Kembali
16
1
2023 Warta Perpustakaan Pusat UNDIP Vol 16 · 2 ISSN 0126-4559

ANALISIS LAYANAN DIGITAL DALAM SISTEM INFORMASI DIGILIB (STUDI KASUS DI UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA)

Universitas Sebelas Maret; Universitas Sebelas Maret

Abstrak

Perpustakaan digital merupakan tempat di mana pengguna perpustakaan dapat melakukan peminjaman buku dan sumber edukatif lainnya secara digital atau daring. Adapun layanan digital dapat dilakukan pada layanan karya ilmiah yang tersimpan dalam repository. Pengembangan perpustakaan digital dapat dilakukan secara sistematis baik dari cara mengumpulkan, menyimpan, mengorganisasi informasi, pengetahuan dalam format digital, dan dalam pengiriman informasi yang hemat dan efisien pada semua sektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis layanan digital dalam sistem informasi digilib.uns.ac.id di UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Indikator dalam layanan digital meliputi reliability, accessibility. dan efficiency. Tempat penelitian di UPT Perpustakaan UNS dengan metode penelitian menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian adalah pengguna digilib.uns.ac.id di UPT Perpustakaan UNS sejumlah 295 pada bulan Agustus 2023, sementara jumlah penentuan sampel dengan rumus Slovin mendapatkan 73 responden. Adapun Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Random Sampling. Untuk pengambilan data dengan menggunakan kuesioner dan pengolahan data dengan menggunakan SPSS 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan digital dalam sistem informasi di UPT Perpustakaan UNS mempunyai kategori cukup tinggi karena dibuktikan denga n angka 35 orang atau 48 % responden menyatakan bahwa layanan digital dalam sistem informasi yang ada di UPT Perpustakaan UNS melalui digilib.uns.ac.id bisa dikatakan cukup baik dilihat dari konten, fungsi dan aksesnya.

Abstract

Digital library is a place where library users can borrow books and other educational resources digitally or online. Digital services can be provided on scientific work services stored in the repository. Digital library development can be carried out systematically in terms of collecting, storing, organizing information, knowledge in digital format, and in sending information economically and efficiently to all sectors. This research aims to determine the analysis of digital services in the digilib.uns.ac.id information system at the Sebelas Maret University Library, Surakarta. Indicators in digital services include reliability, accessibility. and efficiency. The research location is at the UNS Library with research methods using quantitative descriptive analysis. The research sample was 295 digilib.uns.a.c.id users at the UNS Library in August 2023, while the number of samples determined using the Slovin formula was 73 respondents. The sample collection technique uses Random Sampling. To collect data using aquestionnaire and data processing using SPSS 21. The results of the research show that digital services in the information system at the UNS Library have a fairly high category as evidenced by the figure of 35 people or 48% of respondents stating that digital services in the existing information system at the UNS Library via digilib.uns.ac.id it can be said to be quite good in terms of content, function and access
Keywords: digital services · information systems · college library · digilib and digital libraries · layanan digital · sistem informasi · perpustakaan perguruan tinggi · digilib dan perpustakaan digital

Introduction

Perpustakaan perguruan tinggi didirikan untuk menunjang terwujudnya Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, pengabdian masyarakat dan penelitian. Tugas perpustakaan adalah memilih, memilah, mengadakan dan mengelola sumber informasi seperti buku, jurnal, hasil prosiding, e - book, e - jurnal dan hasil karya ilmiah sivitas akademika. Sumber informasi yang telah selesai diolah dapat disajikan di ruang koleksi atau diunggah ke pangkalan data. Syihabuddin Qulyubi (2003:11) menegaskan bahwa perpustakaan didirikan untuk menunjang kebutuhan informasi, sebagai jasa informasi dan jasa peminjaman, menyediakan bahan rujukan dan ruang belajar bagi pemustaka. Teknologi informasi telah masuk di berbagai aspek kehidupan, pariwisata , pendidikan, perpustakaan dan sektor lainnya. Perkembangan teknologi akan mempengaruhi pola pikir pemustaka dalam melakukan penelusuran informasi. Dari generasi Baby Boomers sampai generasi Alpha tidak bisa menghindari perkembangan teknologi yang begitu pesat. Dipertegas Bambang Hermanto ( 2002:19) bahwa generasi ke generasi mempunyai karakter dan pola pikir yang berbeda - beda dalam memperoleh informasi. Kebutuhan informasi pemustaka akan meningkat sesuai dengan membanjirnya informasi dalam berbagai bentuk, jenis dan format informasi yang beragam. Seiring waktu dan perkembangan teknologi digital mengalami perubahan dan kemajuan yang sangat pesat. Menurut Joko Setiyono dalam buku Gerakan Literasi Nasional Berbasis Best Practice, karya Wiji Suwarno,dkk. (2023:341) bahwa teknologi digital dapat meningkatkan produktivitas, layanan perpustakaan menjadi lebih baik, efiktif dan mempermudah pekerjaan. Perkembangan teknologi ini dapat dimanfaatkan oleh perpustakaan untuk mengembangkan layanan perpustakaan. Perpustakaan sebagai layanan publik harus siap member ikan layanan prima bagi pemustaka. Baik buruknya perpustakaan dapat dilihat dari faktor layanan yang diberikan kepada pemustaka. Untuk memenuhi kebutuhan pemustaka yang serba online maka perpustakaan dapat mengembangkan layanan digital. Koleksi digital akan memberikan keleluasan bagi pemustaka dan pengelola perpustakaan. Menurut Purwani Istiana (2014:47) bahwa ada beberapa pertimbangan yang dapat digunakan perpustakaan perguruan tinggi untuk mengembangkan layanan digital antara lain : 1). Keterbatasan tempat dan rak penyimpanan; 2). Satu judul koleksi dapat dimanfaatkan lebih dari satu pengguna; 3). Diseminasi informasi lebih cepat. Perpustakaan dapat menciptakan konsep layanan yang update dan adaptif dalam memberikan layanan yang efektif. Karya ilmiah hasil penelitian dari sivitas akademika dalam bentuk file dapat diolah dan didistribusikan menggunakan protokol elektronik melalui jaringan internet. Perpustakaan dapat mengupdate sumber informasi secara berkala agar pemustaka dapat memperoleh informasi yang update. Saat ini, UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret telah membangun sistem informasi untuk layanan digital library. Layanan ini dapat diakses oleh sivitas akademika maupun masyarakat luas melalui https://digilib.uns.ac.id/ . Berdasarkan data di digital library Universitas Sebelas Maret bahwa terdapat artikel, e - book, buku ajar, laporan penelitian, prosiding, disertasi, tesis, skripsi, tugas akhir, pengukuhan guru besar, paten dan makalah berjumlah 105.374 judul. Keuntungan perpustakaan dari pengembangan digital library adalah data kolek si akan bertambah setiap bulannya minimal sesuai jumlah mahasiswa yang mengajukan bebas perpustakaan dan artikel dari dosen yang sedang mengajukan kenaikan pangkat dan jabatan. Kelemahan dari digital library adalah user atau pemustaka dapat membaca dan mendownload dokumen yang diinginkan dengan syarat sudah terdaftar menjadi anggota. Adapun kendala dan hambatan yang masih dihadapi pengelola dan pimpinan perpustakaan adalah terbatasnya anggaran, tidak ada programer, dan keterbatasan infrastruktur. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai variabel di atas, perlu penulis jelaskan mengenai sistem informasi digilib yang digunakan oleh responden, seperti pada gambar berikut ini: Dari gambar di atas, di pojok kanan atas terdapat beberapa menu yang disediakan yang diantaranya home, informasi, statistik, kontak dan login. Dalam mencari koleksi responden dapat memasukkan kata secara langsung dalam kolom penelusuran informasi yang dise diakan untuk mendapatkan data sesuai yang diinginkan, namun untuk mendapatkan data secara fulltex responden harus melalui menu login dan registrasi terlebih dahulu. Dari uraian diatas, maka penulis mengangkat permasalahan sebagai berikut : “Analisis Layanan Digital Dalam Sistem Informasi Digilib (Studi Kasus di UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret Surakarta)“. Adapun tujuan penulisan ini, untuk mengetahui sejauh mana Layanan Digital Dalam Sistem Informasi Digilib yang ada di UPT Perpustakaan UNS (Studi Kasus di UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret Surakarta)“.

Method

Dalam penulisan ini penulis dengan menggunakan metode survei dan observasi. Metode penulisan menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penulisan dilakukan di UPT Perpustakaan UNS (Universitas Sebelas Maret Surakarta). Adapun populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang mennggunakan aplikasi digilib.uns.a.c.id di UPT Perpustakaan UNS sejumlah 295 orang, pada bulan Agustus 2023, sementara penentuan jumlah sampel dengan menggunakan rumus Slovin sehingga mendapatkan jumlah 7 3 responden. Adapun Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Random Sampling. Untuk pengambilan data dengan menggunakan kuesioner data diolah dengan menggunakan skala likert. Menurut Sofyan Yamin (2011:2) dalam pengolahan data dapat diolah menggunakan SPSS.

Result & Discussion

Berdasarkan permasalahan di atas, penulisan analisis layanan digital library di UPT Perpustakaan UNS dibahas melalui tiga indikator dan 9 pernyataan dengan disediakan lima jawaban dari sangat tidak setuju, tidak setuju, kurang setuju, setuju dan sangat setuju. 1. Indikator Reliability Untuk menentukan kategori indikator reliability diajukan melalui 3 pernyataan, dari hasil pengolahan data dari kuesioner dengan dicari interval kelasnya terlebih dahulu melalui skala likert, sangat tinggi , tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah, sebagai berikut : Tabel I. Indikator Reability Sumber : Pernyataan nomor 1 sampai dengan 3. Berdasarkan tabel di atas, diketahui rata - rata responden menyatakan indicator reliability yang terdiri dari pernyataan bahwa sistem informasi digilib.uns.ac.id UPT Perpustakaan UNS menyediakan konten dan layanan yang diinginkan pengguna, konten dalam sistem informasi digilib.uns.ac.id UPT Perpustakaan UNS berkaitan dengan berbagai jenis bidang ilmu sesuai program studi yang ada di UNS, pengguna memiliki layanan yang lengkap dan pengalaman yang menyenangkan ketika menggunakan sistem informasi digilib.uns. ac.id UPT Perpustakaan UNS sejumlah 38 orang atau 42,6 % menjawab sangat setuju sehingga dapat disimpulkan bahwa indikator reliability dapat dikatakan mempunyai kategori tinggi. 2. Indikator Kecepatan Untuk menentukan kategori indikator kecepatan diajukan melalui 3 pernyataan, dari hasil pengolahan data dari kuesioner dengan dicari interval kelasnya terlebih dahulu melalui skala likert, sangat tinggi , tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah, sebagai berikut : Tabel III. Indikator Kecepatan Sumber: Pernyataan nomor 4 sampai dengan 6. Dari tabel di atas, diketahui rata - rata resopeneden menyatakan bahwa indikator kecepatan yang terdiri dari pernyataan pengguna dapat mengakses sistem informasi digilib.uns.ac.id UPT Perpustakaan UNS dengan cepat tanpa hambatan. Pengguna dapat mengakses Sistem informasi digilib.uns.ac.id UPT Perpustakaan UNS dengan cepat sesuai kebutuhan informasinya. Dalam mengakses “R egistrasi”, maka data akan tersimpan dalam database sistem informasi digilib.uns.a.c.id. Perpindahan menu dengan cepat tanpa hambatan menjawab kurang setuju sejumlah 34 orang atau 36,6 % hal ini dapat dikatakan bahwa indikator kecepatan dapat dikatakan mem punyai kategori sedang. Menurut Lina Linde (2023:82) diperlukan model untuk pelayanan digital seperti kerangka pengambilan nilai untuk merancang, mengembangkan, dan menskalakan layanan digital. 3. Indikator Fungsionalis Untuk menentukan kategori indikator fungsionalitas diajukan melalui 3 pernyataan, dari hasil pengolahan data dari kuesioner dengan dicari interval kelasnya terlebih dahulu melalui skala likert, sangat tinggi , tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah, sebagai berikut : Tabel II. Indikator Fungsionalitas Sumber : Pernyataan nomor 7 sampai dengan 9. Dari tabel di atas dapat diketahui, rata - rata responden yang menyatakan pernyataan konten yang tersedia di aplikasi digilib.uns.ac.id memiliki fungsi masing - masing, pilihan menu dalam sistem informasi digilib.uns.ac.id UPT Perpustakaan UNS memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda, layanan pada Sistem informas i digilib.uns.ac.id UPT Perpustakaan UNS sudah berfungsi dengan baik sesuai tujuannya, menjawab kurang setuju sejumlah 30 orang atau 41,1 % hal ini dapat disimpulkan bahwa indikator fungsionalitas dapat dikatakan mempunyai kategori sedang. Menurut David Soto Setzke (2023:1017) bahwa perlu jalur menuju inovasi layanan digital. Distribusi Frekuensi Layanan digital dalam Sistem Informasi Digital Library . Selanjutnya dari ketiga indikator di atas dapat digunakan untuk menentukan kategori distribusi frekuensi layanan digital dalam sistem informasi digital library sebagai berikut Tabel IV. Distribusi Frekuensi Layanan Digital Dalam Sistem Informasi Digital Library Sumber : Pernyataan nomor 1 sampai dengan 9. Dari tabel di atas, diketahui bahwa rata - rata responden menyatakan tabel distribusi frekuensi layanan digital dalam sistem informasi digital library mempunyai kategori sedang karena mempunyai nilai 31 – 34 dan 35 orang atau 48 % menyatakan sedang sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel layanan digital dalam sistem informasi digital library UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret Surakarta mempunyai kategori cukup tinggi yang berarti bahwa rata - rata mahasiswa di UNS dapat terlayani kebutuhan informasi nya melalui digilib.uns.ac.id secara cukup. Menurut I. Mergel (2019: 2) perlu membentuk tim layanan digital, selebihnya layanan digital dapat dilakukan melalui aplikasi lainnya.

Conclusion

Dari pembahasan ketiga indikator di atas, dapat disimpulkan bahwa tabel distribusi frekuensi layanan digital dalam sistem informasi digital library mempunyai kategori sedang karena mempunyai nilai 31 – 34 dan 35 orang atau 48 % sehingga layanan digital melalui sistem informasi digilib perlu diperhatikan lagi terutama pada indikator kecepatan dan fungsionalitas. Jadi strategi pelayanan digital perlu ditingkatkan.