AKTIVITAS MAHASISWA DALAM MEMBACA SKRIPSI DI PERPUSTAKAAN FISIP UNS
Universitas Sebelas Maret
Abstrak
Perpustakaan pada umumnya sebagian besar orang mengatakan bahwa sebagai tempat untuk membaca dan meminjam koleksi bahan pustaka, di mana pustakawan atau pengelola perpustakaan menyediakan berbagai jenis layanan. Layanan yang dapat dikatakan unggul dan prima, di perpustakaan Fisip UNS terdapat di layanan koleksi referensi karena tempat ini tidak pernah sepi oleh pembaca. Pembaca di ruang ini ratarata pembaca karya ilmiah, seperti skripsi dan jenis penelitian lainnya. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui aktivitas mahasiswa dalam membaca skripsi. Aktivitas mahasiswa dalam membaca skripsi ini digunakan untuk pemenuhan kebutuhan informasi dalam pembuatan karya ilmiah. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Lokasi penelitian di perpustakaan Fisip UNS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas mahasiswa dalam membaca skripsi dikategorikan cukup tinggi karena 30 atau 60% responden menyatakan sedang.
Abstract
Libraries in general most people say that as a place to read and borrow library collections, where the librarian or library manager provides various types of services. Services that can be said to be superior and excellent, in the library Fisip UNS contained in the reference collection service because the place is never empty by the reader. Readers in this space the average reader of scientific work, such as theses and other types of research. The purpose of writing this article to determine the activity of students in reading thesis. Activities of students in reading this paper are used to meet the information needs in the manufacture of scientific work. This research method using descriptive method. Location of the study in the library Fisip UNS. The results of this study indicate that the activity of students in reading thesis categorized quite high as 30 or 60% of respondents said it was.
Keywords:
student activity
· reading
· essay
Introduction
Membaca merupakan kebutuhan mahasiswa yang harus dilakukan untuk bisa meningkatkan pengetahuan maupun wawasannya dalam memenuhi tugas di bidang akademiknya sebagai mahasiswa. Tuntutan referensi yang harus dipenuhi dalam menunjang karya ilmiahnya sebagai mahasiswa mau tidak mau harus membaca, lebih-lebih mereka yang studinya sudah tahap akhir jenjang. Hal ini yang menumbuhkan aktivitas dalam membaca koleksi referensi khususnya mengenai karya ilmiah seperti skripsi. Dalam membaca koleksi skripsi, umumnya mereka tidak hanya membaca sebanyak dua atau tiga buku dalam setiap kali baca di meja baca ruang referensi perpustakaan Fisip UNS untuk dijadikan perbandingan sebagai bahan referensi di bahan pembuatan skripsinya. Hal ini tentunya referensi yang sesuai dengan informasi yang dibutuhkannya. Banyaknya mahasiswa yang melakukan kegiatan membaca di ruang koleksi referensi inilah yang membuat penulis untuk menjadikannya sebagai bahan kajian dalam artikel ini. Kegiatan mahasiswa dalam membaca koleksi skripsi dapat dilihat pada gambar berikut ini: Gambar 1 Pembaca Skripsi (Sumber: Perpustakaan Fisip UNS) Seperti yang terlihat pada gambar di atas, berdasarkan hasil pengamatan penulis, pada umumnya setelah membaca, sebagian mahasiswa banyak yang mengetiknya langsung menggunakan komputer pribadinya untuk mengambil informasi yang dibutuhkannya. Akan tetapi, tidak jarang pula yang hanya membaca saja karena masih banyak acuanacuan lagi yang harus benar-benar sesuai dengan informasi yang dibutuhkannya. Informasi atau bahan bacaan yang ada di dalam koleksi referensi, khususnya skripsi pada umumnya masih banyak yang harus dicermati apakah sistem penulisan, seperti ejaan yang digunakan, kutipan yang dilakukan, sumber yang digunakan, sudah sesuai dengan yang dikehendakinya. Hal inilah yang membuat pembaca menjadi lebih banyak membaca referensi dibutuhkanuntuk memenuhi kebutuhan informasi bagi penulisan karya ilmiahnya. Dalam mengambil informasi dari karya ilmiah lain, harus benar-benar karya ilmiah yang bisa mendukung karya ilmiah yang akan ditulisnya. Beragamnya kebutuhan informasi yang harus dicari selain dalam hal sistem penulisan, ada juga kebutuhan informasi lainnya, seperti teori yang digunakan, metodologi, hasil penelitian terdahulu, bahkan jurnal lokal maupun internasional yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan guna mendukung karya ilmiah yang dibuatnya. Dalam kesehariannya, mereka rata-rata berkunjung di perpustakaan, khususnya di ruang koleksi referensi sebanyak tiga kali dalam seminggu karena mereka ratarata tinggal fokus di mata kuliah skripsi. Berdasarkan hal tersebut, rumusan masalah artikel ini adalah bagaimana aktivitas mahasiswa dalam membaca skripsi di ruang koleksi referensi Perpustakaan Fisip UNS periode 1 Februari - Maret 2014?
Method
Metode penelitian yang digunakan dalam kajian survei ini adalah metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan cara survei. Lokasi dalam penelitian ini adalah Perpustakaan Fisip UNS. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang membaca koleksi referensi skripsi selama satu bulan, di mana setiap harinya ada 25 orang, dalam satu minggu 125 orang, sehingga populasi dalam penelitian ini sejumlah 500 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang membaca koleksi referensi skripsi di perpustakaan Fisip UNS periode bulan Februari - Maret 2014 yang penulis ambil sebanyak 10% dari anggota populasi. Jadi, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 orang. Ada pun sumber data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Sedangkan teknik pengumpulan datanya menggunakan studi lapangan (field research), yaitu pengumpulan data yang meliputi kegiatan survei di lokasi penelitian melalui pengamatan (observasi), kuesioner, wawancara dan dokumentasi, serta studi pustaka (library research). Data yang diperoleh dari hasil penelitian akan dianalisis menggunakan Analisis Tabel Tunggal yang dilakukan dengan membagi-bagikan variabel penelitian ke dalam kategori-kategori yang dilakukan atas dasar frekuensi melalui SPSS 17.00. Tabel Tunggal merupakan langkah awal dalam menganalisis data yang terdiri dari kolom-kolom, yaitu frekuensi dan persentase untuk setiap kategori (Effendi, 2001).
Result & Discussion
Aktivitas mahasiswa dalam membaca skripsi ini diukur melalui indikator berikut ini. 1. Pernah tidaknya responden membaca skripsi. 2. Tingkat keseringan responden datang ke ruang koleksi referensi perpustakaan. 3. Motivasi responden dalam membaca skripsi. 4. Frekuensi responden dalam membaca skripsi. 5. Intensitas responden dalam membaca skripsi. 6. Lama responden dalam membaca skripsi. 7. Tingkat perhatian responden pada saat membaca skripsi. 8. Tingkat keseriusan responden pada saat membaca skripsi. 9. Tingkat keikutsertaan responden dalam membaca skripsi. 10. Tingkat ketergantungan responden dalam membaca skripsi. Selanjutnya, hasil dan pembahasan secara detail dapat diketahui melalui penjelaan berikut ini. 1. Pernah Tidaknya Responden Membaca Skripsi Untuk mengetahui lebih jelas mengenai pernah tidaknya responden membaca skripsi di ruang koleksi referensi Perpustakaan Fisip UNS, dapat dlihat pada tabel berikut ini : No. Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%) 1. Pernah 30 60,0 2. Kadangkadang 20 40,0 3. Tidak pernah 0 08,0 Jumlah 50 100,0 Tabel 1 Pernah Tidaknya Responden Membaca Skripsi Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden yang mengatakan pernah membaca skripsi di ruang kolekesi referensi perpustakaan Fisip UNS sebanyak 30 orang atau 60,0%. Sedangkan yang menjawab kadang-kadang sebanyak 20 orang atau 40,0%. Jadi, dapat dikatakan bahwa sebagian besar responden menyatakan pernah membaca skripsi di ruaang koleksi referensi perpustakaan Fisip UNS. 2. Tingkat Keseringan Responden Datang ke Ruang Koleksi Referensi Perpustakaan Sedangkan untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai tingkat keseringan responden datang ke ruang koleksi referensi Perpustakaan Fisip UNS dalam satu minggu, dapat dilihat pada tabel berikut ini: No. Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%) 1. 3 kali dalam seminggu 31 62,0 2. 2 kali dalam seminggu 16 32,0 3. 1 kali dalam seminggu . 3 06,0 Jumlah 50 100,0 Tabel 2 Tingkat Keseringan Responden Datang ke Perpustakaan Fisip UNS Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden yang menyatakan pernah datang ke ruang koleksi referensi Perpustakaan Fisip UNS sebanyak 3 kali dalam seminggu sejumlah 31 orang atau 62,0%. Sedangkan yang datang sebanyak 2 kali dalam seminggu sejumlah 16 orang atau 32,0%. Jadi dalam hal ini, dapat dikatakan bahwa sebagian besar responden menyatakan pernah datang ke ruang koleksi referensi Perpustakaan Fisip UNS sebanyak 3 kali dalam seminggu. 3. Motivasi Responden dalam Membaca Skripsi Untuk mengetahui lebih jelas mengenai motivasi responden dalam membaca skripsi di ruang koleksi referensi Perpustakaan Fisip UNS, dapat dilihat pada tabel berikut ini: No. Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%) 1. Untuk menambah pengetahuan mengenai bentuk jenisjenis karya ilmiah. 22 44,0 2. Untuk sekadar menambah pengetahuan. 24 48,0 3. Untuk mengisi waktu luang kuliah . 4 8,0 Jumlah 50 100,0 Tabel 3 Motivasi Responden dalam Membaca Skripsi di Ruang Koleksi Referensi Perpustakaan Fisip UNS Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden yang menyatakan untuk menambah pengetahuan mengenai bentuk jenis-jenis karya ilmiah sebanyak 22 orang atau 44,0%. Sedangkan yang menyatakan untuk sekadar menambah pengetahuan sebanyak 24 orang atau 48,0%. Jadi, dapat dikatakan bahwa sebagian besar responden menyatakan motivasi dalam membaca skripsi di ruang koleksi referensi Perpustakaan Fisip UNS sekadar menambah pengetahuan yang menyangkut dengan tulisannya. 4. Frekuensi Responden dalam Membaca Skripsi Untuk mengetahui lebih jelas mengenai frekuensi responden dalam membaca skripsi, dapat dilihat pada tabel berikut ini: No. Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%) 1. Membaca skripsi 12 x dalam 1 bulan. 32 64,0 2. Membaca skripsi 8–10x dalam 1bulan. 15 30,0 3. Membaca skripsi 4–6 x dalam 1 bulan. 3 6,0 Jumlah 50 100,0 Tabel 4 Frekuensi Responden dalam Membaca Skripsi di Ruang Koleksi Referensi Perpustakaan Fisip UNS Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden yang menyatakan membaca dengan menggunakan waktu khusus sebanyak 23 orang atau 46,0%. Sedangkan yang menyatakan membaca dengan menggunakan waktu luang juga sebanyak 23 orang atau 46,0%. Jadi, dapat dikatakan bahwa antara responden yang membaca skripsi dengan menggunakan waktu khusus dan waktu luang mempunyai jumlah yang sama besarnya. 5. Intensitas Responden dalam Membaca Skripsi Untuk mengetahui lebih jelas mengenai intensitas responden dalam membaca skripsi, dapat dilihat pada tabel berikut ini: No. Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%) 1. Membaca dengan menggunakan waktu khusus 23 46,0 2. Membaca dengan menggunakan waktu luang 23 46,0 3. Membaca bila butuh saja 4 8,0 Jumlah 50 100,0 Tabel 5 Intensitas Responden dalam Membaca Skripsi Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden yang menyatakan membaca dengan menggunakan waktu khusus sejumlah 23 orang atau 46,0%. Sedangkan yang membaca dengan menggunakan waktu luang sejumlah 23 orang juga atau 46.,0% dan yang menyatakan membaca apabila butuh saja sejumlah 4 orang atau 8,0%. 6. Lama Responden dalam Membaca Skripsi Untuk mengetahui lebih jelas mengenai lama responden dalam membaca skripsi, dapat dilihat pada tabel berikut ini: No. Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%) 1. Sampai dengan 60 menit 30 60,0 2. Sampai dengan 30 menit 17 34,0 3. Sampai dengan 10 menit 3 6,0 Jumlah 50 100,0 Tabel 6 Lama Responden dalam Membaca Per Skripsi Berdasarkan tabel di atas, dapat dikatakan bahwa responden yang menyatakan lama membaca per skripsi sampai dengan 60 menit sebanyak 30 orang atau 60,0%. Sedangkan yang menyatakan membaca sampai dengan 30 menit sebanyak 17 orang atau 34,0%. Jadi, dalam hal ini dapat dikatakan bahwa sebagian besar responden menyatakan rata-rata dalam membaca skripsi lamanya sampai dengan 60 menit per skripsi. 7. Tingkat Perhatian Responden pada Saat Membaca Skripsi Untuk mengetahui lebih jelas mengenai tingkat perhatian responden pada saat membaca skripsi, dapat dilihat pada tabel berikut ini: No. Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%) 1. Membaca tanpa diselingi aktivitas lain 22 44,0 2. Membaca dengan diselingi aktivitas lain 22 44,0 3. Membaca sepintas saja 6 12,0 Jumlah 50 100,0 Tabel 7 Tingkat Perhatian Responden pada Saat Membaca Skripsi Berdasarkan tabel di atas, dapat dikatakan bahwa responden yang menyatakan perhatiannya pada saat membaca skripsi tanpa diselingi aktivitas lain sebanyak 22 orang atau 44,0%. Sedangkan yang membaca dengan diselingi aktivitas lain sebanyak 22 orang atau 44,0% juga. Jadi, dalam hal ini dapat dikatakan bahwa antara responden yang membaca tanpa diselingi aktivitas lain dengan yang membaca dengan diselingi aktivitas lain mempunyai jumlah yang sama tinggi. 8. Tingkat Keseriusan Responden pada Saat Membaca Skripsi Untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai tingkat keseriusan responden pada saat membaca skripsi, dapat dilihat pada tabel berikut ini: No. Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%) 1. Serius 29 58,0 2. Cukup serius 17 34,0 3. Kurang serius 4 8,0 Jumlah 50 100,0 Tabel 8 Tingkat Keseriusan Responden pada Saat Membaca Skripsi Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden yang menyatakan serius pada saat membaca skripsi sebanyak 29 orang atau 58,0%. Sedangkan yang menyatakan cukup serius sebanyak 17 orang atau 34,0%. Jadi, dalam ini dapat dikatakan bahwa sebagian besar responden menyatakan serius pada saat membaca skripsi di ruang koleksi referensi Perpustakaan Fisip UNS. 9. Tingkat Keikutsertaan Responden dalam Membaca Skripsi Untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai tingkat keikutsertaan responden pada saat membaca skripsi, dapat dilihat pada tabel berikut ini: No. Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%) 1. Selalu mengikuti sampai dengan terbitan terbaru 22 44,0 2. Kadangkadang mengikuti sampai dengan terbitan terbaru 24 48,0 3. Tidak pernah mengikuti sampai dengan terbitan terbaru 4 8,0 Jumlah 50 100,0 Tabel 9 Tingkat Keikutsertaan Responden pada Saat Membaca Skripsi Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden yang menyatakan tingkat keikutsertaannya pada saat membaca skripsi dengan menjawab selalu mengikuti sampai dengan terbitan terbaru sejumlah 22 orang atau 44,0%. Sedangkan yang menyatakan kadangkadang sebanyak 20 orang atau 40,0%. Jadi, dalam hal ini dapat dikatakan bahwa sebagian besar responden menyatakan selalu mengikuti sampai dengan terbitan terbaru dalam membaca skripsi di ruang koleksi referensi Perpustakaan Fisip UNS. 10. Tingkat Ketergantungan Responden dalam Membaca Skripsi Untuk mengetahui lebih jelas mengenai tingkat ketergantungan responden pada saat membaca skripsi yang dibaca, dapat dilihat pada tabel berikut ini: No. Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%) 1. Sangat tergantung karena sangat membutuhkan 26 52,0 2. Tergantung karena membutuhkan 20 40,0 3. Cukup tergantung karena tidak begitu membutuhkan sekali 4 8,0 Jumlah 50 100,0 Tabel 10 Tingkat Ketergantungan Responden pada Saat Membaca Skripsi Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa tingkat ketergantungan responden pada saat membaca skripsi yang menyatakan sangat tergantung karena sangat membutuhkan sebanyak 26 orang atau 52,0%. Sedangkan yang menyatakan tergantung karena membutuhkan sebanyak 20 orang atau 40,0%. Jadi, dalam hal ini dapat dikatakan bahwa sebagian besar responden menyatakan sangat tergantung karena sangat membutuhkan. 11. Hasil Analisis Berdasarkan penjelasan variabel di atas, untuk mencari kategori variabel aktivitas mahasiswa dalam membaca skripsi di Perpustakaan Fisip UNS dapat dikatakan tinggi, sedang, dan rendah dapat dicari melalui : Interval kelas = Nilai _tertinggi - Nilai_terendah Jumlah_kelas I = 4,6 5 30-16 3 14 3 = = = Ada pun variabel aktivitas mahasiswa dalam membaca skripsi di ruang koleksi referensi Perpustakaan Fisip UNS dapat dikategorikan sebagai berikut: a. Tinggi bila responden menjawab a dengan nilai 3. b. Sedang bila responden menjawab b dengan nilai 2. c. Rendah bila responden menjawab c dengan nilai 1. Untuk menentukan kategori variabel aktivitas mahasiswa dalam membaca skripsi di ruang koleksi referensi Perpustakaan Fisip UNS tersebut, dapat dijelaskan dalam perhitungan berikut ini: a. Kategori Tinggi dengan nilai 26 – 30 b. Kategori Sedang dengan nilai 21 – 25 c. Kategori Rendah dengan nilai 16 – 20 Selanjutnya, untuk mengetahui tabel frekuensi variabel aktivitas mahasiswa dalam membaca skripsi, dapat dilihat pada tabel berikut ini: No. Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 16 32,0 2. Sedang 30 60,0 3. Rendah 4 8,0 Jumlah 50 100,0 Tabel 11 Distribusi Frekuensi Variabel Aktivitas Mahasiswa dalam Membaca Skripsi di Ruang Koleksi Referensi Perpustakaan Fisip UNS Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden yang menyatakan variabel aktivitas mahasiswa dalam membaca skripsi di ruang koleksi referensi Perpustakaan Fisip UNS mempunyai kategori tinggi sebanyak 16 orang atau 32,0%. Sedangkan yang menyatakan mempunyai kategori sedang sebanyak 30 orang atau 60,0% dan yang menyatakan rendah sebanyak 4 orang atau 8,0%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Variabel aktivitas mahasiswa dalam membaca skripsi di ruang koleksi referensi Perpustakaan Fisip UNS mempunyai kategori cukup tinggi atau sedang.
Conclusion
Berdasarkan dari hasil pembahasan dan analisis data di atas melalui program SPSS for 18.00 yang terdapat pada tabel distribusi frekuensi variabel aktivitas mahasiswa dalam membaca skripsi di ruang koleksi referensi Perpustakaan Fisip UNS, dapat dinyatakan kategori cukup tinggi karena 30 responden atau 60% responden menyatakan sedang. Hal ini disebabkan cukup banyaknya mahasiswa yang membaca skripsi di ruang koleksi referensi perpustakaan Fisip UNS. Untuk lebih meningkatkan aktivitas mahasiswa dalam membaca skripsi di Perpustakaan Fisip UNS, perlu selalu memperbaharui atau mengganti koleksinya dengan menyajikan terbitan skripsi yang baru setiap periode.