PENGUKURAN PEMBUDAYAAN KEGEMARAN MEMBACA: KAJIAN SURVEI INDEKS KEGEMARAN MEMBACA KOTASALATIGATAHUN 2022
Universitas Diponegoro; Universitas Diponegoro; Universitas Diponegoro; Universitas Diponegoro; Universitas Diponegoro; Universitas Diponegoro
Abstrak
Pemerintah daerah Kota Salatiga melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga sangat aktif berperan serta dalam mendukung perpustakaan maupun penyedia bahan bacaan lainnya untuk meningkatkan kegemaran membaca masyarakat Kota Salatiga. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan metode kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Pengambilan sampling menggunakan probability, dengan teknik sampling acak sederhana. Instrumen penelitian menggunakan standar nasional, seperti yang sudah ditetapkan oleh Perpustakaan Nasional. Lokasi penelitian yaitu Kota Salatiga, dengan target sampling unit terkecil di tingkat kecamatan dan melibatkan responden sebanyak 400 orang dengan kriteria usia 10-69 tahun. Sebaran responden di Kecamatan Argomulyo(103 responden), Kecamatan Sidomukti (92 responden), Kecamatan Sidorejo (109 responden), dan Kecamatan Tingkir (96 responden). Indikator pengukuran diperoleh dari penghitungan frekuensi membaca per minggu, durasi membaca per hari, jumlah bahan bacaan per triwulan, frekuensi akses internet per minggu, serta durasi akses internet per hari. Hasil penelitian diketahui bahwa kondisi kegemaran membaca masyarakat di Kota Salatiga termasuk dalam kategori tinggi sebesar 64,08. Kontribusi terbesar IGM Kota Salatiga adalah pada indikator aktivitas membaca masyarakat dengan frekuensi akses internet sebesar 80,42.
Abstract
The regional government of Salatiga City through the Library and Archives Service of SalatigaCityisvery active in participating in supporting libraries and other providers of reading materials to increasethe love of reading for the people of Salatiga City. This research was conducted using a quantitativemethod approach with a survey research type. Sampling using probability, with a simple randomsampling technique. The research instrument uses national standards, as determined by the National Library. The research location is the City of Salatiga, with the smallest sampling unit target at thesub- district level and involving 400 respondents with age criteria of 10-69 years. The distributionof respondents in Argomulyo District (103 respondents), Sidomukti District (92 respondents), SidorejoDistrict (109 respondents), and Tingkir District (96 respondents). Measurement indicators are obtainedfrom calculating the frequency of reading per week, the duration of reading per day, the amount of reading material per quarter, the frequency of internet access per week, and the duration of internet access per day. The results of the study revealed that the condition of the people's penchant for readingin Salatiga City was included in the high category of 64.08. The biggest contribution of IGMCityof Salatiga is the indicator of community reading activity with an internet access frequency of 80.42.
Keywords:
budaya baca
· IGM
· TGM
· Kota Salatiga
· indeks
· gemar membaca
Introduction
Pemerintah saat ini sedang berupaya untuk meningkatkan budaya gemar membaca masyarakat. Hal ini tertuang dalam program strategis nasional sejak tahun 2020. Pemerintah daerah juga diharapkan dapat ikut memperhatikan dan menggarap dampak perpustakaan maupun penyedia bahan bacaan lainnya dalam rangka meningkatkan kegemaran membaca masyarakat. Dalam Kaitannya Meningkatkan kegemaran membaca, diperlukan suatu tolok ukur dan penelitian ilmiah yang dapat menjadi dasar dari suatu pengambilan keputusan maupun kebijakan. Hasil dari pengukuran nilai IGM yang dihitung secara mandiri oleh Pemerintah Kota Salatiga menjadi laporan penyelenggaraan pemerintah Kota Salatiga dan menjadi dasar menyusun program dalam rangka meningkatkan nilai kegemaran membaca masyarakat secara berkelanjutan. Gambaran umum sistem nasional indeks gemar membaca masyarakat Indonesia, bahwa sistem nasional pengukuran IGM masyarakat Indonesia memiliki konsep down to top. Proses sampling langsung kepada responden dilakukan oleh pemerintah Kota Salatiga. Data yang telah dikumpulkan oleh Kota Salatiga diserahkan ke pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Perpustakaan Nasional akan merekap data dari pemerintah provinsi Jawa Tengah yang selanjutnya diolah sebagai IGM masyarakat Indonesia secara nasional. Selain sebagai pihak yang menentukan IGM nasional, Perpustakaan Nasional juga memiliki peran untuk mengeluarkan standar pengukuran baku yang digunakan oleh seluruh Provinsi/Kabupaten/Kota dalam mengukur IGM di daerah masing-masing. Hasil pengukuran IGM yang dilakukan oleh pemerintah Kota Salatiga mempengaruhi IGM secara nasional, sehingga proses pengukuran IGM harus dilakukan dengan baik dan sesuai dengan keadaan sebenarnya. Penelitian ini dilaksanakan melalui kerjasama antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Diponegoro. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Nilai IGM menjadi Indikator Kinerja Kunci (IKK) dengan bobot 2%. Urgensi penelitian ini dilakukan, karena mempertimbangkan hasil kajian IGM ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan maupun panduan bersama oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga sebagai strategi dan dasar penyusunan arah kebijakan pengembangan perpustakaan maupun dalam penyusunan program peningkatan kegemaran membaca masyarakat khususnya di Kota Salatiga. Selain itu, diharapkan dapat membantu Pemerintah Kota Salatiga khususnya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dalam menghitung Nilai Kegemaran Membaca Masyarakat secara mandiri sehingga dapat dilaporkan secara berjenjang dan berkala kepada Perpustakaan Nasional RI. TINJAUAN PUSTAKA Gemar artinya suka sekali. Dalam Konteks Gemar membaca, maka berarti suka sekali membaca, baik itu membaca bahan perpustakaan dalam bentuk tercetak maupun digital. Selanjutnya tingkat kegemaran membaca adalah tingkat perilaku atau kebiasaan masyarakat dalam memperoleh pengetahuan dan informasi dari berbagai bentuk media yang dilakukan secara mandiri dalam jangka waktu tertentu. Sementara itu, kegemaran membaca berdasarkan Perda Provinsi Jawa Tengah No. 1 Tahun 2014, dijelaskan sebagai kebiasaan atau perilaku yang disukai seseorang untuk mengetahui atau menambah informasi melalui membaca. IGM merupakan nilai yang menunjukan tingkatan kegemaran membaca masyarakat. Indeks Gemar Membaca masyarakat dapat diukur dengan menggunakan 5 (lima) variabel. Pengukuran IGM perlu dilakukan untuk mengukur indeks gemar membaca masyarakat, baik nasional maupun daerah secara komprehensif dan tepat. Pada dasarnya, mengukur minat, kegemaran, kebiasaan, dan budaya membaca masyarakat, bukan sesuatu yang mudah dikarenakan banyak faktor yang mempengaruhinya. Dalam Fatmawati (2022) jelaskan tujuan dari pengukuran IGM, yaitu menjawab IKK urusan pemerintahan bidang perpustakaan, mengetahui nilai IGM masyarakat, mengetahui kondisi kegemaran membaca masyarakat, mengevaluasi dan merumuskan rekomendasi kebijakan strategi pembangunan dan pendayagunaan perpustakaan/penyedia bahan bacaan, serta adanya pengelolaan data berkelanjutan terkait nilai IGM masyarakat yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Data pada tahun 2020 menunjukkan hasil kajian tingkat kegemaran membaca masyarakat yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional RI, bahwa nilai kegemaran membaca masyarakat Indonesia berada di kategori sedang dengan nilai 54.17 (dari 100). Pemerintah terus mengupayakan peningkatan angka kegemaran membaca, dengan berbagai program. Namun, dalam menentukan kebijakan penyusunan program dan indikator keberhasilan dibutuhkan kajian dan tolak ukur secara berkala. Berdasarkan Hal itu, maka perlu dilakukan penelitian yang mendalam, komprehensif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Target dari pengukuran IGM Kota Salatiga, yaitu: 1). Menghitung nilai IGM Masyarakat kota Salatiga secara komprehensif dan tepat yang nantinya dilaporkan kepada Pemerintah Kota Salatiga; 2). Mengumpulkan, mengolah, menganalisis, mengevaluasi, serta merumuskan hasil pengukuran pembudayaan kegemaran membaca masyarakat Kota Salatiga.
Method
Metode untuk pengukuran IGM ini dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Bungin (2010) menyebut bahwa perilaku sosial yang memiliki gejala yang tampak, dapat diamati, dikonsepkan, dan diukur sebagai dimensi yang muncul di masyarakat. Penelitian ini dapat diklasifikasikan ke dalam jenis penelitian dengan metode survei yang menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Untuk mengetahui perbedaan pola berbagi pengetahuan yang dimaksud, maka peneliti membagikan kuesioner kepada masyarakat dari berbagai tingkatan usia dengan unit analisisnya adalah masyarakat. Rumus yang digunakan dalam pengukuran IGM adalah: IGM = (0.3FM + 0.3DM + 0.3JB + (0.05FAI + 0.05DAI). Hasil IGM dapat dikategorikan dalam skala Likert dari kategori sangat rendah sampai sangat tinggi. Tahapan kegiatan pengukuran IGM dimulai dari persiapan menyiapkan bahan, survei maupun kuesioner, memperhatikan aspek instrumen datanya, pengumpulan data, pengolahan data, serta analisis data. Penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik sampling dan instrumen penelitian, yang sudah ditetapkan oleh Perpustakaan Nasional RI serta menjadi standar nasional. Target lokasi dalam penelitian ini yaitu di Kota Salatiga. Populasinya adalah penduduk Kota Salatiga. Sampelnya dengan target sampling unit terkecil di tingkat kecamatan dan melibatkan responden sebanyak 400 orang dengan kriteria usia 10-69 tahun. Berdasarkan Data BPS Salatiga Dalam Angka tahun 2022, bahwa jumlah populasi sebanyak 158.141jiwa. Selanjutnya jumlah sampel dihitung menggunakan rumus Slovin dengan rincian sebagai berikut: Jumlah Populasi (N) : 158.141 Margin Error : 5% Perhitungan dengan Rumus Slovin : n = N 1 + Ne 2 n = 158141 1+ 158141 x 0,05 2 n = 398,99 Total Sampel : 398,99 Pembulatan Sampel: 400 orang Berdasarkan data BPS Kota Salatiga, terdapat 4 (empat) kecamatan yang meliputi 23 kelurahan. Survei dilakukan secara offline atau tatap muka secara langsung, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Pelaksanaan penelitian dilakukan selama 2,5 bulan, yaitu bulan Juni s.d. Agustus 2022. Analisis pengolahan data dilakukan dengan melalui beberapa tahapan dan menghasilkan beberapa luaran.
Result & Discussion
Deskripsi Data Demografi Responden Pada bagian ini dijelaskan profil responden berdasarkan jenis kelamin, rentang usia, pendidikan terakhir, dan pekerjaan. 1. Profil responden berdasarkan jenis kelamin. Berikut ini merupakan grafik profil responden berdasarkan jenis kelamin. Berdasarkan hasil pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) diperoleh kesepakatan rancangan kuesioner untuk pengukuran IGM. Pelaksanaan survei dilakukan sesuai target jumlah responden per kecamatan, diantaranya: sebanyak 103 responden di Kecamatan Argomulyo, 92 responden di Kecamatan Sidomukti, 109 responden di Kecamatan Sidorejo, dan 96 responden di Kecamatan Tingkir. Berikut contoh dokumentasi ketika wawancara dengan beberapa responden di Kota Salatiga: Gambar 1. Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Responden pengukuran tingkat kegemaran membaca masyarakat Kota Salatiga terdiri dari 400 orang, mayoritas didominasi oleh perempuan sebesar 58 %. 2. Profil responden berdasarkan rentang usia. Berikut ini merupakan grafik profil responden berdasarkan rentang usia. Gambar 2. Responden Berdasarkan Rentang Usia Komposisi responden terbanyak yaitu pada rentang usia 10 - 24 tahun (29,5%), disusul rentang usia 25 - 39 tahun (27%), dan rentang usia 40 - 54 tahun (26%). Adapun paling sedikit pada rentang usia 55 - 69 tahun (17,5%). 3. Profil responden berdasarkan pendidikan terakhir. Berikut merupakan grafik profil responden berdasarkan pendidikan terakhir. Gambar 3. Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Komposisi responden terbanyak adalah pada tingkat pendidikan SMA/SMK/MA (36%) disusul tingkat pendidikan Sarjana D4/S1 (23%), tingkat pendidikan SD/MI (17%), tingkat pendidikan SMP/MTs (13,5%), tingkat pendidikan SD tidak tamat (4,25%) serta Diploma-D1/D2/D3 (4,5%), dan tingkat pendidikan Magister S2 (1,75%). Sementaraitu, responden yang berada pada tingkat pendidikanDoktor-S3 tidak ada (0%). 4. Profil responden berdasarkan pekerjaan. Berikut ini merupakan grafik profil responden berdasarkan pekerjaan. Gambar 4. Responden Berdasarkan Pekerjaan Komposisi responden terbanyak adalah profesi lain yang belum disebut (26,5%), kemudian disusul pengusaha/pedagang sebesar 19,5%. Aktivitas Membaca Masyarakat Aktivitas membaca masyarakat Kota Salatiga Tahun 2022 akan dianalisis berdasarkan 5 (lima) indikator dalam pengukuran IGM. Lima indikator tersebut diantaranya frekuensi membaca per minggu, durasi membaca per hari, jumlah bahan bacaan yang dibaca per tiga bulan, frekuensi akses internet per hari, dan durasi akses internet per hari. Pembahasan Meliputi aktivitas membaca di tingkat kabupaten dan tingkat kecamatan. 1. Frekuensi Membaca Kota Salatiga Per Minggu. Berikut ini tabel frekuensi membaca masyarakat Kota Salatiga. Tabel 1. Frekuensi Membaca Kota Salatiga No Frekuensi Membaca Interval Skor Kategori Jumlah Responden % 1 Tidak pernah 0 – 20 Sangat Rendah 18 4,25% 2 1 - 2 kali 20,1 – 40 Rendah 68 17,00% 3 3 - 4 kali 40,1 – 60 Sedang 68 17,00% 4 5 - 6 kali 60,1 – 80 Tinggi 48 12,25% 5 > 6 kali 80,1 – 100 Sangat Tinggi 198 49,50% Grand Total 400 100% Berdasarkan data tersebut, maka Kota Salatiga memiliki nilai rata-rata frekuensi membaca sebesar 77,03. Hal ini termasuk kategori tinggi dengan frekuensi membaca 5-6 kali per minggu. Dalam satu minggu 4,25% responden tidak pernah membaca, 17% membaca 1-2 kali, 17% membaca 3-4 kali, 12,25% membaca 5-6 kali, dan 49,5% membaca lebih dari 6 kali. Tabel 2. Frekuensi Membaca per Kecamatan No Kecamatan Nilai Kategori Frekuensi Membaca 1 Argomulyo 77,12 Tinggi 5 - 6 kali 2 Sidomukti 77,39 Tinggi 5 - 6 kali 3 Sidorejo 76,11 Tinggi 5 - 6 kali 4 Tingkir 77,50 Tinggi 5 - 6 kali Pada tingkat kecamatan, Kecamatan Kecamatan Tingkir memiliki nilai frekuensi membaca paling tinggi sebesar 77,50(tinggi), dalam satu minggu masyarakat Kecamatan Tingkir membaca 5-6 kali. Selanjutnya, diikuti oleh Kecamatan Sidomukti yang masih dalam kategori tinggi karena memiliki nilai frekuensi membaca sebesar 77,39 (tinggi), dalam satu minggu masyarakat Kecamatan Argomulyo membaca 5-6 kali. Selain itu, Kecamatan Argomulyo dan Sidorejo juga masih dalam kategori tinggi, meskipun menunjukkan angka yang lebih rendah dibandingkan dua kecamatan lainnya yang mana memiliki nilai frekuensi membaca masih di atas nilai 76(tinggi), dalam satu minggu masyarakat Kecamatan Argomulyo dan Sidorejo Membaca 5-6 kali. 2. Durasi Membaca Kota Salatiga per Hari. Berikut ini tabel durasi membaca masyarakat Kota Salatiga. 3. Tabel 3. Durasi Membaca Kota Salatiga No Durasi Membaca Interval Skor Kategori Jumlah Responden % 1 Tidak pernah 0 – 20 Sangat Rendah 18 4,50% 2 1 menit - 59 menit 20,1 – 40 Rendah 179 44,75%3 1 jam - 1 jam 59 menit 40,1 – 60 Sedang 89 22,25%4 2 jam - 2 jam 59 menit 60,1 – 80 Tinggi 42 10,50%5 ≥ 3 jam 80,1 – 100 Sangat Tinggi 72 18.00%Grand Total 400 100% Nilai Rata Rata Kategori Durasi Membaca 58,69 Sedang 1 jam - 1 jam 59 menit Kota Salatiga memiliki nilai rata -rata Durasi Membaca sebesar 58,69 (termasuk kategori sedang) dengan Durasi Membaca 1 jam- 1 jam 59 menit per hari. Dalam satu hari 4,5% responden tidak meluangkan waktu untuk membaca, 44,75% membaca selama 1 menit - 59 menit, 22,25% membaca selama 1 jam – 1 jam 59 menit, 10,5% membaca selama 2 jam - 2 jam 59 menit, dan 18% membaca selama ≥ 3 jam. Tabel 4. Durasi Membaca per Kecamatan No Kecamatan Nilai Kategori Durasi Membaca 1 Argomulyo 59,81 Sedang 1 jam - 1 jam 59 menit 2 Sidomukti 63,04 Sedang 1 jam - 1 jam 59 menit 3 Sidorejo 54,63 Sedang 1 jam - 1 jam 59 menit 4 Tingkir 57,29 Sedang 1 jam - 1 jam 59 menit Pada tingkat kecamatan, Kecamatan Sidomukti memiliki nilai Durasi Membaca paling tinggi sebesar 63,04 (sedang), dalam satu hari masyarakat Kecamatan Sidomukti membaca selama 1 jam- 1 jam 59 menit. Selanjutnya, diikuti oleh Kecamatan Argomulyo yang memiliki nilai frekuensi membaca sebesar 59,81 (sedang), dalam satu hari masyarakat Kecamatan Argomulyo membaca selama 1 jam- 1jam59 menit. Kecamatan Tingkir memiliki nilai Frekuensi Membaca sebesar 57,29(sedang), dalam satu hari masyarakat Kecamatan Tingkir membaca selama 1 jam- 1 jam 59 menit. Begitu juga dengan Kecamatan Sidorejo yang masih dalam kategori tinggi meskipun menunjukkan angka yang paling kecil di antara empat kecamatan yang mana memiliki nilai frekuensi membaca sebesar 54,63 (sedang), dalam satu hari masyarakat Kecamatan Sidorejo membaca 1 jam- 1 jam 59 menit. 4. Jumlah Bahan Bacaan Kota Salatiga Per Triwulan. Berikut ini tabel jumlah bacaan membaca masyarakat Kota Salatiga. Tabel 5. Jumlah Bacaan Membaca Kota Salatiga No Jumlah Bahan Bacaan Interval Skor Kategori Jumlah Responden % 1 Tidak pernah 0 – 20 Sangat Rendah 75 18,75% 2 1 – 2 bahan bacaan 20,1 – 40 Rendah 133 33,25% 3 3 - 4 bahan bacaan 40,1 – 60 Sedang 84 21,00% 4 5 - 6 bahan bacaan 60,1 – 80 Tinggi 25 6,25% No Jumlah Bahan Bacaan Interval Skor Kategori Jumlah Responden % 5 > 6 bahan bacaan 80,1 – 100 Sangat Tinggi 83 20,75% Grand Total 400 100% Nilai Rata Rata Kategori Jumlah Bahan Bacaan 55,24 Sedang 3 - 4 bahan bacaan Kota Salatiga memiliki nilai rata-rata jumlah bahan bacaan yang dibaca sebesar 55,24 (termasuk kategori sedang) dengan jumlah bahan bacaan yang dibaca sebanyak 3 - 4 bahan bacaan per tiga bulan. Dalam tiga bulan 18,75% responden tidak membaca, 33,25% responden membaca 1- 2 bahan bacaan, 21% membaca 3 - 4 bahan bacaan, 6.25% membaca membaca 5 - 6 bahan bacaan, dan 20,75% membaca > 6 bahan bacaan. Tabel 6. Bahan Bacaan Membaca per Kecamatan No Kecamatan Nilai Kategori Jumlah Bahan Bacaan 1 Argomulyo 56,15 Sedang 3 – 4 bahan bacaan 2 Sidomukti 53,48 Sedang 3 – 4 bahan bacaan 3 Sidorejo 59,26 Sedang 3 – 4 bahan bacaan 4 Tingkir 52,08 Sedang 3 – 4 bahan bacaan Pada tingkat kecamatan, Kecamatan Sidorejo memiliki nilai jumlah bahan bacaan paling tinggi sebesar 59,26 (sedang), dalam tiga bulan masyarakat Kecamatan Sidorejo membaca 3 - 4 bahan bacaan. Selanjutnya Kecamatan Argomulyo memiliki nilai Jumlah Bahan Bacaan sebesar 56,15(sedang), dalam tiga bulan masyarakat Kecamatan Argomulyo membaca 3 - 4 bahan bacaan. Kecamatan Sidomukti memiliki nilai Jumlah Bahan Bacaan sebesar 53,48 (sedang), dalam tiga bulan masyarakat Kecamatan Argomulyo membaca 3 - 4 bahan bacaan. Sementaraitu, Kecamatan Tingkir memiliki nilai jumlah bahan bacaan sebesar 52,08 (sedang), dalam tiga bulan masyarakat Kecamatan Tingkir membaca 3 - 4 bahan bacaan. 5. Frekuensi Akses Internet Kota Salatiga per Minggu. Berikut ini tabel frekuensi akses internet masyarakat Kota Salatiga. Tabel 7. Frekuensi Akses Internet Kota Salatiga No Frekuensi Akses Internet Interval Skor Kategori Jumlah Responden % 1 Tidak pernah 0 – 20 Sangat Rendah 40 10,00% 2 1 - 2 kali 20,1 – 40 Rendah 71 17,75% 3 3 - 4 kali 40,1 – 60 Sedang 43 10,75% 4 5 - 6 kali 60,1 – 80 Tinggi 34 8,50% 5 > 6 kali 80,1 – 100 Sangat Tinggi 212 53,00% Grand Total 400 100% Nilai Rata Rata Kategori Frekuensi Akses Internet 75,37 Tinggi 5 – 6 kali Kota Salatiga memiliki nilai rata -rata Frekuensi Akses Internet sebesar 75,37 sehingga termasuk kategori tinggi dengan Frekuensi Akses Internet 5 - 6 kali per minggu. Dalam satu minggu 10% responden tidak pernah mengakses internet untuk membaca, 17,75% mengakses internet untuk membaca 1 - 2 kali, 10,75%mengakses internet untuk membaca 3- 4 kali, 8,5% mengakses internet untuk membaca 5 - 6 kali, dan 53%mengakses internet untuk membaca lebih dari 6 kali. Tabel 8. Frekuensi Akses Internet per Kecamatan No Kecamatan Nilai Kategori Frekuensi Akses Internet 1 Argomulyo 75,58 Tinggi 5 – 6 kali 2 Sidomukti 71,96 Tinggi 5 – 6 kali 3 Sidorejo 73,52 Tinggi 5 – 6 kali 4 Tingkir 80,42 Sangat Tinggi 5 – 6 kali Pada tingkat kecamatan, Kecamatan Tingkir memiliki nilai Frekuensi Akses Internet untuk membaca paling tinggi yaitu sebesar 80,42 (Sangat Tinggi), Kecamatan Argomulyo sebesar 75,58 (tinggi), Kecamatan Sidorejo sebesar 73,52(tinggi), dan Kecamatan Sidomukti sebesar 71,96(tinggi). Dalam satu minggu masyarakat Kota Salatiga di setiap kecamatan mengakses internet untuk membaca 5-6 kali. 6. Durasi Akses Internet per Hari Berikut ini tabel durasi durasi akses internet masyarakat Kota Salatiga. Tabel 9. Durasi Akses Internet Kota Salatiga No. Durasi Akses Internet Interval Skor Kategori Jumlah Responden % 1 Tidak pernah 0 - 20 Sangat Rendah 39 9,75%2 1 menit - 59 menit 20,1 - 40 Rendah 152 38,00%3 1 jam - 1 jam 59 menit 40,1 - 60 Sedang 75 18,75%4 2 jam - 2 jam 59 menit 60,1 - 80 Tinggi 29 7,25%5 ≥ 3 jam 80,1 - 100 Sangat Tinggi 105 26,25%Grand Total 400 100%Nilai Rata Rata Kategori Durasi Akses Internet 60,51 Sedang 1 jam – 1 jam 59 menit Kota Salatiga memiliki nilai rata-rata Durasi Akses Internet untuk membaca sebesar 60,51, termasuk dalam kategori sedang dengan Durasi 1 jam - 1 jam 59 menit per hari. Dalam satu hari 9,75% responden tidak meluangkan waktu mengakses internet untuk membaca, 38% mengakses internet untuk membaca selama 1 menit - 59 menit, 18,75% mengakses internet membaca selama 1 jam - 1 jam 59 menit, 7,25% mengakses internet untuk membaca selama 2 jam - 2 jam 59 menit, dan 26,25% mengakses internet untuk membaca selama ≥ 3 jam. Tabel 10. Durasi Akses Internet per Kecamatan No Kecamatan Nilai Kategori Durasi Akses Internet 1 Argomulyo 60,00 Sedang 1 jam - 1 jam 59 menit 2 Sidomukti 62,61 Sedang 1 jam - 1 jam 59 menit 3 Sidorejo 56,30 Sedang 1 jam - 1 jam 59 menit 4 Tingkir 63,13 Sedang 1 jam -1 jam 59 menit Pada tingkat kecamatan, Kecamatan Tingkir memiliki nilai durasi akses internet untuk membaca paling tinggi yaitu sebesar 63,13 (sedang). kecamatan sidomukti memiliki nilai durasi akses internet untuk membaca sebesar 62,61 (sedang). Kemudian, disusul oleh Kecamatan Argomulyo dan Kecamatan Sidorejo Yaitu Dengan nilai masing-masing sebesar 60(sedang) dan 56,30 (sedang). Dalam Satu Hari masyarakat di setiap kecamatan mengakses internet untuk membaca selama 1 jam - 1 jam 59 menit. 7. Rekap Aktivitas Membaca Kota Salatiga. Berikut ini rekap aktivitas membaca Kota Salatiga. Tabel 11. Aktivitas Membaca Kota Salatiga No. Aktivitas Membaca Nilai Kategori 1 Frekuensi Membaca 77,03 Tinggi 2 Durasi Membaca 58,69 Sedan G3 Jumlah Bahan Bacaan 55,24 Sedang 4 Frekuensi Akses Internet 75,37 Tinggi 5 Durasi Akses Internet 60,51 Tinggi Pada Tabel 11 menunjukkan sebaran aktivitas membaca masyarakat Kota Salatiga Tahun 2022. Dimensi frekuensi membaca memperoleh nilai paling tinggi sebesar 77,03; dimensi frekuensi akses internet sebesar 75,37; dimensi durasi akses internet sebesar 60,51; kemudian dimensi durasi membaca sebesar 58,69; dan terakhir dimensi jumlah bahan bacaan yang dibaca sebesar 55,24. Berikut adalah tabel rekap dan grafik aktivitas membaca per-kecamatan di Kota Salatiga Tahun 2022. Tabel 12. Aktivitas Membaca per Kecamatan No Kecamatan Frekuensi Membaca Durasi Membaca Jumlah Bahan Bacaan Frekuensi Akses Internet Durasi Akses Internet 1 Argomulyo 77,12 59,81 56,15 75,58 60,00 2 Sidomukti 77,39 63,04 53,48 71,96 62,61 3 Sidorejo 76,11 54,63 59,26 73,52 56,30 4 Tingkir 77,50 57,29 52,08 80,42 63,13 Berdasarkan Tabel 12, dapat diketahui bahwa nilai minimum di Kecamatan Argomulyo, Kecamatan Sidomukti, dan Kecamatan Tingkir adalah Dimensi Jumlah Bahan Bacaan. Sementaraitu, nilai minimum di Kecamatan Sidorejoadalah Dimensi Durasi Membaca. Gambar 5. Aktivitas Membaca per Kecamatan Indeks Kegemaran Membaca Setelah melakukan analisis terhadap lima dimensi indeks kegemaran membaca pada bagian ii, selanjutnya adalah melakukan analisis data indeks kegemaran membaca. Analisis terdiri dari indeks kegemaran membaca tingkat kabupaten dan tingkat kecamatan. 1. Indeks Kegemaran Membaca Kota Salatiga Berikut adalah nilai Indeks Gemar Membaca (IGM) masyarakat Kota Salatiga Berdasarkan sebaran nilai responden. Tabel 13. Tabel Indeks Gemar Membaca Kota Salatiga No Interval Skor Kategori Jumlah Responden % 1 0 – 20 Sangat Rendah 9 2,25% 2 20,1 – 40 Rendah 40 10,00% 3 40,1 – 60 Sedang 131 32,75% 4 60,1 – 80 Tinggi 126 31,50% 5 80,1 – 100 Sangat Tinggi 94 23,50% Grand Total 400 100% Nilai Indeks Gemar Membaca Kategori 64,08 Tinggi Nilai IGM Kota Salatiga Tahun 2022 adalah 64,08 (Sedang). Untuk sebaran nilai responden, diketahui 2,25% memiliki nilai IGM dengan kategori sangat rendah, 10 % dengan kategori rendah, 32,75% dengan kategori sedang, kemudian 31,50% dengan kategori tinggi, dan 23,50 % memiliki nilai IGM dengan kategori sangat tinggi. 2. Indeks Gemar Membaca per Kecamatan (Rekap dari tertinggi ke terendah) Berikut adalah nilai IGM Kota Salatiga per kecamatan. Nilai IGM diurutkan berdasarkan dari nilai tertinggi sampai nilai terendah. Tabel 14. Tabel Indeks Gemar Membaca per Kecamatan No. Kecamatan Nilai IGM Kategori 1 Sidomukti 64,90 Tinggi 2 Argomulyo 64,70 Tinggi 3 Sidorejo 63,49 Tinggi 4 Tingkir 63,24 Tinggi Berdasarkan Tabel 14, nilai IGM tertinggi di Kota Salatiga yaitu Kecamatan Sidomukti dengan nilai IGM sebesar 64,9. Selanjutnya, Kecamatan Argomulyo dengan nilai TGM sebesar 64,7. Kemudian Kecamatan Sidorejo dan Kecamatan Tingkir yang memiliki nilai IGM yaitu sebesar 63,49 dan 63 ,24. Berdasarkan kategorisasi nilai, semua kecamatan di Kota Salatiga memiliki nilai IGM dengan Interval kelas 60,01 - 80,00, kategori tinggi tetapi masih batas bawah interval kelas. Preferensi Kegemaran Membaca Pada bagian ini dijelaskan mengenai preferensi membaca masyarakat. Pembahasan preferensi membaca terdiri atas sebelas komponen yaitu kepemilikan koleksi, kegiatan sehari-hari, motivasi membaca, pilihantema bacaan, pilihan format bacaan, sarana/prasarana pendukung, intensitas kunjungan perpustakaan, intensitas membeli buku, lokasi membaca, pilihan jenis koleksi referensi, dan manfaat membaca. 1. Kepemilikan Koleksi Masyarakat. Berikut ini tabel kepemilikan koleksi bacaan masyarakat Kota Salatiga. Tabel 15. Kepemilikan Koleksi No. Kepemilikan Koleksi Jumlah Responden %1 Tidak punya 124 31,00%2 1 – 25 koleksi 209 52,25%3 26 – 50 koleksi 33 8,25%4 51 – 75 koleksi 16 4,00%5 >75 koleksi 18 4,50%Grand Total 400 100%Untuk kepemilikan koleksi, responden sejumlah 52,25% memiliki 1-25 koleksi, 8,25% memiliki 26-50 koleksi, 4%memiliki 51-75 koleksi, 4,5% mempunyai lebih dari 75 koleksi dan 31%tidak mempunyai koleksi bahan bacaan tercetak atau elektronik (buku, novel, komik, e-book, blog langganan, langganan media informasi cetak dan elektronik). 2. Kegiatan Sehari-hari Masyarakat Kota Salatiga. Berikut ini kegiatan sehari-hari masyarakat Kota Salatiga. Tabel 16. Kegiatan Sehari-hari No Kegiatan Sehari-hari Jumlah Responden % 1 Membaca bacaan tercetak (buku/majalah/koran/buletin/dll) 113 28,25% 2 Membaca bahan bacaan/mengakses informasi di internet (e-book, artikel berita, portal informasi lainnya) 189 47,25% 3 Belajar /Mengerjakan tugas kerja 115 28,75% 4 MainGame (game digital) 98 24,50% 5 Buka Sosial Media (facebook,whatsapp,line,youtubeddl) 151 37,75% 6 Menonton Televisi 139 34,75% 7 Berolahraga 72 18.00% 8 Tidur / Istirahat 193 48,25% 9 Bermain di luar rumah 67 16,75% 10 Kegiatan lainnya yang belum disebutkan 120 30,00% Jumlah Sampel 400 Kegiatan sehari-hari yang dilakukan masyarakat Kota Salatiga menurut hasil survei Tahun 2022 dari yang terbanyak adalah tidur/istirahat sebanyak (48,25%), membaca bahan bacaan/mengakses informasi di internet (47,25%), buka sosial media (37,75%), menonton televisi (34,75%), kegiatan lainnya yang belum disebutkan sebesar (30%), belajar/mengerjakan tugas (28,75%), membaca bacaan tercetak(28,25%), Main game (24,5%), berolahraga(18%), dan bermain di luar rumah(16,75%). 3. Motivasi Membaca Masyarakat Kota Salatiga. Berikut ini motivasi membaca masyarakat Kota Salatiga. Tabel 17. Motivasi Membaca No Motivasi Membaca Jumlah Responden % 1 Karena senangmembaca 82 20,50% 2 Karenamemperdalamhobi / passion saya 81 20,25% 3 Karena belajar atau menyelesaikan tugas (PR sekolah/kuliah/tugas pekerjaan) 90 22,50% 4 Karenamemperdalamilmu keahlian yang sudah saya miliki atau saya inginkan. 53 13,25% 5 Karena mengisi waktu luang yang saya miliki. 217 54,25% 6 Karena inginmenambah pengetahuan dan wawasan hidup. 227 56,75% Jumlah Sampel 400 Pilihan responden terbanyak dorongan/motivasi membaca terhadap bahan bacaan baik tercetak maupun elektronik, yaitu pertama menambah pengetahuan dan wawasan hidup (56,75%), kedua mengisi waktu luang yang dimiliki (54,25%), ketiga belajar atau menyelesaikan tugas (PR sekolah/kuliah/tugas pekerjaan) (22,5%), keempat karena senang membaca (20,5%), kelima memperdalam hobi/ passionsaya(20,25%), dan yang terakhir memperdalam ilmu keahlian yangsudahsaya miliki atau saya inginkan (13,25%). 4. Pilihan Tema Bacaan Masyarakat KotaSalatiga. Berikut ini pilihan tema bacaanmasyarakat Kota Salatig Tabel 18. Tema Bacaan No Tema Bacaan Jumlah Responden % 1 Komputer, Informasi, dan Referensi Umum 74 18,50% 2 Filsafat dan Psikologi 34 8,50% 3 Agama 166 41,50% 4 Ilmu Sosial (sosial, politik, statistik, hukum, administrasi, pendidikan dan ekonomi, dan ilmu sosial) 94 23,50% 5 Bahasa (bahasa-bahasa dunia, termasuk Indonesia) 45 11,25% 6 Ilmu Murni (matematika, fisika, kimia, biologi, geologi, geodesi, antropologi, dll) 45 11,25% 7 Teknologi (ilm terapan, kedokteran, pengobatan, engineering, elektro, komputer, sipil, arsitek, mesin, dll) 71 17,75% 8 Kesenian, Hiburan, Olahraga 208 52,50% 9 Sastra (fiksi, novel, drama, esai, pidato, satir, humor, dll) 126 31,50% 10 Geografi dan Sejarah (semua bangsa, termasuk Indonesia) 66 16,50% Jumlah Sampel 400 5. Pilihan responden membaca terhadap terbanyak tema favorit bahan bacaan baik tercetak maupun elektronik, yaitu kesenian, hiburan, dan olahraga (52%), diikuti agama (41,5%), sastra (31,5%), ilmu sosial (23,5%), komputer, informasi dan referensi umum (18,75%). Adapun tema favorit bahan bacaan lainnya di luar yang disebutkanantara 8% s/d 18%respondenyangmeliputi filsafat dan psikologi, geografi dansejarah, bahasa, teknologi, serta ilmumurni. 6. Pilihan Format Bahan Bacaan Masyarakat Kota Salatiga. Berikut ini format bahan bacaan masyarakat Kota Salatiga. Tabel 19. Format Bahan Bacaan No Format Bahan Bacaan Jumlah Responden % 1 Bahan kertas (buku, majalah, koran, dll) 188 47,00% 2 Bahan digital (e-buku, e-majalah, e-koran, e- artikel, e-jurnal, dll) 216 54,00% 3 Bahan audio/visual (rekaman, suara, video, film, dll) 185 46,25% Jumlah Sampel 400 Pilihan responden terbanyak terhadap format bahan bacaan favorit yang disukai untuk dibaca, yaitu bahan digital (54%), bahan tercetak (47%), dan terakhir bahan audio/visual (46,25%). 7. Pilihan Sarana/Prasarana Kegiatan Membaca Masyarakat Kota Salatiga Berikut ini sarana/prasarana kegiatan membaca masyarakat kota salatiga. Tabel 20. Sarana/Prasarana Pendukung Kegiatan Membaca No Sarana/Prasaran a Pendukung Jumlah Responden % 1 Koleksi Buku 162 40,50% 2 Majalah, Buletin, dan Koran 65 16,25% 3 Komputer/Laptop 130 32,25% 4 Audio/Video Player 47 11,75% 5 HP Smartphone 347 86,75% 6 Smart TV 112 28,00% 7 Akses Internet 246 61,50% 8 Tidak memiliki satupun diatas 4 1,00% Jumlah Sampel 400 Terlihat bahwa sarana/prasarana yang digunakan untuk mendukung kegemaran membaca dari yang terbanyak yaitu: HP Smartphone (86,75%), Akses Internet (61,5%), Koleksi buku (40,5%), Komputer/laptop (32,5%), Smart TV (28%), Majalah, buletin, koran (16,25%), dan Audio/Video Player (11,75%). Sementara itu, responden yang tidak memiliki sarana/prasarana satu pun di atas adalah sebanyak 1%. 8. Intensitas Kunjungan Perpustakaan. Berikut ini intensitas kunjungan perpustakaan masyarakat Kota Salatiga. Tabel 21. Intensitas Kunjungan Perpustakaan No Kunjungan Perpustakaan Jumlah Responden %1 Ya, sering 36 9,00%2 Kadang-kadang 181 45,25%3 Tidak pernah 183 45,75%Grand Total 400 100%Sebanyak 9% responden sering mengunjungi Perpustakaan, 45,25%responden kadang-kadang mengunjungi Perpustakaan, dan 45,75%responden tidak pernah mengunjungi Perpustakaan. 9. Intensitas Membeli Buku. Berikut ini intensitas membeli buku masyarakat Kota Salatiga. Tabel 22. Intensitas Membeli Buku No Intensitas Membeli Buku Jumlah Responden %1 Ya, sering 37 9,25%2 Kadang-kadang 171 42,75%3 Tidak pernah 192 48,00%Grand Total 400 100%Diketahui dalam satu tahun terakhir sebanyak 9,25% responden sering membeli buku, sebanyak 42,75%responden kadang-kadang membeli buku, dan 48% responden tidak pernah membeli buku. 10. Lokasi Membaca Masyarakat Kota Salatiga. Berikut ini lokasi membaca masyarakat Kota Salatiga. Tabel 23. Lokasi Membaca No Lokasi Membaca Jumlah Responden %1 Rumah 370 92,50%2 Kantor 64 16,00%3 Sekolah/Kampus 79 19,75%4 Perpustakaan 59 14,75%5 Transportasi Publik 13 3,25%6 Masjid 14 3,50%7 Café 19 4,75%8 Pasar 4 1,00%9 Jalan 13 3,25%Jumlah Sampel 400 Diketahui 92,5% responden memilih rumah sebagai lokasi membaca; 16%memilih Kantor; 19,75% memilih Sekolah/Kampus; 14,75% memilih Perpustakaan; 3,25%memilih Transportasi Publik; 3.5%memilih Masjid, 4,75% memilih Café, 1%memilih Pasar, dan 3,25% memilih Jalan. 11. Pilihan Jenis Koleksi Referensi Berikut ini jenis koleksi referensi membaca masyarakat Kota Salatiga. Tabel 24. Pilihan Jenis Koleksi Referensi No Koleksi Referensi Jumlah Responden % 1 Kamus 46 11,50% 2 Ensiklopedia 88 22,00% 3 Sumber Rujukan Fakta (Almanak dan buku tahunan, Buku Pegangan dan Manual, Direktori) 32 8,00% 4 Indeks dan Abstrak 19 4,75% 5 Sumber Biografi 44 11,00% 6 Sumber Geografi (Peta, Atlas, Globe) 26 6,50% 7 Bibliografi (Daftar Bahan Pustaka) 10 2,50% 8 Penerbitan Resmi Pemerintah, Laporan Penelitian, Pamflet, dll 103 25,75% 9 Kumpulan Karangan/Bunga Rampai (Kumpulan Essay, Puisi, Artikel, Majalah, dll) 176 44,00% 10 Rujukan Sejarah 71 17,75% Jumlah Sampel 400 Diketahui bahwa jenis koleksi referensi yang paling banyak dipilih adalah Kumpulan Karangan (44,25%), Penerbitan Resmi Pemerintah (26%), Ensiklopedia (22%), Rujukan Sejarah (17,5%), Kamus (11,5%), Sumber Biografi (10,75%), Sumber Rujukan Fakta (8%), Sumber Geografi (6,5%), Indeks dan Abstrak (4,75%), dan Bibliografi (2,5%). 12. Manfaat Membaca. Berikut ini manfaat membaca yang dirasakan oleh masyarakat Kota Salatiga setelahmembaca. Tabel 25. Manfaat Membaca No Manfaat Membaca Jumlah Responden %1 Mengurangi stress 149 37,25%2 Mengasah dan menguatkan kemampuan analisis 127 31,75%3 Meningkatkan konsentrasi dan memori 72 18,00%4 Memperluas perbendaharaan kosakata dan meningkatkan kemampuan menulus 31 7,75%5 Mengurangi resiko terjadinya Alzheimer dan Demensia 20 5,00%Jumlah Sampel 400 Diketahui 37,25% merasakan manfaat yaitu mengurangi stress, 31,75%merasakan manfaat yaitu mengasahdanmenguatkan kemampuan analisis, 18%responden merasakan manfaat dari kegiatan membaca yaitu meningkatkankonsentrasi dan memori, 7,75%merasakan manfaat yaitu memperluasperbendaharaan kosakata danmeningkatkan kemampuan menulis, dan5% responden merasakan manfaat yaitumengurangi resiko terjadinya Alzheimer dan Demensia. 13. Preferensi Bacaan yang Paling Disukai. Berikut ini preferensi bacaan yangpalingdisukai masyarakat Kota Salatiga menurut kategori usia. Tabel 26. Preferensi Bacaan No Tema Bacaan Umur 10-24 tahun 25-39 tahun 40-54 tahun 55-69 tahun 1 Komputer, Informasi, dan Referensi Umum 19 27 24 5 2 Filsafat dan Psikologi 11 12 8 3 3 Agama 33 40 51 42 4 Ilmu Sosial 24 21 26 23 5 Bahasa 17 12 9 7 6 Ilmu Murni 25 10 9 1 7 Teknologi 19 27 17 9 8 Kesenian, Hiburan, Olahraga 54 72 49 33 9 Sastra 57 34 26 10 10 Geografi dan Sejarah 22 20 14 10 Preferensi Membaca yang Paling Disukai Sastra Kesenian, Hiburan, dan Olahraga Agama Agama Gambar 6. Preferensi Bahan Bacaan yang Paling Disukai Berdasarkan Tabel 26 dan Gambar 7, diketahui preferensi bacaan yang paling disukai, bahwa pada usia 10 - 24 tahun adalah sastra, pada usia 25 - 39 tahun adalah Kesenian, Hiburan, dan Olahraga, serta pada usia 40 - 69 tahun adalah Agama.
Conclusion
Penelitian Indeks Gemar Membaca (IGM) Kota Salatiga tahun 2022 menggambarkan kondisi kegemaran membaca di Kota Salatiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Indeks Kegemaran Membaca Masyarakat di Kota Salatiga masuk dalam kategori Tinggi (64,08). Pengukuran ini diperoleh dari penghitungan dengan 5 (lima) Indikator Kinerja Kunci (IKK) yaitu: frekuensi membaca per Minggu, durasi membaca per Hari; jumlah bahan bacaan per Triwulan, frekuensi akses internet per Minggu, serta durasi akses internet per hari. Kondisi kegemaran membaca masyarakat di Kota Salatiga, bahwa dari kelima indikator, kontribusi terbesar IGM Kota Salatiga adalah pada indikator “aktivitas membaca masyarakat di Kota Salatiga” yang menunjukkan bahwa dimensi yang paling tinggi adalah frekuensi akses internet sebesar 80,42. Namun demikian, untuk aktivitas membaca per Kecamatan, diperoleh hasil bahwa Kecamatan Tingkir ternyata jumlah bahan bacaannya paling sedikit (52,08). Indeks Kegemaran Membaca Yang Dianalisis berdasarkan per kecamatan, diperoleh hasil bahwa keempat kecamatan (Argomulyo, Sidomukti, Sidorejo, Tingkir) termasuk dalam interval 60,01 - 80,00, Kategori Tinggi tetapi masih yang batas bawah interval. Untuk kepemilikan koleksi yang paling banyak sebanyak 52,25%responden yang memiliki 1-25 koleksi. Kegiatan sehari-hari yang dilakukan, sebanyak 48,25 %adalah tidur/istirahat. Motivasi membaca terbanyak sebesar 56,75% karena ingin menambah pengetahuan dan wawasan hidup. Pilihan Tema Bacaan masyarakat Kota Salatiga Yang Terbanyak adalah kesenian, hiburan, dan olahraga (52,50%). Format bahan digital yang paling banyak, seperti halnya e-buku, e-majalah, e-koran, e-artikel, e-jurnal, dan yang lainnya, sebesar 54%. Pilihan sarana/prasarana kegiatan memperolehnya mayoritas menggunakan HP smartphone (86,75%). Intensitas kunjungan perpustakaan, sebanyak 45,75%menjawab kalau tidak pernah.Intensitas membeli buku, sebanyak 48% menjawab tidak pernah. Lokasi terbanyak dari aktivitas membaca bagi masyarakat Kota Salatiga adalah di rumah(92,50%). Untuk pilihan jenis koleksi referensi yang dibaca, yang paling dominan adalah kumpulan karangan/bunga rampai (kumpulan esai, puisi, artikel, majalah, dan yang lainnya) sebesar 44%. Selanjutnya manfaat membaca, responden paling banyak menjawab mengurangi stress (37,25%). Rekomendasi Nilai indeks kegemaran membaca masyarakat yang dihasilkan dari penelitian ini, diharapkan memberikan potret fenomena kegemaran membaca masyarakat Kota Salatiga. Semoga penelitian ini dapat memandu pemerintah Kota Salatiga dalam menentukan nilai Indeks Kegemaran Membaca yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Rekomendasi yang bisa disampaikan untuk pengambilan kebijakan dalam program peningkatan “kegemaran membaca” masyarakat khususnya di Kota Salatiga, sebagai berikut: Fokus Pengembangan Koleksi 1) Rekomendasi kebijakan strategi pembangunan dan pendayagunaan perpustakaan/penyedia bahan bacaan di Kota Salatiga perlu ditingkatkan dalam hal jenis koleksinya; 2) Perlu menyusun kembali terkait peta kebutuhan bahan perpustakaan maupun skema akselerasi pengadaan koleksi sampai dengan pendistribusiannya secara merata di Kota Salatiga. 3) Agar literasi masyarakat di Kota Salatiga meningkat, maka perlu mengidentifikasi dan memperkuat sejumlah koleksi untuk meningkatkan indeks gemar membaca. Hal ini bisa dilakukan dengan kegiatan kajian kebutuhan pemustaka (user studies) sehingga ada perbaikan berkesinambungan; 4) Tema bacaan yang paling diminati masyarakat Kota Salatiga adalah tema kesenian, hiburan, agama, dan sastra. Hal ini menunjukan minat baca masyarakat kota Salatiga berada pada area tersebut, maka jika perpustakaan Kota Salatiga mengadakan kegiatan pengembangan koleksi, maka porsi untuk tema tersebut diperbesar. 5) Persentase penggunaan bahan bacaan berformat digital cukup tinggi yaitu 54%, hal ini menunjukan pentingnya bagi perpustakaan Kota Salatiga untuk mengembangkan perpustakaan digital dan koleksinya. Sosialisasi dan Kampanye Gemar Membaca 1) Oleh karena budaya gemar membaca itu sebenarnya dipengaruhi juga oleh faktor keteladanan, maka pustakawan harus bisa sebagai contoh dalam membudayakan aktivitas membaca buku, misalnya ada target minimal buku yang dibaca dalam setia tahun; 2) Menetapkan indikator capaian literasi di Kota Salatiga secara terintegrasi sehingga dapat meningkatkan program dan kegiatan literasi yang dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat; 3) Terdapat 45 % masyarakat yang menjadi responden menjawab tidak pernah mengunjungi perpustakaan. Untuk Meningkatkan minat kunjung ke perpustakaan, perpustakaan kota Salatiga menjalin kerjasama dengan institusi pendidikan untuk menyelenggarakan pekan membaca yang diselenggarakan pada saat liburan sekolah atau waktu tertentu yang telah disepakati bersama. Dalam kegiatan tersebut perpustakaan memberikan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman bahan bacaan dan membaca secara kritis. Selain itu, juga menanamkan keyakinan kepada masyarakat bahwa kegiatan membaca adalah aktivitas yang menyenangkan. 4) Intensitas kunjungan perpustakaan yang masih minim dan pilihan lokasi membaca yang masih banyak di rumah, memerlukan kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemustaka(user education) secara bertahap agar masyarakat lebih mengenal perpustakaan di Kota Salatiga; 5) Perpustakaan Kota Salatiga menginisiasi terbentuknya komunitas membaca. Komunitasini dibentuk sebagai upaya untuk membangunminat baca dengan cara melibatkan semua pemangku kebijakan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, serta masyarakat secara umum untuk memperkuat komunitas dan gerakan/kampanye yang disuarakan. Komunitas tersebut mengajak masyarakat meluangkan waktu untuk membaca, baik untuk tujuan menambah wawasan dalam pekerjaan maupun kebutuhan rekreasi. Tujuan Utama dari gerakan komunitas membaca tersebut adalah menanamkan keyakinan kepada masyarakat untuk menjadikan membaca sebagai aktivitas yang santai, menjaga otak tetap tajam, mencegah penyakit, dan memperpanjang umur. 6) Frekuensi akses internet masyarakat Kota Salatiga dalam kategori tinggi. Hal ini menengarai bahwa interaksi sosial masyarakat melalui platform digital juga tinggi. Hal tersebut menjadi peluang bagi perpustakaan untuk memberikan pengaruh melalui interaksi virtual, melalui digital influencer yang bertugas sebagai role model bagi masyarakat Kota Salatiga untuk gemar membaca dan mengunjungi perpustakaan.