Kembali
16
1
2024 Jurnal Pustaka Ilmiah Vol 10 · 1 ISSN 2685-8363

Evaluasi Koleksi Tercetak Bidang Manajemen Menggunakan Metode Conspectus

Universitas Islam Indonesia

Abstrak

Koleksi perpustakaan yang berkualitas didukung dengan layanan yang memadai berfungsi memperluas ruang lingkup pengetahuan, meningkatkan kemampuan berpikir mandiri, menggabungkan pengetahuan dengan realitas, mendorong peningkatan kualitas budaya pemustaka. Hal ini berarti bahwa koleksi berfungsi meningkatkan kualitas lulusan mahasiswa dan mendukung terwujudnya Universitas Islam Indonesia (UII) yang rahmatan lil’alamin. Level kedalaman koleksi dipetakan secara jelas agar tujuan dan sasaran pengembangan dapat terpenuhi. Metode conspectus merupakan metode yang tepat digunakan untuk mengevaluasi koleksi terkait kondisi yang melingkupi Divisi Perpustakaan Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII. Jenis penelitian ini kualitatif menggunakan pendekatan list-cecking dengan metode conspectus. Populasinya adalah koleksi buku tercetak bidang manajemen, instrumennya adalah profil conspectus, lembar kerja conspectus dan pedoman wawancara. Penilaian dilakukan oleh evaluator sebanyak dua orang dari dosen jurusan manajemen. Koleksi dipetakan dalam level numerik menggunakan skala sepuluh poin atau kontinum dari 0 jika perpustakaan tidak mengumpulkan koleksi dalam subyek tertentu sampai 5 untuk koleksi yang levelnya komprehensif. Hasil evaluasi menunjukkan adanya kesenjangan level kedalaman koleksi sebesar 8 tingkat antara level terendah dengan level tertinggi. Kesenjangan level kedalaman koleksi rata-rata berdasarkan kategori current collection dengan acqutition commitment sebesar 0,57, acqutition commitment dengan collection goal sebesar 1,86 dan current collection dengan collection goal sebesar 2,43.

Abstract

A quality library collection supported by adequate services serves to expand the scope of knowledge, enhance independent thinking skills, integrate knowledge with reality, and promote the improvement of the cultural quality of its users. This means that the collection functions to enhance the quality of student graduates and support the realization of UII as rahmatan lil’alamin. The depth level of the collection is clearly mapped so that development goals and targets can be achieved. The conspectus method is an appropriate method used to evaluate collections related to the conditions surrounding the Library Division of FBE UII. This qualitative research uses a list-checking approach with the conspectus method. The population is the collection of printed books in the field of management, with instruments such as conspectus profiles, conspectus worksheets, and interview guidelines. The assessment was conducted by two evaluators from the management department faculty members. The collection is mapped in numerical levels using a ten-point scale or continuum from 0 if the library does not collect collections in a particular subject to 5 for collections at a comprehensive level. The evaluation results indicate a gap in the collection level of 8 levels between the lowest and highest levels. The gap in the average level of collection depth is based on the current collection category with an acquisition commitment of 0.57, an acquisition commitment with a collection goal of 1.86, and a current collection with a collection goal of 2.43.
Keywords: collection development · collection evaluation · collection quality · conspectus · management

Introduction

Pengembangan koleksi adalah aktivitas esensial bagi perpustakaan perguruan tinggi. Pengembangan disusun menurut analisis kepustakaan dan tolok ukur koleksi perpustakaan sehingga bahan pustaka yang dihimpun bisa mencukupi kebutuhan pemustaka. Pengembangan koleksi yang baik ini akan memberikan dampak pada koleksi yang dimiliki perpustakaan menjadi koleksi yang sinkron dengan kebutuhan pemustaka. Target dari pengembangan koleksi adalah bertambahnya jumlah koleksi, terdapat berbagai ragam/tipe koleksi, dan yang paling utama meningkatkan kualitas koleksi supaya cocok dengan kebutuhan sivitas akademika (Ma’rifah & Zulaikha, 2023). Perpustakaan Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas islam Indonesia (FBE UII) melayani sivitas akademika yang terdiri dari tiga jurusan yaitu akuntansi, manajemen dan ilmu ekonomi; sementara untuk jenjang pendidikan terdiri dari program diploma, sarjana, pascasarjana. Program pascasarjana terdiri dari Magister Akuntansi, Magister Ekonomi dan Keuangan, Magister Manajemen, dan Program Doktoral (Ilmu Ekonomi). Perpustakaan perguruan tinggi salah satu fungsi dan tugasnya adalah mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Dalam rangka memenuhi fungsi dan tugas ini maka perpustakaan harus menyediakan sumber-sumber pengetahuan yang relevan, mendalam, terbaru dan sesuai dengan bidang ilmunya. Oleh karena itu, divisi perpustakaan harus memahami kebutuhan sumbersumber pengetahuan bagi sivitas akademika FBE UII, sebagaimana lima hukum ilmu perpustakaan menurut Ranganatan khususnya tentang setiap buku ada pembacanya dan setiap pembaca ada bukunya (Kamau & Elegwa, 2021). Menurut Leon et al., (2015) bahwa koleksi perpustakaan FBE UII sebagai sumber informasi mempunyai fungsi yang sangat signifikan dalam meningkatkan kualitas lulusan mahasiswa sebagaimana.Pengembangan koleksi perpustakaan perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk menanggapi dinamika pengetahuan yang terus berkembang dengan cepat. Hal ini memerlukan selektor bahan pustaka yang memenuhi syarat, mengaplikasikan keahlian, memahami kebutuhan pemustaka, mengetahui bahan pustaka dan sumber dana perpustakaan, memilih berbagai bahan pustaka yang dia yakini akan digunakan (Johnson, 2014). Pada sisi lain perlu adanya umpan balik dari apa yang telah dilakukan oleh pihak perpustakaan tersebut apakah koleksi yang dimiliki memberikan manfaat sesuai dengan standar kualitas yang ada. Para stakeholder perpustakaan memerlukan bukti yang relevan bahwa setiap investasi mereka membuahkan hasil yang sepadan (Duncan & O’Gara, 2015). Tujuan pengembangan koleksi bisa tercapai dengan melakukan evaluasi terhadap koleksi secara periodik (Patel, 2016). Umpan balik pengembangan koleksi di Divisi Perpustakaan FBE UII diperoleh dari evaluasi terhadap kualitas koleksi, supaya sumber-sumber pengetahuan yang sudah terhimpun mencukupi target pengembangan koleksi serta cocok bagi pemustaka. Evaluasi menggambarkan suatu usaha menghimpun koleksi yang bermutu, juga sebagai cara menyampaikan informasi tentang pengembalian investasi keuangan pada koleksi perpustakaan (Snead, 2014). Conspectus adalah metode penilaian koleksi yang memetakan kekuatan koleksi, yang berguna untuk bergabung dalam konsorsium atau berbagi koleksi, dan pada perpustakaan kecil fokusnya adalah pemenuhan kebutuhan unik lokal dan penelitian (Bernhardt et al., 2017). Untuk mencapai tujuan dalam mengadaptasi conspectus pada jumlah koleksi perpustakaan yang kecil indikator pada conspectus tersedia enam tingkat koleksi (0 hingga 5) menjadi total sepuluh level sebab memberikan kekhususan yang lebih besar pada level 1-2- dan 3, serta menyajikan kerangka kerja conspectus untuk sistem klasifikasi Dewey Decimal Classification (DDC), Librabry of Congress atau sistem klasifikasi lain (Gregory, 2019). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level kedalaman koleksi bidang manajemen di Divisi Perpustakaan Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia Yogyakarta menggunakan metode conspectus. Hasil evaluasi kedalaman koleksi dapat dimanfaatkan sebagai landasan dalam menentukan kebijakan pengembangan koleksi.

Method

Penelitian ini dikelompokkan dalam penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Analisis data pada penelitian kualitatif menjabarkan dan mempresentasikan fakta secara logis dan sistematis (Ghony & Almanshur, 2020) sehingga bisa lebih mudah dipahami dan disimpulkan. Pendekatan kualitatif menitikberatkan pada proses penyimpulan secara deduktif (Mulyana, 2018) dan induktif juga pada analisis terhadap dinamika keterkaitan fenomena yang diteliti dengan memanfaatkan logika ilmiah (Ghony & Almanshur, 2020). Hal ini tidak diartikan bahwa pendekatan kualitatif tidak memanfaatkan dukungan data kuantitatif, tetapi titik berat pada upaya merespon pertanyaan penelitian menggunakan cara berpikir logis dan sistematis (Ghony & Almanshur, 2020). Penelitian dilakukan pada Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Divisi Pengelolan Pengetahuan berlangsung sejak tanggal 1 April sampai dengan 30 Juni 2023. Pengambilan sampel mengacu kepada teknik yang mudah digunakan yaitu merujuk kepada tabel Krejcie dan Morgan (Alansaari, et al., 2022). Jumlah total populasi 5715 judul (dibulatkan menjadi 6000) dan menurut Krejcie dan Morgan jumlah sampel yang diperlukan sebanyak 361. Instrumen penelitian didefinisikan sebagai suatu perangkat yang dimanfaatkan untuk menguji fenomena semesta atau fenomena sosial yang diteliti (Sugiyono, 2017). Instrumen yang dipakai pada penelitian ini adalah profil conspectus dan lembar kerja. Aktivitas analisis data memakai model Miles-Huberman seperti disajikan pada gambar 1

Result & Discussion

Sifat penelitian ini deskriptif kualitatif didukung oleh data-data kuantitatif, yaitu penelitian yang memaparkan kejadian atau fenomena yang ada dengan dukungan data koleksi tercetak yang dihimpun dan diproses dengan cara tabulasi, selanjutnya mempresentasikan hasil pada tabel distribusi dan dipaparkan. Berbagai tahapan tersebut merupakan uji triangulasi (Ghony & Almanshur, 2020) karena dilakukan untuk memastikan keabsahan data dengan cara memisahkan data yang sesuai dengan yang tidak sesuai, seperti yang tertuang pada gambar 2 sebagai berikut: Gambar 2. Alur pengumpulan data Sumber: Ghony & Almanshur (2020) 1. Distribusi Subyek Pokok Bidang Manajemen Divisi Pengelolaan Pengetahuan FBE UII menggunakan sistem klasifikasi Dewey Decimal Classification (DDC) edisi 22 tahun 2011. Skema DDC bidang manajemen terbagi pada kelas 658 – 659 dan untuk manajemen Islam pada kelas 2XX. Rincian tentang subyek bidang manajemen tersaji pada tabel 1, sebagai berikut: Tabel 1. Distribusi Subyek Pokok Koleksi Buku Bidang Manajemen Sumber: Olah Data SIMPUS (2023) Berdasar tabel 1 diketahui bahwa jumlah koleksi buku cetak pada masing-masing subyek tidak merata. Jumlah judul koleksi terbanyak untuk gabungan buku berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris yang pertama terdapat pada subyek manajemen eksekutif sebesar 33,37%, kedua subyek manajemen pemasaran 20,14%, dan ketiga subyek manajemen keuangan organisasi 15,82%. Tabel tersebut juga memperlihatkan bahwa koleksi yang jumlahnya kurang dari 1% yaitu subyek manajemen fasilitas/pabrik sebesar 0,26% dan manajemen rantai pasokan 0,80%. Koleksi yang jumlahnya kurang dari 1% berdasarkan pengamatan karena judul terbitan pada kedua subyek tersebut langka. 2. Cakupan Tahun Terbit Tabel 2. Jumlah Judul Buku Tercetak Menurut Tahun Terbit No. Rentang Waktu Buku Berbahasa Indonesia Buku Berbahasa Inggris Gabungan Jml Judul Persentase Jml Judul Persentase Jml Judul Persentase 1 -- ≤ 2002 1122 46,50% 1641 49,70% 2763 48,35% 2 2003 – 2007 530 21,96% 688 20,84% 1218 21,31% 3 2008 – 2012 326 13,51% 435 13,17% 761 13,32% 4 2013 – 2017 308 12,76% 345 10,45% 653 11,43% 5 2018 – 2022 127 5,26% 193 5,84% 320 5,60% 2413 100% 3302 100% 5715 100% Sumber: Olah Data SIMPUS (2023) Menurut WLN Conspetus 4th edition (1992) bahwa standar kemutakhiran koleksi diatur 5 tahun terakhir sebanyak 10% dari total koleksi yang dimiliki. Berdasarkan tabel 2 diketahui bahwa koleksi yang dimiliki Divisi Pengelolaan Pengetahuan FBE UII tidak memenuhi standar karena jumlah koleksi dalam 5 tahun terakhir hanya sebesar 5% baik untuk koleksi berbahasa Indonesia 5.26%, koleksi berbahasa Inggris 5.84% serta jumlah koleksi gabungan 5.60%. Tabel 2 juga menunjukkan bahwa terjadi tren penurunan jumlah koleksi pada setiap periode waktu. Penurunan jumlah koleksi disebabkan oleh: (1) Kenaikan harga buku sedangkan anggaran yang disediakan tetap (Johnson, 2014); (2) Adanya pemangkasan anggaran (Kamau & Elegwa, 2021); (3) Terjadi pergantian format terbitan buku dari format tercetak ke format digital (Saponaro & Evans, 2019) yang intensitasnya semakin meningkat. 3. Analisis Level Kedalaman Koleksi Berdasarkan penghimpunan data, asesmen oleh evaluator menurut model conspectus diperoleh level kedalaman koleksi tercetak bidang manajemen untuk masing-masing jenis koleksi seperti tertuang pada beberapa tabel berikut: Tabel 3. Indikator Level Koleksi Dan Komentar Evaluator Koleksi Buku Berbahasa Indonesia Sumber: Olah Data Evaluator (2023) Tabel 3 menyajikan hasil penilaian koleksi oleh evaluator terhadap koleksi buku berbahasa Indonesia, diketahui bahwa dari sepuluh subyek yang ada level kedalaman koleksinya sama untuk koleksi aktual (CL) dan komitmen akuisisi (AC) berkode 1a dan 2a. Menurut hasil penilaian evaluator mayoritas 80% (8 subyek) levelnya berada pada tingkat informasi dasar pendahuluan (2a), dan 20% untuk subyek manajemen fasilitas/pabrik dan manajemen persediaan levelnya tingkat minimum dan cakupannya tidak merata (1a). Hal ini berarti bahwa Divisi Pengelolaan Pengetahuan Perpustakaan FBE UII menyediakan mayoritas sumber daya berupa buku berbahasa Indonesia yang memperkenalkan dan mendefinisikan subyek 8 subyek tersebut (2a). Tetapi untuk buku berbahasa Indonesia dalam kelompok subyek manajemen pabrik/fasilitas dan manajemen persediaan berada pada level tingkat minimum dan cakupan tidak merata (1a) yang artinya koleksi buku berbahasa Indonesia mengandung materi literatur yang terbatas pada karya-karya utama dan tidak memperlihatkan cakupan subyek yang sistematis. Untuk tujuan koleksi (CG) 80% subyek berkode 2b atau level tingkat informasi dasar, lanjutan. Ciri khas dari level ini adalah akses ke database bibliografi yang sesuai, pemilihan edisi atas karya-karya penting dan jumlah serta variasi koleksi yang lebih banyak. Koleksi buku berbahasa Indonesia pada level ini cukup untuk mendukung kebutuhan membaca informasi dan rekreasi dasar dari masyarakat umum atau mahasiswa suatu perguruan tinggi.Sementara 20% yaitu manajemen fasilitas/pabrik dan manajemen persediaan berkode 2a atau level tingkat informasi dasar, pendahuluan. Kandungan isi dari buku berbahasa Indonesia pada level ini ialah menyediakan sumber daya yang memperkenalkan dan mendefinisikan subyek tertentu. Pemaparan hasil asesmen oleh evaluator menurut model conspectus terkait kedalaman koleksi buku tercetak berbahasa Inggris bidang manajemen pada masing-masing subyek, tertuang pada tabel 4 berikut: Tabel 4. Indikator Level Koleksi Dan Komentar Evaluator Koleksi Buku Berbahasa Inggris No Nomor Kelas Subyek Current Collection Acquisition Commitment Collection Goal Komentar 1 2XX Manajemen Islam 2aE 2bE 3bE -update; ebook 2 658 Manajemen umum 2aE 2bE 3bE -update; ebook 3 658.1 Manajemen Organisasi dan keuangan 2aE 2bE 3cE -update; ebook 4 658.2 Manajemen Pabrik 1bE 2aE 3aE -update; ebook 5 658.3 Manajemen Sumber Daya Manusia 2aE 2bE 3cE -update; ebook 6 658.4 Manajemen Eksekutif 2aE 2aE 3bE -update; ebook 7 658.5 Manajemen Produksi/ Operasi 2aE 2aE 3bE -update; ebook 8 658.7 Manajemen Persediaan 1bE 2aE 3aE -update; ebook 9 658.8 Manajemen pemasaran 2bE 3aE 3cE -update; ebook 10 659 Manajemen Periklanan 2aE 2bE 3bE -update; ebook Sumber: Olah Data Evaluator (2023) Tabel 4 menyajikan hasil penilaian koleksi oleh evaluator, terdapat sepuluh subyek untuk koleksi buku berbahasa Inggris untuk koleksi aktual yang 10% nya berkode 2b atau level tingkat minimal dengan cakupan merata yaitu manajemen pemasaran, 20% nya berkode 1b atau level tingkat minimal, cakupan merata yaitu manajemen fasilitas/pabrik dan manajemen persediaan, dan 70% nya berkode 2a yaitu manajemen Islam, umum, organisasi dan keuangan, Sumber Daya Manusia (SDM), eksekutif, produksi/operasi dan periklanan. Hal ini berarti bahwa koleksi aktual buku cetak berbahasa Inggris 70%nya merupakan koleksi tingkat informasi dasar pendahuluan (2a) artinya kandungan isi koleksi buku berbahasa Inggris pada subyek manajemen Islam, umum, organisasi dan keuangan, SDM, eksekutif, produksi/operasi dan periklanan merupakan sumber daya yang memperkenalkan dan mendefinisikan subyek tertentu. 20% buku cetak berbahasa Inggris berkode 1b atau level tingkat minimal, cakupan merata. Pada level ini buku berbahasa Inggris manajemen fasilitas/pabrik dan manajemen persediaan, merupakan sedikit literatur inti subyek utama pada level ini yang ditulis oleh pengarang-pengarang utama. 10% buku cetak berbahasa Inggris berkode 2b atau tingkat informasi dasar, lanjutan. Pada level ini koleksi subyek manajemen pemasaran yang tersedia hanya mempunyai sedikit literatur utama pada subyek ini, tetapi mempunyai sejumlah literatur inti yang ditulis oleh pengarang-pengarang utama serta cakupan materi literatur yang dimiliki cukup representatif. Komitmen akuisisi pada koleksi buku cetak berbahasa Inggris yang dilakukan perpustakaan FBE UII cakupannya 40% berkode 2a atau level tingkat informasi dasar pendahuluan, ialah manajemen fasilitas/pabrik, eksekutif, produksi/operasi, dan manajemen persediaan. Kode 2a jumlahnya 40% artinya komitmen akuisisi buku cetak berbahasa Inggris untuk subyek-subyek tersebut kandungan isinya bersifat memperkenalkan dan mendefinisikan subyek manajemen fasilitas/pabrik, eksekutif, produksi/operasi, dan manajemen persediaan. 50% subyek koleksi berkode 2b atau level tingkat informasi dasar lanjutan yakni manajemen Islam, umum, organisasi dan keuangan, SDM dan manajemen periklanan. Komitmen akuisisi untuk buku cetak berbahasa Inggris 50%nya berlevel tingkat informasi dasar lanjutan, artinya hanya mempunyai sedikit literatur utama pada subyek manajemen Islam, umum, organisasi dan keuangan, SDM dan manajemen periklanan, dan mempunyai sejumlah literatur inti yang ditulis oleh pengarang-pengarang utama serta cakupan materi literatur yang dimiliki cukup representatif. Dan subyek koleksi buku cetak berbahasa Inggris berkode 3a atau level kajian tingkat dasar atau tingkat dukungan instruksional ada sebanyak 10% yaitu manajemen pemasaran. Level kajian tingkat dasar atau tingkat dukungan instruksional kajian dasar ini artinya komitmen perpustakaan menyediakan sumber daya yang memadai untuk menyampaikan dan mempertahankan pengetahuan tentang karya dasar atau utama dari area subyek manajemen pemasaaran. Koleksi pada level ini mendukung pendidikan di bawah program pascasarjana, seperti kebutuhan untuk kajian mandiri sebagai dasar belajar sepanjang hayat. Sementara tujuan koleksi pada koleksi buku cetak berbahasa Inggris 20% berkode 3a, yaitu subyek manajemen fasilitas/pabrik dan persediaan, 50% berkode 3b yakni subyek manajemen Islam, umum, eksekutif, produksi/ operasi dan periklanan, dan 30% berkode 3c yaitu manajemen organisasi dan keuangan, SDM dan pemasaran. Subyek koleksi berkode 3a artinya 20% kandungan isi koleksi berada pada level kajian tingkat dasar atau tingkat dukungan instruksional, pada sub level 3 kajian dasar ini perpustakaan menyediakan sumber daya yang memadai untuk menyampaikan dan mempertahankan pengetahuan tentang karya dasar atau utama dari area subyek tersebut. Koleksi buku berbahasa Inggris pada subyek manajemen fasilitas/pabrik dan persediaan ini mendukung pendidikan di bawah program Kode 3b artinya 50% koleksi berada pada level kajian tingkat menengah atau tingkat dukungan instruksional, buku berbahasa Inggris pada level ini berfungsi sebagai penyedia sumber daya yang memadai untuk menyampaikan dan mempertahankan pengetahuan tentang topik utama dari subyek manajemen Islam, umum, eksekutif, produksi/ operasi dan periklanan. Koleksi buku berbahasa Inggris pada tingkat ini sesuai untuk mendukung aktivitas pendidikan sarjana lanjutan, tetapi tidak cukup memadai untuk mendukung program magister. Kode 3c artinya koleksi berada pada level kajian tingkat lanjut, pada level ini koleksi buku berbahasa Inggris memadai untuk mempresentasikan dan mempertahankan pengetahuan tentang topik primer dan sekunder dari subyek manajemen organisasi dan keuangan, SDM dan pemasaran. Koleksi buku berbahasa Inggris pada level ini dapat mendukung program tingkat magister serta pertanyaan khusus lainnya seperti kurikulum profesional dengan perpustakaan khusus. Deskripsi hasil asesmen oleh evaluator menurut model conspectus terkait kedalaman koleksi majalah tercetak berbahasa Indonesia bidang manajemen pada masing-masing subyek, tertuang pada tabel 5 berikut: Tabel 5. Indikator Level Koleksi Dan Komentar Evaluator Koleksi Majalah Berbahasa Indonesia Sumber: Olah Data Evaluator (2023) Tabel 5 memperlihatkan distribusi koleksi majalah tercetak berbahasa Indonesia pada 10 subyek pokok bidang manajemen, tetapi dari sepuluh subyek yang ada di perpustakaan FBE UII tidak menyediakan judul-judul majalah yang mewakili setiap subyek yang ada. Hanya terdapat lima judul majalah yang terdistribusi pada tiga subyek, yaitu 1 judul pada manajemen umum, 1 judul pada manajemen organisasi dan keuangan, dan 3 judul manajemen pemasaran. Berdasarkan tabel 5 bahwa saat ini perpustakaan masih melanggan 2 majalah yaitu majalah SWA untuk subyek manajemen umum dan majalah Marketing untuk subyek manajemen pemasaran. Sementara 3 judul majalah yang tidak aktif yaitu Majalah Media Keuangan pada subyek manajemen keuangan karena majalah ini merupakan pemberian gratis dari instansi di luar UII. Majalah Marketeers dan Mix pada subyek manajemen pemasaran berhenti langganan karena alasan efisiensi anggaran dan tersedianya versi digital dari kedua majalah ini. Level kedalaman koleksi untuk koleksi majalah berbahasa Indonesia pada koleksi aktual sebanyak 66,67% berkode 2a terdistribusi pada subyek manajemen umum dan manajemen keuangan (SWA dan Media Keuangan) artinya koleksi majalah tersebut posisinya pada level informasi tingkat dasar, pendahuluan. Majalah pada level ini kandungan isinya memperkenalkan dan mendefinisikan subyek, karya umum yang berkaitan dengan topik-topik utama pada subyek tersebut yang dilengkapi dengan tabel, skema, dan ilustrasi. Majalah yang kodenya 2b sebanyak 33.33% berada yaitu subyek manajemen pemasaran, berarti koleksi tersebut berada pada level tingkat informasi dasar lanjutan. Pada level ini majalah tersebut menjadi sedikit dari literatur utama pada subyek manajemen pemasaran, dan termasuk literatur inti yang ditulis oleh pengarang-pengarang utama serta cakupan materi literatur yang dimiliki cukup representatif. Level kedalaman koleksi pada komitmen akuisisi 66,67% berkode 2b atau level tingkat informasi dasar lanjutan (penjelasan tentang kode 2b ini lihat penjelasan sebelumnya) dan 33,33% berkode 3a atau level kajian tingkat dasar atau tingkat dukungan instruksional. Kode 3a artinya level kajian tingkat dasar atau tingkat dukungan instruksional, pada level kajian dasar ini majalah berbahasa Indonesia menjadi sumber daya yang memadai untuk menyampaikan dan mempertahankan pengetahuan tentang karya dasar atau utama dari area subyek manajemen pemasaran. Majalah pada tingkat ini mendukung pendidikan di bawah program pascasarjana, seperti kebutuhan untuk kajian mandiri sebagai dasar belajar sepanjang hayat. Level kedalaman koleksi pada tujuan koleksi 66,67% berkode 3b, artinya 66,67% koleksi majalah berbahasa Indonesia berada pada level kajian tingkat menengah atau tingkat dukungan instruksional. Pada level ini majalah berbahasa Indonesia sebagai sumber daya yang memadai untuk menyampaikan dan mempertahankan pengetahuan tentang topik utama dari subyek manajemen umum, dan manajemen organisasi/keuangan. Koleksi pada tingkat ini sesuai untuk mendukung aktivitas pendidikan sarjana lanjutan, tetapi tidak cukup memadai untuk mendukung program magister. Sisa 33,33% berkode 3c, artinya 33,33% koleksi majalah berbahasa Indonesia berada pada level kajian tingkat lanjut atau tingkat dukungan instruksional. Pada level kajian tingkat lanjutan ini majalah berbahasa Indonesia pada subyek manajemen pemasaran yang ada menjadi sumber daya pengetahuan yang memadai untuk mempresentasikan dan mempertahankan pengetahuan tentang topik primer dan sekunder dari suatu area subyek. Koleksi pada level ini dapat mendukung program tingkat magister serta pertanyaan khusus lainnya seperti kurikulum profesional dengan perpustakaan khusus. Untuk majalah tercetak berbahasa Inggris berdasar penelitian ini tidak ditemukan judul yang terkait, hal ini dimungkinkan karena perpustakaan FBE UII telah melakukan 2 kali penyiangan koleksi, menurut dokumen yang ada penyiangan yang pertama tahun 2016 dan ke dua tahun 2022. Deskripsi hasil asesmen oleh evaluator menurut model conspectus terkait kedalaman koleksi jurnal tercetak berbahasa Inggris bidang manajemen pada masing-masing subyek, tertuang pada tabel 6 berikut: Tabel 6. Indikator Level Koleksi Dan Komentar Evaluator Koleksi Jurnal Berbahasa Inggris No Nomor Kelas Subyek Current Collection Acquisition Commitment Collection Goal Komentar 1 2XX Manajemen Islam 2 658 Manajemen umum 2bE 2bE 3cE Up date; Soft copy 3 658.1 Manajemen Organisasi dan keuangan 3aE 3bE 3cE Up date; Soft copy 4 658.2 Manajemen Pabrik 5 658.3 Manajemen Sumber Daya Manusia 3aE 3bE 3cE Up date; Soft copy 6 658.4 Manajemen Eksekutif 7 658.5 Manajemen Produksi/Operasi 8 658.7 Manajemen Persediaan 9 658.8 Manajemen pemasaran 3aE 3aE 3cE Up date; Soft copy 10 659 Manajemen Periklanan Sumber: Olah Data Evaluator (2023) Tabel 6 memperlihatkan distribusi koleksi jurnal tercetak berbahasa Inggris pada 10 subyek pokok bidang manajemen, tetapi dari sepuluh subyek yang ada perpustakaan FBE UII tidak menyediakan judul-judul majalah yang mewakili setiap subyek yang ada. Hanya terdapat empat judul jurnal yang terdistribusi pada empat subyek, yaitu 1 judul pada manajemen umum, 1 judul pada manajemen organisasi dan keuangan, 1 judul pada manajemen sumber daya manusia, dan 1 judul manajemen pemasaran. Berdasarkan data yang ada dari 4 judul jurnal 1 judul pada subyek manajemen umum telah berhenti berlangganan yaitu Journal of Management tahun terbitan yang tersedia adalah terbitan tahun 2017 – 2018. Tiga judul masih aktif dilanggan hingga saat ini, yaitu The Journal of Finance, The Journal of Human Resources, dan Journal of Marketing Research. Hasil penilaian jurnal yang masih aktif dilanggan oleh evaluator, koleksi aktual 25% berkode 2b atau level tingkat informasi dasar lanjut. Pada level tingkat informasi dasar lanjutan ini jurnal berbahasa Inggris menjadi sedikit dari literatur utama pada subyek manajemen umum, dan termasuk literatur inti yang ditulis oleh pengarang-pengarang utama serta cakupan materi literatur yang dimiliki cukup representatif. Koleksi jurnal pada tingkat ini mendukung pendidikan di bawah program pascasarjana, seperti kebutuhan untuk kajian mandiri sebagai dasar belajar sepanjang hayat. Jurnal berbahasa Inggris 75%nya berada pada kode 3a atau level kajian tingkat dasar atau tingkat dukungan instruksional. Hal ini berarti jurnal berbahasa Inggris dengan subyek manajemen organisasi/keuangan, manajemen SDM dan manajemen pemasaran menjadi sumber daya yang memadai untuk menyampaikan dan mempertahankan pengetahuan tentang karya dasar atau utama dari tiga area subyek tersebut. Jurnal-jurnal pada tingkat ini mendukung pendidikan di bawah program pascasarjana, seperti kebutuhan untuk kajian mandiri sebagai dasar belajar sepanjang hayat. Untuk komitmen akuisisi jurnal berbahasa Inggris 25% berkode 2b atau level tingkat informasi dasar lanjutan yaitu jurnal dengan subyek manajemen umum. Pada level tingkat informasi dasar lanjutan ini jurnal berbahasa Inggris menjadi sedikit dari literatur utama pada subyek manajemen umum, dan termasuk literatur inti yang ditulis oleh pengarangpengarang utama serta cakupan materi literatur yang dimiliki cukup representatif. Koleksi jurnal pada tingkat ini mendukung pendidikan di bawah program pascasarjana, seperti kebutuhan untuk kajian mandiri sebagai dasar belajar sepanjang hayat. Jurnal berbahasa Inggris 50% yang berkode 3b atau levelnya kajian tingkat menengah atau tingkat dukungan instruksional yaitu jurnal dengan subyek manajemen organisasi/keuangan, dan manajemen sumber daya manusia. Pada level jurnal berfungsi sebagai sumber daya yang memadai untuk menyampaikan dan mempertahankan pengetahuan tentang topik utama dari suatu area subyek. Koleksi jurnal pada tingkat ini sesuai untuk mendukung aktivitas pendidikan sarjana lanjutan, tetapi tidak cukup memadai untuk mendukung program magister. Jurnal yang berkode 3a atau level kajian tingkat dasar atau tingkat dukungan instruksional sebanyak 25% yaitu jurnal dengan subyek manajemen pemasaran. Hal ini berarti jurnal berbahasa Inggris dengan subyek manajemen pemasaran menjadi sumber daya yang memadai untuk menyampaikan dan mempertahankan pengetahuan tentang karya dasar atau utama dari area subyek tersebut. Jurnal pada tingkat ini mendukung pendidikan di bawah program pascasarjana, seperti kebutuhan untuk kajian mandiri sebagai dasar belajar sepanjang hayat. Tujuan koleksi 100% berkode 3c artinya tujuan koleksi dari jurnal berbahasa Inggris dengan subyek manajemen umum, manajemen organisasi/keuangan, manajemen SDM dan manajemen pemasaran berada pada level kajian tingkat lanjut atau tingkat dukungan instruksional. Pada level ini jurnal berbahasa Inggris pada subyek-subyek tersebut menjadi sumber daya pengetahuan yang memadai untuk mempresentasikan dan mempertahankan pengetahuan tentang topik primer dan sekunder dari empat area subyek. Koleksi jurnal pada level ini dapat mendukung program tingkat magister serta pertanyaan khusus seperti kurikulum profesional dengan perpustakaan khusus. Deskripsi hasil asesmen oleh evaluator menurut model conspectus terkait kedalaman koleksi laporan penelitian tercetak berbahasa Indonesia bidang manajemen pada masingmasing subyek, tertuang pada tabel 7 berikut: Tabel 7. Indikator Level Koleksi Dan Komentar Evaluator Koleksi Laporan Penelitian Berbahasa Indonesia Sumber: Olah Data Evaluator (2023) Tabel 7 memperlihatkan distribusi koleksi laporan penelitian tercetak berbahasa Indonesia pada tujuh subyek pokok bidang manajemen yaitu manajemen organisasi dan keuangan, SDM, eksekutif, produksi/operasi, persediaan, pemasaran dan manajemen periklanan. Koleksi laporan penelitian tidak terdistribusi pada subyek manajemen Islam, manajemen umum dan manajemen fasilitas/pabrik (penjelasan setelah tabel 9). Pemaparan hasil asesmen oleh evaluator menurut model conspectus terkait kedalaman koleksi skripsi tercetak berbahasa Indonesia bidang manajemen pada masing-masing subyek, tertuang pada tabel 8 berikut: Tabel 8. Indikator Level Koleksi Dan Komentar Evaluator Koleksi Skripsi Berbahasa Indonesia No Nomor Kelas Subyek Current Collection Acquisition Commitment Collection Goal Komentar 1 2XX Manajemen Islam 2 658 Manajemen umum 3 658.1 Manajemen Organisasi dan keuangan 4F 4F 5F Up date & up grade literatur secara periodek 4 658.2 Manajemen Pabrik 5 658.3 Manajemen Sumber Daya Manusia 4F 4F 5F Up date & up grade literatur secara periodek 6 658.4 Manajemen Eksekutif 7 658.5 Manajemen Produksi/ Operasi 4F 4F 5F Up date & up grade literatur secara periodek 8 658.7 Manajemen Persediaan 9 658.8 Manajemen pemasaran 4F 4F 5F Up date & up grade literatur secara periodek 10 659 Manajemen Periklanan Sumber: Olah Data Evaluator (2023) Tabel 8 memperlihatkan distribusi koleksi skripsi tercetak berbahasa Indonesia pada empat subyek pokok bidang manajemen yaitu manajemen organisasi dan keuangan, SDM, produksi/ operasi, dan pemasaran. Koleksi skripsi tidak terdistribusi pada subyek manajemen Islam, umum, fasilitas/pabrik, eksekutif, persediaan, dan manajemen periklanan (penjelasan setelah tabel 9). Pemaparan hasil asesmen oleh evaluator menurut model conspectus terkait kedalaman koleksi buku thesis berbahasa Indonesia bidang manajemen untuk masing-masing subyek, tertuang pada tabel 9 berikut: Tabel 9. Indikator Level Koleksi Dan Komentar Evaluator Koleksi Thesis Berbahasa Indonesia No Nomor Kelas Subyek Current Collection Acquisition Commitment Collection Goal Komentar 1 2XX Manajemen Islam 4F 4F 5F Up date & up grade literatur secara periodek 2 658 Manajemen umum 3 658.1 Manajemen Organisasi dan keu. 4F 4F 5F Up date & up grade literatur secara periodek 4 658.2 Manajemen PabrikSumber: Olah Data Evaluator (2023) Tabel 9 memperlihatkan hasil asesmen koleksi thesis tercetak berbahasa Indonesia pada lima subyek pokok bidang manajemen yaitu manajemen Islam, organisasi dan keuangan, SDM, eksekutif, dan pemasaran. Koleksi thesis tidak terdistribusi pada manajemen umum, fasilitas/pabrik, produksi/operasi, persediaan, dan manajemen periklanan. Tabel 7, 8, dan 9 berturut-turut merupakan hasil asesmen dari Indikator Level Koleksi dan Komentar Evaluator untuk Koleksi Laporan Penelitian Berbahasa Indonesia (Tabel 7), Koleksi Skripsi Berbahasa Indonesia (Tabel 8) dan Koleksi Thesis Berbahasa Indonesia (Tabel 9). Hasil asesmen untuk ketiga jenis koleksi tersebut pada koleksi aktual (CL) dan komitmen akuisisi (AC) 100% berkode sama yaitu 4 atau level tingkat penelitian. Pada level tingkat penelitian ini ketiga jenis koleksi tersebut merupakan literatur yang tidak dipubikasikan serta informasi penting yang bermanfaat bagi peneliti. Materi literatur lama tetap disimpan untuk keperluan kajian historis. Koleksi dengan level tingkat penelitian ini ditujukan untuk program doktoral dan penelitian murni lainnya. Sementara untuk tujuan koleksi (CG) ketiga jenis koleksi 100% berkode 5 atau level komprehensif artinya jenis koleksi laporan penelitian, skripsi dan thesis merepresentasikan semua materi literatur yang ada pada tingkat-tingkat sebelumnya yang tersedia dalam berbagai format serta cakupan bahasa yang lebih luas. Kekuatan koleksi pada level ini adalah memelihara “koleksi khusus”, tujuannya jika bukan untuk pencapaian adalah kelengkapan. Koleksi kuno/tua dipertahankan untuk penelitian sejarah dengan upaya pelestarian dilakukan secara aktif. Deskripsi hasil asesmen oleh evaluator menurut model conspectus terkait kedalaman koleksi disertasi tercetak berbahasa Indonesia dan Inggris bidang manajemen pada masingmasing subyek, tertuang pada tabel 10 berikut: Tabel 10. Indikator Level Koleksi Dan Komentar Evaluator Koleksi Disertasi Berbahasa Indonesia Dan Inggris No Nomor Kelas Subyek Current Collection Acquisition Commitment Collection Goal Komentar 1 2XX Manajemen Islam 2 658 Manajemen umum 3 658.1 Manajemen Organisasi dan keuangan 2aF 2bF 3cF Up date hard & soft copy 4 658.2 Manajemen Pabrik 5 658.3 Manajemen Sumber Daya Manusia 6 658.4 Manajemen Eksekutif 2aF 2bF 3cF Up date hard & soft copy 7 658.5 Manajemen Produksi/ Operasi 1bF 2bF 3cF Up date hard & soft copy 8 658.7 Manajemen persediaan 9 658.8 Manajemen pemasaran 2aF 2bF 3cF Up date hard & soft copy 10 659 Manajemen Periklanan Sumber: Olah Data Evaluator (2023) Tabel 10 memperlihatkan distribusi koleksi disertasi tercetak mayoritas berbahasa Indonesia (hanya 2 judul berbahasa Inggris) yang terdistribusi pada empat subyek pokok bidang manajemen yaitu manajemen organisasi/keuangan, eksekutif, produksi/operasi, dan pemasaran. Koleksi disertasi tidak terdistribusi pada subyek manajemen Islam, manajemen umum, manajemen fasilitas/pabrik, SDM, persediaan, dan manajemen periklanan. Hasil asesmen untuk koleksi aktual dari disertasi 75% berkode 2a ada pada subyek manajemen organisasi/keuangan, eksekutif dan manajemen pemasaran. Hal ini berarti bahwa disertasi dalam tiga subyek tersebut berada pada level tingkat informasi dasar pendahuluan, artinya kandungan isi disertasi pada level ini memperkenalkan dan mendefinisikan subyek, karya umum yang berkaitan dengan topik-topik utama pada subyek tersebut yang dilengkapi dengan tabel, skema, dan ilustrasi. Satu kelompok subyek disertasi atau 25% koleksi aktual berkode 1b adalah manajemen produksi/operasi artinya disertasi dalam subyek ini mempunyai level minimal cakupan merata. Pada level ini disertasi menjadi sedikit literatur utama pada subyek tertentu dari sejumlah literatur inti yang ditulis oleh pengarangpengarang utama serta cakupan materi literatur yang dimiliki cukup representatif. Untuk komitmen akuisisi (AC), 100% koleksi pada subyek yang ada berkode level 2b atau tingkat informasi dasar lanjutan, artinya pada level ini disertasi menjadi sedikit dari literatur utama pada subyek manajemen organisasi/keuangan, eksekutif, produksi/operasi dan pemasaran termasuk literatur inti yang ditulis oleh pengarang-pengarang utama serta cakupan materi literatur yang dimiliki cukup representatif. Koleksi disertasi pada level ini mendukung pendidikan di bawah program pascasarjana, seperti kebutuhan untuk kajian mandiri sebagai dasar belajar sepanjang hayat. Untuk tujuan koleksi (CG) 100% berkode 3C atau level kajian tingkat lanjut atau tingkat dukungan instruksional artinya disertasi menjadi sumber daya yang memadai untuk mempresentasikan dan mempertahankan pengetahuan tentang topik primer dan sekunder dari area subyek manajemen organisasi/keuangan, eksekutif, produksi/operasi dan pemasaran. Koleksi disertasi pada level ini dapat mendukung program tingkat magister serta pertanyaan khusus lainnya seperti kurikulum profesional dengan perpustakaan khusus. 4. Analisis Kesenjangan Level Kedalaman Koleksi Setelah dilakukan asesmen terhadap kedalaman koleksi bidang manajemen oleh evaluator sebagaimana tersaji pada tabel 3 sampai dengan tabel 10, jika dianalisis pada masing-masing tabel terlihat adanya perbedaan level kedalaman koleksi. Komparasi level kedalaman koleksi dari seluruh jenis koleksi bidang manajemen milik Perpustakaan FBE UII hasil asesmen oleh evaluator disajikan pada tabel 11 berikut: Tabel 11: Kesenjangan Level Kedalaman Koleksi Pada Current Collection, Acquisition Commitment, dan Collection Goal No Jenis Koleksi No. DDC Current Collection Kesenjangan CL-AC Acquisition Commitment Kesenjangan AC-CG Collection Goal Kesenjangan CL-CG (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1 Buku Berbahasa Indonesia (Tabel 3) 2XX – 658.9 2a 0 2a 1 2b 1 658.2 dan 658.7 1a 0 1a 2 2a 2 2 Buku Berbahasa Inggris (Tabel 4) 2XX – 658.9 2a 1 2b 2 3b 3 658.2 dan 658.7 1b 1 2a 2 3a 3 3 Majalah Berba-hasa Indonesia (Tabel 5) 658 dan 658.1 2a 1 2b 2 3b 3 658.8 2b 1 3a 2 3c 3 4 Jurnal Berbahasa Inggris (Tabel 6) 658 2b 0 2b 3 3c 3 658.1 dan 658.3 3a 1 3b 1 3c 2 658.8 3a 0 3a 2 3c 2 5 Laporan Peneli-tian Berbahasa Indonesia (Tabel 7) No. yang tercantum 4 0 4 1 5 1 6 Skripsi Berbaha-sa Indonesia (Tabel 8) No. yang tercantum 4 0 4 1 5 1 7 Thesis (Tabel 9) No. yang tercantum 4 0 4 1 5 1 8 Disertasi (Tabel 10) No. yang tercantum 2a 1 2b 3 3c 4 658.5 1b 2 2b 3 3c 5 Jumlah total nilai kesenjangan 8 26 34 Jumlah rata-rata kesenjangan 0,57 1,86 2,43 Sumber: Olah Data Primer (2023) Berdasarkan uraian tabel 11 di atas dapat diketahui adanya nilai kesenjangan level kedalaman koleksi antara Current Collection (CL) dengan Acquisition Commitment (AC) (kolom 5), Acquisition Commitment (AC) dengan Collection Goal (CG) (kolom 7), dan Current Collection (CL) dengan Collection Goal (CG) (kolom 9), di mana level CL lebih rendah dari AC, level AC lebih rendah dari CG dan CL lebih rendah dari CG. Analisis terhadap kesenjangan tersebut diuraikan berikut: a. Kesenjangan antara Current Collection dengan Acquisition Commitment Rentang nilai kesenjangan level kedalaman koleksi antara Current Collection dengan Acquisition Commitment (kolom 5) berkisar antara 0 sampai 2 dan nilai kesenjangan ratarata sebesar 0,57. Nilai kesenjangan level 0 berarti antara koleksi aktual dengan komitmen akuisisi sudah sesuai dengan yang direncanakan, tetapi jika kesenjangan mempunyai level lebih besar dari 0 menandakan bahwa level kedalaman koleksi koleksi aktual lebih rendah dari level kedalaman koleksi komitmen akuisisi. Level kedalaman koleksi aktual yang sesuai dengan komitmen akuisisi (kesenjangan = 0) meliputi koleksi buku cetak berbahasa Indonesia, jurnal berbahasa Inggris pada nomor DDC 658 dan 658.8, Laporan Penelitian berbahasa Indonesia, Skripsi berbahasa Indonesia dan Thesis berbahasa Indonesia. Level kedalaman koleksi koleksi aktual yang satu tingkat di bawahnya level kedalaman koleksi komitmen akuisisi yaitu koleksi buku berbahasa Inggris, koleksi majalah berbahasa Indonesia, jurnal berbahasa Inggris nomor klasifikasi menurut DDC adalah 658.1 dan 658.3 dan disertasi. Kesenjangan level terbesar antara kualitas koleksi aktual dengan komitmen akuisisi nilai dua tingkat yaitu koleksi disertasi khususnya nomor klasifikasi 658.5. Current Collection artinya koleksi terkini yang dimiliki dibandingkan sumber-sumber informasi yang tersedia secara universal. Acquisition Commitment adalah refleksi perkembangan koleksi terkini, seberapa jauh koleksi berkembang bukan pada kelas yang dianjurkan sebagaimana yang tertuang pada kebijakan pengembangan koleksi. Nilai kesenjangan kedalaman koleksi rata-rata antara CL dengan AC sebesar 0,57 menunjukkan bahwa koleksi bidang manajemen yang dimiliki perpustakaan secara umum belum selaras dengan apa yang dijanjikan atau direncanakan untuk diadakan. Kesenjangan yang terjadi dapat disebabkan oleh: (1) Anggaran menurun dan biaya material meningkat (keterbatasan anggaran) (Johnson, 2014: 103); (2) Msalah dalam proses seleksi atau pengadaan yang menghambat perpustakaan mendapatkan bahan pustaka baru secara efisien; (3) Terjadi perubahan pada kebutuhan pemustaka atau tren (Saponaro and Evans, 2019) dalam bidang ilmu manajemen yang mempengaruhi kebutuhan koleksi baru (Pattee, 2020). Dampak dari kesenjangan ini terhadap perpustakaan: (1) Berpotensi terjadi penurunan kualitas layanan; (2) Kekurangan dalam koleksi dapat mengurangi daya tarik perpustakaan bagi pemustaka dan membatasi akses pemustaka terhadap informasi yang penting; (3) Kesenjangan tersebut dapat mengurangi kemampuan perpustakaan dalam merespon kebutuhan informasi yang selalu berkembang yang dibutuhkan pemustaka (Johnson, 2014: 256). Untuk memperkecil dampak yang

Conclusion

Bersumber pada pemaparan hasil penelitian dan pembahasan bisa diperoleh kesimpulan bahwa level kedalaman semua jenis koleksi tercetak bidang manajemen milik Perpustakaan FBE UII mempunyai disparitas tinggi, jarak dari level terendah dengan level tertinggi berjarak 8 tingkat (skala nominal 1 sampai 10). Level terendah berkode 1a atau level tingkat minimum dan cakupannya tidak merata sedang level tertinggi berkode 5 atau level komprehensif. Level kedalaman koleksi rata-rata pada instrumen koleksi aktual lebih rendah dari komitmen akuisisi, level kedalaman komitmen akuisisi lebih rendah dari tujuan koleksi, dan level kedalaman koleksi aktual lebih rendah dari tujuan koleksi. Saran yang dapat disampaikan adalah Perpustakaan FBE UII perlu melakukan upaya memperkecil disparitas level kedalaman koleksi yang ada supaya tercipta koleksi dengan level kedalaman yang merata. Perpustakaan FBE UII perlu melakukan upaya menyamakan level kedalaman koleksi antara instrumen koleksi aktual, komitmen akuisisi dan tujuan koleksi, supaya koleksi dapat memberikan kontribusi pada proses pembelajaran di FBE UII khususnya bidang manajemen secara optimal.