Kembali
16
1
2019 Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3 · 1 ISSN 2598-3040

Implementasi Thematic Analysis dalam Penelitian Ilmu Perpustakaan dan Informasi

Universitas Diponegoro

Abstrak

Artikel ini berjudul Implementasi Thematic Analysis dalam Penelitian Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa dan bagaimana teknik menganalisis data ini digunakan untuk penelitian kualitatif khususnya penelitian dibidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Lebih lanjut, tulisan ini bermaksud untuk menunjukkan hasil yang diperoleh dari penggunaan Thematic Analysis sebagai sebuah teknik menganalisis data penelitian. Adapun penelitian yang dikupas dalam artikel ini adalah dua penelitian terakhir yang menggunakan teknik analisis ini. Yaitu penelitian yang dilakukan oleh Yates dan Partridge (2015) dan penelitian yang dilakukan oleh Heriyanto, Partridge dan Davis (2018). Melalui kajian ini dapat diketahui tema-tema yang ditemukan dan ditentukan oleh para peneliti tersebut. Dari situ pula dapat diketahui relevansi dari hasil analisis data yang dilakukan dan keakuratan dari tema=tema tersebut dalam menggambarkan pola yang sesuai dengan fenomena yang diteliti dan akurat dalam menjawab rumusan masalah penelitian.

Abstract

The title of this article is The Implementation of Thematic Analysis for the Library and Information Science Research. It aims to describe the use of Thematic Analysis as well as to show the results achieved by the implementation of such data analysis technique. This article does not aim to be extensive. However, it only selects two most recent research that employs Thematic analysis. The research selected and described in this article is research done by Yates and Partridge (2015) and research by Heriyanto, Partridge, and Davis (2018). As the purpose of the analysis technique is to uncover the pattern of the phenomenon being studied, all the themes resulted from both of the studies was mentioned and some of them were described. It is clearly seen that the patterns from both of the phenomenon was relevant and expected that they were appropriate to answer the research questions.
Keywords: thematic analysis · data analysis method · qualitative research · library and information science · library and information science research · information experience

Introduction

Thematic Analysis sebagai sebuah teknik menganalisis data merupakan teknik yang cukup popular khususnya bagi peneliti-peneliti kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan sebuah penelitian yang bertujuan mengeksplorasi fenomena yang menjadi obyek penelitian. Maka dari itu penelitian melibatkan proses yang cukup komplek. Pun data yang diperoleh, yang sebagian besar diperoleh melalui interaksi langsung dengan narasumber, menjadikan data-data tersebut sesuatu yang komplek pula dan memerlukan penanganan yang cukup detail dari peneliti. Thematic Analysis menjadi sebuah pilihan bagi penelitipeneliti kualitatif yang ingin mengidentifikasi pola, atau pattern, dari obyek penelitiannya. Melalui proses yang terbilang sistematis teknik ini dapat digunakan oleh peneliti yang tertarik untuk meng-uncover alias membuka tabir yang memendam cerita dari kejadian dan peristiwa yang menarik perhatian peneliti. Berdasarkan sifat dari Thematic Analysis ini, eksploratif dan ‘to uncover’ makna dari sebuah fenomena, menjadikan teknik digunakan dalam beberapa penelitian dibidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Artikel ini menuliskan penggunaan Thematic Analysis didalam kajian Ilmu Perpustakaan dan Informasi, termasuk tujuan dan hasil yang diperoleh dari penelitian-penelitian tersebut. Pada akhirnya kita dapat mengetahui sejauhmana teknik ini dapat digunakan didalam penelitian kualitatif dan khususnya penelitian-penelitian yang mengkaji interaksi antara manusia dengan dunia informasinya. 2. Thematic Analysis Thematic analysis merupakan salah satu cara untuk menganalisa data dengan tujuan untuk mengidentifikasi pola atau untuk menemukan tema melalui data yang telah dikumpulkan oleh peneliti (Braun & Clarke, 2006). Cara ini merupakan metode yang sangat efektif apabila sebuah penelitian bermaksud untuk mengupas secara rinci data-data kualitatif yang mereka miliki guna menemukan keterkaitan pola-pola dalam sebuah fenomena dan menjelaskan sejauhmana sebuah fenomena terjadi melalui kacamata peneliti (Fereday & Muir-Cochrane, 2006). Bahkan Holoway & Todres (2003) mengatakan bahwa thematic analysis ini merupakan dasar atau pondasi untuk kepentingan menganalisa dalam penelitian kualitatif. Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam penelitian kualitatif, dan thematic ini analysis ini sangat penting untuk dipelajari karena dianggap sebagai core skills atau pengetahuan dasar untuk melakukan analisa dalam penelitian-penelitian kualitatif. Bahkan lebih lanjut dapat dikatakan bahwa pengidentifikasian tema yang mejadi ciri khas thematic analysis ini merupakan salah satu generic skills bagi sebagian besar metode analisa kualitatif (Holloway & Todres, 2003). 3. Thematic analysis dalam Kajian Ilmu Perpustakaan dan Informasi Penelitian pertama yang diulas dalam tulisan ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Yates dan Partridge (2015) yang berjudul Citizens and social media in times of natural disaster: Exploring information experience. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman informasi penduduk kota Brisbane yang menggunakan media sosial selama mengalami korban banjir ditahun 2011. Yates dan Partridge (2015) tertarik untuk mengamati pengalaman informasi (information experience) penduduk kota Brisbane yang menjadi korban banjir dalam berkomunikasi satu sama lain melalui media sosial. Layaknya penelitian kualitatif yang lain, penelitian ini menggunakan wawancara mendalam (in-depth interview) sebagai instrument pengumpulan data. Sebanyak 25 orang warga Brisbane yang menggunakan media sosial selama bencana alam banjir akhirnya ikut berpartisipasi sebagai informan dalam penelitian ini. Penelitian ini menemukan delapan tema terkait dengan pengalaman informasi para korban banjir. Tema-tema tersebut yaitu : 1. Connected 2. Wellbeing 3. Coping 4. Help 5. Brokerage 6. Journalism 7. Supplementary 8. Characteristic Tema-tema diatas sengaja penulis tulis dalam istilah aslinya, yaitu Bahasa Inggris, dengan tujuan supaya tidak mengurangi makna yang ingin disampaikan oleh dua peneliti ini. Karena bisa jadi setiap pembaca yang membaca tema-tema tersebut diatas memiliki interpretasi yang berbeda dengan penulis. Sehingga hal ini membuka ruang diskusi lebih lanjut mengenai tema-tema yang dihasilkan dari teknis analisis data ini. Namun begitu penjelasan dari tema-tema tersebut dideskripsikan didalam beberapa paragraf dibawah ini. Tema Connected merepresentasikan pengalaman informan saat menggunakan media sosial untuk berkomunikasi. Saat terjadi bencana banjir, media sosial menjadi satu aspek penting bagi para korban untuk saling tahu satu sama lain, termasuk saling berbagi ‘perasaan’ yang informan rasakan pada saat terjadinya bencana. Para informan merasa perlu untuk mengekspos diri mereka secara umum, dan merasa perlu untuk saling mengenal satu sama lain diantara para warga yang menjadi korban. Media sosial menjadi satu pilihan bagi warga untuk saling terkoneksi. Tema kedua Wellbeing bercerita tentang pengalaman masing-masing informan saat berbagi cerita tentang situasi dan kondisi mereka ditempat masing-masing. Tema Wellbeing menceritakan pula bagaimana para informan saling memonitor dan saling mengawasi kondisi satu sama lain melalui media sosial. Kegiatan ini seakan menceritakan kepedulian antar warga mengenai kondisi dan situasi masingmasing. Tema Ketiga yaitu coping, menceritakan pengalaman pribadi masing-masing informan yang menjadi korban bencana khususnya bagaimana mereka bertahan secara psikologis melampaui kehidupan mereka sebagai korban bencana. Sebagai korban bencana, dampak yang dirasakan menurut beberapa informan bukan saja finansial dan harta benda, namun yang lebih berat adalah dampak secara psikologis. Untuk mengatasi guncangan emosional yang dirasakan sebagian penduduk ini, beberapa warga saling bercerita tentang apa yang telah mereka alami sekaligus saling menguatkan satu sama lain. Dan menurut mereka lagi, strategi bercerita dan saling menguatkan melalui media sosial ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap daya tahan para korban dalam melewati masa-masa bencana alam yang mereka alami. Tema selanjutnya, Help, bercerita tentang bagaimana para informan ini saling menawarkan bantuan kepada sesama korban. Penawaran bantuan ini dilakukan dengan sebelumnya beberapa informan saling menceritakan bagaimana mereka menemukan cara untuk survive dalam suasana banjir. Sebelum melakukan itu, para informan menggunakan media sosial sebagai cara untuk mengenal warga lain dan menawarkan bantuan. Penawaran bantuan ini cukup menarik mengingat mereka adalah sama-sama korban dalam bencana banjir tersebut, namun dalam kondisi seperti itu beberapa warga masih menawarkan waktu dan tenaga untuk saling membantu dan meringankan beban sesama korban. Dari penjelasan empat tema diatas, dapat disimpulkan bahwa tema-tema yang diutarakan sebagai hasil dari data yang telah dianalisis menunjukkan pola atau kegiatan yang berkesinambungan dan terkait antara yang satu dengan yang lain. Tema sekaligus menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi didalam sebuah peristiwa. Penelitian kedua yang menggunakan teknik Thematic Analysis adalah penelitian yang dilakukan oleh Heriyanto, Partridge dan Davis (2018). Penelitian tersebut bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana para akademisi di perguruan tinggi Australia menggunakan Open Access. Melalui Thematic Analysis penelitian Heriyanto, Partridge dan Davis (2018) menemukan empat tema. Yaitu 1. Understanding Open Access 2. Institutional Repositories 3. Publishing and Dissemination 4. Finding Information Seperti dijelaskan diawal bahwa Thematic Analysis ini digunakan untuk menemukan pola atau pattern dari fenomena yang sedang diteliti. Maka ketika berbicara tentang tema pertema maka sesungguhnya tema-tema itu merupakan representasi dari pengalaman, persepsi, perilaku dan kegiatan yang dilakukan para informan yang berpartisipasi dalam penelitian. Tema Understanding Open Access merupakan representasi bagaimana pemahaman yang dimiliki oleh para akademisi di Australia. Begitu pula tema Institutional Repositories. Dari nama tema itu sendiri sudah menggambarkan isi dari tema tersebut. Yaitu persepsi, pengalaman para akademisi selama menggunakan institutional repositories, sekaligus sejauhmana institutional repositories ini digunakan baik oleh para akademisi, pustakawan, dan pihak perguruan tinggi di Australia.

Conclusion

Thematic analysis merupakan salah satu teknik menganalisis data yang banyak digunakan oleh para peneliti kualitatif. Tak terkecuali para peneliti yang melakukan kajian dibidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Fleksibilitas dan style interpretatif yang melekat pada ciri Thematic ini memungkin peneliti untuk mengeksplorasi secara mendalam dan berkesinambungan mengenai apa yang sebenarnya terjadi dalam sebuah peristiwa atau kejadian. Dua contoh penelitian diatas diharapkan dapat memberikan sedikit gambaran hasil yang diperoleh dari sebuah teknik Thematic Analysis sekaligus menggambarkan relevansi hasil analisis data dengan rumusan masalah pada masing-masing penelitian. Kajian ini tentu saja masih jauh dari sempurna, dan tentu dengan begitu membuka ruang diskusi bagi para peneliti mengenai discourse teknik-teknik analisis data dan menentukan sebuah hasil bagi penelitian