Evaluasi Koleksi Bidang Kedokteran Umum dengan Menggunakan Metode Conspectus di UPT Perpustakaan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto
Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto; Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto
Abstrak
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui koleksi buku bidang kedokteran umumdi UPTPerpustakaan Unsoed Purwokerto yang sesuai dengan proses pengembangan koleksi serta untukmemetakan kekuatan dan kelemahan koleksi buku dalam bidang kedokteran umum. Metodologi penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Datapenelitian adalah buku teks dengan subyek kedokteran umum. Data penelitian dikumpulkan denganteknik observasi, dokumentasi, kuesioner evaluasi koleksi dengan standar indikator conspectus danwawancara. Pengambilan populasi dan sampel penelitian berdasarkan pada tabel Krecjie. Sedangkanteknik analisis data dengan mengumpulkan hasil lembar conspectus, tabulasi dan persentase dari masing-masing distribusi subyek. Hasil penelitian menunjukan tingkat kedalaman koleksi bidangkedokteran umum di UPT Perpustakaan Unsoed Purwokerto pada kisaran 1a sampai 3. Hal ini berarti bahwa koleksi bidang kedokeran umum di UPT Perpustakaan Unsoed sudah mendukung terhadapjurusan kedokteran umum. Sebaran subyek paling tinggi berada pada subjek ilmu penyakit yaitunomer kelas 616.1-616.9 sejumlah 87 judul koleksi. Analisis cakupan bahasa bidang kedokteranumum untuk tiap nomor kelas didominasi oleh bahasa Indonesia. Sedangkan untuk cakupankronologis bidang kedokteran umum dikatakan cukup relevan dengan kebutuhan informasi yangmutakhir. Bahan literatur terbitan lima tahun terakhir sejumlah 58 judul koleksi atau 20%. Koleksi bidang kedokteran umum didominasi tahun terbit 2000-2009 sebanyak 118 judul dengan persentase41% dan koleksi dengan tahun terbit <1990 sebanyak 55 judul mencapai 16%. Kesimpulan: UPTPerpustakaan Unsoed segera memyusun buku pedoman kebijakan pengembangan koleksi sebagai petunjuk dalam mengembangkan koleksi serta menjalin komunikasi yang lebih intesif kepada parapemustaka.
Abstract
The purpose of this study was to determine the collection of books in the field of general medicineat UPT Unsoed Purwokerto Library in accordance with the process of developing the collectionandtomap the strengths and weaknesses of the book collection in the field of general medicine. Theresearch methodology was conducted using quantitative methods with a descriptive approach. Research data are textbooks with general medical subjects. Research data were collectedbyobservation, documentation, collection evaluation questionnaire with conspectus and interviewindicator standards. Population sampling and research sample based on the Krecjie table. Whilethedata analysis technique is by collecting conspectus sheets, tabulations and percentages fromeachsubject distribution. The results showed the level of depth of the collection of general medicineinUPT Purwokerto Unsoed Library in the range of 1a to 3. This means that collections in the fieldof public medicine at UPT Unsoed Library have supported the department of general medicine. Thehighest distribution of subjects was in the subject of disease science namely class number 616.1-616.9a number of 87 collection titles. Analysis of general medical field language coverage for eachclassnumber is dominated by Indonesian. As for the chronological coverage of the field of general medicine it is said to be quite relevant to the latest information needs. Literature material publishedinthe last five years totaling 58 collection titles or 20%. The collection of general medicine is dominatedby the 2000-2009 published year with 118 titles with a percentage of 41% and the collection withtheyear published <1990 with 55 titles reaching 16%. Conclusion: UPT Unsoed Library immediatelycompiled a collection development policy manual as a guide in developing collections andestablishing more intensive communication with the visitors.
Keywords:
Collection evaluation
· Conspectus Method
· Library
Introduction
Eksistensi perpustakaan bagi perguruan tinggi merupakan hal yang penting dikarenakan perpustakaan merupakan jantung perguruan tinggi. Apabila perpustakaan sebagai jantung perguruan tinggi maka seharusnya kualitas sebuah perguruan tinggi tentunya tergantung pada perpustakaan. Perpustakaan merupakan sumber informasi dan ilmu pengetahuan bagi seluruh civitas akademika sebuah perguruan tinggi. Seiring dengan perkembangan paradigma perpustakaan, pengertian perpustakaan bukan hanya dipahami sebagai suatu tempat atau gedung namun harus dipahami sebagai sebuah sistem. Perpustakaan seharusnya dipahami sebagai sistem yang didalamnya terdapat unsur tempat, koleksi yang disusun berdasarkan sistem tertentu dan pemustaka. Ketiga unsur tersebut merupakan suatu hal yang harus ada dalam suatu perpustakaan (Qalyubi 2007) Koleksi perpustakaan perguruan tinggi adalah koleksi yang berkaitan dengan mata kuliah yang ada di setiap fakultas. Setiap mata kuliah yang ada di fakultas tentunya disusun berdasarkan pada evaluasi pembelajaran yang berdasarkan kurikulum perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan mahasiswa yang mempunyai kompetensi sesuai dengan keilmuannya. Berdasarkan pernyataan tersebut maka koleksi perpustakaan perguruan tinggi seharusnya memenuhi kebutuhan pemustakanya. Hal tersebut penting karena perpustakaan merupakan sumber informasi yang mendukung proses akuisisi pengetahuan melalui ketersediaan sumber informasi yang disusun berdasarkan kurikulum yang diinterpretasikan melalui silabus mata kuliah program studi lembaga induknya. Unit Pelaksan Teknis (UPT) Perpustakaan Unsoed berfungsi memberikan layanan teknis bagi civitas akademika yakni dosen, mahasiswa dan karyawan. Perpustakaan seharusnya memberikan layanan yang terbaik khususnya kebutuhan bahan pustaka kepada pemustaka. Berbagai cara dilakukan perpustakaanagar dalam pengadaan bahan pustaka sesuai dengankebutuhan pemustaka. Hal ini dimulai denganmengidentifikasi silabus dari setiap fakultas. Dengan mengidentifikasi silabus maka diketahui bahan pustaka yang dijadikan peganganbagi para dosen yang mengampu mata kuliah. Seleksi pengadaan bahan pustakaperpustakaan dilakukan berdasarkan pada bukupedoman pengembangan koleksi sehinggaperpustakaan memiliki panduan yang jelas dalammengoleksi bahan pustaka agar bahan pustakaataupun koleksi tersebut sesuai dengankebutuhan pemustaka dari setiap fakultas yangada. Dengan demikian, dalamrangkamendukung tujuan perguruan tinggi dankhususnya mata kuliah dari masing- masingfakultas, maka perpustakaan perguruantinggi mempunyai kewajiban untuk menyediakankoleksi yang mendukung pencapaian tujuanlembaga induknya. Dalam hal ini jenis koleksi perpustakaan lebih dominan pada aspekpembelajaran dan penelitian (Indonesia 2004). Tujuan dari penelitian untuk memberikangambaran mengenai koleksi buku teks dalambidang kedokteran umum di UPT PerpustakaanUnsoed Purwokerto yang disesuaikan denganproses pengembangan koleksi serta untukmemetakan kekuatan dan kelemahan koleksi buku dalam bidang kedokteran umum. Sedangkan untuk manfaat penelitian diharapkandapat membantu perpustakaan dalammendeskripsikan kebutuhan pemustaka terutamabidang kedokteran umum di UPT PerpustakaanUnsoed Purwokerto serta membantu dalampenyusunan kebijakan pengembangan koleksi di UPT Perpustakaan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto khususnya untuk jurusanyang sesuai dan relevan dengan kebutuhanpemustaka. Penelitian dilakukan di UPT PerpustakaanUnsoed Purwokerto, khusus pada koleksi bukudikarenakan koleksi selain buku seperti jurnal yang tercetak tidak tersedia untuk mendukungkoleksi inti perpustakaan bidang kedokteranumum. Koleksi buku bidang kedokteran umum berdasarkan pada standar klasifikasi Persepuluhan Dewey yang berada pada kelas 610-619. Penelitian dilakukan dengan mendeskripsikan dan menganalisis koleksi buku untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan koleksi buku bidang kedokteran umum yang ada di UPT Perpustakaan Unsoed Purwokerto. Ketersediaan koleksi bidang kedokteran umum merupakan salah satu indikator dalam pengembangan koleksi. Kemutakhiran dan kerelevan harus diperhatikan dalam pengembangan koleksi perpustakaan, oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi terhadap ketersediaan koleksi. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka peneliti melakukan penelitian dengan mengangkat judul ”Evaluasi Koleksi Bidang Kedokteran Umum dengan Menggunakan Metode Conspectus di UPT Perpustakaan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto”. Alasan yang cukup menarik untuk dilakukan penelitian dari tema tersebut dikarenakan koleksi di bidang kedokteran umum dalam pengadaannya memerlukan biaya yang lebih mahal dibandingkan dengan bidang ilmu-ilmu yang lain serta untuk mengetahui efektivitas pengadaan koleksi bidang kedokteran. TINJAUAN PUSTAKA Beberapa penelitian yang terkait dengan topik evaluasi koleksi yang telah dilakukan oleh beberapa penulis karya ilmiah yang memiliki tema yang hampir serupa yakni penelitian yang penah dilakukan oleh Misroni pada tahun 2011 mengenai evaluasi koleksi menggunakan metode conspectus bidang bimbingan konseling di Perpustakaan STAIN Curup (Misroni 2011). Penelitian yang selanjutnya pernah dilakukan oleh Wishnu Hardi pada tahun 2005 dengan tema kajian koleksi bidang linguistik dengan metode conspectus di Perpustakaan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (Hardi 2005). Persamaan penelitian yang telah dilakukan dengan penelitian penulis terdapat pada tema, yaitu evaluasi koleksi dan metode evaluasi yang digunakan yaitu metode conspectus. Sedangkan yang membedakan terlihat pada lokasi penelitian, dan obyek penelitian. Penulis mengambil lokasi di Perpustakaan Unsoed Purwokerto dengan tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran aktual koleksi serta peta kekuatan dan kelemahan koleksi dalam bidang kedokteran umum di UPT Perpustakaan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Selain itu juga padametode yang akan digunakan yakni metodekuantitatif. Selain itu penulis juga mencari informasi dari para informan untuk mendapatkaninformasi tentang langkah-langkah dalampengembangan koleksi sehingga koleksi yangada sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Perpustakaan Perguruan Tinggi Menurut Peraturan Pemerintah RepublikIndonesia Nomor 24 Tahun 2014 tentangPelaksanaan Undang-Undang Nomor 43Tahun2007 tentang perpustakaan menyebutkanbahwaperpustakaan perguruan tinggi adalahperpustakaan yang merupakan bagian integral dari kegiatan pendidikan, penelitiandanpengabdian kepada masyarakat dan berfungsi sebagai pusat sumber belajar untuk mendukungtercapainya tujuan pendidikan yangberkedudukan di perguruan tinggi (Darwanto2015). Koleksi Perpustakaan Menurut Johnson, koleksi perpustakaan adalah sekumpulan bahan-bahan yang dimiliki oleh perpustakaan dan terdiri dari bahan yang berbentuk fisik hingga bahan yang berbentuk digital (koleksi lokal maupun koleksi on-line) yang diseleksi dan disusun oleh pustakawanagar dapat diakses oleh pemustaka dan para anggotalainnya. Dengan demikian, perpustakaa nmenyediakan koleksi agar dapat memberikanlayanan berupa akses kepada pemustaka yang terdiri atas koleksi-koleksi yang didasarkanataskebutuhan informasi pemustakanya (Johnson2009). Koleksi perpustakaan merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan keberhasilanfungsi perpustakaan. Tersedianya koleksi yangdibutuhkan pemustaka menjadi hal yangterusdikembangkan agar dapat terpenuhi secaramaksimal. Untuk mengetahui sejauh manakedalaman koleksi dan ketersediaan koleksi perpustakaan perguruan tinggi, maka perludilakukan analisis koleksi atau yang seringdisebut juga dengan evaluasi koleksi. Koleksi perpustakaan perguruan tinggi yang disediakan oleh perpustakaan menjadi penentu keberhasilan perpustakaan dalam menyediakan informasi yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka karena misi utama perpustakaan perguruan tinggi adalah menyediakan informasi yang mendukung pengajaran, penelitian serta pengabdian masyarakat. Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan bahwa salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur ketersediaan koleksi dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi sivitas akademika adalah kurikulum dan silabus. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/ atau kelompok mata pelajaran/ tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/ pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. (Indonesia 2006) Sebagai alat yang digunakan dalam mengkomunikasikan antara perencanaan dan sarana dalam mengembangkan koleksi perpustakaan maka perlu dikomunikasikan antara rencana dan tujuan kebijakan pengembangan koleksi. Agar kebijakan pengembangan koleksi dapat dilaksanakan secara terarah, kebijakan tersebut harus disusun secara tertulis. Kebijakan pengembangan koleksi (Collection Development Policy) merupakan suatu proses mengidentifikasi kebutuhan informasi masyarakat serta memanfaatkan sumber-sumber informasi yang tersedia/yang dihasilkan baik dari dalam maupun luar organisasi pada saat yang tepat dan dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan ekonomis (Evans. 2005). Evaluasi Koleksi Evaluasi terhadap koleksi perlu dilakukan untuk mengetahui kemampuan suatu perpustakaan perguruan tinggi menyediakan informasi bagi pemustaka. Tujuan utama analisis koleksi adalah untuk meningkatkan pengetahuan selektor mengenai koleksi dan pemanfaatannya sehingga dapat diukur kesuksesan dari koleksi yang dimiliki yang nantinya akan dikembangkan secara lebih efektif. Evaluasi koleksi menurut Clayton dan Gorman merupakan proses untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan koleksi dengan menggunakan teknik yang memberikan hasil yang akurat dan dapat dipercaya. Maksud diadakan evaluasi koleksi untuk menyesuaikan koleksi yang ada di perpustakaan dengan parameter yang telah ditetapkan (Clayton 2001). Dalam kajian bibliometrika ada dua jenis cakupan yakni kajian deskriptif dan kajian evaluatif. Kajian deskriptif lebih menghitung produktivitas yang diperoleh dengan menghitung jumlah artikel, buku dan format komunikasi lainnya. Sedangkan kajian evaluatif menghitung penggunaan literature yang dibuat dengan menghitung rujukan atau sitiran dalamartikel penelitian, buku, dan format komunikasi lainnya(Pattah 2013). Metode Conspectus Menurut Powell & Bushing, conspectus merupakan seperangkat kode standar, alat, survei yang digunakan untuk memberikan penilaian koleksi secara sistematis. Penilaian tersebut menggunakan beberapa tingkatan indikator dan cakupan bahasa serta melibatkan evaluator. Evaluator hanya dapat dilakukan oleh orang yang mempunyai ahli yang kompetensi atau kepakaran dalam bidang disiplin ilmu yang akan dievaluasi. Metode conspectus dapat memberikan penilaian berdasarkan subjekterhadap kekuatan koleksi perpustakaan. Pada masing-masing subjek, perpustakaan menandai dengan kode alfa numerik yang mengindikasikan tingkat dan bahasa koleksi yangada. Karakteristik dan elemen dari conspectus dijelaskan secara spesifik dalam Western Libraries Network (WLN) Collection Assessment Manual (Powell 2011). Kode bahasa diberikan kepada subjek tersebut untuk mengidentifikasi variasi bahasanya. Kode-kode bahasa tersebut antara lain, kode E untuk literatur berbahasa Inggris, kode F untuk literatur terseleksi yang bukanberbahasa Inggris, kode Wuntuk literatur dengan seleksi yang luas dari koleksi dalam berbagai bahasa, dan kode Y untuk bahan literatur didominasi oleh salah satu bahasa selain bahasa Inggris (Nissonger 1992). Evaluator yang berasal dari dalam perpustakaan (inside evaluator) maupun dari luar (outside evaluator) UPT Perpustakaan UnsoedPurwokerto. Jumlah evaluator (informan) dalam penelitian ini sebanyak 3 orang yang terdiri atas2 orang staf pengajar yakni ketua jurusan kedokteran umum dan seorang dosen sebagai outside evaluator dan 1 orang dari pustakawan sebagai inside evaluator. Teknik untuk pengambilan informan atau evaluator dilakukan secara purposive, yaitu dipilih dengan pertimbangan dan tujuan tertentu. (Sugiyono 2012)
Method
Penelitian dilakukan di Unit PelaksanaTeknis (UPT) Perpustakaan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif (Creswell 2002). Dalam kasus ini digunakan metode conspectus untuk mengevaluasi koleksi bidang kedokteran umum sebagai koleksi utama. Subyek penelitian untuk mengevaluasi koleksi bidang kedokteran umum adalah Jurusan Kedokteran Umum Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, sedangkan objek penelitian adalah koleksi bahan literatur bidang kedokteran umum yang berbentuk buku. Populasi dalam penelitian ini adalah koleksi buku teks bidang kedokteran umum yang dimiliki oleh UPT Perpustakaan Unsoed Purwokerto yang berada pada kelas 610- 619.(Darmawan 2016) Teknik pengambilan sampel koleksi menggunakan stratified random sampling. Peneliti menggunakan metode pengambilan sampel acak distratifikasi dikarenakan populasi terdiri atas beberapa strata dan heterogen.(Suharsimi 2013) Populasi dengan jumlah 1.146 judul buku bidang kedokteran maka ukuran sampelnya berdasarkan tabel Isaac dan Michael diperoleh jumlah sampel adalah 265 judul buku. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mencatat data bibliografis koleksi buku bidang kedokteran umum antara lain judul, pengarang, tahun terbit, penerbit, dan nomor kelas di UPT Perpustakaan Unsoed Purwokerto. Teknik pengumpulan data dengan survei yaitu mencatat bahan literatur bidang kedokteran umum yang berdasarkan klasifikasi Dewey berada pada kelas 610-619 yang kemudian membaginya ke dalam subkelas 610, 611, 612 sampai dengan kelas 619 serta melakukan pengamatan berapa banyak judul standar yang dimiliki oleh perpustakaan. Teknik pengumpulan data juga dilakukan dokumentasi, yaitu dengan cara mencatat data bibliografis koleksi buku bidang kedokteran umum, antara lain judul, pengarang, tahun terbit, dan nomor kelas di UPT Perpustakaan Unsoed Purwokerto. Selain itu juga dengan wawancara tak terstruktur yaitu wawancara yang dilaksanakan dengan kepala perpustakaan, koordinator pengadaaan koleksi (pustakawan dan ketua jurusan kedokteran umum. Jumlah keseluruhan yang dijadikan informan ada 3 orang. Instrumen penelitian diperlukan sebagai alat untuk memperoleh data (Suharsimi 2013). Sesuai dengan tujuan penelitian ini yakni untuk mengkaji koleksi bidang Kedokteran Umum di UPT Perpustakaan Unsoed Purwokerto dengan menggunakan metode conspectus, maka instrumen dalam penelitian ini adalah penelitianyang menjelaskan mengenai conspectus itu sendiri serta lembar kerja sebagai penerapan dari conspectus. Instrumen penelitian diperlukan sebagai alat untuk memperoleh data (Suharsimi 2013). Sesuai dengan tujuan penelitian ini yakni untuk mengkaji koleksi bidang Kedokteran Umum di UPT Perpustakaan Unsoed Purwokerto dengan menggunakan metode conspectus, makainstrumen dalam penelitian ini adalah penelitian yang menjelaskan mengenai conspectus itu sendiri serta lembar kerja sebagai penerapan dari conspectus Analisis data, dengan mengolah data tersebut dengan memberikan lembar kerja conspectusyang telah dibuat kepada evaluator untuk diberikan penilaian mengenai Current Collection Level dan Collection Goal pada koleksi tersebut dengan kisaran indikator 0 sampai 5. Penentuanlevel conspectus di UPT Perpustakaan Unsoed Purwokerto dilakukan oleh evaluator yangberasal dari pustakawan dan pengajar di jurusan Kedokteran Umum berjumlah dua orang dengan komposisi satu orang pustakawan yang memiliki keahlian di bidangnya dan satu orang staf pengajar kedokteran umum
Result & Discussion
Penerapan metode conspectus dalam evaluasi koleksi relatif sederhana. UPT Perpustakaan Unsoed Purwokerto dijadikan sebagai unit analisisnya dan sub-sub topik dari subjek yang dalam kolom-kolom yang diteliti. Dalam metode conspectus ada tiga tingkatan numerik yang digunakan untuk mengambarkan koleksi yakni current collection, aquisition commitment dan collection goal. Penilaian numerik menggunakan indikator skala 0-5 yang mana masing-masing level adalah kode standar yang menjelaskan aktivitas yang dapat didukung oleh aras koleksi (collection level). Berdasarkan data koleksi bidang kedokteran umum yang diperoleh dari UPT Perpustakaan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dengan menggunakan metode conspectus maka didapatkan hasil sebagai berikut: Distribusi Subjek Kedokteran Umum Subjek Kedokteran Umum Klasifikasi Dewey digunakan dalam proses penilaian terhadap subjek bidang kedokteran umum dengan alasan klasifikasi Dewey merupakan klasifikasi yang umum digunakan oleh perpustakaan dalam mengklasifikasikan koleksi termasuk UPT Perpustakaan Unsoed Purwokerto. Bidang kedoketeran umum berdasarkan skema klasifikasi persepuluhan dewey terdistribusi antara nomor kelas 610 - 619. Distribusi subjek koleksi bidang kedokteran umum dapat diuraikan dalam tabel berikut: Tabel 1. Distribusi Subjek Kedokteran Umum Berdasarkan data tersebut didiskripsikan bahwa pendistribusian untuk subyek kedokteran itu tidak dapat disamakan. Hal yang demikian dikarenakan dalam kurikulum jurusan kedokteran umum Unsoed menggunakan matakuliah blok sehingga untuk jenis subyek sudah dipertimbangkan dalam rangka mendukung kompetensi mahasiswa jurusan kedokteran umum. Hal yang perlu diperhatikan adalah ratio jumlah mahasiswa dengan jumlah ketersediaan koleksi. Perlu adanya keseimbangan antara jumlah mahasiswa dengan ketersediaan koleksi dalam bidang subyek kedokteran Tabel 2. Daftar Koleksi Buku Bidang Kedokteran No Notasi Kelas Jumlah Keterangan 1 610 29 11% Peringkat 3 2 611 15 6% Peringkat 6 3 612 26 10% Peringkat 4 4 613 26 10% Peringkat 4 5 614 13 5% peringkat 7 6 615 39 15% Peringkat 2 7 616 79 30% Peringkat 1 8 617 18 7% Peringkat 5 9 618 18 7% Peringkat 5 1 619 1 0% peringkat 8 Total 265 100% Koleksi bidang kedokteran umum di UPT Perpustakaan Unsoed Purwokerto didominasi kelas 616 (ilmu penyakit). Hal yang demikian disebabkan kurikulum yang ada di jurusan kedokteran umum menggunakan sistem mata kulih blok pada dimana semester 5 dan semester 6 yang lebih menekankan pada ilmu penyakit. Selain itu ilmu penyakit merupakan matakuliah ilmu dasar dalam pembelajaran kedokteran, baik pada pendidikan strata sarjana kedokteran maupun sampai pada jenjang pembelajaran profesi dokter di rumah sakit. Koleksi –koleksi ilmu penyakit digunakan pada semester akhir dan blok-blok akhir. Dengan demikian manajemen perpustakaan dalam pengembangan di bidang kedokteran umum dalam pengadaan koleksi lebih fokus pada subjek ilmu penyakit dengan nomor kelas 616. Subjek ilmu farmakologi dan ilmu terapi dalam kelas nomor 615 menempati urutan kedua dalam persentase distribusi subjek karena tuntutan kebutuhan literatur kedokteran umum. Sedangkan untuk koleksi bidang kedokteran pada ilmu kedokteran eksperimen hanya ada beberapa judul koleksi. Hal tersebut dikarenakan minimnya informasi tentang bukubuku kedokteran eksperimen. Selain itu ilmu kedokteran eksperimen bukan merupakan pembelajaran riset yang diberikan sejak awal semester sampai akhir namun hanya pada semester tertentu saja. Kekuatan dan Kelemahan Koleksi Per-Notasi Kelas Tabel 3. Kedalaman Koleksi Nomor Kelas 610 Berdasarkan pada tabel notasi nomor kelas 610 bidang ilmu kedokteran menunjukan adanya kesenjangan aras yang cukup jauh antara indikator kedalaman CCL, AC dan CG. Koleksi nomor kelas 610 tingkat keterbaruan koleksi (CCL) sudah pada level aras 3 yang menyatakan bahwa koleksi UPT perpustakaan Unsoed sudah mendukung suatu disiplin namun untuk pengembangan koleksi (AC) dan harapan terhadap koleksi (CG) sama-sama baru berada pada aras 1a . UPT Perpustakaan Unsoed masih perlu mengembangkan terhadap kemutakhiran koleksi pada nomor kelas 610 untuk memenuhi kebutuhan pemustaka dalam rangka menunjang misi dan program pada jurusan kedokteran umum. Tabel 4. Kedalaman Koleksi Nomor Kelas 611 Aras Collection Level Current Collection (CCL) Acquisition Collection (AC) Collection Goal (CG) POIN % POIN % POIN % 0 0 0% 0 0% 0 0% 1 0 0% 2 4% 2 4% 1a 4 7% 8 15% 2 4% 1b 0 0% 0 0% 0 0% 2 0 0% 1 2% 3 6% 2a 16 30% 10 19% 15 28% 2b 6 11% 0 0% 0 0% 3 15 28% 14 26% 14 26% 3a 9 17% 9 17% 3 6% 3b 0 0% 9 17% 15 28% 4 4 7% 1 2% 0 0% 5 0 0% 0 0% 0 0% Berdasarkan pada tabel notasi kelas 611 bidang ilmu anatomi manusia menunjukan adanya kesenjangan level antara indilator kedalaman Current Collection (CCL), Acquisition Commitment (AC) dan Collection Goal (CG). Koleksi nomor kelas 611 tingkat keterbaruan koleksi (CCL) sudah pada level aras 2a yang menyatakan bahwa perpustakaan sudah menyediakan bahan literatur utama (core material) untuk mendefinisikan suatu subjek. namun untuk pengembangan koleksi (AC) berada pada aras 3 yang menyatakan bahwa koleksi perpustakaan sudah mendukung suatu disiplin ilmu dengan cakupan yang lebih luas untuk karya-karya utama dengan berbagai format. Sedangkan untuk harapan terhadap koleksi (CG) pada aras 3b yang menyatakan bahwa koleksi perpustakaan harus mencakup bahan literatur yang dianggap memenuhi syarat untuk memelihara suatu bidang disiplin ilmu. Tabel 5. Kedalaman Koleksi Nomor Kelas 612 Collection Level Aras Current Collection (CCL) Acquisition Collection (AC) Collection Goal (CG) POIN % POIN % POIN % 0 0 0% 11 13% 2 2% 1 5 6% 5 6% 13 15% 1a 22 25% 26 30% 20 23% 1b 0 0% 0 0% 1 1% 2 0 0% 5 6% 3 3% 2a 18 21% 7 8% 12 14% 2b 2 2% 2 2% 2 2% 3 28 32% 9 10% 12 14% 3a 8 9% 14 16% 9 10% 3b 0 0 8 9% 13 15% 4 3 3% 0 0% 0 0% 5 1 1% 0 0% 0 0% Berdasarkan pada tabel notasi nomor kelas 612 bidang ilmu fisiologi manusia menunjukan adanya kesenjangan aras yang cukup jauh antara indikator kedalaman CCL, AC dan CG. Koleksi nomor kelas 612 tingkat keterbaruan koleksi (CCL) sudah pada level aras 3 yang menyatakan bahwa koleksi UPT perpustakaan Unsoed sudah mendukung suatu disiplin namun untuk pengembangan koleksi (AC) dan harapan terhadap koleksi (CG) sama-sama baru berada pada aras 1a . UPT Perpustakaan Unsoed masih perlu mengembangkan terhadap kemutakhiran koleksi pada nomor kelas 612 dan untuk memenuhi kebutuhan pemustaka dalam rangka menunjang misi dan program yang ada di jurusan kedokteran umum Unsoed Tabel 6. Kedalamaan Koleksi Nomor Kelas 613 Berdasarkan pada tabel notasi nomor kelas 613 bidang ilmu kesehatan umum dan perorangan menunjukan adanya kesamaan yang antara indilator kedalaman CCL, AC dan CG yakni pada aras 1a. Koleksi nomor kelas 630 tingkat keterbaruan koleksi (CCL) sudah pada level aras 1a yang menyatakan bahwa koleksi UPT perpustakaan Unsoed terbatas pada karyakarya utama. UPT Perpustakaan Unsoed masih perlu mengembangkan terhadap kemutakhiran koleksi pada nomor kelas 613 bidang ilmu kesehatan umum dan perorangan untuk memenuhi kebutuhan pemustaka dalam rangka menunjang misi dan program pada jurusan kedokteran umum. Tabel 7. Kedalamaan Koleksi Nomor Kelas 614 Aras Collection Level Current Collection (CCL) Acquisition Collection (AC) Collection Goal CG) POIN % POIN % POIN % 0 0 0% 14 31% 16 36% 1 3 7% 3 7% 1 2% 1a 14 31% 15 33% 15 33% 1b 0 0% 0 0% 0 0% 2 0 0% 0 0% 0 0% 2a 7 16% 1 2% 0 0% 2b 1 2% 2 4% 3 7% 3 14 31% 1 2% 1 2% 3a 6 13% 4 9% 4 9% 3b 0 0 5 11% 5 11% 4 0 0% 0 0% 0 0% 5 0 0% 0 0% 0 0% Berdasarkan pada tabel notasi nomor kelas 614 bidang ilmu kesehatan masyarakat menunjukan adanya kesenjangan aras yang cukup jauh antara indikator kedalaman CCL, AC dan CG. Koleksi nomor kelas 614 tingkat keterbaruan koleksi (CCL) sudah pada level aras 3. Namun untuk pengembangan koleksi (AC) baru pada aras 1a, yang menunjukan bahwa tingkat pengembangan koleksi pada nomor kelas 614 bidang ilmu kesehatan masyarakat yang ada di UPT Perpustakaan Unsoed baru pada koleksi karya-karya utama. Sedangkan untuk indikator harapan terhadap koleksi (CG) berada pada aras 0. Koleksi yang ada sekarang di UPT Perpustakaan Unsoed masih perlu dikembangkan terhadap kemutakhiran koleksi pada nomor kelas 610 dan untuk memenuhi kebutuhan pemustaka dalam rangka menunjang misi dan program pada jurusan kedokteran umum dikarenakan koleksi yang tersedia sudah tidak relevan dengan jurusan kedokteran umum. Tabel 8. Kedalamaan Koleksi Nomor Kelas 615 Collection Level Aras Current Collection (CCL) Acquisition Collection (AC) Collection Goal (CG) POIN % POIN % POIN % 0 0 0% 16 12% 23 18% 1 1 1% 22 17% 15 12% 1a 6 28% 41 32% 31 24% 1b 0 0% 0 0% 0 0% 2 0 0% 0 0% 2 2% 2a 3 18% 4 3% 13 10% 2b 6 5% 7 5% 4 3% 3 1 32% 11 9% 11 9% 3a 14 11% 16 12% 16 12% 3b 0 0 8 6% 12 9% 4 8 6% 4 3% 2 2% 5 0 0% 0 0% 0 0% Berdasarkan pada tabel notasi nomor kelas 615 bidang ilmu farmakologi dan ilmu terapi menunjukan adanya kesenjangan yang jauh antara indikator kedalaman CCL, AC dan CG. Koleksi nomor kelas 615 tingkat keterbaruan koleksi (CCL) sudah pada level aras 3 yang menyatakan bahwa koleksi UPT Perpustakaan Unsoed sudah mendukung disiplin ilmu farmakologi dan ilmu terapi dengan cakupan yang lebih luas terutama pada karya-karya utama serta dalam berbagai format. Pada indikator kedalaman AC pada aras 1 yang mana tingkat perkembangan koleksi pada nomor kelas 615 baru pada karya-karya utama (basic works) dalam suatu subjek pengetahuan sehingga perlu dilakuan review untuk pemutakhiran koleksi. Sedangkan pada indikator kedalaman koleksi CG berada pada aras 1a yang menyatakan bahwa bahwa UPT Perpustakaan Unsoed masih perlu mengembangkan koleksi bidang ilmu farmakologi dan terapi untuk memeuhi kebutuhan informasi pemustaka guna menunjang misi dan program jurusan kedokteran umum Tabel 9. Kedalamaan Koleksi Nomor Kelas 616 Collection Level Aras Current Collection (CCL) Acquisition Collection (AC) Collection Goal (CG) POIN % POIN % POIN % 0 0 0% 20 8% 33 13% 1 9 3% 50 19% 33 13% 1a 67 26% 79 30% 58 22% 1b 1 0% 0 0% 0 0% 2 1 0% 5 2% 13 5% 2a 44 17% 13 5% 27 10% 2b 17 7% 18 7% 17 7% 3 82 31% 16 6% 12 5% 3a 36 14% 34 13% 21 8% 3b 0 0 24 9% 44 17% 4 4 2% 1 0% 3 1% 5 0 0% 0 0% 0 0% Berdasarkan pada tabel notasi nomor kelas 616 bidang ilmu penyakit adanya kesenjangan level yang cukup antara indilator kedalaman CCL, AC dan CG. Tingkat kedalaman koleksi Current Collection (CCL) berada dalam level aras 3, indikator kedalaman Acquisition Commitment (AC) berada pada level aras 1a dan kedalaman Collection Goal (CG) berada pada level aras 1a. Tabel 10. Kedalamaan Koleksi Nomor Kelas 617 Collection Level Aras Current Collection (CCL) Acquisition Collection (AC) Collection Goal (CG) POIN % POIN % POIN % 0 0 0% 4 7% 5 9% 1 0 0% 10 18% 11 19% 1a 18 32% 19 33% 17 30% 1b 0 0% 0 0% 0 0% 2 0 0% 5 9% 0 0% 2a 4 7% 0 0% 2 4% 2b 3 5% 1 2% 0 0% 3 23 40% 0 0% 3 5% 3a 9 16% 10 18% 7 12% 3b 0 0 8 14% 12 21% 4 0 0% 0 0% 0 0% 5 0 0% 0 0% 0 0% Berdasarkan pada tabel notasi nomor kelas 617 bidang ilmu bedah menunjukan adanya kesenjangan level yang cukup jauh antara indikator kedalaman CCL , AC dan CG. Tingkat kedalaman koleksi Current Collection (CCL) berada dalam level aras 3, indikator kedalaman Acquisition Commitment (AC) berada pada level aras 1a dan kedalaman Collection Goal (CG) berada pada level aras 1a. Tabel 11. Kedalaman Koleksi Nomor Kelas 618 Collection Level Aras Current Collection (CCL) Acquisition Collection (AC) Collection Goal (CG) POIN % POIN % POIN % 0 0 0% 2 4% 3 5% 1 0 0% 11 19% 8 14% 1a 13 23% 16 28% 13 23% 1b 0 0% 0 0% 0 0% 2 0 0% 0 0% 1 2% 2a 13 23% 3 5% 6 11% 2b 5 9% 5 9% 1 2% 3 19 33% 6 11% 7 12% 3a 7 12% 11 19% 5 9% 3b 0 0% 3 5% 13 23% 4 0 0% 0 0% 0 0% 5 0 0% 0 0% 0 0% Berdasarkan pada tabel notasi nomor kelas 618 bidang ilmu ginekologi dan kedokteran khusus menunjukan adanya kesenjangan level yang cukup antara indikator kedalaman CCL, AC dan CG. Tiingkat kedalaman koleksi Current Collection (CCL) berada dalam level aras 3, indikator kedalaman Acquisition Commitment (AC) berada pada level aras 1a dan kedalaman Collection Goal (CG) berada pada level aras 3b. Tabel 12. Kedalamaan Koleksi Nomor Kelas 619 Collection Level Aras Current Collection Acquisition Collection Goal (CCL) Collection (AC) (CG) POIN % POIN % POIN % 0 0 0% 0 0% 0 0% 1 0 0% 1 33% 1 33% 1a 1 33% 1 33% 1 33% 1b 0 0% 0 0% 0 0% 2 0 0% 0 0% 0 0% 2a 1 33% 0 0% 0 0% 2b 0 0% 1 33% 0 0% 3 0 0% 0 0% 0 0% 3a 0 0% 0 0% 1 33% 3b 0 0% 0 0% 0 0% 4 1 33% 0 0% 0 0% 5 0 0% 0 0% 0 0% Berdasarkan pada tabel notasi kelas 619 bidang ilmu kedokteran eksperimen tingkat CCL koleksi pada level aras 4, AC memiliki aras 2b dan CG memiliki aras 3a. Kekuatan dan Kelemahan Koleksi Kedokteran Umum Berdasarkan pada hasil data yang diperoleh maka dapat diketahui kekuatan koleksi buku bidang kedokteran umum UPT Perpustakaan Unsoed Purwokerto. Penafsiran terhadap koleksi buku bidang kedokteran umum yang dimiliki oleh UPT Perpustakaan Purwokerto dengan menerapkan metode conspectus adalah sebagai berikut: Tabel 13. Kedalaman Koleksi Bidang Subjek Kedokteran Umum No No. Kelas Subjek Aras Koleksi Aktual (CCL) Aras Tingkat Pertumb uhan Koleksi (AC) Aras Koleksi yang diharap kan (CG) Kom entar 1 610 Ilmu Kedokteran 3 1a 1a 2 611 Ilmu Anatomi Manusia 2a 3 3b 3 612 Ilmu Fisiologi Manusia 3 1a 1a 4 613 Ilmu kesehatan umum 1a 1a 1a 5 614 Ilmu Kesehatan Masyarakat 3 1a 0 6 615 Ilmu Farmakolog i 3 1 1a 7 616 Ilmu Penyakit 3 1a 1a 8 617 Ilmu Bedah 3 1a 1a 9 618 Ilmu Ginekologi 3 1a 3b 10 619 Ilmu kedokteran Eksperimen 4 2b 3a Berdasarkan uraian mengenai tingkat kedalaman koleksi dapat disimpulkan bahwa nilainya berada pada kisaran 1a sampai 3. Hal ini berarti bahwa tingkat nilai 1a (Minimal levell Uneven Coverage) pada tingkat koleksi aktual (CCL) yang berarti bahwa bahan literature relevan atau sesuai dengan kebutuhan dosen dan mahasiswa yang dilengkapi dengan edisi terbaru tetapi tidak didukung judul lain pada tingkat koleksi aktual (CCL) sebagai tingkat koleksi terendah dapat diketahui pada nilai minimal judul. Sedangkan untuk tingkat nilai 3 (Study/Instructional Support Level (Aras Pendukung Kebutuhan Instruksional / Kajian) berarti bahwa bahan literatur seperti buku teks sudah sesuai untuk mahasiswa strata satu sarjana kedoteran dan profesi dokter. Koleksi tersebut merupakan rekomendasi dosen pengampu mata kuliah tertentu yang bersifat rujukan atau anjuran sebagai tingkat koleksi tertinggi dengan melihat nilai maksimal judul koleksi. Komentar dari ketua jurusan kedokteran umum (sebagai evaluator) menyatakan bahwa untuk masing-masing subjek semua kelas masih perlu ditingkatkan bahan literatur agar tingkat kedalaman koleksi memiliki tingkat nilai yang lebih tinggi dari sebelumnya. Kedalaman koleksi yang ada dapat dijadikan sebagai tolak ukur dan juga sebagai bahan masukan untuk rencana pengambilan keputusan pengembangan koleksi di UPT Perpustakaan Unsoed Purwokerto. Kebijakan pengembangan koleksi masih belum optimal dilakukan dikarenakan belum adanya pedoman yang tertulis. Selain itu evaluasi koleksi juga masih jarang dilakukan padahal evaluasi dapat digunakan untuk mengetahui kedalaman koleksi subjek kedokteran umum. Analisis Cakupan Bahasa Kebijakan perpustakaan dalam pengembangan koleksi dengan mempertimbangkan usulan atau masukan dari dosen jurusan kedokteran umum dan mahasiswa jurusan kedokteran. Selain itu juga dapat dipengaruhi oleh kompetensi bahasa inggris yang dikuasai oleh pustakawan dalam menganalisis suatu subjek tertentu sehingga menjadi salah satu penyebabnya Koleksi kedokteran umum berdasarkan cakupan bahasa adalah sebagai berikut: Tabel 14. Koleksi Berdasarkan Bahasa No Jenis Koleksi dalam Bahasa Jml Judul Kolesi Jml eksemplar Persentase 1 Bahasa Indonesia 152 628 57% 2 Bahasa Inggris 111 236 42% 3 Bahasa Belanda 2 2 1% Jumlah 265 866 100% Hal ini memberikan gambaran peneliti bahwa ketersediaan bahan pustaka bidang kedokteran umum yang ada di UPT Perpustakaan Unsoed yang berbahasa Indonesia dibanding yang berbahasa Inggris tidak jauh berbeda sama dalam hal judulnya. Namun dari segi jumlah eksemplar jauh lebih banyak yang berbahasa Indonesia. Hal yang demikian disebabkan karena harga dari buku yang berbahasa Inggris lebih mahal dibandingkan dengan yang berbahasa indonesia. Berdasarkan pengamatan peneliti, bahwa ada beberapa koleksi bidang kedokteran umum yang berbahasa indonesia merupakan buku terjemahan dari bahasa inggris. Koleksi yang berbahasa inggris juga hampir dengan yang berbahasa indonesia. Hal yang demikian dikarenakan sebagian besar untuk sumber referensi dalam bidang kedokteran yang berkualitas kebanyakan menggunakan berbahasa inggris. Cakupan Kronologis Dalam penelitian ini, cakupan kronologis koleksi untuk subjek bidang kedokteran umum yang dimiliki UPT Perpustakaan Unsoed Purwokerto bisa dikatakan cukup relevan atau sesuai dengan kebutuhan dosen atau mahasiswa dalam mendukung proses pembelajaran pada jurusan kedokteran umum. Kenyataan ini dapat dilihat dari persentase distribusi cakupan kronologis dalam tabel berikut: Tabel 15. Persentase Cakupan Kronologis No Tahun Terbit Jumlah Judul Koleksi Persentase 1 Tidak diketahui 5 2% 2 <1980 32 12% 3 1980 - 1989 10 4% 4 1990- 1999 58 22% 5 2000 - 2009 108 41% 6 2010 - 2017 52 20% Total 265 100% Berdasarkan data yang ada di atas menurut peneliti merupakan hal yang wajar kalau koleksi yang ada di UPT Perpustakaan Unsoed koleksi didominasi oleh tahun terbitan tahun 2000 sampai tahun 2009 dikarenakan pada awal tahun 2000, Universitas Jenderal Soedirman sedang merintis berdirinya jurusan kedokteran umum. Pada awal tahun 2000 jurusan kedokteran berdiri sehingga semua sarana dan prasarana termasuk pengadaan buku untuk perpustakaan mendapatkan dana yang cukup besar. Namun setelah tahun 2009 sudah tidak rutin dan juga dana berkurang, sehingga berpengaruh terhadap pengadaan koleksi dengan tahun yang baru. Peneliti juga berpendapat bahwa koleksi yang dalam bidang kedokteran harus mengedepankan pada asas kemutakhiran dimana untuk sumber referensi seharusnya lima tahun terakhir untuk bidang kedokteran. Peneliti berpendapat bahwa koleksi-koleksi tersebut masih ditemukan di rak koleksi UPT Perpustakaan Unsoed dikarenakan koleksi tersebut merupakan usulan dari jurusan kedokteran ketika ada pengadaan koleksi.
Conclusion
Berdasarkan uraian pada bab analisis dan pembahasan tingkat kedalaman koleksi dapat diambil kesimpulan: Kekuatan koleksi subjek bidang kedokteran umum di UPT Perpustakaan Unsoed Purwokerto hampir sama pada setiap kelas. Koleksi pada nomer kelas 610 (Ilmu kedokteran ), 612 (Ilmu fisiologi), 614 (Ilmu kesehatan masyarakat), 615 (Ilmu farmakologi), 616 (Ilmu penyakit), 617 (Ilmu bedah ) dan 618 (ilmu ginekologi) berada pada aras 3 yang memiliki makna bahwa koleksi-koleksi bidang kedokteran yang tersebut sudah mendukung kebutuhan intruksional dalam proses pembelajaran dan kegiatan penelitian di jurusan pendidikan kedokteran Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Namun pada kelas 611 (Ilmu anatomi) berada pada aras 2a yang berarti bahwa koleksi tersebut baru menyediakan bahan literatur utama (core material) untuk mendefinisikan suatu subjek. Sedangkan pada kelas 613 (Ilmu kesehatan umum dan perorangan ) berada pada aras 1a yang berarti bahwa koleksi pada kelas tersebut hanya memiliki bahan literature yang terbatas pada karya-karya utama. Distribusi subjek kedokteran umum didominasi oleh kelas 616 (ilmu penyakit) yang merupakan ilmu pokok dengan jumlah 80 judul atau 30 %, kelas 615 (ilmu farmakologi) dengan jumlah 40 judul atau 15 %, kelas 610 (ilmu kedokteran) dengan jumlah 30 judul atau 11%, kelas 612 (ilmu fisiologi) dan kelas 613 (ilmu kesehatan umum dan perorangan ) dengan jumlah yang sama yakni 27 judul atau 10%, kelas 617 ( ilmu bedah) dan kelas 618 (ilmu ginekologi ) dengan judul 19 judul atau 7% dan kelas 611 (Ilmu anatomi) dengan jumlah 16 judul atau 6%. Koleksi bidang kedokteran umum cakupan kronologis didominasi oleh terbitan kurun waktu tahun 2000 hingga 2009 sebanyak 118 judul koleksi yang mencapai 41 %. Cakupan untuk koleksi bidang kedokteran umum adalah 167 judul koleksi dengan 628 eksemplar atau sebesar 57% dari koleksi yang dimiliki oleh UPT Perpustakaan Unsoed Purwokerto adalah berbahasa Indonesia