Penerapan Aplikasi INLISLite di Perpustakaan Al-Qalam Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu
Universitas Islam Negeri Datokarama Palu; Universitas Islam Negeri Datokarama Palu; Universitas Islam Negeri Datokarama Palu
Abstrak
Artikel ini membahas tentang penerapan aplikasi INLISLite di Perpustakaan Al-Qalam Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu. Penelitian bertujuan untukmengetahui a) penerapan atau penggunaanINLISLite, b) peluang dan kendala apa saja yang dihadapi pustakawan dalam mengoperasionalkan INLISLite, dan c) kendala apa saja yang dihadapi pemustaka dalam mengakses koleksi aplikasi INLISLite di Perpustakaan Al-Qalam Fakultas Kedokteran UniversitasAlkhairaat Palu.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Penulis akan mewancarai pustakawandan pemustaka/mahasiswa dalam mengumpulkan data. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan beberapa teknik yaitu, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Untuk menguji keabsahan data yang diperoleh, penulis menggunakan teknik perpanjangan pengamatan dan triangulasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi INLISLite di Perpustakaan Al-Qalam Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu belum digunakan secara optimal oleh pustakawan dalam mengelola perpustakaan. Kendala yangdihadapi pustakawan dalam mengoperasikan aplikasi INLISLite adalah masih kurangnya pengetahuan pustakawan tentang aplikasi INLISLite dan kurangnya sumber daya manusia yang ahli dalam pengetahun TIK serta beberapa kendala pada server.Manfaat atau peluangyang didapatkan dalam menggunakan apliaksi INLISLite ini sangat mengefisienkan waktu apa lagi dalam penginputan data koleksi kedalam INLISLite untuk dijadikan koleksi digital.Penggunaan OPAC masih kurang dimanfaatkan pemustaka untuk mencari koleksi bahan pustaka, kerena banyak koleksi yang tidak sesuai yang tampil di OPAC dengan di rak buku.
Keywords:
Aplikasi INLISLite
· Perpustakaan Al Qalam
· Universitas Alkhairaat Palu
Introduction
Perpustakaan adalah tempat atau lembaga yang menyediakan sarana bagi orang untuk memanfaatkan koleksi bahan pustaka. Perpustakaan juga menjadisumber belajar aktivitas akademik, tempat penelitian, dan sebagai tempat rekreasi. Akan tetapi pandangan masyarakattentang perpustakaan bahwa perpustakaan hanya sekedar tempat untuk membaca dan tempat yang membosankan. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi semakin canggih membawa perubahan dalam berbagai macam sektor salah satunya dunia perpustakaan.Keadaan perpustakaan pada masa lampau masih memakai sistem manual serta tenaga pustakawan dengan memakan banyak waktu, dengan desain bangunanya yangkontemporer sehingga tidak menarik minat pemustaka untuk mengunjungi perpustakaan. Oleh karena itu pandangan masyarakat masih tetap sama. Dengan sudut pandang masyarakat yang terpusat pada keadaan perpustakaan pada masa lampau, padahal keadaan perpustakaan yang sekarang sudah sangat moderen serta sudah menggunakan sitem otomasi perpustakaan dengan desain bangunan yang mengikuti jaman milenial. Berdasarkan situasi tersebut melahirkan sistem otomasi perpustakaandimana semua kegiatan di perpustakaandikendalikan oleh komputer sehingga membantu kerja pustakawan serta pemustaka dalam menelusurinformasi.Sistemotomasi perpustakaan merupakan salah satu bentuk penerapan teknologi informasi. Sistem otomasi perpustakaan memberikan peluang besar bagi perpustakaanuntuk meningkatkan layanan yang telah ada.(Arifin, 2016)Hal ini sejalan dengan undang-undang tentang layanan perpustakaan pasal 14 ayat 3 yang menyatakan bahwa setiap perpustakaan mengembangkan layanan perpustakaan sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.(Undang-Undang RI Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan, t.t.)Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan informasitelah banyak mengubah wajah dan praktik perpustakaan. Pengelolaan perpustakaan tidak lagi menggunakan sistem manual dalam menjalankan perpustakaan, karena tidak lagi memadai menangani beban kerja, khususnya kegiatan rutin atau kegiatan yang bersifat ulang-ulang.Dengan bantuan teknologi dan informasi maka pekerjaan yang dilakukan secara manual di perpustakaan dapat dilakukan dengan cepat dan mudah.Menurut MacKellar dalam Fahrizandi (2020, hlm. 67), penggunaan teknologi informasi di perpustakaan memeiliki beberapa manfaat yaitu,a) mempercepat proses temu balik informasi (Information Retrieval), b) penelusuran koleksi perpustakaan dapat dilakukan dimana saja, c) memberikan layanan informasi yang lebih baik, d) memudahkan untuk memperbaharui informasi bibliografi koleksi perpustakaan,dane) image perpustakaan meningkat.Salah satu aplikasi yang dapatmemudahkan pustakawandalam mengelola perpustakaan adalah INLISLite.Sebagai perangkat lunak otomasi perpustakaan,INLISLite mampu memenuhi kebutuhan pustakawandalam mengelola perpustakaan sehingga dapat memberikan pelayanan yang efektif dan efisien kepada pemustaka.INLISLite merupakan perangkat lunak sistem otomasi perpustakaan yang dibangundan dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. INLISLite sangat membantu kegiatan perpustakaan dan pekerjaan pustakawan, namun kemampuan pustakawan harus ditingkatkan agar benar-benar menguasai INLISLite secara menyeluruh.(Asari dkk., 2020)Penamaan INLIS diambil dari kata Integrated Library System, nama dari perangkat lunak manajemen informasi perpustakaan terintegrasiyang dibangun sejak tahun 2003 untuk keperluan kegiatan rutin pengelolaan informasi perpustakaan di internal Perpusnas.(Zulhalim dkk., 2019)Karakteristik dari aplikasi INLISLite versi 3 adalah a) mengikuti standar metadata MARC (Machine Readable Cataloguing), b) Berbasis Web (Webbased application software), c) instalasi perangkat lunak INLISLite cukup mudah, d) dapat dioperasikan secara bersamaan dalam satu waktu secara simultan, dan d) bebas pakai/gratis. Di Sulawesi Tengah khusunya di kota Palu, ada beberapa perpustakaan perguruan tinggi negeri yang menerapkan sistem otomasi perpustakaan dengan berbagai macam jenis aplikasi salah satunya berada di Universitas Alkhairaat Palu khususnya di perpustakaan Al-Qalam Fakultas Kedokteran. Perpustakaan Al-Qalam merupakan perpustakaan milik Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu yang saat ini memiliki program akses yang dapat memudahkan pemustaka dan pustakawan dalam menelusuri informasi koleksiperpustakaan. Program atau aplikasiyang digunakan yaitu INLISLite V.3.2. Berdasarkan observasi awal penulis, aplikasi INLISLite diakses oleh komputer pada layanan yang ada di Perpustakaan Al-Qalam Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu. Banyak pemustaka telah memanfaatkan aplikasi tersebut,sertamenemukan kembali informasi khususnya yang berkaitan dengan kuliah kedokteran. Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk meneliti dengan mengangkat judul “Penerapan Aplikasi INLISLite di Perpustakaan Al-Qalam Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu”.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui a) penerapan atau penggunanaanaplikasi INLISLite, b) peluang dan kendala apa saja yang dihadapi pustakawan dalam mengoperasionalkan INLISLite, dan c) kendala apa saja yang dihadapi pemustaka dalam mengakses koleksi aplikasi INLISLite di Perpustakaan Al-Qalam Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu.
Method
Penelitian ini merupakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif untuk menghasilkan data yang objektif sesuai dengan kejadian yang ada di lokasi penelitian.(Sugiyono, 2014)Penulis juga sangat mudah mengumpulkan informasi dan teori untuk data penelitian. Dengan metode inipenulis bisa mendeskripsikan sedetail mungkin keadaan dan fakta yang ada di lokasi penelitian, tanpa ada pengaruh dari objek luar.Dalam penelitian ini penulismenggunakan beberapateknik pengumpulan data yang di anggap representatif dalam prosespengumpulan data, yaitu teknik observasi, wawancaradan dokumentasi. Penulis akanmewancarai pustakawandan pemustaka/mahasiswadalam mengumpulkan data.Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan beberapa teknik yaitu, reduksi data, penyajian datadan verifikasi data.Untuk menguji keabsahan datayang diperoleh, penulis menggunakan teknik perpanjangan pengamatan dan triangulasiuntuk mendapatkan data yang valid dan tingkat kredibilitas data yang diperoleh.
Result & Discussion
3.1.Penggunaan INLISLite di Perpustakaan Al-Qalam Fakultas Kedokteran Alkhairaat PaluPerpustakaan Al-Qalam milik Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palumenggunakan aplikasi INLISLite v.3.2 sejak tahun 2019 dengan visi yaitu “menjadi unit strategis dalammewujudkan visi Fakultas Kedokteran Unisa Palu dengan Profesionalisme, layanan inovatif dengan pengaplikasian automasi perpustakaan pada tahun 2024”.Hasill wawancara penulis dengan kepala perpustakaan Al-qalam,sebagai berikut:“Penggunaan INLISLite hanya berlangsung sekitar 6 bulan saja dikarenakan perpustakaan Al-Qalam belum memiliki sarana dan prasarana seperti jaringan internet tersendiri melainkan masih menggunakan jaringan dari laboratorium kedoteran yang jaraknya hanya bersebelahan dengan perpustakaan Al-qalam.”(A. Syahdaruddin, komunikasi pribadi, 10 November 2021)Dari wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa penerapanya belum optimal dikarenakan belum memiliki jaringan internet tersendiri yang dimana masih bergantung pada jaringan internet dilaboratorium kedokteran.Dalam waktu yang sangat singkat tersebut dengan jumlah koleksi 1.631 dan koleksi yangterimput didalam aplikasi INLISLite sekitar 154 koleksi saja.(Alamsyah, komunikasi pribadi, Desember 2021)Oleh karena itu layanan di perputakaan Al-qalam kembali menerapkan sistemmanual dalam penelusuran informasi serta pencarian koleksi.Pada awal penerapan aplikasi ini sangat disayangkan karena aplikasi INLISLite tidak berjalan atau berfungsi sebagaimana yang diharapkan pustakawan dan juga pemustaka pada umumnya. Pada akhir tahun 2020 aplikasi ini mulai diterapkan kembali dengan besar harapan pustakawan dapat mengoprasionalkan serta memahami sistem tersebut. Pada awal tahun 2021 perpustakaan Al-qalam mulai menyediakan sarana dan prasarana untuk mendukung penerapan aplikasi INLISLite.Dengan menyediakan jaringan internet khusus untuk perpustakaan Al-qalam. Sesuai dengan hasil wawancara langsung penulis dan kepala perpustakaan Al-qalam sebagai berikut:“Semenjak diterapkan kembali aplikasi ini denganpenambahan wifi sebagai sistem pendukung agar berjalannya aplikasi INLISLite sangat membantu pekerjaan saya salah satunya dalam pembuatan katalog serta pengimputan data koleksi. Walaupun terkadang jaringanya masih sedikit lambat.”(A. Syahdaruddin, komunikasi pribadi, 10 November 2021)Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa pesatnya perkembangan teknologi sangat mempengaruhi perkembangan dunia perpustakaan, teknologi juga penting untuk diketahui masyarakat sehingga semua pengguna perpustakaan (pemustaka) dari kalangan mana saja agar mudah untuk memanfaatkan teknologi serta menggunakan internet untuk mengakses informasi.Adapun kelebihan dari aplikasi ini proses instalnya mudah, berbasis web, fitur lengkap dan mudah dioprasikan. Manfaat bagi pustakawan sendiri seperti wawancara penulis dengan kepala perpustakaan Al-Qalam sebagai berikut:“Memudahkan proses oprasional perpustakaan dalam halpengolahan bahan pustaka, pembutan katalogisasi, pendaftaran anggotaperpustakaan,pencarian koleksi atau temu balik informasi, sirkulasi, pembuatan laporan misalnya jumlah peminjam, jumlah pengunjung, denda keterlambatan, dan buku yang sering dipinjam.”(A. Syahdaruddin, komunikasi pribadi, 10 November 2021)Berdasarkan wawancara langsung penulis dengan kepala perpustakaan Al-Qalam dapat disimak bahwa manfaat aplikasi INLISLite itu sendiri meningkatkan kinerja dan produktivitas pustakawanya justru semakin efektif dan efeisien, akan tetapi aplikasi ini belum diterapkan secaraoptimal hal tersebut berdsarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan kepala perpustakaan Al-Qalam pak Andi Syahdaruddin:“Dari segi pengetahuan, awal diterapkanya aplikasi ini saya tidak mengetahui apa itu aplikasi INLISLite, sehingga setelah aplikasi ini diterapkan tidak optimal karena masih kurangnya pemaham saya tentang aplikasi ini, dan saya harus mempelajari dan memahami aplikasi INLISLite dengan mengikuti pelatihan tentang mengoprasionalkanAplikasi INLISLite yang diadakan Perpusnas, mengikuti bermacam-macam webinar tentang aplikasi INLISLite.”(A. Syahdaruddin, komunikasi pribadi, 10 November 2021)Berdasarkan hasil wawancara di atas penulis menyimak bahwa penerapan aplikasi INLISlite pada perpustakaan Al-qalam Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu dalam penerapanya yang belum optimal dikarenakan belum ada pengetahuan dasar tentang aplikasi INLISLite serta pelatihan khusus untuk penggunaanya.Serta banyak fitur-fitur yang ada dalam aplikasi INLISLite yang belum bisa dipahami serta dimanfaatkan dengan baik.Salah satu fitur aplikasi INLISlite yang dimanfaatkan oleh pemustaka yaitu layanandigital. Adapun wawancara langsung penulis dengan pustakawan bapak Andi Syadaruddin sekaligus menjabat sebagai kepala perpustakaan Al-qalam:“Penggunaan aplikasi INLISlite di perpustakaan Al-qalam yang dimanfaatkan pemustaka salah satunya denganlayanan digital setelah dioprasionalkan kembali dan sebelum virus masuk keserver. Adapun manfaat digital pada masa itu sangat berguna bagi pemutaka yang pertama pemustaka tidak harus datang langsung ke perpustakaan karena informasi serta koleski bisa diakses dari rumah dimasa pandemi seperti ini layanan digital sangat berguna bagi pemustaka untuk mengakses informasi dan koleksi dari rumah tanpa harus datang keperpustakaan. Adapun cara mahasiwa mengakses layanan digital dari rumah dengan cara login kelink yang disedikan perpustakaan Al-qalam meskipun ada beberapa buku yang tidak bisa diakses pemustaka karena memiliki undang-undang HAKI.”(A. Syahdaruddin, komunikasi pribadi, 10 November2021)Berdasarkan hasil wawancara langsung penulis dengan pustakawan dapat disimpulkan bahwa layanan digital sangat bermanfaat dimasa pendemi seperti sekarang ini.apalagi dengan peraturan pemerintah dimasa pandemitidak diperbolehkan untukkeluar rumahdengan adanya layanan digital pemustaka dapat menelusuri koleksi bahan pustaka yang dibutuhkan tanpa harus keluar rumah. meskipun ada beberap koleksi yang tidak bisa diakses dengan layanan digital dikarenakan memiliki undang-undang hak cipta atau biasa disebut dengan HAKI.Adapun persiapan awal mulanya apliaksi ini diterapkan pihak Fakultas kedokteranmengadakan rapat evaluasi mengenai sitem automasi perpustakaan bersama kepala perpustakaanal-qalam, pihak IT, dekan fakultas kedoteran dan jajaranyayang terkait dalam kepengurusan Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu. Adapun wawancara penulis dengan salah satu IT yaitu Bapak Alamsyah, S.Kom:“Sebelum pihak fakultas menyetujui penerapan aplikasi INLISLite di perpustakaan al-qalam diadakan evaluasi antara pengurus jajaran fakultas. Terkait hal tersebut kami mempersiapkananggaran,sarana dan prasarananya dari perangkat lunak sepertiserver, database, dan jaringan sampai perangkat kerasnya berupakomputer, router, CPU, keyboard, dan harddisk.Serta menjalin hubungan kerjasama antarapihak perpustakaan al-qalam dengan pihak Perpustakaan Nasional Rebuplik Indonesia, serta mengetahui kelebihan dankelemahan aplikasi INLISLite.”(Alamsyah, komunikasi pribadi, Desember 2021)Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Bapak Alamsyah selaku pihak IT dapat disimpulkan bahwa persiapan untuk penerapan aplikasi ini butuh agaran yang besar, karena sarana dan prasaranya harus mendukung agar aplikasi tersebut bisa dioprasionalkan dengan baik.Sebelum aplikasi INLISLite digunakan awal mulanya seperti wawancara langsung penulis dengan pihak ITyaitu Bapak Alamsyah S.Kom. sebagai berikut:“Aplikasi INLISLite versi 3 berbasis web dan mengikuti standar metadta MARC. Dalam pengoprasianya menggunakan aplikasi browser internet cukup dilakukan pada satu komputer sebagai pangkalan data (server)dan pengoprasiandilakukan melalui komputer lalu dikoneksikan dengan jaringan internet. Dan aplikasi ini bisa dioprasikan secara bersamaan dalam satu waktu secara stimulant serta bebas pakai.”(Alamsyah, komunikasi pribadi, Desember 2021)Dapat disimpulkan bahwa aplikasi INLISLite dapat diguanakan secara gratis dan pengoperasianya juga mudah dan bisa dikatakan salah satu aplikasi terobosan perpustakaan untuk mengasah pengetahuan teknologi informasi (TIK).OPAC(Online Public Access Catalog)merupakansalah satu fitur yang sangat dibutuhkan dalam aplikasi sistem otomasi perpustakaan sebagai sarana untukmencari koleksi yang dimiliki PerpustakaanAl-Qalam. OPAC yang disediakan yang ada pada aplikasi INLISLite dilengkapi dengan advance searchuntukmempersempit hasil pencarian sehingga memudahkanpemustaka dalam mencarikoleksiperpustakaan.“Sebelum aplikasi INLISLite diterapkan di FK Unisa saya sebagai pengguna perpustakaan agak kesulitan mencari koleksi buku kedokteran yang saya butuhkan,apalagi di sini sumber daya manusianya kurang, saya juga orangnya pelupa biasanya mau pinjam buku kedokteran tentang stunting, lupa siapa pengarangnya, buku kedokteran yang membahas stuntingkan banyak tapi hanya ada beberapa buku yang bahasanya bisa saya pahami, dengan adanyaOPAC saya jadi mudah untuk mencari buku yang saya inginkan karna diOPAC ini jika judul buku yang kita cari tidak diketahui, kita bisa mencari menggunakan kata kunci misalnya lewat nama pengrangdan diOPAC ditampilkan dengan detail, dari sampul, halaman dan penerbitnya.”(A. Syahdaruddin, komunikasi pribadi, 10 November 2021)Dari wawancara di atas dapat disimpulkan bahwaOPAC(Online Public Access Catalog)yang ada pada aplikasi INLISLite dapat mempermudahmahasiswa dalam proses penelusuran informasi, karena mahasiswahanya perlu mengetik kata kunci pada kolom pencarianuntuk mencari koleksi perpustakaanAl-Qalamdan dilengkapi juga dengan fitur advance search untukmempersempit hasil pencarian koleksi yang dibutuhkan sehingga mengefisienkan waktu pemustaka.Kehadiranteknologi informasi dibidang perpustakaan menuntutperpustakaan harus mengembangkan sumberdaya perpustakaan yang mendukung layanan online atau koleksi digital.Layanan koleksi digitaltelah disediakandiperpustakaan Al-Qalamsebagai sarana untuk mencari koleksi dalam bentuk digital yang telah diunggah ke dalam aplikasi INLISLite Perpustakaan Al-Qalam, namun belum bisa digunakanoleh pustakawanmaupun pemustaka, sebagaimana yang dikatakan oleh kepala perpustakaanAndi Syadaruddin:“Beberapa bulan setelah diterapkan kembali aplikasi INLISLite. Aplikasi ini diserangolehvirus yang menyebabkan data koleksi hilang salah satu dampaknya pada pelayanan digital yang tidak bisa dimanfaatkan dengan baik penyebabnya sendiribelum diketahui. Akan tetapi sebelum adanya virus yang masuk ke server layanandigital bisa dimanfaatkan pemustaka dengan cara mengklik link yang saya berikan.Setelah itu penginputan data koleksi kembali dilakukan sampai sekarang ini.”(Alamsyah, komunikasi pribadi, Desember 2021)Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan kepala perpustakaan Al-Qalam dapat disimpulkan bahwa setelah masuknya virus pada server layanan koleksi digital belum dapat digunakan atau dimanfaatkan dengan baikoleh pemustaka. Akan tetapi sebelumnya layanan digital ini dapat dimanfaatkan pemustaka. Dengan cara mengakses link yang dibagikan oleh pustakawan.3.2.Peluang dan kendala yang dihadapi pustakawan dalam pengololaanbahan pustaka dan pelayanan pemustaka melalui aplikasiINLISLite di Perpustakaan Al-Qalam Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu3.2.1.Pengelolaan bahan pustakaPengelolaan bahan pustaka merupakan salah satu tindakan atau kerja pustakawan yang dilakukan secara berstruktur mulai dari pemilihan koleksi bahan pustaka sesuai dengan kebutuhan pemustaka sehingga siap menjadi informasi yang bisa disebarkan dan dimanfaatkan pemustaka dengan baik.3.2.1.1.Peluang Penelitian tentang penerapan aplikasi INLISLite yang dilakukan di Perpustakaan Al-qalam Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif. Untuk mendapatkan data, penulis melakukan wawancara langsung dengan pustakawan Fakultas Kedokteran:“Yang pastinya aplikasi ini ada sisi positifnya dan sisi negatifnya, kalau keuntungan dari aplikasi ini sendiri bagi saya, yang pastinya sangat menguntungkan, pekerjaan saya sangat terbantu apalagi dalam mendata koleksi buku, yang dulunya saya mendata koleksi bukumasih dengan cara menulis tangan, yang memakan banyak waktu sekarang dengan adanya aplikasi ini waktu yang saya gunakan bisa dibilang efisien karna saya hanya memasukan data yang diperintahkan oleh user tanpa saya harus menulis kembali.Contohnya sebelum ada aplikasi ini saya kalau mendata buku harus menulis kembali secara medetail dengan menulis nama pengarang: tahun terbit: tempat terbit: dan lain-lain kalau sekarang dengan adanya INLISLite diuser fitur entri kataloq sudah tersedia semua saya hanya memasukan data yang diperintahkan user.”(A. Syahdaruddin, komunikasipribadi, 10 November 2021)Berdasarkan hasil wawancara penulis di atas dapat disimpulkan bahwa keunggulan atau manfaat dari aplikasi INLISLitemempercepat cara kerja pustakawan dalam pengolahaan bahan pustaka terutama dalam penginputan koleksi bahan pustaka menjadi koleksi digital3.2.1.2.Kendala Adapunkendala yang dihadapi pustakawaan Perpustakaan Al-Qalam dalam pengolahan bahan pustaka:“Untuk kendala sendiri dalam pengelolaan bahan pustaka yang pertama kadang jaringan saat pengiputan data koleksi ke aplikasi INLISLite sehingga menyebabkan data yang diinput tidak dapat masuk keaplikasi INLISLite (eror), kendala kedua yang saya hadapi saat pengipuitan bahan pustaka,biasanya data buku yang tidak lengkap, dalam entri katalog ada beberapa User yang wajib di isi, ada judul buku, pengarang, tempat terbit,tahun terbit dan penerbitkeempat user tersebut tidak bisa dikosongkan, apa bila salah satu user tidak terisi makan data koleksi bahanpustaka tidak bisa terinput. Apalagi biasanya buku ada yang tidak lengkap datanya, contohnya tempat terbitnya tidak dicantumkan dibuku, ada juga buku yang tidak mencantumkan tahun terbit, dan penerbit buku. Adapun solusi yang biasa saya lakukan dalam menghadapi kendala seperti tidak lengkapnya data buku, misalnya buku yang sedang saya input tidak memiliki tahun terbit jadi di user tahun terbit akan saya tulis dengan simbol S.a, apabila buku yang saya input tidak memiliki penerbit maka bisa disimbolkan S.n, dan apabila buku yang diinput tidak dicantumkan tempat terbit bisa disimbolkan dengan S.I agar data buku atau koleksi tidak eror saat diinput kesever, simbol-simbol yang saya sebutkan tadi adalah simbol yang digunakan pustakawan dalam dunia perpustakaan biasa disebut daerah impresium.”(A. Syahdaruddin, komunikasi pribadi, 10 November 2021)Berdasarkan hasil wawancara penulis di atas dapat disimpulkan bahwa kendala yang dihadapi putakawan sendiri dalam pengelolaan bahan pustaka ada dua masalah yang pertama jaringan sebagaimana kita ketahui jaringan yang biasa loading atau eror, dan penginputan data koleksi buku kedalam aplikasi INLISLite secara online pengimputan tidak bisa digunakan secara ofline, maka dari itu jaringan sangat mempengaruhi kerja pustakawan dalam penginputan data koleksi. Adapun kendala yang kedua yang dihadapi pustakawan tentang data koleksi bahan pustaka yang tidak lengkap penulis menyimak bahwa dengan user wajib yang diisi saat pengimputan yang ada pada entri katalog salah satu fitur aplikasi INLISLite secara otomatis apabila salah satu data buku tidak lengkap seperti yang dikatakan kepala perpustakaan al-qalam di atas maka hasil penginputan data koleksi bahan pustaka tidak bisa dimasukan ke server atau dinyatakan eror. Adapun simbol-ssimbol yang digunakan pustakawan agar data koleksi bisa terimput keserver yaitu S.I ( sine loco): apabila tempat terbit tidak diketahui, S.n (sine nomine): nama penerbit tidak diketahui, S.a (sine ano): apabila tahun terbit tidak diketahui simbol ini disebut daerah impresium.3.2.2.Pelayanan pemustakaPelayanan pemustaka salah satu kerja penting di perpustakaan mengapa demikian karena baik buruknya suatu perpustakaan akan dinilai melalui pelayananya, jika pelayanan diperpustakaan terbilang sopan, ramah, dan sangat bersahabat dengan pemustaka maka perpustakaan tersebut dinilai baik bagi para pengunjung akan tetapijika sebaliknya apabila pelayanan di perpustakaan terkesan kurang baik maka perpustakaan tersebutakan dinilai kurang baik pula bagi para pengunjung.3.2.2.1.Peluang Pelayanan pemustaka adalah tugas pokok yang dimana memberikan pelayanan informasi dan pengarahansehingga pemustaka dapat menelusuri dan mempelajari informasi yang dibutukan. Berdasarkan wawancara langsung penulis denganpustakawan sebagai berikut:“Manfaat sendiri yang saya rasakan dengan adanya aplikasi INSLISLite, saya sebagai pustakawan tidak harus mengantarkan langsung pemustaka ke rak koleksi yang mereka inginkan, pemustaka hanya meberitahukan saya koleksi apa yangmereka butuhkan. Contonya mahasiswa kedokteran mencari buku yang berjudul gizi, saya tinggal mengetik dipencarian OPAC atau saya arahkan mahasiswa untuk melakukan pencarian koleksi menggunakan OPAC dan otomatis buku yang mereka cari langsung menunjukan nomor misalnya ilmu gizi nomor klass 600, sy tinggal mengerahkan mahasiswa ke rak koleksi dengan nomor klass 600. Jadi bagi saya manfaatnya sendiri menghemat tenaga dan waktu saya dan yang kedua pemustaka menjadi lebih mandiri.”(A. Syahdaruddin, komunikasi pribadi, 10 November 2021)Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan pustakawan dapat simak bahwa secaratidak langsung dengan adanya aplikasi INLISLIte dengan menggunakan OPAC (Online Public Access Catalog)kerja pustakawan terhitung sedikit karena sistem pelayanan pemustaka dengan otomatis dikendalikan oleh komputer sehingga melatih pemustaka untuk mendiridalam mencari koleksi yang mereka butuhkan.3.2.2.2.KendalaTeknologi dan informasi berkembang sangat pesat ditambah dengan banyaknya robot-robot yang diciptakan manusiadalam membantu pekerjaannya salah satunya aplikasi INLISLIte versi 3 suatu sistem aoutomasi perpustakaan yang dikembangkan Perpustakaan RI pada tahun 2011 dan sudah banyak perpustakaan-perpustakaan yang menerapkan salah satunya perpustakaan Al-qalam Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu bertujuan membantu kerja pustakawan aplikasi ini bekerja dengan dikendalikan oleh komputer. Adapun manfaat aplikasi ini pasti terdapat pula kendala-kendala yang dihadapi saat penggunaan baik bagi pustakawan ataupun pemustaka. Hasil wawancara penulis dengan Pak Andi Syahdar mengatakan:“Banyak kendala-kendala yang saya hadapi ketika menggunakan aplikasi ini. Awalmulanya saya belum memiliki pengetahuan tentang aplikasi INLISLite, keterbatasan alat, dan perlengkapan untuk menunjang kegiatan pengelolaan bahan pustaka, kurangnya sumber daya manusia dengan ratusan jumlah kolesksi hanya saya seorang diri yang mengimputnya sehingga banyak waktu yang terbuang , saya juga belum memahami cara kerja menggunakan aplikasi ini. dan kendala yang saya hadapi dipelayanan pemustaka sama seperti kendala yang saya rasakan saatpengolahan bahan pustaka.”(A. Syahdaruddin, komunikasi pribadi, 10 November 2021)Berdasarkan wawancara diatas penulis dapatmenyimpulkan bahwa kendala yang dihadapi pustakawan dalam pelayanan pemustaka, keterbatasan alat untuk membantu kegiatan pengimputan data koleksi sehingga kerja pustakwan agak sedikit lambat serta sumber daya manusia dengan jumlah koleksiyang tersedia di perpustakaan tidak sebanding, persoalan tentang belum adanya pengetahuan dasar tentang aplikasi INLISLite dan tenaga ahli dalam bidang TIK.3.3.Peluang dan kendala yang di hadapi pemustaka dalam sistem temu balik informasi menggunakan aplikasi INLISLite di Perpustakaan Al-qalam Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu3.3.1.PeluangSistem temu balik informasi merupakan kegiatan atau aktivitas mengakses informasi untuk menamukan informasi mencangkup hal hal yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan pemustaka, dan informasi yang siap untuk disajikan atau disebar luaskan agar bermanfaat bagai para pembacanya. Adapun wawancara penulis dengan mahasiswa kedokteransaudari Suharfina selaku pemustaka sebagai berikut:“Manfaat untuk saya sendiri sebagai pemustaka dalam penelusuran informasi yaitu untuk menelusuri layanan apa saja yang disedikan di perpustakaan serta ketersediaan koleksi tanpa harus datang langsung ke perpustakaan,mempercepat saya dalam pencarian informasi meskipun ada juga koleksi yangtidak bisa ditemukan pada pencarian menggunakan OPAC, aplikasi ini juga menyediakan katalog daring sehingga memudahkan saya untuk menelusuri koleksi berdasarkan beberapa hal yakni alphabet, nama pengarang, nama penerbit, tahun terbit dan tempat terbitakan tetapi sekarang layanan digital belum bisa diakses dikarenakan beberapa kendala yang disampaikan langsung kepala perpustakaan al-qalam.”(Suharfina, komunikasi pribadi, 24 Januari 2022)Berdasarkan hasil wawancara penulisdengan saudari Suharfinadi atas maka dapat disimpulkan bahwa manfaat atau peluang yang didapatkan pemustaka dalam sistem temu balik informasi dengan menggunakan aplikasi INLISLite sangat sederhana sehingga mempersempit pencarian informasi dandengan mudah dapat dipahami pemustaka, meskipun ada beberapa koleksi yang tidak ditemukandipencarian OPAC.3.3.2.KendalaKendala adalah hal yang sudah biasa terjadi pada setiap organisasi atau instansi begitupun bagi pemustaka dalam sistem temu balik informasi menggunakan INLISLite. Berikut ini hasil wawancara penulis dengan saudariSuharfinamengenai kendala-kendala yang dihadapi saat temu balik informasi menggunkan aplikasi INLISLite:“Kendala yang seringterjadi saatsaya menelusuri informasi atau dalam hal pencarian informasi sendiri, jaringan yang kadang lambat dan koneksi internetnya terputus sehingga saya harus menunggu jaringan kembali normal dan bisa melanjutkan pencarian informasi atau koleksi. Penggunaan aplikasi INLISLite belum optimal mengapa saya katakanbelum optimal contohnya ketika saya mencari koleksi yang saya inginkan pada modul OPAC saya sering tidak menemukan koleksi yang dicari dimodul OPAC tersebut, padahal koleksinya ada dirak. Sehingga saya lebih memilih mencari langsung kerakdan untuk sekarang ini sistem temu balik dialihkan kemanual.”(Suharfina, komunikasi pribadi, 24 Januari 2022)Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan saudari Suharfina mahasiswa kedokteran bahwa dapat di simpulkan kendala yang sering dihadapi pemustaka berupa jaringan dan komputeryang digunakan sering mengalami keterlambatandalam hal pencarian informasi sertatemu balik informasi yang dilakukan pemustaka tidak sesuai denganmenggunakan salah satu fitur aplikasi INLISLite yaitu OPAC tidak sesuai dengan apa yang diharpkan oleh pemustaka. koleksi yang dicari pemustaka biasanya tidak muncul dipencarianOPAColeh Karena itu pemustaka lebih memilih mencari langsung kerak koleksi dari pada menggunakan OPAC.Dan sekarang sistem temu balik diperpustakaan Al-Qalam dilakukan secara manual dikarenakan ada beberapa kendala.
Conclusion
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi INLISLite di Perpustakaan Al-Qalam Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu belum digunakan secara optimal oleh pustakawan dalam mengelola perpustakaan. Kendala yang dihadapi pustakawan dalam mengoperasikan aplikasi INLISLiteadalahmasih kurangnya pengetahuan pustakawan tentang aplikasi INLISLitedankurangnyasumberdaya manusia yang ahli dalampengetahun TIK serta beberapa kendala pada server.Manfaat atau peluang yang didapatkan dalam menggunakan apliaksi INLISLite untuk pengolahan bahan pustaka adalahmepermudah penataanbuku secara sistematis dan membantu pemustaka dalam menemukan kembali informasi yang dibutuhkan. Di perpustakaan Al-Qalam sendiri aplikasi ini sangat mengefisienkan waktu apalagi dalam penginputan data koleksi kedalam INLISLite untuk dijadikan koleksi digital.Sedangkan pelayanan pemustaka yang diterapkan perpustakaan Al-qalam menggunakan INLISLite tidak sesuai dengan apa yang diharapkan salah satunya tidak dimanfaatkan Scanbarcode, dan pelayanannya masih manual padahal aplikasi INLISLite sudah diterapkan. Kendalayang dihadapidalam pelayanan pemustaka menggunakan aplikasiINLISlite diPerpustakaan Al-Qalam tidak ada karena pelayanan pemustaka masih menggunakansistem manual dan pelayanan digital tidak dimanfaatkan.PenggunaanOPAC masih kurang dimanfaatkan pemustaka untuk mencari koleksi bahan pustaka,kerenabanyak koleksi yang tidak sesuai yang tampil di OPAC dengan di rak buku.