Kembali
16
1
2024 Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 8 · 1 ISSN 2598-3040

Pemanfaatan Media Sosial dalam Pengambilan Keputusan Berkelanjutan Vaksinasi Covid-19

Universitas Diponegoro; Universitas Diponegoro

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya vaksinasi Covid-19 pada tahun 2021 sebagai dampak dari fenomena pandemi Covid -19 yang melanda seluruh negara termasuk Indonesia. Munculnya vaksinasi Covid-19 menyebabkan kebutuhan akan informasi vaksinasi Covid-19 meningkat begitu tajam, sehingga media sosial menjadi salah satu media utama yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan informasi vaksinasi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media sosial oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusantara PGRI Kediri, Jawa Timur dalam pengambilan keputusan mengenai vaksinasi Covid19. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan wawancara semi terstruktur terhadap lima belas (15) mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas PGRI Nusantara, Kediri, Jawa Timur sebagai informan pengumpulan data. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema terkait pemanfaatan media sosial dalam pengambilan Keputusan Vaksinasi Covid-19 oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusantara PGRI Kediri Jawa Timur yang memiliki kebutuhan informasi terkait Covid-19 yang sangat beragam. informasi vaksinasi. 1) Pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemenuhan berbagai kebutuhan informasi vaksinasi Covid-19. 2) Pemilihan platform media sosial mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam pencarian informasi dan pengambilan keputusan dalam melaksanakan vaksinasi Covid-19. 3) Dalam proses pemenuhan informasi vaksinasi melalui media sosial terdapat tahap evaluasi informasi yang bertujuan untuk memperoleh informasi vaksinasi Covid19 yang valid dan kredibel sehingga dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan untuk melanjutkan vaksinasi Covid19.

Abstract

The research motivated by the emergence of Covid-19 vaccination in 2021 as a result of the Covid pandemic phenomenon -19 which hit all countries including Indonesia. The emergence of Covid-19 vaccination has caused the need for information on Covid-19 vaccination to increase so sharply, that social media has become one of the main media used by the public to meet the need for information on Covid-19 vaccination. This research aims to determine the use of social media by students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program, Nusantara University PGRI Kediri, East Java in making decisions about Covid-19 vaccination. The method used was a qualitative method using semi-structured interviews with fifteen (15) students from the Indonesian Language and Literature Education Study Program at the Nusantara PGRI University, Kediri, East Java as informants for data collection. The data obtained was analyzed using thematic analysis. The research results show three themes related to the use of social media in making Covid-19 Vaccination Decisions by students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program at Nusantara University PGRI Kediri, East Java, who have very diverse information needs regarding Covid-19 vaccination information. 1) Utilization of social media as a means of fulfilling various information needs for Covid-19 vaccination. 2) The choice of social media platforms has quite a big influence on finding information and making decisions in carrying out Covid-19 vaccination. 3) In the process of fulfilling vaccination information via social media, there is an information evaluation stage that aims to obtain valid and credible Covid-19 vaccination information so that it can be used as a basis for making decisions about continuing Covid-19 vaccination.
Keywords: social media · decision-making · Covid-19 vaccination

Introduction

Corona virus atau yang lebih dikenal dengan istilah Covid-19 merupakan salah satu jenis virus yang dapat menyebabkan penyakit berupa infeksi saluran pernafasan yang tergolong ringan seperti flu hingga Middle East Respiratory Syndrome (MERS), Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang tergolong berat. Covid-19 pertama kali diidentifikasi pada Desember 2019 tepatnya di Wuhan, China. Penyebaran Covid-19 tidak hanya terjadi di negeri China, tetapi dengan cepat menyebar ke seluruh negara. Tepatnya pada tanggal 11 Maret 2020, WHO menyatakan bahwa Covid-19 sebagai pandemi. Pandemi adalah keadaaan dimana sebuah wabah penyakit menyebar dan menjangkit banyak negara. Pandemi Covid-19 turut serta menjangkit Indonesia, hal ini disampaikan langsung oleh presiden Joko Widodo bahwa pada 2 Maret 2020 ditemukan kasus pertama Covid-19 pada dua orang yang berdosili di Depok (Nugroho, 2022). Pemerintah Indonesia melakukan beberapa upaya dalam menghadapi pandemi Covid-19 diantaranya, menjaga jarak sosial, pembatasan perjalanan, penggunaan masker. Selain itu, pemerintah juga memberlakukan vaksinasi Covid-19 sebagai upaya jangka panjang penyebaran virus Covid-19 di Indonesia. Vaksin merupakan sebagian kecil dari bakteri atau virus yang telah dilemahkan dan disuntikkan ditubuh manusia dengan tujuan tubuh dapat membentuk antibodi serta meningkatkan imunitas tubuh dari paparan bakteri ataupun virus (Iskandar, 2021). Vaksinasi Covid-19 bertujuan untuk membentuk antibodi terhadap virus Covid-19 sehingga dapat menekan jumlah penyebaran virus Covid-19. Kemunculnya pandemi Covid-19 menyebabkan kebutuhan informasi seputar vaksinasi Covid-19 meningkat dengan pesat (Komalasari, 2020). Kebutuhan informasi berawal dari rasa ingin tahu individu terhadap sesuatu hal, sehingga individu berusaha untuk memenuhinya melalui pencarian informasi dengan caranya sendiri. Kebutuhan informasi mengenai vaksinasi Covid-19 begitu beragam meliputi, pengertian, manfaat, jenis, hingga jadwal dilaksanakannya kegiatan vaksinasi Covid-19. Beragam cara dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai vaksinasi Covid-19, baik melalui baik melalui media konvensional ataupun digital. Media sosial turut dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan informasi mengenai vaksinasi Covid-19 (Sitompul et al., 2021). Media sosial memberikan kebebasan bagi para pengguna untuk menciptakan, mengubah, bahkan membagikan konten informasi. Informasi vaksinasi Covid-19 yang tersedia di media sosial begitu beragam, hal ini disebabkan karena pengguna media sosial baik individu, kelompok ataupun instansi pemerintah berbondong-bondong menciptakan dan membagikannya. Platform media sosial yang menyediakan informasi vaksinasi Covid-19 diantaranya adalah Instagram, Twitter, Tiktok, WhatsApp serta Youtube. Informasi vaksinasi Covid-19 yang terdapat di media sosial tergolong ke dalam dua jenis yaitu informasi faktual serta informasi hoax (Ahmad & Murad, 2020). Maka dari itu, diperlukan adanya filter informasi dalam memenuhi kebutuhan informasi vaksinasi Covid-19 melalui media sosial. Kegiatan filter terhadap informasi vaksinasi Covid-19 yang beredar di media sosial akan berdampak pada temuan informasi. Temuan informasi Covid-19 yang valid dan kredibel dapat dijadikan landasan seseorang dalam mengambil keputusan vaksinasi Covid-19 (Yenmis et al., 2022). Keputusan dalam melakukan vaksinasi Covid-19 dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, faktor individu yang meliputi, pengalaman individu dan karakteristik vaksin serta faktor kontekstual meliputi kebijakan, politik serta media (Shen et al., 2022). Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusantara PGRI Kediri Jawa Timur merupakan pengguna aktif media sosial, dimasa pandemi Covid-19 intesitas pemanfaatan media sosial turut mengalami peningkatan. Salah satu alasan peningkatan intensitas pemanfaatan media sosial di masa pandemi Covid-19 adalah dikeluarkannya kebijakan perkuliahan secara hybrid oleh Universitas Nusantara PGRI Kediri Jawa Timur, melalui kebijakan ini seluruh mahasiswa diwajibkan untuk melakukan vaksinasi Covid-19. Hal ini membuat mahasiswa Program Studi Pendidikan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusantara PGRI Kediri Jawa Timur memanfaatkan media sosial untuk memenuhi kebutuhan informasi vaksinasi Covid-19, dimana informasi tersebut nantinya akan dijadikan landasan untuk melakukan vaksinasi Covid-19 agar dapat memenuhi syarat perkuliahan hybrid. Berdasarkan pemaparan di atas menjadi sebuah landasan peneliti untuk melakukan penelitian pemanfaatan media sosial vaksinasi Covid-19. Hal tersebut akan dikaji dalam penelitian ini, dengan judul penelitian “Pemanfaatan Media Sosial dalam Pengambilan Keputusan Keberlanjutan Vaksinasi Covid-19 (Studi Kasus: Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusantara PGRI Kediri Jawa Timur)”. 2. Literature review Pemanfaatan Media Sosial dalam Pemenuhan Kebutuhan Informasi Vaksinasi Covid-19 Kebutuhan informasi merupakan kondisi ketika seseorang memiliki kesenjangan (gap) antara informasi yang dimiliki dengan informasi yang dibutuhkannya (Kuhlthau, 1991). Kebutuhan informasi masing-masing individu dilatarbelakangi oleh berbagai macam hal. Devadason & Lingam (1997) memaparkan pendapat yang dikemukakan oleh Crowford kebutuhan informasi seorang individu bertumpu pada 10 (sepuluh) hal yang berkaitan dengan individu tersebut. 10 hal tersebut adalah sebagai berikut: Aktivitas para pelaku kerja, Disiplin atau area yang terkait, Fasilitas yang tersedia, Hirarki seorang individu, Motivasi terkait kebutuhan informasi, Kebutuhan dalam menentukan keputusan, Kebutuhan menemukan ide baru, Kebutuhan dalam memvalidasi, Kebutuhan dalam berkontribusi dalam konteks professional, Kebutuhan dalam menetapkan prioritas terkait penemuan informasi. Pada konteks Covid-19, kebutuhan informasi mengalami peningkatan yang begitu signifikan termasuk informasi vaksinasi Covid-19. Media sosial merupakan sumber informasi yang efisien dan sarana yang efektif untuk mengikuti perkembangan pengetahuan kesehatan, sehingga menjadi salah satu media yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan informasi vaksinasi Covid-19(Letuna, 2021). Pemanfaatan platform media sosial memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mencari informasi vaksinasi Covid-19 hanya berbekal dengan jaringan internet, bahkan melalui media sosial pengguna dapat menjalin komunikasi serta berdiskusi pandangan ataupun pendapat terkait pandemi, vaksin, dan proses vaksinasi membagikan konten informasi vaksinasi Covid-19. Platform media sosial dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan informasi vaksinasi Covid-19, diantaranya Instagram, WhatsApp, Twitter, Tiktok, Youtube dan Facebook. Beragam platform media sosial menyedikan fitur-fitur yang dapat dimanfaatkan oleh para pengguna untuk memenuhi kebutuhan informasi vaksinasi Covid-19. Pengambilan Keputusan Vaksinasi Covid-19 Coronavirus Disease (Covid-19) merupakan wabah yang disebabkan oleh coronavirus serta tergolong sebgai virus yang paling baru ditemukan. Penemuan pertamanya pada Desember 2019 di kota Wuhan, China. Negara Indonesia juga terkena dampak dari Covid-19. Berbagai pencegahan dan upaya penanggulagan dilakukan oleh pemerintah Indonesia sebagai usaha guna menghentikan persebaran virus Covid-19. Namun, sebagian masyarakat di Indonesia tidak menjalankan peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah sehingga menyebabkan meningkatnya jumlah orang yang terinfeksi hal ini dikenal dengan sebutan gelombang kedua Covid-19 yang terjadi di bulan Juli 2021. Gelombang kedua ini menyebabkan kasus kematian yang begitu hebat oleh sebab itu, pemerintah Indonesia melakukan program vaksinasi Covid-19 sebagai usaha pencegahan penularan virus Covid-19. Vaksinasi merupakan sebuah upaya yang paling efektif serta efisien untuk pencegahan terhadap penyakit menular (Makmun & Hazhiyah, 2020). Vaksinasi Covid-19 sebagai sebuah fenomena baru yang terjadi ketika terjadi penyebaran virus Covid-19, maka informasi vaksinasi Covid-19 dapat ditemukan hampir pada seluruh media. Informasi seputar vaksinasi Covid-19 turut disebarluaskan melalui media sosial agar mudah dijangkau oleh masyarakat. Ketersediaan informasi vaksinasi Covid-19 di media sosial akan berdampak pada terpenuhinya kebutuhan informasi masyarakat akan informasi vaksinasi Covid-19. Disamping itu, informasi vaksinasi Covid-19 yang tersedia di media sosial juga memiliki keterkaitan yang erat dengan keputusan individu untuk melakukan vaksinasi Covid-19. Keputusan seorang individu untuk melakukan vaksinasi dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor individu, kelompok, program vaksinasi dan kontekstual. Faktor kontekstual meliputi beberapa hal yaitu, komunikasi, media, pemimpin, politik, kebijakan, sejarah, agama, budaya, sosial ekonomi (Shen et al., 2022).

Method

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis metode penelitian deskriptif menggunakan pendekatan studi kasus. Metode kualitatif berlandaskan pada paradigma interpretif atau fenomenologi yang menggunakan tradisi berpikir ilmu-ilmu sosial (Murdiyanto, 2020). Penelitian kualitatif merupakan jenis penelitian yang menghasilkan temuan yang tidak dapat diperoleh melalui metode statistik atau kuantifikasi. Pengumpulan data metode kualitatif bersifat deskriptif berupa informasi tertulis ataupun informasi lisan yang berasal dari informan (Moelong, 2007). Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menekankan pada pemahaman terkait permasalahan kehidupan sosial yang berlandaskan kondisi realitas yang holistis, menyeluruh dan rinci. Dengan demikian, metode kualitatif merupakan metode penelitian yang paling sesuai dengan tujuan penelitian yaitu menganalisis dan memahami bagaimana pemanfaatan media sosial dalam pengambilan keputusan keberlanjutan vaksinasi Covid-19 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia pada Universitas Nusantara PGRI Kediri Jawa Timur. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang memiliki tujuan menjelaskan sebuah gejala, fenomena yang sedang terjadi (Sudarma, 2018). Pendekatan studi kasus merupakan bagian dari penelitian deskriptif dimana penelaahannya terhadap sebuah kasus dilakukan secara mendalam, mendetail dan komprehensif (Sudjarwo, 2009). Dalam penelitian ini sumber data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara, sehingga keberadaan informan adalah kunci diperolehnya informasi yang bersifat objektif dan sesuai dengan kenyataan yang terjadi dilapangan. Dalam penentuan informan peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel non-probability sampling dengan jenis purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel yang dilakukan melalui pertimbangan serta seleksi khusus (Siyoto & Sodik, 2015). Data yang telah diperoleh kemudian diolah menggunakan thematic analysis, yang diawali dengan membuat transkrip wawancara, memberikan kode, mengelompokkan kode atau grouping, penentuan tema dan menghasilkan naskah. Tahap setelah analisis data adalah melakukan pemeriksaan terhadap data yang yang telah diperoleh melalui uji kredibilitas, uji transferabilitas, uji dependabilitas, dan uji konfirmabilitas.

Result & Discussion

4.1 Kebutuhan Informasi Vaksinasi Covid-19 Pemenuhan kebutuhan informasi vaksinasi Covid-19 merupakan tema pertama yang menjelaskan tentang bagaimana kebutuhan informasi vaksinasi Covid-19 yang dimiliki oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusantara PGRI Kediri Jawa Timur dapat terpenuhi. Pada proses pemenuhan kebutuhan informasi vaksinasi Covid-19, seluruh informan memanfaatkan media sosial yang kemudian dijadikan landasan dalam pengambilan keputusan vaksinasi Covid-19. Vaksinasi Covid-19 merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal mencegah persebaran mata rantai virus Covid-19. Vaksinasi Covid-19 merupakan pemberian bahan antigenik yang disuntikkan ke dalam tubuh manusia yang bertujuan untuk membentuk antibodi (Fitriyati et al., 2022). Kemunculan fenomena baru berupa vaksinasi Covid-19 memberikan pengaruh terhadap meningkatknya kebutuhan informasi vaksinasi Covid-19. Kebutuhan informasi muncul akibat dari adanya kesenjangan pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang dengan pengetahuan yang diinginkannya (Fatmawati, 2015). (Devadason & Lingam, 1997) memaparkan pendapat yang dikemukakan oleh Crowford kebutuhan informasi seorang individu bertumpu pada 10 (sepuluh) hal yang berkaitan dengan individu tersebut. 10 Hal tersebut diantaranya adalah: Aktivitas para pelaku kerja, Disiplin atau area yang terkait, Fasilitas yang tersedia, Hirarki seorang individu, Motivasi terkait kebutuhan informasi, Kebutuhan dalam menentukan keputusan, Kebutuhan menemukan ide baru, Kebutuhan dalam memvalidasi, Kebutuhan dalam berkontribusi dalam konteks professional, Kebutuhan dalam menetapkan prioritas terkait penemuan informasi. Kebutuhan informasi terkait vaksinasi Covid-19 semakin meningkat dengan munculnya anjuran pemerintah kepada masyarakat Indonesia untuk segera melakukan vaksinasi Covid-19. Dengan kata lain kebutuhan informasi vaksinasi Covid-19 dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, termasuk pada mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusantara PGRI Kediri Jawa Timur. Berdasarkan hasil analisis data, kebutuhan informasi vaksinasi Covid-19 yang dimiliki oleh mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusantara PGRI Kediri Jawa Timur sangat beragam, mulai dari pengertian umum mengenai vaksinasi Covid-19, dampak apabila seseorang tidak melakukan vaksinasi Covid-19, jenis-jenis vaksinasi Covid-19 yang beredar di Indonesia disertai dengan masing-masing kelebihan dan kekurangan dari jenis vaksin tersebut, manfaat utama dari vaksinasi Covid-19, dosis vaksinasi Covid-19, gejala yang akan terjadi pasca melakukan vaksinasi Covid19, jadwal dan lokasi vaksinasi Covid-19 serta vaksinasi Covid-19 sebagai syarat. Vaksinasi Covid-19 sebagai syarat dalam konteks ini adalah vaksinasi Covid-19 ditetapkan oleh pemerintah sebagai syarat untuk melakukan beberapa kegiatan yang melibatkan banyak orang, sehingga demi mencegah penularan dan naiknya angka Covid-19 beberapa kegiatan mengharuskan seseorang untuk melakukan vaksinasi Covid-19 hingga dosis tertentu. Beberapa contoh vaksinasi Covid-19 sebagai syarat yang pertama adalah vaksinasi sebagai syarat untuk perjalanan menggunakan mode transportasi seperti kereta api, pihak KAI (Kereta Api Indonesia) memberlakukan aturan kepada seluruh penumpang untuk vaksinasi sampai dosis ketiga atau booster. Kedua vaksinasi sebagai syarat mengunjungi beberapa lokasi seperti pusat perbelanjaan atau museum. Ketiga, vaksinasi sebagai syarat melakukan perkuliahan secara offline atau tatap muka. Seluruh informan memanfaatkan media sosial untuk memenuhi kebutuhan informasi vaksinasi Covid-19 yang kemudian informasi tersebut akan dijadikan sebagai landasan dalam pengambilan keputusan vaksinasi Covid-19. Hal in sejalan dengan pendapat (Shen et al., 2022) yang menyatakan bahwa salah satu faktor penentu seseorang melakukan vaksinasi Covid-19 adalah media. Pemanfaatan media sosial dinilai lebih efektif dan efisien dalam membantu informan menemukan informasi vaksinasi Covid-19. Dikutip dari (Nasrullah, 2017) yang menyebutkan salah satu karakteristik media sosial adalah information atau informasi. Karakteristik tersebut menjelaskan informasi merupakan entitas utama yang terdapat pada media sosial. Media sosial menjadi wadah di mana sebuah informasi diciptakan, disunting bahkan disebarluaskan kepada seluruh masayarakat yang memanfaatkannya. Pemanfaatan media sosial sebagai pemenuhan kebutuhan informasi vaksinasi Covid-19 dijumpai pada penelitian sebelumnya oleh (Kurniawan & Sutan, 2021) yang berjudul “Penggunaan Sosial Media dalam Menyebarkan Program Vaksinasi Covid-19 di Indonesia” Kurniawan & Sutan menyatakan bahwa media sosial menjadi sebuah platform untuk merespon program vaksinasi Covid-19 yang terjadi di Indonesia melalui penggunaan media sosial para pengguna dapat memperoleh informasi vaksinasi Covid-19 yang dikemas melalui beragam jenis konten. Pada peneitian ini diketahui terdapat tiga jenis topik atau konten utama seputar vaksinasi Covid-19 yang beredar di media sosial, diantaranya adalah Covid, Sinovac, dan Vaksinasi. Pemenuhan kebutuhan informasi vaksinasi Covid-19 yang dilakukan melalui pemanfaatan media sosial, tidak hanya berpaku pada salah satu platform atau jenis media sosial yang beredar. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa informan memiliki preferensi dalam memanfaatkan beragam jenis media sosial untuk memenuhi kebutuhan informasi vaksinasi Covid-19 yang nantinya informasi tersebut akan digunakan oleh informan untuk melakukan pengambilan keputusan vaksinasi Covid-19. (Kaplan & Haenlein, 2010) mengelompokkan media sosial menjadi beberapa jenis, meliputi: collaborative projects, blog, content communities, social networking sites, virtual game worlds, virtual social worlds. Pada konteks pemenuhan kebutuhan informasi Covid-19 jenis media sosial yang dimanfaatkan oleh informan tergolong kedalam jenis content communities dan social networking sites. Jenis media sosial content communities merupakan jenis media sosial yang memungkinkan para penggunanya untuk dapat menciptakan, menyunting hingga membagikan informasi yang dikemas dalam bentuk konten media yang beragam meliputi foto, audio dan video kepada para pengguna lain. Contoh dari content communities adalah Instagram, Youtube dan Tiktok. Sedangkan jenis media sosial social networking sites merupakan jenis media sosial yang memungkinkan penggunanya untuk dapat terhubung satu sama lain tanpa terhalang oleh tempat dan waktu. Contoh dari social networking sites adalah Facebook, WhatsApp, Twitter. 4.2 Preferensi Platform Media Sosial Tema kedua ini menjelaskan tentang bagaimana pemilihan platform media sosial yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan informasi vaksinasi Covid-19 yang akan berpengaruh pada pengambilan keputusan vaksinasi Covid-19 para informan. Dalam proses pemenuhan informasi vaksinasi Covid-19, pemilihan platform media sosial merupakan hal yang krusial karena akan berpengaruh terhadap jenis dan sumber informasi vaksinasi Covid-19 yang akan diperoleh informan. Pemilihan platform media sosial yang tepat akan memudahkan seseorang dalam memperoleh sumber informasi yang valid dan kredibel yang kemudian dijadikan sebagai landasan pengambilan keputusan untuk melakukan vaksinasi Covid-19. Pemanfaatan platform media sosial Instagram dalam pemenuhan kebutuhan informasi vaksinasi Covid19. Secara harfiah Instagram berasal dari kata “insta” yang merupakan kamera instan atau lebih dikenal oleh masyarakat dengan kamera polaroid yang mampu mencetak foto secara langsung. Sedangkan kata “gram” berasal dari kata “telegram”, yang mengadaptasi dari cara kerja telegram yaitu mengirimkan pesan berupa informasi kepada para pengguna lainnya secara cepat dan mudah. Instagram merupakan platform media sosial yang berfokus pada konten berupa foto dan video, yang disertai berbagai macam fitur didalamnya yang memungkinkan pengguna untuk dapat berbagai informasi (Mahendra, 2017). Instagram tergolong ke dalam salah satu platform media sosial yang cukup tinggi penggunanya di Indonesia. Menurut data dari NapoleonCatInstagram menduduki urutan kedua sebagai media sosial dengan pengguna terbanyak di Indonesia pada tahun 2022. Jumlah pengguna instagram hingga akhir tahun 2022 sebanyak 97.171.400 pengguna, dimana jumlah tersebut setara dengan 34,7% dari seluruh populasinya. Mayoritas pengguna instagram di Indonesia adalah perempuan dengan rentan usia 18 hingga 24 tahun yang berjumlah 36. 900. 000. Mayoritas informan yang memanfaatkan plaform media sosial Instagram dalam memenuhi kebutuhan informasi vaksinasi Covid-19 menyebutkan bahwa preferensi mereka memanfaatkan Instagram dibanding media sosial lainnya adalah informasi vaksinasi Covid-19 lebih banyak dan mudah ditemukan pada platform Instagram. Beragam fitur yang tersedia di Instagram mampu untuk menunjang kegiatan pemenuhan informasi vaksinasi Covid-19 yang dimiliki oleh informan seperti contohnya caption pada konten yang diunggah Instagram yang mencantumkan keterangan atau informasi lebih lanjut mengenai dari konten vaksinasi Covid-19 sehingga memudahkan informan untuk memenuhi kebutuhan informasi vaksinasi Covid-19 yang dimilikinya. Innforman turut memanfaatkan fitur yang tersedia di Instagram untuk mencari sumber informasi yang terpercaya melalui akun yang sudah terverifikasi seperti akun @kemenkes_ri sebagai upaya pemenuhan kebutuhan informasi vaksinasi Covid-19. Fitur pada Instagram juga mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu seperti kemunculan fitur stories pada Instagram. Fitur stories merupakan fitur yang memungkinkan para penggunanya untuk dapat membagikan konten berupa foto ataupun video dalam durasi singkat, dimana konten tersebut hanya bersifat sementara serta akan terhapus secara otomatis oleh instagram setelah kurun waktu 24 jam (Martha, 2021). Dari hasil analisis data, sebagian informan yang memanfaatkan media sosial Instagram untuk memenuhi kebutuhan informasi vaksinasi Covid-19 turut serta memanfaatkan fitur Instagram stories ketika menemukan informasi terkait vaksinasi Covid-19 dengan tujuan agar informasi mengenai vaksinasi Covid19 tersebut dapat diketahui lebih banyak khalayak. Preferensi lain terkait pemanfaatan media sosial instagram di masa pandemi Covid-19 juga dijelaskan pada penelitian sebelumnya milik (Irfan Fauzi & Yuliati, 2022) yang berjudul “Pemanfaatan Media Sosial Instagram sebagai Upaya Edukasi Pencegahan Penyebaran COVID-19” penelitian tersebut menjelaskan bahwa pemanfaatan media sosial instagram memudahkan penggunanya untuk dapat memperoleh informasi terkini seputar Covid-19 karena instagram menyediakan konten yang lebih bervariatif. Melalui akun instagram @cimahikota humas pemerintah kota Cimahi mencoba untuk membantu menyediakan informasi pencegahan penularan virus Covid-19. Upaya yang dilakukan meliputi penyediaan konten mengenai informasi terkini seputar jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19, angka pasien yang mengalami kesembuhan ataupun angka pasien yang mengalami kematian akibat Covid-19. Disamping itu akun Instagram @cimahikota juga menyediakan konten informasi upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 yang dikemas sedemikian rupa agar mudah dipahami oleh masyarakat. Terdapat preferensi pemanfaatan platform media sosial lain selain Instagram. Berdasarkan hasil analisis data, beberapa informan memanfaatkan platform media sosial Twitter. Twitter tergolong ke dalam sebuah mikroblog yang memungkinkan para penggunanya untuk dapat membuat, mengubah, membaca serta mengirimkan konten informasi yang lebih familiar dengan istilah tweet (kicauan) namun, jumlah karakter atau kata memiliki batasan sejumlah 280 karakter. Melalui hasil analisis data, diketahui bahwa alasan informan memilih untuk memanfaatkan media sosial Twitter dalam memenuhi kebutuhan informasi memberikan kemudahan kepada para pengguna untuk dapat mengetahui topik apa yang sedang ramai menjadi perbincangan para pengguna twitter (Annisa et al., 2022). Melalui fitur trending topic informan dapat dengan mudah mendapatkan dan memenuhi kebutuhan informasi vaksinasi Covid-19. Hal ini disebabkan karena pada masa pandemi Covid-19 vaksinasi Covid-19 turut serta dibahas diseluruh media sosial termasuk Twitter. Selain itu, diketahui dari hasil analisis data bahwa alasan lain informan memanfaatkan media sosial Twitter untuk memenuhi kebutuhan informasi vaksinasi Covid-19 berupa tersedianya akun autobase. Autobase merupakan akun yang menaungi pengguna yang memiliki ketertarikan terhadap suatu hal yang sama, dan memungkinkan penggunanya untuk dapat mengirimkan pesan dan berbagi informasi (Riauan & Salsabila, 2022). Terdapat beberapa istilah khusus terkait dengan autobase meliputi: pertama, terdapat istilah menfess (mention confess) yang merupakan pesan yang ditujukan kepada akun base melalui fitur dm (direct message) dan akan diunggah secara otomatis menggunakan bantuan bot. Melalui hasil analisis data, diketahui bahwa informan memanfaatkan akun autobase berupa @kedirimenfess untuk mendapatkan informasi terkini seputar vaksinasi Covid-19, melalui akun autobase @kedirimenfess informan menjelaskan bahwa kebutuhan informasi terkait vaksinasi Covid-19 yang dimilikinya menjadi terpenuhi. Preferensi pemanfaatan media sosial selanjutnya yang digunakan oleh informan untuk pemenuhan kebutuhan informasi vaksinasi Covid-19 adalah platform media sosial WhatsApp. WhatsApp merupakan platform media sosial yang memungkinkan penggunanya untuk dapat berkomunikasi melalui pesan singkat, foto, video, pesan suara, bahkan melakukan panggilan dan video call dengan pengguna lain (Ryan & Zulfah, 2021). Berdasarkan hasil analisis data, alasan informan memilih memanfaatkan platform media sosial WhatsApp karena lebih mudah memperoleh informasi seputar vaksinasi Covid-19 lewat fitur yang tersedia didalamnya yaitu Grup WhatsApp. Grup WhatsApp merupakan salah satu fitur WhatsApp yang memungkinkan terjadi interaksi dan komunikasi lebih dari dua orang. Melalui hasil analisis data, diketahui bahwa informan memanfaatkan Grup WhatsApp RT ataupun desa untuk memperoleh informasi seputar jadwal dan lokasi vaksinasi Covid-19. Preferensi pemanfaatan media sosial yang terakhir digunakan oleh informan untuk pemenuhan kebutuhan informasi vaksinasi Covid-19 adalah platform Tiktok. Tiktok adalah platform media sosial yang berbasis audio visual dengan durasi singkat, yang memungkinkan penggunanya untuk dapat menghasilkan dan berbagi video kepada pengguna lainnya (Massie, 2020). Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa alasan informan memanfaatkan platform media sosial Tiktok sebagai upaya pemenuhan informasi vaksinasi Covid-19 karena Tiktok menyediakan fitur FYP (For Your Page) dimana pada fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk dapat melihat video melalui beranda Tiktok tanpa harus mencari secara mendetail sebuah informasi. Preferensi pemanfaatan media sosial Tiktok di masa pandemi Covid-19 juga dijelaskan pada penelitian sebelumnya milik (Hasiholan et al., 2020) yang berjudul “Pemanfaatan Media Sosial Tiktok Sebagai Media Kampanye Gerakan Cuci Tangan di Indonesia Untuk Mencegah Corona Covid-19”. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa melalui pemanfaatan media sosial Tiktok di masa pandemi lebih fektif karena Tiktok menyediakan konten informasi berupa video singkat disertai dengan bergam fitur yang dapat menunjang kegiatan pemenuhan kebutuhan informasi terkait Covid-19, dimana konten video dengan durasi singkat tergolong ke dalam konten yang lebih mudah dicerna isi informasinya oleh masyarakat. 4.3 Evaluasi Informasi Vaksinasi Covid-19 Tema ketiga yang diperoleh dari hasil analisis data yang telah dilakukan yaitu evaluasi informasi vaksinasi Covid-19. Tema ini menjelaskan bagaimana evaluasi informasi vaksinasi Covid-19 berupa kegiatan penilaian dan filter informasi vaksinasi Covid-19 yang telah ditemukan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusantara PGRI Kediri Jawa Timur di media sosial. Preferensi pemanfaatan media sosial dalam pemenuhan kebutuhan informasi vaksiansi Covid-19 akan berpengaruh terhadap temuan informasi vaksinasi Covid-19. Berdasarkan hasil analisis data, informan menyebutkan bahwa informasi vaksinasi Covid-19 yang ditemukan pada media sosial tergolong menjadi dua yaitu informasi yang bersifat pro dan kontra. Informasi pro adalah informasi yang sifatnya benar dan dapat dipercaya sehingga membantu masyarakat meningkatkan literasi mengenai vaksinasi Covid-19, sedangkan informasi kontra adalah informasi yang sifatnya simpang siur dan dapat membuat masyarakat khawatir setelah membacanya. Informan juga menyebut informasi kontra dengan istilah hoax vaksinasi Covid-19. Dari hasil analisis data, diketahui bahwa informan melakukan sebuah upaya berupa evaluasi informasi vaksinasi Covid-19 yang ditemukan di media sosial agar terhindar dari informasi hoax. Evaluasi informasi merupakan upaya yang dilakukan dengan tujuan menilai kualitas informasi melalui beberapa kriteria khusus untuk mengetahui sejauh mana nilai validitas dan kredibilitas sebuah informasi (I. N. Azizah & Irhandayaningsih, 2019). Kriteria khusus yang terdapat pada kegiatan evaluasi informasi meliputi: 1. Authority Sebuah informasi sebaiknya memiliki authority yang jelas, berupa siapa penulis,organisasi atau lembaga yang mengeluarkan informasi tersebut sehingga informasi yang tersedia di masyarakat memiliki nilai validitas dan kredibilitas. 2. Accuracy Accuracy merupakan nilai keakuratan sebuah informasi. Sebuah informasi disebut akurat apabila memenuhi tiga hal diantaranya adalah,terdapat sumber referensi yang jelas, kalimat yang digunakan menggunakan tata bahasa yang baik, dan informasi bukan hanya sekenar opini dari penulis belaka. 3. Objectivity Mengevaluasi informasi berdasarkan objectivity berarti menilai seberapa bias sebuah informasi. Dalam menentukan objektivitas dapat dilihat melalui pengaruh sebuah iklan pada informasi tersebut. 4. Currency Currency merupakan evaluasi terhadap nilai keterbaruan sebuah informasi yang tersedia. 5. Coverage Coverage merupakan cakupan dari nilai sebuah informasi. Penentuan cakupan sebuah informasi dapat dilihat melalui, ungkapan atau istilah, kepada siapa informasi ditujukan, dan kegunaan informasi. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa informan melakukan evaluasi informasi vaksinasi Covid-19 yang ditemukan melalui media sosial dimana kegiatan evaluasi informasi tersebut meliputi pemilihan sumber informasi Covid-19 yang valid seperti pada akun media sosial @kemenkes_ri dan juga akun rumah sakit @rs_bhayangkarakediri, membandingkan dan melakukan filter informasi vaksinasi Covid-19 agar dapat memperoleh infromasi yang bermanfaat dan terhindar dari informasi hoax vaksinasi Covid-19. Selanjutnya, informasi vaksinasi Covid-19 yang telah melalui evaluasi informasi dapat dijadikan landasan dalam pengambilan keputusan vaksinasi Covid-19. Hal serupa juga dikemukakan oleh Puri et al., (2020) dalam penelitian yang berjudul “Social Media and Vaccine Hesitancy: New Updates For The Era Of COVID-19 And Globalized Infectious Diseases.” menyatakan bahwa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyebaran informasi dan keragu-raguan vaksinasi Covid-19 meliputi, pemanfaatan platform media sosial yang sesuai dengan kebutuhan informasi yang dimiliki, memperhatikan akurasi informasi vaksinasi Covid-19 yang terdapat di media sosial, serta memperhatikan sumber dan format informasi vaksinasi Covid-19 di media sosial.

Conclusion

Berdasarkan hasil penelitian Pemanfaatan Media Sosial dalam Pengambilan Keputusan Keberlanjutan Vaksinasi Covid-19 (Studi Kasus: Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusantara PGRI Kediri Jawa Timur), dapat disimpulkan bahwa informan memanfaatkan media sosial dalam pengambilan keputusan keberlanjutan vaksinasi Covid-19 diawali dengan adanya kebutuhan informasi vaksinasi Covid-19 yang begitu beragam jenisnya. Beragam jenis kebutuhan informasi vaksinasi Covid-19 yang dimiliki oleh informan dapat terpenuhi melalui pemanfaatan media sosial. Media sosial yang manfaatkan oleh informan pun sangat beragam jenisnya, hal ini menyebabkan timbulnya preferensi pemanfaatan platform media sosial. Preferensi platfom media sosial akan memiliki pengaruh terhadap temuan informasi vaksinasi Covid-19. Pemenuhan kebutuhan informasi vaksinasi Covid-19 akan dapat terpenuhi dengan baik melalui kegiatan evaluasi informasi vaksinasi Covid19. Kegiatan evaluasi informasi vaksinsi Covid-19 ini, meliputi kegiatan pemilihan sumber informasi vaksinasi Covid-19 yang valid, membandingkan dan melakukan filter informasi vaksinasi Covid-19 agar nantinya memperoleh informasi yang valid dan kredibel dan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan keberlanjutan vaksinasi Covid-19.