Analisis bibliometrik penelitian literasi informasi bidang ilmu sosial periode 2018-2022
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Abstrak
Dilakukan analisis bibliometrik penelitian literasi informasi bidang sosial periode 2018-2022 berbasis data Scopus. Analisis bertujuan untuk mengetahui informasi utama literasi informasi bidang sosial, sumber hasil penelitian literasi informasi bidang sosial yang berdampak, dokumen yang paling banyak dikutip global, trend topik, kata kunci yang sering muncul dalam literasi informasi bidang sosial, afiliasi paling relevan dengan literasi informasi di bidang sosial, thematic evaluasion, dan peta jaringan literasi informasi bidang sosial. Analisis dilakukan mengunakan metode bibliometrik menggunakan basis data Scopus selama periode 2018-2022. Hasil analisis menunjukkan bahwa selama periode 2018-2022 terdapat 1925 dokumen hasil penelitian literasi informasi dari 384 sumber yang berbeda. Journal of Academic Librarianship merupakan jurnal yang paling berpengaruh dengan total sitasi sebanyak 557. Information literacy, academic library, dan higher education merupakan topik yang tren pada periode 2019 -2021. Afiliasi yang paling banyak mempublikasikan literasi informasi bidang sosial yang paling tinggi adalah University Librares. Peta jaringan literasi informasi bidang sosial terbagi menjadi 4 kluster dengan tema yang paling banyak muncul adalah information literacy, information retrieval, information seeking, teaching, literacy, internet, dan learning
Abstract
Bibliometric analysis of information literacy research in the social field for the 2018-2022 period was carried out based on Scopus data. The analysis aims to find out the main information on social information literacy, sources of social information literacy research results that have an impact, the most cited documents globally, trending topics, keywords that often appear in social information literacy, the most relevant affiliations with information literacy in the field of social, thematic evaluation, and information literacy network maps in the social field. The analysis was carried out using the bibliometric method using the Scopus database for the 2018-2022 period. The results of the analysis show that during the 2018-2022 period there were 1925 documents resulting from information literacy research from 384 different sources. The Journal of Academic Librarianship is the most influential journal with a total of 557 citations. Information literacy, academic libraries, and higher education are trending topics in the period 2019 - 2021. The affiliate that most publishes the highest social information literacy is University Librares. The social field information literacy network map is divided into 4 clusters with the theme that appears most often is information literacy , information retrieval, information seeking, teaching, literacy, internet, and learning
Keywords:
Information literacy
· Bibliometric
· Social science
Introduction
Literasi informasi adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mencapainya tujuan pendidikan, sosial, pekerjaan dan ekonomi. Kemampuan tersebut dapat ditunjukkan dengan bagaimana cara memperoleh informasi yang tersedia dalam berbagai ragam bentuk baik cetak maupun elektronik yang tersedia di berbagai sumber seperti perpustakaan, organisasi, media dan internet. Informasi yang didapat dipergunakan untuk keperluan akademis, kerja, dan kehidupan sehari-hari. Literasi informasi yang berfokus pada pemikiran kritis dapat membantu untuk mencari, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara memadai (Bhardwaj, 2017). Literasi informasi menuntut kemampuan seseorang untuk menganalisis suatu informasi yang digunakan secara tepat dalam memecahkan masalah. Literasi informasi menuntut masyarakat untuk berpikir kritis serta mempunyai kemauan menjadi pembelajar seumur hidup. Dengan menerapkan literasi informasi seseorang akan memiliki keterampilan dalam berkompetisi di era informasi. Seseorang yang melek informasi akan lebih mudah dalam mendapatkan dan mengakses informasi secara efektif dan efisien, mempu menganalisa informasi secara kritis dan menggunakan informasi secara akurat (Melani, 2016). Keterampilan literasi informasi di sini memungkinkan pustakawan membuat, mengembangkan, dan mengelola perpustakaan atau unit informasi yang memenuhi kebutuhan spesifik informasi. Pengetahuan dasar tentang literasi informasi mencakup keterampilan membaca, menulis, presentasi, mendengar, menghitung, memprepsikan, dan menggambarkan ( Septiyantono, 2014). Seseorang dikatakan memahami literasi informasi, apabila memiliki kemampuan dalam mengidentifikasi, menemukan, mengevaluasi, menyusun, menciptakan, menggunakan, dan mengkomunikasikan informasi kepada pihak lain dalam mencari atau memberikan solusi terhadap masalah dan hambatan yang ada (Iskandar, 2016). Sejak adanya konsep literasi informasi, penelitian tentang literasi informasi telah banyak dilakukan oleh oleh para peneliti. Hasil penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal ilmiah yang membahas tentang kompetensi literasi informasi dan program literasi informasi telah banyak dilakukan. Diantaranya Kumari et al. (2015) melakukan analisis bibliometrik artikel diterbitkan di berbagai jurnal dari Web of science periode 1999-2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penulis paling produktif adalah Julien Heidi dengan 21(1,64%) artikel dan Pinto Maria dengan 19 (1,49%). Amerika menempati peringkat pertama menyumbang 690 (52,43%) artikel. diikuti oleh The Benua Eropa menempati posisi kedua dengan 338 (25,68%). Kata kunci yang muncul dengan frekuensi tinggi adalah literasi informasi sebanyak 221 (24,07%) publikasi diikuti dengan informasi sebanyak 38 (4,13%) publikasi. Berdasarkan permasalahan dan hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi utama literasi informasi bidang sosial, sumber hasil penelitian literasi informasi bidang sosial yang berdampak, dokumen yang paling banyak dikutip global, trend topik, kata kunci yang sering muncul dalam literasi informasi bidang sosial, afiliasi paling relevan dengan literasi informasi di bidang sosial, thematic evaluasion, dan peta jaringan literasi informasi bidang sosial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pemustaka dalam memanfaatkan sumber sumber informasi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Analisis literasi informasi bidang sosial dapat memberikan pemahaman tentang perkembangan literasi informasi di bidang sosial, melalui analisis kuantitatif tentang publikasi, penulis, jurnal, kata kunci dan topik penelitian yang sering muncul dalam publikasi terkait literasi informasi. Analisis bibliometrik dapat membantu dalam memetakan tren penelitian, mengidentifikasi gap dalam penelitian dan memberikan informasi yang bermanfaat bagi peneliti dalam pengembangan literasi informasi di bidang sosial. B. TINJAUAN PUSTAKA Bibliometrik merupakan gabungan dari dua kata Biblio yang mempunyai sebuah buku atau terkait dengan buku dan metric yang berarti pengukuran, jadi bibliometrik mengacu pada penerapan matematika untuk studi bibliografi (Sulardja, 2021). Analisis bibliometrik merupakan salah teknik yang digunakan untuk mengukur kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah menggunakan data bibliografi. Dalam kontek literasi informasi, analisis bibliometrik digunakan untuk mengetahui tren penelitian, mengevaluasi dampak publikasi ilmiah, serta memetakan keterkaitan anatar publikasi. .Bibliometrik juga dapat digunakan dalam metode kuantitatif untuk mengukur rekaman komunikasi manusia melalui proses pengumpulan, analisis, dan interpretasi kutipan dalam berbagai jenis literatur untuk membantu dalam mengidentifikasi sumber informasi yang signifikan ( Haq et al., 2021). Penelitian terdahulu yang terkait dengan analisis bibliometrik tentang literasi informasi diantaranya dilakukan oleh Alagu & Thanuskodi ( 2019) dengan mensurvei hasil penelitian di tingkat global tentang literasi digital dari tahun 1992 hingga 2011 menggunakan database Web of Science. Hasil penelitian menemukan 512 record tentang literasi informasi dari database Web of Science dengan rasio penulis tunggal dan multipenulis masing masing 45% dan 55%. Hargittai merupakan peneliti yang paling produktif dengan tujuh makalah dan jumlah publikasi terbanyak (33%) dihasilkan oleh peneliti dari Amerika Serikat. Setyorini (2022) melakukan analisis bibliometrik penelitian tentang literasi digital menggunakan database Google Scholar periode Tahun 2017-2021. Ada 5 variabel yang dianalisis dalam penelitian ini yaitu tahun publikasi, pemetaan kata kunci, jumlah penulis, pemetaan penulis, dan kutipan. Hasil analisis menunjukkan ada 999 artikel dengan tema literasi digital dalam basis data Google Scholar selama 2017-2021. Data tren judul artikel terbanyak ada pada tahun 2018 yaitu 249 artikel. Sebanyak 398 artikel ditulis oleh satu penulis dengan penulis paling berpengaruh adalah Castek, J. Tren kata kunci yang digunakan selama Tahun 2017-2021 adalah literasi digital, literasi informasi, literasi media, dan informasi. Golwal (2018) melakukan kajian bibliometrik terhadap penelitian pertumbuhan penelitian literasi informasi. Kajian ini menganalisis literasi informasi menggunakan database Scopus selama periode 1977-2017 yang mencakup kontribusi negara, bahasa, dan pola kepengarangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah publikasi terbanyak diterbitkan dalam bahasa inggris kemudian diikuti oleh bahasa spanyol. Penyumbang publikasi terbanyak adalah Amerika Serikat diikuti oleh Inggris. Li et al (2021) melakukan analisis topik literasi informasi dan perubahannya yang dapat digunakan sebagai informasi untuk peneliti serta memberikan pemahaman yang lebih baik tentang literasi informasi. Analisis dilakukan menggunakan topik dari artikel-artikel tentang literasi informasi yang diambil dari database Web of Science selama periode tahun 2005 hingga 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada sembilan topik global berbeda karakteristik, subjek dan penelitian yang berfokus pada kemampuan, teknologi, bidang, dan penerapan literasi informasi. Topik lokal literasi informasi mengalami evolusi dengan empat mekanisme yaitu mentransfer, menangguhkan, melewati, dan perkembangannya. Perlu mempromosikan pengembangan penelitian masa depan melalui pengembangan inovatif integrasi multidisiplin. Peneliti dan praktisi harus fokus pada dampak teknologi informasi, meningkatkan kedalaman bidang penelitian, dan mengembangkan metode evaluasi inovatif yang didasarkan pada data untuk mempromosikan peningkatan literasi informasi yang komprehensif, berkelanjutan dan efektif. Islam et al (2022) melakukan analisis bibliometrik literatur tentang literasi informasi periode 2017-2021 menggunakan database scopus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2017, terjadi peningkatan yang signifikan dalam jumlah kutipan literatur terkait literasi informasi. JanesJang merupakan penulis yang paling produkti. Perpustakaan Perguruan Tinggi dan Perpustakaan Riset keduanya merupakan afiliasi yang paling produktif. Sebagian besar artikel tentang literasi informasi diterbitkan dalam Journal of Academic Librarianship. Amerika Serikat merupkan negara yang paling banyak mempublikasikan tentang literasi informasi. Penelitian di bidang literasi sebagian besar fokus pada literasi informasi, perpustakaan akademik,instruksi perpustakaan, dan penilaian. Majid et al (2015) melakukan analisis bibliometrik untuk mengeksplorasi tren komunikasi ilmiah di bidang literasi informasi. Dianalisis sebanyak 1989 publikasi dari database Scopus, yang diterbitkan selama periode tahun 2003 hingga 2012. Basis data Scopus lebih disukai daripada Web of Science karena memberikan lebih banyak hasil untuk frase literasi informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah publikasi literasi informasi terus meningkat selama sepuluh tahun terakhir. Mayoritas publikasi literasi informasi ditulis oleh penulis dari Utara Amerika dan Inggris. Perbedaan dengan penelitian sebelumnya adalah pada penelitian ini dilakukan analisis untuk informasi utama literasi informasi bidang sosial, sumber literasi informasi bidang sosial yang berdampak, dan. dokumen literasi informasi yang dikutip ditingkat global. Pada penelitian ini juga disebutkan bahwa sumber literasi informasi bidang sosial dapat memberikan dampak terhadap peningkatan ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui berbagai sumber yang terkait literasi informasi bidang sosial.
Method
Kajian ini mengunakan metode analisis bibliometrik bebasis data Scopus selama periode 2018-2022. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 29 Desember 2022 melalui database Scopus dengan kata kunci dan pembatasan sebagai berikut : ( TITLE-ABSKEY ( "information* literacy" ) OR TITLE-ABSKEY ( ‘‘information* AND competence*’’ ) OR TITLE-ABSKEY ( ‘‘information* AND skills’’ ) ) AND PUBYEAR > 2011 AND PUBYEAR < 2023 AND ( LIMIT-TO ( DOCTYPE , "ar" ) ) AND ( LIMITTO ( SUBJAREA , "SOCI" ) ) AND ( LIMIT-TO ( PUBYEAR , 2022 ) OR LIMITTO ( PUBYEAR , 2021 ) OR LIMIT-TO ( PUBYEAR , 2020 ) OR LIMITTO ( PUBYEAR , 2019 ) OR LIMIT-TO ( PUBYEAR , 2018 ) OR LIMITTO ( PUBYEAR , 2017 ) OR LIMIT-TO ( PUBYEAR , 2015 ) ) AND ( LIMITTO ( LANGUAGE , "English" ) ) AND ( EXCLUDE ( PUBYEAR , 2017 ) OR EXC LUDE ( PUBYEAR , 2015 ) ) . Hasil pengumpulan data melalui Scopus diperoleh data hasil penelitian literasi informasi bidang sosial sebanyak 1,925 dokumen. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan software bibliometrix R
Result & Discussion
Informasi utama literasi informasi bidang sosial Gambar 1 merupakan informasi utama data bibliometrik penelitian literasi informasi bidang sosial yang diperoleh melalui aplikasi bibloshiny. Data informasi utama literasi informasi bidang sosial yang diperoleh selama tahun 2018 sampai 2022 sebanyak 1925 dokumen hasil penelitian literasi informasi bidang sosial yang dipublikasikan melaui 384 sumber yang berbeda dengan rata rata kutipan 4.023 per dokumen. Jumlah penulis publikasi literasi informasi sebanyak 3786 penulis, dimana ada penulis tunggal sebanyak 490 dengan co-athors perdoc 2.48 dan International co-authorships 10.39 %. Terdapat kata kunci penulis sebanyak 4163 dengan jumlah referensi sebanyak 73757 yang ditemukan dari hasil pencarian. Jumlah penulis ada sebanyak 3786 dengan penulis tunggal sebanyak 490. Gambar 1. Informasi Utama literasi informasi bidang sosialSumber : https://posit.cloud/content/3295159 Sumber hasil penelitian literasi informasi bidang sosial yang berdampak Tabel 1 merupakan jurnal-jurnal paling populer dalam dalam penelitian literasi informasi bidang sosial. Journal of Academic Librarianship merupakan jurnal yang mempunyai total sitasi tertinggi yaitu 557 sitasi, kemudian disusul Journal of Librarianship and Information Science 318 siatsi, Journal of Documentation 238 sitasi, dan yang paling sedikit sitasinya adalah Library and Information Science Research dengan jumalah sitasi sebanyak 110. Jika dilihat dari h_indek Journal of Academic Librarianship juga mempunyai h_indek tertinggi yaitu 13 , kemudian disusul Journal of Librarianship and Information Science dengan h_indek 12, Computers and Education h_indek 9, College and Research Libraries, Journal of Documentation, Journal of the Medical Library Association, Portal, dan Reference Service Review masing masing 8 sitasi. Sedangkan jurnal yang paling kecil sitasinya adalah Juournal of Information Literacy dan Library and Information Science Research masing masing 7 sitasi. Tabel 1. Sumber yang paling produktif dalam literasi informasi Sumber h_index g_index m_index TC NP PY_start JOURNAL OF ACADEMIC LIBRARIANSHIP 13 17 2.6 557 98 2018 JOURNAL OF LIBRARIANSHIP AND INFORMATION SCIENCE 12 16 2.4 348 46 2018 COMPUTERS AND EDUCATION 9 22 1.8 518 29 2018 COLLEGE AND RESEARCH LIBRARIES 8 16 1.6 318 48 2018 JOURNAL OF DOCUMENTATION 8 13 1.6 238 42 2018 JOURNAL OF THE MEDICAL LIBRARY ASSOCIATION 8 14 1.6 216 28 2018 PORTAL 8 11 1.6 166 43 2018 REFERENCE SERVICES REVIEW 8 11 1.6 231 59 2018 JOURNAL OF INFORMATION LITERACY 7 10 1.4 213 89 2018 LIBRARY AND INFORMATION SCIENCE RESEARCH 7 10 1.4 110 16 2018 Dokumen yang paling banyak dikutip global Tabel 2 menunjukkan data dokumen paling banyak dikutip ditingkat global dalam subjek literasi informasi. Tang X, 2020, Comput Educ menempati posisi pertama dalam jumlah yaitu sebanyak 160 kutipan di tingkat global kemudian diikuti oleh Hatlevik OE, 2018, Comput Educ dengan jumlah kutipan 155. Jones-Jang SM, 2021, AM Behav Sci terdapat 128 kutipan, Naeem SB, 2020, Health Inf Libr J 125 kutipan, Clark JM, 2020, J Med Libr Assoc 87 kutipan. Kutipan global yang paling rendah adalah Brashier NM, 2020 hanya dikutip sebanyak 49 kali. Tabel 2. Dokumen yang paling banyak dikutip global Paper DOI Total Citations TC per Year Normalize d TC TANG X, 2020, COMPUT EDUC 10.1016/j.compedu.2019 .103798 160 53.33 31.25 HATLEVIK OE, 2018, COMPUT EDUC 10.1016/j.compedu.2017 .11.011 155 31 20.94 JONES-JANG SM, 2021, AM BEHAV SCI 10.1177/0002764219869 406 128 64 52.24 NAEEM SB, 2020, HEALTH INF LIBR J 10.1111/hir.12311 125 41.67 24.42 CLARK JM, 2020, J MED LIBR ASSOC 10.5195/jmla.2020.834 87 29 16.99 KHAN ML, 2019, BEHAV INF TECHNOL 10.1080/0144929X.2019 .1578828 72 18 13.63 JULIEN H, 2018, COLL RES LIBR 10.5860/crl.79.2.179 68 13.6 9.18 GASCÓ-HERNÁNDEZ M, 2018, GOV INF Q 10.1016/j.giq.2018.01.00 3 65 13 8.78 FRAILE MN, 2018, EDUC SCI 10.3390/educsci8030104 61 12.2 8.24 BRASHIER NM, 2020, COGNITION 10.1016/j.cognition.2019 .104054 49 16.33 9.57 Trend topik dan kata kunci yang sering muncul Dilihat dari trend topik menunjukkan bahwa literasi informasi bidang sosial yang paling trend adalah tentang Covid 19 dan learning strategis terjadi pada tahun 2021-2022. Kemudian dikuti literasi tentang digital literacy dan sosial media yang trend mulai tahun 2019 sampai dengan 2022. Information literacy, academic library, dan higher education mulai tren terjadi 2019 sampai dengan 2021. Media literacy dan content litercy mulai tren terjadi mulai tahun 2018 sampai dengan 2019. Adapun kata kunci literasi informasi dalam bidang ilmu sosial yang sering muncul adalah information literacy mempunyai nilai occurences yang paling tinggi yaitu 979, kemudian disusul academic libraries dengan occurences 136, higher education 98, digital literacy 85, library instruction 85, assessment 67, fake news 55, media literacy 55, information literacy instruction 53 dan covid 19 dengan nilai occurences 49. Selengkapnya kata kunci yang sering muncul dapat dilihat pada gambar 2 berikut. Gambar 2. Kata kunci literasi informasi bidang sosial yang paling banyak Sumber : https: //posit.cloud/content/3295159 Afiliasi Paling Relevan dengan literasi informasi di bidang sosial Tabel 3. afiliasi yang paling banyak mempublikasikan literasi informasi bidang sosial yang paling tinggi adalah University Libraries, kemudian disusul University Library, Purdue University, University of the Punjab, Central China Normal University, University of Granada, California State University, University of Florida, dan Mcgill University. Tabel 3. Afiliasi yang paling banyak mempublikasikan litearsi informasi bidang sosial Afiliasi Jumlah dokumen UNIVERSITY LIBRARIES 73 UNIVERSITY LIBRARY 56 PURDUE UNIVERSITY 47 UNIVERSITY OF THE PUNJAB 44 CENTRAL CHINA NORMAL UNIVERSITY 37 UNIVERSITY OF GRANADA 32 CALIFORNIA STATE UNIVERSITY 31 UNIVERSITY OF FLORIDA 30 NOTREPORTED 27 MCGILL UNIVERSITY 24 Evolusi tematik Tema tema yang digunakan dalam publikasi literasi informasi dalam bidang sosial ditunjukkan pada terbagi menjadi 2 bagian yaitu tahun 2018-2020 dan 202`-2022. Tema literasi informasi yang terjadi selama 2018-2020 yang terdiri dari plagiarism, fake news, information literacy, information access, dan heath information literacy. Sedangkan tema yang dilakukan pada periode 2021-2022 terdiri dari digital literacy, health literacy, information literacy, information literacy skills, dan secondary education. Peta jaringan literasi informasi bidang sosial Berdasarkan Gambar 3 menunjukkan bahwa peta jaringan literasi informasi bidang sosial terbagi menjadi 4 kluster berdasarkan warna yaitu kluster 1 berwarna hijau terdiri dari kata kunci information literacy, information retrieval, information seeking, teaching, literacy, internet, dan leraning. Kluster 2 berwarna ungu terdiri dari tema librarian, education, library, procedures, information storage and retrieval, curricullum, medical education, psychologi, dan libraries medical. Kluster 3 warna biru terdiri dari tema student, sosial media, libraries. Kluster 4 berwarna merah yang terdiri dari tema curricula, engineering education, e-learnig, dan social networking. Gambar 6. Peta jaringan literasi informasi bidang sosial Sumber : https: //posit.cloud/content/3295159
Conclusion
Berdasarkan hasil dan pembahasan mengenai analisis bibliometrik literasi informasi di bidang sosial menunjukkan bahwa jumlah penulis publikasi literasi informasi dihasilkan oleh 3786 orang penulis. Jurnal yang paling berdampak adalah Journal of Academic Librarianship dengan total sitasi sebanyak 557. dokumen paling banyak dikutip ditingkat global dalam subjek literasi informasi. Dokumen yang paling banyak dikutip ditingkat global dalam subjek literasi informasi adalah Tang X, 2020, Comput Educ dengan jumlah kutipan sebanyak 160. literasi informasi bidang sosial yang paling trend adalah learning strategis, digital literacy, information literacy, academic library, dan higher education , media literacy dan content literacy. Afiliasi yang paling banyak mempublikasikan literasi informasi bidang sosial tinggi adalah University Librares. Tema tema yang digunakan dalam publikasi literasi informasi adalah plagiarism, fake news, information literacy, information access, dan heath information literacy. Peta jaringan literasi terbagi menjadi 4 kluster dengan kata kunci terbanyak information literacy, information retrieval, information seeking, teaching, literacy, internet, dan leraning. Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahuai dampak penelitian literasi informasi di bidang sosial dalam pengembangan ilmu pengehuan, sehingga peta perkembangan ilmu pengetahuan di bidang sosial dapat diketahui perkembangannhya.