OPTIMALISASI INLISLite DALAM TEMU KEMBALI INFORMASI DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KOTA PAYAKUMBUH
Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar; Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar
Abstrak
Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah adanya kendala yang dihadapi dalam temu kembali informasi oleh pemustaka menggunakan software INLISLite di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana optimalisasi fasilitas penelusuran informasi dalam proses temu kembali informasi oleh pemustaka di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh. Jenis penelitian ini metode mix methods dengan pendekatan deskriptif dan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dimulai dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penjamin keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa (1) Kinerja dan cakupan sistem dari software INLISLite dalam proses temu kembali informasi tersebut baik. Kemampuan dari software INLISLite untuk hanya menemukan informasi yang dibutuhkan bagus, hasil ini dapat dilihat dari hasil pencarian menggunakan rumus recall dan tabel hasil penelusuran yang menunjukkan bahwa kerelevanan dokumen yang ditemukan adalah 100% dan relevan penuh. Waktu yang dibutuhkan oleh software INLISLite untuk menemukan informasi yang dibutuhkan tersebut cepat. Rata-rata dari waktu pencarian tersebut yaitu 3, 83 detik. (2) Kendala optimalisasi software INLISLite dalam temu kembali yaitu software INLISLite terutama fitur OPAC yang hanya dapat diakses menggunakan komputer khusus yang telah disediakan dan juga bisa menggunakan handphone tetapi harus login ke wifi.
Abstract
The main problem in this thesis is the existence of obstacles encountered in information retrieval by users using the INLISLite software at the Payakumbuh City Library and Archives Service. The purpose of this study was to find out how to optimize information retrieval facilities in the information retrieval process by users at the Payakumbuh City Library and Archives Service. This type of research is a mixed methods method with a descriptive approach and a type of field research. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. Data analysis techniques start from data reduction, data presentation and drawing conclusions. Guarantee the validity of the data in this study using source triangulation and technique triangulation. The results of the study show that (1) the performance and system coverage of the INLISLite software in the information retrieval process are good. The ability of the INLISLite software to find only the information needed is good, this result can be seen from the search results using the recall formula and the search results table which shows that the relevance of the documents found is 100% and fully relevant. The time needed by the INLISLite software to find the required information is fast. The average search time is 3.83 seconds. (2) Constraints in optimizing INLISLite software in information retrieval at Archives, namely the INLISLite software, especially the OPAC feature which can only be accessed using a special computer that has been provided and can also use a mobile phone but must log into the Payakumbuh City Library and Archive Service wifi..
Keywords:
Optimalisasi
· Software INSLISlite
· Temu Kembali Informasi
Introduction
Informasi menurut Rasefta (2020) ialah data mentah yang diolah sedemikian rupa hingga dihasilkan sesuatu yang memiliki makna bagi penggunanya untuk mengambil suatu keputusan. Teknologi informasi (TI) menurut Andri (s.a.) merupakan istilah umum yang digunakan untuk teknologi yang membantu manusia membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau mendistribusikan informasi. Menurut Naibaho (2017) teknologi informasi merupakan pemrosesan informasi, penerimaan, penyusunan, penyimpanan, memanipulasi informasi dengan banyak cara agar dihasilkan informasi yang memiliki kualitas, yakni informasi yang cocok, cermat, serta tepat waktu, yang dimanfaatkan untuk kepentingan individu, usaha, pemerintahan, serta menjadi informasi yang strategis dalam pengambilan keputusan. Dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi ialah teknologi yang membantu manusia memproses informasi agar dihasilkan informasi yang berkualitas. Teknologi informasi memiliki keterkaitan dengan kegiatan lembaga organisasi yaitu sebagai sarana yang membantu organisasi dalam pencapaian tujuan dari organisasi tersebut. Pengaruh dari penerapan teknologi informasi bagi organisasi dapat dtitinjau dari bisa tidaknya teknologi mendukung serta membantu organisasi pada pelaksanaan dan pencapaian tujuan organisasi secara keseluruhan. Pemanfaatan teknologi informasi juga diterapkan di perpustakaan yang berperan untuk meningkatkan kecepatan pekerjaan pustakawan, serta juga pemustaka pada pemanfaatan layanan perpustakaan. Salah satu bentuk dukungan dari teknologi informasi terhadap layanan perpustakaan terletak pada temu kembali informasi dalam bentuk digital. Sistem temu kembali informasi menurut Amin mempunyai arti yaitu suatu sistem yang menemukan kembali informasi sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh pengguna secara otomatis (Amin, 2013). Di era digital seperti saat sekarang ini, suatu perpustakaan sangat membutuhkan software pendukung pada proses temu kembali informasi, termasuk perpustakaan umum. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh menjadi salah satu perpustakaan umum di Sumatera Barat yang telah memanfaatkan software pendukung dalam proses temu kembali informasi yaitu software INLISLite. INLISLite adalah software otomasi perpustakaan milik Perpustakaan Nasional RI yang telah dimodifikasi dan dikembangkan sejak tahun 2011 (Anindya, 2021). Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh sudah memanfaatkan software sejak bulan Juni tahun 2016, mengggunakan software INLISLite versi 3.0. Sebelum memanfaatkan software INLISLite, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh memanfaatkan buku induk untuk temu kembali informasinya. Beralihnya sistem yang digunakan dalam temu kembali informasi dari buku induk ke software INLISLite ini diharapkan dapat mempermudah pemustaka mencari serta mendapatkan kebutuhan informasi dengan cepat dan akurat. Namun, berdasarkan wawancara awal dengan pustakawan, mengatakan bahwa dalam pemanfaatan software INLISLite di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh belum terlaksana sesuai yang diharapkan. Ada kendala yang ditemui dalam pemanfaatan software INLISLite di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, yaitu masalah jaringan yang digunakan untuk mengakses software INLISLite bisa sewaktu-waktu terganggu apabila listrik mati. Kemudian, belum semua koleksi yang terentrikan ke sistem software INLISLite. Hal ini karena sebelum memanfaatkan software INLISLite Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh memanfaatkan buku induk, dan pencatatan koleksi di buku induk tersebut berantakan dan tidak berurutan sehingga menyulitkan dalam proses pengentrian koleksi ke sistem INLISLite. Namun, untuk koleksi baru semua sudah dientrikan (Ipil Susanti, A.Md, 2022). Selain itu, berdasarkan wawancara dengan salah seorang pemustaka di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, beliau mengatakan bahwa belum semua koleksi yang dientrikan ke sistem INLISLite menjadi kendala bagi beliau dalam memanfaatkan software INLISLite, beberapa kali mencoba mencari koleksi menggunakan INLISLite kadang ada ditemukan koleksi yang dicari kadang tidak. Beliau sangat berharap untuk kedepannya di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh semua koleksi yang tersedia sudah terentrikan semua ke sistem INLISLite, walaupun beliau tahu hal tersebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar (Ifaldo, 2022). Alasan diadakan penelitian ini dilakukan untuk melihat sejauhmana kenda dan kendala-kendala dalam proses pemanfaatan INLISLite dan upaya dalam menghadapinya. Sedangkan alasan peneliti memilih Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh sudah menerapkan sistem temu kembali informasi dalam mempermudah pelayanan.
Method
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode mix methods dengan pendekatan deskriptif dan jenis penelitian lapangan. Penelitian ini menggabungkan dua bentuk penelitian yang sudah ada sebelumnya yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Menurut Creswell penelitian campuran merupakan pendekatan penelitian yang mengkombinasikan antara penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif (Jhon W. Creswell, 2010). Sedangkan Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang bersifat menggambarkan. Penelitian yang bersifat menggambarkan berarti memberikan atau menjelaskan gambaran mengenai objek yang diteliti (Sugiyono, 2019). Yang menjadi informan dalam penelitian ini yaitu Kepala Perpustakaan, pemustaka berjumlah 5 orang dan pustakawan/pengelola 3 orang yang di Dinas Perpustakaan Kearsipan Payakumbuh, alasan yang digunakan karena informan sesuai dengan kriteria peneliti yang berkaitan dengan pengelola INLISLite, sedangan pemustaka adalah orang yang sedang menggunakan aplikasi INSLISLite.
Result
Kinerja software INLISLite dalam temu kembali informasi Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi ke empat, kata kinerja berarti sesuatu yang dicapai; prestasi yang diperlihatkan; kemampuan kerja (tt peralatan). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi ke empat, cakupan merupakan hasil mencakup (menyauk); jangkauan. Sedangkan menurut kamus Webster’s Unabridge dalam Zulkifli Amsyah (2003) sistem adalah elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan atau organisasi. Dapat disimpulkan bahwa cakupan sistem adalah jangkauan dari beberapa elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan. Modul sistem terdiri dari empat subsistem, yaitu: a. Masukan, masukan yang dimaksud disini ialah bahan mentah atau data yang dimasukkan ke software INLISLite. b. Pengolahan, pengolahan data yang sudah dimasukkan. Pengolahan data ini dilakukan oleh software INLISLite. c. Keluaran, setelah data diolah maka akan keluar menjadi informasi. Informasi inilah yang dapat memenuhi kebutuhan informasi dari pemustaka. d. Umpan balik, terdiri dari saran dan masukkan yang diberikan oleh pemustaka setelah mencari atau mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Idealnya, cakupan sistem dapat dikatakan baik apabila sudah memenuhi 4 sub sistem diatas. Berdasarkan temuan penelitian, peneliti menemukan bahwa kinerja dari software INLISLite tersebut sudah baik. Hal ini dapat dilihat dari terpenuhinya 4 subsistem dalam modul sistem. Pertama yaitu masukan, pustakawan telah memasukkan data-data mengenai informasi yang ada di perpustakaan ke software INLISLite. Kemudian, data tersebut sudah diolah dan dapat dikeluarkan apabila pemustaka mencari dan membutuhkan informasi tersebut. Setelah pemustaka melakukan pencarian mengenai informasi yang dibutuhkan, maka pemustaka dapat memberikan umpan balik berupa saran ataupun masukan. Dalam sistem temu kembali informasi terdapat pula beberapa komponen, yaitu pengguna, query, dokumen, indeks dokumen, dan pencocokkan. Berdasarkan temuan peneliti, di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh sudah ada pengguna yang memanfaatkan sistem pencarian informasi dalam mencari dan menemukan informasi yang dibutuhkan. Query atau bentuk bahasa pertanyaan yang dimasukkan sesuai dengan kata kunci dan ruas pencarian, setelah memasukkan kata kunci maka akan keluar informasi yang dibutuhkan apa bila informasi tersebut ada termuat dalam sistem, apabila tidak temuat dalam sistem maka tidak ada hasil yang dapat diberikan. Indeks dokumen merupakan catatan atau istilah yang digunakan untuk mewakili dokumen. Kemudian pencocokkan, pada saat pemustaka mencari dan menemukan informasi dalam sistem INLISLite dibutuhkan kecocokan antara informasi yang dibutuhkan degan informasi yang ditemukan. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa kecocokkan atara informasi yang dicari dengan informasi yang ditemukan bagus, dapat dilihat menggunakan rumus recall dan precision. Proses Pemanfaatan Software INLISLite dalam Temu Kembali Informasi 1) Proses temu kembali informasi sebelum menggunakan software INLISLite Pemanfaatan software INLISLite merupakan salah satu terobosan perpustakaan dalam pengimplementasian Teknologi Informasi (TI). INLISLite merupakan software milik Perpustakaan Nasional RI untuk otomasi perpustakaan, dimodifikasi serta dikembangkan dari tahun 2011 (Anindya, 2021). Kata INLIS berasal dari kata Integrated Library System yang kemudian disingkat hingga menjadi kata INLIS tersebut (Fatmawati, 2020). INLISLite merupakan inisiatif Perpustakaan Nasional dalam rangka penyediaan sarana pendukung untuk membantu pengembangan otomasi dan digitalisasi perpustakaan di seluruh Indonesia. Berdasarkan data penelitian didapatkan bahwa sebelum mengenal atau menggunakan software INLISLite dalam temu kembali informasi, pemustaka langsung mencari informasi yang dibutuhkan di rak, pada saat mencari informasi tersebut pemustaka melihat petunjuk dalam bentuk nomor kelas buku yang terpampang di rak dan setelah menemukan rak dengan nomor kelas yang dicari kemudian pemustaka mencari informasi yang dibutuhkannya di rak tersebut. 2) Software INLISLite hanya menemukan bahan pustaka yang dibutuhkan (recall) Menurut Agus Rifai (2019) recall adalah tingkat keberhasilan sistem dalam menemukan kembali sebuah informasi. Recall merupakan rasio jumlah cantuman atau dokumen yang ditemukan terhadap total jumlah cantuman atau dokumen yang relevan di dalam suatu database. Idealnya, suatu sistem akan menemukan kembali seluruh dokumen yang relevan dengan permintaan (100%). Rumus perhitungan recall sebagai berikut: Recall = Jumlah dokumen relevan yang ditemukan Jumlah dokumen relevan yang dalam database Kata Kunci Dokumen relevan yang ditemukan Dokumen relevan dalam database Bung hatta 3 3 Negeri para bedebah 1 1 Perpustakaan 25 25 Strategi belajar mengajar 2 2 Wudhu 4 4 Fiqih 15 15 Tata negara 8 8 Tere liye 8 8 Tauhid nur azhar 7 7 Minangkabau 20 20 Adat dan budaya 2 2 Adat 33 33 Budaya 74 74 Hukum administrasi negara 1 1 Pidato 11 11 Si anak cahaya 1 1 Amelia 4 4 Eli 199 199 Literasi 6 6 Sugiono 2 2 Metodologi penelitian 12 12 Pertanian 6 6 Tata negara 7 7 Total 451 451 Tabel 1. Hasil temuan penelitian dokumen relevan Pencarian menggunakan rumus recall: Recall = 451 451 = 1 (100 %) Jadi, kerelevanan dokumen yang ditemukan adalah 100%. Kategori relevansi oleh sharma dalam Agus Rifai (2019) terbagi menjadi 4 kriteria, yaitu sebagai berikut: No. Kategori Bobot 1. Relevan penuh 1, 00 2. Relevan moderate 0, 50 3. Relevan marginal 0, 25 4. Tidak relevan 0, 00 Tabel 2. Kategori relevansi Menurut peneliti software INLISLite yang dimanfaatkan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh sangat membantu pemustaka dalam menemukan informasi atau bahan pustaka yang dicari. Kemampuan dari software INLISLite untuk hanya menemukan bahan pustaka yang dibutuhkan bagus, hasil ini dapat dilihat dari hasil pencarian menggunakan rumus recall dan tabel hasil penelusuran yang menunjukkan bahwa kerelevanan dokumen yang ditemukan adalah 100% dan relevan penuh. Software INLISLite dalam menghindari terjaringnya bahan pustaka yang tidak relevan (precision) Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi ke empat, kata relevan berarti kait-mengait; bersangkut-paut; berguna secara langsung. Dalam kata lain, relevan bermakna bersangkutan, kait-mengait secara langsung dengan yang sedang terjadi. Menurut Agus Rifai (2019) precision dapat diartikan sebagai kepersisan atau kecocokkan (antara permintaan informasi dengan jawaban terhadap permintaan itu). Precision juga dapat diartikan ketepatan, yaitu bahwa informasi yang ditemukan tepat atau sama dengan yang diminta. Rumus pengukuran precision sebagai berikut: Precision = Jumlah dokumen relevan yang ditemukan Jumlah dokumen yang ditemukan Pengukuran menggunakan rumus precision : Precision = 451 451 = 1 (100%) Kondisi ini sudah bagus, karena idealnya dalam kegiatan temu kembali informasi sistem seharusnya dapat menyediakan informasi yang tepat dan akurat bagi penggunanya. Apa yang ditampilkan atau diberikan oleh sistem merupakan apa yang diminta oleh penelusur. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara dari informan bahwa kemampuan dari software INLISLite dalam menghindari terjaringnya informasi yang tidak relevan bagus, karena apa yang dimasukkan pada kolom kata kunci memang hanya yang sesuai dengan kata kunci tersebut yang keluar. Dari ketiga pengalaman pemustaka selaku informan, tidak ada informasi yang tidak relevan dengan kata kunci yang dikeluarkan oleh software INLISLite untuk memenuhi kebutuhan informasi pemustaka. Sehingga pemustaka dapat mempercayai keakuratan informasi yang diberikan oleh software INLISLite tersebut. Pada bulan Juli dan Agustus tahun 2022 terdapat 96 pencarian yang terjadi. Dari 96 pencarian tersebut terdapat 70 kali pencarian yang informasinya ditemukan, 24 kali pencarian yang informasinya tidak ditemukan, dan ada 2 kali pencarian yang tidak menyertakan kata kunci sehingga tidak ada informasi yang ditemukan. Waktu yang dibutuhkan oleh software INLISLite Salah satu hal yang menjadi pertimbangan digunakannya software INLISLite di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh adalah untuk menghemat waktu dan mempercepat pemustaka menemukan informasi yang dibutuhkan. Berdasarkan data yang peneliti dapatkan dari hasil wawancara dengan informan mengatakan bahwa waktu yang dibutuhkan oleh software INLISLite dalam merespon dan menemukan informasi yang dibutuhkan oleh ketiga informan tersebut cepat. Waktu yang dibutuhkan oleh software INLISLite untuk menemukan informasi yang dicari oleh pemustaka pada bulan Juli dan Agustus tahun 2022 bervariasi, tergantung dari kecepatan jaringan pada saat pemustaka memanfaatkan OPAC untuk mencari informasi yang dibutuhkan tersebut. Rata-rata dari waktu pencarian tersebut yaitu 3, 83 detik, ini didapatkan dari rata-rata waktu yang dibutuhkan dalam mencari informasi menggunakan software INLISLite selama bulan Juli dan Agustus 2022. Idealnya, waktu respon harus secepat mungkin yaitu dalam interval 0, 1 – 1 detik. Masalah yang dialami dalam mencari bahan pustaka Masalah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi ke empat memiliki arti yaitu sesuatu yang harus diselesaikan (dipecahkan). Menurut (Purbasari, 2019) beban kerja merupakan kemampuan atau kapasitas tubuh untuk melakukan pekerjaan tertentu. Idealnya, beban kerja yang diterima oleh seseorang harus sesuai dengan kemampuannya. Beban kerja terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu beban kerja fisik dan beban kerja mental. Berdasarkan data yang peneliti dapatkan dari hasil wawancara dengan informan mengatakan ada pemustaka yang mngelami beban kerja. Adayang mengalami beban kerja fisik dan beban kerja mental. Beban kerja fisik yang dialami yaitu harus datang ke perpustakaan untuk sekedar mencari informasi mengenai buku yang dibutuhkan di OPAC software INLISLite. Hal ini terjadi disebabkan oleh keadaan OPAC Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh yang tidak atau belum bisa diakses kapan saja dan dimana saja, hanya bisa diakses pada saat berada di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh dengan memanfaatkan komputer khusus yang telah disediakan dan juga bisa melalui handphone tetapi harus login ke wifi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh. Sedangkan beban kerja mental yaitu saat mencari informasi yang dibutuhkan di rak, karena agak susah disebabkan oleh banyaknya informasi yang tidak relevan dengan yang dibutuhkan pemustaka tersebut di rak. Pemustaka harus mengingat-ngingat mengenai informasi yang dibutuhkan sembari mencari informasi tersebut di rak. Hasil yang diperoleh sesuai dengan yang diharapkan (Roheni & Marwa, 2018) merupakan tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dirasakan dengan harapan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kepuasan berarti perihal (yang bersifat) puas; kesenangan; kelegaan; dan sebagainya. Dalam kata lain, kepuasan merupakan kesenangan dan kelegaan yang dirasakan seseorang. Hasil dari pemanfaatan software INLISLite dalam proses temu kembali informasi sangat menentukan kepuasan dari penggunanya. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan informan mengatakan bahwa dengan memanfaatkan software INLISLite dalam mencari informasi yang dibutuhkan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh pemustaka ada yang puas dan ada yang kadang tidak puas. Menurut peneliti kepuasan dari setiap orang berbeda-beda, hal ini juga berlaku dalam hal pemanfaatan software INLISLite untuk temu kembali di Dinas Perpustakaan dan kearsipan Kota Payakumbuh. Pemustaka ada yang puas dan ada yang kadang tidak puas. Hal ini terjadi karena belum semua buku yang terinput ke software INLISLite dan belum dimanfaatkannya software INLISLite dalam layanan sirkulasi. Sehingga terjadinya kebingungan pada pemustaka apakah buku yang dicari tidak ada diperpustakaan, belum terinput ke software INLISLite, atau sedang dipinjam oleh pemustaka lain. Pemustaka puas karena setiap kali menggunakan OPAC pemustaka tersebut selalu mendapatkan informasi mengenai buku yang dibutuhkan dan buku tersebut tersedia di perpustakaan kemuadian ada di rak. Sedangkan pemustaka yang tidak puas disebabkan oleh ketidak sesuaian antara informasi yang diberikan oleh software INLISLite dengan realita yang ada di perpustakaan. Misalnya di software INLISLite buku yang mereka butuhkan ada tersedia, akan tetapi ketika dicari ke rak buku tersebut tidak ada. Pemanfaatan software INLISLite efektif dan efisien Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi ke empat kata efektif berarti ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya, kesannya); manjur atau mujarab; dapat membawa; berhasil guna. Sedangkan kata efisien berarti melakukan pekerjaan dengan tepat dan cermat. Dengan kata lain, efektif dan efisien berarti berhasil melakukan pekerjaan dengan cepat dan tepat. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan informan mengatakan bahwa penggunaan software INLISLite sebagai media pembantu untuk temu kembali informasi sudah cukup efektif dan efisien. Hal ini dapat dilihat pada saat pemustaka memasukkan kata kunci ke OPAC, maka informasi yang keluar hanya mengenai kata kunci tersebut saja meskipun belum semua buku yang tersedia di perpustakaan. Menurut peneliti, pemanfaatan software INLISLite di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh sudah cukup efektif dan efisien. Meskipun terkadang buku yang dicari tidak tersedia informasinya di OPAC karena memang belum semua buku yang ada di perpustakaan diinputkan ke software INLISLite. Kendala software INLISLite Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesi (KBBI) edisi ke empat kata kendala berarti halangan; rintangan; gendala; faktor atau keadaan yang membatasi, menghalangi, atau mencegah pencapaian sasaran; kekuatan yang memaksa pembatalan pelaksanaan. Dengan kata lain, kendala merupakan sesuatu hal yang membatasi dalam pencapaian sesuatu. Berdasarkan teori diatas dan didukung data yang peneliti dapatkan dari hasil wawancara dengan informan bahwa kendala software INLISLite di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, yaitu mengenai versi INLISLite yang belum dapat diperbaharui karena akan mengganggu data atau informasi yang sudah diinputkan sebelumnya. Kemudian, software INLISLite terutama fitur OPAC yang hanya dapat diakses menggunakan komputer khusus yang telah disediakan dan juga bisa menggunakan handphone tetapi harus login ke wifi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh tersebut. Idealnya, software penelusuran informasi harus dapat mengikuti perkembangan zaman dan menggunakan versi terbaru, serta dapat diakses secara luas. Upaya mengatasi kendala Dalam menghadapi suatu kendala dibutuhkan upaya untuk menyikapi kendala tersebut. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan informan mengatakan bahwa saat ini OPAC software INLISLite sudah dapat diakses kapan saja dan dimana saja karena jaringannya sudah diganti dari jaringan lokal ke jaringan global dibantu oleh KOMINFO Kota Payakumbuh karena sudah mengadakan MoU dengan KOMINFO Kota Payakumbuh. Selain itu, versi software INLISLite yang digunakan masih versi 3.1 karena pada saat meng-update ke versi 3.2 dan versi 4 terjadi ketidak cocokan dan kekacauan dengan data atau informasi yang sudah diinput sebelumnya, akan tetapi permasalahan ini masih terus ditangani oleh KOMINFO Kota Payakumbuh dan akan terus mencoba untuk menyesuaikan dengan INLISLite versi terbaru. Yang terlibat dalam mengatasi kendala Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan informan mengatakan bahwa ada beberapa pihak yang terlibat dalam mengatasi kendala software INLISLite di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, yaitu pihak dari perpustakaan dan pihak dari KOMINFO Kota Payakumbuh. Pihak perpustakaan terdiri dari pustakawan dan salah seorang THL. Menurut peneliti dalam mengatasi kendala optimalisasi software INLISLite di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh sudah baik karena saat ini OPAC sudah dapat diakses secara luas. Kemudian juga sudah mengadakan MoU dengan KOMINFO Kota Payakumbuh dan sedang berusaha untuk menyesuaikan informasi yang sudah terinput sebelumnya ke software INLISLite versi terbaru.
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh dengan judul Optimalisasi INLISLite dalam Temu Kembali Informasi oleh Pemustaka di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, maka dapat peneliti simpulkan bahwa: a. Kinerja dan jangkauan sistem dari software INLISLite dalam proses temu kembali informasi tersebut baik. Hal ini dapat dilihat dari terpenuhinya 4 subsistem dalam modul sistem. Kemampuan dari software INLISLite untuk hanya menemukan bahan pustaka yang dibutuhkan bagus, hasil ini dapat dilihat dari hasil pencarian menggunakan rumus recall yang menunjukkan bahwa kerelevanan dokumen yang ditemukan adalah 100%. Waktu yang dibutuhkan oleh software INLISLite untuk menemukan informasi yang dibutuhkan rata-rata yaitu 3, 83 detik. b. Kendala optimalisasi software INLISLite dalam temu kembali informasi di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yaitu software INLISLite terutama fitur OPAC yang hanya dapat diakses menggunakan komputer khusus yang telah disediakan dan juga bisa menggunakan handphone tetapi harus login ke wifi. Kemudian, mengenai versi INLISLite yang belum dapat diperbaharui karena akan mengganggu data atau informasi yang sudah diinputkan sebelumnya. c. Adapun upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala optimalisasi software INLISLite dalam temu kembali informasi yaitu saat ini OPAC software INLISLite sudah dapat diakses kapan saja dan dimana saja karena jaringannya sudah diganti dari jaringan lokal ke jaringan global dibantu oleh KOMINFO Kota Payakumbuh karena sudah mengadakan MoU dengan KOMINFO Kota Payakumbuh.