Kembali
16
1
2016 Visi Pustaka: Buletin Jaringan Informasi Antar Perpustakaan Vol 18 · 1 ISSN 2685-7138

VALUASI KETERSEDIAAN ARTIKEL JURNAL AKSES TERBUKA UNTUK CABANG ILMU MINYAK DAN GAS BUMI (EVALUATION OF THE AVAILABILITY OF OPEN-ACCESS JOURNAL ARTICLE TO THE DISCIPLINES OF OIL AND GAS)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia

Abstrak

Untuk berperan aktif dalam meningkatkan kontribusi pengelolaan pengetahuan bagi masyarakat sebuah kegiatan riset minyak dan gas bumi bergantung pada asupan bahan pustaka seperti jurnal ilmiah bereputasi yang hingga kini masih terkendala untuk memperolehnya. Akibatnya memicu aksi mandiri para peneliti untuk menemukan informasi yang mereka perlukan. Untuk mendukung aktivitas riset dan mengurangi ketergantungan pendanaan dilakukan pengungkapan ketersediaan artikel jurnal akses terbuka dengan mengevaluasi pustaka acuan karya ilmiah Scientific Contribution Oil and Gas Periode 2010--2014. Kajian deskriptif digunakan guna mengetahui jenis akses, karakteristik, dan pangkalan datanya. Hasil referensi primer yang dirujuk peneliti bermanfaat untuk menyusun tulisan yang mencapai 492 artikel yang mayoritas dapat diakses secara online. Dari total artikel ilmiah yang dikonsumsi, lebih dari setengahnya bervisibilitas terbuka apalagi kesiapan artikel Scopus yang dapat dipanen bebas hampir menyentuh level setengah dari total populasinya. Artikel jurnal akses terbuka cenderung ditemukan pada pangkalan data berciri domain (.net) dan derajat kemutakhirannya menonjol pada periode lima tahun terakhir. Artikel terbuka yang memiliki DOI terbilang rendah dan sumber berbahasa asing lebih kecil dibandingkan kedigdayaan artikel berbahasa Indonesia. Artikel jurnal akses terbuka banyak terwujud dari kolaborasi dan penggratisan lebih mutlak ditunjukkan Malaysia. Research Gate sebagai habitat alternatif cukup berandil dan berpotensi untuk menyediakan artikel akses terbuka bereputasi Scopus. Di samping itu, kesadaran para peneliti untuk menampakkan tulisan ilmiahnya secara bebas melalui pangkalan data tempat mereka berafiliasi juga diprediksi mampu mengurangi dependensi pada sistem berlangganan jurnal ilmiah.

Abstract

To play an active role in increasing the contribution of knowledge management to society, a research on oil and gas needs access towell reputed scientific journal resources. However, such resources are still difficult to find. This condition has forced researchers to find their own way in searching for information they need. In order to support the research activities and reduce financial dependence, a disclosure on the availability of open access journals has been done by evaluating a scientific journal reference namely the Scientific Contribution Oil and Gas of 2010-2014. A descriptive study is used to find out type of access, characteristics and data base. The results show that there are 492 articles used by researchers as their primary reference. Most of these articles are accessible online and more than a half have open visibility. Moreover, Scopus articles that are accessible for free reach almost a half of the total population. Open access journals are likely to be found in database with .net domain and fiveyears recentness. However, there are only few open access with DOI. The study also shows that articles written in Indonesian language are bigger in number than English articles. Open access journal articles are mostly made available by collaboration. Malaysia has shown its consistency in making the articles completely free. Research Gate as an alternative source plays a potential role in providing Scopusreputable open access article. Moreover, researchers' awareness in making their own articles free for access through their affiliated database is believed to be one if factors that will reduce the dependence on journal subscriptions.
Keywords: pangkalan data · jurnal ilmiah · akses terbuka · scopus

Introduction

Ilmu pengetahuan tumbuh dan bermanfaat apabila suatu hasil riset yang telah selesai kemudian disebarluaskan kepada masyarakat nasional atau internasional. Melalui kegiatan penelitian, sebuah pusat riset seperti Lemigas mampu memainkan peran penting dalam menyebarkan dan meningkatkan kontribusi pengelolaan pengetahuan di bidang minyak dan gas bumi (migas). Pusat riset tersebut aktif tidak hanya kepada negara tapi juga kepada seluruh pemangku kepentingan. Sebagai institusi yang berpengalaman tentunya produk dan kajian inovatif yang telah dilahirkan masih harus dikembangkan secara kontinu. Tujuan utamanya tidak lain adalah untuk mengatasi persoalan konsumen. Sejalan dengan tujuan untuk mewujudkan pusat riset unggulan, sudah seharusnya hasil-hasil penelitian disebarluaskan kepada masyarakat melalui media publikasi yang sudah meraih kepercayaan. Dewasa ini terbitan berkala seperti jurnal ilmiah yang terakreditasi merupakan media komunikasi paling diminati, khususnya para PNS yang memangku jabatan fungsional untuk pengembangan karier (Sutardji, 2012:24). Media tersebut berfungsi sebagai ajang sarana publikasi karya intelektual orisinal mengenai pengetahuan dan informasi, penerapan riset, dan arus terbaru yang berhubungan dengan bidangnya. Sebagai konsekuensi sebuah media terbitan terakreditasi, peneliti migas wajib melahirkan karya intelektual atau karya tulis ilmiah yang berasas mutu. Dampak yang dapat ditimbulkan oleh asas itu akan terlihat 18 dari seberapa banyak kutipan peneliti lain. Kebutuhan fundamental peneliti berupa bahan perpustakaan guna menyusun tulisan ilmiah dirasakan cukup sulit. Peneliti yang akan memakai jasa perpustakaan dapat menemukan kendala keterbatasan alokasi dana seperti yang terjadi di Bbalitvet (Muhajan, 2010:42). Kemudian, pengadaan koleksi terkadang membutuhkan proses lelang yang lama sehingga mengakibatkan keterlambatan (Wahyani, 2013:19) sehingga waktu yang terbuang percuma ketika mengolah bahan perpustakaan untuk siap dilayankan. Padahal, bagi pusat riset migas tulisan ilmiah yang dimuat jurnal bereputasi menjadi indikator kinerja utama guna mengukur andil dalam peningkatan pengelolaan pengetahuan (KESDM, 2013). Problem demikian menjadi ironi manakala sulit dijadikan alasan untuk menunda penyampaian tulisan ilmiah tepat waktu guna menyesuaikan jadwal penerbitan jurnal ilmiah. Bahkan, permasalahan tersebut bisa saja berdampak keengganan peneliti memanfaatkan jasa perpustakaan, sehingga peneliti akan cenderung mencari kebutuhannya secara mandiri. Web atau internet dewasa ini sudah dianggap sebagai habitat primer dalam menemukan kebutuhan informasi yang mereka perlukan. Tentu saja situs online terfavorit bagi peneliti adalah pangkalan data yang menyediakan fasilitas akses terbuka. Selain memudahkan, keberadaan akses terbuka bahkan sudah dianggap sebagai bentuk perlawanan terhadap biaya investasi literatur yang tinggi (Jandoo, et al., 2012:256). Pangkalan data akses terbuka di era sekarang tumbuh dan berkembang membuka peluang dalam menciptakan habitat informasi terbarukan. Hal ini dapat diartikan bahwa terdapat akses lain yang siap menyediakan berbagai macam jenis bahan perpustakaan guna memenuhi asupan pengetahuan kepada peneliti. Terkadang bisa juga untuk mengurangi tindakan monopoli informasi oleh satu jenis sumber. Jenis informasi yang menjadi incaran biasanya bersumber dari jurnal bereputasi, baik nasional maupun internasional. Peneliti akan lebih diuntungkan apabila jurnal bereputasi tersebut mampu membebaskan segala persyaratan berlangganan atau berbayar bagi siapapun yang mengaksesnya. Data yang diambil dari Science Direct untuk sebuah artikel jurnal topik bahan bakar tahun 2015 harus mengeluarkan biaya paling tidak Rp. 400.000,00 ($41.95). Peneliti dapat mengestimasi berapa dana yang harus dikeluarkan hanya untuk membuat suatu tulisan ilmiah. Bahkan, nilai yang dikeluarkan bisa dikatakan tidak sedikit bila peneliti mengikuti rekomendasi untuk mengonsumsi jurnal prestis lebih banyak. Tujuannya adalah agar mutu tulisan yang dimuat menjadi lebih baik. Semakin banyak karya ilmiah mengutip jurnal maka tinggi pula tingkat kesesuaian objek riset terhadap kondisi saat tulisan dibuat (LIPI, 2012:27). Dikemukakan juga bahwa sumber referensi yang bisa digunakan tidak hanya tersedia pada jurnal berbayar, tetapi juga dapat diperoleh secara gratis. Adakalanya mutu jurnal gratis tidak kalah dengan jenis berlangganan. Indikasi sebuah terbitan berkala ilmiah bermutu atau terakreditasi bisa dilihat dari keterlibatannya pada lembaga pengindeks terkemuka dan kredibel. Di dalam negeri penyebarluasan jurnal gratis terakreditasi sudah diusung pada kerangka berbasis teknologi informasi. Peneliti bisa menemukannya pada Online Journal System yang dibangun pengelola jurnal. Sementara itu, di kalangan penerbit, misalnya, Elsevier atau Springer turut memberikan keistimewaan dengan menyajikan sebagian artikelnya untuk dapat diakses bebas meskipun diketahui bahwa keduanya lebih sering menerapkan cara beli bila ingin mendapatkannya. Jurnal berlangganan atau gratis sangat layak dikonsumi apabila telah memiliki kualifikasi yang dipersyaratkan sehingga dapat dicantumkan pada daftar pustaka. Selain faktor kualifikasi ada baiknya peneliti ikut berperan mengembangkan karya tulis ilmiah bidang migas yang dimotori penulis nasional dan otomatis berimbas pada tingkat rujukan. Dari peristiwa tersebut kajian ini mencoba mengevaluasi lebih jauh sumber rujukan artikel jurnal yang diacu peneliti pada saat membuat tulisan ilmiah terutama yang potensial dapat diakses secara terbuka. Evaluasi demikian penting dilakukan agar para peneliti memperoleh manfaat ekonomis secara gratis tanpa mengesampingkan mutu tulisan ilmiah yang dihasilkan. Dilihat dari manfaatnya, kehadiran akses terbuka dapat membawa berkah bagi masyarakat luas karena publik bisa mengakses informasi lebih mudah dan kemudian bisa memangkas biaya untuk jurnal komersial (Fatmawati, 2013:104). Kajian ini kemudian memilih representasi jurnal Lemigas Scientific Contribution (LSC) yang sejak tahun 2011 bermetamorfosis menjadi Scientific Contribution Oil and Gas (SCOG). Pemilihan tersebut didasarkan pertimbangan bahwa eksistensinya telah menjadi salah satu indikator dari disiplin ilmu bidang migas di Indonesia. Sebagian besar peneliti mengukuhkan jurnal tersebut sebagai sarana komunikasi ilmiah dalam menyebarluaskan hasil riset dan kajian inovatifnya. Di samping itu, jurnal tersebut memiliki tingkat kepercayaan yang baik dengan bukti telah menyandang predikat terakreditasi dari LIPI. Evaluasi artikel jurnal yang dipakai pada karya tulis ilmiah SCOG menggunakan kajian deskriptif dengan tujuan (i) mengetahui potensi kemudahan menurut tipe akses, yaitu apakah tersedia secara terbuka atau sebaliknya; (ii) karakteristik artikel jurnal akses terbuka; dan (iii) pangkalan data penyedia. Pengujian sistem akses artikel jurnal yang telah dirujuk akan mendatangkan banyak keuntungan pada masa depan. Bukan hanya soal kemudahan dalam memperolehnya atau faktor biaya yang dewasa ini menjadi hambatan serius di pusat riset, namun bagaimana keuntungan tersebut dapat meningkatkan produkvitas dan kualitas karya ilmiah peneliti itu sendiri. 2. Tinjauan Pustakа Menurut pengelompokkan koleksi perpustakaan, jurnal termasuk publikasi serial yang diterbitkan dengan frekuensi atau kala terbit tertentu dan memuat informasi mutakhir dalam bidangnya (Perpusnas RI, 2012:4). Seiring dengan pengaruh teknologi informasi, jenis fisik jurnal semakin beragam dan dikelompokkan menjadi empat jenis seperti jurnal cetak, elektronik, elektronis versi cetak, dan elektronik online (Chen, et al., 2001 dalam Rufaidah, 2011:71). Jurnal elektronik dapat diakses secara offline atau sebaliknya, sedangkan jurnal online hanya dapat diakses jika terhubung ke jaringan internet dan ditempatkan pada pangkalan data. Akan tetapi, keduanya tetap membutuhkan perangkat komputer untuk menggunakannya. Kedua jenis jurnal tersebut termasuk dalam kategori Open Access Journal (OAJ) yang berarti jurnal teks penuh (full text) yang tersedia dan dapat diakses secara gratis di web/internet. Menurut Lukman et al. (2012:1--2), OAJ terdiri atas lima kelompok, yaitu jurnal akses sepenuhnya terbuka, jurnal dengan artikel akses terbuka (hibrida jurnal akses terbuka), jurnal dengan beberapa artikel akses terbuka, jurnal akses terbuka tertunda (ditunda jurnal akses terbuka), dan jurnal memungkinkan diri pengarsipan artikel. Jika merujuk pada hasil riset yang dilakukan oleh Thomson Scientific, terlihat bahwa keterpakaian OAJ pada bidang fisika, teknik, matematika, dan kedokteran menunjukan persentase lebih tinggi dibandingkan jurnal yang diakses secara konvensional (McVeigh, 2004:9). Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa OAJ turut menimbulkan dampak ilmiah di berbagai cabang keilmuan. Keberadaannya dipandang cukup layak dan diperhitungkan sebagai model penyeimbang majalah berbayar. Peneliti dapat menjadikan jurnal terbuka sebagai konsumsi primer guna memenuhi kebutuhan referensi saat membuat karya intelektual. Menurut Besemer (2013) dan Istadi (2013:6), pada hakikatnya jurnal bebas bereputasi dengan impact factor dapat diukur dengan beberapa parameter global. Parameter demikian tersedia pada Directory of Open Access Journal (DOAJ), Journal Citation Report, atau SCImago Journal Rank (SJR). Pada level nasional, mutu terbitan berkala ilmiah dapat ditakar melalui kesertaan di salah satu lembaga pengindeks semisal Indonesian Scientific Journal Database (ISJD), Portal Garuda, dan Pustaka Iptek dan/atau yang setara (LIPI, 2014:16). Hingga sekarang jumlah partisipasi jurnal ilmiah Indonesia di lembaga pengindeks bereputasi diprediksi masih menjadi masalah utama. Ditengarai bahwa akar penyebabnya adalah visibilitas dan aksesibilitas yang berakibat kepada tingkat sitasi atau sitiran. Indikator sitiran sejak lama ditafsirkan sebagai barometer keunggulan suatu tulisan ilmiah yang telah diproduksi. Kata sitiran sendiri mempunyai makna serupa dengan rujukan, kutipan, atau sitasi. Maksud dari analisis sitiran adalah mengeksplorasijumlah sitiran, tipe literatur yang disitir, kebaharuan sitiran, nama pengarang berpengaruh, otositiran, dan majalah terkuat disitir (Pattah, 2013:48). Menurut Anyi, et al. (2009:46), evaluasi sitiran juga memiliki maksud guna mengetahui formasi kepengarangan suatu sitiran, geografis penerbit, bahasa literatur, daya sitiran menurut judul, dan penulisnya. Analisis sitiran lazim memiliki operasi untuk menyelidiki kemunculan literatur yang lebih dahulu terbit. Peneliti yang telah menyitir suatu literatur tentunya akan meninggalkan jejak dan bisa diketahui dari daftar pustaka. Dengan mempelajari sitiran, dampak suatu karya ilmiah, penulis, publikasi, dan penerbitnya dapat terbongkar. Semakin besar seorang penulis menyitir tulisan ilmiah peneliti lain, makin tinggi juga efeknya bagi pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Method

Data yang digunakan pada kajian bertumpu pada jenis referensi artikeljurnal yang telah dikutip peneliti dalam menghasilkan karya ilmiah SCOG kurun waktu 2010--2014. Jurnal SCOG sendiri dapat diakses percuma melalui Open Journal System (OJS) pada domain http://www.lemigas. esdm.go.id. Metode pengumpulan data adalah dengan cara dokumentasi, tahapan memindahkan dokumen yang telah diunduh, dan melakukan pemeriksaan dan pencatatan untuk mendapatkan gambaran objektif. Setiap elemen utama sitiran dari satuan artikel direkam pada kolom lembar kerja Microsoft Excel 2010. Elemen tersebut terdiri dari nama pengarang, tahun publikasi, judul, dan jenis dokumen. Untuk mengantisipasi jenis dokumen yang diperoleh atau potensial didapat secara online, kolom lembar kerja juga menyediakan komponen lain berupa domain URL utama dan identitas digital. Dari hasil perekaman selanjutnya dilakukan seleksi dan hanya daftar pustaka berupa jurnal yang dianalisis. Setiap daftar pustaka tersebut akan diselidiki melalui proses validasi yang didasarkan pada elemen terunik, yaitujudul sitiran. Validasi itu sendiri bertujuan untuk membuktikan keakuratan dan presisi daftar pustaka. Prosesnya dimulai dari penelusuran yang akan memberi petunjuk ke mana tautan pangkalan data relevan guna memenuhi kebutuhan data kajian. Instrumen yang dipakai untuk melacak adalah Google Scholar (https:// scholar.google.co.id) dan merupakan salah satu layanan gratis untuk mendapatkan karya ilmiah dalam bentuk PDF (Firdaus, 2012:9) dan juga penggunaan basis data SJR (www.scimagojr. com) sebagai wujud kesetaraan Scopus (Hall, 2011:21) dibutuhkan untuk menganalisis prestis jurnal. Dalam memanfaatkan fasilitas SJR perlu diperhatikan coverage area dan kondisi keaktifan menurut tahun publikasinya. Sebab keduanya memiliki keterkaitan dengan indeksasi yang mengarah pada derajat reputasi jurnal itu sendiri. Dengan memvalidasi akan tersaring judul sitiran yang memenuhi persyaratan guna keperluan analisis. Penyelidikan judul sitiran juga dimaksudkan untuk membandingkan kesesuaian informasi sumber acuan dengan data yang terdapat di pangkalan data penerbit. Indikator keberhasilan penyelidikan adalah diketahuinya apakah sumber rujukan tersedia secara online atau tidak. Dengan penyelidikan pola pengaksesan setiap artikel jurnal yang dirujuk akan diketahui apakah bersifat berbayar atau gratis. Pada kajian ini jika suatu penerbit hanya menggratiskan sebagian artikel, pada prinsipnya masuk sebagai jurnal berbayar. Selanjutnya, ditempuh pengamatan ke pangkalan data sekunder atau alternatif bila suatu artikel sudah jelas diketahui menerapkan pola membeli. Perekaman alamat URL bersifat primer atau sekunder dapat dilakukan apabila telah memenuhi kriteria full text article, yaitu artikel bisa diakses dan diunduh (pdf, html dan/atau keduanya). Kemudian, ciri fisiknya sama dengan sumber yang dipublikasi penerbitnya. Pangkalan data yang hanya menampilkan abstrak artikel atau informasi bibliografi tidak dikategorikan sebagai akses terbuka. Aksi penyelidikan kajian ini menambahkan komponen masukan baru guna kepentingan pembahasan. Perhitungkan jumlah artikel jurnal akses terbuka dengan kualifikasi memenuhi syarat yang diperlukan kewaspadaan. Posisi sebuah artikel dapat bergerak secara dinamis dari waktu ke waktu dan dimungkinkan terjadi perubahan cara akses menurut pertimbangan penerbitnya atau bisa juga karena niat pengarang yang ingin karyanya dapat diakses bebas oleh publik. Selain pada pangkalan data penerbit, terkadang pengarang juga menempatkan karyanya pada situs web tempat mereka berafiliasi. Situasi ini tentunya tidak dapat diprediksi sehingga kajian ini membatasi aksi validasi dan uji sampai dengan 31 Juli 2015. Berdasarkan konsep kerja yang telah dirumuskan, untuk menjawab tujuan kajian dilakukan analisis data menggunakan metode deskriptif. Seluruh elemen yang telah berhasil dipersatukan dibuat tabulasinya, sedangkan tahapan analisisnya adalah dengan cara mempelajari kemunculan komponen mulai dari yang tertinggi hingga terendah dan dilanjutkan dengan pemeringkatan dan penyederhanaan ruang lingkup. Dari hasil analisis data dilakukan pengerjaan ke dalam format gambar dan tabel agar mudah dibaca untuk keperluan interpretasi secara deskriptif.

Result & Discussion

Selama kurun waktu 2010--2014 jurnal SCOG terbit konsisten sebanyak tiga edisi dalam setahun dengan kapasitas produksi mencapai 93 artikel. Dalam membuat tulisan ilmiah tersebut peneliti telah mendayagunakan referensi berjumlah 1.305 sitiran. Satu sitiran jurnal dikeluarkan dari tabulasi karena mengutip tanpa menyertakan judul sehingga tersortir menjadi 1.304 sitasi (Tabel 1). Dari total sitiran hanya 7,67% peneliti yang telah memanfaatkan sumber elektronik. Indikasi tersebut bisa dilihat pada pola pengutipan yang mencantumkan alamat website, Digital Object Identifier (DOI), ataupun tanggal aksesnya saja. Menurut jenis dokumen yang disitir, pemakaian jurnal sebesar 43,40%. Sementara itu, porsi jurnal elektronik mencapai 0,84% dari total konsumsi jurnal. Animo peneliti untuk menggunakan jurnal elektronik sepertinya terbilang sedikit atau mungkin saja peristiwa ini disebabkan karena kurang konsistennya peneliti dalam menyajikan komponen kutipan terutama yang diambil melalui internet. Kondisi ini terlihat seakan-akan peneliti kurang mendayagunakannya meskipun jurnal online pada prinsipnya mempunyai kapasitas yang sama dengan bentuk tercetak. Akan tetapi, dari aspek kecepatan penyebaran informasi tentunya jurnal online lebih unggul dari versi sebaliknya. Dengan demikian, peneliti sebaiknya membudayakan penggunaan jurnal tersebut agar menghemat waktu penelusuran. Tabel 1: Jenis Sumber Acuan pada Artikel SCOG .1 Klasifikasi Akses Artikel Jurnal Seluruh frekuensi kemunculan jurnal disederhanakan untuk mendeteksi keadaan jumlah artikel yang sesungguhnya. Menurut keluaran pada Tabel 2, ditemukan 492 judul artikel telah digunakan peneliti selama lima tahun. Sejak awal periode, pengaryaan artikel jurnal cenderung menunjukan peningkatan. Kondisi demikian merefleksikan rasa kesadaran yang positif di komunitas peneliti dalam memberdayakan jurnal sebagai acuan dalam menyusun tulisan ilmiah. Kemudian, menurut besarannya sebanyak 97,15% bisa dijumpai melalui pelacakan ke pangkalan data dan keadaan ini menggambarkan bahwa mayoritas artikel yang sudah dimanfaatkan tersedia secara elektronis. Tentunya di era teknologi informasi yang modern ini pihak manapun akan memilih cara strategis dengan mempublikasi seluruh terbitan berkalanya melalui situs online. Implementasi penyebarluasan informasi jurnal secara digital bermanfaat untuk memperpendek tempo penelusuran yang berujung pada efisiensi penemuan sumber acuan yang diperlukan. Seharusnya kemudahan ini harus disambut para peneliti untuk semakin agresif menggenjot tingkat konsumsinya terutama terbitan berkala ilmiah aktual dan bereputasi internasional. Dengan membudayakan minat akses ke gerbang jurnal online kesempatan untuk mendapatkan sumber acuan mutakhir dan bermutu bisa semakin tinggi juga. Berawal dari jumlah yang sudah ditemukan saat investigasi, kajian ini kemudian mengelompokkan sebaran artikel dan jurnal menurut nama penerbitnya. Hasil pada Tabel 3 memperlihatkan 113 penerbit berhasil diidentifikasi dan artikel yang dipasok Elsevier terbanyak dikonsumsi peneliti hingga 33,94%. Berdasarkan jumlahnya, himpunan artikel yang dikelola penerbit tersebut dipublikasi pada 75 jurnal (31,91%). Meskipun dapat dikatakan belum optimal seperti halnya yang terjadi di perpustakaan IPB, artikel Elsevier telah memiliki daya tarik untuk dibaca dan digunakan sebagai acuan (Nusantari, et al., 2013:93). Sementara itu, dilihat angka rasionya bisa diartikan bahwa peneliti mengonsumsi rata-rata dua artikel (2,23%) dari setiap jurnal yang diterbitkan Elsevier. Tentu tidak mengherankan bila produk Elsevier mampu menghipnotis kaum ilmuwan. Bukan hanya peneliti bidang migas saja bahkan hampir semua peneliti dari cabang keilmuan berlainan di seluruh negara tertarik menggunakan jurnal terbitan Elsevier. Hal ini disebabkan oleh mayoritas jurnal yang ditawarkan memiliki reputasi internasional dan mudah dijangkau hanya dengan mengakses melalui jaringan komputer. Tentu kita bisa mengenali bahwa penawaran produk jurnal secara digital sudah menjadi tradisi penerbit sejak lama sehingga sebagai badan usaha yang berorientasi pada profit. Tentunya Elsevier memiliki strategi bisnis dalam membujuk peneliti guna memakai produknya. Strategi tersebut mulai dari membebaskan secara penuh dan akses terbuka bagi sebagian artikelnya. Penerapan sistem berbayar absolut biasanya dijumpai pada jurnal dengan impact factor tinggi. Akan tetapi, peneliti tetap memiliki peluang untuk mendapatkannya apabila mampu melacak ke sumber-sumber sekunder atau alternatif. Dari hasil pelacakan ke sumber deposit primeratausekunder, semuaartikelyangmemenuhi kualifikasi dipetakan menurut kelonggaran aksesnya. Berdasarkan hasil pada Tabel 4, kajian ini menemukan 51,63% artikel jurnal dapat diakses secara terbuka. Kegiatan penyelidikan turut menjumpai bahwa semua artikel yang diadopsi termuat pada 235 jenis jurnal. Ditinjau dari besaran terbitan berkala ilmiah yang berhasil dijumpai, tingkat keterbukaannya mencapai 148 judul (62,98%). Nilai tersebut merupakan kombinasi antara jurnal yang dimaknai sebagai OAJ dan berlangganan. Bila mengesampingkan faktor berbayar, bisa jadi ketersediaan OAJ sangat minim. Ennas, et al. (2015:86) mengemukakan bahwa kesiapan OAJ bidang energi pada basis data Scopus hanya 2,45%. Namun, harus diakui bahwa peran akses terbuka tergolong cukup strategis dalam menopang kebutuhan sumber acuan primer bagi peneliti. Jika melihat daya sitiran elektronik menurut Tabel 1, mungkin hal tersebut erat kaitannya dengan produksi artikel yang sudah diperoleh. Naik turunnya produksi karya riset kemungkinan bisa disebabkan dari proses kecepatan peneliti dalam menemukan sumber referensi. Bila kecepatan tersebut dikaitkan dengan kemudahan akses, seharusnya peneliti lebih terdorong untuk mempergiat produktivitasnya. Semakin banyak populasi situs pensuplai jurnal online, seyogyanya pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang migas turut meningkat. Dari fakta yang telah diungkap mengenai penemuan besaran artikel jurnal, kajian ini melanjutkan ke proses pengelompokan menurut derajat reputasinya. Kajian ini hanya dibatasi pada artikel jurnal yang mempunyai dua potensi akses, misalnya Scopus. Tidak seperti DOAJ, Google Scholar, atau Portal Garuda/ISJD yang sudah bisa dikenali arah aksesnya. Aksi pengelompokan ternyata menemukan 149 judul artikel yang dipublikasi 91 jurnal terindeks Scopus mampu diakses secara terbuka (Gambar 1). Keterpakaiannya selama tahun 2010--2014 mencapai 155 judul dan memuat 326 artikel. Scopus merupakan salah satu basis data jurnal terpercaya dan terbesar di dunia yang dimiliki penerbit Elsevier. Jika suatu jurnal sudah terindeks pada database, itu dapat disamakan sebagai publikasi terakreditasi internasional. Publikasi demikian banyak diincar peneliti karena mampu meningkatkan mutu tulisan ilmiahnya. Popularitasnya bukan hanya sekedar asumsi belaka, tetapi sudah menjadi sebuah fakta dan terbukti unggul untuk diacu peneliti 66,26% (326/492). Namun, tidak semua artikeljurnal yang diindeks Scopus dapat dipanen bebas peneliti. Dari total konsumsinya ternyata hanya 45,71% (149/326) artikel jurnal saja yang memiliki 24 angka potensi terbuka, sedangkan sisanya terlihat mayoritas sehingga dapat dimaknai bahwa sumber asupan artikel bagi peneliti umumnya ditemukan pada akses berbayar. Tabel 2: Sebaran Artikel Jurnal yang Dirujuk dan Potensi Akses Online Periode Penerbitan Jumlah Fisik (JF) Pelacakan URL (PU) N/A (JF- PU) Tahun 2010, Vol. 33 (1--3) 77 15,65% 74 15,04% 3 0,61% Tahun 2011. Vol. 34 (1--3) 61 12,40% 54 10,98% 7 1,42% Tahun 2012, Vol. 35 (1--3) 97 19,72% 95 19.31% 2 0,41% Tahun 2013, Vol. 36 (1--3) 118 23,98% 117 23,78% 1 0,20% Tahun 2014, Vol. 37 (1--3) 139 28,25% 138 28,05% 1 0,20% Jumlah 492 100% 478 97,15% 14 2,85% Sumber: Data primer yang diolah, 2015. N/A= Not available Tabel 3: Distribusi Pensuplai Artikel Jurnal Menurut Penerbit No. Penerbit Konsumsi Artikel (KA) Total Jurnal (TJ) (KA/TJ) Elsevier 167 33,94% 75 31,91% 2.23 2 Society of Petroleum Engineers 76 15.45% 8 3.40% 9.50 3 PPPTMGB "LEMIGAS" 36 7,32% 2 0,85% 18.00 4 Springer 22 4.47% 13 5.53% 1.69 5 American Association of Petroleum Geologists 17 3,46% 1 0.43% 17.00 6 American Chemical Society 15 3,05% 7 2.98% 2.14 7 Wiley 11 2.24% 8 3.40% 1.38 8 Society of Exploration Geophysicists Lainnya (105 Penerbit) 1,83% 2 0.85% 4.50 139 28,25% 119 50,64% 1.17 Jumlah 492 100% 235 100% 2.09 Sumber: Data primer yang diolah, 2015 Tabel 4: Pengelompokan Akses Menurut Artikel Jurnal yang Dirujuk No. Nama Jurnal Total Artikel (TA) Terbuka (AT) (TA-AT) 1 Scientific Contribution Oil and Gas 24 4,88% 24 4,88% 0 0% 2 Journal of Petroleum Technology 22 4,47% 6 1,22% 16 3,25% 3 SPE Journal 22 4,47% 4 0,81% 18 3,66% 4 AAPG Bulletin 17 3,46% 9 1,83% 8 1,63% 5 Fuel 14 2,85% 2 0,41% 12 2,44% 6 Transactions of the AIME 13 2,64% 4 0,81% 9 1,83% 7 Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi 12 2,44% 12 2,44% 0 0% 8 Bioresource Technology 12 2,44% 9 1,83% 3 0,61% 9 Renewable and Sustainable Energy Reviews 11 2,24% 8 1,63% 3 0,61% 10 Corrosion Science 7 1,42% 4 0,81% 3 0,61% 11 Journal of the American Oil Chemists' Society 7 1,42% 4 0,81% 3 0,61% 12 SPE Reservoir Engineering 7 1,42% 2 0,41% 5 1,02% 13 SPE Reservoir Evaluation & Engineering 7 1,42% 0 0% 7 1,42% 14 Geophysics 6 1.22% 6 1,22% 0 0% 15 Applied Energy 6 1,22% 3 0,61% 3 0,61% 16 Energy and Fuels 6 1,22% 3 0,61% 3 0,61% 17 Energy Conversion and Management 6 1,22% 2 0,41% 4 0,81% 18 Fuel Processing Technology 5 1,02% 1 0,20% 4 0,81% 19 Oil & Gas Journal 4 0,81% 4 0.81% 이 0% 20 21 Applied Catalysis B: Environmental Energy Policy 4 0,81% 3 0,61% 0,20% 4 0,81% 1 0,20% 3 0,61% 22 Journal of Aerosol Science 4 0,81% 1 0,20% 3 0,61% 23 Chemical Engineering Journal 4 0,81% 0 0% 4 0,81% 24 Marine and Petroleum Geology 4 0,81% 이 0% 4 0,81% 25 Biotechnology Advances 0,61% 3 0,61% 0 0% 26 The Leading Edge 3 0,61% 3 0.61% 이 0% 27 Journal of Petroleum Science and Engineering 3 0.61% 2 0.41% 0.20% 28 AIChE Journal 3 0,61% 0,20% 2 0,41% 29 Industrial & Engineering Chemistry Fundamentals 3 0.61% 0.20% 2 0.41% 30 Journal of Analytical and Applied Pyrolysis 0,61% 0,20% 2 0,41% 31 Journal of Canadian Petroleum Technology 3 0.61% 0.20% 2 0.41% 32 APPEA Journal 0.61% 이 0% 3 0.61% 33 Biomass and Bioenergy 3 0.61% 이 0% 3 0.61% 34 Electrochimica Acta 3 0.61% 0 0% 3 0.61% 35 European Journal of Lipid Science and Technology 3 0.61% 0 0% 3 0,61% 36 Journal of Geophysical Research 3 0.61% 0 0% 3 0.61% 37 Aerosol Science and Technology 2 0,41% 2 0.41% 0 0% 38 Applied and Environmental Microbiology 2 0.41% 2 0.41% 이 0% 39 Berkala Fisika 2 0,41% 2 0,41% 0 0% 40 Clay Minerals 2 0,41% 2 0.41% 이 0% 41 Energy for Sustainable Development 2 0.41% 2 0,41% 0 0% 42 Energy Procedia 2 0.41% 2 0,41% 0 0% 43 Industrial & Engineering Chemistry Research 0,41% 2 0.41% 0 0% 44 International Journal of Coal Geology 2 0,41% 2 0,41% 이 0% 45 International Journal of Energy and Environment 2 0.41% 2 0,41% 이 0% 46 International Journal of Greenhouse Gas Control 2 0.41% 2 0.41% 이 0% 47 Anti-Corrosion Methods and Materials 2 0.41% 1 0.20% 1 0.20% 48 Colloids and Surfaces A: Physicochemical & Engineering Aspects 2 0.41% 0.20% 1 0.20% 49 Engineering & Technology 2 0.41% 0,20% 1 0.20% 50 International Journal of Thermophysics 2 0.41% 0.20% 0,20% 51 Journal of Hazardous Materials 2 0.41% 1 0.20% 0.20% 52 Progress in Energy and Combustion Science 2 0,41% 0.20% 0,20% 53 SPE Formation Evaluation 2 0,41% 1 0,20% 0,20% 54 Applied Microbiology and Biotechnology 2 0,41% 이 0% 2 0,41% 55 Chromatographia 2 0.41% 이 0% 2 0,41% 56 Fluid Phase Equilibria 2 0,41% 0 0% 2 0,41% 57 Geophysical Prospecting 2 0,41% 이 0% 2 0.41% 58 Gulf Coast Association of Geological Societies Transactions 2 이 0.41% 0% 2 0.41% 59 International Communications in Heat and Mass Transfer 2 0 0.41% 0% 2 0.41% 60 International Journal of Heat and Mass Transfer 2 0,41% 0 0% 2 0,41% 61 Materials Letters 2 0,41% 0 0% 2 0,41% 62 Renewable Energy 2 0,41% 이 0% 2 0,41% 63 Sensors and Actuators A Physical 2 0,41% 이 0% 2 0,41% 64 SPE Advanced Technology Series 2 0,41% 0 0% 2 0,41% 65 The Log Analyst 2 0,41% 0 0% 2 0.41% Lainnya (170 jurnal masing-masing I artikel) 170 34,55% 103 20,93% 67 13.62% Jumlah 492 100% 254 51,63% 238 48,37% Gambar 1: Perbandingan Artikel Jurnal Menurut Level Prestis 4.2 Karakteristik Artikel Jurnal Terbuka Guna mengetahui ciri kode domain portal online pemasok artikel jurnal dilakukan telaah terhadap sumber yang bersifat terbuka. Portal dimaksud merupakan himpunan atas akses bebas serta alternatif. Maksud dari telaah akses alternatif karena pola praktik artikel berbayar sudah diketahui sehingga perlu ditempuh pelacakan ke portal lain untuk pembuktian bahwa terdapat potensi dengan cara bebas. Sesuai hasil pada Gambar 2 ditemukan 76 artikel (29,92%) pada kode domain "net - (network)" mempunyai kapasitas terbuka. Disusul ciri domain "edu/ac - (education)" sebesar 53 artikel (20,87%) dan "gov/go- (government)" sebanyak 45 artikel 26 (17,72%). Peristiwa yang terjadi di China justru memperlihatkan bahwa ciri online domain "com - (commercial)" berhasil meraih posisi pertama dibandingkan ketiga domain tersebut (DehuaHu, et al., 2012:89). Menurut sumber penyedia jasa internet ketiganya termasuk dalam top level domain (TLD) yang mengindikasikan pemilik tingkatan tertinggi dan tanda demikian memiliki jumlah terbatas (Indosat, 2014). Situs digital dengan ciri dimaksud juga mempunyai kesan jauh dari karakter komersial. Mungkin saja niat mendeposit karya riset ke gerbang informasi gratis dilandasi oleh tujuan yang sama untuk meraih keuntungan. Jika dampak ilmiah bisa terangkat, maka keuntungan tersebut adalah prestise penulis dan institusinya. Total artikel jurnal yang telah dikonsumsi selama tahun 2010--2014 dianalisis bagian akses terbukanya saja berasaskan lima elemen guna mengetahui karakteristiknya. Menyoroti elemen pertama sesuai hasil Tabel 5 terlihat bahwa nisbah keterbukaan artikel jurnal dengan derajat kebaharuan terbaik mencapai 64,71%, sedangkan ketersediaan akses bebas dengan rentang 6--10 tahun adalah 55,34%. Jika jumlah artikel dari kedua rentang dilakukan penggabungan, tingkat keterbukaannya menjadi 61,38%. Rentang pertama adalah 0--5 tahun sangat dianjurkan bagi siapa pun yang sedang membuat karya tulis ilmiah (LIPI, 2012:27). Sementara itu, rentang gabungan juga tidak kalah pentingnya bila sebuah lembaga penguji akan mengukur mutu suatu terbitan berkala ilmiah (LIPI, 2014:7). Dari hasil pengulasan peristiwa dimaksud dapat ditunjukkan bahwa akses terbuka mampu dijadikan tumpuan guna memenuhi kebutuhan peneliti bidang migas akan sumber informasi yang aktual. Hasil berikutnya terkait elemen kedua memperlihatkan bahwa artikel jurnal yang dapat diakses terbuka diketahui sebagiannya memiliki DOI meskipun artikel yang dipakai mayoritas mempunyai identitas permanen digital hingga 74,39%. Berkaitan dengan disiplin ilmu migas, DOI dapat menghubungkan dan memfasilitasi para peneliti di pusat riset dengan pemasok informasi. Artikel yang telah diberi DOI kemungkinan terhindar dari rasa kekhawatiran adanya duplikasi karya intelektual ditengah maraknya ledakan informasi dewasa ini (Gorraiz, et al., 2016:99). Disamping itu, artikel jurnal yang telah memiliki DOI juga diindikasikan dapat memberi ciri sebuah cakupan keilmuan yang spesifik. Ulasan perihal elemen ketiga berhasil memetakan bahasa teks dokumen menjadi lima jenis dan artikel jurnal akses terbuka berbahasa Inggris mengantongi porsi lebih dari setengah. Secara umum jenis bahasa tersebut memegang kendali hingga 95,53% dan diyakini banyak diadopsi dalam mengomunikasikan sumber pengetahuan kepada masyarakat nasional atau internasional. Keadaan yang sama terlihat juga pada studi sitiran bidang energi dan teknik kimia di mana bahasa Inggris menduduki peringkat puncak di antara empat sampai tujuh bahasa lainnya sebesar 97,6% (Konur, 2011:3535) dan 92,90% (Hui-Zhen Fu, et al., 2014:122). Sementara itu, artikel jurnal berbahasa Indonesia sepenuhnya dapat diakses secara bebas. Meskipun bobotnya bisa dikatakan rendah, namun hasil riset terbaru yang dilansir University of Vermont telah menempatkan bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa populer di dunia (Dodds, et al., 2015:2390). Dengan demikian, bahasa Indonesia mempunyai potensi yang layak diperhitungkan sebagai pilihan guna mengorespondensikan artikel bidang migas di tingkat global. Dari hasil analisis mengenai elemen keempat ternyata kesiapan artikel jurnal akses terbuka berciri kolaborasi menunjukkan prestasi. Artikel dengan susunan 6--10 penulis ternyata mampu dipanen bebas hingga 73,53%. Penting diketahui bahwa hingga saat ini karya intelektual yang diproduksi oleh persekutuan diyakini membawa efek positif bagi sebuah tulisan ilmiah berdaya saing mengingat kombinasi cabang kepakaran peneliti dikerjasamakan untuk memecahkan persoalan rumit. Semakin banyak peneliti merujuk artikel kooperasi, makin bagus prestise karya tulis ilmiahnya termasuk terbitan berkala yang memuatnya. Suatu simpulan dari peristiwa dimaksud menunjukkan bahwa jurnal yang menyediakan artikel guna dipanen bebas ternyata cukup kapabel berpengaruh pada sebuah cabang keilmuan seperti migas. Terlebih jumlahnya banyak terlahir dari cara berkelompok. Keluaran elemen kelima menyingkap bahwa dari populasi 27 negara terlihat Malaysia sebagai negara penerbit paling banyak mengungkap artikel jurnal akses terbukanya. Kemudian, disusul Indonesia yang mencapai 97,62% dan negara China sebesar 90%. Ketiga negara dimaksud dapat dikatakan tidak memiliki motivasi untuk memperdagangkan produk tulisan ilmiahnya kepada peneliti. Artikel saintifik yang dipasang pada jurnal mungkin saja hanya sebagai perangsang untuk mendapat reaksi dari peneliti lain guna mengembangkan atau menyempurnakan riset sebelumnya. Selain Indonesia, dapat dimaknai bahwa kedua negara tersebut paling tidak turut memitigasi polemik soal pendanaan yang hingga saat ini masih menjadi permasalahan di kalangan peneliti. Kesempatan artikel jurnal akses terbuka harus diimbangi peneliti dengan agresif untuk menaikan produktivitasnya. Gambar 2: Karakteristik URL Domain Sekunder (Alternatif) Tabel 5: Karakteristik Akses Terbuka Artikel Jurnal Elemen Karakteristik Konsumsi Artikel (KA) Akses Terbuka (AT) % Ketersediaan (KA/AT) Derajat Kemutakhiran 0--5 Tahun 187 38,01% 121 64,71% 6--10 Tahun 103 20,93% 57 55,34% > 10 Tahun 202 41,06% 76 37,62% Pengenal Obyek Digital Memiliki DOI 366 74,39% 164 44.81% Tidak Memiliki DOI 126 25.61% 90 71,43% Jenis Bahasa Literatur Inggris 470 95.53% 237 50,43% Indonesia 17 3,46% 17 100,00% Perancis 2 0,41% 0 0,00% Belanda 2 0,41% 0 0,00% Jerman 1 0.20% 0 0,00% Jumlah Pengarang Individu 125 25,41% 71 56,80% Kolaborasi (2--5 Penulis) 330 67,07% 156 47.27% Kolaborasi (6--10 Penulis) 34 6.91% 25 73.53% Kolaborasi (> 10 Penulis) 3 0.61% 2 66,67% Wilayah Geografis Penerbit Amerika Serikat 171 34,76% 74 43.27% Belanda 101 20,53% 36 35,64% Inggris 95 19,31% 46 48.42% Indonesia Jerman China India Kanada Malaysia Lainnya (18 Negara) 42 8,54% 41 97.62% 22 4.47% 9 40.91% 10 2.03% 9 90,00% 9 1.83% 8 88,89% 6 1.22% 2 33.33% 5 1,02% 5 100% 31 6,30% 24 77,42% Sumber: Data primer yang diolah, 2015 4.3 Sebaran Pangkalan Data Hasil keluaran tentang pemasok referensi ilmiah gratis hanya dibatasi terhadap artikel bersumber jurnal terkemuka terindeks Scopus yang mayoritas menerapkan pola berbayar. Hal ini dimaksudkan agar para peneliti atau kaum ilmuwan dapat mengetahui dan mempertimbangkannya sebagai habitat terbarukan. Namun, ilmuwan sebaiknya teliti dan selektif dalam mengkonsumsi artikel tersebut, karena adakalanya yang terindeks Scopus atau memiliki impact factor tergolong jurnal pemangsa (Zulys, 2013:4). Data Tabel 6 memperlihatkan ResearchGate kokoh di puncak teratas sebagai pangkalan data terkuat dengan ketersediaan artikel terbuka mencapai 46,98%. Menginjak usianya yang ke tujuh pada tahun 2015 ResearchGate telah mampu membujuk lebih dari tujuh juta kaum ilmuwan di berbagai negara untuk bergabung dengan rata-rata tujuh peneliti mendaftar tiap menitnya (Min-Chun Yu, 2016:1002). Media tersebut memungkinkan para peneliti menyebarkan ide-ide mereka dan berbagi publikasi ilmiah secara gratis. Tidak tertutup kemungkinan artikeljurnal bereputasi Scopus yang bisa dikonsumsi peneliti di pusat riset migas bisa lebih banyak diperoleh. Dengan demikian, fitur akses terbuka yang tersaji di ResearchGate harus direspon secara positif oleh para kalangan peneliti apabila mereka berkeinginan mendegradasi ketergantungan pada sistem berlangganan jurnal ilmiah. Masih terkait dengan hasil Tabel 6 dan diketahui bahwa gerbang informasi yang dipelopori oleh perguruan tinggi memperoleh capaian seimbang serta menduduki posisi kedua. Peristiwa yang terjadi pada University of Edinburgh memperlihatkan bahwa penulisnya memang berafiliasi pada perguruan tinggi dimaksud. Penulis tersebut adalah Mark Wilkinson dan R. Stuart Haszeldine. Meskipun karya risetnya terpublikasi melalui pangkalan data jurnal komersial, terlihat kesan bahwa keinginan untuk mengoptimalkan reputasi dilakukan juga dengan cara mempertontonkannya melalui gerbang pengetahuan digital tempat mereka bersuaka. Tanpa mengesampingkan hak eksklusif, tentu saja pola demikian bisa diikuti para peneliti yang berafiliasi pada sentral riset atau institusi lainnya di Indonesia. Hasil pada Tabel 7 menunjukkan dua artikel terindeks Scopus memperoleh frekuensi pengutipan seimbang. Keduanya diciptakan melalui pola berkolaborasi dan seluruh penulisnya berasal dari institusi yang sama, yaitu New Mexico Tech (Petroleum Recovery Research Center). Posisi kedua dengan karya riset berjudul "Biodiesel from microalgae" oleh pengarang Yusuf Chisti berafiliasi pada Massey University. Dari hasil pemaparan, terlihat nyata bahwa keluaran pada Tabel 7 memiliki korelasi dengan hasil Tabel 6. Kondisi ini makin memperkuat bahwa referensi ilmiah berbayar selevel Scopus bisa diakses dari pangkalan data di tempat para penulisnya bernaung. Makin banyak penulis mempermudah ketampakan akses terbuka, dapat berefek pada peningkatan angka sitasi, dampak ilmiah, dan mengangkat hasil riset mereka sendiri (Swan, 2013:28). 30 Tabel 6: Pangkalan Data Pemasok Artikel Jurnal Akses Terbuka Terindeks Scopus Artikel (%( Identitas dan Pangkalan Data 70 (46,98) ResearchGate http://www.researchgate.net 4 (2,68) University of Edinburgh 4 (2,68) 3 (2,01) 3 (2,01) Pharmaceutical Society of Japan 3 (2,01) Taylor & Francis Norwegian University of Science and Technology American Society for Microbiology http://carbcap.geos.ed.ac.uk http://www.geos.ed.ac.uk http://www.ipt.ntnu.no http://aem.asm.org http://aac.asm.org https://www.jstage.jst.go.jp http://www.tandfonline.com 2 (1,34) Elsevier 2 (1,34) Massey University 2 (1,34) Mineralogical Society http://www.sciencedirect.com http://www.massey.ac.nz http://www.minersoc.org 2 (1,34) National Agricultural Library http://naldc.nal.usda.gov 2 (1,34) National Biodiesel Board http://biodiesel.org 2 (1,34) National Institute of Science Communication and Information Resources http://nopr.niscair.res.in 2 (1,34) New Mexico Tech (Petroleum Recovery Research Center) 2 (1,34) Pennsylvania State University 2 (1,34) Princeton University http://www.prrc.nmt.edu http://baervan.nmt.edu http://citeseerx.ist.psu.edu http://www3.geosc.psu.edu http://www.princeton.edu 44 (29,53) Lainnya (44 Pangkalan Data) 149 (100) Sumber: Data primer yang diolah, 2015 Tabel 7: Supremasi Artikel Jurnal (Scopus Index) pada KTI SCOG 2010--2014 | Judul Artikel (Scopus Index) | http://dx.doi.org/ | Kemunculan (%) | |---|---|---| | "EOR Screening Criteria Revisited-Part 2: Applications and Impact of Oil Prices" | 10.2118/39234-PA | 4 (2,34) | | "EOR Screening Criteria Revisited - Part 1: Introduction to Screening Criteria and Enhanced Recovery Field Projects" | 10.2118/35385-PA | 4 (2,34) | | "Biodiesel from Microalgae" | 10.1016/j.biotechadv.2007.02.001 | 3 (1,75) | | "A New Equation of State for Carbon Dioxide Covering the Fluid Region from the Triple-Point Temperature to 1100 K at Pressures up to 800 Mpa" | 10.1063/1.555991 | 3 (1,75) | | "Life cycle assessment of palm biodiesel: Revealing facts and benefits for sustainability" | 10.1016/j.apenergy.2009.04.014 | 2 (1,17) | | "Evaluation of Gambir Quality Based on Quantitative Analysis of Polyphenolic Constituents" | 10.1248/yakushi.127.1291 | 2 (1,17) | | "Interpretational Applications of Spectral Decomposition in Reservoir Characterization" | 10.1190/1.1438295 | 2 (1,17) | | "Characterization of Wettability from Spontaneous Imbibition Measurements" | 10.2118/99-13-49 | 2 (1,17) | | "Recovery of Catechin Compounds from Korean Tea by Solvent Extraction" | 10.1016/j.biortech.2005.04.001 | 2 (1,17) | | "Plane Wave Reflection Coefficients For Gas Sands at Nonnormal Angles of Incidence" | 10.1190/1.1441571 | 2 (1,17) | | "A simplification of the Zoeppritz Equations" | 10.1190/1.1441936 | 2 (1,17) | | "Opportunities and Challenges for Biodiesel Fuel" | 10.1016/j.apenergy.2010.09.029 | 2 (1,17) | | "Production of Biodiesel: A Technical Review" | 10.1016/j.rser.2011.07.079 | 2 (1,17) | | "Production of Biodiesel: Possibilities and Challenges" | 10.1002/bbb.2 | 2 (1,17) | | "Application of The Dynamic Wilhelmy Plate to Identification of Slippage at A Liquid-Liquid-Solid Three-Phase Line of Contact" | 10.1016/0920-4105(95)00009-7 | 2 (1,17) | | "Screening and Ranking of Sedimentary Basins for Sequestration of CO2 in Geological Media in Response to Climate Change" | 10.1007/s00254-003-0762-9 | 2 (1,17) | | Lainnya (133 Frekuensi Kemunculan) | | 133 (1,17) | | Total Kemunculan | | 171 (100) | Sumber: Data primer yang diolah, 2015

Conclusion

4.3.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil evaluasi ketersediaan artikel jurnal akses terbuka untuk cabang ilmu minyak dan gas bumi, dapat disimpulkan beberapа hal sebagai berikut: a) Sumber referensi primer yang dirujuk peneliti guna menyusun KTI SCOG periode tahun 2010-2014 mencapai 492 artikel dan mayoritas mampu diakses secara online. Dari total artikel ilmiah yang dikonsumsi peneliti, lebih dari separuhnya mempunyai visibilitas terbuka. Terlebih kesiapan artikel Scopus yang bisa dipanen bebas hampir menyentuh level setengah dari total populasinya. b) Artikel jurnal akses terbuka cenderung ditemukan pada pangkalan data berkarakter domain (.net) dan derajat kemutakhirannya menonjol pada kurun waktu lima tahun terahir. Porsi artikel terbuka yang memiliki DOI juga terbilang rendah. Sumber berbahasa asing lebih kecil dibandingkan kedigdayaan artikel berbahasa Indonesia. Di samping itu, artikel akses terbuka juga banyak terwujud dari kolaborasi dan penggratisan mutlaknya ditunjukan negara Malaysia. c) ResearchGate sebagai habitat alternatif cukup berkontribusi dan memiliki potensi dalam menyediakan artikel jurnal akses terbuka bereputasi universal semisal Scopus. Di samping itu, kesadaran para peneliti dalam menampakkan tulisan ilmiahnya secara bebas melalui pangkalan data tempat mereka berafiliasi juga diprediksi mampu mengurangi ketergantungan pada sistem berlangganan jurnal ilmiah. 4.3.1 Saran Untuk mendegradasi ketergantungan besaran investasi pada terbitan berkala ilmiah berbayar, sebaiknya suatu institusi juga mempertimbangkan Open Access Journal (OAJ) dan artikel jurnal akses terbuka berdaya saing menurut pemeringkat Scopus atau SJR sebagai habitat terbarukan dalam menyediakan asupan informasi fundamental bagi para penelitinya.