Kembali
16
1
2019 Bibliotech : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 4 · 2 ISSN 2685-4791

ANALISIS KURASI DATA PADA REPOSITORI LEMBAGA PENELITIAN DUNIA

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia; Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia; Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia; Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Abstrak

Setiap lembaga penelitian memiliki caradan kebijakan yang berbeda terkait kurasi data penelitiannya. Kajian ini bertujuan untuk:(1) mengetahui proses kurasi data yang ideal di lembaga penelitian dunia;dan (2) menganalisis perbandingan dokumentasi data pada sistem repositori lembaga penelitian dunia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tahapan studi literatur, wawancara, mensurveysistem repositori, dan mengintepretasikan data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan proses kurasi data yang ideal di lembaga penelitian yaitukurator terlibat sejak proses akuisisi sampel data, mengumpulkan data mentah, menilai kualitas data, memproses data mentah menjadi data turunan, mendokumentasikan dan melengkapi metadata, mengatur akses kontrolhingga menemukan kembali data. Selanjutnya, perbandingan dokumentasi data dapat dilihat pada proses penentuan direktori/dataverse, pelengkapan metadata, penggunaan bibliografi terkontrol,dan sebagainya. CIFOR dianggap sebagai lembaga penelitian dengan proses kurasi dan pendokumentasian data yang paling ideal
Keywords: data penelitian · kurasi data · lembaga penelitian dunia · repositori · deposit

Introduction

Saat ini, lembaga penelitian dunia sudah mengembangkan berbagai macam platform repositori khusus agar peneliti dapat mendepositkan, mengelola, dan memelihara data penelitianya. Bahkan, di berbagai negara maju,pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mengelola data penelitian ilmiah masyarakatnya,seperti di Inggris dengan UK Data Service, Belanda dengan DANS, dan Australia dengan ANDS. Adapun manfaat dari mendepositkan data di repositori,yaitu dapat meningkatkan visibilitas penelitian, kolaborasi ilmiah, dan akses oleh masyakarat. Ketika mendepositkan datanya di repositori, seorang peneliti sekaligus memiliki peran sebagai pengkurasi data (kurator) yang melengkapi dan memvalidasi datanya apakah layak untuk dipublikasikan. Makna dari kurasi adalah pemilihan, pelestarian, pemeliharaan, pengumpulan, dan pengarsipan aset penelitian (Scime 2009). Sementara, menurut Miller (2014) kurasi data adalah organisasi dan integrasi data yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Kurasi melibatkan anotasi, publikasi, dan penyajian data sedemikian rupa sehingga nilai data dipertahankan dari waktu ke waktu, dan data tetap tersedia untuk digunakan kembali dan disimpan.ebih lanjut lagi, istilah kurasi semakin banyak digunakan untuk tindakan yang diperlukan dalam menjaga data penelitian digital dan bahan digital lainnya atas seluruh siklus hidup data dari waktu ke waktu untuk generasi sekarang dan masa depan pengguna (Giaretta 2005 dalam Bakry 2016). Data penelitian sendiri merupakan berbagai fakta dan angka yang dapat dijadikan bahan untuk menyusun suatu informasi ilmiah (Arikunto 2002).Beberapa repositori lembaga penelitian dunia di Indonesia misalnya yang sudah mempublikasikan data penelitian,yaitu LIPI dan CIFOR, telah menunjuk kurator dari ketua kelompok penelitian dan manajer data untuk proses kurasi. Pada umumnya jenis data yang dikurasi antara lain seperti teks, rekaman video, foto, dan audio penelitian. Adapun sumber data diperoleh dari hasil observasi, catatan laboratorium, dan model komputasi.Gambar 1 Model Proses Kurasi Data Ideal oleh Lord (2003)Gambar1di atasmenjelaskan proses kurasi yang idealnya perlu dilakukan oleh peneliti atau kurator di suatu lembaga penelitian. Prosesnya diawali dari data primer yang diidentifikasi, pemberian deskripsi metadata, pengarsipan datafile, serta verifikasi dan penyajian data. Namunpermasalahannya, bagi banyak lembaga penelitian tidak diketahui secara pasti apakah proses ideal yang disebutkan di atas sudah dilakukan atau tidak.Berdasarkan fenomena di atas, perlu dilakukan suatu kajian yang tepat terkait analisis kurasi data pada repositori lembaga penelitian untuk mengetahui cara kurasi yang beragam dan ideal. Manfaat dari kajian ini diharapkan dapat memberikan masukan untuk para pemangku kebijakan di Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah (PDDI) LIPI sebagai pengembang Repositori Ilmiah Nasional (RIN).Tujuan dari kegiatan ini yaitu:(1) mengetahui proses kurasi data yang ideal di lembaga penelitian dunia;dan (2) menganalisis perbandingan dokumentasi data pada sistem repositori lembaga penelitian dunia.Beberapa kajian terkait repositori yang penelitijadikan referensi diantaranyadijelaskan dalam Tabel 1berikut.Tabel 1Penelitian TerdahuluPenelitiJudul Deskripsi PenelitianAnjas Alifah Bakry (2016)Kurasi Digital untuk Pengarsipan DigitalKurasi digital memiliki implikasi untuk berbagai sektor yang berbeda karena mereka bergerak dari kertas ke lingkungan digital. Bagi masyarakat dan individu, bisa dikatakan bahwa pengetahuan digital jika ingin bermanfaat dan bisa digunakan harus terus diperbarui, dipelihara, dan diakses. Upaya yang signifikan perlu dimasukkan ke dalam pengembangan infrastruktur informasi secara terus-menerus untuk bahan digital.Michael Witt (2008)Institutional Repositories and Research Data Curation in a Distributed EnvironmentSecara garis besar, tidak adanya kerangka kerja untuk pengorganisasian dan pelestarian data penelitian yang tersedia untuk jangka panjang telah membuat datasetberharga akan menjadi hilang atau dibuang. Pendekatan dari Pusat Kurasi Data dari Perpustakaan Universitas Purdue telah mengintegrasikan para pustakawan dan prinsip-prinsip perpustakaan dengan ilmu komputer untuk mengatasi tantangan mengelola koleksi data penelitian dan untuk belajar bagaimana mendukung penelitian interdisipliner melalui kurasi data.G. Sayeed Choudhury (2008)Case Study in Data Curation at Johns Hopkins UniversityJohns Hopkins University telah mengembangkan institutional repository(IR) sebagai komponen arsitektur perpustakaan digital secara keseluruhan, yang akan menekankan kepadapelestarian data jangkapanjang. Pada dasarnya, IR tersebut dikembangkan sebagai "gateway" ke arsip digital untuk mendukung kurasi data sebagai bagian dari infrastruktur cyberyang akan menampilkan open data.

Method

Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yaitu penelitian yang memberi gambaran secara cermat mengenai individu atau kelompok tertentu tentang keadaan dan gejala yang terjadi (Koentjaraningrat 1981). Tahapannya terdiri dari: a)melakukan studi literatur penelitian sebelumnya mengenai kurasi data;b)melakukan wawancara terhadap kurator di salah satu lembaga penelitian dunia (CIFOR);c)melakukan surveikurasi data pada sistem repositori lembaga penelitian dunia;dand)menganalisis dan mengintepretasikan keberagaman kurasi data di lembaga penelitian dunia.Gambar 2Tahapan Penelitian yang Dilakukan (diolah dari berbagai sumber)Pada Gambar 2, dijelaskan bahwa proses penelitian inidiawali dengan adanya masalah penelitian yang kemudian dibuat menjadi pertanyaan penelitian. Kemudian padatahap perencanaan dilakukan juga studi literatur dari penelitian-penelitian sebelumnya. Tahap selanjutnya yaitupengumpulan data dengan mensurvei, mengobservasi, danmenyortir data-data yang relevan. Terakhir,hasil pengumpulan data akan dinterpretasikan secara deskriptif, sertadibuat kesimpulan dan saran sebagai rekomendasiilmiah.Tabel 2 Objek PenelitianNo.Nama Repositori Lembaga PenelitianAsal NegaraAlamat Situs Repositori1MeldataICARDALebanonhttps://data.mel.cgiar.org/2Data Archiving and Networked Services (DANS)Netherlands Organisation for Scientific Research (NWO)Belandahttps://dataverse.nl/3CIFOR CIFORIndonesiahttps://data.cifor.org4AUSSDAAUSSDAAustriahttps://data.aussda.at5CIRADCiradPerancishttps://dataverse.cirad.fr6DataSpaceDataSpaceHongkonghttps://dataspace.ust.hk7Gottingen Research Online/DataGottingen Research OnlineJermanhttps://data.goettingen-research-online.de/Research ProblemResearch QuestionLiterature ReviewSurvey and ObservationCollect Relevant DataInterpretation DataConclusion and ReccomendationPlanningDataCollectionDataAnalysis Penelitian ini dilakukan di Kepustakaan Kawasan PDDI Bandung di Komplek LIPI Jalan Sangkuriang, Bandung. Waktu penelitian dilaksanakan selama 5 bulan sejak bulan April sampai dengan September tahun 2019. Daftarobjek penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 2

Result

Lembaga riset yang diamati secara mendetail yaitu CIFOR (Center for International Forestry Research).Hasil wawancara dengan kurator (manajer data) CIFOR Bogor, menjelaskan bahwa proses kurasi data sudah diterapkan dalam perencanaan manajemen data (DMP) pada proposal penelitian. Dalam hal ini kurator sudah dilibatkan untuk membantu peneliti sejak mengakuisisi sampel, membuat dan mengumpulkan data mentah, hingga menemukan data kembali. Berikut intepretasi penelititerkait proses lengkap kurasi data di CIFOR, dapat dilihat pada Gambar 3.Gambar 3 Proses Kurasi Data di CIFOR (Hasil Wawancara)Proses kurasi data seperti gambar di atas diawali ketika peneliti membuat usulan peneltiannya dalam bentu proposal, dimana manajer data (kurator) akan membantu proses akuisisi sampel dan data mentahnya sekaligus menilai dan mengontrol kualitas datanya menjadi data turunan. Selanjutnya ketika mendokumentasikan dataset, kurator CIFOR juga membuat metadata di dalam datafile yang mendeskripsikan header, jenis data, tanggal PenelitiMembuat proposal (termasuk DMP)Review proposalStart projectAkuisisi sampelKurator membantu peneliti Menghasilkan, membuat, dan mengumpulkan data mentah Penilaian dan kontrol kualitas data Memproses data mentah menjadi data turunanMengarsipkan, preservasi, dan kurasiMendokumentasikan dan melengkapi metadata Mengatur kontrol akses (moderasi, terbuka) okumentasi, dan sebagainya. Setelah semuanya selesai, data primer akan diarsipkan dan dipreservasi dengan terlebih dahulu diatur akses kontrol dan penyebarannya. 3.2Pembahasan Hasil surveikepada 7 (tujuh) sistem repositori lembaga penelitian dunia yang seluruhnya berbasis dataversemenunjukkan perbandingan terkait dokumentasi data penelitiannya. Seperti penentuan direktori/dataverse, pelengkapan metadata, penggunaanbibliografi terkontrol, danpengaturan publikasi data yang berbeda. Beberapa tabel berikut merupakanhasil survei dari kajian ini.Tabel 3 Penentuan Direktori/DataverseSistem RepositoriDirektori/DataverseDataversedan Sub DataverseMeldataBerdasarkan subjek penelitian dari suatu pusat penelitianDataverse:Big data and ICTdataverseSub dataverse:Tidak ada, langsung datasetDANSBerdasarkan proyek penelitianDataverse:DANS projects dataverseSub dataverse:Tidak ada, langsung datasetCIFORBerdasarkan program kolaborasi CIFOR dengan lembaga lainnya Dataverse:The Sustainable Wetlands Adaptation and Mitigation Program (SWAMP)Sub dataverse: Database of tropical wetlands carbon survey: Spatial DataAUSSDABerdasarkan universitas/institut, hasil survei, dan jurnalDataverse:SORA dataverse (SORA -Institute for Social Research and ConsultingSub dataverse:Tidak ada, langsung datasetCIRADBerdasarkan unit penelitian kolaborasi Dataverse:UMR SystemSub dataverse: Tropical Agroforestry SystemsDataSpaceBerdasarkan penelitiDataverse: Lee-Campbell research group dataverseSub dataverse:Tidak ada, langsung datasetGottingen Research Online/DataBerdasarkan peneliti dan/atau departemen penelitianDataverse:Sven Bingert dataverseSub dataverse:Tidak ada, langsung dataset Dari Tabel 3,terlihat bahwa sebagian besar lembaga penelitian tidak memiliki sub dataversetambahan, hanya CIRAD dan CIFOR yang memilikinya. Hal tersebut dapat mengindikasikan bahwa data-data penelitian tersebut terintegrasi kedalam satu dataverse yang bisa memudahkan pengelolaannya. Tabel 4 Pelengkapan Metadata Sistem RepositoriJenis Metadata yang DitambahkanKeteranganMeldataGeospatial metadata, social science and humanities metadata, danastronomy and astrophysics metadataMetadata geospasial untuk deskripsi cakupan geografis, sosial untuk deskripi jumlah sampel penelitian dan teknik pengumpulan data, dan astronomi untuk deskripsi resolusi spasialDANSTidak ada yang ditambahkanUntuk metadata sitasiCIFORGeospatial metadata, Administrative Information Metadata, dan overview of the researchMetadata geospasial untuk deskripsi cakupan geografis, informasi administrasi untuk deskripsi tipe fisik media dan lokasi media, dan tinjauan untuk deskripsi area fokus penelitian dan sumber danaAUSSDAGeospatial metadata,dan social science and humanities metadataMetadata geospasial untuk deskripsi cakupan geografis, sosial untuk deskripsi jumlah sampel penelitian dan teknik pengumpulan dataCIRADGeospatial metadatadan life science metadataMetadata ilmu hayatidigunakan untuk deskripsi nama organismedan carapengukuranDataSpaceGeospatial metadata, dan social science and humanities metadataMetadata geospasial untuk deskripsi cakupan geografis, sosial untuk deskripsi jumlah sampel penelitian dan teknik pengumpulan dataGottingen Research Online/DataGeospatial metadata, dan social science and humanities metadataMetadata geospasial untuk deskripsi cakupan geografis, sosial untuk deskripsi jumlah sampel penelitian dan teknik pengumpulan dataTabel 4 menunjukkanbahwasebagian besar lembaga penelitian menambahkan metadata geospatial metadata, dan social science and humanities metadata.Hanya satu lembaga (DANS) yang menggunakan metadata sitasi secara default(citation metadata).Tabel 5 Penggunaan Bibliografi TerkontrolSistem RepositoriPenggunaan Bibliografi TerkontrolKeteranganMeldataMenggunakan http://aims.fao.org/vest-registry/vocabularies/agrovocCIFORMenggunakan http://browser.agrisemantics.org/gacs/en/page/C7406 Sistem RepositoriPenggunaan Bibliografi TerkontrolKeteranganAUSSDAMenggunakan https://elsst.ukdataservice.ac.uk/CIRADMenggunakan http://aims.fao.org/vest-registry/vocabularies/agrovocDataSpaceTidak menggunakan -Gottingen Research Online/DataTidak menggunakan -Tabel 5menunjukkan empat lembaga (Meldata, CIFOR, AUSSDA, CIRAID) menggunakan bibliografi terkontrol dalam penentuan kata kunci datanya, dan tiga lembaga tidak menggunakannya (DANS, DataSpace, Gottingen Research Online/Data).Tabel 6 Beberapa Jenis Berkas Digital yang DisimpanSistem RepositoriBerkas digitalKeteranganMeldataTIFF Image, CSV (Comma Separated Values), JPEG, eqa, cpq, dbf(unknown)Menggunakan perangkat lunak khusus (unknown)DANSTar.gz, PNG, PDF, CSV, SPSS SAV (sav), PDFBanyak berkas teksCIFORXlsx, zip, XML, JPEG, Tab-Delimited (tab), 7Z Archive (7z),HTML, application/x-endnote-library-archive (ENLX)Banyak berkas kompresiAUSSDAPDF, ZIP Archive (zip), Tab-Delimited (tab), Stata Binary (dta), application/x-sas-syntax (sas), R Syntax (R), application/x-spss-syntax (sps)Banyak berkas statistikCIRADXlsx, Comma Separated Values (csv), fas (Unknown), oly (Unknown), text/nlogo (nlogo), Plain Text (txt), application/x-gzip (gzip), XML (xml)Menggunakan perangkat lunak khusus (unknown)DataSpaceXML (xml), Adobe PDF (pdf), Tabular Data (tab), PNG Image (png)Banyak berkas teksGottingen Research Online/DataXlsx, PDF, PNG, Gzip Archive (gz), Shell Script (sh), R Source Code (R), rkdown Text (md), Banyak berkas komputasi abel 6mengindikasikan bahwa setiap lembaga penelitian menggunakan berkasdigital yang bervariasi sesuai dengan kebutuhannya. Beberapa berkas digital itu kurang dapat dikenali (unknown) karena diperlukan perangkat lunak khusus untuk membacanya.

Conclusion

Hasil dari penelitian ini menunjukkan tidak semua lembaga penelitian melaksanakan proses kurasi data yang ideal.CIFOR merupakan lembaga penelitian yang terlibat sejak proses akuisisi data, mengumpulkan data mentah, menilai kualitas data, memproses data mentah menjadi data turunan, mendokumentasikan dan melengkapi metadata, mengatur akses kontrol hingga menemukan kembali data. Selain itu, perbandingan dokumentasi data menunjukkan proses penentuan direktori/dataverse, pelengkapan metadata, penggunaan bibliografi terkontrol dan jenis berkas digital yang digunakan berbeda diantara lembaga penelitian, tergantung ruang lingkup dan kebijakannya masing-masing. Berdasarkan hasil surveidan analisis terhadap tujuh lembaga penelitian,diperoleh simpulan bahwa seluruh lembaga penelitian selain CIRAD dan CIFOR tidak memiliki sub dataversetambahan, sebagian besar lembaga penelitian selain DANS menambahkan metadata geospatialdanmetadatasocial science and humanities. Hasil lain juga menunjukkan bahwa empat lembaga (Meldata, CIFOR, AUSSDA, CIRAD) menggunakan bibliografi terkontrol dalam penentuan kata kunci datanya, dan tiga lembaga tidak menggunakan (DANS, DataSpace, Gottingen Research Online/Data). Terakhir, setiap lembaga penelitian menggunakan berkas digital yang bervariasi sesuai dengan kebutuhannya meskipun beberapa kurang dapat dikenal