ANALISIS KOMPETENSI PUSTAKAWAN BERBASIS LOWONGAN PEKERJAAN
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah Malinau dan Tana Tidung Provinsi Kalimantan Utara
Abstrak
Penelitian ini didasari oleh keingintahuan penulis akan kompetensi lulusan Ilmu PerpustakaandanInformasi yang dibutuhkan di dunia kerja. Salah satu cara untuk mengetahui hal tersebut adalah dengan melakukan penelitian pada iklan lowongan pekerjaan untuk bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Lowongan perpustakaan tersebut bersumber dari grup Facebook Lowongan Pustakawan Yang dibentuk oleh penulis sendiri sejak pertengahan tahun 2014 yang sampai tahun 2022 mempunyai 12.384 anggota aktif. Setelah melalui beberapa kategori yang ditetapkan, terdapat 363 lowongan pustakawan sebagai sampel pada penelitian ini. Ditemukan 4 kontributor lowongan, mereka adalah: perpustakaan sekolah, perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan khusus dan perpustakaan umum. Keempatnya menyebutkan beberapa variasi nama jabatan yang dibutuhkan untuk menangani tugas tugas di perpustakaan. Terdapat 116 kriteria yang dicantumkan di 363 lowongan pustakawan tersebut. Ke 116 kriteria tersebut digolongkan pada 12 kompetensi, setelah perangkingan, maka kompetensi yang paling sering dicantumkan adalah kompetensi kepribadian, diikuti kompetensi pendidikan dan teknologi informasi. Penelitian ini merekomendasikan beberapa hal, salah satunya adalah agar ada penelitian lanjutan untuk meneliti kompetensi secara khusus pada masing-masing jenjang kompetensi pendidikan Ilmu Perpustakaan dan Informasi yang ada.
Abstract
This research is based on the author's curiosity about the competencies of Library and InformationScience graduates needed in the world of work. One way to find out is to conduct researchonjobvacancies for the field of Library and Information Science. The library vacancies came fromtheFacebook group Lowongan Pustakawan which was formed by the author himself since mid-2014whichuntil 2022 had 12,384 active members. After going through several established categories, therewere363 librarian vacancies as samples in this study. 4 vacancy contributors were found, they are: school libraries, college libraries, special libraries and public libraries. All four mentioned several variationsof job titles needed to handle tasks in the library. There are 116 criteria listed in the 363 librarian vacancies. The 116 criteria are classified into 12 competencies, after ranking, the most frequentlylistedcompetencies are personality competencies, followed by educational and information technologycompetencies. This study recommends several things, one of which is that there should befurther research to examine competencies specifically at each level of competency in Library and InformationScience education.
Keywords:
Lowongan Pustakawan
· Kompetensi Pustakawan
· Pengetahuan Pustakawan
Introduction
Perubahan berbagai aspek kehidupan berdampak bagi setiap profesi yang ada di dunia ini, hal ini tanpa terkecuali dialami juga oleh pustakawan sebagai pekerja informasi. Dahulu pustakawan dikenal hanya sekedar penjaga buku yang duduk saja di ruangan perpustakaan untuk menunggu pemustaka, namun sekarang pustakawan bertransformasi menjadi pekerja informasi yang memberikan layanan yang lebih kompleks di jenis perpustakaan apapun yang ada. Secara definisi pustakawan diartikan sebagai seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/ atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan (Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, 2007) . Perihal apa saja kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/ atau pelatihan ini pustakawan dibahas lebih rinci pada petunjuk teknis jabatan fungsional pustakawan dan angka kreditnya (Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, 2016) . Kompetensi yang diperoleh pustakawan melalui pendidikan akademis dipergunakan sebagai modal awal untuk memasuki lapangan kerja yang terdiri dari berbagai jenis perpustakaan yakni perpustakaan sekolah, perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan khusus, dan perpustakaan umum. Informasi peluang kerja ini dapat diperoleh melalui iklan lowongan kerja yang dikeluarkan oleh para penyedia lapangan kerja. Iklan lowongan kerja ini pun dapat dengan mudah diakses pada berbagai media, termasuk media sosial. Penyedia lapangan kerja mempertimbangkan berbagai kompetensi yang dapat bervariasi sesuai kebutuhan organisasi tersebut yang tentunya diharapkan dimiliki oleh seorang pustakawan lulusan pendidikan ilmu perpustakaan dan informasi, sehingga nantinya tidak ada hambatan bagi pustakawan tersebut pada saat bekerja di organisasi yang bersangkutan. Hal yang menarik terkait dengan iklan lowongan kerja pustakawan tersebut adalah kompetensi pustakawan yang tercantum di dalamnya, yang memunculkan pertanyaan, apa saja kompetensi yang diharapkan oleh penyedia kerja pada seorang pustakawan? Didasari hal tersebut, dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi yang dicantumkan dalam iklan lowongan kerja bagi lulusan ilmu perpustakaan dan informasi sehingga dapat diketahui apa saja kompetensi yang dibutuhkan oleh penyedia lapangan kerja dari seorang alumni ilmu perpustakaan dan informasi. Harapan penulis semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat sebagai bahan pertimbangan untuk lebih meningkatkan kesiapan para mahasiswa ilmu perpustakaan dan informasi menghadapi dunia kerja, juga bagi kurikulum ilmu perpustakaan dan informasi itu sendiri. Tujuan dan Manfaat Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mengidentifikasi kompetensi pada iklan lowongan kerja untuk lulusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi 2. Menganalisa trend pada iklan lowongan kerja untuk lulusan Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Manfaat penelitian ini adalah: 1. Memberikan informasi baik kepada mahasiswa maupun alumni Ilmu Perpustakaan dan Informasi terkait kompetensi yang dibutuhkan oleh penyedia lapangan kerja. 2. Sebagai informasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para akademisi dalampengembangankurikulum Ilmu Perpustakaan dan Informasi. TINJAUAN PUSTAKA Kompetensi Dikutip dari Kamus Etimologi Online Atau Online Etymology Dictionary, secara etimologi, kompetensi, pada tahun 1590 an didefinisikan sebagai kecukupan untuk memuaskan keinginan hidup yang berasal dari bahasa Latin yaitu Competentia Yang Artinya “bertemu bersama, kesepakatan. Sekitar tahun yang sama dalam bahasa Inggris, muncul kata competence, yang berarti rivalry atau persaingan, namun juga berarti kecukupan pasokan/ persediaan, meski demikian pengertian tersebut kemudian usang. Tahun 1630 andalambahasa Prancis competence berarti kecukupan sarana untuk hidupnyamandan dari bahasa Latin competentia berarti kesepakatan bersama. Past participle dari competere khususnya dalamartianawal adalah jatuh bersama, bersatu, cocok atau nyaman bersama. Tahun 1790 kompetensi dalam bahasa Inggris tetap berarti persaingan dan tercatat bahwa padatahun1797, masih dalam bahasa Latin Muncul kata computare yang artinya kecukupan kualifikasi (Harper D., 2019). Rowe (Rowe, 1995) menyatakan bahwa untuk mengetahui definisi kompetensi, maka perlu dibedakan antara pengertian kompetensi dalam bahasa Inggris yakni, competence dan competency. Dia Menyebutkan bahwa competence berarti the skill and the standard of performance reached atau keterampilan dan standar kinerja yang dicapai, sementara competency merujuk pada the behaviour by which it is achieved atau merujuk pada perilaku yang dicapai. Dengan kata lain, competence menggambarkan apa yang orang dapat lakukan sementara competency menunjukkan pada bagaimana mereka melakukannya. Sementara itu dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata kompetensi didefinisikan sebagai kata benda yang artinya kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan / memutuskan sesuatu (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, 2023) . Senada dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia Webster juga mendefinisikan kompetensi sebagai possession of sufficient knowledge or skill atau memiliki pengetahuan atau keterampilan yang memadai (Merriam- Webster, 2021). Menurut Sanghi (Sanghi, 2007) kompetensi merupakan keterampilan, bidang pengetahuan, sikap dan kemampuan yang membedakan orang-orang berkinerja tinggi, Sanghi menambahkan bahwa elemen kompetensi secara umum adalah pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), kemampuan (abilities), bakat (aptitudes), perilaku kesesuaian pribadi (personal suitability behavior) yang berdampak pada kinerja di tempat kerja. Mirip dengan Sanghi, Mukherjee mendefinisikan kompetensi sebagai a cluster of individual behaviours that lead to superior results in one aspect of a job (Mukherjee, 2011) atau dapat diartikan sebagai sekelompok perilaku individu yang mengarah pada keunggulan hasil suatu pekerjaan. Mukherjee menyebutkan 8 behaviours (perilaku) terkait kompetensi yang disingkat KASHVATM yakni: K (Knowledge) atau pengetahuan merupakan kesadaran, informasi, atau pemahaman tentang fakta, aturan, konsep atau teori, atau proses pekerjaan, yang diperlukan agar berhasil melakukan sebuah tugas serta diperoleh melalui pembelajaran dan pengalaman; A (Abilities), atau kemampuan, merupakan kemampuan kognitif atau fisik yang ditunjukkan agar berhasil melakukan tugas dengan berbagai kemungkinan hasil; S (Skills) atau keterampilan adalah kemampuan untuk melakukan tugas fisik atau mental tertentu. Contohnya, kemampuan seorang dokter gigi untuk menambal gigi tanpa merusak saraf merupakan suatu keterampilan. Keahlian Tersebut diperoleh pada saat latar belakang pengetahuan tertentu digabungkan dengan praktek; H (Habits) atau kebiasaan, merujuk pada rutinitas perilaku yang diulang secara teratur dan cenderung terjadi secara tidak sadar; V (Values), didefinisikan sebagai nilai-nilai kemanusiaan dan kebiasaan berpikir yang diperoleh manusia saat dewasa sehingga mampu menilai dan menanggapi masalah etika; A (Attitude) atau sikap adalah disposisi atau kecenderungan tertentu dalam diri seseorang untuk bertindak atau berperilaku ke arah tertentu; T (Traits) atau ciri-ciri didefinisikan sebagai kualitas atau karakteristik yang membedakan, kepribadian. Dengankatalainadalah karakteristik pembeda kepribadian manusia yang satu dengan manusia yang lain; M (Motives) atau motivasi adalah hal-hal yang secara konsisten dipikirkan, diinginkan seseorang yang menghasilkan tindakan. Kompetensi menurut Spencer (Spencer& Spencer, 1993) adalah karakteristik dasar individu yang bersifat kausal terkait efektifitas kinerja dan/atau keunggulanyan mengacu pada kriteria suatu pekerjaan atau situasi. Karakteristik dasar berarti kompetensi yang menjadi bagian yang cukup mendalam dan berkelanjutan dari kepribadian seseorang; kausal berarti bahwa kompetensi tersebut menyebabkanatau memprediksi perilaku dan kinerja; mengacu pada kriteria berarti bahwa kompetensi benar-benar memprediksi siapa yang melakukan sesuatu yang baik atau buruk, yang diukur pada kriteria atau standar tertentu. Spencer membagi karakteristik kompetensi kepada 5 tipe, yakni: Motivasi Atau Motivasi sebagai hal yang secara konsisten dipikirkan atau diinginkan seseorang yang berujung pada tindakan. Motivasi "morong, mengarahkan, dan memilih" perilaku mengarah pada tindakan atau tujuan tertentu yang berbeda dari orang lain; Traits atau sifat merupakan karakteristik fisik dan respons yang konsisten terhadap situasi atau informasi. Contoh: Waktu Reaksi dan penglihatan yang baik adalah kompetensi sifat fisik dari pilot tempur; Self-Concept atau konsep diri adalah sikap, nilai, atau citra diri seseorang. Contoh: kepercayaan diri, keyakinan seseorang bahwa dia bisa efektif pada hampir semua situasi; Knowledge atau pengetahuan merupakan informasi yang dimiliki seseorang pada area tertentu. Contoh: pengetahuan ahli bedah tentang saraf dan otot pada tubuh manusia; Skill atau keahlian adalah kemampuan untuk melakukan tugas fisik atau mental tertentu. Contoh: keterampilan fisik seorang dokter gigi untuk menambal gigi tanpa merusak saraf; kemampuan pemrograman komputer untuk mengatur 50.000 baris kode dalam urutan yang logis. Green dalam Kessler (Kessler, 2008) mendefinisikan kompetensi sebagai “gambaran tertulis tentang kebiasaan kerja yang terukur dan keterampilan pribadi yang digunakan untuk mencapai tujuan kerja” Kessler menyebutkan ada 10 standar kompetensi yang paling banyak digunakan yakni: Achievement/Results Orientation atau Pencapaian/Orientasi Hasil; Initiative atau Inisiatif; Impact and Influence atau Dampak dan Pengaruh; Customer Service Orientation atau Orientasi Layanan Pelanggan; Interpersonal Understanding atau Pemahaman Interpersonal; Organizational Awareness atau Kesadaran Organisasi; Analytical Thinking.atau Pemikiran Analitis; Conceptual Thinking atau Pemikiran Konseptual; Information Seeking atau Pencarian Informasi; Integrity atau Integritas. Kessler menekankan bahwa urutan kompetensi tersebut bukan merupakan urutan peringkat, namun hanya merupakan 10 standar kompetensi yang paling banyak digunakan. Lebih ringkas, Haste mengidentifikasi 5 kompetensi penting yang mungkin relevan secara universal, yakni, kemampuan teknologi, kemampuan menghadapi ambiguitas serta keragaman, kemampuan menemukan dan mempertahankan komunitas, kemampuan mengelola motivasi, emosi dan keinginan serta yang terakhir kemampuan untuk bertanggung jawab (Haste, 2001). Penelitian Terkait Terdapat beberapa penelitian yang mirip dengan penelitian ini, yakni: 1. A Decade of Job Prospects in the Librarianship Profession oleh Akwasi Duffour Frimpong dan Anthony Obeng (Frimpong & Obeng, 2022) . Penelitian Ini meneliti iklan lowongan pekerjaan untuk para praktisi perpustakaan di Ghana. Hasilnya mengungkapkan ketidakadaan perubahan substansial selama periode sepuluh tahun, sementara peluang kerja secara bertahap mengalami peningkatan. Ditemukan bahwa jabatanasisten pustakawan lebih banyak dibutuhkan daripada jabatan pustakawan; juga bahwa sebagian besar lowonganpekerjaan tersebut membutuhkan lulusan Strata 2 kemudian Strata 1 Ilmu Informasi atau Studi Informasi; selanjutnya ditemukan jugabahwapenyedia kerja tidak terlalumempertimbangkan teknologi padasaat membuat iklan lowongankerjasementara pendidikan IlmuPerpustakaan dan Informasi berjalanseiring perkembangan teknologi terutama pada penyerapan perpustakaan digital. Penelitian Ini menyarankan para pustakawanagarmeng-upgrade kemampuan komputer serta keterampilan digital agar relevan pada prospek pekerjaan. 2. Key Skills and Competencies of LIS Professionals in the Digital Library Environment: a Content Analysis Of Job Advertisements oleh Akhilesh.S. Yadav (Yadav, 2022) . Penelitian Ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi kompetensi yang dibutuhkan dan jabatan yang ditentukan oleh pemberi kerja bagi para lulusanIlmu Perpustakaan dan Informasi dalam ruang lingkup perpustakaan digital. Sumber data yang digunakan berasal dari terbitan berkala “Employment News” di India dari tahun 2016ke2020. Ditemukan bahwa Perpustakaan Perguruan Tinggi dan Perpustakaan Sekolah menjadi penyediakerjaterbanyak bagi lulusanIlmuPerpustakaan dan Informasi, sementarakemampuan yang paling ditekankanoleh penyedia kerja adalah administrasi perpustakaan, pengetahuan komputer, keterampilan teknis, manajerial, danketerampilan lunak (soft skills). Mengingat data penelitian ini dikumpulkan dari tahun 2016-2020, peneliti menyatakan bahwa hasil penelitian ini tidak serta merta mewakili pasar kerja lulusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi. 3. Job Openings for Library Professionals in Pakistan: A Content Analysis yang ditulis oleh Ghulam Mustafa dan Munira Nasreen Ansari (Mustafa & Ansari, 2012) . Penelitian ini bertujuan untuk menemukan nama jabatan pekerjaan bagi lulusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi di Provinsi Sindh, Pakistan. Metode analisis konten yang diterapkan pada penelitian ini menemukan kurangnya konsistensi pada nama jabatan seorang lulusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi, dan sebagian besar jabatan tersebut tidak sesuai dengan persyaratan pekerjaan pada lowongan pekerjaan yang terkait, sehingga di akhir penelitian, peneliti menyarankan agar Akademisi, Asosiasi Ilmu Perpustakaan dan Informasi membantu pemerintah untuk memahami pentingnya kebutuhan lulusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi dalam pembangunan wilayah mereka baik lokal maupun nasional. 4. A Review of Library and Information Service Job Advertisements: What Do They Tell Us About Work in the Irish Library Sector? oleh John Cullen (Cullen, 2000). Penelitian ini melakukan analisis pada iklan pekerjaan untuk lulusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi yang bersumber dari surat kabar harian nasional Irlandia sejak tahun 1999. Hasilnya adalah bahwa kemampuan manajemen dan teknologi informasi sangat penting untuk kemajuan kualifikasi profesi lulusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi dan sebagian besar penyedia kerja adalah dari jenis perpustakaan umum. Keempat penelitian di atas, memberi banyak masukan bagi penulis dalam mengerjakan penelitian ini, diantaranya penggunaan metode analisis isi (content analysis) pada sampel yang terpilih. Keempat penelitian terkait tersebut pada hakikatnya mempunyai tujuan yang sama dengan penelitian ini. Hal yang berbeda adalah bahwa sampel penelitian terkait tersebut diambil dari koran, sementara penelitian ini sendiri mengambil sampel penelitian dari tayangan pada grup media sosial yaitu Facebook dengan waktu yang tayang yang lebih baru serta penelitian ini juga membahas lebih rinci kompetensi yang dibutuhkan pada tiap kontributor lowongan.
Method
Ruang lingkup penelitian ini adalah data lowongan pekerjaan untuk alumni ilmu perpustakaan dan informasi padagrup Lowongan Pustakawan Https://www.facebook.com/groups/lowonganpustakawan/, yang tayang sejak sejak Januari 2015 sampai dengan 2022 serta mencantumkan minimal 1 kriteria. Penelitian Ini menerapkan metode analisis konten pada iklan lowongan pekerjaan yang terdapat pada grup Facebook Lowongan Pustakawan. Grup ini adalah grup tertutup yang dibentuk oleh penulis sendiri pada tahun 2014, bertujuan khusus untuk membantu alumni Ilmu Perpustakaan dan Informasi, baik yang sedang mencari atau menginformasikan lowongan kerja. Grup ini berdiri sejak 2014 dan sampai tahun 2022 mempunyai 12.384anggota aktif. Kategori tayangan lowonganpekerjaan yang dipakai: 1. Dalam bentuk gambar 2. Ditayangkan pada tahun 2015–20223. Menyebutkan minimal 1 persyaratan Dari 705 lowongan yang ditayangkan dalam bentuk gambar, pada kurun waktu 2015-2022, terdapat 363 lowongan yang menyebutkan minimal 1 persyaratan, sehingga jumlah 363 lowongan tersebut ditetapkan sebagai sampel pada penelitian ini.
Result & Discussion
1. Jumlah Lowongan dan Kontributor Setelah dilakukan pengolahan pada 363 sampel, maka ditemukan bahwa sampel tersebut memiliki 4 kontributor, yaitu Perpustakaan Sekolah atau, Perpustakaan Perguruan Tinggi atau PT, Perpustakaan Khusus, atau PK, dan Perpustakaan Umum Atau PU. Jika Diurutkan dari jumlah kontribusi masing-masing perpustakaan tersebut, maka akan dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 1. Jumlah Lowongan Masing-Masing Kontributor Tahun 2015-2022 Tahun PS PT PK PU Jumla h 2022 66 33 5 0 104 2021 27 20 3 0 50 2020 37 22 4 0 63 2019 15 31 5 1 52 2018 24 15 6 1 46 2017 9 14 6 1 30 2016 4 2 0 0 6 2015 2 9 1 0 12 Jumlah 184 146 30 3 363 Tabel di atas menunjukkan bahwa Perpustakaan Sekolah (PT) menjadi kontributor lowongan pekerjaan terbanyak sejak tahun 2015 yakni sejumlah 184 lowongan, meskipun pada tahun 2015, 2017 dan 2019, lowongan tersebut tidak sebanyak lowongan yang dibuka oleh Perpustakaan Perguruan Tinggi (PT) yang berada pada posisi kedua sebagai kontributor terbanyak yaitu sebanyak 146 lowongan, kemudian Perpustakaan Khusus (PK) berada pada posisi ketiga yaitu sebanyak 30 lowongandan kemudian yang terakhir Perpustakaan Umum (PU) sebanyak 3 lowongan. Tidak Berbeda dengan keempat penelitian terkait sebelumnya, kontributor lowongan pekerjaan juga ada 4, yakni perpustakaan sekolah, perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan sekolah, dan perpustakaan umum, namun keempat penelitian tersebut tidak menyebutkan kontributor mana yang lebih banyak mengeluarkan lowongankerja. 2. Penyebutan Jabatan Para kontributor memberikan penyebutan yang bervariasi untuk alumni Ilmu Perpustakaan dan Informasi, seperti yang terlihat pada tabel berikut ini: Tabel 2. Penyebutan Jabatan No. Jenis Profesi PS PT PK PU Jumlah 1 Pustakawan 148 117 26 1 292 2 Staf Perpustakaan 15 21 3 1 40 3 Tenaga Perpustakaan 13 5 2 0 20 4 Teacher Librarian/ Pustakawan Guru 6 0 0 0 6 5 Admin Perpustakaan 1 0 0 0 1 6 Library Assistant/ Asisten Pustakawan 1 0 0 0 1 7 Pegawai Perpustakaan 1 0 0 0 1 8 Tenaga Pustaka 1 0 0 0 1 9 Tenaga Teknis Pustakawan 0 0 0 1 1 Jumlah 363 Pada tabel di atas, terdapat 9 jabatan yang disebutkan oleh keempat kontributor, di mana pustakawan mendominasi sebagai jabatan terbanyak disebutkan pada lowongan pekerjaan, yakni sebanyak 148 lowongan. Pada kesembilan jabatan tersebut, terdapat 4 jabatan yang menyebutkan kata pustakawan, yakni, jabatan pustakawan itu sendiri, jabatan teacher librarian / pustakawan sekaligus guru, asisten pustakawan dan tenaga teknis pustakawan, sementara yang lainnya menyebutkan kata perpustakaan, seperti staf perpustakaan, tenaga perpustakaan, admin perpustakaan, pegawai perpustakaan. Istilah jabatan seperti ini seolah menunjukkan ketidakprofesionalan jabatan itu sendiri, karena siapa saja dengan latar belakang pendidikan apa saja, dapat bekerja di perpustakaan. Jabatan yang berbeda sendiri adalah, jabatan tenaga pustaka. Pustaka itu sendiri, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, memiliki makna sebagai buku atau kitab (Badan PengembangandanPembinaan Bahasa, 2023) , sehinggajikadisebutkan tenaga pustaka, seolahpekerjaan tersebut hanya berhubungan dengan buku saja, sementara perpustakaan tidak melulu soal buku, namun sudahlebih kompleks. Sementara pada penelitian sebelumnya, yakni penelitian Frimpong danObeng (Frimpong & Obeng, 2022) hanya terdapat 3 jabatan yang disebutkan, yakni (1) pustakawan; (2) asisten pustakawan, dan (3) asisten perpustakaan, sementara Yadav (Yadav, 2022) menemukan 2 penyebutan jabatan untuk yang bekerja di perpustakaan, yakni: (1) pustakawan sekolah; (2) asisten perpustakaan; (3) pembantu perpustakaan; (4) pegawai perpustakaan dan informasi: (5) pustakawan institute; (6) asisten profesional; (7) pustakawan pembantu; (8) pegawai magang perpustakaan; (9) asisten teknis; (10) staf perpustakaan; (11) pustakawan universitas; (12) asisten profesor; (13) pustakawan deputi; (14) pustakawan kampus; (15) pegawai dokumentasi; (16) rekan profesor; (17) profesor; (18) peneliti informasi (19) pegawai peneliti; (20) peneliti; (21) rekan peneliti. Lebih rinci lagi pada penelitian terkait sebelumnya yang ditulis oleh Mustafa dan Ansari (Mustafa & Ansari, 2012) , yang memang fokus dalam meneliti hanya pada penyebutan jabatan bagi orang yang bekerja di perpustakaan. Mustafa dan Ansari membagi penyebutan pada tiga tingkatan manajemen, tingkatan atas, menengah dan operasional, selain itu kedua peneliti tersebut juga menambah kategori penyebutan lainnya. Pada manajemen tingkat atas, terdapat: (1) pustakawan ketua; (2) pustakawan kepala; (3) pustakawan senior; (4) pustakawan; (5) pustakawan penelitian; (6) pegawai pustakawan penelitian; (7) manajer arsip; (8) penanggung jawab arsip; (9) pegawai arsip; (10) pegawai perpustakaan; (11) pegawai informasi; (12) pegawai dokumen; (13) pegawai museum; (14) pustakawan video; (15) pustakawan music. Selanjutnya untuk manajemen menengah disebutkan: (1)pustakawan deputi; (2) direktur deputi perpustakaan; (3) konsultan manajemenperpustakaan; (4) manajer proyek: (5)pustakawan koordinator kegiatan; (6)pegawai pengoperasian perpustakaandigital; (7) teknolog perpustakaan; (8) manajerpusat sumberdaya teknologi informasi; (9)pengendali dokumen; (10) pustakawanrekam medis; (11) editor pustakawan. Berikutnya pada tingkat operasional terdapat: (1) asisten pustakawan; (2) asistenperpustakaan; (3) pengatalog; (4)pengklasifikasi. Berikutnya, Cullen (Frimpong &Obeng, 2022) pada penelitiannya memaparkanpenyebutan berikut: (1) asistenperpustakaan; (2) pustakawan asisten; (3)pustakawan; (4) asisten perpustakaansenior; (5) pegawai informasi; (6) direkturperpustakaan; (7) manajer pengembangan; (8) pustakawan ketua; (9) pustakawanregional; (10) magang perpustakaan; (11)pustakawan deputi; (12) sub-pustakawan. Dapat dilihat dari uraian di atas bahwaditemukan penyebutan jabatanpadapenelitian ini hampir sama denganpenyebutan jabatan pada keempat penelitian terkait sebelumnya. 3. Kriteria dan Kompetensi a) Kriteria Terdapat sebanyak 116 persyaratanyang dicantumkan oleh keempat kontributorlapangan kerja, yang selanjutnyadisebut peneliti dengan istilah kriteria. Kriteriaini, jika diurutkan dari yang terbanyakdisebutkan maka akan terlihat padatabel berikut ini: Tabel 3. Kriteria No Kriteria Jumlah No Kriteria Jumlah1 S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi 252 59 OJS 7 2 D3 Ilmu Perpustakaan dan Informasi 147 60 Menguasai Literasi Informasi 7 3 Pria/Wanita 125 61 Maksimal 26 Tahun 7 4 Agama 106 62 Ipk Minimal 2,75 7 5 Mampu Bekerjasama Dalam Tim 97 63 Integritas 7 6 Ms. Office 76 64 Berpikiran Terbuka 7 7 Komunikatif 67 65 TOEFL 6 8 Slims 63 66 Minimal Akreditasi B 6 9 Bahasa Inggris 62 67 Berwawasan Inklusif 6 10 D4 Ilmu Perpustakaan dan Informasi 61 68 MultiTasking 6 11 Bahasa Arab 52 69 Bebas Narkoba 6 12 Berpengalaman 48 70 SMK 5 13 Maksimal 30 Tahun 48 71 Orientasi Pelayanan Yang Baik 5 14 Pria 43 72 Database 5 15 Sehat Jasmani Rohani 41 73 Maksimal 40 Tahun 5 16 Ipk Minimal 3,00 38 74 Dinamis 5 17 Ict Perpustakaan 36 75 Mau Berkembang 5 18 Maksimal 35 Tahun 35 76 Vaksin Covid19 5 19 Jujur 34 77 Pengalaman Mengajar 4 20 Fresh Graduate 33 78 Pengalaman Minimal 3 Tahun 4 21 Komputer 30 79 Mampu Mendesain Tata Ruang Perpustakaan 4 22 Cermat 30 80 Pemograman 3 23 Kreatif 29 81 Koleksi Elektronik 3 24 Bertanggung Jawab 23 82 Mampu Menggerakkan Gls 3 25 Disiplin 23 83 Maksimal 32 Tahun 3 26 Pengalaman Minimal 1 Tahun 22 84 Analisa Kuat 3 27 Menyukai Anak-Anak 22 85 Sopan 3 28 Wanita 21 86 Sabar 3 29 Inovatif 21 87 D1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi 2 30 Pekerja Keras 21 88 D3 Kearsipan 2 31 Loyal 21 89 D3 Ilmu Administrasi 2 32 S2 Ilmu Perpustakaan dan Informasi 18 90 S1 Ilmu Komunikasi 2 33 Mampu Bekerja Secara Individu 18 91 Bahasa Mandarin 2 34 Grafis 17 92 Mengelola Web 2 35 Internet 17 93 Database My SQL 2 36 Berpenampilan Menarik 17 94 Google Suite/Workspace 2 37 Maksimal 25 Tahun 16 95 Metadata 2 38 Mampu Bekerja Di Bawah Tekanan 16 96 Arsip 2 39 Berkelakuan Baik 16 97 Mampu Menulis 2 40 Pengalaman Minimal 2 Tahun 15 98 Akreditasi A 2 41 Sistem Otomasi Perpustakaan 15 99 Maksimal 24 Tahun 2 42 Maksimal 27 Tahun 15 100 Maksimal 45 Tahun 2 43 Tidak Merokok 15 101 Terampil 2 44 Single 14 102 Cepat Belajar 2 45 Berdedikasi Tinggi 14 103 Mampu Seni 2 46 D2 Ilmu Perpustakaan dan Informasi 13 104 D3 Teknik Informatika 1 47 Repositori 12 105 S1 Kearsipan 1 48 Klasifikasi 11 106 S1 Ilmu Komputer 1 49 Sertifikasi 11 107 Smartphone 1 50 Maksimal 28 Tahun 11 108 Joomla 1 51 Inisiatif 11 109 Mengatalog Buku Arab 1 52 Berkomitmen Memajukan Dunia Pendidikan 11 110 Maksimal 34 Tahun 1 53 Eprints 10 111 Maksimal 56 Tahun 1 54 Katalogisasi 10 112 Ipk Minimal 2,8 1 55 Mengelola Media Sosial 9 113 Ipk Minimal 3,50 1 56 Administrasi TI Yang Baik 8 114 Ipk Minimal 3,25 1 57 Kemampuan Organisasi 8 115 Tidak Berafiliasi Politik 1 58 Proaktif 8 116 Aktif Olahraga 1 Lulusan Strata 1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi menjadi kriteria terbanyak yang dicantumkan pada sampel, di mana jumlahnya mencapai 252 kali penyebutan, lalu diikuti oleh Diploma 3 Ilmu Perpustakaan dan Informasi sebanyak 147 kali penyebutan. Hal yang unik adalah, bahwa pada posisi kesepuluh dari sepuluh besar kriteria, terdapat kriteria Diploma 4 Ilmu Perpustakaan dan Informasi, sementara di Indonesia, hanya terdapat Strata 1 dan Diploma Ilmu Perpustakaan dan Informasi, sementara untuk Diploma 4 terdapat Diploma 4 Perpustakaan Digital yang merupakan Prodi Sarjana Terapan yang berada pada Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra di Universitas Negeri Malang. Sepuluh besar kriteria tersebut cukup bervariasi, mulai dari latar belakang pendidikan, jenis kelamin, agama, kemampuan bekerja dalam tim, kemampuan teknologi, kemampuan berkomunikasi, dan bahasa. b) Kompetensi Keseluruhan kriteria, sebanyak 116 yang dicantumkan oleh para kontributor lowongan tersebut, dibagi kepada 12 kompetensi, yang jika diurutkan dari yang terbanyak dicantumkan, maka akan terlihat pada tabel berikut ini. Tabel 4. Kompetensi No Kompetensi Jumlah 1 Kepribadian 565 2 Pendidikan 507 3 Teknologi Informasi 326 4 Jenis Kelamin 189 5 Usia 146 6 Pengalaman 126 7 Bahasa 122 8 Agama 106 9 Kesehatan 68 10 Pengetahuan Kepustakawanan 59 11 IPK 48 12 Akreditasi 8 Peringkat tiga besar kompetensi pada Tabel tersebut menunjukkan bahwa Kepribadian menjadi cantuman kompetensi yang paling banyak dibutuhkan oleh para kontributor lowongan, sementara itu kompetensi Pendidikan berada posisi kedua, hal ini menimbulkan pertanyaan, mengapa Pendidikan tidak berada pada posisi pertama, apakah ini menunjukkan bahwa karakter kepribadian menjadi hal yang lebih diutamakan para kontributor lowongan daripada pendidikan formal. Selanjutnya adalah kompetensi Teknologi Informasi, yang tentunya sangat menunjang untuk kelancaran proses kegiatan pada perpustakaan. Dapat diketahui juga bahwa kompetensi Pengetahuan Kepustakawanan Berada pada posisi 10 dari 12 kompetensi yang ada, jika dilihat dari urutan ke 12 kompetensi tersebut, kompetensi Pengetahuan Kepustakawanan ini dapat saja tidak terlalu sering dicantumkan mengingat sudah dicakup pada kompetensi Pendidikan. Berbeda pada penelitian terkait sebelumnya, penelitian ini merinci dan memaparkan semua kriteria yang tercantum pada lowongan pekerjaan yang diterbitkan oleh para kontributor. Penelitian Frimpong Dan Obeng (Frimpong & Obeng, 2022)langsung memasukkan kriteria pada 3 bagian besar persyaratan yakni, (1) keahlian profesional, (2) pengalaman; dan(3)keahlian komputer. Yadav (Yadav, 2022)membagi kriteria pada 2 bagian besar keahlian dan tanggung jawab, sementaraituCullen (Cullen, 2000) tidak menyebutkan kriteria, namun langsung menguraikan keahlian yang dibutuhkan kepada 9keahlianyakni: (1) keahlian interpersonal/komunikasi; (2) manajemen; (3) administrasi; (4)komunikasi dan manajemen; (5)kepemimpinan; (6) pengatalogan; (7)keuangan; (8) strategi dan manajemen; serta (9) penelitian. Sementara itu Mustafa dan Ansari (Mustafa & Ansari, 2012), hanya membahas terkait penyebutan nama jabatan. 4. Kriteria Masing-Masing Kompetensi Kepribadian, mencakup kriteria: Mampu Bekerjasama Dalam Tim; Mampu Bekerja Secara Individu; Berwawasan Inklusif; Single atau Belum Menikah; Berpenampilan Menarik; Mampu Bekerja DiBawah Tekanan; BertanggungJawab; MultiTasking; Inovatif; Cermat; Disiplin; Komunikatif; Berdedikasi Tinggi; Terampil; Pekerja Keras; Kreatif; Proaktif; Analisa Kuat; Inisiatif; Integritas; Dinamis; Cepat Belajar; Berkomitmen Memajukan Dunia Pendidikan; Tidak Berafiliasi Politik; Berkelakuan Baik; Loyal; Sopan; Mau Berkembang; Mampu Seni; Menyukai Anak-Anak; Jujur; Berpikiran Terbuka; Sabar. Berikut adalah 10 besar kriteria kepribadian oleh masing-masing kontributor. Tabel 5. Kepribadian No Kriteria PS PT PK PU 1 Mampu Bekerjasama Dalam Tim 49 36 11 1 2 Komunikatif 24 34 9 3 Menyukai Anak-Anak 22 4 Jujur 14 17 2 1 5 Kreatif 13 11 4 1 6 Cermat 13 12 5 7 Bertanggung Jawab 11 9 3 8 Loyal 11 9 Berkelakuan Baik 10 1 10 Disiplin 9 11 11 Berpenampilan Menarik 11 3 12 Mampu Bekerja Secara Individu 11 1 13 Pekerja Keras 10 14 Mampu Bekerja Di Bawah Tekanan 5 15 Inovatif 4 16 Inisiatif 4 Tabel di atas menunjukkan bahwa, kriteria Mampu Bekerjasama Dalam Tim, Jujur dan Kreatif menjadi kriteria yang dibutuhkan oleh keempat kontributor. Terdapat juga kriteria Komunikatif, Cermat, Bertanggung Jawab dibutuhkan bersama oleh tiga kontributor, yakni Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Perguruan Tinggi, Perpustakaan Khusus, selain kriteria yang dibutuhkan bersama oleh keempat kontributor yang sudah disebutkan sebelumnya. Pendidikan, mencakup kriteria: SMK; D1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi; D2 Ilmu Perpustakaan dan Informasi; D3 Kearsipan; D3 Teknik Informatika; D3 Ilmu Administrasi; D3 Ilmu Perpustakaan dan Informasi; D4 Ilmu Perpustakaan dan Informasi; S1 Kearsipan; S1 Ilmu Komunikasi; S1 Ilmu Komputer; S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi; S2 Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Tabel 6. Pendidikan No. Kriteria PS PT PK PU 1 S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi 128 107 15 2 2 D3 Ilmu Perpustakaan dan Informasi 90 46 9 2 3 D4 Ilmu Perpustakaan dan Informasi 36 25 4 D2 Ilmu Perpustakaan dan Informasi 9 5 SMK 5 6 S2 Ilmu Perpustakaan 3 10 5 dan Informasi 7 D1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi 2 8 D3 Kearsipan 2 9 D3 Teknik Informatika 1 10 D3 Ilmu Administrasi 1 1 11 D2 Ilmu Perpustakaan dan Informasi 4 12 S1 Ilmu Komunikasi 1 13 S1 Ilmu Komputer 1 Pada tabel diatas terlihat bahwa S1dan D3 Ilmu Perpustakaan dan Informasi menjadi kriteria yang terbanyak dibutuhkan oleh keempat jenis perpustakaan yang menjadi kontributor lowongan tersebut. Sementara S2 Ilmu Perpustakaan dan Informasi dapat kita lihat lebih diperlukan di Perpustakaan Perguruan Tinggi. Terdapat juga kriteria D4 Ilmu Perpustakaan dan Informasi yang cukup banyak dibutuhkan di Perpustakaan Sekolah dan Perpustakaan Perguruan Tinggi. Terlihat pada tabel diatas bahwa lulusan SMK atau Sekolah Menengah Kejuruan juga dibutuhkan oleh Perpustakaan Sekolah. Berbeda dengan penelitian terkait sebelumnya, pada penelitian Frimpong dan Obeng (Frimpong & Obeng, 2022), Magister Ilmu Perpustakaan dominan sebagai jenjang pendidikan yang dibutuhkan oleh kontributor lowongan kerja. Frampong danObeng(Frimpong & Obeng, 2022) pada penelitian terkait sebelumnya menemukanbahwa pendidikan yang paling banyak muncul pada lowongan pekerjaan adalah S2 Ilmu Perpustakaan dan Informasi diikuti oleh 1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi dan Diploma Ilmu Perpustakaan dan Informasi tanpa menyebutkan jenjang Diploma. Teknologi Informasi, mencakup kriteria: Smartphone; Sistem Otomasi Perpustakaan; Administrasi Teknologi Informasi Yang Baik; Orientasi Pelayanan Yang Baik; ICT (Information Communication Technology) Perpustakaan; Mengelola Web; Mengelola Media Sosial; Eprints (perangkat lunak yang berbasis web guna membangunrepositori digital dan biasanya digunakan di Perpustakaan Perguruan Tinggi); Joomla(perangkat lunak Content Management System, yang dapat membantu pengguna untuk membuat atau mengelola webtanpa harus menguasai kemampuan terkait Bahasa pemograman); Pemograman; Database Mysql (perangkat lunak yang dapat digunakan untuk mengolah dan mengaitkan kumpulan data); Grafis (pengolahan gambar pada perangkat lunak tertentu); Database (kumpulan data yang tersimpan dengan efektif dan efisien sesuai sistem tertentu); Slims (perangkat lunak terbuka yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan otomasi perpustakaan); Komputer; Google Suite/Workspace (perangkat lunak berbasis web dari google); Internet (sistem jaringan komputer yang terhubung baik secara lokal maupun global); Repositori (media penyimpanan atau pengarsipan dokumen, koleksi elektronik yang diatur sesuai dengan sistem tertentu); Koleksi Elektronik (koleksi yang tersedia dalam format digital); Ms. Office (perangkat lunak dari Microsoft yang berfungsi mengelola dan menghasilkan data dengan baik); OJS atau Open Journal System (perangkat lunak terbuka untuk mengelola jurnal elektronik) ; Metadata (kumpulan data yang terstruktur dan rinci sehingga data tersebut dapat dikelola Kembali). Berikut ini 10 besar kriteria terkait Teknologi Informasi yang dicantumkan oleh masing-masing kontributor, kecuali Perpustakaan Umum yang sangat jarang mencantumkan kriteria terkait Teknologi Informasi. Tabel 7. Teknologi Informasi No. Kriteria PS PT PK PU 1 Ms. Office 27 37 11 1 2 Slims 21 34 7 1 3 Komputer 19 8 3 4 ICT Perpustakaan 15 18 3 5 Sistem Otomasi Perpustakaan 5 7 2 1 6 Administrasi TI Yang Baik 4 7 Grafis 4 10 3 8 Internet 4 11 2 9 Database 2 1 10 Google Suite/Workspace 2 11 Repositori 11 1 12 Eprints 10 13 OJS 7 14 Mengelola Media Sosial 4 1 15 Metadata 2 Tabel 7 menunjukkan kriteria“Ms. Office, Slims, dan Sistem Otomasi Perpustakaan” menjadi kriteria yang dibutuhkan oleh keempat kontributor. Meski sebenarnya Slims, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, adalah perangkat lunak terbuka yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan otomasi perpustakaan, namun pencantuman kriteria“Sistem Otomasi Perpustakaan” dapat saja dilakukan oleh para kontributor untuk tidakmembatasi sistem otomasi perpustakaan pada salah satu sistem saja. Sementaraitukriteria “Komputer, ICt Perpustakaan, Grafisdan Internet” menjadi kriteria yangsama-sama dibutuhkan selanjutnya oleh Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Perguruan Tinggi, dan Perpustakaan Khusus. Yadav (Yadav, 2022) pada penelitian terkait sebelumnya menemukan bahwa teknologi komputer menjadi keahlian ketiga yang paling banyak dicantumkan pada lowongan kerja setelah pengalaman kerja dan administrasi perpustakaan, sementara Frimpong dan Obeng (Frimpong & Obeng, 2022) menemukan beberapa keahlian komputer yang dicantumkan di lowongan kerja, yakni: (1) database; (2)automasi; (3) digitalisasi; (4) internet; (5) MS. Office; (6) kemampuan mengetik pada komputer. Jenis Kelamin, mencakup kriteria: Pria; Wanita; Pria/Wanita. Pencantuman Kriteriasalah satu jenis kelamin adalah hal yang menimbulkan pertanyaan pada lowongan pekerjaan pustakawan mengingat jikaditilik dari tupoksi (tugas pokok dan fungsi)pustakawan itu sendiri, tidak ada yang tidak dapat dilakukan oleh masing-masingjeniskelamin. Terlebih lagi mencantumkan kedua jenis kelamin sekaligus. Berikut ini adalahtabel jumlah berapa kali kontributorlowongan mencantumkan kriteriajeniskelamin. Tabel 8. Jenis Kelamin No. Kriteria PS PT PK1 Pria 19 21 3 2 Wanita 7 10 4 3 Pria/ Wanita 69 48 8 Tabel 8 menunjukkan bahwa lebih banyak kontributor lowongan mencantumkan kriteria dua jenis kelamin sekaligus, yakni Pria/ Wanita. Apakah jenis kelamin berpengaruh pada tupoksi pustakawan dan apa yang menjadi motivasi kontributor lowongan pekerjaan untuk mencantumkan kriteria Pria/ Wanita pada lowongan pekerjaan terkait ini membutuhkan penelitian lebih lanjut. Usia, mencakup kriteria: Maksimal 24 Tahun; Maksimal 25 Tahun; Maksimal 26 Tahun; Maksimal 27 Tahun; Maksimal 28 Tahun; Maksimal 30 Tahun; Maksimal 32 Tahun; Maksimal 34 Tahun; Maksimal 35 Tahun; Maksimal 40 Tahun; Maksimal 45 Tahun; Maksimal 56 Tahun. Berikut kriteria pengalaman yang dibutuhkan masing- masing kontributor.Tabel 9. Usia No . Kriteria PS PT PK PU 1 Maksimal 30 Tahun 25 19 4 2 Maksimal 35 Tahun 18 10 5 2 3 Maksimal 40 Tahun 4 1 4 Maksimal 25 Tahun 3 11 2 5 Maksimal 27 Tahun 3 11 1 6 Maksimal 32 Tahun 3 7 Maksimal 24 Tahun 1 1 8 Maksimal 26 Tahun 1 5 1 9 Maksimal 28 Tahun 1 9 1 10 Maksimal 34 Tahun 1 11 Maksimal 45 Tahun 1 1 12 Maksimal 56 Tahun 1 Tabel 9 menunjukkan bahwa usia maksimal 35 tahun menjadi kriteria yang bersama-sama dibutuhkan oleh keempat kontributor, selanjutnya usia maksimal 30 tahun, maksimal 25 tahun, maksimal 27 tahun, maksimal 28 tahun, selanjutnya maksimal 26 tahun dibutuhkan oleh tiga kontributor, yakni Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Perguruan Tinggi dan Perpustakaan Khusus. Pengalaman, mencakup kriteria: Pengalaman Mengajar; Berpengalaman; Pengalaman Minimal 1 Tahun; Pengalaman Minimal 2 Tahun; Pengalaman Minimal 3 Tahun; Fresh Graduate. Tabel berikut ini akan memberikan informasi terkait persyaratan pengalaman yang dibutuhkan masing-masing kontributor. Tabel 10. Pengalaman No . Kriteria PS PT P KPU 1 Berpengalaman 21 16 11 2 Fresh Graduate 10 15 8 3 Pengalaman Minimal 2 Tahun 9 6 4 Pengalaman Minimal 1 Tahun 7 13 1 1 5 Pengalaman Mengajar 2 1 6 Pengalaman Minimal 3 Tahun 2 2 Tabel 10 menunjukkan kriteria pengalaman yang dibutuhkan oleh masing-masing kontributor lowongan. “Pengalaman Minimal 1 tahun” menjadi 1 kriteria yang pernah dicantumkan bersama-sama oleh keempat kontributor lowongan, namun bukan yang terbanyak. Kriteria“Berpengalaman” tanpa menyebutkan lama pengalaman yang dibutuhkan banyak dicantumkan oleh Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Perguruan Tinggi, dan Perpustakaan Khusus, demikianjugadengan kriteria “Fresh Graduate” atau yang baru lulus, meski tidak sebanyak kriteria“Berpengalaman”. Yadav (Yadav, 2022) juga Frimpong dan Obeng (Frimpong &Obeng, 2022) pada penelitian terkait sebelumnya memaparkan pengalaman kerja pada lowongan pekerjaan yang diteliti. Yadav Menemukan bahwa lama pengalamankerja yang paling banyak dicantumkan adalah 2-3tahun sementara Frimpong danObengmenemukan pengalaman kerja yang paling banyak dicantumkan adalah 1-5 tahun, Bahasa, mencakup kriteria: Mandarin; Inggris; Arab; dan Toefl. Meski Toefl menyangkut kemampuan dalam bahasa Inggris, namun tetap dibedakan dengan kriteria Bahasa Inggris, mengingat seorang yang mampu berbahasa Inggris belumtentu mempunyai kemampuan sesuai standar Toefl. Tabel 11. Bahasa No. Kriteria PS PT PK PU1 Arab 47 5 1 2 Inggris 33 19 9 3 Toefl 4 1 1 4 Mandarin 1 1 Tabel 11 menunjukkan bahwa Bahasa Inggris dan kemampuan Toefl menjadi satu kriteria yang diutamakan oleh Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Perguruan Tinggi dan Perpustakaan khusus, sementara itu ada juga Bahasa Arab yang dibutuhkan oleh Perpustakaan Perguruan Sekolah, Perpustakaan Perguruan Tinggi dan Perpustakaan Umum, hal ini dapat dipengaruhi oleh afiliasi organisasi induk Perpustakaan yang bersangkutan. Agama. Kriteria agama dikeluarkan oleh organisasi yang memang berafiliasi pada agama tertentu, sehingga membutuhkan alumni Ilmu perpustakaan dan Informasi yang beragama tertentu, meski ditemukan bahwa tidak seluruhnya kontributor tersebut membatasi pada agama tertentu saja, apakah ini disebabkan keterbatasan alumni Ilmu perpustakaan dan Informasi yang sesuai dengan agama tertentu yang dibutuhkan oleh kontributor, hal ini membutuhkan penelitian lebih lanjut. Kesehatan, mencakup kriteria: Aktif Olah Raga; Vaksin Covid19; Bebas Narkoba; Tidak Merokok; Sehat Jasmani Rohani. Meski tidak banyak, namun Kesehatan menjadi kriteria yang dicantumkan oleh keempat kontributor. Berikut tabel masing- masing kriteria terkait Kesehatan oleh keempat kontributor. Tabel 12. Kesehatan No. Karakter PS PT PK PU 1 Sehat Jasmani Rohani 16 23 1 1 2 Tidak Merokok 14 1 3 Vaksin Covid19 2 1 2 4 Bebas Narkoba 1 5 5 Aktif Olah Raga 1 Pada tabel 12 tersebut dapat dilihat bahwa keempat kontributor lowongan membutuhkan alumni Ilmu Perpustakaan dan Informasi yang Sehat Jasmani dan Rohani. Kriteria yang paling banyak kedua terkait Kesehatan ini adalah tidak merokok. Pengetahuan Kepustakawanan mencakup kriteria Klasifikasi; Katalogisasi; Mengatalog Buku Arab; Arsip; Mampu Mendesain Tata Ruang Perpustakaan; Menguasai Literasi Informasi; Mampu Menggerakkan GLS (Gerakan Literasi Sekolah); Kemampuan Organisasi; Mampu Menulis; Sertifikasi. Berikut 10 besar kriteria terkait Pengetahuan Kepustakawanan Yang Dicantumkan oleh ketiga kontributor, yakni Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Perguruan Tinggi dan Perpustakaan Khusus, sementara Perpustakaan Umum Tidak Mencantumkan kriteria terkait Pengetahuan Kepustakawanan. Tabel 13. Kepustakawanan No. Kriteria PS PT PK1 Sertifikasi 7 3 12 Kemampuan Organisasi 5 2 3 Mampu Mendesain Tata Ruang Perpustakaan 3 14 Mampu Menggerakkan GLS 3 5 Klasifikasi 1 10 6 Katalogisasi 1 9 7 Mengkatalog Buku Arab 1 8 Menguasai Literasi Informasi 1 3 39 Arsip 1 110 Mampu Menulis 2 Tabel 13 tersebut menunjukkan bahwa ketiga kontributor sama-sama mencantumkan kriteria Sertifikasi, yang tentunya ini terkait sertifikasi di bidang Ilmu perpustakaan dan Informasi itu sendiri, dan kriteria Menguasai Literasi Informasi. Sementara itu kriteria Klasifikasi danKatalogisasi banyak dicantumkan oleh Perpustakaan Perguruan Tinggi, hal ini tentunya menunjukkan bahwa kemampuan tersebut sangat dibutuhkan oleh organisasi tersebut. Pada penelitian terkait sebelumnya hanya Frimpong dan Obeng (Frimpong&Obeng, 2022) yang memaparkan terkait pengetahuan pustakawan ini. Kedua Peneliti tersebut menyebut keahlian tersebut dengan keahlian profesional, yang terdiri dari: pengatalogan; pengklasifikasian; referensi; bibliografi; akuisisi dan administrasi perpustakaan. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), mencakup kriteria: IPK Minimal 2,75; IPKMinimal 2,8; IPK Minimal 3,00; IPKMinimal 3,50; IPK Minimal 3,25. Berikut tabel masing-masing kriteria terkait IPK oleh keempat kontributor Tabel 14. Indeks Prestasi Kumulatif No. Kriteria PS PT PK PU 1 IPK Minimal 3,00 11 23 3 1 2 IPK Minimal 2,75 2 5 3 IPK Minimal 2,8 1 4 IPK Minimal 3,50 1 5 IPK Minimal 3,25 1 Tabel 14 menunjukkan bahwa keempat kontributor umumnya membutuhkan alumni Ilmu Perpustakaan dan Informasi yang mempunyai IPK 3,00, sementara kriteria IPK yang lainnya tidak banyak dicantumkan. Akreditasi, mencakup kriteria: Akreditasi A dan Minimal Akreditasi B. Meski tidak banyak dan hanya Perpustakaan Sekolah dan Perpustakaan Perguruan Tinggi yang mencantumkan akreditasi, namun penulis merasa bahwa kriteria akreditasi ini penting untuk diketahui mengingat bahwa akreditasi menunjukkan bahwa lulusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi tersebut berasal dari perguruan tinggi yang kredibel dan telah memenuhi mutu pendidikan yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT). Tabel 15. Akreditasi No. Kriteria PS PT 1 Akreditasi A 1 1 2 Minimal Akreditasi B 2 4 Tabel 15 menunjukkan bahwa kedua kontributor mencantumkan kriteria Akreditasi A dan Minimal Akreditasi B, hal ini menunjukkan bahwa akreditasi ini masih dipertimbangkan oleh para kontributor dalam menerima lulusan Alumni Ilmu Perpustakaan dan Informasi. 5. Jenjang Ilmu Perpustakaan dan Informasi Untuk Ilmu perpustakaan dan Informasi itu sendiri, para kontributor lowongan menyebutkan kriteria yang dimulai dari Ilmu Perpustakaan dan Informasi Diploma 1, Diploma 2, Diploma 3, Diploma 4, Strata 1 sampai pada Strata 2, seperti yang terlihat pada tabel berikut ini. Tabel 16. Jenjang Ilmu Perpustaka Tahun D1 D2 D3 D4 S1 S22015 0 0 4 2 9 22016 0 0 3 2 4 02017 0 1 12 2 22 22018 0 1 17 11 30 12019 0 2 20 8 38 22020 1 2 23 11 46 42021 0 3 24 10 41 42022 1 4 44 15 62 3Jumlah 2 13 147 61 252 18Tabel 16 tersebut menunjukkan bahwa pada kurun waktu 2015 sampai 2022, Ilmu Perpustakaan Strata 1 mendominasi sebagai latar belakang pendidikan yang dibutuhkan para kontributor lowongan, kemudian diikuti Diploma 3, lalu Diploma4(terapan), selanjutnya Strata 2, Diploma2dan yang terakhir Diploma 1. Adanya Kebutuhan akan lulusan D1IlmuPerpustakaan dan Informasi ini menimbulkan pertanyaan, apalagi kebutuhan tersebut muncul pada tahun 2020 dan 2022 di mana kompleksitas tugas pokok dan fungsi lulusan Ilmu Perpustakaan Semakin tinggi. Sementara itu Standar Perpustakaan Sekolah dan Madrasahyang Diterbitkan oleh Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah / Madrasah (Kemendiknas, 2008) , menyebutkan lulusan Diploma 2anak Kepala Perpustakaan, dan lulusan SLTA untuk tenaga perpustakaan. Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional RI Nomor 10, tentang Standar Perpustakaan Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah (Perpusnas, 2017) , Nomor 11 tentang Standar Perpustakaan Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah (Perpusnas, 2017) , dan Nomor 12 tentang Standar Perpustakaan Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah (Perpusnas, 2017) juga, menyebutkan lulusan Diploma 2 baik untuk kepala perpustakaan maupun untuk tenaga perpustakaan pada masing-masingsekolah tersebut. 6. Kriteria Masing-Masing Kontributor. Terdapat perbedaan cantumankriteria pada lowongan yang diterbitkan oleh keempat kontributor. Agar lebih jelas kriteria pada masing-masing kontributor maka dapat dilihat secara khusus pada pada masing- masing tabel berikut ini. Tabel 17. Kriteria Pada Perpustakaan Sekolah No. Kriteria Jumlah 1 S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi 128 2 D3 Ilmu Perpustakaan dan Informasi 90 3 Agama 74 4 Pria/Wanita 69 5 Mampu Bekerjasama Dalam Tim 49 6 Bahasa Arab 47 7 D4 Ilmu Perpustakaan dan Informasi 36 8 Bahasa Inggris 33 9 Ms. Office 27 10 Maksimal 30 Tahun 25 Tabel 17 kriteria pada lowongan perpustakaan sekolah di atas, menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan yang dibutuhkan kontributor perpustakaan sekolah adalah minimal Diploma 3, dan didominasi Ilmu Perpustakaan Strata 1. Agama berada di tiga besar kriteria yang dibutuhkan pada perpustakaan sekolah dengan perolehan nilai 74 kali dicantumkan. Kriteria agama ini dapat saja dicantumkan oleh perpustakaan sekolah yang berafiliasi dengan agama tertentu. Bahasa yang dicantumkan bukan hanya Bahasa Inggris yang biasanya mendominasi kriteria pada lowongan perkerjaan manapun, namun kemampuan dalam berbahasa Arab juga menjadi kriteria 10 besar. Tidak jauh berbeda dengan perpustakaan sekolah, Ilmu Perpustakaan Strata 1 menjadi kriteria yang paling banyak disebutkan oleh kontributor perpustakaan perguruan, meski pendidikan menjadi kriteria pertama, namun jenis kelamin menjadi kriteria nomor 2. Hal ini menimbulkan pertanyaan dan penelitian lebih lanjut yang lebih spesifik, mengapa perpustakaan harus menyebutkan kriteria jenis kelamin pria / wanita dalam lowongan, sementara memang lowongan tersebut terbuka secara umum untuk pria dan wanita? Kriteria ini menduduki posisi 5 besar dari 10 kriteria yang paling banyak muncul oleh perpustakaan sekolah dan perpustakaan perguruan tinggi. Dari sisi Teknologi Informasi atau TI, terdapat 2 kriteria, yakni kemampuan terkait Ms. Office (Microsoft Office), dan aplikasi SLIMS. Mircrosoft office sendiri secara umum terdiri dari Word (programpengolahkata); Excel (programpengolahlembarkerja); PowerPoint (program pengolah presentasi); Outlook (programpengolahemail / surat elektronik); danAccess(program sistem manajemen database relasional) dan Publisher (program untuk membuat terbitan seperti surat kabar, kartu ucapan, majalah, dll). Sementara itu, SLiMsatau Sinau Daring Senayan Library Management Systemadalah sistemautomasi perpustakaan yang dikembangkanoleh Perpustakaan Kementrian Pendidikandan Kebuayaan (Kemendikbud). Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) atau nilai akademis juga menjadi kriteria penentuditerimanya seorang lulusanIlmuPerpustakaan atau tidak dalamsebua lowongan Perpustakaan Perguruan Tinggi. Untuk bekerja di perpustakaan perguruan tinggi, dibutuhkan lulusan perguruantinggi dengan IPK minimal 3,0 Tabel 18. Kriteria Pada Perpustakaan PerguruanTinggi No. Kriteria Jumlah1 S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi 1072 Pria/Wanita 48 3 D3 Ilmu Perpustakaan dan Informasi 46 4 Ms. Office 37 5 Mampu Bekerjasama Dalam Tim 36 6 SLiMs 34 7 Komunikatif 34 8 D4 Ilmu Perpustakaan dan Informasi 25 9 Ipk Minimal 3,00 23 10 Sehat Jasmani Rohani 23 Perpustakaan yang merupakankontributor terbanyak ketigayangmenerbitkan lowongan, membutuhkankriteria yang tidak jauh berbeda denganduakontributor yang sudah dibahas di atas. Terdapat Ilmu perpustakaan Strata1, pengalaman, kemampuan dalam menggunakan Ms. Office sebagai tiga besar kriteria yang dicantumkan oleh kontributor ini. Meski dibutuhkan yang berpengalaman, tampaknya perpustakaan khusus masih menerima lulusan Ilmu Perputakaan Yang Masih baru atau fresh graduate. Tabel 19. Kriteria Pada Perpustakaan Khusus No. Kriteria Jumlah 1 S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi 15 2 Berpengalaman 11 3 Ms. Office 1
Conclusion
Transformasi pekerjaan pustakawan menjadi lebih kompleks untuk pemenuhan kebutuhan informasi para pengguna, pada awalnya membutuhkan seorang lulusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi yang kompeten. Pengetahuan formal dan informal dibutuhkan untuk dapat memenuhi kompetensi yang dibutuhkan oleh para pembuka lapangan pekerjaan. Berbagai kompetensi yang dibutuhkan seperti yang dipaparkan pada pembahasan sebelumnya, menjadi sesuatu yang harus dibutuhkan oleh lulusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi, sehingga ketika memasuki dunia kerja, dia sudah siap bersaing dengan lulusan dibidang yang sama. Meski pendidikan formal dan kemampuan Teknologi Informasi sangat penting, namun kesiapan dalam penguasaan kompetensi Kepribadian Menjadi hal yang utama dibutuhkan oleh para kontributor lowongan pekerjaan di bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Masing-masing jenis perpustakaan yg menjadi kontributor lowongan di penelitian ini, secara unik membutuhkan kriteria kompetensi tertentu namun terdapat juga kriteria kompetensi yang secara umum dibutuhkan dari lulusan Ilmu Perpustakaan Dan Informasi. Penelitian ini merekomendasikan beberapa poin berikut ini: 1. Selain pengetahuan formal dan kemampuan IT, lulusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi harus memiliki kompetensi Kepribadian Yang Relevan dengan kebutuhan lapangan pekerjaan, di samping itu juga harus menyesuaikan kompetensi dengan jenis perpustakaan yang membuka lowongan. 2. Akademisi yang bergelut dalambidangIlmu Perpustakaan dan Informasi dapat mempertimbangkan untukmengembangkan pendidikan karakterKepribadian. 3. Selain para lulusan Ilmu Perpustakaan Dan Informasi, mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi dapat menjadikan penelitian ini sebagai rujukan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja lebih dini. 4. Penelitian ini juga dapat dijadikan dasar lanjutan untuk meneliti kompetensi secara khusus pada masing-masing jenjang pendidikan Ilmu Perpustakaan Dan Informasi yang ada.