Kembali
16
1
2019 Visi Pustaka: Buletin Jaringan Informasi Antar Perpustakaan Vol 21 · 1 ISSN 2685-7138

KOLABORASI PENULIS PADA KONFERENSI PERPUSTAKAAN DIGITAL INDONESIA PERIODE 2013–2018

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia; Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Abstrak

Penelitian ini dilakukan terhadap makalah dari Prosiding Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) periode 2013–2018 yang diakses dari situs KPDI dengan menggunakan metode bibliometrika. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui 1) distribusi makalah berdasarkan tahun; 2) jumlah penulis tunggal dan penulis kolaborasi 3) pola kepengarangan; 4) derajat kolaborasi penulis; 5) jumlah rata - rata penulis per makalah dan 6) produktivitas penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 102 makalah yang dipresentasikan dalam konferensi tersebut, 147 makalah yang ditulis oleh penulis tunggal sebanyak 69 judul (67,65%) dan makalah yang ditulis secara berkolaborasi sebanyak 33 judul (32, 35%). Hal tersebut tercermin dari pola kepengarangan sebagai berikut. Penulis tunggal sebanyak 69 judul (67,65%), selanjutnya makalah yang ditulis oleh dua orang berjumlah 22 judul (21,56%), makalah yang ditulis oleh tiga orang berjumlah 10 judul (9,80%) dan makalah yang ditulis oleh empat orang berjumlah 1 judul (0,98%). Diperoleh nilai derajat kolaborasi sebesar 0,32. Jumlah rata -rata penulis per makalah adalah 1,44 dan Deden Sumirat merupakan penulis paling aktif dengan menyumbangkan makalah sebanyak 5 judul. Dapat disimpulkan bahwa penulis dalam KPDI belum banyak yang berkolaborasi.

Abstract

This study focused on papers from the proceedings of the Conference of the Indonesian Digital Library (KPDI) within the period of 2013-2019, accessed from the KPDI website using the bibliometric method. The main purposes of the study were to identify 1) distribution of papers based on years; 2) number of single writers and collaborative writers 3) authorship patterns; 4) degree of collaborative writing; 5) number of average writers per paper and 6) productivity of writers. The results showed that from the 102 papers presented at the conference by 147 writers, the composition of papers written by single writers was 69 titles (67.65%) and by collaborative writers was 33 titles (32.35%). This is reflected in the pattern of authorship as follows. Single writer of 69 titles (67.65%), then papers written by two persons of 22 titles (21.56%), papers written by three persons of 10 titles (9.80%) and by four persons of 1 title (0.98%) The degree of collaborative writing was 0.32. The average number of writers per paper was 1.44 and Deden Sumirat was the most active writer who contributed 5 titles. It can be concluded that collaborative writings have not been highly performed in KPDI.
Keywords: prosiding · perpustakaan digital · kolaborasi penulis · derajat kolaborasi

Introduction

Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia diawali pada tahun 2008, terinspirasi dari International Conference on Asia-Pacific Digital Libraries (ICADL) yang penyelenggaraannya dilaksanakan setiap tahun sekali. ICADL adalah sebuah konferensi atau forum dari penelitian dan pengkajian perpustakaan digital. Konferensi tersebut memberikan kesempatan kepada para peneliti, pengajar, serta praktisi di bidang perpustakaan dikhususkan bagi perpustakaan digital untuk berbagi pengalaman (PNRI; 2008). Di dalam ICADL yang sudah diselenggarakan beberapa kali telah dibahas berbagai topik meliputi ilmu komputer, ilmu perpustakaan dan informasi, manajemen pengetahuan (knowledge management) dan berbagai bidang ilmu sosial dan humaniora. Bersamaan dengan dilaksanakannya ICADL pada 02 Desember 2008 yang mengambil tema "Digital Libraries: Universal and Ubiquitous Access to Information", maka diselenggarakan juga Konferensi Perpustakaan Digital (KPDI) yang pertama dengan tema Kerjasama dalam membangun Perpustakaan Digital Nasional Indonesia (PNRI; 2008). KPDI adalah kongres yang berskala nasional dan direncanakan diselenggarakan setiap tahun sebagai sarana bagi para penyelenggara perpustakaan serta para pustakawan di Indonesia untuk saling bertukar pikiran dan pengalaman mengenai aspek-aspek terkait perpustakaan digital di Indonesia (PNRI: 2008). Sampai saat ini KPDI sudah diselenggarakan sebanyak 11 kali dan penyelenggaraan terkahir adalah di Kota Medan pada 6–11 November 2018. Dengan demikian makalah yang sudah didokumentasikan di dalam Prosiding KPDI juga sudah cukup banyak, namun demikian belum semua makalah yang dimuat di dalam prosising tersebut dapat diakses melalui internet. Berdasarkan penelusuran yang penulis lakukan, baru Prosiding KPDI 2013 hingga 2018 yang sudah dapat diakses melalui internet. Prosiding merupakan salah satu sumber informasi yang dapat dimanfaatkan sebagai referensi atau acuan yang dapat diperhitungkan di dalam melakukan sebuah penelitian. Seperti halnya sumber informasi yang bersumber dari jurnal ilmiah, prosiding juga memuat makalah yang sudah direview oleh para reviewer, sehingga kualitas makalah dalam prosising diharapkan tidak kalah dibandingkan dengan artikel jurnal ilmiah. Permasalahan Selama ini penelitian tentang kolaborasi dan produktivitas penulis biasanya dilakukan terhadap jurnal/majalah ilmiah dan kurang dilakukan pada sumber informasi yang berupa prosiding dan salah satunya adalah Prosiding KPDI. Dengan demikian penulis bermaksud melakukan penelitian tentang prosiding khususnya tentang kolabobari dan produktivitas penulis pada Prosiding KPDI dengan batasan prosiding KPDI yang sudah dapat diakses secara elektronik melalui internet, yaitu KPDI 2013 – KPDI 2018 atau KPDI ke 6 sampai dengan KPDI ke 11. Tujuan penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1. Distribusi makalah berdasarkan tahun 2. Jumlah penulis tunggal dan penulis kolaborasi 3. Pola kepengarangan 4. Derajat kolaborasi penulis 5. Jumlah rata - rata penulis per artikel 6. Produktivitas penulis Tinjauan Pustaka Konggres Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) Seperti disebutkan di dalam latar belakang, bahwa cikal bakal Konferensi Perpustakaan Digital terinspirasi oleh International Conference on Asia – Pacific Digital Libraries (ICADAL) yang diselenggarakan setiap tahun. ICADAL pertama kali diselenggarakan pada tahun 1998 di Hongkong dan selalu berpindah di negara – negara Asia Pasifik, serta merupakan satu dari pertemuan pertama di bidang perpustakaan digital. Pertemuan membahas berbagai disiplin /bidang termasuk manajemen data, penelusuran informasi, ilmu perpustakaan, manajemen dokumen, sistem informasi, web, image processing, artificial intelegence, humancomputer interaction, archiving and digital curation. (http://www.icadl.org/). Pada Tabel 1 berikut ini dapat diketahui tempat penyelenggaraan ICADAL dimulai dari Hongkong sampai dengan Bali Indonesia yang bertepatan dengan KPDI ke 1. Tabel 1. Tempat dan tahun penyelenggaraan ICADAL Tahun Tempat penyelenggaraan ICADAL ke 1998 Hongkong 1 1999 Taipe, Taiwan 2 2000 Seoul, Korea 3 2001 Bangalore, India 4 2002 Singapura 5 2003 Kualalumpur, Malaysia 6 2004 Shanghai, Cina 7 2005 Bangkok, Thailand 8 2006 Kyoto, Jepang 9 2007 Hanoi, Vietnam 10 2008 Bali, Indonesia 11 Bertepatan dengan ICADAL ke 11 di Bali pada 25 Desember 2008 dengan tema Digital Libraries: Universal and Ubiquitous Access to Information", diselenggarakan pula Kongres Perpustakaan Digital Indonesia pertama dengan tema “Kerja Sama Dalam Membangun Perpustakaan Digital Nasional Indonesia". Diharapkan dengan diselenggarakannya KPDI akan diperoleh rekomendasi guna Pengembangan Kerangka Kerja Nasional Perpustakaan Digital Indonesia (PNRI: 2008). Sampai 2018, ICADAL mengadakan 20 konferensi, sedangkan KPDI baru mengadakan konferensinya yang ke-11. Perincian tempat dan tema tertera pada Tabel 2: Tabel 2. Perkembangan KPDI 2013 - 2018 Tahun Tema Tujuan Tempat KPDI 2013 e-Resources: availability, visibility, and accessibility Saat ini di Indonesia telah terbentuk beberapa jaringan-jaringan perpustakaan digital, baik yang dibangun berdasarkan kesamaan jenis perpustakaan, layanan, maupun koleksinya. Melalui KPDI-6 diharapkan akan semakin terbangun kesadaran para pengelola perpustakaan mengenai e-Resources dalam rangka menyediakan bahan perpustakaan digital yang lengkap dan mudah untuk para pemustaka. Hotel Haris Malang, Jl A. Yani Malang, Jawa Timur; 12-14 November 2013 KPDI 6 2014 Portal Web Perpustakaan Digital Indonesia Melalui KPDI 7 diharapkan mendapatkan masukan dan konfirmasi tentang pentingnya dibangun sebuah portal web perpustakaan digital Indonesia yang dibangun secara bersama-sama seluruh perpustakaan di Indonesia untuk menjadi sebuah pusat referral dan preservasi muatan lokal budaya Indonesia Banda Aceh 10-13 November 2014 KPDI 7 2015 Menciptakan ekosistem multistakeholders dalam pengembangan perpustakaan digital Indonesia”. KPDI 8 diharapkan akan menjadi sarana berbagi saran dan masukan mengenai standar ekosistem multistakeholders yang sesuai dan diperlukan dalam pengembangan perpustakaan digital Indonesia. Bogor, 3-5 November 2015 IPB International Convention Center Botani Square Building 2nd Floor. Jl. Pajajaran Bogor. Jawa Barat 16127 IPB International Convention Center KPDI 8 2016 “Transformasi Perpustakaan Digital Di Era Digital Natives”. KPDI 9 diharapkan akan menjadi sarana berbagi saran dan masukan mengenai transformasi perpustakaan digital di era digital natives baik dari sisi teknis maupun paradigma pustakawan dan pengguna. Hotel Singgasana Makassar Jl. Kajaolaliddo No. 16, Makassar Sulawesi Selatan 90013.Waktu 8-11 November 2018 KPDI 9 2017 "Peran Perpustakaan Digital dalam Menunjang Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 2030". KPDI 10 diharapkan akan menjadi sarana berbagi pengalaman, pengetahuan, saran dan rumusan mengenai peran perpustakaan digital dalam menunjang Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dalam Agenda 2030 PBB. 7-10 November 2017. Tempat Penyelenggaraan Hotel Lombok RayaJl. Panca Usaha No.11, Cilinaya, Cakranegara Mataram, Nusa Tenggara Barat 83231 KPDI 10 2018 Mobilisasi Pengetahuan Melalui Perpustakaan Digital di Era Disruptif”. KPDI 11 diharapkan akan menjadi sarana berbagi pengalaman, pengetahuan, saran dan rumusan mengenai manifestasi perpustakaan digital dalam moblisasi pengetahuan di era disruptif digital. 6-9 November 2018. Hotel Four Points by Sheraton. Jalan Jenderal Gatot Subroto No.395. Medan, Sumatera Utara 20119 KPDI 11 Berdasarkan Tabel 2 tersebut, dapat diketahui bahwa provinsi yang sudah pernah menyelenggarakan KPDI berturut-turut yaitu Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Daerah Istimewa Aceh, dan Jawa Timur. Prosiding Menurut Reitz J. M. (2005) dalam Rajgoli, I.U. (2011), prosiding konferensi adalah publikasi rekord yang berasal dari konferensi, kongres, simposium atau berbagai jenis pertemuan lain yang biasanya diselenggarakan/disponsori oleh asosiasi profesi. Makalah yang dimuat adakalanya tidak dilengkapi dengan abstrak. Prosiding konferensi juga didefinisikan sebagai catatan perkantoran (official record ) yang dihasilkan dalam pertemuan. Pada umumnya prosiding tersedia dalam bentuk booklet tercetak berisikan makalah yang dipresentasikan dalam konferensi atau berbagai pertemuan. Prosiding konferensi merupakan salah satu sumber informasi utama yang digunakan untuk mengembangkan berbagai penelitian, terutama di bidang ilmu pengetahuan, rekayasa dan teknologi. Pada umumnya di dalam konferensi konferensi dapat muncul berbagai terobosan baru serta perdebatan yang disaksikan oleh publik / peserta konferensi (Rajgoli, I.U; 2011). Prosiding konferensi merupakan sumber informasi penting bagi ilmuwan, untuk digunakan sebagai tambahan sumber informasi yang berasal dari jurnal/majalah. Keberadaan berbagai konferensi menunjukkan adanya respon yang baik terhadap penelitian - penelitian terbaru serta akan menarik para peserta untuk memberikan masukan kepada hasil penelitian yang dipaparkan, sehingga prosiding merupakan publikasi hasil penelitian yang sudah mendapatkan masukan/kritik dari peserta konferensi. (Rajgoli, I.U; 2011). Drott, C.M. (1995) dalam Cynthia Lisee; Vincent Lariviere dan Eric Archambault (2008) menyatakan bahwa prosiding memiliki fungsi di dalam sistem komunikasi ilmiah yang lebih kompleks serta bermakna lebih dari sekedar materi awal (preliminary material) yang akan disajikan dalam jurnal ilmiah. Secara spesifik, fungsi prosiding yang pertama adalah membantu peneliti untuk meningkatkan kualitas hasil penelitiannya berdasarkan masukan dari para peserta konferensi sebelum dikirim ke suatu jurnal ilmiah. Di samping itu, dalam suatu konferensi dimungkinkan diadakan tukar menukar pengalaman maupun ide dalam suatu bidang penelitian. Di dalam prosiding juga dimungkinkan dimuat makalah –makalah pendek atau makalah yang terlalu panjang yang sulit untuk diakomodasi dalam sebuah jurnal. Cynthia Lisee; Vincent Lariviere dan Eric Archambault (2008), menyatakan bahwa secara tradisional makalah dalam prosiding hasil konferensi maupun sejenisnya dapat dikategorikan sebagai prototipe makalah, namun dalam literature terbaru disebutkan bahwa makalah prosiding konferensi dan sejenisnya termasuk dalam produk akhir dari sebuah penelitian ilmiah. Montesi dan Owen, M. (2008) dalam Lisee, C dkk; (2008) menyatakan bahwa peran prosiding dan artikel jurnal di bidang software engineering dapat digunakan untuk mengukur kemampuan dalam inovasi serta mengusulkan ide – ide baru, sedangkan publikasi dalam jurnal memberikan kontribusi lebih kuat dalam membangun suatu basis pengetahuan. Penelitian dari Elisha R.T, Chiware dan Deborah Becker (2018) terhadap tesis dan disertasi dari para mahasiswa dalam bidang Sistem Informasi dan Ilmu Komputer dari Cape Peninsula University of Technology dari 2005 – 2014; menunjukkan bahwa sitiran yang berasal dari makalah prosiding berada pada urutan ke empat setelah artikel jurnal, buku dan sumber online. Hal tersebut menunjukkan bahwa makalah dalam prosiding merupakan salah satu sumber informasi penting yang selalu disitir di dalam tesis serta disertasi mahasiswa jursan Sistem Informasi dan Ilmu Komputer, Cape Peninsula University of Technology selama 2005–2014. Jacques, Wainer dkk (2011) juga melakukan penelitian pola bibliografi referensi yang digunakan dalam makalah yang dipublikasikan oleh Assosiation of Computer Machinery pada 2006, secara random dipilih sebanyak 665 referensi yang digunakan di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber informasi paling banyak disitir berturut-turut adalah 40% berupa makalah prosiding. Hal ini juga menunjukkan bahwa makalah prosiding berperan sebagai salah satu sumber informasi yang diperhitungkan. Kolaborasi penulis dalam prosiding Beberapa penelitian terdahulu mengenai kolaborasi penulis serta analisis bibliometrika yang dilakukan terhadap prosiding diantaranya adalah sebagai berikut. National Conference yang diselenggarakan oleh Kuvempu University College Librarians Association, Shivamogga, memuat 76 makalah yang ditulis oleh 126 orang, dikategorikan dalam 11 topik di bidang kepustakawanan dengan kontributor dosen/professor (24%), pustakawan (56%), research scholar (7,4%), mahasisa (2,40 %). Hasil penelitian menunjukkan bahwa artikel yang ditulis oleh penulis tunggal sebanyak 27 judul (35,52%), makalah ditulis oleh dua orang penulis sebanyak 19 makalah (25%), makalah yang ditulis oleh tiga orang penulis berjumlah 16 makalah (21,50%) dan sisanya adalah makalah yang ditulis oleh 4–6 judul (18%). (Chaman Sab, M.; Dharani Kumar P dan B. S. Birada ; 2016). Nestor L. Osorio dan Daniela Solomon (2017) melakukan penelitian terhadap konferensi yang diselenggarakan oleh Engineering Libraries Division (ELD) yang merupakan salah satu divisi dalam American Society for Engineering Education (ASEE) periode 1995–2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 594 makalah, dengan komposisi dipresentasikan berjumlah 428 judul dan 128 dalam bentuk poster. Tercatat kontributor konferensi sebanyak 552 orang dan sebanyak 73% merupakan penulis tunggal, penulis berkolaborasi dua orang berjumlah 15%, selanjutnya kolaborasi tiga orang penulis berjumlah 5,80% dan sisanya merupakan penulis berkolaborasi sebanyak empat orang atau lebih berjumlah 6,20%. Jika diamati dari kolaborasi institusi, maka sebagian besar (70,80%) adalah penulis yang berkolaborasi dari institusi yang sama, diikuti oleh penulis yang berasal dari dua institusi berbeda (9,40%) adapun sisanya terdistribusi diantara tiga atau lebih institusi. Studi bibliometrik yang dilakukan oleh Nrusingh Kumar Dash; Jyotshna Sahoo dan Basudev Mohanty (2015) terhadap Library Assesment Conference (LAC) Proceeding periode 2006 – 2014 menunjukkan bahwa dari 356 makalah yang dimuat di dalam prosiding tersebut terbagi ke dalam 25 kelompok diantaranya library as place, information literacy, organizational culture, information services, special collection, space, usability, value and impact, data, dan 1 kelompok dikategorikan sebagai lain – lain. Berdasarkan 356 makalah tersebut, diketahui bahwa makalah yang ditulis oleh penulis tunggal sebanyak 143 judul (40,17%), makalah yang ditulis oleh dua orang penulis berjumlah 117 judul (32,87%), makalah yang ditulis oleh tiga orang penulis berjumlah 52 judul (14,61%) dan makalah yang ditulis oleh lebih dari tiga orang adalah 44 judul (12,56%). Derajat kolaborasi penulis per tahun dimulai sejak 2006 diketahui berturut-turut adalah 0,56; 0,52; 0,59; 0,61; 0,66; dan 0,60. Dengan demikian, derajat kolaborasi penulis mulai terlihat konstan sejak 2010 dengan indikasi para penulis lebih banyak melakukan kolaborasi.

Method

Penelitian ini menggunakan metode bibliometrik dengan sumber data yang digunakan adalah makalah yang dipresentasikan dala Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia periode 2013 – 2018. Data yang dikumpulkan adalah jumlah makalah, penulis, dan tahun penyelenggaraan konferensi. Selanjutnya data diolah menggunakan Microsof Excel yang disajikan dalam bentuk tabel dan gambar, kemudian dilakukan pembahasan secara deskriptif serta dilakukan penarikan kesimpulan.

Result & Discussion

Hasil penelitian dapat dicermati dari tabeltabel berikut ini. Distribusi Makalah Berdasarkan Tahun Jumlah makalah per periode konferensi dapat dilihat dari Tabel 3 dan Gambar 1. Berikut ini makalah dengan jumlah yang sama berada pada tahun 2013, 2015, 2016, 2017 yaitu sebanyak 16 judul (15,68%). Tabel 3. Distribusi makalah berdasarkan tahun konferensi 2013 - 2018 No Tahun konferensi Jumal makalah Persentase (%) 1 2013 16 15,68 2 2014 18 17,65 3 2015 16 15,68 4 2016 16 15,68 5 2017 16 15,68 6 2018 20 19,61 Jml 102 100 Gambar 1. Jumlah makalah KPDI 2013 – 2018 Pada 2014 dan 2018 dijumpai jumlah yang berbeda yaitu masing – masing sebesar 16 judul dan 20 judul makalah. Hal ini diduga karena pada awalnya Komite Pengarang sudah menentukan jumlah makalah yang akan diterima dalam konferensi sebanyak 16 judul, namun mengingat banyaknya makalah yang berkualitas, maka untuk mengakomodasi kepentingan pustakawan dalam penulisan karya ilmiah khususnya makalah konferensi maka pada tahun – tahun tersebut makalah yang diterima menjadi lebih banyak dari yang sudah ditetapkan. Jumlah Penulis Tunggal dan Penulis Kolaborasi Berdasarkan Tabel 4 dan Gambar 2 berikut ini dapat diketahui bahwa dari 102 makalah yang disampaikan dalam KPDI 2013 – 2018 dijumpai penulis tunggal sebanyak 69 orang (67,65%) dan penulis berkolaborasi sebanyak 33 orang (32,35%). Tabel 4. Jumlah publikasi yang ditulis oleh penulis tunggal dan penulis kolaborasi No Tahun Penulis tunggal Penulis kolaborasi Total makalah Persentase penulis tunggal Persentase penulis kolaborasi 1 2013 11 5 16 68,75 31,25 2 2014 14 4 18 77,78 22,22 3 2015 8 8 16 50,0 50,0 4 2016 16 0 16 100 0 5 2017 12 4 16 75,0 25,0 6 2018 8 12 20 40,0 60,0 Jumlah 69 33 102 67,65 32,35 Gambar 2. Distribusi penulis tunggal dan penulis berkolaborasi Derajat kolaborasi penulis Perhitungan derajat kolaborasi dilakukan menggunakan rumus K. Subramanyam, (1983), maka: C = Nm / Nm + Ns C = Derajat kolaborasi Nm = Jumlah artikel yang ditulis oleh multi penulis Ns = Jumlah artikel yang ditulis oleh penulis tunggal C = 33/ 33+69 = 0, 32 Berdasarkan perhitungan derajat kolaborasi diperoleh hasil sebesar 0,32. Hal ini menunjukkan bahwa penulis tunggal lebih banyak dibandingkan penulis berkolaborasi. Dengan demikian, analisis pada butir 3.2 yang menyatakan bahwa penulis tunggal sebesar 67,65% dan penulis berkolaborasi sebesar 32,35% sesuai dengan nilai dari derajat kolaborasi yang nilainya < 1. Nilai derajat kolaborasi ini lebih rendah dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Nrusingh Kumar Dash; Jyotshna Sahoo dan Basudev Mohanty ( 2015) terhadap Library Assesment Conference (LAC) Proceeding periode 2006 – 2014, dengan hasil nilai derajat kolaborasi terkecil adalah sebesar 0,56. Pola Kepengarangan Pola kepengarangan penulis KPDI 2013– 2018 dapat dicermati dari Tabel 5 dan Gambar 4 berikut. Makalah yang ditulis oleh penulis tunggal sebanyak 69 judul (67,65%). Selanjutnya, makalah yang ditulis oleh dua orang berjumlah 22 judul (21,56%), makalah yang ditulis oleh tiga orang penulis berjumlah 10 judul (9,80%) dan makalah yang ditulis oleh empat orang penulis berjumlah 1 judul (0,98%). Kondisi tersebut serupa dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Nrusingh Kumar Dash; Jyotshna Sahoo dan Basudev Mohanty (2015) terhadap Library Assesment Conference (LAC) Proceeding periode 2006 – 2014 mNrusingh Kumar Dash; Jyotshna Sahoo dan Basudev Mohanty ( 2015) terhadap Library Assesment Conference (LAC) Proceeding periode 2006–2014 yang menyatakan bahwa dari 356 makalah dalam prosiding tersebut diketahui bahwa makalah yang ditulis oleh penulis tunggal sebanyak 143 judul (40,17%). Kondisi ini juga serupa dengan hasil penelitian dari Nestor L. Osorio dan Daniela Solomon (2017) yang melakukan penelitian terhadap konferensi American Society for Engineering Education (ASEE) periode 1995– 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 594 makalah dengan komposisi dipresentasikan berjumlah 428 judul dan 128 dalam bentuk poster. Tercatat kontributor konferensi sebanyak 552 orang dan sebanyak 73% merupakan penulis tunggal. Tabel 5. Pola Kepengarangan No Jumlah Penulis Jumlah Makalah Total Penulis Persentase (%) 1 Single/tunggal 69 69 67,65 2 Dua orang 22 44 21,56 3 Tiga orang 10 30 9,80 4 Empat orang 1 4 0,98 Jumlah 102 147 Gambar 3. Jumlah Makalah vs Jumlah Penulis Jumlah Rata Rata Penulis per Makalah Rata-rata penulis untuk setiap makalahnya dapat diketahui dari Tabel 6 dan Gambar 4 berikut ini. Tahun 2018 merupakan tahun dimana perbandingan penulis dibandingkan makalah rata-rata menduduki peringkat tertinggi yaitu 1,75, adapun posisi terendah berada pada tahun 2016 dengan nilai 1,0. Secara rata-rata 2013–2018 nilai perbandingan yang ada sebesar 1,44. Dengan demikian dapat diketahui bahwa setiap makalah ditulis lebih dari satu orang. Tabel 6. Jumlah Penulis per Artikel Tahun Total Makalah Total Penulis Rata-rata Penulis/ Makalah 2013 16 24 1,50 2014 18 24 1,33 2015 16 27 1,69 2016 16 16 1,00 2017 16 21 1,31 2018 20 35 1,75 Total 102 147 1,44 Gambar 4. Distribusi Penulis/Makalah KPDI Tahun 2013–2018 Produktivitas penulis Produktivitas penulis makalah pada KPDI periode 2013-2018 dapat diketahui dari Tabel 7 berikut ini. Pada posisi pertama tercatat Deden Sumirat yang merupakan penyumbang makalah terbanyak yaitu 5 judul, diikuti oleh Fiqru Mafar, Firman Ardiansyah, Himawanto, Irhammi Ali, Irma Irawati Ibrahim dan M. Syafi Nasution yang berada di peringkat ke dua dengan jumlah makalah sebanyak 3 judul. Pada posisi ke tiga tercatat Ambar Yoganingrum, Adin Bondar, Endang Fatmawati, Fransiska Timoria Samosir, Ira Maryati, Kalarensi Naibaho, Parhan Hidayat, Suharyanto, Sulistyo Basuki Yani Asih dan Wahid Nashihuddin masing-masing menyumbangkan dua makalah. Tabel 7. Penulis Yang Menulis > 1 Judul Nama Frekuensi Deden Sumirat 5 Fiqru Mafar 3 Firman Ardiansyah 3 Himawanto 3 Irhamni Ali 3 Irma Irawati Ibrahim 3 M. Syafii Nasution 3 Ambar Yoganingrum 2 Adin Bondar 2 Endang Fatmawati 2 Fransiska Timoria Samosir 2 Ira Maryati 2 Kalarensi Naibaho 2 Parhan Hidayat 2 Suharyanto 2 Sulistyo Basuki 2 Yani Asih 2 Wahid Nashihuddin 2

Conclusion

Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa selama penyelenggaraan KPDI periode 2013-2018, tercatat sebanyak 102 makalah dipresentasikan oleh sebanyak 147 penulis dengan komposisi makalah yang ditulis oleh penulis tunggal sebanyak 69 judul (67,65%) dan makalah yang ditulis secara berkolaborasi sebanyak 33 judul (32,35%). Pola kepengarangan menunjukkan bahwa penulis tunggal mendominasi. Hal ini sesuai dengan nilai derajat kolaborasi yaitu sebesar 0,32 dan Deden Sumirat merupakan penulis paling aktif yang menyumbangkan makalah sebanyak 5 judul makalah.