РЕМЕТAAN REPOSITORI JURNAL DI INDONESIA DALAM KAITAN KORIDOR PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL INDONESIA
Perpustakaan Nasional RI; Perpustakaan Nasional RI
Abstrak
Pemerintah RI melalui RPJMN 2014-2019 membuat Kebijakan Pengembangan Kawasan Strategis melalui percepatan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi wilayah dengan memaksimalkan keuntungan aglomerasi, menggali potensi dan keunggulan daerah dan peningkatan efisiensi dalam penyediaan infrastruktur di setiap daerah. Untuk itu peningkatan aksesibilitas terhadap akses informasi menjadi amat penting untuk meningkatkan perekonomian daerah. Perkembangan teknologi informasi melalui pengembangan repositori memungkinkan akses informasi untuk mendiseminasikan informasi dalam menghasilkan setiap kebijakan perencanaan pembangunan. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai penelitian yang dihasilkan oleh universitas di daerah melalui repositori jurnal yang dihasilkan sesuai dengan kebijakan pemerintah. Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 1.355 repositori jurnal yang tersebar di 5 wilayah yaitu Jawa-Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara-Maluku dan Papua. Pengolahan data dilakukan dengan pendekatan data mining. Hasil temuan yang diperoleh dari kajian ini adalah bahwa repositori jurnal saat ini masih didominasi oleh Jawa-Bali, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara-Maluku-Papua, sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian-penelitian yang dilakukan di seluruh daerah di Indonesia belum sinkron dengan perencanaan RPJMN 2019-2019.
Abstract
Indonesia through National Medium Term Development Plan 2014-2019 (RPJMN 2014-2019) has established a Strategic Area Development Policy through accelerating the development of regional economic growth centers by maximizing agglomeration benefits, exploring regional potentials and improving infrastructure provision efficiency in each region. It is therefore necessary to improve accessibility to information to increase the economy in the region. The development of repository as part of information technology development allows access to information to disseminate information in generating any development planning policy. This study discussed if researches done by regional universities, through journal repositories produced, meet the government policy. The samples in the study are 1,355 journal repositories spread in 5 areas of Java-Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara-Maluku and Papua. As the processing data, the study applied data mining approach. It was obtained that the current journal repositories are still dominated by Java-Bali, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara-Maluku-Papиa. Accordingly, it can be concluded that researches conducted in the regions in Indonesia have not met the RPJMN 2014-2019.
Keywords:
Institutional Repository
· National Planning Development
· Indonesia Mid-Term National Planning
Introduction
Indeks kompetitif Negara Republik Indonesia tahun 2016 menempati peringkat ke 37 dari 140 negara. Salah satu indeks kompetitif diukur berdasarkan inovasi yang dikembangkan. Untuk meningkatkan inovasi pemerintah merencanakan enam koridor perekonomian yang diharapkan menjadi penopang inovasi mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Isu utama pembangunan wilayah nasional saat ini adalah masih besarnya kesenjangan antar wilayah, khususnya kesenjangan pembangunan antara Kawasan Barat Indonesia (KBI) dan Kawasan Timur Indonesia (KTI). Sehubungan dengan hal tersebut, arah kebijakan utama pembangunan wilayah nasional difokuskan pada percepatan pengurangan kesenjangan pembangunan antar wilayah. Oleh karena itu, diperlukan arah pengembangan wilayah yang dapat mendorong transformasi dan akselerasi pembangunan wilayah KTI, yaitu Sulawesi, Kalimantan, Maluku, Nusa Tenggara dan Papua, dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan di wilayah Jawa-Bali dan Sumatera. Pemerintah Republik Indonesia melalui RPJMN 2014-2019 membuat Kebijakan Pengembangan Kawasan Strategis melalui percepatan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi wilayah dengan memaksimalkan keuntungan aglomerasi, menggali potensi dan keunggulan daerah, serta peningkatan efisiensi dalam penyediaan infrastruktur. Pendekatan ini pada intinya merupakan integrasi dari pendekatan sektoral dan regional. Pengembangan tersebut perlu didukung dengan riset dan pengembangan oleh lembaga penelitian di wilayah tersebut agar dapat memberikan masukan dan arahan mengenai potensi wilayah yang perlu dikembangan sesuai dengan amanat RPJMN 2014-2019. Pengembangan wilayah didasarkan pada potensi dan keunggulan daerah serta lokasi geografis yang strategis di masing-masing pulau. Pengembangan yang dilakukan pada pulau-pulau tersebut bukan hanya melalui pengembangan infrastruktur saja, namun juga melakukan pengembangan pusat penelitian untuk menunjang keberhasilan dalam peningkatan inovasi dan pertumbuhan ekonomi. Peningkatan inovasi untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia dilakukan melalui penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi dengan melakukan reorientasi inovasi berbasis riset, agar menghasilkan produk riset yang dihilirkan ke industri, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Berbagai produk riset unggulan telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas. Untuk itu, pembangunan jejaring dan sinergi dengan dunia industri sangat diperlukan, di samping aksesibilitas informasi antar anggota jejaring itu sendiri. Aksesiblitas akses informasi menjadi amat penting untuk meningkatkan penelitian pada suatu daerah. Hal ini sangat mempengaruhi jumlah ketersediaan informasi yang bisa di akses oleh masyarakat. Perkembangan teknologi informasi memungkinkan lembaga untuk mempublikasikan informasi yang dimilikinya melalui teknologi repositori jurnal institusi. Repositori jurnal banyak dikembangkan oleh universitas dan lembaga penelitian. Pembangunan repositori menjadi tren yang semakin luas karena banyak keuntungan yang dapat diperoleh. Bagi lembaga, kepemilikan repositori akan meningkatkan posisi dan prestise, sehingga dapat dijadikan materi promosi untuk menarik pendanaan riset, peneliti potensial, dan mahasiswa yang berkualitas untuk masuk ke lembaga tersebut. Di samping itu, lembaga yang memiliki banyak repositori juga akan lebih berperan di dunia akademik. Bagi ilmu pengetahuan, repositori dapat menjadi sarana preservasi dokumen, baik dalam bentuk konvensional maupun bentuk digital, sekaligus meningkatkan interaksi dan komunikasi ilmiah. Bagi peneliti maupun akademisi, repositori dapat dijadikan bahan promosi, diseminasi, dan meningkatkan dampak karya tulis mereka (Mondoux & Shiri 2009; Poltronieri et al. 2010; Veiga de Cabo & Martín-Rodero 2011; Westell 2006). Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) merupakan institusi yang memiliki peran dalam menghimpun data koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan di lingkup nasional serta melestarikan karya budaya anak bangsa dalam bentuk bahan perpustakaan. Salah satu sarana berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang dibangun dan dikembangkan untuk kegiatan penghimpunan koleksi ini adalah portal Indonesia Onesearch yang dapat diakses melalui alamat http://onesearch.id. Melalui portal Indonesia Onesearch yang diluncurkan pada tahun 2015, Perpusnas telah berhasil menghimpun metadata dari 3.381 repositori jurnal yang dimiliki institusi perguruan tinggi dari seluruh wilayah Indonesia (per Maret 2017). Masalah yang akan dibahas dalam kajian ini adalah sejauh mana penelitian yang dihasilkan oleh universitas di daerah melalui repositori jurnal telah sesuai dengan kebijakan pemerintah pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Hasil dari penelitian diharapkan mampu menunjukan kesesuaian antara lembaga penelitian di daerah dengan konsep pengembangan wilayah berdasarkan RPJMN 2015-2019. B. TINJAUAN LITERATUR. Koridor Pembangunan Ekonomi Indonesia. Koridor pembangunan ekonomi Indonesia didasarkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019. Perencanaan ini merupakan tahap ketiga dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025 yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden No. 2 Tahun 2015 yang telah ditandatangani tanggal 8 Januari 2015. RPJMN 2015-2019 ini selanjutnya menjadi pedoman bagi kementerian/lembaga dalam menyusun Rencana Strategis kementerian/lembaga (Renstra-KL) dan menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam menyusun atau menyesuaikan rencana pembangunan daerahnya masing-masing dalam rangka VISI PUSTAKA Vol. 20 No. 1 April 2018 pencapaian sasaran pembangunan nasional. Untuk pelaksanaan lebih lanjut, RPJMN kemudian dijabarkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang menjadi pedoman bagi penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). Berdasarkan buku II RPJMN 2015-2019, pembangunan negera Indonesia dibagi menjadi beberapa wilayah. Rencana pengembangan wilayah didasarkan pada potensi dan keunggulan daerah serta lokasi geografis yang strategis di masing-masing pulau sebagai berikut: 1. Pembangunan Wilayah Pulau Sumatera sebagai salah satu pintu gerbang Indonesia dalam perdagangan internasional dan lumbung energi nasional, diarahkan untuk pengembangan hilirisasi komoditas batu bara, serta industri berbasis komoditas kelapa sawit, karet, timah, bauksit, dan kaolin. tekstil, otomotif, 2. Pembangunan Wilayah Pulau Jawa-Bali sebagai "lumbung pangan nasional" dan pendorong sektor industri dan jasa nasional dengan fokus pengembangan industri makanan-minuman, alutsista, telematika, kimia, alumina dan besi baja; salah satu pintu gerbang destinasi wisata terbaik dunia dengan pengembangan ekonomi kreatif; serta percepatan pembangunan ekonomi berbasis maritim (kelautan) melalui pengembangan industri perkapalan dan pariwisata bahari. 3. Pembangunan Wilayah Pulau Kalimantan sebagai salah satu "paru-paru dunia" dengan mempertahankan luasan hutan Kalimantan; dan lumbung energi nasional dengan pengembangan hilirisasi komoditas batu bara, bauksit, bijih besi, gas alam cair, pasir zirkon dan pasir kuarsa, serta pengembangan food estate, pengembangan industri berbasis komoditas kelapa sawit dan karet. 4. Pembangunan Wilayah Pulau Sulawesi sebagai salah satu pintu gerbang Indonesia dalam perdagangan internasional dan pintu gerbang Kawasan Timur Indonesia dengan pengembangan industri berbasis logistik; serta lumbung pangan nasional dengan pengembangan industri berbasis kakao, padi, jagung; dan pengembangan industri berbasis rotan, aspal, nikel, dan biji besi; serta percepatan pembangunan ekonomi berbasis maritim (kelautan) melalui pengembangan industri perikanan dan pariwisata bahari. 5. Pembangunan Wilayah Kepulauan Nusa Tenggara - Maluku - Papua. Wilayah Nusa Tenggara sebagai pintu gerbang pariwisata ekologis melalui pengembangan industri Meeting, Incentive, Convetion, Exhibition (MICE); penopang pangan nasional dengan percepatan pembangunan perekonomian berbasis maritim (kelautan) melalui pengembangan industri perikanan, garam, dan rumput laut; pengembangan industri berbasis peternakan terutama sapi, jagung; serta pengembangan industri mangan, dan tembaga. Pembangunan Wilayah Kepulauan Maluku sebagai "produsen makanan laut dan lumbung ikan nasional" dengan percepatan pembangunan perekonomian berbasis maritim (kelautan) melalui pengembangan industri berbasis komoditas perikanan; serta pengembangan industri pengolahan berbasis nikel dan tembaga. Pembangunan Wilayah Pulau Papua sebagai lumbung pangan melalui pengembangan industri berbasis komoditas padi, jagung, kedelai, kacang tanah, sagu, ubi, sayur dan buah-buahan, serta pengembangan peternakan dan tanaman non-pangan, seperti tebu, karet, dan kelapa sawit; percepatan pembangunan ekonomi berbasis maritim (kelautan) melalui pengembangan pariwisata bahari; serta lumbung energi di Kawasan Timur Indonesia melalui pengembangan minyak, gas bumi, dan tembaga. Repositori Jurnal di Indonesia. Saat ini Institusi perguruan tinggi, museum, pemerintah, dan organisasi dunia lainnya menyimpan harta karun yang telah disembunyikan dalam tumpukan arsip, ruang bawah tanah, loteng, dan berbagai perangkat penyimpanan lainnya. Harta yang dimaksud ini mencakup materi ilmiah, teknologi, budaya, seni, dan sejarah yang umumnya tidak tersedia bagi pencari informasi dan masyarakat umum. Sistem repositori diciptakan untuk mengelola, melestarikan, dan memelihara aset digital dan hasil penelitian. Pengembangan repositori banyak dilakukan di universitas. Studi menemukan bahwa sebagian besar pembangunan repositori penelitian ini dimulai pada atau setelah tahun 2010. Temuan ini juga menunjukkan bahwa repositori di perguruan tinggi yang ada di Indonesia masih dalam tahap adopsi awal. Praktik pencatatan atau penghapusan objek digital dalam jumlah signifikan repositori yang dianalisis (56,25%) menunjukkan bahwa, institusi perguruan tinggi di Indonesia masih dalam tahap bereksperimen dengan repositori yang dimiliki. Studi juga menemukan bukti-bukti yang menyiratkan bahwa perguruan tinggi bermaksud membuat konten repositori yang tersedia bagi khalayak domestik maupun internasional. Jenis karya ilmiah yang dominan tersimpan dalam repositori mereka adalah tesis dan disertasi, diikuti oleh jurnal yang dipublikasikan. Catatan perguruan tinggi dan karya yang tidak dipublikasi juga relatif banyak ditemukan, yaitu kurang lebih setengah dari repositori yang disurvei. Saat ini jumlah repositori yang cukup kecil ysebanyak 26,9% yang membuat semua atau sebagian besar isinya dapat diakses sebagai dokumen teks lengkap untuk umum (Liauw, 2017). Banyak perguruan tinggi yang mengalih mediakan semua terbitan penelitian yang mereka miliki ke dalam bentuk digital dan menciptakan terbitan baru secara periodik yaitu jurnal dalam bentuk digital. Ada kecenderungan tren jurnal online akan berlanjut, memberikan penghematan biaya pada institusi pengguna dan penerbit jurnal. Syaratnya adalah ada biaya yang signifikan bagi penerbit dalam membangun platform untuk pengiriman secara online, yang telah mendorong konsolidasi di industri ini. Untuk perpustakaan, akses online uga mengurangi kebutuhan ruang pajang untuk menyimpan jurnal tercetak. Memulai jurnal online sejak edisi pertama yang berarti membuat artikel dibuat mulai tahap produksi, sampai dengan selesai terbebas pencetakan, saat ini jurnal online adalah jurnal yang tidak dibatasi pada geografis atau wilayah. Repositori menyediakan sarana untuk menggali informasi ini dan membawa mereka ke arah yang lebih baik. Untuk itu perlu adanya advokasi yang mendukung tujuan dan ruang lingkup repositori jurnal dan mengkomunikasikannya kepada semua pihak. Perlukan repositori jurnal terdistribusi terpusat atau terdistribusi secara terbatas akan berjalan dengan baik?, untuk itu diperlukan suatu konsensus mengenai isu-isu kunci dan standar teknis. Repositori jurnal di Indonesia masih terbatas pada pengarsipan diri oleh penulis atau mungkin termasuk keluaran intelektual dan dokumen bisnis dan administratif untuk keseluruhan institusi. Banyak institusi di Indonesia memiliki harta yang hanya diketahui oleh beberapa orang.
Method
Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif deskrtiptif agar dapat menjelaskan fenomena yang ada dengan menggunakan angka-angka untuk menyandarkan karakteristik individu atau kelompok (Syamsudin & Damiyanti: 2011). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran karakteristik penelitian di Indonesia berdasarkan koridor pengembangan ekonomi Indonesia. Pengambilan Data Data dalam penelitian ini bersumber dari portal web jejaring perpustakaan digital Indonesia Onesearch (IOS) yang dibangun dan dipelihara oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Portal web IOS merupakan sebuah pintu pencarian tunggal untuk semua koleksi publik dari perpustakaan, museum, dan arsip di seluruh Indonesia. Pengambilan data dilakukan pada periode triwulan III tahun 2017 yaitu akhir September 2017. Data diambil VISI PUSTAKA Vol. 20 No. 1 April 2018 melalui proses data mining. Data mining merupakan serangkaian proses untuk menggali nilai tambah berupa informasi yang selama ini tidak diketahui secara manual dari suatu basisdata dengan cara melakukan analisis pola-pola dari data kemudian mengolahnya menjadi informasi yang lebih berharga dengan cara mengekstraksi dan mengenali pola yang penting atau menarik dari data yang terdapat dalam basisdata (Han, 2006). Data yang diambil difokuskan pada subjek dari repositori jurnal institusi yang tergabung dalam portal web IOS. Berdasarkan analisis dari sisi kelengkapan data terhadap 3.381 repositori jurnal di Indonesia pada portal Indonesia Onesearch (IOS), memperlihatkan hasil sebagai berikut: Tidak lengkap mengisi metadata "Lengkap mengisi metadata Grafik 1. Kelengkapan metadata repositori Grafik 1 memperlihatkan bahwa saat ini masih banyak perguruan tinggi di Indonesia yang tidak mengisi metadata repositori jurnalnya secara lengkap pada portal web IOS. Hasil temuan memperlihatkan sebanyak 2.026 repositori jurnal tidak memiliki metadata repositori jurnal secara lengkap. Metadata merupakan elemen penting dalam kegiatan pencarian data. Melalui metadata, informasi dari sebuah bahan perpustakaan akan lebih mudah dipetakan. Sebuah repositori pada umumnya menyertakan metadata yang berasal dari jangkauan subjek tertentu dengan penekanan pada jenis informasi yang mereka bagi (Chapman, 2009). Dari hasil analisis kelengkapan data ini, sebanyak 60% repositori jurnal tidak dilengkapi dengan metadata subjek dan sebanyak 40% lainnya tidak dilengkaрі engan data lokasi. Sementara itu, sebanyak 1.355 repositori jurnal telah dilengkapi dengan metadata yang terdiri atas Title, Library Name, Institution, City, OAI Base, Prefix, Format, Software, Subjects, Groups, 1OS Page. Berdasarkan hasil analisa kelengkapan data tersebut di atas, maka penelitian ini dibatasi pada repositori yang telah memiliki metadata secara lengkap sehingga sesuai dengan kebutuhan dari penelitian ini. Pengolahan & Analisa Data Data yang terkumpul diolah melalui proses pengolahan data mining, yang dimulai dengan seleksi terhadap data yang akan digunakan. Setelah proses tersebut dilakukan prapengolahan yang bertujuanuntukmembersihkan data yang tidak sesuai dan inkonsisten. Proses selanjutnya adalah melakukan pengelompokan subjek menurut buku RPJMN III 2015-2019. Buku yang menjadi pedoman pembangunan tersebut membagi pengembangan ekonomi di Indonesia menjadi beberapa kelompok subjek, yaitu: Ekonomi & Jasa Industri Pariwisata Pertanian & Peternakan Pertambangan dan Energi. Data-data dalam repositori yang diteliti akan dikelompokkan ke dalam lima subjek tersebut. Sementara, subjek keilmuan yang tidak masuk di dalamnya akan dimasukkan ke dalam kelompok subjek penunjang atau lain-lain. Proses selanjutnya adalah pengayaan data dengan mengambil informasi geografis dan data koridor pembangunan ekonomi Indonesia. Sebagai langkah terakhir, dilakukan interpretasi data penelitian di daerah yang cocok dengan kebijakan pemerintah dan dicocokkan dengan koridor pembangunan ekonomi Indonesia RPJMN 2014-2019. Diharapkan dari pengolahan terhadap data-data tersebut akan terlihat daerah mana saja yang melakukan pengembangan riset berdasarkan koridor pembangunan ekonomi Indonesia menurut RPJMN 2014-2019.
Result
Hasil yang ditemukan pada penelitian ini terdiri atas kondisi repositori jurnal di wilayah Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara-Maluku-Papua. Berikut ini adalah rincian hasil penelitiannya: Sumatera Sumatera adalah pulau ke enam terbesar di dunia yang terletak di Indonesia dengan luas 473.481 km². Pulau ini kaya dengan hasil bumi. Dari lima propinsi terkaya di Indonesia, tiga diantaranya terdapat di pulau Sumatera, yaitu propinsi Aceh, Riau dan Sumatera Selatan. Dalam buku RPJMN 2014-2019, pulau Sumatera diposisikan sebagai gerbang Indonesia dalam perdagangan internasional dan lumbung energi nasional, diarahkan untuk pengembangan hilirisasi komoditas batu bara, serta industri berbasis komoditas kelapa sawit dan karet. Hasil utama pulau Sumatera ialah kelapa sawit, tembakau, minyak bumi, timah, bauksit, batu bara, dan gas alam. Dari sisi geografis, pulau Sumatera memiliki posisi yang cukup strategis baik itu pada koridor nasional, regional ASEAN, maupun global. Dalam konteks nasional, wilayah pulau Sumatera merupakan sentra produksi dan pengolahan hasil bumi, serta lumbung energi nasional. Peran Wilayah Pulau Sumatera tersebut didasarkan atas potensi dari hasil perkebunannya yang melimpah terutama pada komoditas karet dan kelapa sawit. Wilayah Pulau Sumatera juga memberikan kontribusi yang cukup besar bagi Indonesia pada sub sektor pertambangan dan batu bara. Karena posisi secara geografis yang cukup strategis maka Wilayah Pulau Sumatera menjadi salah satu pintu gerbang ekspor-impor perdagangan internasional. Hasil penelitian terhadap subjek repositori jurnal perguruan tinggi di Sumatera dapat dilihat pada tabel di berikut ini: Tabel 1. Pemetaan subjek pada repositori di wilayah pulau Sumatera No. Wilayah/Subjek Ekonomi Industri Pariwisata Pertanian Lain-lain Jumlah & Jasa & Peternakan 1 Nanggroe Atjeh Darussalam 2 6 - 7 12 27 2 Sumatera Utara 5 11 - 9 27 52 3 Sumatera Barat 4 13 5 3 19 44 4 Riau 7 12 - 7 21 47 5 Bengkulu - 1 1 2 2 6 6 Jambi 2 2 1 1 6 12 7 Sumatera Selatan - 15 2 1 5 23 8 Lampung 5 7 2 3 17 34 9 Bangka Belitung - 1 - - - 1 10 Kepulauan Riau - - - - - - 25 68 11 33 109 246 Tabel 1 memperlihatkan bahwa wilayah Sumatera memiliki 246 repositori jurnal yang terdiri atas 33 repositori jurnal di bidang pertanian dan peternakan, dan 25 repositori di bidang ekonomi dan jasa. Untuk bidang industri, Sumatera memiliki 68 repositori jurnal. Sisanya 109 repositori memiliki subjek lain-lain. Dari sisi wilayah, Sumatera Utara merupakan propinsi terbanyak yang memiliki repositori jurnal yaitu sebanyak 52 buah, disusul Riau 47 repositori, Sumatera Barat 44 repositori, Lampung 34 repositori, NAD 27 repositori, Sumatera Selatan 23 repositori, Jambi 12 repositori, propinsi Bengkulu 6 Repositori. Sementara itu, Bangka Belitung baru tercatat memiliki 1 repositori. Dari tabel 1 di atas dapat disimpulkan bahwa perguruan tinggi di Sumatera belum siap mendukung wilayahnya sebagai gerbang perdagangan internasional dan lumbung energi nasional, sebagai hilir dari komoditas batu bara, serta industri berbasis komoditas kelapa sawit dan karet. Padahal sesuai RPJMN 2015-2019 kawasan sumatera diharapkan mampu menjadi pemacu pembangunan kawasan industri di pulau Sumatera, yang akan menyasar pada titik-titik pertumbuhan di sepanjang garis Selat Malaka. Sumatera dirancang menjadi pusat pertumbuhan industri yang berbasis pertanian (agro) dan batubara. Pengembangan kawasan industri di Sumatera mendesak dilakukan agar terjadi pemerataan pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi tidak hanya terpusat di Jawa. Sedangkan sistem logistiknya akan lebih banyak memanfaatkan jalur laut dan kereta api. Agaknya perencanaan tersebut tidak di imbangi oleh jumlah penelitian yang memadai oleh universitas di wilayah Sumatera. Sedikitnya jumlah repositori jurnal yang tercatat sulit untuk dipetakan. Selain itu jumlah subjek jurnal masih didominasi oleh ilmu-ilmu lain penunjang industri, pertanian, pertambangan seperti pendidikan, agama, sosial dan budaya sehingga sinkronisiasi antara penelitian dan implementasi buku RPJMN 2015-2019 di wilayah Sumatera agak sulit diimplementasikan. Jawa-Bali Kawasan Jawa dan Bali merupakan kawasan Indonesia bagian barat dan tengah Indonesia. Wilayah ini memiliki posisi yang strategis dalam menunjang ketahanan pangan dan pengembangan pariwisata. Jawa-Bali merupakan pintu gerbang destinasi wisata terbaik dunia dengan pengembangan ekonomi kreatif dan percepatan pembangunan ekonomi berbasis maritim (kelautan) melalui pengembangan industri perkapalan dan pariwisata bahari. Dalam RPJMN 2015- 2019, kawasan Jawa dan Bali diperuntukkan sebagai lumbung pangan nasional, pendorong sektor industri dan jasa nasional dengan pengembangan industri makanan, minuman, tekstil, otomotif, alutsista, telematika, kimia, dan besi baja. Jawa-Bali merupakan induk perekonomian Indonesia dimana hampir 60% kegiatan ekonomi Indonesia berada di wilayah Jawa-Bali. Berdasarkan hasil temuan analisa data mengenai repositori jurnal institusi adalah sebagai berikut: Tabel 2.Pemetaan Repositori Wilayah Jawa-Bali No. Wilayah/Subjek Ekonomi Industri Pariwisata Pertanian Pertambangan Lain-Lain Jumlah & Peternakan & Energi 1 Bali 14 32 12 13 24 95 2 Banten 2 2 15 19 3 D.I Jogjakarta 15 26 5 7 89 142 4 DKI Jakarta 20 37 4 11 1 60 133 5 Jawa Barat 14 26 7 28 76 151 6 Jawa Tengah 36 41 8 15 1 83 184 7 Jawa Timur 55 67 15 13 60 210 Jumlah 156 231 51 87 2 407 934 Tabel 2 memperlihatkan bahwa Jawa-Bali merupakan wilayah dengan repositori jurnal institusi terbanyak di Indonesia, yaitu 934 repositori jurnal yang terdiri atas 156 repositori jurnal di bidang ekonomi, sementara itu di bidang industry, wilayah Jawa dan Bali memiliki jumlah terbanyak yaitu sebesar 231 repositori. Repositori jurnal bidang pariwisata, kawasan Jawa-Bali mempunyai 51 repositori jurnal dan repository jurnal subjek mengenai pertanian dan peternakan kawasan ini mempunyai 87 dan 2 repositori jurnal di bidang pertambangan dan energi. Sementara itu untuk repositori jurnal di bidang lainnya seperti sosial budaya dan pendidikan terdapat 407 repositori. Dari segi wilayah, propinsi Jawa Timur merupakan propinsi terbanyak yang memiliki repositori jurnal institusi, yaitu 210 repositori disusul Jawa tengah sebanyak 184 repositori, Jawa Barat sebanyak 151 repositori, D.I Yogyakarta 142 sebanyak repositori, DKI Jakarta sebanyak 133 repositori, Banten sebanyak 19 repositori, dan Bali sebanyak 95 repositori. Dari tabel 2 di atas menunjukkan bahwa perguruan tinggi di Jawa Bali telah mendukung RPJMN 20152019 mengenai pengembangan wilayah JawaBali sebagai pusat ekonomi dan jasa, lumbung pangan, pusat industri, kawasan pariwisata dan industri kreatif lainnya. Kalimantan Kalimantan merupakan pulau terbesar ketiga di dunia, terletak di sebelah utara pulau Jawa dan di sisi barat Pulau Sulawesi. Pulau Kalimantan terbagi menjadi wilayah Indonesia (73%), Malaysia (26%), dan Brunei (1%). Pulau Kalimantan merupakan salah satu paru-paru dunia. Untuk itu, pengembangan pulau ini dilakukan dengan mempertahankan luasan hutan Kalimantan. Wilayah Kalimantan juga akan dikembangkan melalui industri berbasis komoditas kelapa sawit, karet, bauksit, biji besi, gas alam cair, pasir zirkon, dan pasir kuarsa, serta hilirisasi komoditas batu bara disamping sebagai lumbung energi nasional. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap repositori jurnal yang dimiliki perguruan tinggi di wilayah Kalimantan, terlihat hasil sebagai berikut: Tabel 3.Pemetaan Repositori Wilayah Kalimantan No. Wilayah/Subjek Ekonomi Industri Pariwisata Pertanian Lain-lain Jumlah & Jasa & Peternakan 1 Kalimantan Selatan - - - 1 6 7 2 Kalimantan Timur 2 - - 2 1 5 3 Kalimantan Tengah - - - 1 3 4 4 Kalimantan Barat 6 10 1 3 11 31 5 Kalimantan Utara - - - 1 1 2 JUMLAH 8 10 1 8 22 49 Tabel 3 memperlihatkan bahwa wilayah Kalimantan memiliki 49 repositori jurnal. yang terdiri atas 8 repositori jurnal di bidang pertanian, 8 repositori di bidang ekonomi dan jasa. Repositori jurnal bidang industri, kawasan Kalimantan mempunyai 10 repositori jurnal dan untuk repositori jurnal di bidang lainnya seperti sosial, budaya, dan pendidikan diakomodir dalam 22 repositori. Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa masih banyak penelitian didominasi oleh subjek lainnya yang tidak langsung berhubungan dengan agenda RPJMN 2015-2019, seperti pendidikan, agama dan social budaya. Kalimantan Barat merupakan propinsi terbanyak dalam kepemilikan repositori jurnal, yaitu sebesar 31 repositori disusul Kalimantan Selatan 7 repositori, Kalimantan Timur 5 repositori, Kalimantan Tengah 4 repositori, dan Kalimantan Utara 2 repositori jurnal. Dari hasil paparan tabel 3 di atas juga diketahui bahwa perguruan tinggi di Kalimantan masih belum terlibat dalam agenda pengembangan wilayah Kalimantan sebagai lumbung energi nasional sebagaimana termaktub dalam RPJMN 2015-2019. Sulawesi Pulau Sulawesi dengan luas wilayah sekitar 174,600 km2 difokuskan pada pembangunan kawasan timur dan timur laut Indonesia. Secara administratif, pulau Sulawesi terbagi menjadi enam propinsi yaitu Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Topografinya sebagian besar bergunung dibandingkan wilayah datar (di bawah 50 m dpl) yang hanya berikisar 10,3% dari luas wilayah keseluruhan. Berdasarkan RPJMN 2015-2019, wilayah Sulawesi ditargetkan sebagai salah satu pintu gerbang Indonesia dalam perdagangan internasional dan pintu gerbang Kawasan Timur Indonesia dengan pengembangan industri berbasis logistik, lumbung pangan nasional dengan pengembangan industri berbasis kakao, padi, jagung, pengembangan industri berbasis rotan, aspal, nikel, dan biji besi, serta percepatan pembangunan ekonomi berbasis maritim (kelautan) melalui pengembangan industri perikanan dan pariwisata bahari. Dalam mendukung RPJMN 2015-2019, Sulawesi baru memiliki 103 repositori jurnal yang bisa dipetakan secara subjek. Berdasarkan analisis terhadap repositori jurnal penelitian yang berada di wilayah Sulawesi, terlihat hasilnya sebagai berikut: Tabel 4.Pemetaan Repositori Wilayah Sulawesi No. Wilayah/Subjek Ekonomi & Industri Pariwisata Pertanian Lain-lain Jumlah Jasa & Peternakan 1 Sulawesi Selatan - 1 - 7 27 35 2 Sulawesi Barat - - - - - - 3 Sulawesi Tengah - 3 - 3 14 20 4 Sulawesi Tenggara - - - 1 - 1 5 Gorontalo - - - - 5 5 6 Sulawesi Utara 7 14 2 6 13 42 JUMLAH 7 18 2 17 59 103 Tabel 4 memperlihatkan wilayah Sulawesi mempunyai 103 repositori jurnal terdiri atas 17 repositori jurnal di bidang pertanian dan peternakan, sementara itu di ekonomi wilayah Sulawesi memiliki jumlah sebanyak 7 repositori. Repositori jurnal bidang industri, kawasan Sulawesi mempunyai 18 repositori jurnal dan sementara itu untuk repositori jurnal dibidang lainnya seperti sosial, budaya, pendidikan terdapat 59 repositori dan 2 repositori jurnal di bidang pariwisata. Dari segi wilayah, propinsi Sulawesi Utara merupakan propinsi terbanyak dalam repositori jurnal yaitu sebesar 42 repositori jurnal disusul Sulawesi Selatan sebanyak 35 repositori, Sulawesi tengah 20 repositori, Sulawesi Tenggara 1 repositori dan Gorontalo 5 repositori jurnal. Dari hasil paparan tabel 3 bahwa perguruan tinggi di Sulawesi masih belum terlibat dalam agenda pengembangan wilayah Sulawesi sebagai lumbung pangan nasional dengan pengembangan industri berbasis kakao, padi, jagung; dan pengembangan industri berbasis rotan, aspal, nikel, dan biji besi; serta percepatan pembangunan ekonomi berbasis maritim (kelautan) melalui pengembangan industri perikanan dan pariwisata bahari sesuai agenda RPJMN 2015-2019. Seharusnya jurnal tersebut mendukung strategi pengembangan industri yang diusulkan untuk pengolahan hasil pertanian, sumberdaya mineral, industri bahan bangunan dan industri ringan serta industri pariwisata. Daya saing klaster industri harus diperkuat melalui perbaikan infrastruktur, pengelolaan kelembagaan dan pengembangan kapasitas. Beberapa studi kasus tentang pengembangan klaster telah dilakukan untuk klaster berbasis coklat, klaster pengolahan bahan makanan yang dikombinasikan dengan klaster daur ulang residu dan klaster bahan bakar nabati. Namun jika kita melihat pada jumlah repositori jurnal yang ada di Sulawesi saat ini masih terlihat dari jumlah repositori jurnal bidang pertanian dan industri masih sangat sedikit dan lebih banyak di dominasi oleh subjek lainnya yang secara tidak langsung berhubungan dengan agenda RPJMN 2015-2019. Nusa Tenggara-Maluku-Papua Wilayah pulau Nusa Tenggara memiliki posisi yang cukup strategis baik itu di koridor nasional maupun global. Dalam konteks nasional, wilayah pulau Nusa Tenggara merupakan lahan potensial produksi garam yang luas di Kawasan Timur Indonesia, mengingat kondisi geografisnya sebagai wilayah kepulauan yang dikelilingi lebih banyak sumber air laut. Peran wilayah pulau Nusa Tenggara dalam hal pariwisata bagi nasional didasarkan atas potensi keadaan alam terutama bahari. Dalam hal ini wilayah pulau Nusa Tenggara diharapkan menjadi etalase wisata ekologis, petualangan, budaya dan bahari serta kepariwisataan yang berbasis UKM. Wilayah pulau Maluku memiliki posisi yang cukup strategis baik itu di koridor nasional, regional ASEAN, dan global. Dalam konteks nasional, wilayah pulau Maluku merupakan lumbung ikan nasional di Indonesia. Peran wilayah pulau Maluku dalam hal sumber daya alam nasional didasarkan atas potensi dari sumber daya perikanan terutama perikanan tangkap dan perikanan laut. Wilayah Papua memiliki posisi yang cukup strategis baik itu di koridor nasional, regional ASEAN, dan global. Dalam konteks nasional, wilayah Papua merupakan lumbung pangan dan energi di Kawasan Timur Indonesia. Peran wilayah Papua dalam hal energi bagi nasional didasarkan atas potensi dari cadangan pertambangan terutama tembaga, sebagian besar eksplorasi dan pengolahan tembaga di Indonesia terpusat di Timika (Kabupaten Mimika). Sedangkan dalam hal pangan didasarkan pada potensi kelapa sawit, yaitu bahwa industri kelapa sawit Pulau Papua menjadi devisa negara terbesar, dan potensi tebu lahan untuk produksi tebu terluas di luar Jawa. Tabel 5.Pemetaan Repositori Wilayah Nusa Tenggara-Maluku-Papua No. Wilayah/Subjek Ekonomi & Industri Pariwisata Pertanian Penunjang Jumlah Jasa & Peternakan 1 Maluku - - 1 1 2 4 2 NTB 5 2 - 2 5 14 3 NTT - - - - - - 4 Papua 2 - - 3 - 5 5 Papua Barat - - - - - - JUMLAH 7 2 1 6 7 23 Tabel 5 memperlihatkan wilayah Nusa Tenggara-Maluku-Papua hanya mempunyai 23 repositori jurnal terdiri atas repositori jurnal di bidang pertanian dan peternakan sebanyak 6 repositori, sementara itu di ekonomi wilayah Nusa Tenggara-Maluku-Papua memiliki jumlah sebanyak 7 repositori. Repositori jurnal bidang industri, kawasan Nusa Tenggara-MalukuPapua mempunyai 2 repositori jurnal dan sementara itu untuk repositori jurnal dibidang lainnya seperti Sosial, Budaya, pendidikan terdapat 7 repositori dan 1 repositori jurnal dibidang pariwisata. Dari segi wilayah, propinsi NTB merupakan propinsi terbanyak dalam repositori jurnal yaitu sebesar 14 repositori jurnal disusul Papua sebanyak 5 repositori jurnal, Maluku 4 repositori, sementara propinsi Maluku Utara dan Papua Barat belum terlihat adanya repositori jurnal perguruan tinggi. Dari hasil paparan tabel 5 bahwa perguruan tinggi di Nusa Tenggara-Maluku-Papua masih belum terlibat dalam agenda pengembangan wilayah Nusa Tenggara-Maluku-Papua sebagai pusat pariwisata, industri dan ekonomi berbasis maritim (kelautan) melalui pengembangan industri perikanan dan pariwisata bahari sesuai agenda RPJMN 2015-2019.
Discussion
Pembangunan nasional pada saat ini, merupakan agregasi (gabungan) hasil-hasil pembangunan antardaerah dan antarsektor. Pembangunan nasional juga merupakan hasil sinergi berbagai bentuk keterkaitan, baik keterkaitan spasial, keterkaitan sektoral dan keterkaitan institusional. Sinergi tersebut dijabarkan dalam pembangunan daerah yang diarahkan pada pemerataan pembangunan di seluruh wilayah dengan mengoptimalkan potensi, keunggulan, dan daya dukung masingmasing wilayah. Di samping itu, pembangunan daerah juga diarahkan untuk meningkatkan keterkaitan antardaerah disertai dengan distribusi manfaat pertumbuhan yang adil dan proporsional. Untuk mewujudkan hal tesebut saat ini pemerintah berusaha mewujudkan perekonomian inklusif berbasis IPTEK dan keunggulan SDM. Pembangunan juga memerlukan manusia-manusia unggul sehingga perlu peningkatan kecerdasan dengan pendidikan, peningkatan kualitas kesehatan fisik warga negara, serta peningkatan kualitas mental SDM agar menciptakan perilaku positif dan konstruktif, tidak hanya di birokrasi, tapi di semua sektor. Penguatan kemampuan SDM dan Iptek dengan membangun BLK-BLK, SMK Kejuruan, Politeknik dan science dan techno park berbasis keunggulan daerah masingmasing. Terlihat dari repositori jurnal saat ini masih didominasi oleh Kawasan Barat Indonesia yaitu Sumatera-Jawa-Bali. Kawasan Barat Indonesia saat ini memegang hampir 87 % repositori jurnal di Indonesia sementara itu Kawasan Timur Indonesia (KTI) hanya memegang 13% repositori jurnal di Indonesia. Namun agaknya pengembangan perekonomian inklusif berbasis IPTEK dan keunggulan SDM masih sulit dilakukan karena adanya disonansi antara sumber informasi yang tersedia dengan jumlah masyarakat yang membutuhkan. Sebagai contoh implementasi kebijakan RPJMN untuk Kawasan Indonesia Timur (KIT) masih jauh dari harapan, KIT diharapkan mampu menjadi lumbung energi nasional dan kawasan perekenomian dan perindustrian berbasis maritim, namun jumlah penelitian tentang subjek tersebut sangat sedikit. Kondisi ini tentu akan sangat mempengaruhi kebijakan pengembangan ekonomi local setempat karena tidak adanya kajian dan penelitian mengenai potensi daerah mengenai subjek yang seharusnya dikembangkan menurut RPJMN 2015-2019. Peran repositori jurnal perlu diperkuat melalui kebijakan open access dan open data terhadap karya ilmiah. Hal ini penting karena perguruan tinggi adalah sumber penting penelitian & pengembangan. Lebih dari 50% penelitian dasar yang menghasilkan terobosanterobosan pemikiran yang memungkinkan munculnya industri-industri baru dilaksanakan di perguruan tinggi. Perguruan tinggi memiliki misi yang lebih luas dalam menerjemahkan hasil litbang menjadi produk dan perusahaan baru 15 % penelitian terapan dilaksanakan melalui inovasi yang dimulai di kampus yang kemudian diserap menjadi bisnis melalui paten, start-up, dan pengaturan konsultansi antara dosen dan industri. Namun tampaknya saat ini dari segi subjek, repositori jurnal saat ini lebih banyak didominasi oleh subjek penunjang seperti (pendidikan, Agama, Administrasi, Budaya) yang secara tidak langsung berkaitan dengan RPJMN saat ini sebesar 44%. Posisi kedua saat ini ada pada sektor industri yaitu sebesar 24.3%, ekonomi dan jasa sebesar 15%, Pertanian dan peternakan 11,1%, pariwisata 4.9% dan pertambangan dan energi sebesar 0.1%. Tabel 6. Tabel Sebaran Subjek repositori di Indonesia Wilayah/Subjek Pertanian- Industri Ekonomi Pariwisata Pertambangan Penunjang Peternakan - Energi Sumatera 33 68 25 11 0 109 Jawa-Bali 87 231 156 51 2 407 Kalimantan 8 10 8 1 0 22 Sulawesi 17 18 7 2 0 59 Maluku-NTT-Papua 6 2 7 1 0 7 JUMLAH 151 329 203 66 2 604 PROSENTASE 11.1 24.3 15.0 4.9 0.1 44.6 Penelitian ilmiah perlu didukung oleh Pemerintah pusat dan daerah sehingga mampu mengkatalisis Terobosan inovatif yang mendorong ekonomi lokal. Hasil Penelitian tersebut menjadi topik utama untuk wawasan baru dan merupakan aset bagi kemajuan di bidangkesehatan, energi, lingkungan, pertanian. Akses ke repositori digital yang dihasilkan dari penelitian yang didanai oleh pemerintah pusat dan daerah melalui perguruan tinggi 56 memungkinkan masyarakat untuk memfokuskan sumber daya dan upaya pemahaman nan mengeksploitasi inovasi, sebagai contoh data perikanan mendasari industri perikanan dan maritim, sehinga melahirkan penemuan terbaru mengenai banyak inovasi dibidang kemaritiman. Selain itu, ketersediaan publikasi jurnal yang lebih luas dan data ilmiah dalam format digital akan menciptakan inovasi ekonomi dan kebijakan ini akan mempercepat terobosan inovasi, mempromosikan kewiraswastaan, dan meningkatkan ekonomi pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja. Repositori jurnal ilmiah Indonesia saat ini lebih rendah dibandingkan dengan negaranegara maju dan negara-negara tetangga. Kondisi ini perlu segera di dengan membangun infrastruktur penelitian yang mendukung. Saatini hanya perguruan tinggi dan lembaga penelitian besar dan sebagian besar berada di Jawa yang memiliki sarana memadai, dan di luar Jawa sangat minim sekali sarana yang menyebabkan terhambatnya proses penelitian. Peningkatan kerjasama antara pemerintah pusat atau pun daerah dengan perguruan tinggi dalam penggunaan sarana penelitian belum banyak dilaksanakan. Kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dengan perguruan tinggi setempat akan mampu menciptakan kolaborasi penelitian yang merupakan kunci utama untuk peningkatan kualitas publikasi dimana dengan kolaborasi maka akan saling melengkapi. Pemerintah daerah akan diuntungkan dengan adanya kajian local untuk pengambilan keputusan dan perguruan tinggi akan mampu memperoleh manfaat dari penelitian tersebut. Repositori merupakan sumber informasi, data, gambar, dan hasil penelitian yang berpotensi besar dalam memperbaiki perencanaan, merumuskan kebijakan. Sudah seharusnya lembaga pemerintah diberikan akses seluasluasnya dalam mengakses repositori jurnal yang ada di daerah, demikian pula sebaliknya peneliti atau masyarakat yang sedang melakukan penelitian juga bisa mengakses kebijakan ataupun inovasi yang sedang berjalan.
Conclusion
Kemajuan pembangunan nasional dan peningkatan kesejahteraan rakyat melalui aksesibikitas inovasi dan pengembangan sumber daya manusia masih dirasakan adanya kesenjangan antarwilayah di seluruh wilayah. Kemajuan pembangunan di JawaBali dan Sumatera atau Kawasan Barat Indonesia relatif lebih cepat dibanding wilayah lainnya. Sementara itu masyarakat di wilayah Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Kalimantan masih menghadapi permasalahan dalam pemenuhan aksesibilitas dlam mempublikasikan hasil penelitian. Hal ini berdampak besar terhadap pengembangan perekonomian setempat khususnya pada pengembangan kebijakan perencanaan daerah dan inovasi lokal serta partisipasi masyarakat partisipasi dalam pembangunan. Pelaksanaan kebijakan dan program pembangunan wilayah strategis untuk mempercepat peningkatan kinerja perekonomian wilayah saat ini belum maksimal dilaksanakan baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Pemerintah daerah saat ini kurang begitu banyak melibatkan perguruan tinggi dalam pengembangan daerah, implementasi kebijakan berdasarkan penelitian ilmiah belum didorong oleh pemerintah pusat dan daerah sehingga mampu mengkatalisis Terobosan inovatif yang mendorong ekonomi lokal. Terlihat dari gambaran repositori saat ini ketimpangan antara buku RPJMN 2015-2019 serta implementasi pengembangan potensi lokal di daerah jauh dari kesesuaian. Terlihat hanya wilayah Jawa-Bali dan Sumatera yang telah berhasil mengimplementasikan sebagai pusat ekonomi dan pangan, sementara itu wilayah KTI masih jauh dari harapan RPJMN 2015-2019 sebagai lumbung energi, industri berbasis maritim. RPJMN 2015-2019 dirasa belum menyentuh aspek ilmu-ilmu sosial seperti agama, social budaya, pendidikan, administrasi sehingga belum terlihat kontribusi subjeksubjek tersebut dalam bidang poembangunan nasional. Untuk itu RPJMN yang akan datang dirasa perlu untuk melihat pengembangan ke arah sosial budaya dan kemasyarakatan. Sejalan dengan pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah, pembangunan daerah telah membawa kemajuan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Kemajuan daerah juga menjadi kunci kemajuan bangsa termasuk di dalamnya daya saing daerah yang pada akhirnya akan menjadi sumber peningkatan daya saing bangsa menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Kemajuan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan rakyat harus ditingkatkan, pengembangan masyarakat berbasis informasi dan implementasi penelitian melalui kebijakan pemerintah harus dilakukan