Kembali
16
1
2021 Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Vol 4 · 2 ISSN 2654-6469

Kegiatan Seleksi Bahan Pustaka di Perpustakaan Perguruan Tinggi

Universitas Islam Nusantara; Universitas Terbuka

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan seleksi bahan pustaka di perpustakaan perguruan tinggi. Metode penelitian yang digunakan melalui kajian literatur berdasarkan berbagai jurnal penelitian dalam negeri dan luar negeri yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kegiatan seleksi bahan pustaka harus melakukan identifikasi mendalam mengenai karakteristik penggunaan perpustakaan karena akan mempengaruhi sumber informasi yang akan diseleksi. Selain itu, dalam melakukan seleksi hendaknya tetap memperhatikan kriteria pelaksanaan seleksi bahan pustaka yang sudah disusun. Adapun hal lain yang perlu diperhatikan adalah adanya ketepatan dalam pemilihan tim selektor yang berkompeten, sehingga komunikasi dan koordinasi dengan sesama tim selektor dapat berjalan secara efektif dan efisien. Dengan demikian, tujuan dari kegiatan seleksi bahan pustaka, yaitu menyediakan bahan koleksi perpustakaan perguruan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan penggunannya yang mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat tecapai.

Abstract

This study aims to determine the activities of selection of library materials in university libraries. The research method used is through a literature review based on various research journals at home and abroad that are relevant to the research topic. The results of the study indicate that in the selection of library materials, in - depth identification of the characteristics of library use must be carried out because it will affect the information sources to be selected. In addition, in making the selection should still pay attention to the criteria for implementing the selection of library materials that have been prepared. Another thing that needs to be considered is the accuracy in selecting a competent selector team, so that communication and coordination with fellow selector teams can run effectively and efficiently. Thus, the purpose of the selection of library materials, namely providing college library collection materials that are in accordance with the needs of their users that support the Tri Dharma of Higher Education can be achieved.
Keywords: selection of library materials · college libraries · seleksi bahan pustaka · perpustakaan perguruan tinggi

Introduction

Dalam sebuah perpustakaan koleksi adalah bagian terpenting berdirinya sebuAh perpustakaan. Melalui koleksi yang dimilikinya sebuah perpustakaan bisa mencerminkan bagaimana karakter perpustakaan tersebut. Selain itu, melalui koleksinya sebuah perpustakaan bisa memperlihatkan eksistensinya di tengah masyarakat dan berbagai pusat sumber informasi lainnya. Agar hal itu terwujud , maka perlu adanya kegiatan pengembangan koleksi perpustakaan. Adapun pengertian pengembangan koleksi menurut Edelman dalam Corall (2012), adalah fungsi perencanaan. Rencana pengembangan koleksi atau kebijakan menggambarkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang perpustakaan sejauh koleksi yang bersangkutan, dengan mempertimbangkannya dan menghubungkannya dengan aspek lingkungan seperti permintaan, kebutuhan, dan harapan audiens, dunia informasi, rencana fiskal, dan sejarah koleksi. Di dalam pengembangan koleksi menurut Yulia & Sujana (2010) terdapat kebijakan pengembangan koleksi yang merupakan rencana tertulis dari rencana kerja dan informasi yang digunakan untuk membimbing cara berfikir staf dan pengambilan keputusan guna memperbaiki kelemahan - kelemahan koleksi dan memelihara kekuatannya. Adapun beberapa manfaat dalam kebijakan pengembangan koleksi antara lain adalah sebagai standar untuk menginformasikan kepada setiap orang tentang sifat dan ruang lingkup koleksi; prioritas pengoleksian; membantu dalam rasionalisasi anggaran; mengurangi pengaruh pemilih tunggal dan bias perorangan; memberi informasi kepada pihak - pihak luar perpustakaan mengenai kebijakkan pengembangan koleksi; dan lain - lain. Di dalam kebijakkan pengembangan koleksi mengatur beberapa kegiatan , yaitu salah satunya kegiatan seleksi koleksi bahan pustaka. Adapun pengertian seleksi atau pemilihan bahan pustaka menurut ALA Glo sary of Library Term dalam Rosyid & Rukiyah (2019), adalah suatu proses pengambilan kepututusan dalam mengidentifikasi sumber informasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pemakai perpustakaan. Proses seleksi koleksi pustaka ini merupakan salah satu kegiatan terpenting dalam pengelolaan koleksi termasuk di perpustakaan perguruan tinggi. Hal ini dikarenakan melalui kegiatan seleksi koleksi perpustakaan dapat diketahui kebutuhan informasi dari pengguna perpustakaan. Apalagi men urut Khatri (2019) pengguna perpustakaan perguruan tinggi adalah kalangan akademisi yang memiliki kebutuhan informasi yang sangat tinggi , seperti dosen, peneliti, mahasiswa dan staff fakultas. Hal ini menjadikan salah satu tujuan perpustakaan perguruan tinggi adalah untuk menyediakan kombinasi yang efektif dari sumber daya cetak dan elektronik, sehingga tercipta integrasi penggunaan sumber daya koleksi yang mampu mendukung pengajaran, pembelajaran dan penelitian di lembaga akademik. Berdasarkan latar belakang ini , maka perlu diketahui pelaksanaan seleksi bahan pustaka di perpustakaan perguruan tinggi. Dengan demikian, makalah ini berjudul “ Kegiatan Seleksi Bahan Pustaka di Perpustakaan Perguruan Tinggi ”. Seleksi bahan Pustaka merupakan bagian dari kegiatan pengembangan koleksi pada perpustakaan. Hal ini dikarenakan menurut International Federation of Library (IFLA) dalam Ari (2017) menekankan bahwa , pengembangan koleksi yang berfokus pada tema metodologis dan topi k yang berkaitan dengan perolehan bahan perpustakaan cetak dan analog lainnya . Perolehan bahan pustaka ini dapat melalui pembelian, pertukaran, hadiah, atau titipan termasuk pembelian lisensi pada sumber informasi ele ktronik. Selain itu, menurut Johnson (2009), pengembangan koleksi juga merupakan kegiatan yang salah satunya berkaitan dengan pemahaman seleksi bahan pustaka. Dalam kegiatan seleksi bahan pustaka juga perlu mempertimbangkan pandangan yang ditetapkan oleh perpustakaan. Pandangan tersebut dibagi atas beberapa jenis , yaitu pandangan tradisional, pandangan liberal dan pandangan pluralistik ( Johnson , 2009). Pandangan tradisional merupakan pandangan perpustakaan yang hanya akan memilih bahan pustaka yang bermutu , karena memandang perpustakaan sebagai pusat melestarikan budaya bangsa dan sarana mencerdaskan anak bangsa. Pandangan liberal adalah pandangan perpustakaan yang lebih mengumpulkan koleksi yang disukai dan banyak dibaca oleh penggunanya sehingga tidak mengutamakan mutu buku, tetapi selera masyarakata dan popularitas suatu buku. Pandangan pluralistik adalah pandangan perpustakaan yang seimbang perpaduan antara pandangan tradisional dan liberal .

Method

Penelitian ini merupaka n penelitian studi literatur. Teknik pengumpulan data melalui berbagai jurnal dalam negeri dan luar negeri yang berkaitan dengan kegiatan seleksi bahan pustaka di perpustakaan perguruan tinggi. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Juni hingga Desember 2021.

Result & Discussion

Adanya perkembangan kebutuhan pengguna perpustakaan perguruan tinggi menjadikan definisi perpustakaan perguruan tinggi juga berubah. Saat ini perpustakaan perguruan tinggi dianggap sebagai tempat yang representative dan interaktif dalam memenuhi semua kebutuhan civitas akademik, sehingga dapat mendukung praktik yang berubah dalam penelitian, pengajaran dan pembelajaran ( ODonnell & Anderson , 2021) . Hal ini menurut Mierzecka & Sumina s (2018) , menjadikan perpustakaan perguruan tinggi harus mampu mewujudkan perannya, yaitu: (1) mendukung penggunaan koleksi ( online dan tradisional); (2) promosi budaya; (3) gerbang untuk mencari informasi; (4) pendidikan; dan (5) pembuatan citra online perpustakaan. Agar peran ini dapat terwujud tentu harus didukung dengan sumber daya yang baik. Salah satunya adalah bahan pustaka perpustakaan. Hal ini dikarenakan bahan pustaka merupakan salah satu sumber daya wajib yang dimili ki perpustakaan sebagai dasar bahan yang akan dilayankan kepada pemustakanya. Dalam mewujudkan bahan pustaka baik , maka perlu dilakukan seleksi bahan pustaka. Pengertian seleksi bahan pustaka menurut Yulia & Sujana (2010) , adalah kegiatan mengidentifikasi bahan pustaka yang akan ditambahkan pada koleksi yang telah ada di perpustakaan, sehingga dapat meningkatkan mutu perpustakaan tersebut . Proses seleksi bahan pustaka ini bertujuan untuk memperoleh pustaka sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Hal ini dikar enakan setiap perpustakaan memiliki pengguna perpustakaan yang memiliki karakteristik yang berbeda - beda yang mempengaruhi kebutuhan akan informasinya (Riu, 2015). Karakteristik pengguna perpustakaan tersebut adalah homogen dan heterogen, sehingga did alam k egiatan seleksi ini membutuhkan kecermatan (Shou & Kimaro, 2021) . Adapun karakteristik pengguna perpustakaan perguruan tinggi adalah homogen karena mayoritas memiliki ciri yang sama baik dari segi usia, penidikan dan pekerjaan (Laksmi, 2019). Adapun tahapan proses seleksi bahan perpustakaan pada semua jenis perpustakaan menurut Yulia dan Janti (2010), adalah, yang pertama, mengidentifikasi kebutuhan koleksi dalam hal subjek dan jenis materi yang spesifik. Kedua, menentukan jumlah anggaran yang akan digunakan dalam pengembangan koleksi. Hal ini menjadikan perpustakaan dapat mengalokasikan dana yang ada pada setiap kategori atau subjek yang sudah di identifikasi tadi. Ketiga, mengembangkan rencana mengidentifikasi potensi materi yang bermanfaat untuk diperoleh. Keempat, melakukan penelusuran subjek atau jenis materi - materi y ang ingin diperoleh melalui berbagai daftar, katalog, brosur, lembar promosi, dan bibliografi yang diterbitkan. Adapun proses seleksi bahan pustaka menurut Johnson (2009), yaitu (1) identification of the relevant, (2) evaluation (is the item worthy of selection?) and assessment (is the item appropriate for the collection?), (3) decision to purchase, and (4) order preparation and sometimes placement . Di dalam melakukan seleksi bahan pustaka diperlukan alat bantu seleksi yang membantu kemudahan dalam memilih koleksi atau bahan pustaka yang sesuai. Alat bantu seleksi menurut Yulia dan Janti (2010) adalah alat bantu yang dapat membantu pustakawan untuk memutuskan apakah sebuah sekelompok bahan pustaka akan diseleksi karena informasi yang diberikan tidak terbatas pada data bibliografisnya saja tetapi juga mencakup keterangan bahan pustaka tersebut dan keterangan lainnya yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. Alat bantu seleksi menurut Johnson (2009) dapat berupa daftar blibiografi; ensiklopedia dari sebuah asosiasi ; buku tahunan organisasi internasional ; promosi dari penerbit (brosur, iklan, katalog, website penerbit ) ; hasil ulasan dari sebuah buku atau jurnal; pameran buku; dan Informasi internal, seperti daftar permintaan judul koleksi bahan pustaka yang dibutuhkan dari pemustaka. Berbagai alat seleksi ini tentunya juga digunakan oleh perpustakaan perguruan tinggi. Salah satunya di Perpustakaan Universitas Mumbai menggunakan alat bantu seleksi berupa hasil rekomendasi dari fakultas ; hasil penjelajahan situs web katalog penerbit/vendor ; hasil rekomendasi dari maha siswa ; hasil demonstrasi dari vendor ; hasil berkonsultasi dengan perpustakaan lain; hasil tinjauan dan percobaan akses pada sebuah e - resources ; serta hasil pameran vendor di konfere nsi dan s eminar (Benny, 2015) . Namun, banyaknya alat bantu seleksi yang tersedia tentunya harus tetap dipilih yang sesuai kebutuhan dengan memperha t ikan tujuan penggunaan alat bantu, cakupan alat bantu, kecepatan, kegunaan , dan harga . Selain alat bantu seleksi, dalam kegiatan seleksi bahan pustaka juga diperlukan sumber daya manusia yang perlu terlibat dalam proses kegiatan seleksi bahan pustaka ini. Namun, tidak semua orang dapat terlibat dalam kegiatan ini, hal ini dikarenakan terdapat kriteria u ntuk menjadi pemilih buku yang baik. Adapun kriteria tersebut menurut Sulistyo - Basuki dalam Suharti ( 2018), yaitu : (1) Menguasai sarana bibliografi yang tersedia, dan memahami dunia penerbitan khususnya track record berbagai penerbit ; (2) Mengetahui latar belakang para pengguna perpustakaan ; (3) Memahami pengguna perpustakaan ; (4) Harus bisa bersifat netral, menguasi informasi, dan memiliki akal sehat dalam pemilihan buku ; (5) Memiliki pengetahuan yang mendalam mengenai koleksi perpustakaan ; dan (6) Mengetahui buku melalui proses membuka - buka buku atau membaca . Adapun orang - orang yang dapat menjadi selektor bahan pustaka berdasarkan prisnsip personalia menurut Yulia dan Janti (2010), adalah pustakawan ; spesialis subjek termasuk dosen/guru ; pimpinan organisa si induk ; komisi perpustakaan ; dan anggota lain sesuai kebutuhan. Adanya personalia dalam seleksi bahan pustaka ini menurut Primadesi (2015) , dikarena dalam melakukan kegiatan seleksi juga perlu diadakannya identifikasi secara mendalam mengenai kebutuhan pemustaka nya, dan perlu adanya koordinator antara pihak - pihak yang terlibat sebagai tim selektor. Oleh karena itu, di perpustakaan perguruan tinggi di dalam melakukan proses seleksi bahan pustaka juga perlu melibatkan seluruh civitas akademik term asuk dosen dan mahasiswa untuk dimintai pendapatnya mengenai koleksi apa saja yang dibutuhkan ( Arimbawa , 2015). Selektor bahan pustaka di perpustakaan perguruan tinggi perlu memperhatikan beberapa kriteria didalam menyeleksi sumber informasi yang akan dipilih . Contoh penerapan kriteria yang dapat diterapkan di perpustakaan perguruan tinggi menurut Shou & Kimaro (2021), yaitu, pertama, sumber informasi harus mampu mendukung kurikulum yang ada. Kedua, bentuk pembiayaan sumber informasi berupa biaya berkelanjutan atau hanya satu kali pembiayaan . Ketiga, ketersediaan standar pada sumber informasi, yaitu memiliki standar atau materi "inti" pada mata kuliah yang dipelajari di universitas . Keempat, sumber informasi mampu mendukung penelitian setiap fakultas. Kelima, sumber informasi mampu mendukung penelitian mahasiswa termasuk mahasiswa pascasarjana. Keenam, sumber informasi memiliki representasi subjek berupa perwakilan materi tentang tren utama yang dibutuhkan dalam memperoleh beasiswa . Ketujuh, kontinuitas pengumpulan sumber informasi yang berkaitan dengan cara pemeliharaan dari sumber informasi . Kedelapan, ada atau tidaknya perjanjian antar - lembaga , yaitu perjanjian dengan perpustakaan akademik lainnya untuk mengambil tanggung jawab dalam p engumpulan sumber informasi berdasarkan subjek tertentu , Adapun kriteria khusus yang juga perlu dipertimbangkan didalam melakukan proses seleksi menurut Yulia dan Janti (2010) , yaitu judul didsesuaikan dengan program lembaga yang ada ; judul disesuaikan dengan tingkatan pengguna. p engarang sudah sangat terkenal dibidangnya (ahli/pakara) ; isi buku harus tahan lama, berbobot dan tidak cepat berubah ; p enerbit cukup dikenal pada bidangnya ; tahun dan edisi terbaru ; serta harga buku cukup pantas . Adanya berbagai kriteria ini bertujuan agar hasil yang ingin dicapai pada kegiatan seleksi bahan pustaka ini dapat tercapai, dan kegiatan dapat berjalan secara terinci. Hal ini sesuai dengan pendapat Drury dalam Johnson (2009) , yang menyatakan bahwa , tujuan dari kegiatan seleksi koleksi yaitu, untuk menyediakan buku yang tepat bagi pengguna di waktu yang tepat . Dalam pelaksanaan seleksi bahan pustaka ternyata ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh perpustakaan perguruan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian Ifidon dalam Juma (2020), mengungkapkan bahwa , banyak perguruan tinggi di Afrika mengalami beberapa tanta ngan didalam pelaksanaan seleksi bahan pustaka. Tantangan pertama, adanya perubahan dan perkembangan sistem pendidikan mengakibatkan kegiatan seleksi bahan Pustaka yang sudah berjalan harus diubah karena adanya perubahan kebijakkan seleksi bahan pustaka ya ng sudah dibuat. Tantangan kedua, kurang stabilnya perekonomian negeri sehingga mengakibatkan anggaran yang digunakan untuk kegaiatan seleksi bahan Pustaka tidak sesuai dengan seharusnya. Selain itu, menurut Flatley dan Prock dalam Juma (2020), menyatakan bahwa , tantangan yang harus dihadapi perpustakaan perguruan tinggi juga berupa belum tersedianya kriteria seleksi sumber informasi yang jelas akan mempengaruhi tidak konsistennya sumber informasi yang dipilih. Tantangan lainnya , yaitu adanya sumber informa si elektronik yang membawa perubahan administratif pengelolaannya yang berbeda dengan sumber informasi tradisional , sehingga pustakawan dituntut harus mampu beradaptasi terutama dalam mengembangkan keterampilannya.

Conclusion

Seleksi bahan pustaka merupakan kegiatan terpenting dalam pengelolaan bahan Pustaka karena bagian dari kegiatan pengembangan koleksi . Didalam melakukan seleksi bahan pustaka harus melakukan identifikasi mendalam mengenai karakteristik penggunaan perpustakaa n karena akan mempengaruhi sumber informasi yang akan di seleksi . Selain itu, dalam melakukan seleksi hendaknya tetap memperhatikan kriteria pelaksanaan seleksi bahan pustaka yang sudah disusun . Adapun hal lain yang perlu diperhatikan adalah adanya ketepatan dalam pemilihan tim selektor yang berkompeten, sehingga komunikasi dan koordinasi dengan sesama t im selektor dapat berjalan secara efektif dan efisien . Dengan demikian, tujuan dari kegiatan seleksi bahan pustaka, yaitu menyediakan bahan koleksi perpustaka an perguruan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan penggunannya yang mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat tecapai.