Kembali
16
1
2020 Pustakaloka : Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 12 · 2 ISSN 2502-4108

DOKTER PUSTAKA INOVASI LAYANAN MASA PADEMI COVID-19 DI PERPUSTAKAAN FAKULTAS KEDOKTERAN, KESEHATAN MASYARAKAT DAN KEPERAWATAN UNIVERSITAS GADJAH MADA

Universitas Gadjah Mada

Abstrak

Pandemi Covid-19 telah banyak mengubah segalanya, begitu jugadengan penyediaan layanan. Selama pandemi Covid-19, semualayanan tatapmuka dihilangkan dan dilakukan secara daring.Inovasi sangat dituntut dalammemberikan layanandaringmasapandemiCovid-19. Perpustakaan FakultasKedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Madamelakukaninovasi layanan kepada pemustaka, yaituDokter Pustaka.Tujuandalam penelitian ini adalahmengetahui Dokter Pustaka sebagai inovasi layananPerpustakaan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan KeperawatanUniversitas Gadjah Mada. Manfaat dari penelitian ini adalah memberikanmasukan pada Perpustakaan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat danKeperawatan Universitas Gadjah Mada terhadap inovasi layanan yang dilakukanpada pemustaka masa pademi Covid-19.Metodologi penelitan yang digunakanadalah deskriptif kualitatif.Berdasarkan hasil dan pembahasan dalam penelitianbahwa layanan inovasi Dokter Pustakayang banyakminta layananadalahmahasiswa. Jenis layanan yang diminta adalah artikel ilmiahjurnal. Berdasarkan wilayah tempat tinggal pemustaka paling banyak tinggal di Kabupaten Sleman,sedang dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta tidak ada. Untuk itu agar inovasilayanan Dokter Pustakan di Perpustakaan Fakultas Kedokteran, KesehatanMasyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah mada dapat dimanfaatkansecara optimal oleh pemustaka, makaperlu dilakukan promosi atau sosialisasipadasivitas akademika dan alumni</p>

Abstract

he Covid-19 pandemic has changed everything a lot, and so has the provision of services. During the Covid-19 pandemic, all face-to-face services were eliminated and carried out online. Innovation is highly demanded in providing online services during the Covid-19 pandemic. The Library of the Faculty of Medicine, Public Health and Nursing, Gadjah Mada University has made service innovations for users, namely Doctor Pustaka. The purpose of this research is to know the Doctor of Library as a library service innovation of the Faculty of Medicine, Public Health and Nursing Universitas Gadjah Mada. The benefit of this research is to provide input to the Library of the Faculty of Medicine, Public Health and Nursing at the University of Gadjah Mada on service innovations carried out by users of the Covid-19 period. The research methodology used is descriptive qualitative. Based on the results and discussion in the study, the doctor's innovation service library that asked for a lot of services was students. The type of service requested is a journal scientific article. Based on the area where most users live in Sleman Regency, while those from outside the Yogyakarta Special Region do not exist. For this reason, in order for the Librarian Doctor’s service innovation in the Library of the Faculty of Medicine, Public Health and Nursing at Gadjah Mada University to be used optimally by users, it is necessary to promote or socialize the academic community and alumni.
Keywords: Doctor of Library · Innovation · Library Service · Covid-19 Pandemic

Introduction

Pandemi Covid-19 telah mengejutkan seluruh dunia. Wabah pademi Covid-19 belum pernah terbayangkan sebelumnya. Dampak wabah ini dirasakan sangat luar biasa bagi semua kalangan, baik dari anak-anak, remaja, orang tua ataupun lanjut usia. Wabah Covid-19 penularannya sangat cepat dan menyebar hampir di seluruh dunia. Banyak korban nyawa meninggal akibat terkena wabahnya. Begitu cepatnya dan dampak kematian yang besar membuat perhatian seluruh masyarakat dan pemimpin dunia. Masing-masing negara mengeluarkan kebijakan untuk mencegah penularanya yang lebih luas termasuk pemerintah Indonesia. Untuk mencegah penularan pademi Covid-19, pemerintah Indonesia menetapkan sebagai langkah-langkah bencana strategis nasional. untuk Selanjutnya mengatasi pemerintah dengan melakukan Pembatasan pademi Sosial pemerintah Covid-19. Berskala mengambil Kebijakan Besar (PSBB), dimana aktifitas dan mobilitas masyarakat dibatasi. Perkantoran, baik negeri atau swasta menutup layanan secara langsung pada publik kecuali yang memberikan layanan sektor strategis dan vital. Pustakawan dianjurkan untuk bekerja dari rumah atau Work From Home/WFH dan memberikan layanan secara daring. Aktifitas pembelajar, baik di sekolah atau pergurun tinggi tidak dilaksanakan dengan tatap muka langsung tetapi juga melalui daring atau online. Kebijakan WFH ini bukan berarti pelayanan disektor publik termasuk perpustakaan tidak melakukan melakukan layanan pada pemustaka akan tetapi layanan tetap dijalankan dengan menyusaikan sistem layanan yang baru. Dampak dari layanan yang tidak diberikan secara langsung tersebut menuntut adanya inovasi pustakawan agar layanan pada pemustaka tetap dapat diberikan dengan baik. Mencermati hal tersebut, maka Perpustakaan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada membuat inovasi layanan yang bernama Dokter Pustaka. Inovasi layanan ini bersifat online berbasis aplikasi. harapannya memudahkan pemustaka dalam melakukan pencarian informasi ilmiah yang dibutuhkan tanpa datang langsung ke perpustakaan

Method

Metode kualitatif. yang Menurut digunakan Sugiyono,' memudahkan yang dibutuhkan dalam pemustaka tanpa penelitin penelitian deskriptif adalah dalam datang metode kualitatif melakukan langsung ke deskriptif adalah suatu penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status atau gejala yang ada, yaitu gejala yang dikumpulkan di lapangan memuat apa adanya saat penelitian dilakukan. Mengacu dari metode penelitian tersebut, maka fokus dalam varibel penelitian ini yaitu inovasi layanan Dokter Pustaka di Perpustakaan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM. Sumber data dalam penelitian Fakultas ini adalah Kedokteran, permintaan layanan Dokter Pustaka dari Perpustakaan Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM masa pademi Covid-19 sejak bulan Maret sampai Nopember 2020.

Discussion

Dokter Pustaka Inovasi Layanan Perpustakaan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM di masa pandemi Covid-19 memberikan layanan pada sivitas akademika dan alumni melalui inovasi layanan Dokter Pustaka. Layanan ini dilakukan secara daring kebutuhan pencarian informasi ilmiah, baik karya ilmiah, artikel 10 artikel atau buku digital. Dokter Pustaka mulai digunakan untuk memberikan layanan pada pemustaka bulan Maret 2020. Fasilitas ini merupakan bagian dari kegiatan pengembangan layanan perpustakaan. Fasilitas Dokter Pustaka dibuat menggunakan soffware develop sistem Mpysql, sedangkan untuk interfes menggunakan PHP. Sementara untuk menerima pengiriman data pada form isian permintaan, terkoneksi dengan aplikasi telegram perpustakaan. Perpustakaan Dokter Pustaka FK-KMK UGM ditempatkan dengan pada alamat fasilitas menu website htip:/libmed.ugm.ac.id. Ditempatkannya menu Dokter Pustaka dalam laman website agar dengan mudah dapat diakses oleh pemustaka. Gambar 1 Dokter Pustaka di Website Perpustakaan FK-KMK UGM Sl D Kol Prosedur yang dilakukan pemustaka untuk minta permohonan layanan informasi ilmiah dengan klik menu Dokter Pustaka. Selanjutnya akan ditampilkan form permintaan yang harus diisi oleh pemustaka. Form yang harus diisi pemustaka, yaitu: Nama Alamat kW N Kabupaten Propinsi Email Nomor Handphone Menmilih dasar permintaan, lewat judul/kata kunci 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. Judul jurnal Judul artikel Pengarang Tahun terbit Volume Nomor Halaman Pemustaka yang telah mengisi form permintaan selanjutnya tekan menu kirim. Form permintaan tersebut akan masuk pada aplikasi telegram perpustakaan. Pustakawan yang diberi tugas untuk melayani setelah mengetahui ada permintaan yang masuk akan mencarikan informasi yang dibutuhkan. Setelah informasi yang dibutuhkan ketemu maka pustakawan akan mengirim permintaan informasi tersebut pada pemustaka. Permintaan informasi akan dikirim ke pemustaka, baik melalui nomor handphone/WA atau email pemustaka. Layanan Dokter Pustaka TT Layanan ini diberikan secara online yaitu disediakan di laman web perpustakaan hiip://libmed.ugm.ac.id. sehingga mudah diakses oleh pemustaka darimanapun dan kapanpun. Adapun fasilitas yang ada pada layanan ini, berupa artikel ilmiah, karya tulis atau buku digital dengan cara mengisi form permintaan pada menu Dokter Pustaka di laman website perpustakaan. Berdasarkan data rekapitulasi penelitian permintaan layanan pemustaka masa pademi Covid-19 yang dilakukan melalui Dokter Pustaka ada sebanyak 16 permintaan. encermati pada tabel 1 menunjukkan bahwa permintaan layanan melalui Dokter Pustaka paling banyak adalah mahasiswa sedangkan untuk dosen, dan alumni tidak ada permintaan. Hal ini bisa terjadi yang paling banyak membutuhkan referensi untuk membantu proses pembelajaran atau penelitian adalah mahasiswa. Apalagi dengan perkuliahan daring kesempatan mahasiswa untuk datang ke perpustakaan secara langsung tidak memungkinkan sehingga mengajukkan permohonan layanan online melalui Dokter Pustaka. Bisa juga terjadi layanan Dokter Pustaka belum banyak diketahui oleh dosen atau almuni, dan hanya diketahui oleh mahasiswa. Tabel 2 Jenis Permintaan Dokter Pustaka Jenis No 1 2 3 Permintaan | | | Karya Ilmiah Artikel Ilmiah Buku Digital Jumlah Jumlah 3 13 0 16 Berdasarkan pada tabel 2 jenis permintaan yang paling banyak layanan Dokter Pustaka adalah permintaan artikel ilmiah 13 permintaan. Sedangkan permintaan untuk buku digital tidak ada. Artikel ilmiah paling banyak diminta oleh pemustaka melalui layanan Dokter Pustaka sejalan dengan kebijakan bahwa dalam penulisan karya ilmiah diutamakan artikel ilmiah dari jurnal sebagai rujukan untuk sitasi. No 1 2 3 4 5 6 | Bantul | Gunung Kidul | Kulon Progo Jumlah Tabel 3 Sebaran Wilayah Tinggal Pemustaka ‘Wilayah Kota Yogyakarta Sleman Luar DIY Jumlah 2 13 1 0 0 0 16 Berdasarkan tabel 6 sebaran tempat tinggal pemustaka yang melakukan permintaan layanan Dokter Pustaka paling banyak tinggal di wilayah Kabupaten Sleman. Sedangkan untuk di luar wilayan Daerah Istimewa Yogyakarta tidak ada. Kabupaten Sleman merupakan lokasi dimana kampus Universitas Gadjah Mada wilayah ini tempat kost mahasiswa disekitar kampus UGM. Hal ini mempunyai hubungan bahwa layanan Dokter Pustaka lebih banyak diminta oleh mahasiswa sebagimana yang terdapat dalam tabel 1.

Conclusion

Berdasarkan hasil dan pembahasan dalam penelitian bahwa inovasi layanan Dokter Pustaka di Perpustakaan Fakultas Kedokteran, Masyarakat dan Keperawatan Univeristas Gadjah Mada dapat Kesehatan disimpulkan bahwa layanan inovasi Dokter Pustaka yang banyak diminta adalah mahasiswa. Sedangkan jenis layanan yang diminta adalah artikel ilmiah dari jurnal. Berdasarkan wilayah tempat tinggal pemustaka yang minta layanan paling banyak tinggal di Kabupaten Sleman. Sedangkan dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta tidak ada permintaan. Untuk itu agar inovasi layanan Dokter Pustakan di Perpustakaan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah mada dapat dimanfaatkan secara optimal masa pademi Covid-19 oleh pemusaka, maka perlu dilakukan promosi atau sosialisasi pada pemustaka yaitu civitas akademika dan alumni.