Optimalisasi Layanan Reading Corner di UPT Perpustakaan Universitas Andalas: Meningkatkan Minat Kunjung Mahasiswa
Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan optimalisasi layanan pojok baca di Perpustakaan UPT Universitas Andalas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif Universitas Andalas yang berjumlah 40.389 orang, dengan sampel sebanyak 100 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner, dokumentasi, wawancara, dan studi literatur. Analisis data melibatkan uji validitas dan reliabilitas, pengujian hipotesis, dan dibantu oleh aplikasi SPSS versi 26.0. Tahapan penelitian termasuk pemeriksaan data (editing) dan tabulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan pojok baca secara signifikan meningkatkan minat mahasiswa untuk mengunjungi perpustakaan, dengan skor 3,25 dari skala 4. Secara spesifik, alasan penggunaan layanan pojok memperoleh skor 3,3, penilaian terhadap layanan memperoleh skor 3,31, hasil dari pemanfaatan layanan memperoleh skor 3,27, perhatian dalam meningkatkan minat kunjungan memperoleh skor 3,29, kesenangan dalam berkunjung memperoleh skor 3,29, dan kesediaan untuk berkunjung memperoleh skor 3,09. Semua skor ini berada dalam kategori tinggi hingga sangat tinggi, menunjukkan efektivitas layanan pojok baca dalam meningkatkan kunjungan perpustakaan di kalangan mahasiswa.
Abstract
This research aims to describe the optimalization of reading corner services at the UPT Andalas University Library. This quantitative research employs a descriptive method. The population comprises all 40,389 active Andalas University students, with a sample size of 100 respondents. Data were collected through questionnaires, documentation, interviews, and literature reviews. The analysis involved validity and reliability tests, hypothesis testing, and was assisted by SPSS version 26.0. The stages included data examination (editing) and tabulation. Results indicate that corner services significantly enhance students' interest in visiting the library, scoring 3.25 on a 4-point scale. Specifically, the reasons for using corner services scored 3.3, assessment of services scored 3.31, outcomes scored 3.27, attention in increasing interest scored 3.29, pleasure in visiting scored 3.29, and willingness to visit scored 3.09. All these scores fall into the high to very high categories, demonstrating the effectiveness of reading corner services in promoting library visits among students.
Keywords:
optimalization
· reading corner services
· visiting interests
· students
Introduction
UPT Perpustakaan Universitas Andalas, yang terletak di lantai dua hingga lima gedung utama, menyimpan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh mahasiswa. Perpustakaan ini menawarkan beragam layanan seperti referensi, sirkulasi, koleksi cadangan, administrasi, dan layanan skripsi atau terbitan Universitas Andalas. Salah satu fitur menarik di perpustakaan ini adalah layanan pojok baca, yang merupakan hasil kerja sama dengan berbagai lembaga eksternal. Contohnya adalah American Corner, Migas Corner, Bank Indonesia Corner, dan Galeri Bursa Efek Indonesia Corner. Menurut Fatmawati dalam Sari, layanan perpustakaan perguruan tinggi seharusnya merujuk pada layanan perpustakaan secara umum (Sari, 2016) . Ini berarti perpustakaan harus menyediakan berbagai layanan untuk memenuhi kebutuhan penggunanya, seperti layanan loker, sirkulasi, referensi, rujukan, bimbingan pemakai, audio visual, penelusuran literatur, informasi koleksi terbaru, ruang baca, serta layanan reading corner. Universitas Andalas telah melakukan inovasi dengan membuka layanan reading corner yang belum dimiliki beberapa perpustakaan perguruan tinggi. Layanan ini berisi koleksi buku atau non-buku yang relevan, seperti American Corner dengan koleksi khusus Amerika, Migas Corner dengan koleksi buku tentang Migas, Bank Indonesia Corner dengan koleksi Bank Indonesia, dan Galeri Bursa Efek Indonesia Corner dengan koleksi GIBEI. Observasi awal di UPT Perpustakaan Universitas Andalas menunjukkan bahwa beberapa layanan corner kurang diminati pengunjung. Wawancara awal mengungkap bahwa alasan mahasiswa enggan mengunjungi corner tertentu karena suasana yang sepi, sehingga mempengaruhi persepsi psikologis mereka, serta kurangnya petunjuk lokasi di lantai 1 atau pintu masuk perpustakaan. Selain itu layanan corner pada UPT Perpustakaan Universitas Andalas juga belum efektif. Namun untuk layanan American Corner sudah cukup efektif dalam pemanfaatannya namun masih perlu strategi pemasaran yang lebih optimal. Hal ini masih banyaknya para pengunjung pada layanan itu yang tidak memanfaatkan layanan dengan baik (Sari, 2016). Dari hasil observasi, American Corner dikelola dengan baik oleh Kedutaan Amerika, meskipun beberapa fasilitas perlu pembaharuan. GIBEI Corner juga mengalami pembaharuan koleksi dari Bursa Efek Indonesia. Sedangkan Migas Corner, yang masih relatif baru, masih minim pengunjung dan penggunaan koleksi, meski fasilitasnya baik. BI Corner, yang dikelola oleh Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat, mengalami penurunan pengunjung pasca pandemi COVID-19, sehingga terlihat kurang terawat. Aditya Prayogi juga menganalisis pemanfaatan layanan corner di Perpustakaan IAIN Pekalongan menggambarkan bahwa perpustakaan IAIN Pekalongan memiliki berbagai jenis layanan corner, termasuk Pojok Khazanah Pekalongan dan BI Corner. Penelitian mengidentifikasi beberapa tantangan yang dihadapi, seperti kurangnya pengunjung dan keterbatasan koleksi, serta strategi yang diterapkan untuk mengatasi tantangan tersebut (Prayogi, 2022). Penelitian lain terkait layanan corner pada perpustakaan juga memberikan hasil yang berbeda. Radiya Wira Buwana merumuskan fungsi-fungsi strategis yang dapat diaplikasikan oleh pengelola Perpustakaan IAIN Kudus pada layanan corner, seperti fungsi identitas, fungsi deposit-promotif, fungsi penunjang pembelajaran, fungsi kolaboratif, dan fungsi riset (Buwana, 2021). Tantangan pustakawan perpustakaan untuk menjadikan layanan corner lebih optimal pemanfaatannya oleh pemustaka salah satunya adalah menarik kunjungan pemustaka untuk menggunakan semua fasilitas yang dimiliki pada tiap corner. Namun, kurangnya staf yang bertugas langsung di layanan corner menyebabkan pojok tersebut kurang mendapat perhatian. Layanan corner di UPT Perpustakaan Universitas Andalas dikelola oleh mahasiswa aktif Universitas Andalas yang menjadi volunteer. Pergantian volunteer setiap tahun menyebabkan kurangnya transfer knowledge karena pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh oleh volunteer sebelumnya tidak selalu terdokumentasikan atau disampaikan secara efektif kepada volunteer yang baru. Akibatnya, volunteer baru sering kali harus memulai dari awal dalam memahami dan mengelola layanan corner, yang menghambat kontinuitas dan efisiensi dalam pengelolaan serta penyampaian informasi kepada pengunjung. Pelayanan yang memadai dan berkualitas sangat penting untuk kelangsungan perpustakaan dan pemenuhan kebutuhan informasi pengguna (Fikri, 2019). Data kunjungan pada tahun 2023 menunjukkan bahwa American Corner memiliki jumlah pengunjung yang signifikan setiap bulannya. Sebaliknya, GIBEI Corner, Migas Corner, dan BI Corner menunjukkan data kunjungan yang rendah atau belum diperbarui pasca pandemi. Untuk menilai pelayanan corner, maka digunakan teori use-oriented dari Saracevic dan Kantor. Teori ini mencakup indikator alasan penggunaan layanan (reason), penilaian layanan oleh pengguna (interaction), dan hasil pemanfaatan layanan (result) (Saracevic, 1997). Belum banyak penelitian yang menggunakan teori ini dalam menilai efektivitas layanan corner pada perpustakaan. Penggunaan teori R-IR (Reason-Interaction-Result) membantu mengevaluasi efektivitas layanan corner dalam memenuhi kebutuhan informasi pengguna dan meningkatkan kunjungan ke perpustakaan Universitas Andalas. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi keberagaman dan pemanfaatan layanan corner yang belum optimal berdasarkan teori RIR. 2. LANDASAN TEORI Analisis literatur menunjukkan bahwa subjek ini menjadi menarik bagi para ilmuwan berbagai negara karena erat kaitannya dengan upaya meningkatkan literasi dan membudayakan kegemaran membaca di kalangan anak-anak dan masyarakat umum. Konsep ini muncul sebagai bagian dari inisiatif pendidikan dan literasi yang lebih luas yang bertujuan menyediakan bahan bacaan yang mudah diakses dan menarik bagi komunitas. Inisiatif ini sering kali digerakkan oleh baik pemerintah maupun organisasi non-pemerintah (Hossain, 2016). Penelitian dan pengamatan menunjukkan bahwa pojok baca yang dirancang dengan baik memainkan peran penting dalam mempromosikan literasi dan pembelajaran, terutama di kalangan mahasiswa. Mereka mendirikan sudut baca di perpustakaan dan menyediakan ruang untuk berbagai kegiatan dan pertemuan masyarakat (Hossain, 2016). Studi seperti yang dilakukan oleh Barrett menunjukkan bahwa zona belajar yang terdefinisi dengan baik, termasuk pojok baca, secara signifikan meningkatkan hasil belajar dalam membaca, menulis, dan matematika (Barrett, 2015). Layanan corner di perpustakaan memiliki fasilitas khusus yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi pemustaka dengan menyediakan ruang yang lebih spesifik dan berfokus pada tema atau subjek tertentu (Buwana, 2021). Pemanfaatan layanan ini diharapkan dapat meningkatkan minat kunjung dan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan perpustakaan. Beberapa penelitian terdahulu telah mengkaji pemanfaatan layanan corner di perpustakaan (Sari, 2016). penelitian yang telah ada lebih banyak melihat bagaimana layanan corner beroperasi pada perpustakaan. Mulai dari koleksinya, fasilitas yang dimiliki pada tiap pojok baca seperti meja, sofa, ruang kedap suara yang menggunakan pendingin ruangan, serta komputer dengan jaringan internet. Layanan American Corner mampu menarik minat mahasiswa untuk memanfaatkan fasilitas yang disediakan, dengan tingkat partisipasi yang tinggi dari anggota perpustakaan. Layanan corner menjadi salah satu inovasi dalam layanan perpustakaan yang menyediakan ruang khusus dengan koleksi dan fasilitas tertentu yang bertujuan untuk mendukung kebutuhan spesifik pemustaka. Layanan ini biasanya dirancang untuk memberikan akses lebih mudah dan fokus terhadap topik atau jenis informasi tertentu, seperti sudut literasi, sudut teknologi, atau sudut budaya. Layanan corner bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menarik sehingga dapat meningkatkan minat kunjungan dan pemanfaatan layanan oleh pemustaka (Moprita, T, 2017). Penggunaan layanan perpustakaan merujuk pada sejauh mana pemustaka memanfaatkan berbagai fasilitas dan sumber daya yang disediakan oleh perpustakaan. Penggunaan layanan mencakup aktivitas seperti peminjaman buku, penggunaan ruang baca, akses ke database digital, dan partisipasi dalam programprogram perpustakaan. Penggunaan layanan yang tinggi menunjukkan bahwa layanan perpustakaan telah berhasil memenuhi kebutuhan informasi dan edukasi pemustaka (Faiq, 2019). Pemanfaatan layanan mengacu pada tingkat dan cara pemustaka menggunakan layanan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan informasi dan edukasi mereka. Menurut Yusi Fibriyanti, pemanfaatan layanan dapat diukur melalui frekuensi kunjungan, jumlah peminjaman, dan partisipasi dalam kegiatan perpustakaan (Fibriyanti, 2013). Tingkat pemanfaatan yang tinggi menunjukkan bahwa layanan yang disediakan relevan dan bermanfaat bagi pemustaka. Peningkatan minat kunjungan adalah salah satu indikator keberhasilan layanan perpustakaan. Minat kunjungan dapat ditingkatkan melalui berbagai strategi seperti peningkatan kualitas layanan, promosi aktif, dan penyediaan fasilitas yang menarik dan nyaman. Menurut Kotler dan Keller, minat kunjungan yang tinggi menunjukkan bahwa perpustakaan mampu menarik perhatian pemustaka dan memenuhi kebutuhan mereka secara efektif (Kotler P, 2016). Indikator pada teori minat kunjung antara lain (1) Perhatian, ketika seseorang menaruh minat pada sesuatu aktivitas yang memberikan perhatian yang besar, (2) kesenangan, perasaan senang terhadap suatu objek baik orang maupun benda yang menimbulkan minat dan berusaha mempertahankan objek tersebut (Kotler P, 2016). (3) kemauan, dorongan yang terarah pada suatu tujuan yang dikehendaki oleh pikiran sehingga melahirkan perhatian khusus pada objek tersebut. Individu atau kelompok yang memanfaatkan layanan dan sumber daya perpustakaan disebut pemustaka. Pemustaka mencakup mahasiswa, dosen, peneliti, dan masyarakat umum. Kebutuhan dan ekspektasi pemustaka beragam, sehingga perpustakaan perlu menyediakan layanan yang fleksibel dan beragam untuk memenuhi kebutuhan tersebut (Lasa, 2009). Dengan memahami keterkaitan antara layanan perpustakaan, layanan corner, penggunaan layanan, pemanfaatan layanan, peningkatan minat kunjungan, dan pemustaka, perpustakaan dapat merancang dan mengimplementasikan strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pemustaka. Layanan corner, sebagai salah satu inovasi, berperan penting dalam menarik minat kunjungan dan meningkatkan pemanfaatan layanan perpustakaan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai alasan, penilaian, dan hasil yang diperoleh mahasiswa dalam memanfaatkan layanan corner di UPT Perpustakaan Universitas Andalas, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas layanan tersebut. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam bidang ilmu perpustakaan dan informasi, serta memberikan rekomendasi praktis untuk peningkatan layanan perpustakaan di masa depan.
Method
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Menurut Creswell penelitian kuantitatif merupakan metode-metode untuk menguji teori-teori tertentu dengan meneliti hubungan antar variabel (Creswell, 2017). Sedangkan metode deskriptif menurut Sugiyono adalah penelitian yang mendeskriptifkan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui sampel atau populasi sebagaimana adanya (Sugiyono, 2017). Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif Universitas Andalas sebanyak 40.389 mahasiswa dengan sampel 100 responden menggunakan rumus slovin. Data dikumpulkan melalui kousioner (angket), dokumentasi, wawancara dan studi kepustakaan. Uji persyaratan analisis dalam penelitian ini adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Data dianalisis dengan uji hipotesis dan dibantu aplikasi SPSS versi 26.0. Tahapan data kuisioner penelitian ini adalah pemeriksaan data (editing) dan tabulasi data.
Result & Discussion
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan bagaimana pemanfaatan layanan corner untuk meningkatkan minat kunjung mahasiswa di UPT Perpustakaan Universitas Andalas. Berikut ini adalah hasil dan pembahasan dari penelitian: 4.1 Pemanfaatan Layanan Corner di UPT Perpustakaan Universitas Andalas Penelitian ini bertujuan untuk menilai bagaimana mahasiswa UPT Perpustakaan Universitas Andalas memanfaatkan layanan corner berdasarkan tiga indikator utama: alasan (Reason), penilaian (Instruction), dan hasil (Result). Kuesioner yang terdiri dari 15 pertanyaan dibagikan kepada 100 responden untuk memperoleh data tentang minat kunjungan mahasiswa ke layanan corner. Berdasarkan data yang dikumpulkan, lebih dari setengah jumlah responden memberikan tanggapan yang sangat baik terhadap pemanfaatan layanan corner. Rata-rata skor pemanfaatan layanan corner dari tiga indikator adalah 3,29 dengan skala interval 3,26-4,00, menunjukkan kategori pemanfaatan yang sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa layanan corner berhasil menarik minat kunjungan mahasiswa. 4.1.1 Reason (Alasan) Mahasiswa dalam Memanfaatkan Layanan Corner Penelitian ini mengidentifikasi alasan-alasan mahasiswa dalam memanfaatkan layanan corner di UPT Perpustakaan Universitas Andalas, yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan substitusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa sering menggunakan layanan corner untuk menyelesaikan tugas, mencari informasi, menambah wawasan, bersantai, dan rekreasi bersama teman. Dengan perolehan nilai rata-rata 3,3 pada skala interval 3,26-4,00 pada indikator intensitas reason, mahasiswa berada pada kategori tinggi dalam memanfaatkan layanan corner. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan corner sangat dihargai dan memiliki dampak signifikan pada efektivitas layanan perpustakaan. Dari perspektif peningkatan layanan perpustakaan, hasil ini mendorong perpustakaan untuk terus meningkatkan dan mengembangkan fasilitas layanan corner. Selain itu, temuan bahwa mahasiswa menggunakan layanan corner untuk bersantai dan rekreasi bersama teman menunjukkan bahwa perpustakaan berfungsi sebagai pusat sosial, memperkuat citra perpustakaan sebagai tempat yang mendukung interaksi sosial positif. Dalam hal dukungan akademik, layanan corner yang digunakan untuk menyelesaikan tugas dan mencari informasi membantu meningkatkan prestasi akademik mahasiswa. Penelitian ini juga mendukung temuan Ayu Bakti Utami yang menyatakan bahwa pengguna tidak hanya memanfaatkan layanan untuk menambah pengetahuan tetapi juga untuk rekreasi (Utami, 2012). Kesimpulan dari penelitian ini menawarkan wawasan berharga bagi perpustakaan untuk meningkatkan layanan dan fasilitas, sehingga dapat lebih memenuhi kebutuhan pengguna dan meningkatkan kepuasan mereka. 4.1.2 Instruction (Penilaian) Mahasiswa dalam Memanfaatkan Layanan Corner Penelitian ini mengungkapkan bahwa penilaian mahasiswa terhadap layanan corner di UPT Perpustakaan Universitas Andalas mencakup aspek sumber informasi, pengalaman penggunaan layanan, dan kualitas fasilitas serta pelayanan oleh petugas corner. Dengan skor rata-rata 3,31 dalam kategori sangat tinggi, mahasiswa menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap kualitas koleksi, kemudahan akses, kelengkapan fasilitas, dan pelayanan oleh petugas corner. Ini sejalan dengan pernyataan Azza Maulidiyah yang menyatakan bahwa pelayanan adalah tolak ukur keberhasilan perpustakaan (Maulidiyah, 2020). Dampak dari hasil penelitian ini sangat signifikan. Pertama, kepuasan mahasiswa terhadap layanan corner menunjukkan bahwa perpustakaan telah berhasil memenuhi kebutuhan dan ekspektasi penggunanya, yang merupakan indikator penting dari keberhasilan layanan perpustakaan. Kedua, temuan ini dapat mendorong perpustakaan untuk mempertahankan dan meningkatkan standar pelayanan, koleksi, dan fasilitas yang ada, karena kepuasan pengguna adalah kunci dalam menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan frekuensi kunjungan. Ketiga, kualitas pelayanan oleh petugas corner yang dinilai tinggi mencerminkan profesionalisme dan kompetensi staf perpustakaan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan citra positif perpustakaan di mata mahasiswa dan masyarakat umum. Akhirnya, kepuasan yang tinggi terhadap layanan corner dapat menginspirasi institusi pendidikan lainnya untuk mengadopsi model serupa, memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat sumber daya pendidikan dan sosial yang penting. 4.1.3 Result (Hasil) Mahasiswa Memanfaatkan Layanan Corner Penelitian ini mengukur penilaian mahasiswa terhadap manfaat yang diperoleh dari layanan corner di UPT Perpustakaan Universitas Andalas. Indikator hasil meliputi pemenuhan pengetahuan, kepuasan emosional, penyelesaian tugas, dan efisiensi waktu serta biaya. Saracevic menyatakan bahwa hasil merupakan penilaian terhadap manfaat yang diperoleh pengguna (Pendit, 2023). Dengan skor rata-rata 3,27 yang masuk dalam kategori sangat tinggi, mahasiswa merasa puas dan terbantu oleh layanan corner. Ini menunjukkan bahwa layanan corner efektif dalam memenuhi kebutuhan informasi dan meningkatkan efisiensi mahasiswa. Dampak dari hasil penelitian ini sangat penting bagi perpustakaan. Pertama, kepuasan tinggi yang dilaporkan oleh mahasiswa menunjukkan bahwa layanan corner berhasil dalam menyediakan manfaat yang nyata dan relevan bagi penggunanya. Hal ini tidak hanya memperkuat fungsi perpustakaan sebagai pusat informasi tetapi juga sebagai penyedia layanan yang meningkatkan efisiensi akademik. Kedua, kepuasan emosional yang dialami oleh mahasiswa menunjukkan bahwa layanan corner juga berperan dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan menyenangkan, yang penting untuk kesejahteraan psikologis dan motivasi belajar. Ketiga, efisiensi waktu dan biaya yang dirasakan oleh mahasiswa menunjukkan bahwa layanan corner membantu mereka mengelola sumber daya dengan lebih baik, yang dapat berdampak positif pada prestasi akademik dan kehidupan kampus secara keseluruhan. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat mendorong perpustakaan untuk terus mengembangkan dan meningkatkan layanan corner. 4.2 Minat Kunjung Mahasiswa di UPT Perpustakaan Universitas Andalas Minat kunjung mahasiswa diukur berdasarkan tiga indikator utama: kepuasan, kesenangan, dan kemauan. Minat kunjung diartikan juga keinginan tanpa unsur keterpaksaan yang sering dipengaruhi oleh rasa puas terhadap layanan. Penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata minat kunjung adalah 3,22, yang menunjukkan minat kunjung yang baik di kalangan mahasiswa. 4.2.1 Perhatian Mahasiswa memberikan perhatian besar terhadap layanan corner, dengan tujuan meningkatkan kualitas diri, mencapai cita-cita, dan meningkatkan keterampilan literasi. Faiq menyatakan bahwa minat erat kaitannya dengan perhatian (Faiq, 2019). Skor rata-rata indikator perhatian adalah 3,29, menunjukkan bahwa mahasiswa sangat memperhatikan layanan corner. Perhatian yang tinggi ini mencerminkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya layanan corner dalam mendukung perkembangan pribadi dan akademik mereka. 4.2.2 Kesenangan Indikator kesenangan mencakup kepuasan mahasiswa terhadap fasilitas, pelayanan petugas, desain ruang, dan kemudahan dalam menyelesaikan tugas. Skor rata-rata indikator kesenangan adalah 3,29, menunjukkan bahwa mahasiswa sangat senang dengan layanan corner. Kesenangan berkunjung ke layanan corner memainkan peran penting dalam meningkatkan minat kunjung mahasiswa, menciptakan lingkungan yang nyaman dan menyenangkan yang mendorong mereka untuk sering mengunjungi dan memanfaatkan layanan ini. 4.2.3 Kemauan Kemauan mahasiswa berkunjung ke corner diukur melalui dorongan internal dan eksternal. Fauzinesia menyatakan bahwa kemauan adalah dorongan yang terarah pada tujuan tertentu (Fauzianesia, 2011). Skor rata-rata indikator kemauan adalah 3,09, yang menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kemauan yang tinggi untuk memanfaatkan layanan corner. Kemauan yang tinggi ini mencerminkan motivasi yang kuat di kalangan mahasiswa untuk memanfaatkan layanan corner sebagai sumber informasi dan tempat belajar yang efektif. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan layanan corner di UPT Perpustakaan Universitas Andalas sangat efektif dalam meningkatkan minat kunjung mahasiswa. Layanan corner memberikan manfaat signifikan dalam memenuhi kebutuhan informasi, memberikan pengalaman positif, dan meningkatkan kepuasan mahasiswa. Dampak dari temuan ini sangat penting bagi perpustakaan, karena menunjukkan bahwa layanan corner berhasil menarik perhatian, memberikan kesenangan, dan memotivasi mahasiswa untuk berkunjung. Keberhasilan ini dapat mendorong perpustakaan untuk terus mengembangkan layanan corner dan memastikan bahwa fasilitas serta layanan yang disediakan tetap relevan dan bermanfaat bagi pengguna.
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian, pemanfaatan layanan corner di UPT Perpustakaan Universitas Andalas berhasil meningkatkan minat kunjung mahasiswa dengan skor rata-rata 3,25, yang termasuk dalam kategori tinggi. Alasan mahasiswa menggunakan layanan corner, dengan skor 3,3 dalam kategori sangat tinggi, mencakup penyelesaian tugas, pencarian informasi, dan rekreasi bersama teman. Penilaian terhadap layanan corner, meliputi kualitas koleksi, kemudahan akses, kelengkapan fasilitas, dan pelayanan petugas, memperoleh skor 3,31 dalam kategori sangat tinggi. Hasil pemanfaatan layanan corner, yang mencakup pemenuhan pengetahuan, kepuasan emosional, penyelesaian tugas, efisiensi waktu dan biaya, mendapatkan skor 3,27 dalam kategori sangat tinggi. Mahasiswa memberikan perhatian besar terhadap layanan corner untuk meningkatkan kualitas diri, mencapai cita-cita, dan meningkatkan keterampilan literasi, dengan skor 3,29 dalam kategori sangat tinggi. Indikator kesenangan menunjukkan bahwa mahasiswa sangat puas dengan layanan corner, dengan skor 3,29. Selain itu, mahasiswa memiliki kemauan tinggi untuk berkunjung ke corner, baik dari dorongan internal maupun eksternal, dengan skor 3,09 dalam kategori tinggi. Untuk meningkatkan pemanfaatan layanan corner, pihak UPT Perpustakaan Universitas Andalas disarankan untuk meningkatkan promosi layanan corner secara intensif dan strategis agar lebih efektif dalam meningkatkan kesadaran dan minat mahasiswa. Promosi yang lebih baik diharapkan dapat menarik lebih banyak mahasiswa untuk memanfaatkan layanan ini. Peneliti berikutnya diharapkan dapat mengkaji lebih lanjut pemanfaatan layanan corner sebagai sumber belajar, termasuk analisis dampak terhadap prestasi akademik dan pengembangan keterampilan literasi mahasiswa. Evaluasi berkala terhadap fasilitas dan layanan perlu dilakukan untuk memastikan layanan corner selalu memenuhi kebutuhan dan harapan mahasiswa. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi minat kunjung mahasiswa serta mengidentifikasi strategi baru untuk meningkatkan pemanfaatan layanan corner. Dengan demikian, layanan corner di UPT Perpustakaan Universitas Andalas dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi mahasiswa.