SUMBER REFERENSI DAN AKSES INFORMASI KESEHATAN OLEH MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
Universitas YARSI; Universitas YARSI; Universitas YARSI
Abstrak
Sumber informasi elektronik sudah menjadi bagian dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Mahasiswa sangat akrab dengan sumber informasi yang dapat diakses dengan mudah menggunakan perangkat yang mereka miliki. Sumber informasi kesehatan merupakan salah satu sumber referensi yang dibutuhkan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sumber referensi apa yang sering dimanfaatkan mahasiswa dalam proses belajar mereka. Selain itu penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui bagaimana mahasiswa mengakses sumber informasi kesehatan dalam bentuk elektronik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan jumlah sampel sebanyak 80 orang mahasiswa. Data primer didapatkan melalui kuesioner, dan didukung dengan data sekunder berupa observasi dan wawancara kepala perpustakaan dan pustakawan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa mahasiswa sudah sangat familiar dengan sumber informasi elektronik. Database yang sering diakses adalah EBSCO dan Proquest, karena database ini dilanggan oleh perpustakaan. Selain itu mahasiswa juga mengakses database secara gratis menggunakan situs DOAJ dan Onesearch. Adapun hambatan mahasiswa dalam mengakses adalah kesulitan dalam menentukan kata kunci dan menemukan situs lain yang berisi informasi kesehatan.
Abstract
Electronic sources of information have become part of the learning process in higher education. Students are very familiar with sources of information that can be accessed easily using the devices they have. Health information sources are one of the reference sources needed by YARSI University Faculty of Medicine students. This study aims to analyze what reference sources students often use in their learning process. In addition, this research was also conducted to find out how students access health information sources in electronic form. The research method used is a quantitative method with a descriptive approach, with a total sample of 80 students. Primary data obtained through questionnaires, and supported by secondary data in the form of observations and interviews of the head of the library and librarian. The research results found that students were very familiar with electronic information sources. The databases that are frequently accessed are EBSCO and Proquest, because these databases are subscribed to by the library. In addition, students also access the database for free using the DOAJ website and Onesearch. The barriers for students to access were difficulties in determining keywords and finding other sites that contained health information.
Keywords:
reference sources
· health information
· electronic sources
· student
· Faculty of Medicine
Introduction
Latar Belakang Mahasiswa saat ini sangat membutuhkan sumber informasi. Kebutuhan mahasiswa akan sumber informasi semakin meningkat seiring dengan semakin banyak pula mata kuliah yang harus diselesaikan. Untuk dapat lulus dalam mata kuliah diwajibkan untuk mengerjakan tugas. Pada saat akhir perkuliahan mahasiswa juga diwajibkan untuk membuat karya tulis ilmiah dalam bentuk tugas akhir, skripsi, tesis dan disertasi. Sehingga dapat dipastikan dalam mengerjakan semuanya mahasiswa sangat membutuhkan sumber informasi. Pencarian sumber informasi pada saat ini dapat dilakukan di perpustakaan dan online. Sumber informasi yang ada bisa dalam bentuk cetak dan elektronik. Sumber informasi cetak seperti buku, jurnal, prosiding serta berbagai sumber informasi yang ada bentuk fisik cetaknya. Selain itu juga banyak sumber informasi elektronik baik itu diakses secara online ataupun tidak. Sumber informasi elektronik umumnya dapat diakses secara online seperti e-jounal, e-book, website serta database berbayar dan gratis. Banyaknya sumber informasi yang ada membutuhkan teknik agar sumber informasi yang ditemukan relevan dengan kebutuhan informasi. Untuk menemukan sumber informasi yang tepat dibutuhkan akses yang tersedia. Akses sumber informasi dapat dilakukan dengan datang langsung ke perpustakaan dan menanyakan langsung ke pustakawan. Serta akses juga dapat dilakukan secara online. Dimana mahasiswa dapat mengakses sumber informasi dengan mendatangi website langsung atau membuka database yang berisi sumber informasi. Database online berisi artikel, e-book, sumber referensi dan artikel hasil konferensi. Menurut Ahmed & Al-Reyaee (2017) akses terhadap sumber informasi lebih penting daripada tempat menyimpan sumber informasi tersebut. Artinya kemudahan mahasiswa dalam mengakses sumber informasi adalah hal utama dalam memanfaatkan sumber informasi baik itu yang ada di perpustakaan dan online. Perpustakaan perguruan tinggi saat ini umumnya sudah memberikan wadah kepada mahasiswa untuk dapat mengakses sumber informasi dalam bentuk cetak dan elektronik. Setiap tahunnya perpustakaan selalu mengadakan koleksi cetak dan elektronik. Untuk sumber informasi elektronik, perpustakaan berlangganan dengan database yang subjeknya disesuaikan dengan kebutuhan perpustakaan. Selain itu juga banyak database online yang gratis daat diakses oleh mahasiswa, dan diperkenalkan oleh perpustakaan. Database online berbayar seperti Ebsco, Proquest, Emerald dan sebagainya dapat dilanggan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Selain itu terdapat pula database yang dapat diakses secara gratis seperti E-Resources Perpusnas, DOAJ, OneSearch. Perpustakaan Universitas YARSI juga menyediakan berbagai sumber informasi yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa selama proses pembelajaran. Setiap tahunnya perpustakaan menanyakan ke program studi buku apa saja yang dibutuhkan oleh setiap program studi yang ada di Universitas YARSI. Selain itu juga perpustakaan Universitas YARSI melanggan beberapa database online seperti Ebsco, Proquest, Gale Cengage dan jurnal online Universitas Oxford. Sumber informasi cetak dan elektronik ini dapat digunakan oleh mahasiswa untuk pengerjaan tugas. Universitas YARSI juga memiliki perpustakaan yang dirancang khusus untuk mahasiswa Fakultas Kedokteran. Perpustakaan ini khusus menyediakan sumber informasi yang terkait dengan bidang ilmu kesehatan dan kedokteran. Sumber informasi yang disediakan juga dalam bentuk cetak dan elektronik. Perpustakaan Fakultas Kedokteran Universitas YARSI sudah berdiri semenjak Universitas YARSI dibangun yakni pada tahun 1967. Seiring berjalannya waktu, koleksi di Perpustakaan Kedokteran makin bertambah mulai dari koleksi tercetak maupun digital, fasilitas yang terus menerus ditambah guna memudahkan atau memberikan kenyamanan bagi mahasiswa maupun dosen serta civitas akademika saat ingin mencari informasi yang mereka butuhkan. Perpindahan Perpustakaan Kedokteran terjadi pada bulan Januari 2018 yang meliputi perpindahan koleksi Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi. Untuk koleksi jurnal tercetak, Perpustakaan Fakultas Kedokteran memiliki 3 jurnal internasional maupun nasional. Jurnal tercetak internasional yang dimiliki Perpustakaan Fakultas Kedokteran yaitu Jurnal of Kanazawa Medical University, AVD Asian Society for Vascular Surgery dan Karger Bulletin. Sedangkan jurnal tercetak nasional terdiri dari Jurnal Kedokteran Brawijaya, Buletin Penelitian Kesehatan, dan Medical Jurnal of Indonesia. Perpustakaan Universitas YARSI juga melanggan database sumber informasi elektronik bidang kedokteran diantaranya EMBASE, MEDLINE, PsycINFO, Cochrane Database of Systematic Review (CDSR)--database khusus yang mengumpulkan berbagai tinjauan sistematis bidang biomedis, MedlinePlus. Beragam database sumber informasi elektronik yang disebutkan sebelumnya, ada beberapa yang memerlukan akses log in saat ingin mengaksesnya dan ada juga yang tidak memerlukan akses log in.Untuk 3 database bidang kedokteran yang dilanggan Universitas YARSI juga memerlukan akses log in. Tetapi Id dan password hanya akan tertera bila kita mengakses laman situs perpustakaan yarsi menggunakan komputer yang tersedia disana. Selain database informasi yang memuat beragam koleksi, ada juga 7 mesin pencari jurnal bidang kedokteran diantaranya : 1. PubMed 2. Ovid 3. Web of Science 4. ScienceDirect 5. Cochrane Library 6. Google Cendekia Berdasarkan observasi awal dengan melakukan wawancara pada 3 mahasiswa didapatkan bahwa mahasiswa juga menganggap mengakses sumber informasi melalui database online adalah suatu hal yang sulit dan ada juga yang tidak mengetahui cara dalam menelusuri informasi menggunakan database online. Hal ini menyebabkan kurangnya referensi yang berkualitas yang dijadikan sebagai acuan dalam penulisan skripsi mahasiswa. Padahal, jurnal elektronik yang dapat diakses melalui database online yang dilanggan perpustakaan universitas memuat berbagai macam publikasi ilmiah yang kualitasnya tidak perlu dipertanyakan lagi. Kurangnya sosialisasi mengenai cara menggunakan/mengakses database online yang dilanggan oleh Perpustakaan Perguruan Tinggi mengakibatkan banyaknya mahasiswa yang tidak mengerti bagaimana cara mengakses database online dengan baik dan benar. Seharusnya pustakawan Perguruan Tinggi melakukan sosialisasi terhadap mahasiswa agar database yang mereka langgan dapat digunakan secara maksimal tidak hanya oleh mahasiswa tetapi juga segenap civitas akademika. Mahasiswa serta dosen membutuhkan informasi yang terdapat dalam database online yang dilanggan guna membantu dalam penulisan karya ilmiah maupun dalam proses belajar mengajar. Database online yang dilanggan oleh perpustakaan Universitas YARSI juga kebanyakan memiliki subjek kesehatan dan kedokteran, seperti database Ebsco melanggan Medicine, Dentistry dan Oral Science serta DynaMed. Banyaknya sumber informasi yang disediakan perpustakaan dan secara online mengenai bidang kesehatan dan kedokteran, diperlukan penelitian berkaitan dengan sumber informasi apa saja yang dimanfaatkan mahasiswa Fakultas Kedokteran dalam mengerjakan tugas perkuliahannya. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai sumber informasi yang sering digunakan, jenis/tipe sumber informasi, frekuensi akses sumber informasi, cara mengakses sumber informasi sampai pada kendala yang dihadapi saat mengakses sumber informasi selama mengerjakan tugas perkuliahan. Tinjauan Literatur E-resources adalah berbagai macam sumber elektronik yang diseleksi, dikelola dan disediakan untuk pemustaka. E-resources merupakan bahan perpustakaan yang membutuhkan akses komputer baik secara remote (jarak jauh) maupun melalui komputer personal (PC) atau bisa juga diakses menggunakan perangkat mobile. Saxena (2009) menjelaskan bahwa penerbitan elektronik merupakan suatu terbitan dimana buku-buku, jurnal, dan majalah diproduksi dan disimpan dalam bentuk elektronik. Saxena (2009) juga menjelaskan bahwa jenis-jenis penerbitan elektronik sangat beragam, yaitu mencakup buku elektronik (e-book), terbitan berkala elektronik (e-periodical), database elektronik (e-database), penerbitan elektronik dalam CD-ROM, POD (Print On Demand), content digital, dan tinta elektronik (e-ink). Library of Congress juga menjelaskan E-resources atau elektronik resources adalah “Sumber informasi yang disediakan untuk diakses melalui penggunaan komputer. Ini termasuk data yang tersedia oleh (1) akses jarak jauh dan (2) akses langsung (media tetap). Dengan kata lain: Akses jarak jauh (sumber daya elektronik) mengacu pada penggunaan sumber daya elektronik melalui jaringan komputer. Akses Langsung (sumber daya elektronik) mengacu pada penggunaan sumber daya elektronik yang menggunakan media fisik untuk mengaksesnya seperti Cakram, kaset, kartrid) yang dirancang untuk dimasukkan ke dalam perangkat yang terkomputerisasi atau peralatan tambahannya. Menurut Andayani (2014) juga menjelaskan Electronic resources adalah akses komputer, baik melalui komputer pribadi, mainframe, atau perangkat seluler genggam. Alat tersebut dapat diakses dari jarak jauh melalui internet atau secara lokal. Beberapa jenis yang paling sering dijumpai adalah jurnal, basis data buku elektronik dengan teks lengkap, basis data pengindeksan dan abstrak, basis data rujukan (biografi, kamus, direktori, ensiklopedia, dll.), Basis data numerik dan statistik, gambar elektronik, sumber daya audio / visual ”. Menurut Kanavar (dalam Fadilla, 2018) E-Resources dapat memberikan pelayanan yang baik pada pengguna. Adapun e-resources yang dapat memberikan pelayanan kepada pengguna dapat dilihat sebagai berikut : 1. Untuk mendapatkan akses ke sumber informasi oleh lebih dari satu pengguna. 2. Sumber Daya Elektronik dapat ditemukan dengan cepat. 3. Dapat dengan mudah ditemukan oleh pengguna. 4. Sumber Daya Elektronik dapat disimpan dengan jumlah/kapasitas besar. 5. Jumlah waktu yang dihabiskan untuk penelusuran E-Resources. 6. Analisis tujuan pengguna e-resources oleh responden. 7. Mengetahui jenis sumber daya elektronik yang digunakan oleh pengguna. 8. Mengumpulkan, menyimpan, mengatur informasi dalam bentuk digital). 9. Untuk menyampaikan sumber informasi kepada semua kalangan pengguna). Menurut IFLA (2012), kebijakan e-resources juga harus memberikan panduan untuk membantu menyeleksi preferensi format saat dihadapkan pada pilihan konten yang tersedia baik dalam format cetak maupun elektronik. Pertimbangan yang berkaitan dengan preferensi format, termasuk keputusan tentang de-duplikasi misalnya dimana judul sudah diperoleh dalam berbagai format), dapat mencakup, namun tidak terbatas pada pengguna seperti : 1. Sumber daya dengan setara cetak tidak boleh tertinggal dari hasil cetaknya. 2. Sumber elektronik harus memberikan nilai tambah yang cukup melebihi format setara padanan lainnya misalnya peningkatan fungsionalitas dapat meningkatkan aksesibilitas. 3. Akurasi dan kelengkapan sumber elektronik harus mencerminkan hal yang sama atau peningkatan konten dibandingkan dengan setara cetak. 4. Duplikasi dapat dipertimbangkan jika publikasi elektronik tidak arsip dan retensi, diharapkan ; jika biaya duplikasi minimal dan beberapa format paling sesuai dengan kebutuhan pengguna yang berbeda dalam hal akses dan kenyamanan. Jenis e-resources ada berbagai macam, diantaranya : 1. Database Online Berisikan sekumpulan koleksi artikel ilmiah dalam bentuk digital dan tersedia dalam berbagai format, diantaranya format pdf, docx, dan lainnya. 2. E-Books E-Books atau buku elektronik adalah suatu buku yang bentuknya digital atau elektronik dimana biasanya berisi informasi atau panduan/tutorial. 3. Electronic Dictionaries and Encyclopedia (Kamus dan Ensiklopedia Elektronik) Sama hal nya dengan e-books, kamus dan ensiklopedia elektronik merupakan kamus dalam bentuk digital/elektronik yang hanya bisa diakses menggunakan perangkat komputer atau smartphone. 4. E-Journal (Jurnal Elektronik) Adalah penerbitan artikel-artikel ilmiah dalam suatu jurnal ilmiah ber-ISSN yang dilakukan oleh suatu institusi melalui media elektronik (paperless), dan disebarkan kepada atau bisa diakses seluruh audiens pembaca melalui portal internet yang tersedia. 5. Official Publication (Publikasi Resmi) Adalah sebuah publikasi yang diproduksi oleh seorang reprografi atau orang yang memproduksi pamflet atau selembaran serta naskah tercetak yang diterbitkan oleh organisasi badan resmi dan tersedia untuk audiens yang lebih luar dari badan organisasi itu sendiri. 6. Online Newspaper(Koran Online) Sama dengan namanya, online newspaper atau koran online merupakan surat kabar dalam format elektronik yang dapat diakses menggunakan komputer atau smartphone dan tersedia di situs online resmi mereka. 7. Referencing Resources (Sumber Referensi) Merupakan sekumpulan sumber-sumber referensi dalam bentuk digital yang bisa diakses oleh semua orang dan tersedia sebagai bahan referensi dalam penulisan ilmiah bagi para peneliti. Pada prinsipnya fungsi utama perpustakaan perguruan tinggi adalah menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat. Berdasarkan Buku Pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi (2015), fungsi perpustakaan perguruan tinggi dapat ditinjau dari berbagai segi yaitu : 1. Fungsi Edukasi Perpustakaan merupakan sumber belajar bagi civitas akademika, oleh karena itu koleksi yang disediakan adalah koleksi yang mendukung pencapaian tujuan pembelajaran, pengorganisasian bahan pembelajaran setian program studi, koleksi tentang strategi belajar mengajar dan materi pendukung pelaksanaan evaluasi pembelajaran. 2. Fungsi Informasi Perpustakaan merupakan sumber informasi yang mudah diakses oleh pencari dan pengguna informasi. 3. Fungsi Riset Perpustakaan mempersiapkan bahan-bahan primer dan sekunder yang paling mutakhir sebagai bahan untuk melakukan penelitian dan pengkajian ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Koleksi pendukung penelitian di perpustakaan perguruan tinggi mutlak dimiliki karena tugas perguruan tinggi adalah menghasilkan karya-karya penelitian yang dapat diaplikasikan untuk kepentingan pembangunan masyarakat dalam berbagai bidang. 4. Fungsi Rekreasi Perpustakaan harus menyediakan koleksi rekreatif yang bermakna untuk membangun dan mengembangkan kreativitas, minat, dan daya inovasi pengguna perpustakaan. 5. Fungsi Publikasi Perpustakaan selayaknya juga membantu melakukan publikasi karya yang dihasilkan oleh warga perguruan tinggi yakni civitas akademika dan staf non-akademika. 6. Fungsi Deposit Perpustakaan menjadi pusat deposit untuk seluruh karya dan pengetahuan yang dihasilkan oleh warga perguruan tingginya. 7. Fungsi Interpretasi Perpustakaan sudah seharusnya melakukan kajiak dan memberikan nilai tambah terhadap sumber-sumber informasi yang dimilikinya untuk membantu pengguna dalam melakukan dharmanya. Untuk mencapai tujuan dan fungsinya, perpustakaan perguruan tinggi haruslah menjalankan tugasnya dengan baik. Menurut Buku Pedoman Umum Penyelenggaraan Perpustakaan Perguruan Tinggi (2015) tugas perpustakaan perguruan tinggi adalah “Menyusun kebijakan dan melakukan tugas rutin untuk mengadakan, mengolah, merawat pustaka serta mendayagunakan baik bagi civitas akademika maupun diluar kampus”. Adapun tugas dari perpustakaan perguruan tinggi adalah : 1. Mengikuti perkembangan kurikulum serta perkuliahan dan menyediakan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pengajaran. 2. Menyediakan pustaka yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas dalam rangka studi. 3. Mengikuti perkembangan mengenai program-program penelitian yang diselenggarakan di lingkungan perguruan tinggi induknya dan berusaha menyediakan literatur ilmiah dan bahan yang diperlukan bagi para peneliti. 4. Memutakhirkan bahan perpustakaan dengan mengikuti terbitan-terbitan terbaru, baik dalam bentuk tercetak maupun digital. Berdasarkan uraian diatas jelas bahwa tugas dari perpustakaan perguruan tinggi adalah memberikan jasa serta layanan yang dapat mendukung proses pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan cara memutakhirkan bahan perpustakaan baik tercetak maupun digital demi mendukung dan mengembangkan kualitas program perguruan tinggi.
Method
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif. Metode ini digunakan untuk menggambarkan bagaimana pemanfaatan sumber referensi. Selain itu metode deskripsi juga digunakan untuk memberikan gambaran mengenai cara mengakses sumber informasi kesehatan pada berbagai sumber referensi digital. Menurut Sugiyono (2014) pengumpulan data pada metode penelitian kuantitatif menggunakan instrumen penelitian, analisis data yang bersifat statistik. Hal ini sesuai dengan tujuan penelitian ini dimana menggunakan statistik untuk melihat sumber informasi dan jenis referensi yang digunakan mahasiswa. Adapun subjek penelitian ini mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Objek penelitian adalah sumber referensi digital yang dimanfaatkan oleh mahasiswa. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa aktif Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2016 dan 2017 sebanyak 366 orang mahasiswa. Sehingga jumlah sampel dalam berjumlah 80 orang dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data primer dilakukan dengan menyebarkan kuesioner online kepada mahasiswa melalu Google Form. Data sekunder dilakukan dengan wawancara dengan beberapa mahasiswa, kepala perpustakaan dan pustakawan. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan teknik proporsional untuk kuesioner, yaitu melihat persentase jumlah jawaban responden. Data yang sudah terkumpul dibuatkan persentase dari masing-masing poin . Sehingga didapatkan hasil yang relevan. Hasil tersebut kemudian dianalisis juga berdasarkan data sekunder yang didapatkan selama penelitian.
Discussion
Pada pembahasan ini akan dianalisis hasil penelitian yang didapatkan di lapangan dengan teori dan konsep yang sudah ada. Hasil penelitian didapatkan dari data primer yaitu melalui kuesioner, serta didukung data sekunder yaitu wawancara dan hasil observasi lapangan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa 60% responden angkatan 2016 dan 40% responden angkatan 2017. Tabel 1. Jumlah Responden Keterangan Frekuensi % 2016 48 60 2017 32 40 Pemanfaatan sumber informasi elektronik berdasarkan hasil penelitian dapat dikatakan cukup sering yaitu 2-3x/minggu sebanyak 53,8%. Artinya, mahasiswa sering menggunakan sumber informasi elektronik untuk mendukung proses pembelajaran. Selain itu didapatkan pula bahwa hampir setengah dari mahasiswa mengakses sumber informasi elektronik hanya 1x/minggu dan bahkan ada yang tidak pernah mengakses sumber informasi tersebut. Tabel 2. Frekuensi Pemanfaatan E-Resources Keterangan Frekuensi % 5x/minggu 6 8 2-3x/minggu 43 54 1x/minggu 13 16 Tidak Pernah 17 22 Sumber Referensi Proses pembelajaran dilakukan oleh mahasiswa menggunakan sumber informasi. Untuk itu perlu dilihat sumber apa saja yang sering dimanfaatkan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa 75% mahasiswa lebih memilih mengakses sumber informasi elektronik dibandingkan sumber cetak yang ada di perpustakaan. Hal ini berhubungan dengan kemudahan akses sumber informasi elekronik menggunakan handphone atau laptop. Selain itu, mahasiswa yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah generasi digital yang selalu menginginkan cara tercepat, sehingga lebih memilih sumber informasi elektronik. Tabel 3. Sumber Referensi yang sering digunakan Keterangan Frekuensi % Sumber informasi elektronik 60 75 Perpustakaan 20 25 Berdasarkan pertanyaan sebelumnya yang berkaitan dengan sumber referensi yang sering digunakan didapatkan pula media/device yang mahasiswa manfaatkan dalam mengakses. Sebanyak 74% responden mengakses sumber informasi elektronik menggunakan handphone/laptop. Sumber referensi ini dipilih juga karena kemudahan akses darimana saja. Berdasarkan hasil observasi juga menunjukkan bahwa mahasiswa mengakses sumber informasi elektronik dari rumah dan kampus. Hal ini juga terlihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4. Media Untuk Akses Keterangan Frekuensi % Handphone 28 35 Laptop/Komputer Pribadi 44 55 Lainnya 8 10 Adapun beberapa alasan mahasiswa mengakses sumber informasi elektronik adalah keperluan penelitian (studi kasus, penelitian, tugas akhir), tugas kuliah dan hanya sekedar menambah pengetahuan mereka. Hal ini terlihat pada tabel dibawah ini: Tabel 5. Tujuan Pemanfaatan Keterangan Frekuensi % Penelitian 65 81 Tugas Kuliah 38 47,5 Menambah Pengetahuan 38 47,5 Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa mahasiswa juga didapatkan bahwa mahasiswa mengakses sumber informasi elektronik selain untuk penelitian juga untuk mengerjakan tugas yang diwajibkan dosennya. Dalam pengerjaan tugas seringkali dosen menyuruh mahasiswa menggunakan jurnal terbaru yang relevan dengan materi tugas. Akses Informasi Kesehatan Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa sumber informasi yang paling banyak diakses adalah database yang berisi jurnal elektronik, e-book dan sumber lainnya. Tabel 6. Database yang sering digunakan Keterangan Frekuensi % EBSCO 43 53,8 Proquest 32 40 Garuda 24 30 DOAJ 27 33,8 Onesearch 26 32,5 Pubmed 5 6,3 Science Direct 2 2,5 Scopus 1 1,3 Tabel 6 menunjukkan bahwa database yang sering dimanfaatkan adalah EBSCO dan Proquest. Hal ini dikarenakan Perpustakaan Universitas YARSI melanggan dua database tersebut. Selain itu juga didukung karena Fakultas Kedokteran memiliki perpustakaan tersendiri sehingga melanggan beberapa subjek khusus kedokteran yang ada di EBSCO dan Proquest. Mahasiswa sudah mengetahui beberapa sumber informasi dalam bentuk database selain dari yang dilanggan oleh perpustakaan. Terlihat dari mahasiswa mengakses beberapa database gratis seperti Garuda, DOAJ dan Onesearch. Pada tabel diatas tidak muncul e-Resources yang dilanggan Perpustakaan Nasional. Padahal jika ditelusuri pada database yang dilanggan Perpustakaan Nasional juga banyak terdapat beberapa database yang memiliki banyak subjek ilmu kedokteran. Tidak adanya pemanfaatan e-Resources disebabkan oleh ketidaktahuan mahasiswa akan sumber referensi ini. Pada saat mahasiswa diperkenalkan sumber referensi, perpustakaan fokus pada database yang hanya dilanggan Universitas YARSI saja. Berdasarkan tabel diatas juga didapatkkan bahwa ada mahasiswa yang menjawab Scopus sebagai sumber referensi. Hal ini menunjukkan kurangnya pemahaman mahasiswa mengenai konsep sumber informasi elektronik. Padahal Scopus adalah situs yang mengindeks artikel dari jurnal yang sudah terdaftar atau bereputasi internasional. Tabel 7. Format File Keterangan Frekuensi % PDF 73 91,3 PPT 8 10 DOC 2 2,5 Lainnya 1 1,3 Tabel 7 menunjukkan bahwa format file yang paling diminati adalah PDF. Pada umumnya jurnal ilmiah pada berbagai database ditampilkan dalam format PDF. Hal ini karena dianggap mudah untuk diakses, disimpan dan dijamin keamanannya. Berdasarkan hasil penelitian ini pula didapatkan bahwa sebanyak 70% mahasiswa menyimpan file yang udah diunduh disimpan di komputer, laptop atau handphone mereka. Format file pdf sangat membantu mahasiswa pula untuk dapat membagikan file dengan mudah menggunakan aplikasi berbagi file seperti media pesan, Google Drive, Cloud dan sebagainya. Hal ini terlihat pada tabel sebagai berikut: Tabel 8. Cara menggunakan artikel jurnal elektronik Keterangan Frekuensi % Unduh 52 65 Baca di layar monitor 48 60 Kirim Email 33 41 Cetak 18 22,5 Pada Tabel 8 terlihat bahwa 65% mahasiswa mengunduh file artikel kemudian mereka simpan pada media penyimpanan. Artikel jurnal yang diakses juga menyediakan format file yang hanya bisa membaca di layar. Metode ini juga digunakan mahasiswa untuk membaca abstrak dan peer review untuk menilai sekilas apakah artikel tersebut sesuai dengan materi yang sedang dicari. Beberapa database yang dilanggan menyediakan kemudahan untuk mengirimkan artikel ke email mahasiswa. Kemudahan ini juga dimanfaatkan mahasiswa, agar artikel yang diinginkan masuk ke email masing-masing. Sehingga mereka bisa mengakses artikel tersebut kapanpun dan dimanapun tanpa harus membuka dan mencari lagi di database. Kemudahan ini juga sangat memudahkan mahasiswa untuk membagikan artikel tersebut ke teman-temannya. Hambatan Pada dasarnya selama proses mahasiswa dalam mengakses sumber informasi kesehatan mendapatkan banyak kemudahan. Kemudahan dalam mengakses kapanpun dan dimanapun menjadi pilihan utama mahasiswa mengakses sumber informasi elektronik. Sumber informasi kesehatan di Indonesia sangat banyak. Mulai dari database, jurnal nasional, prosiding dan direktori yang dikeluarkan perguruan tinggi, lembaga penelitian, pusat informasi serta berbagai lembaga yang bergerak di bidang kesehatan. Namun dalam perjalanan mahasiswa, masih terdapat beberapa kesulitan dalam mengakses. Adapun hambatan tersebut sebagai berikut: Tabel 9. Hambatan dalam Akses Sumber Informasi Elektronik Keterangan Frekuensi % Kesulitan menentukan kata kunci 50 62,5 Kesulitan identifikasi username & password 47 58,8 Kesulitan mengunduh artikel 31 38,8 Kesulitan memahami isi jurnal bahasa inggris 33 41,3 Kesulitan menemukan website database 29 36,2 Tabel 9 berisi hambatan yang dialami mahasiswa selama mengakses sumber informasi kesehatan yang disediakan dalam bentuk elektronik. Berdasarkan tabel dapat dilihat bahwa kesulitan terbesar mahasiswa adalah menentukan kata kunci (keyword) untuk menemukan sumber informasi sesuai dengan kebutuhan informasi. Hasil observasi juga menunjukkan metode pencarian langsung pada judul apa yang mahasiswa inginkan, bahkan ada yang menuliskan secara langsung deskripsi tugas yang diberikan dosen di kolom pencarian. Kesulitan ini disebabkan mahasiswa belum mampu menentukan subjek pencarian. Sehingga kolom pencarian diisi langsung dengan kata kunci apasaja yang mahasiswa inginkan. Kesulitan dalam mengidentifikasi username dan password juga menjadi hambatan bagi mahasiswa untuk mengakses sumber informasi elektronik. Username dan password biasanya digunakan untuk mengakses database yang dilangan oleh perpustakaan atau lembaga informasi lainnya. Pada website perpustakaan Universitas YARSI sudah dilampirkan username dan password, namun saat ini hanya satu database yang dapat diakses. Sehingga saat ini mahasiswa kesulitan mengakses database yang dilanggan oleh Universitas YARSI. Kesulitan selanjutnya juga berkaitan dengan menemukan website database yang dapat dimanfaatkan. Mahasiswa hanya mengetahui beberapa website database yang dapat diakses gratis seperti DOAJ dan Onesearch. Sedangkan ada beberapa website yang menyediakan akses database sumber informasi kesehatan secara gratis, seperti E-Resources Perpustakaan Nasional, database yang dilanggan oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, online journal system pada berbagai universitas yang ada di Indonesia dan beberapa referensi dalam bentuk prosiding. Sebagian besar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI tidak terlalu mengalami kesulitan dalam mengakses sumber informasi kesehatan yang berbahasa inggris. Hal ini sudah menjadi unggulan bagi mahasiwa kedokteran karena sudah mendapatkan Mata Kuliah Bahasa Inggris setiap semesternya. Selain itu pula sebagian besar textbook yang digunakan selama perkuliahan menggunakan bahasa inggris. Walaupun ada beberapa yang mengalami kesulitan dikarenakan beberapa istilah academic sehingga mahasiswa perlu dibiasakan lagi dalam membaca artikel yang berisi informasi kesehatan.
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang sudah dijabarkan, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI sudah sangat terbiasa dalam memanfaatkan sumber informasi kesehatan dalam bentuk elektronik. Sumber informasi kesehatan yang sering dijadikan sumber referensi berasal dari jurnal elektronik dan database. Database yang paling sering dimanfaatkan adalah EBSCO dan Proquest yang dilanggan oleh Universitas YARSI. Adapun beberapa database yang tidak dilanggan seperti Pubmed, ScienceDirect, BMJ, NEJM. Selain itu mahasiswa juga mengakses berbagai database yang dapat dimanfaatkan secara gratis seperti DOAJ dan Onesearch. Perpustakaan diharapkan dapat berperan aktif agar mahasiswa memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengakses berbagai sumber informasi eletronik yang berkaitan dengan informasi kesehatan. Peran perpustakaan berkaitan dengan mengedukasi mahasiswa tentang bagaimana cara pencarian sumber informasi sampai pemanfaatan sumber informasi tersebut. Hal ini sangat perlu dilakukan mengingat kesulitan terbesar mahasiswa adalah kesulitan dalam melakukan pencarian menggunakan kata kunci yang tepat dan kesulitan dalam menemukan situs yang berisi database sumber informasi kesehatan.