Peran Pustakawan Dalam Meningkatkan Motivasi Minat Baca Siswa Di SMA Negeri 1 Ciwidey
Universitas Islam Nusantara; Universitas Islam Nusantara; Universitas Islam Nusantara
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran pustakawan dalam meningkatkan motivasi minat membaca siswa di SMA Negeri 1 Ciwidey. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengadaan koleksi, perpanjangan jam layanan, bimbingan belajar dan penataan ruang yang tersedia di perpustakaan dalam memotivasi minat baca siswa dan mengetahui peran pustakawan dalam memotivasi minat membaca siswa. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Motivasi Abraham Maslow. Teori ini mengemukakan bahwa pada dasarnya semua manusia mempunyai kebutuhan dasar. Aktualisasi diri membutuhkan kebutuhan kognitif mengetahui, memahami, dan mengeksplorasi, kebutuhan estetis akan keselarasan, keteraturan, dan keindahan. Kesimpulan penelitian ini adalah peran pustakawan dalam meningkatkan motivasi minat membaca siswa di SMA Negeri 1 Ciwidey. Dengan adanya peran pustakawan dalam pengadaan koleksi tentunya sangat bermanfaat bagi siswa dan guru yang sering berkunjung ke perpustakaan. Selain itu, perpanjangan jam layanan akan sangat membantu maha siswa dalam peminjaman atau pengembalian buku. Dengan adanya bimbingan belajar sangat membantu siswa dalam mendapatkan informasi, motivasi dalam membaca. Serta pengaruh penataan ruang perpustakaan sangat mempengaruhi pengguna dan pustakawan. Selain itu peran pustakawan sangat penting untuk membantu siswa dalam memotivasi minat membaca siswa.
Abstract
This research is motivated by the role of librarians in increasing students' reading interest motivation at SMA Negeri 1 Ciwidey. The purpose of this study is to determine the procurement of collections, extend service hours, tutoring and spatial arrangements available in the library in motivating students' reading interest and knowing the role of librarians in motivating students' reading interest. The theory used in this study is Abraham Maslow's Theory of Motivation. This theory suggests that basically all humans have basic needs. Self-actualization needs cognitive needs knowing, understanding, and exploring, aesthetic needs of harmony, order, and beauty. The conclusion of this study is that the role of librarians in increasing students' reading interest motivation at SMA Negeri 1 Ciwidey. With the role of librarians in procuring collections, it is certainly very useful for students and teachers who often visit the library. In addition, the extension of service hours will greatly assist students in borrowing or returning books. With tutoring, it really helps students in getting information, motivation in reading. As well as the influence of library spatial arrangements greatly affect users and librarians. In addition, the role of librarians is very important to help students in motivating students' reading interest.
Keywords:
peran pustakawan
· motivasi
· minat membaca
· SMA Negeri 1 Ciwidey
Introduction
Di Indonesia pendidikan menjadi salah satu faktor utama dalam pengembangan sumber daya manusia, maka pendidikan merupakan salah satu usaha untuk mencerdaskan dan memajukan sumber daya manusia. Sumber daya manusia sangat diperlukan sebagai modal dasar pembangunan, khususnya negara berkembang seperti Indonesia. Dalam mewujudkan tujuan tersebut sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar harus mampu menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang baik agar sumber daya manusia yang ada dapat mempunyai daya saing yang tingi dan pengalaman yang luas. Menurut Hamdani (2011) pendidikan merupakan interaksi antara guru dan siswa. Maka, menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas dapat di tempuh dengan melalui jenjang pendidikan sekolah. Di sekolah terjadi proses pembelajaran yang di lakukan oleh siswa dan guru dapat menggali potensi siswa untuk pengembangan diri. Untuk menciptakan lulusan yang berkualitas dibutuhkan peningkatan dalam kualitas proses pembelajaran. Salah satunya dengan membiasakan siswa untuk menggunakan media sumber belajar yang ada. Tanpa media sumber belajar yang memadai sulit diwujudkan proses pembelajaran yang mengarah pada tercapainya hasil belajar yang optimal. Salah satu sumber belajar yang diperlukan oleh suatu lembaga pendidikan adalah perpustakaan. Perpustakaan pada umumnya mampu menyediakan informasi yang diperlukan oleh siswa baik yang berhubungan langsung dengan mata pelajaran, maupun sebagai sarana pengembangan, karena posisinya sebagai pusat yang esensial dalam menunjang dan memberi nafas keseluruhan kegiatan pendidikan di sekolah, maka berpusat disebut juga sebagai jantung suatu sekolah. Perpustakaan berperan sebagai media dan sarana untuk menunjang kegiatan belajar mengajar ditingkat sekolah. Oleh karena itu, perpustakaan sekolah merupakan bagian integral dari program penyelenggaraan pendidikan tingkat sekolah. Perpustakaan sekolah harus dapat memainkan peran dalam memajukan masyarakat sekolah melalui ilmu pengetahuan dan informasi yang harus diwujudkan secara efektif dan efisien, sehingga perpustakaan sekolah perlu merealisasikan misi dan kebijakannya dalam memajukan masyarakat sekolah dengan penyelenggaraan perpustakaan dengan baik dan benar. Tersedianya buku-buku yang mendukung proses pembelajaran akan memberikan kemudahan peserta didik untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang diinginkannya. Ketersediaan buku yang memadai serta tingginya minat baca akan membawa siswa memiliki ilmu pengetahuan yang bermanfaat serta memudahkan kelancaran proses pembelajaran di kelas. Menurut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 Pasal 35 bahwa salah satunya “Setiap satuan pendidikan jalur pendidikan sekolah baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat harus menyediakan sumber belajar.” Kemampuan membaca merupakan hal yang sangat mutlak bagi semua orang yang sedang belajar. Salah satu tujuan belajar adalah mengakumulasi ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan pada umumnya dihimpun, dicetak, dan dilestarikan dalam media cetak. Media cetak berfungsi sebagai individu kalau individu tersebut dapat membaca. Menurut Slamet (2008), “Kema mpuan membaca permulaan akan berpengaruh pada keterampilan membaca selanjutnya. Hal tersebut dikarenakan membaca permulaan merupakan kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh anak. Membaca dapat meningkatkan daya pikir, mempertajam penalaran, mencapai kemajuan, dan meningkatkan diri”. Berdasarkan penjelasan di atas dapat dipahami bahwa perpustakaan merupakan hal yang sangat Fundamental dalam dunia pendidikan. Perpustakaan selalu berkaitan dengan buku, dan buku akan selalu berkaitan dengan ilmu. Dengan adanya perpustakaan seseorang dapat mengembangkan wawasan pemikirannya, di sana juga seseorang dapat seseorang dapat melakukan riset-riset kecil serta observasi-observasi dan kemudian memuatnya kembali dalam bentuk informasi baru yang berguna bagi dirinya dan orang lain. Minat baca merupakan faktor yang sangat diperlukan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Rendahnya minat baca siswa menyebabkan tidak berhasilnya siswa dalam memahami proses belajar mengajar di sekolah. Minat baca juga demikian, sesuatu yang mampu mendorong timbulnya tingkah laku membaca pada seseorang dapat dibentuk, dapat berubah menguat, melemah atau membiarkannya hilang. Di sinilah perpustakaan sekolah memiliki peran penting dalam memacu tercapainya tujuan pendidikan di sekolah. Di sisi lain, kurangnya buku-buku perpustakaan sekolah menjadi satu faktor menurunnya kualitas proses belajar mengajar. Selain faktor-faktor yang telah disebutkan di atas, maka faktor yang sangat menentukan adalah kemampuan guru dalam menanamkan minat baca pada siswa. Pada kondisi ini, guru harus mampu memberikan tugas pelajaran yang relevan dengan pemanfaatan buku-buku perpustakaan sekolah. Pada dasarnya, pihak sekolah bertanggung jawab ikut menumbuhkan minat baca siswa, karena dari sanalah sumber kreatifitas siswa akan muncul. Seperti yang diketahui, motivasi belajar pada siswa tidak sama kuatnya, ada siswa yang motivasinya bersifat intrinsik dimana kemauan belajarnya lebih kuat dan tidak tergantung pada faktor di luar dirinya. Sebaliknya dengan siswa yang motivasi belajarnya bersifat ekstrinsik, kemauan untuk belajar sangat tergantung pada kondisi di luar dirinya. Namun demikian, di dalam kenyataan motivasi ekstrinsik inilah yang banyak terjadi, terutama pada anak-anak dan remaja dalam proses belajar. Proses pembelajaran akan berhasil manakala siswa mempunyai motivasi dalam belajar. Oleh karena itu, guru perlu menumbuhkan motivasi belajar siswa. Untuk memperoleh hasil belajar yang optimal, guru dituntut kreatif membangkitkan motivasi belajar siswa. Menurut Sudarwan (Yuliani, 2020), “motivasi diartikan sebagai kekuatan, dorongan, kebutuhan, semangat, tekanan, atau mekanisme psikologis yang mendorong seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai prestasi tertentu sesuai dengan apa yang dikehendakinya”. Motivasi Intrinsik dan faktor motivator yang memotivasi seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan, yang termasuk didalamnya adalah achievement, pengakuan kemajuan tingkat kehidupan, dan sebagainya. Motivasi Ekstrinsik, Faktor higiene memotivasi seseorang untuk keluar dari ketidak puasan, termasuk didalamnya adalah hubungan antar manusia, imbalan, kondisi lingkungan, dan sebagainya. (Herzberg dalam Lutfi & Winata, 2020). Berdasarkan hasil observasi di perpustakaan SMA Negeri 1 Ciwidey motivasi minat baca siswa masih rendah dan belum bisa memanfaatkan koleksi perpustakaan, jam layanan, bimbingan belajar yang di berikan dan tata ruang perpustakaan dengan sebaik mungkin. Hal ini terlihat dari jumlah siswa yang memanfatkan perpustakaan rata-rata setiap bulannya 84 orang siswa atau 6,7% dari jumlah 1.252 siswa. Salah satu penyebabnya adalah siswa lebih dominan mencari informasi dan referensi pembelajaran menggunakan handpone melalui jaringan internet. Selain itu kurangnya pustakawan di perpustakaan SMA Negeri 1 Ciwidey, fasilitas perpustakaan yang belum memadai, dan ruang perpustakaan yang sempit. Jika di lihat dari segi koleksi dan lokasi perpustakaan sudah memadai untuk siswa agar sering berkunjung ke perpustakaan. Menurut data perpustakaan SMA Negeri 1 Ciwidey memiliki jumlah koleksi 4.269 ribu judul buku dengan jumlah eksemplar 81.821 dari 10 kategori. Kategori itu di antaranya adalah karya umum, filsafat, agama, ilmu-ilmu sosial, bahasa, ilmu-ilmu murni, ilmu-ilmu terapan, seni dan olahraga, kesusastraan, sejarah dan geografi, dan lainnya. Untuk mengatasi hal tersebut, pustakwan berupaya mengadakan berbagai kegiatan semacam memberikan riward jika siswa rajin berkunjung ke perpustakaan, perpanjangan jam layanan, mengadakan koleksi sesuai kebutuhan siswa, sudut baca, bimbingan cara menggunakan perpustakaan, tata ruang perpustakaan, bimbingan belajar, storytelling, dan display buku baru. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pustakawan dalam meningkatkan motivasi minat baca siswa di SMA Negeri 1 Ciwidey. TINJAUAN PUSTAKA Berdasarkan hasil penelusuran peneliti, ditemukan bahwa terdapat beberapa penelitian sejenis yang berkaitan dengan topik yang diteliti. Pertama, Syafitri (2020), yang berjudul “Peran Pustakawan Dalam Penataan Ruang Perpustakaan Sekolah SMP Negeri 1 Kluet Timur” . Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada beberapa kegiatan meliputi pencatatan, klasifikasi, pelabelan, pelestarian dan juga sebagai penyedia informasi. Selain itu juga perpustakaan ini menerapkan layanan terbuka dan juga kendala yang di hadapi yaitu kurangnya pustakawan yang berada di perpustakaan tersebut. Kedua, Alpian & Ruwaida (2022), yang berjudul “Pengoptimalan Peran Perpustakaan Sekolah dalam Menumbuhkan Minat Baca Siswa di Sekolah Dasar” . Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan hasil penelitian ini menunjukan Perpustakaan Sekolah Dasar Islam Terpadu Ihsanul Amal mulai mengembangkan beberapa kegiatan untuk mengoptimalkan minat membaca siswa dengan beberapa kegiatan kreatif, yaitu pertama program read aloud, kedua baca sahari salambar, dan ketiga bedah buku. Cukup tingginya minat baca siswa bisa dilihat dari banyaknya pengunjung dan data peminjaman buku di perpustakaan. Ketiga, Yuliana & Mardiyana (2021), yang berjudul “Peran Pustakawan Terhadap Kualitas Layanan Perpustakaan” . Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran pustakawan terhadap kualitas layanan perpustakaan di SMAN 1 Pleret yaitu: 1) pustakawan mampu untuk menunjukkan eksistensi perpustakaan sekolah 2) pustakawan berperan dalam memberikan pelayanan sesuai dengan yang dijanjikan secara akurat dan ter percaya. 3) pustakawan mampu serta mau membantu dan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada siswa serta dapat menyampaikan informasi secara jelas. 4) pustakawan menjaga kesopanan, menambah pengetahuan serta kemampuannya untuk menumbuhkan rasa percaya siswa pada perpustakaan yang terdiri dari beberapa komponen antara lain komunikasi, keamanan, kenyamanan, kompetesi, serta sopan santun. 5) pustakawan memberikan perhatian serta memahami kebutuhan siswa sebagai pengguna perpustakaan. Dari ketiga penelitian di atas terdapat persamaan dengan penelitian ini yaitu sama-sama mengkaji peran pustakawan dengan menggunakan studi perpustakaan. Adapun perbedaan dengan penelitian ini dengan penelitian terhadulu adalah penelitian ini meneliti Peran Pustakawan Dalam Meningkatkan Motivasi Minat Baca Siswa di SMA Negeri 1 Ciwidey menggunakan prinsip pustakawan. Keberadaan pustakawan di perpustakaan bertujuan untuk mengatur komponen sistem kerja yang terdiri dari manusia, perpustakaan, minat baca, motiv asi sedemikian rupa sehingga dicapai pengadaan koleksi perpustakaan, jam layanan perpustakaan, bimbingan belajar dan pengaturan tata ruang perpustakaan. Dalam melakukan pengadaan bahan pustaka pustakawan juga harus melakukan beberapa prosedur pengadaan bahan pustaka agar bahan pustaka yang ada sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pemustaka. Menurut Darmono (2001), memaparkan beberapa aspek penting dalam peng adaan koleksi seperti: pemilihan bahan pustaka dan pemverifikasian, pemesanan bahan pustaka, penerimaan bahan pustaka, inventarisasi bahan pustaka. Pada umumnya bahan-bahan pustaka khususnya yang berupa buku-buku merupakan bantuan atau dropping dari pemerintah, baik dari kantor wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan maupun Kantor Pusat Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, tetapi bantuan tersebut terbatas dan tidak selalu ada, sehingga pustakawan dituntut untuk mengusahakan bahan-bahan pustaka dengan cara lain. Jenis bahan pustaka itu terbagi atas 1) karya cetak atau karya grafis berupa buku, majalah, suratkabar, disertasi dan laporan, 2) karya rekam berupa piringan hitam, rekaman audio, kaset dan video, 3) bentuk micro berupa microfilm, dan micropaque (Yulia & Sujana, 2010). Dalam memberikan layanan yang berkualitas berarti menyesuaikan diri dengan harapan pelanggan secara konsisten. Kepuasan pengguna dengan layanan berarti bahwa perpustakaan sebagai organisasi layanan berhasil dalam memberikan layanan berkualitas baik (Mohindra & Kumar, 2015). Selanjutnya Patil & Sawant (2017), menyatakan bahwa “quality services mean those which satisfy users expectations and perceptions ”, yang berarti bahwa layanan perpustakaan yang berkualitas yaitu layanan yang baik ekspektasi dan persepsi pengguna. Bimbingan adalah proses pemberian bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimum terhadap sekolah, keluarga, serta masyarakat (Hamalik, 2007). Bimbingan Belajar pada hakikatnya diperuntukkan bagi semua individu, dan bertujuan membantu individu agar dapat memahami dirinya dan dapat bertindak secara wajar. Pendekatan Bimbingan belajar adalah salah satu pendekatan dasar bimbingan dan konseling seperti yang dikemukakan oleh Shertzer dan Stone (Ulfah & Arifudin, 2020). Sementara itu tujuan dari Bimbingan Belajar adalah untuk mengetahui masalah-masalah kesulitan belajar yang terjadi pada siswa dan agar kita dapat membantu mengatasi masalah-masalah yang dialami, oleh siswa,supaya tujuan pendidikan diharapkan dapat tercapai . Tata ruang merupakan salah satu aspek pembinaan perpustakaan yang memiliki pengaruh dan peranan yang sangat besar dalam memperlancar layanan maupun pelaksanaan fungsi perpustakaan. Tata ruang yang baik membuat para pengunjung merasa nyaman berada di perpustakaan yang diharapkan dapat meningkatkan minat pemustaka untuk mengunjungi dan memanfaatkan layanan perpustakaan (Pastowo dalam Maulidiyah & Roesminingsih, 2020). Tata Ruang Perpustakaan Sekolah Tata ruang penting sekali diperhatikan pada sebuah organisasi seperti kantor, begitu pula pada sebuah perpustakaan sekolah. Perpustakaan sekolah mempunyai arti sebagai suatu tempat yang didalamnya terdapat tugas dan fungsinya tersendiri yang mana secara umum digunakan untuk kebutuhan pengetahuan siswa maupun tujuan dari pendidikan sekolah tersebut (Bafadal, 2015). Oleh karena itu, tata ruang pada perpustakaan sangatlah penting, karena dengan penataan tersebut menjadikan pemakaian ruangan terlihat lebih luas dan tidak sempit. Selain itu dengan adanya tata ruang yang sesuai akan membantu prosedur pekerjaan agar dapat berjalan dengan baik hingga terciptanya suatu ketenangan, ketentraman bagi pengunjung yang diperoleh dari tata ruang yang baik dan teratur (Rustiana & Rosmawati, 2010).
Method
Penelitian dilakukan terhitung sejak Februari hingga Juli 2022. Lokasi penelitian dilakukan di Perpustakaan SMA Negeri 1 Ciwidey yang berlokasi di Jl. Babakantiga No.125 Ciwidey Kab. Bandung, Kec.Ciwidey, Jawa Barat, 40972 berada di wilayah Bandung Selatan. Metode merupakan upaya peneliti untuk mencari kebenaran masalah dan mengumpulkan data-data pada penelitian. Pendekatan yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitiatif. Di dalam penelitian ini, peneliti berusaha untuk menggali data deskriptif selengkap mungkin yang berupa hasil wawancara nantinya, ataupun dari data-data tertulis lainnya yang mendukung terhadap kepentingan Peneliti. Pendekatan kualitatif ini digunakan untuk mengungkapkan data tentang Peran Pustakawan Dalam Meningkatkan Motivasi Minat Baca Siswa Di SMA Negeri 1 Ciwidey. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Pada penelitian ini data primer diperoleh dari hasil wawancara pada pustakawan dan pemustaka, observasi, struktur organisasi dan data pegawai di SMA Negeri 1 Ciwidey. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif karena penelitian ini menganalisis Peran Pustakawan Dalam Meningkatkan Motivasi Minat Baca Siswa Di SMA Negeri 1 Ciwidey untuk mengetahui apakah peran pustakawan sudah memenuhi kebutuhan siswa. Adapun teknik triangulasi yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah Tringulasi Sumber. Tringulasi sumber adalah untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber.
Result & Discussion
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa peran pustakawan dalam pengadaan koleksi untuk memotivasi minat baca siswa SMA Negeri 1 Ciwidey dalam melakukan pengadaan bahan pustaka pustakawan juga harus melakukan beberapa prosedur pengadaan bahan pustaka agar bahan pustaka yang ada sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pemustaka. Menurut Darmono (2001), memaparkan beberapa aspek penting dalam pengadaan koleksi seperti: pemilihan bahan pustaka dan pemverifikasian, pemesanan bahan pustaka, penerimaan bahan pustaka, inventarisasi bahan pustaka. Pada umumnya bahan-bahan pustaka khususnya yang berupa buku-buku merupakan bantuan atau dropping dari pemerintah, baik dari kantor wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan maupun Kantor Pusat Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, tetapi bantuan tersebut terbatas dan tidak selalu ada, sehingga pustakawan dituntut untuk mengusahakan bahan-bahan pustaka dengan cara lain. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh oleh pustakawan untuk memperoleh bahan-bahan pustaka, antara lain dengan cara pembelian, hadiah atau sumbangan, tukar-menukar, titipan dan terbitan sendiri (Indah, 2021). Menurut Darmono (2001), pengadaan bahan pustaka di lingkungan perpustakaan dilakukan melalui pembelian, hadiah, maupun melalui tukar-menukar. Hadiah dapat dari perorangan ataupun lembaga.Pengadaan koleksi melalui pembelian merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh untuk menambah jumlah koleksi di perpustakaan. Dalam melakukan pembelian pihak perpustaakaan bisa membeli langsung ke penerbit, membeli toko buku, melalui agen, pemesanan, ataupun melalui internet, ntuk perpustakaan juga perlu menetapkan anggaran untuk melakukan pembelian tersebut. Setiap orang memiliki kebutuhan setiap harinya dengan pengadaan koleksi ini yang berada di Perpustakaan SMA Negeri 1 Ciwidey tentunya akan sangat bermanfaat bagi siswa yang sering berkunjung ke perpustakaan, selain itu bisa menambah pengetahuan, wawasan dan keterampilan. Pengadaan koleksi yang berada di SMA Negeri 1 Ciwidey dilakukan melalui pembelian, sumbangan, hadiah, maupun melalui tukar menukar. Menurut Sutarno (2006) ukuran pendayagunaan koleksi dapat di lihat pada volume dan intensitas pengunjung dan transaksi informasi untuk jangka pendek. Bentuk riil pendayagunaan koleksi bahan pustaka adalah di baca, dipinjam, diteliti, dikaji, dianalisis, dikembangkan untuk berbagai keperluan. Jadi pengadaan koleksi perpustakaan sekolah merupakan proses untuk menghasilkan manfaat dari perpustakaan itu sendiri. Dalam memanfaatkan perpustakaan di SMA Negeri 1 Ciwidey saat ini jumlah ketersediaan koleksi di Perpustakaan SMA Negeri 1 Ciwidey, yaitu buku bacaan (non paket dan non referensi) perpustakaan berupa koleksi cetak sebanyak 3.624 Judul dan 78.256 eksemplar. Adapun yang berupa koleksi Digital sebanyak 320 Judul dan 550 eksemplar. Jumlah koleksi referensi perpustakaan berupa majalah sebanyak 9 Judul dan 205 eksemplar. Jumlah koleksi berupa surat kabar sebanyak 13 Judul dan 199 Eksemplar. Adapun jumlah koleksi berupa selembaran (brosur, leaflet, dan lain-lain) sebanyak 50 Judul dan 151 eksemplar. Perpustakaan yang terorganisasi secara baik dan sistematis serta mempunyai koleksi buku yang beragam, secara langsung atau tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah. Menurut (Sinaga, 2022), koleksi perpustakaan atau library collection diartikan sebagai keseluruhan bahan-bahan pustaka yang dibina dan dikumpulkan oleh suatu perpustakaan melalui upaya pembelian, sumbangan, pertukaran, atau membuat sendiri dengan tujuan untuk disajikan dan didayagunakan oleh seluruh pemakai perpustakaan. Semua koleksi yang ada di perpustakaan sebaiknya diseleksi, diolah, disimpan, dibina dan dikembangkan agar tetap mutahir dan sesuai kebutuhan pemustaka. Bagian paling penting yang harus ada di perpustakaan adalah koleksi perpustakaan itu sendiri. Koleksi perpustakaan mencakup buku-buku, baik itu buku teks utama, buku teks pelengkap, buku rujukan, buku fiksi, majalah dan surat kabar, dan bahan bukan buku menjadi salah satu yang dapat menarik minat baca siswa. Perpustakaan SMA Negeri 1 Ciwidey memiliki koleksi-koleksi buku walaupun belum lengkap tetapi sudah ada kenaikan dari tahun sebelumnya. Koleksi di perpustakaan SMA Negeri 1 Ciwidey juga tidak hanya berbentuk tercetak namun ada juga yang berbentuk VCD, DVD dan e-book. Sebenarnya kalau untuk e-book siswa bisa mengakses melalui aplikasi-aplikasi yang ada di playstore tetapi yang sudah di akui seperti Ipusnas (nasional), Candil (provinsi), Ibandungkab (kabupaten). Bahan-bahan koleksi gunanya untuk melayani kebutuhan kelas, melayani guru-guru yang ingin memberi pelajaran dan melayani para siswa yang membutuhkan pengetahuan dan informasi. Koleksi tersebut adalah koleksi buku dan non buku. Koleksi Buku dapat berupa: (1) Buku pelajaran pokok (buku paket), adalah buku yang memuat bahan pelajaran yang dipilih dan disusun secara teratur dari suatu pelajaran yang minimal harus dikuasai oleh para siswa dan jenis pendidikan tertentu; (2) Buku pelajaran pelengkap adalah buku yang sifatnya membantu atau merupakan buku tambahan pelajaran pokok yang dipakai oleh siswa dan guru; dan (3) Buku bacaan adalah buku yang digunakan untuk bacaan, terdiri atas buku bacaan non fiksi, buku bacaan fiksi ilmiah, dan buku bacaan. Adapun koleksi non buku berupa tebitan berkala dan pamplet atau brosur. Selain koleksi buku dan non buku juga bisa berupa koleksi bahan lainnya, seperti media pendidikan seperti slide, film, VCD, DVD dan lain-lain yang digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah; alat peraga sepeti globe (bola dunia), herbarium (Koleksi daun/tumbuhan kering); dan klipping adalah guntingan artikel atau berita dari surat kabar, majalah dan lain-lain yang dianggap penting untuk disimpan dan didokumentasikan. Dengan adanya pengadaan ketersediaan koleksi yang beragam di perpustakaan SMA Negeri 1 Ciwidey dan tentunya bekerja sama dengan guru, wali kelas sangat membantu siswa untuk menambah wawasan, pegetahuan dan keterampilan serta dapat menumbuhkan motivasi minat baca siswa. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa peran pustakawan ynag berkaitan dengan jam layanan perpustakaan yaitu dengan memperpanjang jam layanan. Jam layanan yang berada di perpustakaan SMA Negeri 1 Ciwidey di buka mulai pukul 06.30 – 16.00 karena batasnya perpustakaan menyediakan layanan kepada pemustaka sekurang-kurangnya delapan jam per hari kerja dan jam layanan yang berada di perpustakaan SMA Negeri 1 Ciwidey sudah lebih dari cukup agar siswa lebih sering memanfaatkan perpustakaan dengan sebaik mungkin untuk memotivasi minat baca siswa. Perpanjangan jam layanan yang berada di perpustakaan sudah memberikan layanan yang sebaik mungkin. Pelayanan perpustakaan adalah pemberian informasi dan fasilitas kepada pemakai (Wijayanti, Yulianti, & Wijaya, 2019). Melalui pelayanan perpustakaan pemustaka dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan secara optimal dari berbagai media dan manfaat berbagai alat bantu penelusuran yang tersedia. Dalam perpanjangan jam layanan yang berada di perpustakaan SMA Negeri 1 Ciwidey sudah di lebihkan kurang lebih satu jam dari yang seharusnya gunanya yaitu untuk siswa bisa meminjam dan mengembalikan buku sebelum masuk kelas atau sesudah pulang sekolah. Dikarenakan pada jam istirahat tidak memadai dan waktu nya sedikit terbatas. Oleh karena itu petugas perpustakaan sepakat untuk memperpanjang jam layanan dari seharusnya agar siswa lebih leluasa menggunakan perpustakaan untuk kepentingan seperti meminjam buku, membaca buku dan mengembalikan buku. Tujuan utama pelayanan yang diberikan perpustakaan yaitu membantu pemustaka menemukan literatur atau informasi yang diperlukan sehingga pemustaka dapat memanfaatkan sumber-sumber informasi yang dimiliki perpustakaan. Layanan perpustakaan diberikan kepada pemustaka dengan menggunakan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut (Sulistyo-Basuki, 2022), yaitu: a) pelayanan bersifat Universal, layanan tidak hanya diberikan kepada individu-individu tertentu, tetapi diberikan kepada pengguna secara umum; b) pelayanan berorientasi pada pengguna, dalam arti untuk kepentingan para pengguna, bukan kepentingan pengelola; c) menggunakan disiplin, untuk menjamin keamanan dan kenyamanan dalam memanfaatkan perpustakaan, dan d) sistem yang dikembangkan mudah, cepat dan tepat. Di Perpustakaan SMA Negeri 1 Ciwidey juga memberikan layanan berupa bimbingan pemakai. Menurut Sutarno (2006) pendidikan pemakai adalah kegiatan yang dilakukan oleh petugas layanan tentang seluk beluk perpustakaan, manfaat perpustakaan, cara menjadi anggota, tata tertib, jenis layanan, kegunaan sistem katalogisasi dan klasifikasi, partisipasi masyarakat dalam perpustakaan, dan lain sebagainya. Semua itu di kerjakan dalam rangka memberikan keterampilan masyarakat pemakai dalam memanfaatkan perpustakaan, secara cepat, dan tepat tanpa adanya kesulitan. Adapun layanan yang tersedia di Perpustakaan SMA Negeri 1 Ciwidey, yaitu, pertama, layanan bimbingan pemustaka yang ada di perpustakaan tentunya pengelola perpustakaan memberikan yang terbaik bagi siswanya yang selalu berkunjung. Selain itu bimbingan pemustaka akan memberi tahukan tentang perpustakaan bagaimana dan selain itu juga jika siswa sudah paham apa yang telah di jelaskan oleh pemustaka aka siswa akan lebih sering berkunjung ke perpustakaan dan memanfaatkan perpustakaan dengan sebaik mungkin. Kedua, layanan internet yang ada di perpustakaan tentunya sangat memberi kemudahan untuk siswa yang sering berkunjung ke perpustakaan. Dengan adanya layanan internet seperti wifi itu bisa menjadi daya tarik siswa agar siswa sering berkunjung ke perpustakaan. Tentunya layanan internet yang tersedia bisa di akses secara gratis dan bisa di nikmati oleh semua siswa SMA Negeri 1 Ciwidey. Dengan adanya layanan internet juga akan membantu siswa, layanan penelusuran informasi, layanan digital, layanan pemilihan bahan pustaka, layanan pendidikan pemustaka, layanan pengiriman dokumen (document delivery service), layanan pandangan-dengar (audio-visual), dan layanan fotokopi. Ketiga, layanan literasi itu ada extra kulikuler nya sendiri jadi layanan literasi ada pembina nya juga dan misah dari perpustakaan tapi tetap bekerja sama dengan perpustakaan untuk mencapai tujuan bersama. Keempat, layanan yang berakitan dengan program penunjang perpustakaan untuk meningkatkan minat baca Dengan adanya program penunjang layanan yang meningkatkan minat baca yaitu lebih meningkatkan ke wali kelas atau guru mata pelajaran, karena sekarang banyak guru yang memanfaatkan perpustakaan dalam proses pembelajaran misalnya melalui audiovisual atau pembelajaran melalui infocus yang ada di perpustakaan biar siswa lebih sering datang ke perpustakaan biar siswa tahu di perpustakaan terdapat banyak koleksi. Adanya Bergama layanan yang tersedia tentunya untuk menunjang kebutuhan informasi dari pemustaka di Perpustakaan SMA Negeri 1 Ciwidey. Hal ini sesuai dengan pernyataan Darmono (2001), bahwa hakikat layanan perpustakaan, yaitu: (a) segala bentuk informasi yang dibutuhkan pemakai perpustakaan, baik untuk dimanfaatkan di tempat maupun untuk dibawa pulang untuk digunakan di luar ruang perpustakaan; (b) manfaat berbagai sarana penelusuran informasi yang tersedia di perpustakaan yang merujuk pada keberadaan suatu informasi. Memberikan layanan yang berkualitas berarti menyesuaikan diri dengan harapan pelanggan secara konsisten. Terpenuhunya harapan pemustaka maka akan tercapainya juga kepuasan pemustaka. Hal ini dikarenakan kepuasan pengguna dengan layanan berarti bahwa perpustakaan sebagai organisasi layanan berhasil dalam memberikan layanan berkualitas baik (Mohindra & Kumar, 2015: 54). Selanjutnya Patil & Sawant (2017:178) menyatakan bahwa “quality services mean those which satisfy users expectations and perceptions”, yang berarti bahwa layanan perpustakaan yang berkualitas yaitu layanan yang baik ekspektasi dan persepsi pengguna. Berdasarkan hasil penelitian mengenai peran pustakawan dalam meberikan bimbingan belajar, berupa pemberian bantuan siswa untuk memperoleh informasi, memebrerikan motivasi dalam membaca sehingga pemustaka siswa akan rajin membaca buku dan mengunjungi perpustakaan. Selain itu, adanya bimbingan belajar juga sangat membantu siswa dalam mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan siswa, dan siswa akan lebih bisa mengatasi masalah belajar yang sedang di hadapi. Hal ini dikarenakan pustakawan berperan dalam menyediakan informasi yang siswa butuhkan dan memberi solusi atas kesulitan siswa dalam belajar. Siswa akan memperoleh informasi tambahan, baik itu ilmu pengetahuan dan teknologi baru, atau pun informasi lain seperti lomba karya ilmiah remaja. Informasi yang terbaru serta teknologi baru akan menarik siswa untuk berlomba-lomba memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat sumber informasi dan ilmu pengetahuan. Berdasarkan hasil penelitian peran pustakawan dalam pengaturan tata ruang perpustakaan yang terdiri dari kelengkapan buku, pemisah ruangan, jarak rak buku, luas ruangan, hiasan ruangan, penempatan meja dan kursi. Tata ruang adalah penataan atau penyusun segala fasilitas di ruang atau gedung yang tersedia (Bafadal, 2015). Pustakawan juga menyadari bahwa penataan ruangan perpustakaan perlu dilakukan secara hati-hati dan mempertimbangkan berbagai aspek. Hal ini bertujuan untuk memperoleh penataan ruangan yang menarik dan fungsional (Suwarno, 2011). Dalam pelaksanaan penataan ruangan di Perpustakaan SMA Negeri 1 Ciwidey belum bisa maksimal karena keterbatasan sarana dan prasarana yang belum memadai, sehingga penataan ruang yang baik belum terlaksana sebagaimana yang diinginkan. Keterbatasan ini berupa ukuran perpustakaan yang tidak terlalu luas dan belum berbentuk gedung yang berdiri sendiri. Namun, sirkulasi udara, pencahayaan dan warna cat yang ada di perpustakaan sudah cukup bagus.
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Peran Pustakawan Dalam Meningkatkan Motivasi Minat Baca Siswa Di SMA Negeri 1 Ciwidey maka dapat diketahui bahwa peran pustakawan dalam pengadaan koleksi di Perpustakaan SMA Negeri 1 Ciwidey dapat memotivasi dan menumbuhkan minat baca siswa karena melalui ketersediaan koleksi yang ada dapat menambah wawasan, pegetahuan dan keterampilan siswa. Adapun peran pustakawan yang berkaitan penyediaan jam layanan dengan cara menambah jam layanan lebih dari delapan jam sehari sehingga siswa bisa lama berkunjung ke perpustakaan. Adapun peran pustakawan dalam membimbing belajar dengan cara membantu dalam mendapatkan informasi, dan memberikan motivasi dalam membaca. Adapun peran pustakawan dalam pengaturan tata ruang dengan mengatur bagian tata ruang yang terdiri dari kelengkapan buku, pemisah ruangan, jarak rak buku, luas ruangan, hiasan ruangan, penempatan meja dan kursi sehingga siswa nyaman berada di perpustakaan. Berdasarkan kesimpulan penelitian diatas maka penulis memberikan saran agar perpustakaan mampu meningkatkan sarana prasarana yang ada sehingga minat kunjung siswa semakin memingkat.