Kembali
16
1
2022 Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Vol 5 · 1 ISSN 2654-6469

Perpustakaan Digital Dalam Publikasi Jurnal Internasional: Sebuah Analisis Tematik di Google Scholar

Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran

Abstrak

Perpustakaan digital bukanlah suatu topik yang asing lagi dalam dunia perpustakaan. Berbagai penelitian tentang perpustakaan digital pun sudah banyak dilakukan dan menghasilkan publikasi di berbagai jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perkembangan publikasi internasional tentang perpustakaan digital pada tahun 2017 – 2021, (2) jurnal inti dalam publikasi internasional tentang perpustakaan digital, (3) perkembangan publikasi internasional dengan kata kunci perpustakaan digital, serta (4) perkembangan publikasi internasional tentang perpustakaan digital berdasarkan penulis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan perolehan data melalui studi pustaka dan analisis bibliometrik menggunakan Publish or Perish dan VOSviewer pada topik perpustakaan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembnagan penelitian tentang topik perpustakaan digital pada rentang tahun 2017 – 2021 mengalami pertumbukan yang fluktuatif namun tidak berubah begitu besar tiap tahunnya. Publikasi tertinggi yaitu pada tahun 2017 sebanyak 47 artikel dan terendah pada tahun 2018 sebanyak 30 artikel. Publikasi terbanyak dilakukan oleh Journal of Librarianship and Information Science sebanyak 4 kali. Topik penelitian tentang digital library masih banyak tentang information, model, university dan impact. Peneliti masih jarang melakukan kerjasama dalam penulisan karya ilmiah tentang digital library.

Abstract

Digital library is not a new topic in the library world. Various studies on digital libraries have also been carried out and have resulted in publications in various journals. The purpose of this research is to find out: (1) the development of international publications about digital libraries in 2017 - 2021, (2) core journals in international publications about digital libraries, (3) the development of international publications with the keyword digital library, and (4) development of international publications on digital libraries by author. The method used in this study is a qualitative research method with data acquisition through library research and bibliometric analysis using Publish or Perish and VOSviewer on the topic of digital libraries. The results showed that the development of research on the topic of digital libraries in the period 2017 - 2021 experienced fluctuating growth but did not change so much every year. The highest publication was in 2017 with 47 articles and the lowest in 2018 with 30 articles. Most publications were carried out by the Journal of Librarianship and Information Science 4 times. The topic of research on digital libraries is still a lot about information, models, university and impact. Researchers still rarely collaborate in writing scientific papers about digital libraries.
Keywords: digital library · thematic analysis · bibliometrics · publish or perish · VOSviewer · google scholars

Introduction

Perpustakaan digital merupakan topik yang sudah tidak asing lagi dalam dunia perpustakaan. Hal ini karena perpustakaan digital merupakan inovasi baru perpustakaan untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi informasi yang mengubah kebiasaan dan kebutuhan masyarakat akan informasi. Inovasi ini juga didorong dengan Undang - Undang No. 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan Bab V Pasal 14 Ayat 3 yang berbunyi bahwa setiap perpustakaan mengembangkan layanannya sesuai dengan kemajuan teknologi dan informasi. Perpustakaan digital menurut Borgman dalam (Tedd & Large, 2005) adalah: “Digital libraries are set of electronic resources and associated technical capabilities for creating, searching, and using information. In this sense they are an extension and enhancement of information storage and retrieval systems that manipulate digital data in any medium (text, image, sounds….) and exist in distributed networks.” Pendapat Borgman di atas mengartikan bahwa perpustakaan digital merupakan kumpulan koleksi yang berbentuk elestronik (e - resources) yang dapat digunakan untuk menciptakan, menelusuri, dan mengakses sumber elektronik. Dalam pengembangannya memungkinkan untuk dapat menyimpan, menelusur informasi, serta memanipulasi data yang berbentuk media teks, gambar, dan suara yang dapat didistribusikan melalui jaringan. Perpustakaan digital memiliki konsep yang hampir sama dengan perpustakaan konvensional. Perbedaan yang menonjol adalah terletak pada jenis koleksi dan sistem pelayanannya. Perpustakaan digital berisi koleksi - koleksi yang berbentuk digital atau e - resources dan pemustaka hanya dapat mengakses koleksi secara online melalui aplikasi perpustakaan online. Ada beberapa kelebihan dari perpustakaan digital menurut Saleh dalam (Hartono, 2017) adalah (1) menghemat ruangan, (2) multiple access atau akses ganda, (3) fleksibel dalam ruang dan waktu, (4) koleksi dapat berbentuk multimedia, (5) biaya lebih murah. Penelitian mengenai perpustakaan digital tentunya sudah sangat banyak dilakukan oleh para peneliti baik itu peneliti nasional maupun internasional. Sebagai contoh dalam penelitian yang dilakukan oleh (Dewi, 2019) yang berjudul “Penggunaan Mobile Library untuk Perpustakaan Digital” yang dipublikasikan dalam Jurnal Anuva dan berisi kajian tentang fitur - fitur baru yang digunakan dalam perpustakaan digital dan bagaimana agar fungsinya dapat mewakili layanan perpustakaan konvensional yang lebih maju. Selain itu penelitian internasional karya (Alzahrani et al., 2017) yang dimuat dalam Journal of Librarianship and Information Science mengkaji pengaruh penerapan model sistem informasi Delone dan McLean pada perpustakaan digital terhadap perilaku dan kepuasan pengguna atas pelayanan yang diberikan. Kedua penelitian tersebut mewakili ratusan bahkan ribuan penelitian serupa yang mengkaji tentang perpustakaan digital dan penerapannya pada teori - teori tertentu. Perkembangan terbaru penelitian tentang perpustakaan digital tersebut dapat dianalisis menggunakan analisis bibliometrik untuk bibliometrik. Indikator dalam menentukan perkembangan suatu penelitian dihitung pada periode tertentu dan biasanya melalui dua pendekatan yaitu pendekatan untuk mengetahui jumlah publikasi dan mengukur produktivitas suatu jurnal atau penulis. Analisis bibliometrik dilakukan dengan memetakan dan mengelompokkan jaringan bibliometrik dengan bantuan perangkat lunak VOSviewer. Kajian mengenai perkembangan penelitian pada topik perpustakaan digital mengguankan bibliometrik masih sangat jarang dilakukan terutama temuan dalam database Google Scholar. Untuk itu penulis tertarik untuk melakukan analisis bibliometrik pada topik perpustakaan digital agar terjadi kebaruan pada penelitian dan dapat digunakan untuk pengembangan penelitian serupa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan publikasi internasional tentang perpustakaan digital pada tahun 2017 – 2021, jurnal inti dalam publikasi internasional tentang perpustakaan digital, perkembangan publikasi internasional mengenao perpustakaan digital, serta perkembangan publikasi internasional tentang perpustakaan digital berdasarkan penulis. B. TINJAUAN PUSTAKA Bibliometrik Bibliometrik merupakan ilmu matematika yang diperkenalkan pertama kali pada tahun oleh Pritchard. Dalam teorinya Pitchard mengatakan bahwa bibliometrik merupakan ilmu terapan dari matematika dan statistika yang berfungsi sebagai analisis untuk buku atau media komunikasi yang lain (Effendy et al., 2021). Lebih lengkap bahwa bibliometrik merupakan metode pengukuran dan analisis yang digunakan oleh peneliti untuk mengetahui kualitas dan kuantitas suatu buku dan artikel dalam bentuk publikasi (Valerie & Pierre, 2010). Bibliometrik sendiri memliki tiga buah komponen, yaitu: (1) bibliometrics for bibliometricians yang digunakan secara umum sebagai metodologi riset atau menjadi domain utama, (2) bibliometrics for scientific disciplines yang digunakan sebagai metodologi kuantitatif dalam penelusuran informasi, (3) bibliometric for science policy and management, for science policy and management, yang digunakan sebagai domain riset dalam penelitian apapun. Analisis bibliometrik digunakan sebagai metode kuantitatif guna menganalisis data bibliografi suatu karya ilmiah yang berupa artikel atau jurnal. Analisis tersebut berguna untuk mengetahui referensi yang digunakan oleh suatu jurnal, melakukan pemetaan terhadap jurnal dan mengelompokannya berdasarkan satu bidang penelitian tertentu. Pengaplikasian bibliometrik menurut Nicolai (2010) dapat dilakukan kepada dua analisis, yaitu (1) perhitungan kinerja bibliometrik pada tingkat perilaku yang berbeda, dan (2) melakukan analisis dan visualisasi terhadap jaringan bibliometrik (Tupan, 2016). Salah satu pemetaan yang dilakukan dengan analisis bibliometrik adalah kata kunci atau co - word. Metode ini digunakan unutk memetakan suatu ilmu yang termuat dalam database yang besar. Pemetaan berbasis co - word dapat dianalisis berdasarkan jumlah suatu kata yang muncul dan satu dokumen baik itu di dalam judul maupun abstraknya (Basuki, 2002). Jumlah kata yang muncul pada suatu judul dan abstrak dokumen dapat membantu mengetahui intensitas informasi yang menjadi indikator untuk dimasukkan ke dalam peta. Semakin banyak suatu kata muncul dalam dokumen, maka akan menghasilkan efek clustering kedekatan dengan elemen pengetahuan tertentu. Pemetaan berbasis co - word dapat digunakan untuk memantau bagaimana perubahan aktivitas penelitian suatu objek dalam bidang keilmuan dan berpengaruh pada domain paten dan publikasi. Semakin banyak kata kunci yang yang ada dalam suatu dokumen maka semakin kuat pula hubungan antara dokumen - dokumen tersebut. Kata kunci yang akan dipetakan harus memenuhi standar tertentu, dan dalam hal ini thesaurus merupakan standarisasi untuk mewakili suatu konsep tertentu. Database Google Scholar Google Scholar merupakan produk luncuran Google pada tahun 2004. Cara penggunaan Google Scholar tidak jauh berbeda dengan Google itu sendiri. Perbedaannya adalah Google Scholar yang merupakan mesin pencarian informasi secara lebih spesifik untuk menghasilkan PDF (Portable Document Format) yang dapat digunakan oleh pelajar, mahasiswa, dosen, atau masyarakat umum untuk menemukan file karya ilmiah untuk dijadikan sebagai referensi. Dalam bahasa Indonesia, Google Scholar biasanya disebut dengan Google Cendekia (Rafika et al., 2004). Google Scholar dapat membantu pengguna unruk mengidentifikasi penelitian - penelitian yang sesuai atau relevan dengan penelitian akademis dimana indeks yang tersedia di dalamnya mencakup publikasi ilmiah seperti artikel jurnal, skripsi, tesis, dan juga prosiding. Sistem pencarian informasi di Google Scholar cukup mudah yaitu pengguna dapat menuliskan kata kunci berupa kata yang ingin dicari, nama jurnal, tahun publikasi, dan nama penulis artikel tersebut. Publish or Perish Publish or Perish sebenarnya merupakan sebuah istilah yang berarti terbitkan atau tersingkir. Ungkapan tersebut memiliki makna bahwa penting bagi suatu peneliti untuk melakukan publikasi atau penerbitan terhadap penelitian - penelitiannya dan apabila gagal maka akan berdampak pada karirnya. Penjelasan tersebut juga merujuk pada suatu keharusan bagi seorang akademisi unruk mempublikasikan karya ilmiahnya guna bertahan hidup dalam lingkungan akademisi atau dengan kata lain dorongan untuk memajukan karir dalam bidang akademik (Sandu et al., 2018). Publish or Perish merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk mengambil dan menganalisis sitasi akademik. Aplikasi ini diluncurkan sejak taun 2006 dan terus mengalami perkembangan dan pembaharuan menjadi versi yang lebih maju. Publish or Perish memanfaatkan kata kunci atau query dari suatu database untuk mendapatkan informasi sitasi yang nantinya akan klasifikasikan dan diubah menjadi kumpulan data suatu jurnal. Adapun data yang dapat dihasilkan dari analisis Publish or Perish dari suatu database adalah jumlah artikel tentang suatu kata kunci, jumlah sitasi, sitasi rata - rata per artikel, sitasi per tahun, sitasi penulis, h indeks, serta analisis jumlah penulisan per artikel (Aulianto et al., 2019). VOSviewer VOSviewer merupakan kependekan dari Visualization of Similarities yang merupakan perangkat lunak yang dapat berjalan dengan jaringan internet untuk memvisualisasikan peta jaringan bibliometrik. Perangkat lunak ini memiliki fungsi untuk membangun dan memvisualisasikan jaringan bibliometrik yang terdiri dari jurnal, penulis, publikasi, serta dapat berasal dari kutipan, bibliografi, atau penulisan bersama. Selain itu VOSviewer dapat digunakan untuk membentuk jaringan atas istilah - istilah dalam karya ilmiah (Effendy et al., 2021). VOSviewer memiliki tiga visualisasi yang terdiri dari visualisasi network, visualisasi overlay, dan juga visualisasi density. Visualisasi network atau jaringan berbentuk lingkaran dimana besar kecilnya sebanding dengan banyak sedikitnya kata kunci yang muncul. Visualisasi overlay hampir sama dengan visualisasi network dimana visualisasinya berbentuk lingkatang yang dihubungkan dengan menggunakan jarimngan - jaringan. Namun perbedaan terletak pada warna yang digunakan dimana warna lingkaran akan menunjukkan tren topik yang muncul di tahun tertentu. Sementara itu visualisasi density merupakan kerapatan yang dihasilkan pada suatu topik penelitian. Apabila warna makin kuning dan besar berarti kata kunci tersebut banyak ditemukan, sedangkan makin gelap warnanya berarti makin sedikit kata kunci tersebut (Komalasari et al., 2021).

Method

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan anlisis tematik. Metode penelitian kualitatif merupakan metode yang digunakan untuk memahami dan menafsirkan suatu fenomena yang terjadi kepada manusia berdasarkan pandangan dari peneliti. Metode ini berusaha untuk mendeskripsikan fenomena menjadi penjelasan naratif yang dituangkan dalam sebuah penulisan ilmiah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari dan mengetahui suatu objek penelitian secara mendalam dan membangun pemahaman atas permasalahan yang diteliti (Gunawan, 2013). Adapun mengenai penggunaan pendekatan analisis tematik sendiri dikatakan tepat untuk digunakan dalam suatu penelitian kualitatif yang memiliki tujuan untuk mencari suatu makna serta konsep yang terkandung dalam data penelitian. Dalam hal ini termasuk juga melakukan pemilihan, pemeriksaan, dan pembuatan suatu pola dari berbagai tema. Analisis tematik dinilai memiliki metode yang fleksibel dalam menganalisis suatu data kualitatif, tetapi selain itu berguna pula dalam membangun suatu konstruksi data yang bersifat sistematis serta terang - terangan tanpa memerlukan analisis terlalu mendalam. Untuk teknik pengumpulan data dalam penelitian ini merupakan studi pustaka dengan mengambil penelitian - penelitian serupa untuk dijadikan referensi serta merupakan analisis bibliometrik menggunakan bantuan perangkat lunak Publish or Perish dan VOSviewer pada topik digital library pada pangkalan data atau database Google Scholar pada rentang waktu 5 tahun yaitu 2017 – 2021.

Result & Discussion

Perkembangan Artikel Perpustakaan Digital Sebagaimanaya yang telah di kemukakan di awal tulisan ini, penelitian ini mencoba mengungkap tentang perkembangan penelitian perpustakaan digital yang diterbitkan pada jurnal internasional. Adapun mengenai tahun publikasi yaitu pada tahun 2017 - 2021.Untuk memperoleh data tentang topik perpustakaan digital yang dimuat pada jurnal internasional dilakukan melalui data google Scholar. Berdasarkan hasil pengumulan data dapat dikemukakan data sebagai berikut: Tabel 1. Jumlah Publikasi Tentang Digital Library dari 2017 - 2021 Tahun Publikasi Jumlah Artikel Presentase 2017 47 24% 2018 30 15% 2019 34 17% 2020 45 23% 2021 41 21% 197 100% Sumber: Data Penelitian, 2021 Berdasarkan tabel 1 di atas terungkap bahwa selama rentang tahun 2017 - 2021 terdapat sekitar 197 artikel mengenai topik perpustakaan digital yang dimuat pada jurnal internasional. Dari table ini juga terlihat bahwa perkembangan artikel dengan topik perpustakaan digital mengalami fluktuatif dalam setiap tahunnya. Hal ini terlihat bahwa pada tahun 2017 terdapat 47 artikel atau sekitar 24% namun pada tahun2018 turun menjadi 30 artikel atau sekitar 15% dan mulai mengalami kenaikan naik tahun 2019 dan 2020 yakni 34 artikel (23%) pada tahun 2019 dan 45 artikel (23%) pada tahun 2020. Namun pada tahun 2021 topik tentang perpustakaan digital mengalami penurunan lagi menjadi 41 artikel atau hanya 21%. Mengenai perkembangan perpustakaan digital dapat dilihat pada gambar sebagai berikut: Gambar 1. Perkembangan Publikasi Artikel perpustakaan digital (digital library) dalam 5 tahun terakhir. Sumber: Data Penelitian, 2021 Analisis Jurnal Yang Memuat Topik Perpustakaan Digital Gambar 2. Publikasi jurnal inti penelitian topik perpustakaan digital (digital library) pada Google Scholar Pada 5 tahun terakhir. Berdasarkan hasil penelitian dengan menelusur kata kunci digital library pada Google Scholar dengan bantuan perangkat lunak Publish or Perish, pada kurun waktu tahun 2017 – 2021 ditemukan 197 artikel. Berdasarkan gambar di atas, paling banyak artikel yang paling banyak melakukan publikasi adalah Journal of Librarianship and Information Science sebanyak 4 kali, The Journal of Academic Librarianship sebanyak 2 kali, Journal of Theoretical and Applied Information Technology sebanyak 1 kali, International Journal of Scientific Research in Computer Science, Engineering, and Information Technology sebanyak 2 kali, disusul oleh Journal of Documentation sebanyak 4 kali dan Journal of Web Librarianship sebanyak 2 kali. Banyaknya publikasi jurnal yang ditunjukkan pada gambar di atas rupanya tidak serta merta membuat jurnal yang paling banyak melakukan publikasi menjadi jurnal yang paling sering disitasi juga. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh dari Publish or Perish, banyaknya sitasi atau sitiran pada jurnal - jurnal tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 2. Daftar Nama Jurnal, Jumlah Publikasi Dan Banyaknya Sitiran No. Nama Jurnal Jumlah Publikasi Banyaknya Sitiran 1. Journal of Librarianship and Information Science 4 101 2. The Journal of Academic Librarianship 2 32 3. Journal of Theoretical and Applied Information Technology 1 24 4. International Journal of Scientific Research in Computer Science, Engineering, and Information Technology 2 22 5. Journal of Documentation 4 20 6. Journal of Web Librarianship 2 20 Sumber: Data Penelitian 2021 Terdapat perbedaan yang sangat signifikan dengan jumlah sitasi artikel pada jurnal - jurnal tersebut menunjukkan bahwa artikel dari Journal of Librarianship and Information Science masih dipercaya oleh para penulis atau peneliti untuk menjadi sumber rujukan penelitian mereka dan kualitasnya bagus. Suatu karya ilmiah dikatakan berkualitas bagus dan dapat menjadi sumber rujukan menurut (Aribowo, 2021) yaitu relevan dengan permasalahan atau topik yang sedang diteliti, referensi tersebut mutakhir atau terkini, dan referensi tersebut penulisannya benar sesuai kaidah penulisan karya ilmiah. Analisis Berdasarkan Kata Kunci Gambar 3. Peta perkembangan topik perpustakaan digital (digital library) pada Google Scolar dalam 5 tahun terakhir Sumber : Data penelitian, 2021 Gambar di atas merupakan peta perkembangan dari topik perpustakaan digital (digital library) yang didapatkan dari Google Scholar pada tahun 2017 – 2021 atau 5 tahun terakhir. Berdasarkan pada gambar tersebut, dapat diketahui bahwa terdapat 4 cluster yang berasal dari 32 item. Item tersebut didapatkan dengan jumlah kemunculan kata kunci minimum 5 dari 1690 item adalah 32 item. Dari 4 cluster tersebut dapat disusun menjadi masing - masing kedalam empat cluster. Cluster 1 (merah): abstract, application, article, digital library servive, digital library system, effectiveness, internet, literature, model, quality. Cluster 2 (hijau): case, challenge, institution, librarian, metadata, perspective, respondent, survey, university, web. Cluster 3 (biru): creation, field, india, information, national digital library, number, order, role, text. Cluster 4 (kuning): covid, impact, type. Gambar 4. Visualisasi density pekembangan penelitian perpustakaan digital (digital library) pada Google ScholarDalam 5 tahun terakhir Sumber: data penelitian, 2021 Gambar 4 di atas merupakan visualisasi density hasil perangkat lunak VOSviewer yang menunjukkan perkembangan penelitian tentang perpustakaan digital (digital library) pada Google Scholar pada tahun 2017 – 2021. Pada gambar tersebut merupakan kerapatan tema penelitian yang ditunjukkan melalui warna kuning. Semakin tebal warna kuning pada gambar, maka akan menunjukkan makin banyaknya tema penelitian pada tema tersebut atau makin banyak hubungan yang terjalin dengan tema tersebut. Pada gamber 4, menunjukkan bahwa sudah banyak penelitian yang menggunakan tema model, university, dan librarian. Sementara itu penelitian pada tema digital library system, internet, national digital library, creation dan lainnya masih sedikit dengan ditunjukkan oleh warna kuning yang pudar dan dominasi warna hijau. Hal tersebut menunjukkan bahwa penelitian pada tema - tema tersebut memiliki novelty atau kebaruan yang dapat menjadi acuan peneliti mengembangkan penelitiannya pada bidang perpustakaan digital (digital library). Analisis Berdasarkan Pengarang Dalam penelitian ini selain melihat dari topik penelitian secara umum yakni tentang perpustakaan digital (digital library) dengan melihat kata kunci yang terkait dengan perpustakaan digital penulis juga melihat dari aspek penulis atau pengarangnya. Adapun dilihat dari kata kunci tentang perpustakaan digital dapat dikelompokkan menjadi empat (4) cluster misalnya cluster 1 tentang layanan perpustakaan digital system layanan digital, internet, dll; cluster 2 tentang metadata, librarian, dll; cluster 3 tentang informasi, perpustakaan digital nasional, dll; serta cluster 4 tentang covid, dampak, dan lain - lain. Sedangkan menangani penelusuran menurut pengarangnya dapat digambar sebagai berikut: Gambar 5. Peta perkembangan pengarang penelitian pada topik perpustakaan digital (digital library) di Google Scolar dalam 5 tahun terakhir. Sumber: Data penelitian, 2021 Gambar 5 di atas merupakan peta perkembangan pengarang penelitian pada topik digital library di Google Scolar pada tahun 2017 - 2021. Penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa dari total 175 penulis karya ilmiah dalam topik digital library pada Google Scholar, hanya terdapat 10 penulis yang memenuhi ambang penulisan minimal dua artikel yang berarti sisanya hanya menuliskan satu artikel. Terdapat 8 cluster yang dihasilkan pada gambar tersebut namun hanya ada dua links yang berhubungan. Artinya hanya ada dua penulis di dua links yang memiliki hubungan atau korelasi yaitu thompson,s. berhubungan dengan reilly,m. yang ditunjukkan pada cluster berwarna merah. Satu link lagi yang berhubungan yaitu ataeva, om. dan serebryakov, va. yang ditunjukkan dengan cluster berwarna hijau. Sementara enam cluster lain berdiri sendiri atau tidak terdapat hubungan antar penulis. Hal ini juga dapat ditarik kesimpulan bahwa belum banyak penulis yang melakukan penelitian bersama tentang topik digital library ini.

Conclusion

Berdasarkan analisis terhadap perkembangan penelitian dengan topik perpustakaan digital (digital library) di Google Scholar menggunakan VOSviewer, maka dikemukakan kesimpulan sebagai berikut : mengenai jumlah artikel yang membahas topik tentang perpustakaan digital selama rentang tahun 2017 - 2021 yang dimuat pada jurnal internasional sebanyak 197 buah. Adapun mengenai perkembangan topik perpustakaan digital yang dimuat dalam jurnal internasional selama tahun 2017 - 2021 mengalami fluktuasi. Ada beberapa jurnal internasional yang memuat artikel tentang perpustakaan digital seperti Journal of Librarianship and Information Science, The Journal of Academic Librarianship, Journal of Theoretical and Applied Information Technology, International Journal of Scientific Research in Computer Science, Engineering, and Information Technology, Journal of Documentation serta Journal of Web Librarianship. Kemudian dari daftar jurnal internasional tersebut terungkap bahwa Journal of Librarianship and Information Science dan Journal of Documentation merupakan jurnal yang paling bayak memuat tentang topik tentang perpustakaan digital. Sedangkan dilihat dari kata kunci perpustakaan digital peneitian yang menggunakan topik model, universitas serta pustakawan merupakan topik yang paling sering diteliti yang berkaitan dengan perpustakaan digital. Ada sebanyak 175 penulis karya ilmiah dalam topik perpustakaan digital (digital library) pada Google Scholar, namun hanya terdapat 10 penulis yang mbang penulisan minimal dua artikel. Sedangkan sisanya hanya menuliskan satu artikel. Selain itu juga berkaitan dengan penulis ini terdapat 8 cluster yang dihasilkan pada gambar tersebut namun hanya ada dua links yang berhubungan. Hal ini juga dapat ditarik kesimpulan bahwa belum banyak penulis yang melakukan penelitian bersama tentang topik digital library ini.