Kompetensi Pustakawan Dalam Database Scopus Periode 2010 -2020: Suatu Studi Bibliometrik
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia; Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Abstrak
Dilakukan kajian terhadap data base Scopus periode 2010-2020 terhadap kompetensi pustakawan, dengan tujuan untuk mengetahui: a) Pertumbuhan publikasi ilmiah dengan topik kompetensi pustakawan dari data base Scopus; b). Peringkat pertumbuhan jurnal inti;c) Poduktivitas peneliti; d) Jumlah publikasi berdasarkan afiliasi/lembaga;e) Jumlah publikasi berdasarkan negara; f) Jumlah Publikasi berdasarkan jenis dokumen; dan h) Jumlah publikasi berdasarkan subjek. Kajian ini dilakukan dengan cara melakukan penelusuran melalui database Scopus (http://www.scopus.com). Penelusuran pada database Scopus menggunakan istilah atau kata Librarian Competence, pada tanggal 11 Januari 2021, yang terdapat pada judul, abstrak dan kata kunci. Adapun untuk memvisualisasikan perkembangan penelitian tentang kompetensi pustakawan digunakan software VOSViewer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi ilmiah topik kompetensi pustakawan periode 2010 -2020 adalah 280 artikel, dokumen paling banyak bersumber dari Journal of Medical Library Association, yaitu sebanyak 38 dokumen. Penulis paling produktif adalah Zhang, Y. yaitu sebanyak 4 judul. Dokumen paling banyak berasal dari United States sebanyak 106 dokumen dengan jenis artikel jurnal yaitu sebanyak 230 dokumen, dan subjek paling banyak adalah Social Sciences Sebesar 52,90 %. Apabila dilihat dari visualisasi bibliometrik, maka ditemukan sebanyak enam kluster subjek. Disimpulkan bahwa ilmu sosial mendominasi subjek dan Amerika Serikat adalah negara paling banyak meneliti tentang kompetensi pustakawan.
Abstract
A study was conducted on the 2010-2020 Scopus data base on librarian competence, with the aim of knowing: a) The growth of scientific publications on the topic of librarian competence from the Scopusdata base; b). Core journal growth rankings; c) Researcher productivity; d) Number of publicationsbased on affiliation / institution; e) Number of publications by country; f) Number of publications basedon document type; and h) Number of publications by subject. This study was conducted by searchingthrough the Scopus database (http://www.scopus.com). A search on the Scopus database uses theterm or the word Librarian Competency, on January 11, 2021, which is contained in the title, abstract and keywords. As for visualizing the development of research on librarian competence, theVOSViewer software is used. The results showed that scientific publications on librarian competencytopics for the period 2010-2020 were 280 articles, most of which were from the Journal of the Medical Library Association, with 38 documents. The most productive writers are Zhang, Y. with 4 titles. Most of the documents came from the United States with 106 documents, with the type of journal articles, namely 230 documents, and the most subjects were Social Sciences with 52.90%. When viewed fromthe bibliometric visualization, six clusters of subjects were found. It is concluded that social sciencedominates the subject and the United States is the country with the most research on librariancompetence.
Keywords:
Pustakawan
· Kompetensi
· Scopus
· Library and Information Sciences
Introduction
Kompetensi inti pustakawan didefinisikan sebagai pengetahuan yang harus dimiliki oleh semua orang yang lulus dari program master terakreditasi oleh American Library Asociation (ALA) dalam studi perpustakaan dan informasi, dan dituangkan dalam dokumen kompetensi. Bagi pustakawan yang bekerja di perpustakaan sekolah, akademik, umum, khusus, dan pemerintah, dan dalam konteks lain perlu memiliki pengetahuan khusus diluar yang ditentukan disini. Dokumen ini menjelaskan pengetahuan dasar yang harus dimiliki oleh semua orang yang lulus dari program master terakreditasi ALA dalam studi perpustakaan dan informasi. Adapun isi dokumen kompetensi menurut ALA adalah mencakup: Hal-hal mendasar profesi meliputi: 1. Etika, nilai, dan prinsip dasar profesi perpustakaan dan informasi serta peran professional informasi dan perpustakaan dalam mempromosikan prinsip demokrasi dan kebebasan intelektual (termasuk kebebasan berekspresi, berpikir, dan hati nurani). 2. Menguasai sejarah perpustakaan dan kepustakawanan, meliputi; Sejarah komunikasi manusia dan pengaruhnya terhadap perpustakaan. 3. Memahami jenis perpustakaan saat ini (sekolah, umum, akademik, khusus, dll.) Dan lembaga informasi yang terkait erat. Jenis perpustakaan saat ini (sekolah, umum, akademik, khusus, dll.) Dan lembaga informasi yang terkait erat. 4. Mengetahui kebijakan dan tren sosial, publik, informasi, ekonomi, dan budaya nasional dan internasional yang penting bagi perpustakaan dan profesi informasi. 5. Menguasai kerangka hukum tempat perpustakaan dan badan informasi beroperasi. 6. Kerangka kerja tersebut mencakup undang-undang yang berkaitan dengan hak cipta, privasi, kebebasan berekspresi, persamaan hak (misalnya, Undang-Undang Penyandang Disabilitas), dan kekayaan intelektual. 7. Pentingnya advokasi yang efektif untuk perpustakaan, pustakawan, pekerja perpustakaan lainnya, dan layanan perpustakaan. 8. Menguasai teknik yang digunakan untuk menganalisis masalah yang kompleks dan menciptakan solusi yang tepat. 9. Menguasai teknik komunikasi yang efektif (verbal dan tertulis). 10. Memenuhi persyaratan sertifikasi dan / atau lisensi bidang khusus profesi. Sumber-Sumber Informasi 1. Menguasai konsep dan masalah yang terkait dengan siklus hidup pengetahuan dan informasi yang terekam, dimulai dari penciptaan melalui berbagai tahap penggunaan hingga disposisi. 2. Menguasai konsep, masalah, dan metode yang terkait dengan akuisisi dan disposisi sumber daya, termasuk evaluasi, pemilihan, pembelian, pemrosesan, penyimpanan, dan pemilihan ulang. 3. Menguasai konsep, masalah, dan metode yang terkait dengan akuisisi dan disposisi sumber daya, termasuk evaluasi, pemilihan, pembelian, pemrosesan, penyimpanan, dan pemilihan ulang. Konsep, masalah, dan metode yang terkait dengan akuisisi dan disposisi sumber daya, termasuk evaluasi, pemilihan, pembelian, pemrosesan, penyimpanan, dan pemilihan ulang. 4. Menguasai konsep, masalah, dan metode yang berkaitan dengan pemeliharaan koleksi, termasuk pelestarian dan konservasi. Organisasi Pengetahuan dan Informasi yang Direkam 1. Menguasai prinsip-prinsip yg terlibat dalam organisasi dan representasi pengetahuan dan informasi yang direkam. 2. Memiliki keterampilanpengembangan, deskriptif, dan evaluatif yang diperlukan untuk mengatur sumber daya pengetahuan dan informasi yang direkam. 3. Sistem katalog, metadata, pengindeksan, dan standar klasifikasi serta metode yang digunakan untuk mengatur pengetahuan dan informasi yang direkam. Pengetahuan Teknologi dan Keterampilan 1. Menguasai teknologi informasi, komunikasi, bantuan, dan terkait karena mempengaruhi sumber daya, penyampaian layanan, dan penggunaan perpustakaan dan lembaga informasi lainnya. 2. Menguasai penerapan teknologi dan perangkat informasi, komunikasi, asistif, dan terkait sesuai dengan etika profesi serta norma dan aplikasi layanan yang berlaku. 3. Menguasai metode penilaian dan evaluasi spesifikasi, kemanjuran, dan efisiensi biaya produk dan layanan berbasis teknologi. 4. Menguasai prinsip dan teknik yang diperlukan untuk mengidentifikasi dan menganalisis teknologi dan inovasi yang muncul untuk mengenali dan menerapkan peningkatan teknologi yang relevan. Prinsip dan Teknik Referensi dan Layanan Pengguna 1. Menguasai konsep, prinsip, dan teknik referensi dan layanan pengguna yang memberikan akses ke catatan pengetahuan dan informasi yang relevan dan akurat untuk individu dari segala usia dan kelompok. 2. Menguasai teknik yang digunakan untuk mengambil, mengevaluasi, dan mensintesis informasi dari berbagai sumber untuk digunakan oleh individu dari segala usia dan kelompok. 3. Menguasai metode yang digunakan agar berhasil berinteraksi dengan individu dari segala usia dan kelompok untuk memberikan konsultasi, mediasi, dan panduan dalam penggunaan pengetahuan dan informasi yang direkam. 4. Menguasai teknik dan metode kompetensi literasi informasi / informasi, literasi numerik, dan literasi statistik. 5. Menguasai prinsip dan metode advokasi yang digunakan untuk menjangkau khalayak tertentu untuk mempromosikan dan menjelaskan konsep dan layanan. 6. Menguasai prinsip penilaian dan respon terhadap keragaman kebutuhan pengguna, komunitas pengguna, dan preferensi pengguna. 7. Prinsip dan metode yang digunakan untuk menilai dampak situasi atau keadaan saat ini dan yang muncul pada desain dan implementasi layanan atau pengembangsumber daya yang sesuai. Penelitian 1. Menguasai dasar-dasar metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. 2. Memahami temuan penelitian pusat dan literatur penelitian lapangan. 3. Meguasai prinsip dan metode yang digunakan untuk menilai nilai aktual dan potensial dari penelitian baru. Pendidikan Berkelanjutan dan Pembelajaran Sepanjang Hayat 1. Mengerti perlunya melanjutkanpengembangan profesional praktisi di perpustakaan dan lembagainformasi lainnya. 2. Mengerti peran perpustakaandalampembelajaran seumur hidupparapelanggan, termasuk pemahaman tentang pembelajaran sepanjang hayat dalam penyediaan layanan berkualitas dan penggunaan pembelajaran sepanjang hayat dalam mempromosikan layanan perpustakaan. 3. Mengetahui prinsip-prinsip yang berkaitan dengan pengajaran dan konsep pembelajaran, proses dan keterampilan yang digunakan dalam mencari, mengevaluasi, dan menggunakan pengetahuan dan informasi yang direkam. Administrasi dan Manajemen 1. Prinsip-prinsip perencanaan dan penganggaran di perpustakaan dan lembaga informasi lainnya. 2. Prinsip-prinsip praktik personalia yang efektif dan prinsip-prinsip pengembangan sumber daya manusia. 3. Konsep dan metode untuk penilaian dan evaluasi layanan perpustakaan dan hasilnya. 4. Konsep dan metode untuk mengembangkan kemitraan, kolaborasi, jaringan, dan struktur lain dengan semua pemangku kepentingan dan dalam komunitas yang dilayani. 5. Konsep masalah yang berkaitan dengan dan metode untuk berprinsip, kepemimpinan transformasional. Memperhatikan uraian tentang kompetensi pustakawan menurut American Library Association, di atas, dapat diketahui bahwa kompetensi pustakawan sangat bervariasi oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Pertumbuhan publikasi ilmiah dengan topik kompetensi pustakawan dari data base Scopus. Peringkat pertumbuhan jurnal inti publikasi ilmiah dengan topik kompetensi pustakawan. 2. Produktifitas peneliti dengan topik kompetensi pustakawan. 3. Jumlah publikasi dengan topik kompetensi pustakawan berdasarkan afiliasi/lembaga. 4. Jumlah publikasi dengan topik kompetensi pustakawan berdasarkan negara. 5. Jumlah Publikasi Topik Kompetensi Pustakawan berdasarkan Tipe Dokumen. 6. Jumlah Publikasi Topik Kompetensi Pustakawan berdasarkan Subjek. TINJAUAN PUSTAKA Di dalam tinjauan pustaka diuraikan beberapa penelitian terdahulu dengan topik kompetensi pustakawan. Sebuah studi yang dilakukan oleh Robati & Singh(2013) dengan tujuan untuk mengidentifikasi kompetensi yang dibutuhkan oleh pustakawan khusus di Iran pada tiga tingkat pendidikan perpustakaan dan ilmu informasi yang berbeda. Daftar kompetensi awal diidentifikasi dari literatur dan 21 wawancara semi-terstruktur dengan manajer perpustakaan khusus di Iran. Kemudian, panel ahli digunakan untuk memvalidasi 122 pernyataan kompetensi dengan menggunakan skala tipe Likert tujuh poin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panelis memvalidasi pentingnya 55 kompetensi yang dibutuhkan oleh pustakawan khusus dengan kualifikasi gelar Associate, sementara 122 kompetensi tersebut divalidasi seperlunya untuk pustakawan khusus dengan kualifikasi Sarjana dan Magister. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kompetensi utama yang diharapkan dari pustakawan khusus dengan kualifikasi apapun adalahkompetensi teknologi informasi. Selain Itu, keterampilan komunikasi dan interpersonal diidentifikasi sebagai kompetensi terpenting kedua bagi pustakawan khusus dengan kualifikasi gelar Associate dan Sarjana. Namun, untuk pustakawan khusus dengan kualifikasi Magister, prioritas berikutnya adalah organisasi informasi dan kompetensi penelitian. Pustakawan di banyak perpustakaan penelitian akademik diharapkan memiliki kompetensi yang diperlukan untuk melakukan penelitiannya sendiri. Menggunakan data dari survei perwakilan kelembagaan dan pustakawan di Canadian Association for Research Libraries, artikel ini membahas hubungan antara cakupan luas topik terkait penelitian termasuk partisipasi pustakawan dan minat dalam melakukan penelitian, partisipasi dan minat dalam pelatihan penelitian, dan kelembagaan dan hambatan individu untuk melakukan penelitian. Kesimpulan utamanya adalah bahwa pustakawan membutuhkan, dan tertarik pada, berbagai pelatihan terkait penelitian (Sorensen & DeLong;2016). Menurut Berg & Banks (2016), terdapat peningkatan minat dalam mendefinisikan kompetensi pustakawan, termasuk keterampilan, kemampuan, dan pengetahuan yang dibutuhkan pustakawan untuk terlibat dalam penelitian. Meskipun kompetensi berguna pada saat mengevaluasi kinerja atau mengidentifikasi peluang pengembangan, fokus hanya pada kompetensi mungkin membatasi. Makalah ini menganjurkan pergeseran pembahasan menuju eksplorasi kapasitas pustakawan untuk, tumbuh, dan berkembang sebagai peneliti. Pergeseran fokus dan bahasa dapat membantu dalam membangun konteks bagi peneliti pustakawan di mana penelitian tidak dipandang sebagai penerapan sekumpulan keterampilan statis, di mana keberhasilan penelitian dipahami lebih mengandalkan keterampilan individu, di mana potensi karena pendekatan penelitian jauh melebihi daftar tunggal mana pun, dan akhirnya pustakawan menyadari bahwa mereka dapat menjadi peneliti yang berhasil. Grgic & Zivkovic (2012) menyajikan hasil survei terhadap pustakawan referensi di perpustakaan akademik Kroasia (CroatianAcademic Libraries) Survei tersebut merupakan bagian dari studi internasional. Temuan survei memberikan data mengenai keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan di departemen referensi saat ini dan di masa depan. Tiga kelompok keterampilan dan kompetensi dianalisis meliputi keterampilan umum, keterampilan teknologi, dan keterampilan pribadi. Kesimpulan penelitian adalah bahwa: pertama, semua pustakawan referensi di perpustakaan akademik Kroasia memiliki setidaknya gelar MA, kebanyakan dari mereka dalam ilmu perpustakaan dan informasi. Pendidikan formal sangat pentinguntuk referensi pustakawan, sertapembelajaran seumur hidup karenapengembangan TI baru membutuhkanpengetahuan, keterampilan, dankompetensi baru. Seperti yang kami duga, ada kekurangan staf perpustakaan di perpustakaan akademik Kroasia. Setiap Perpustakaan akademik harus memiliki pustakawan referensi yang hanya menjadi pustakawan referensi dan tidak melakukan semua pekerjaan lain di perpustakaan. Diketahui bahwa kompetensi inti sebagian besar berorientasi pada pengguna dan didorong secara teknologi dalam perspektif 'bibliografi'.Keterampilan yang paling penting adalah keterampilan penelusuran dan TI, pemeliharaan web, dan komunikasi verbal. Bahasa asing dianggap lebih penting dalam dekade mendatang daripada saat ini. Jerman et. al (2018) mengadakan penelitian yang bertujuan untuk mengkaji topik kompetensi menggunakan analisis bibliometrik dan topik untuk mendapatkan wawasan tentang tren baru di Industri 4.0. Dilakukan analisis bibliometrik dan penggalian topik terhadap 43 artikel jurnal peer-review berupa makalah konferensi, yang diterbitkan sebelum Juli 2018 di Thomson Reuters ’Web of Science and Database Scopus, menggunakan perangkat lunak Statistica Data Miner. Hasil menunjukkan bahwa terdapat empat bagian kompetensi yaitu : (1) pengembangan personel dalam organisasi pembelajaran, (2) teknik pelatihan untuk personel,(3) profil teknik masa depan dan pendidikan teknik, dan (4) kemampuan relasional. Setiap bagian dibahas secara menyeluruh dalam makalah ini. Studi ini berkontribusi pada kumpulan pengetahuan tentang fenomena Industri 4.0 dengan menyusun kompetensi yang dibutuhkan di masa depan. Penga et. al (2020) melakukan analisis bibliometrik untuk bidang pengetahuan kompetensi antar budaya dengan menggunakan 663 artikel penelitian di Intercultural Competence ICC dari tahun 2000 hingga 2018 dari database Web of Science (WoS). Peta pengetahuan penelitian ICC divisualisasikan oleh CiteSpace. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di bidang penelitian ICC, jumlah artikel yang diterbitkan menunjukkan tren peningkatan yang nyata dalam hal distribusi temporal sejak 2007; lima negara pertama yang paling sering dikutip adalah AS, Cina, Australia, Spanyol, dan Inggris. International Journal of Intercultural Relations (IJIR) adalah jurnal yang paling banyak dikutip dalam dua puluh tahun terakhir; lima penulis pertama yang paling sering dikutip adalah Michael Byram, Darla Deardorff, Claire Kramsch, Mitchell Hammer dan Milton Bennett; Konseptualisasi kompetensi antar budaya (Spitzberg & Changnon, 2009) adalah artikel yang paling banyak dikutip. Entri blog, mahasiswa kedokteran, ekspatriat akademis, dan kompetensi manajemen global merupakan empat bidang penelitian ICC teratas. Kokokl et. al (2015) mengadakan penelitian yang bertujuan untuk untuk menilai kecenderungan produksi literatur penelitian kompetensi informatika keperawatan dan untuk mengidentifikasi entitas bibliometrik yang paling produktif. Selain analisis korespondensi, analisis bibliometrik dan pemetaan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Didapatkan Hasil bahwa dari sebanyak 366 sumber informasi yang dianalisis 14,5%di antaranyaadalah penelitian bersponsor. Produksi literatur penelitian tentang kompetensi informatika keperawatan semakin berkembang, namun penelitian ini hanya sesekali dipublikasikan di jurnal keperawatan yang paling terkenal. Didapatkan kesimpulan bahwa kompetensi informatika keperawatan bermanfaat untuk merawat pasien di masa depandanmembangun platform pembelajaranseumur hidup online yang ramah pengguna. Marin – Suelves (2020) mengadakan penelitian tentang kompetensi digital di bidang pendidikan dari perspektif scientometric, dengan menganalisis 150 dokumen yang tersedia di Scopus Yang Mencakup analisis konten. Penemuan Ini menunjukkan munculnya subjek area di ranah Eropa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, keragaman terminologis yang digunakan dan tingkat pendidikan adalah topik yang utama, sedangkan kesimpulannya adalah bahwa guru membutuhkan lebih banyak pelatihan dalam penggunaan teknologi didaktik untuk meningkatkan pengembangan kompetensi digital dalam sistem pendidikan. Telah dilakukan penelitian untuk memetakan literasi informasi dalam ilmu sosial dan humaniora yang diterbitkan pada periode 2001 -2012. Data diambil dari Scopus dan diakses melalui www. scopus.com. Studi ini menggunakan Transformative Activity Index (TAI) dan relative citation impact (RCI) yaitu suatu dampak dari sebagian besar negara produktif dan institusi produktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahun 1990 dokumen yang berasal dari 79 negara diterbitkan dalam penelitian ini. Makalah Ini diterbitkan di 160 jurnal dengan rata-rata12,51 makalah per jurnal. Makalah Ini telah dikutip 10,025 kali dengan 5,0. kutipan rata rata per publikasi. Penelitian ini juga menemukan bahwa informasi tentang literatur literasi diterbitkan dalam 16 bahasa dan sebagian besar makalah dalam bahasa Inggris, 1.879 (94,4 persen). Pertumbuhan publikasi tertinggi (106,7 persen) ditemukan pada tahun 2005. AS memberikan kontribusi tertinggi nomor, 1.035 (52 persen) publikasi. Selain itu, dari 15 negara paling produktif, tiga TAI tercatat 100, dan 12 negara mencatat TAI 100. Secara keseluruhan, 160 institusi di seluruh dunia telah berkontribusi dalam bidang informasi penelitian literasi. Studi juga menemukan bahwa literatur maksimum yang diterbitkan tentang subjek oleh seorang penulis tunggal adalah 828 (41,6 persen). Jumlah makalah tertinggi dihasilkan oleh Universidad de Granada, Granada, Spanyol yaitu (24, atau 1.2 persen) dan menerima 61 (0,6 persen) kutipan, sedangkan University of Strathclyde memiliki RCI (2,7) tertinggi untuk publikasinya. Pengarang yang paling produktif adalah Pintos, María dari Universidad de Granada yang telah menerbitkan jumlah makalah maksimum (18) yang telah dikutip 78 kali. Implikasi sosial - Penelitian ini berupaya untuk menampilkan hasil penelitian literasi informasi dalam bidang sosial sains dan humaniora. Ini melibatkan analisis kuantitatif literatur dalam domain ini menggunakan bibliografi elemen seperti kata kunci, penulis, afiliasi, publikasi, dan kutipan. (Bhardwaj, 2017).
Method
Kajian ini dilakukan dengan cara melakukan penelusuran melalui database Scopus (http://www.scopus.com). Penelusuran pada database Scopus menggunakan istilah atau kata Librarian Competence pada tanggal 11 Januari 2021, yang terdapat pada judul, abstrak dan kata kunci. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data hasil penelitian/ karya ilmiah yang didapatkan dari database Scopus bidang kompetensi yang berasal dari Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (2010-2020). Tahapannya Adalah Mengumpulkan data berdasarkan tahun mulai 2010 hingga 2020. Melakukan Eksplorasi data pada database Scopus Untuk melihat pertumbuhan publikasi ilmiah ilmu tentang kompetensi pustakawan di Indonesia; jurnal inti publikasi ilmiah kompetensi pustakawan di Indonesia; produktivitas dan kolaborasi peneliti tentang kompetensi pustakawan ; pertumbuhan publikasi berdasarkan lembaga/afiliasi dan jumlah publikasi berdasarkan subjek. Adapun untuk memvisualisasikan perkembangan penelitian tentang kompetensi pustakawan digunakan software VOSViewer. Cara pembuatan peta adalah dengan cara mengekspor hasil penelusuran dari database Scopus ke format CSV, kemudian dimasukkan kedalam software VOSViewer.
Result & Discussion
1. Pertumbuhan Publikasi Topik Kompetensi Pustakawan Berikut merupakan tabel data dokumen pertumbuhan publikasi topik kompetensi pustakawan periode 2010-2020. Tabel 1. Pertumbuhan Publikasi Topik Kompetensi Pustakawan No Tahun Publikasi Jumlah Publikasi Persentase(%) 1 2010 13 4.6%2 2011 25 8.9%3 2012 14 5.0%4 2013 25 8.9%5 2014 30 10.7%6 2015 24 8.6%7 2016 29 10.4%8 2017 27 9.6%9 2018 35 12.5%10 2019 33 11.8%11 2020 25 8.9%Total 280 100.0% Pertumbuhan publikasi ilmiah topik kompetensi pustakawan selama 10 tahun mulai dari tahun 2010 sampai dengan 2020 adalah 280 artikel. Berdasarkan pengamatan terjadi fluktuasi naik dan turun. Berdasarkan tabel tersebut dapat dilihat bahwa dokumen paling banyak selama kurun waktu 2010 hingga 2020, yaitu sebanyak 35 dokumen pada tahun 2018. Kemudian disusul pada tahun 2019 diketahui sebanyak 33 dokumen, berikutnya tahun 2014 dengan 30 dokumen yang masuk, sementara dokumen paling sedikit yaitu pada tahun 2010 dimana hanya ada 13 dokumen yang masuk. Pada tahun 2011, naik cukup banyak menjadi 25 artikel. Marin–Shelves (2020) mengadakan penelitian tentang kompetensi digital di bidang pendidikan dari perspektif scientometric, dengan menganalisis 150 dokumen yang tersedia di Scopus. Jika digambarkan, maka jumlah dokumen per tahun adalah sebagai berikut. Gambar 1. Pertumbuhan Publikasi Topik Kompetensi Pustakawan 2. Peringkat Pertumbuhan Jurnal Inti Publikasi Ilmiah Topik Kompetensi Pustakawan Berikut merupakan tabel data dokumen per tahun berdasarkan sumbernya. Tabel 2. Peringkat 10 Besar Publikasi Pertumbuhan Jurnal Inti Publikasi Topik Kompetensi Pustakawan No Jurnal Inti Jumlah Publikasi 1 Journal of Medical Library Association 38 2 Health Information and 21 Libraries Journal 3 Medical Reference Services Quarterly 124 Communications in Computer and Information Sciences 65 Vjesnik Bibliotekara Hrvatske 66 Ciencia Da Informacao 57 Library Management 58 Library Philosophy and Practice 59 Perspectivas Em Cienciada Informacao 510 Revista Interamericana De Bibliotecologia 5 Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui bahwa dokumen paling banyak bersumber dari Journal of Medical Library Association, yaitu sebanyak 38 dokumen. Kemudian disusul dengan Health Information and Libraries Journal total 21 dokumen, selanjutnya jurnal Medical Reference Services Quarterly sebanyak 12 dokumen. Jurnal paling sedikit adalah 5 dokumen, yaitu Ciencia Da Informacao, Library Management, Library Philosophy And Practice, PerspectivasEmCienciada Informacao da Revista Interamericana De Bibliotecologia. Jika digambarkan, maka jumlah dokumen per tahun berdasarkan sumbernya adalah sebagai berikut Gambar 2. Grafik Jurnal Inti Topik Kompetensi Pustakawan 3. Produktivitas Peneliti Topik Kompetensi Pustakawan Berikut merupakan tabel data dokumen berdasarkan author dari tahun 2010-2020 berdasarkan peringkat. Tabel 3. Produktivitas Peringkat 15 Peneliti Topik Kompetensi Pustakawan No Peneliti Jumlah 1 Zhang, Y. 4 2 Booth, A. 3 3 Juznic, P. 3 4 Ahmad, K. 2 5 Bass, M.B. 2 6 Bastos, G. 2 7 Detlefsen, E.G. 2 8 Eldredge, J.D. 2 9 Henjel, M. 2 10 Huber, J.T. 2 11 Kanpp, M. 2 12 Maden-Jenkins, M. 2 13 Morris, M. 2 14 Naik, R.R. 2 15 Nicholson, J. 2 Berdasarkan tabel tersebut dapat dilihat bahwa rata–rata peneliti mempunyai tulisan yang tidak jauh berbeda jumlahnya. Penulis paling produktif adalah Zhang, Y. yaitu sebanyak 4 dokumen. Kemudian disusul oleh Booth, A. dan Juznic, P. dengantotal 3 dokumen. Sementaradokumen paling sedikit yaitupeneliti lainnya adalah masing – masing2dokumen. Pengarang yang paling produktif adalah Pintos, María dari Universidad de Granada yang telah menerbitkan jumlah makalah maksimum (18) yang telah dikutip 78 kali (Bhardwaj, 2017). Jika Digambarkan, maka peneliti paling produktif selama tahun 2010-2020 adalah sebagai berikut. Gambar 3. Produktivitas Peringkat 15 Peneliti Topik Kompetensi Pustakawan 4. Jumlah Publikasi Topik Kompetensi Pustakawan berdasarkan Afiliasi/Lembaga Berikut merupakan tabel data berdasarkan afiliasi dari tahun 2010 hingga 2020 berdasarkan 15 peringkat. Tabel 4. Jumlah Publikasi Topik Kompetensi Pustakawan berdasarkan Afiliasi atau Lembaga No Lembaga/Afiliasi Jumlah Dokumen 1 Universidad Carlos III De Madrid 5 2 The Univesrty Sheffield 5 3 National Library of Medicine NLM 4 4 University of Washington, Seattle 4 5 Universidade Federal De Santa Catarina 4 6 Universidad De 4 Salamanca 7 Universty of Alberta 48 Faculty of Medicine, Dentistry and Health 49 Universite Mcgill 310 Universidade De Sao Paulo - USP 311 Universty Of Oklahoma Tulsa 312 San Jose State Universty 313 University of Kentucky 314 New York University 315 NYU Grossman School of Medicine 3Berdasarkan tabel tersebut dapat dilihat bahwa dokumenpalingbanyak berasal dari UniversidadCarlos III De Madrid danTheUnivesrty Sheffield yaitu sebanyak5dokumen. Kemudian disusul olehNational Library of MedicineNLM, University of Washington, Seattle, Universidade Federal DeSanta Catarina, Universidad De Salamanca, Universty of Alberta, dan Faculty of Medicine, Dentistry and Health dengan masing-masing 4 dokumen. Selanjutnya Universite Mcgill, Universidade De Sao Paulo – USP, Universty Of Oklahoma Tulsa, San Jose State Universty, University of Kentucky, New York University dan NYU Grossman School of Medicine masing-masing 3 dokumen. Bhardwaj,(2017) mengatakan bahwa jumlah makalah tertinggi dihasilkan oleh Universidad de Granada, Granada, Spanyol yaitu (24, atau 1.2 persen) dan menerima 61(0,6 persen) kutipan, sedangkan University of Strathclyde memiliki RCI (2,7) tertinggi untuk publikasinya. Apabila digambarkan, maka dokumen paling banyak selama tahun 2010-2020 adalah sebagai berikut. . Gambar 4. Publikasi Berdasarkan Afiliasi/Lembaga 5. Jumlah Publikasi Topik Kompetensi Pustakawan Berdasarkan Negara Berikut merupakan tabel data berdasarkan negara atau wilayah dari tahun 2010 hingga 2020. Tabel 5. Peringkat 15 Publikasi Topik Kompetensi Pustakawan berdasarkan Negara No Negara Jumlah Dokumen 1 United States 106 2 Canada 21 3 Brazil 19 4 United Kingdom 18 5 Spain 15 6 Australia 117 Nigeria 118 Germany 89 China 710 Croatia 711 Portugal 612 Slovenia 613 France 514 India 515 Norway 5 Berdasarkan Tabel dapat dilihat bahwa dokumen paling banyak berasal dari negara United States sebanyak 106 dokumen. Kemudian disusul oleh Canada Yaitu 21 dokumen, dan Brazil dengan 19 dokumen. Selanjutnya United Kingdom mengirimkan sebanyak 15 dokumen, Australia dan Nigeria masing-masing 11 dokumen. Sementara dokumen paling sedikit yaitu berasal France, India dan Norway masing –masing 5 dokumen. Penga et. al (2020) melakukan analisis bibliometrik untuk bidang pengetahuan kompetensi antar budaya dengan menggunakan 663 artikel penelitian di ICC dari tahun 2000 hingga 2018 dalam database Web of Science (WoS). Peta pengetahuan penelitian ICC divisualisasikan oleh CiteSpace. Hasil penelitian menunjukkan bawadi bidang penelitian ICC, jumlah artikel yang diterbitkan menunjukkan tren peningkatan yang nyatadalamhal distribusi temporal sejak 2007; lima negara pertama yang paling sering dikutip adalah AmerikaSerikat, Cina, Australia, Spanyol, dan Inggris. Jika digambarkan, maka jumlah dokumen berdasarkan negara atau wilayah adalah sebagai berikut. Gambar 5. Publikasi Berdasarkan Negara 6. Jumlah Publikasi Topik Kompetensi Pustakawan berdasarkan Tipe Dokumen Berikut merupakan tabel data berdasarkan tipe penulisan dari tahun 2010 hingga 2020. Tabel 6. Jumlah Publikasi Topik Kompetensi Pustakawan berdasarkan Tipe Dokumen No Tipe Dokumen Jumlah Dokumen Persentase (%) 1 Article 230 82.1% 2 Review 23 8.2% 3 Conference 12 4.3% Paper 4 Book Chapter 7 2.5%5 Book Chapter 3 1.1%6 Note 3 1.1%7 Conference Review 1 0.4%8 Editorial 1 0.4%Total 280 100.0%Berdasarkan tabel tersebut dapat dilihat bahwa dokumen paling banyak adalah berjenis artikel jurnal yaitu sebanyak 230 dokumen. Kemudian diurutan kedua berjenis Review dengan total 23 dokumen, sementara dokumen paling sedikit yaitu dokumen dengan tipe Conference Review dan Editorial dengan masing – masing 1 dokumen. Jika digambarkan, maka jumlah dokumen berdasarkan tipenya adalah sebagai berikut. Gambar 6. Jumlah Publikasi Berdasarkan Tipe Dokumen 7. Jumlah Publikasi Topik Kompetensi Pustakawan Berdasarkan Subjek Berikut merupakan tabel data berdasarkan subjek penulisan dari tahun 2010 hingga 2020. Tabel 7. Jumlah Publikasi Topik Kompetensi Pustakawan berdasarkan Subjek No Subject Jumlah Dokumen Persentase (%) 1 Social Sciences 244 52.9% 2 Medicine 92 20.0% 3 Computer Science 50 10.8% 4 Health Professions 22 4.8% 5 Arts and Humanities 21 4.6% 6 Mathematics 8 1.7% 7 Nursing 5 1.1% 8 Bussiness, Management and Accounting 4 0.9% 9 Engineering 4 0.9% 10 Psychology 3 0.7% 11 Economics, Econometrics and Finance 2 0.4% 12 Agricultural and Biological Sciences 1 0.2% 13 Biochemistry, Genetics and Molecular Biology 1 0.2%14 Decision Sciences 1 0.2%15 Environmental Science 1 0.2%16 Multidisciplinary 1 0.2%17 Pharmacology, Toxicology and Pharmaceutics 1 0.2%Total 461 100.0%Berdasarkan tabel tersebut dapat dilihat bahwa subjek paling banyak adalah berjenis yaitu Social Sciences sebesar 52.9%. Kemudian Di urutan kedua adalah subjek Medicine dengan total persentase 20.0%. Selanjutnya adalah subjek Computer Science sebanyak 10,8%, disusul Health Professions and Art and Humanities berturut-turut sebanyak 4.8%dam4.6%. Sementara dokumen paling sedikit yaitu dokumen tentang Agricultural and Biological Sciences, Biochemistry, Genetics and Molecular Biology, Decision Sciences, Environmental Science, Multidisciplinary, dan Pharmacology, Toxicology and Pharmaceutics yang memiliki persentase 0.2%. Jika digambarkan, maka jumlah dokumen berdasarkan subject area adalah sebagai berikut. Gambar 7. Berdasarkan Jumlah Subjek 8. Cluster Kompetensi Berikut merupakan data hasil pemetaan kompetensi pustakawan berdasarkan database pada tahun 2010-2020. Gambar 8. Visualisasi Bibliometrik Topik Kompetensi Pustakawan Berdasarkan Data Scopus Tahun 2010 -2020. Kluster pada peta diatas dapat dibaca berdasarkan sebagai berikut: a. Kluster 1 (31 items) terlihat bahwa yang paling banyak adalah kata kunci adult, Awareness, clinical article, communication, controlled study, cultural competence, cultural competency, e-mail, female, health care personnel, human, human ecperiment, internship and residency, interpersonal communication, learning, librarian, library and information, major clinical study, male, medical information, medline, middle aged, occupation, patient care, patient care, perception, psychology, questionnaire, skill, student, surveys and questionnaire dan systematic review. b. Kluster 2 terdiri dari 27 item yaitu kata kunci Academic Libraries, Canada, Competence, Competences, Competencies, Digital Libraries, E-Learning, Education, Higher Education, Information Competence, Information Dissemination, Information Literacy, Information management, Information professional, Information science, Information services, information skills, Internet, Librarians, Libraries, Library Instruction, Public library, Students, Teaching, Training, dan University libraries. c. Kluster 3 terdiri atas 25 topik terdiri dari Attitude to health, Australia, Clinical competence, Curriculum, Education Medical, Education measurement, Evidence based medicine, Evidence-based medicine, Health knowledge, attitude, Health services research, Humans, Information retrieval, Information seeking, Informationseeking behavior, Informationstorage, Medical education, Medical school, Methodology, Organizational innovation, Problem-based learning, Procedures, Qualitative research, Questionnaires, Review, Standards dan Statistics. d. Kluster 4 terdiri atas 14topikyaitu Health science, Librarianship, Libraries, Medical, Library, Library science, Organization, Organizational objective, Personnel management, Professional competences, Professional development, Professional role, Professional standard, Staff development, Standard, danUnited Kingdom. e. Kluster 5 terdiri dari 10topikyaitu Article research, Biomedical research, Datacollection, Evidence basedpractice, Evidence-basedpractice, Information processing, Library services, Medical research, Organizational andmanagement, dan Scientist. f. Kluster 6 terdiri atas 8 topikyaituConsumer health information, Cooperation, Cooperativebehavior, Interprofessional relationship, Public relations, Publications, Statistics and numerical dan United States.
Conclusion
Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa publikasi ilmiah topik kompetensi pustakawan periode 2010-2020 adalah 280 artikel, dokumen paling banyak bersumber dari Journal of Medical Library Association, yaitu sebanyak 38 dokumen. Penulis paling produktif adalah Zhang, Y. yaitu sebanyak 4 judul. Dokumen paling banyak berasal dari United States sebanyak 106 dokumen dengan jenis artikel jurnal yaitu sebanyak 230 dokumen, dan subjek paling banyak adalah Social Sciences sebesar 52,90 %. Apabila dilihat dari visualisasi bibliometrik, maka ditemukan sebanyak enam cluster subjek. Disimpulkan bahwa ilmu sosial mendominasi subyek dan Amerika Serikat adalah negara paling banyak meneliti tentang kompetensi pustakawan.