbach’s Alpha semakin besar maka tingkat konsistensi atau kepercayaan pengukuran suatu objek semakin tinggi. 4.3. Normalitas Residual Uji normalitas residual ini digunakan guna mengetahui apakah nilai residual berdistribusi normal ataukah tidak. Dalam penelitian ini uji normalitas yang digunakan adalah Metode Uji One Sample Kolmogorov-Smirnov, dalam uji normalitas, data residual dikatakan berdistribusi normal apabila nilai signifikan lebih dari 0,05. Tabel 4. Normalitas Residual One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 50 Normal Parametersa,b Mean .0000000 Std. Deviation 2.64318112 Most Extreme Differences Absolute .124 Positive .075 Negative -.124 Test Statistic .124 Asymp. Sig. (2-tailed)c .053 Monte Carlo Sig. (2- tailed)d Sig. .053 99% Confidence Interval Lower Bound .047 Upper Bound .059 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. c. Lilliefors Significance Correction. d. Lilliefors' method based on 10000 Monte Carlo samples with starting seed 2000000. Sumber: SPSS Versi 29 (2022) Berdasar hasil uji normalitas di atas, dapat diketahui bahwa data yang dihasilkan berdistribusi normal. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai signifikansinya > 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa data pada penelitian ini adalah normal, karena nilai signifikansinya yakni 0,053 > 0,05. 4.4. Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi atau terdapat ketidaksamaan varian dari residual dalam suatu penelitian. Pengujian heteroskedastisitas pada penelitian ini menggunakan metode korelasi Sperman’s rho, dan penetuan hasil apakah tedapat masalah heteroskedastisitas adalah apabila nilai signifikan > 0,05 maka tidak terdapat masalah heteroskedastisitas, dan sebaliknya apabila nilai signifikan < 0,05 maka terdapat masalah heteroskedastisitas. Tabel 5. Uji Heterokedastisitas Correlations Kualitas iKudus Minat Kunjung Pemustaka Unstandardized Residual Spearman's rho Kualitas iKudus Correlation Coefficient 1.000 .349* -.015 Sig. (2- tailed) . .013 .918 N 50 50 50 Minat Kunjung Pemustaka Correlation Coefficient .349* 1.000 .912** Sig. (2- tailed) .013 . <.001 N 50 50 50 Unstandardized Residual Correlation Coefficient -.015 .912** 1.000 Sig. (2- tailed) .918 <.001 . N 50 50 50 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Sumber: SPSS Versi 29 (2022) Berdasar hasil uji heteroskedastisitas dapat disimpulkan bahwa nilai signifikan lebih besar dari 0,05 maka tidak terdapat masalah heteroskedastisitas, karena nilai signifikansi 0,918 > 0,05. 4.5. Korelasi Sederhana Analisis korelasi sederhana adalah analisis yang digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara dua variabel dan mengetahui arah hubungan yang terjadi antara dua variabel. Metode korelasi yang digunakan pada penelitian ini ialah metode Pearson Correlation. Dasar pengambilan keputusan dalam analisis korelasi yakni dengan melihat nilai signifikansi, jika nilai signifikansi < 0,05 maka terdapat korelasi antara variabel, jika signifikansi > 0,05 maka tidak terdapat hubungan antara variabel. Pedoman dalam memberikan interpretasi koefisien korelasi sebagai berikut: 0,00 – 0,199 = sangat rendah 0,20 – 0,399 = rendah 0,40 – 0,599 = sedang 0,60 – 0,799 = kuat 0,80 – 1,000 = sangat kuat (Sugiyono, 2007). Tabel 6. Uji Korelasi Sederhana Correlations Kualitas iKudus Minat Kunjung Pemustaka Kualitas iKudus Pearson Correlation 1 .391** Sig. (2-tailed) .005 N 50 50 Minat Kunjung Pemustaka Pearson Correlation .391** 1 Sig. (2-tailed) .005 N 50 50 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Sumber: SPSS Versi 29 (2022) Berdasarkan hasil uji korelasi di atas, diketahui antara variabel X (Layanan I-Kudus) dengan Y (Minat Kunjung) terdapat korelasi yang signifikan (0,00 < 0,05), serta dilihat dari nilai korelasinya yaitu 0,391 artinya terdapat korelasi yang rendah. 4.6. Analisis Regresi Linier Sederhana Analisis yang digunakan untuk mengukur besarnya pengaruh antara variabel independen dan dependen. Tabel 7. Analisis Model Summary Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .391a .153 .135 2.671 a. Predictors: (Constant), Kualitas iKudus Sumber: SPSS Versi 29 (2022) Analisis model summary: R adalah korelasi, yakni hubungan antara dua variabel. Dalam R menunjukan korelasi linier sederhana (Korelasi Pearson) antara X (Layanan I-Kudus) dan Y (Minat Kunjung). R yang didapat adalah 0,391 artinya terdapat hubungan positif yang rendah antara layanan i-Kudus terhadap minat kunjung. R2 adalah koefisien determinasi. Angka ini akan diubah menjadi bentuk persen. Nilai R2 didapatkan sebesar 0,153 atau 15,3% yang artinya variabel X (Layanan i-Kudus) mempengaruhi variabel Y (Minat Kunjung) sebesar 15,3%, sedangkan pada sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Tabel 8. Analisis Model Anova ANOVAa Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 61.666 1 61.666 8.646 .005b Residual 342.334 48 7.132 Total 404.000 49 a. Dependent Variabel: Minat Kunjung Pemustaka b. Predictors: (Constant), Kualitas iKudus Sumber: SPSS Versi 29 (2022) Analisis Model Anova: Model anova merupakan uji F, yang digunakan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara variabel X dan variabel Y secara bersamaan. Dasar pengambilan keputusan dalam model anova ialah jika nilai sig < 0,05 maka terdapat pengaruh antara variabel X dan Y secara bersamaan, begitupun sebaliknya apabila nilai sig > 0,05 maka tidak terdapat pengaruh antara variabel X dan Y secara bersamaan. Berdasarkan hasil model anova di atas dapat diketahui bahwa nilai sig < 0,05 maka terdapat pengaruh antara variabel X dan Y secara bersamaan, atau 0,005< 0,05. Tabel 9. Analisis Model Coefficients Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients B Std. Error Beta t Sig. 1 (Constant) 14.206 2.880 4.933 <.001 Kualitas iKudus .246 .084 .391 2.940 .005 a. Dependent Variabel: Minat Kunjung Pemustaka Sumber: SPSS Versi 29 (2022) Analisis Model Coefficients Model koefisien merupakan uji T, digunakan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara variabel X dan variabel Y secara parsial. Dasar pengambilan keputusan dalam model anova ialah apabila nilai sig < 0,05 maka terdapat pengaruh antara variabel X dan Y secara parsial, begitupun sebaliknya apabila nilai sig > 0,05 maka tidak terdapat pengaruh antara variabel X dan Y secara parsial. Berdasarkan hasil model koefisien di atas dapat diketahui bahwa nilai sig<0,05 maka ada pengaruh antara variabel X dan Y secara parsial, atau 0,000 < 0,05. Berdasar hasil analisis regresi linear sederhana di atas, dapat diketahui hasil persamaan regresi yang diperoleh sebagai berikut: Diketahui nilai constant (𝛼) sebesar 14,206, sedangkan nilai layanan (𝛽 / koefisien regresi) sebesar 0,246, sehingga persamaan regresinya dapat ditulis: Y= a + bX Y = 14,206 + (0,246)X Persamaan tersebut dapat diterjemahkan :  Konstan sebesar 14,206, mengandung arti bahwa nilai konsisten variabel minat kunjung adalah sebesar 14,206  Koefisien regresi X sebesar 0,246 menyatakan koefisien regresi tersebut bernilai positif, dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X terhadap Y adalah positif. Nilai R Square yakni 0,153 atau 15,3% yang artinya variabel X (Layanan i-Kudus) mempengaruhi variabel Y (Minat Kunjung) sebesar 15,3% sedangkan pada sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar model. 4.7. Analisis Statistika Deskriptif 1. Variabel Kualitas Layanan i-Kudus (X) Tabel 10. Statistika Deskriptif Variabel X Item Presentase Tertinggi Keterangan XI 80% Setuju X2 72% Setuju X3 76% Setuju X4 76% Setuju X5 48% Setuju X6 34% Setuju dan Tidak Setuju X7 42% Setuju X8 60% Setuju X9 84% Setuju 2. Variabel Kualitas Layanan i-Kudus (X) Tabel 11. Statistika Deskriptif Variabel Y Item Presentase Tertinggi Keterangan XI 38% Setuju dan Tidak Setuju X2 84% Setuju X3 82% Setuju X4 60% Setuju X5 80% Setuju X6 72% Setuju Hasil uji statistik di atas dapat diketahui bahwa nilai sig < 0,05 sehingga terdapat pengaruh antara variabel X dan Y secara bersamaan, yakni 0,005< 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara kualitas layanan i-Kudus terhadap minat kunjung pemustaka pada saat pandemi Covid-19 di Perpustakaan daerah Kabupaten Kudus. Berdasarkan hasil analisis jawaban kuesioner secara keseluruhan layanan i-Kudus (X) pada nomor 9 yang menunjukkan sikap kesetujuan tertinggi yaitu sebanyak 50 pengguna (100 %), bahwa penggunaan layanan i-Kudus mudah dimengerti dan tidak membingungkan. Adanya aplikasi i-Kudus tentunya menjadi pendukung kemudahan dalam mengakses baca buku. Aplikasi i-Kudus yang diluncurkan pada 2019 dan sampai saat ini telah diunduh oleh banyak pengguna. Aplikasi i-Kudus memudahkan setiap pengguna dalam mengakses buku menggunakan sistem perpustakaan digital (Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kudus, 2022). Sedangkan pada sikap ketidaksetujuan tertinggi pada item nomor 6 yaitu koleksi e-book dalam iKudus sudah relevan dan up to date sebanyak 24 orang (48%) menyatakan tidak setuju. Meskipun jenis koleksi yang ada di i-Kudus belum begitu banyak, namun koleksi tersebut cukup membantu dalam mempermudah akses membaca. Aplikasi i-Kudus sudah cukup membantu pengguna terlepas dari daftar buku yang memiliki judul tergolong belum lengkap. Dalam aspek kelengkapan buku, pengguna berpendapat bahwa jumlah judul buku yang tersedia pada aplikasi i-Kudus belum lengkap dan dirasa masih kurang. Terutama dalam menanamkan budaya baca masyarakat lebih baiknya koleksi yang disediakan harus beragam dan sesuai dengan kebutuhan informasi para pengguna, sehingga pengguna lebih mudah untuk mencari hingga menemukan koleksi yang sesuai dengan minat mereka. Hasil kuesioner kesetujuan tertinggi pada minat kunjung pustaka (Y) saat pandemi Covid- 19 yaitu iKudus mudah untuk mengakses buku tanpa harus ke perpustakaan (lockdown) sebesar 100% atau sebanyak 50 responden pengguna yang menjawab setuju. Pengguna merasa lebih mudah dalam mendapatkan koleksi dan didapatkan secara gratis (tidak dipungut biaya) sehingga beberapa pengguna merasa terbantu dengan kemudahan tersebut. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan membaca karena kemudahan akses dalam mendapatkan koleksi menjadi salah satu upaya terbaik untuk meningkatkan minat kunjung masyarakat. Koleksi dapat diakses secara gratis (tidak dipungut biaya) dan pendaftaran akun pengguna yang dilakukan diinformasikan dengan sangat mudah. i-Kudus dapat diunduh tanpa menggunakan biaya melalui play store masing-masing device, termasuk akses akun tanpa berlangganan berbayar. Dalam pendaftaran akun i-Kudus, pengguna cukup memasukkan alamat email, nomor telepon, dan verifikasi. Setelah konfirmasi pengguna memiliki akses penuh ke seluruh fitur dan layanan yang tersedia. Dengan begitu para pengguna merasa bahwa sistem akses perpustakaan sudah efektif dalam penghematan waktu. Berdasarkan hasil kuesioner ketidaksetujuan tertinggi pada minat kunjung pustaka (Y) yaitu pengguna menggunakan i-Kudus minimal 2 kali dalam seminggu saat pandemi Covid-19 sebanyak 27 orang (54%) mengatakan tidak setuju. Menurut Darmono (2001), tujuan dasar berkunjung adalah untuk melihat dan menyaksikan sesuatu yang menarik, namun dalam pelaksanaannya ada alasan yang lebih khusus yaitu berkunjung untuk memenuhi tugas atau pekerjaan. Contohnya, pemustaka berkunjung ke suatu perpustakaan untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan dan membaca koleksi untuk memenuhi tugas akademiknya ataupun pekerjaan kantornya. Kegiatan tersebut dinamakan reading for work. Hasil dari analisis pertanyaan terbuka pada penelitian ini didapatkan adanya informasi dari pengguna mengetahui layanan i-Kudus pada tahun 2020 sebanyak 23 orang atau 46 % (awal masa pandemi Covid19), pengguna yang mengetahui pada tahun 2021 sebanyak 8 orang (16%), tahun 2022 sebanyak 14 pengguna (28%), dan yang menyatakan pada jawaban lainnya sebanyak 5 orang (10%) yaitu dikarenakan menjawab pengguna mengetahui adanya informasi layanan e-book pada i- Kudus saat liburan sekolah, WFH dan tugas deadline yang diberikan sekolah yang harus segera dikerjakan sehingga mencari informasi dengan langsung datang ke Perpustakaan Daerah Kabupaten Kudus. Menurut para pengguna mengenai item pertanyaan terbuka yang nomor 2 yaitu darimana pengguna mengetahui adanya i-Kudus, responden yang menjawab dari teman sebanyak 15 orang (30%), sekolah sebanyak 16 orang (32%), Perpustakaan Daerah sebanyak 13 orang (26%) dan jawaban lainnya dari saudara sebanyak 5 orang (10%), ibu PKK sebanyak 1 orang (2%). Para pengguna anak sekolah mengatakan mereka mengetahui adanya informasi tersebut melalui guru, penjaga perputakaan sekolah, dan teman-teman di sekolah. Sedangkan ada pula yang mahasiswa maupun yang sedang dalam penelitian. Pada pertanyaan terbuka nomor 3 yaitu tingkat keseringan para pengguna dalam mengakses i-Kudus sebanyak 30 orang (60%) dikarenakan pengguna membutuhkan informasi. Sedangkan tidak tentu sebanyak 20 orang (40%). Pengguna mengunjungi perpustakaan karena semata-mata kebutuhan untuk menyelesaikan tumpukan tugas akademik, jawaban ini diperoleh beberapa responden dari sampel. Setelah peneliti melihat secara langsung, mengunjungi perpustakaan untuk menyelesaikan tugas akademik juga termasuk minat berkunjung karena mahasiswa yang merupakan sampel masih mempercayai bahwa perpustakaan menjadi sumber bagi mereka untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Perpustakaan memiliki pengguna yang kebutuhan informasinya selalu berubah dan berkembang, sehingga sulit menentukan kebutuhan informasinya secara tepat. Kebutuhan informasi muncul ketika seseorang menyadari bahwa pengetahuan yang ia dapatkan tidak cukup untuk mengatasi permasalahannya akan subjek tertentu. Memahami bagaimana kebutuhan informasi tersebut berubah merupakan unsur penting dalam perencanaan layanan informasi di masa mendatang. Untuk memahami kebutuhan informasi pengguna memerlukan kerjasama antara pengelola informasi dengan pengguna informasi (pemustaka). Menurut pengguna layanan i-Kudus bagi masyarakat Kabupaten Kudus ternyata berdampak positif yaitu dengan adanya pengguna yang mengatakan bahwa i- Kudus merupakan inovasi terbaru milik perpustakaan daerah dalam dunia pendidikan perpustakaan. Kelebihannya yaitu dengan mempermudah pengguna dalam mengakses informasi tanpa pergi ke perpustakaan daerah dan dapat diakses kapanpun dan ditempat manapun dimasa pandemi Covid-19 ini. Adanya i-Kudus membantu orangtua dalam memantau anak-anaknya untuk mengakses bahan bacaan atau informasi yang dibutuhkan saat belajar di rumah saat pandemi Covid-19 berlangsung dan menghindari fokus anak untuk bermain game.

Conclusion

Minat kunjung masyarakat Kudus dalam mengakses i-Kudus dapat dinyatakan cukup baik. Hal ini dapat dilihat dalam Persentase tingginya masyarakat dalam mengakses i-Kudus. Hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian ini, dapat diambil simpulan sebagai berikut: 1. Berdasarkan hasil analisis jawaban kuesioner secara keseluruhan layanan i-Kudus (X) yang menunjukkan sikap kesetujuan tertinggi yaitu sebanyak 50 pengguna, bahwa penggunaan layanan i-Kudus mudah dimengerti dan tidak membingungkan. Hadirnya i-Kudus tentunya menjadi pendukung kemudahan dalam mengakses koleksi. 2. Berdasarkan hasil kuesioner kesetujuan tertinggi pada minat kunjung pemustaka (Y) saat pandemi Covid-19 yaitu i-Kudus mudah untuk mengakses koleksi tanpa harus datang ke perpustakaan (lockdown) sebanyak 50 responden pengguna yang menjawab setuju. Pengguna merasa lebih mudah dalam mendapatkan koleksi dan didapatkan secara gratis (tidak dipungut biaya) sehingga beberapa pengguna merasa terbantu dengan kemudahan tersebut. 3. Hasil uji statistik di atas dapat diketahui bahwa nilai sig < 0,05 maka terdapat pengaruh antara variabel X dan Y secara bersamaan, yakni 0,005< 0,05. Artinya terdapat pengaruh antara kualitas aplikasi i-Kudus terhadap minat kunjung pemustaka pada saat pandemi Covid-19 di Perpustakaan daerah Kabupaten Kudus.