PENGEMBANGAN SISTEM OTOMASI DAN KENDALA-KENDALA YANG DIHADAPINYA (STUDI KASUS DI PERPUSTAKAAN POLITEKNIK ILMU PELAYARAN SEMARANG)
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Abstrak
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengembangan sistem otomasi di Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Selain itu untuk mengetahui spesifikasi teknis, tahapan pelaksanaan kegiatan, mengetahui kendala yang dihadapi, dan mengetahui keunggulan serta kekurangan dari pemakaian aplikasi SLiMS. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Hasil dari penelitian ini yaitu di Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dalam mengembangkan sistem otomasi perpustakaan menggunakan software Senayan Library Management System atau SLiMS untuk mengelola sistem informasi manajemen perpustakaan. Kegiatan pengembangan sistem otomasi yang terapkan di Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dalam pengoperasian SLiMS pada server sering mengalami gangguan dikarenakaan pada penggunaan XAMPP yang kurang support untuk digunakan di Windows Server 2012R2 yang dipakai pada server, sehingga dalam pengoperasiannya harus meremote dari komputer client di ruang pengolahan dengan menggunakan Teamviewer untuk men-stop apache dan mysql kemudian men-startnya kembali agar dapat online dan dapat dioperasikan kembali. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut kedepan yaitu mengganti XAMPP yang support dengan Windows Server 2012R2 dan akan mengganti OS (operating system) menggunakan LINUX agar lebih aman dari hack dan lebih ringan pengoperasian data basenya. SLiMS banyak digunakan di berbagai jenis perpustakaan di Indonesia karena SLiMS memiliki kekuatan besar pada peran penting komunitas yang terbentuk dihampir setiap kota di Indonesia.
Keywords:
library automation system
· open source
· SLiMS
Introduction
A. Latar Belakang Aplikasi teknologi informasi disebagian besar perpustakaan di Indonesia, sudah merupakan suatu kebutuhan sekaligus untuk memenuhi tuntutan sebagian penggunanya yang memerlukan kemudahan dan kecepatan akses dalam penelusuran informasi. Kebutuhan akan teknologi informasi sangat berhubungan dengan peran dari perpustakaan sebagai kekuatan dalam pelestarian dan penyebaran informasi ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang berkembang seiring dengan menulis, mencetak, mendidik, dan kebutuhan manusia akan informasi. Otomasi perpustakaan adalah pemanfaatan teknologi informasi untuk kegiatan-kegiatan utama perpustakaan yang meliputi: pengadaan, pengolahan (inventarisasi, katalogisasi, klasifikasi, pengelolaan anggota, data statistik, dll), penyimpanan (data koleksi maupun pengunjung), dan menyebarluaskan informasi serta temu kembali (OPAC) yang pada akhirnya mengubah sistem perpustakaan manual menjadi sistem perpustakaan terkomputerisasi. Perpustakaan PIP Semarang merupakan perpustakaan perguruan tinggi yang mempunyai koleksi buku, referensi, IMO, fiksi dan lainnya berjumlah ribuan dan terus berbenah dan menata diri untuk menuju perpustakaan modern. Salah satu wujud tersebut adalah mengembangan sistem otomasi perpustakaan yang dapat diakses di mana dan kapan saja tanpa terhalang oleh waktu serta tempat. Mengingat sistem otomasi yang ada di Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang saat ini menggunakan Solution Library System (SLS), yang dalam pengoperasiannya banyak mengalami kendala karena kurang kompletnya fiturfitur di dalamnya, seperti: tidak ada menu cetak label, tidak ada riwayat peminjaman dan pengembalian, belum adanya tampilan slide cover buku, tidak ada bentuk laporan statistik, belum bisa setting manual, menu searching buku kurang komplet dan detail, belum bisa cetak print out bebas pustaka, pembagian dari sistem login admin kurang komplet, katalog belum bisa dionline kan, dan database sering error dan loading lama, maka perlu dikembangkan suatu sistem aplikasi yang compatible dengan kebutuhan manajemen perpustakaan sekarang ini yaitu dengan menggunakan Senayan Library Management System (SLiMS), dalam aplikasi SLiMS terdapat fitur yang lebih komplet dan memberikan kemudahan dalam integrasi berbagai kegiatan perpustakaan, seperti: pengadaan, inventarisasi, katalogisasi, sirkulasi bahan pustaka, pengelolaan anggota, statistik, dan lain sebagainya. Pengembangan sistem otomasi dengan menggunakan program dasar dari Slims yang dikembangkan dan modifikasi sesuai dengan kebutuhan Perpustakaan PIP Semarang sehingga minimal kebutuhan untuk pengadaan, pengolahan, layanan, keanggotaan dan pelaporan perpustakaan dapat dikelola secara cepat, tepat serta tidak terulang-ulang dalam pekerjaan. Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengembangan Sistem Otomasi dan Kendala-kendala yang Dihadapinya (Studi Kasus di Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang)”. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana spesifikasi teknis yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem otomasi berbasis SLiMS? 2. Bagaimana pelaksanaan dan tahapan kegiatan pengembangan sistem otomasi Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dengan menggunakan SLiMS? 3. Apa saja kendala yang dihadapi dalam pengembangan sistem otomasi Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dengan menggunakan SLiMS? 4. Apa keunggulan dan kekurangan dari pemakaian aplikasi SLiMS? C. Tujuan Penulisan 1. Untuk mengetahui spesifikasi teknis yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem otomasi berbasis SLiMS. 2. Untuk mengetahui pelaksanaan dan tahapan kegiatan pengembangan sistem otomasi Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dengan menggunakan SLiMS. 3. Untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam pengembangan sistem otomasi Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dengan menggunakan SLiMS. 4. Untuk mengetahui keunggulan dan kekurangan dari pemakaian aplikasi SLiMS. D. Manfaat Penulisan Penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat, baik secara teori maupun praktik. 1. Manfaat secara teoritis a. Hasil penelitian diharapkan dapat menyumbangkan hasil kajian terkait dengan pengembangan sistem otomasi di Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. b. Menambah khazanah intelektual ilmu perpustakaan dan informasi, terlebih tentang pengembangan sistem otomasi yang akan diterapkan di Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. c. Sebagai bahan kajian di bidang perpustakaan dan informasi, mengenai pengembangan sistem otomasi perpustakaan. 2. Manfaat secara praktis, yaitu: a. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi dunia perpustakaan, yang berkaitan dengan teori ilmu perpustakaan dan informasi, terlebih tentang pengembangan sistem otomasi perpustakaan. b. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengelola di Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. KAJIAN PUSTAKA A. Pengertian Otomasi dalam Perpustakaan Kata otomasi yaitu diambil dari kata otomatis atau pengotomatisan yang artinya yang melakukan dan mengatur pekerjaan adalah tenaga mesin. Perpustakaan merupakan sumber informasi, maka perpustakaan harus melakukan aktivitasaktivitas pengadaan, pengolahan, pelayanan, temu kembali, preservasi dan konservasi informasi., Definisi tentang otomasi perpustakaan menurut Kumorotomo dan Subandono (1999), yaitu pemanfaatan komputer untuk pengelolaan aktivitas perpustakaan yang menyangkut pengadaan bahan pustaka, pengolahan, dan pelayanan. Menurut Lasa HS (2001:8), otomasi perpustakaan (library automation) merupakan proses atau hasil penciptaan mesin swatindak atau swakendali tanpa campur tangan manusia dalam proses tersebut. Otomasi perpustakaan merupakan sebuah proses pengelolaan perpustakaan dengan menggunakan bantuan teknologi informasi. Teknologi informasi merupakan teknologi yang digunakan untuk menyimpan, menghasilkan, mengelola serta menyebarkan informasi. Otomasi perpustakaan tidak hanya pada penggunaan teknologi saja, baik pada perangkat keras (alat) dan perangkat lunak (program), akan tetapi juga mengikutsertakan sumber daya manusia yang akan menjalankan teknologi tersebut untuk mencapai visi misi yang ditentukan. Dengan adanya sistem otomasi dalam perpustakaan, proses pelayanan perpustakaan menjadi lebih cepat dan mudah, baik pengolahan data koleksi buku maupun administrasi dan pelaporannya. B. Perangkat Lunak Otomasi Berbasis Open Source Secara harfiah open source berarti “(kode) sumber yang terbuka”. Sumber yang dimaksud di sini adalah source code (kode sumber) dari sebuah perangkat lunak, baik itu berupa kode-kode bahasa pemrograman maupun dokumentasi dari perangkat lunak tersebut. Definisi lain menyebutkan bahwa open source adalah perangkat lunak aplikasi komputer yang telah dibuat, selain memperoleh perangkat lunaknya juga dapat diperoleh kode perintah (source code) aslinya, sehingga dapat digunakan tidak hanya oleh pembuat perangkat lunak, tetapi juga pihak lain. Konsep open source software pada intinya adalah membuka source code dari sebuah software. Dengan mengetahui logika yang ada di kode sumber, maka orang lain dapat membuat perangkat lunak yang sama fungsinya. Dari berbagai definisi yang telah dikemukan di atas dapat disimpulkan bahwa perangkat lunak berbasis open source adalah perangkat lunak yang didistribusikan secara bebas dan gratis disertai source code perangkat lunak tersebut sehingga memungkinkan orang lain untuk memodifikasi, berpartisipasi dalam pengembangan serta mendistribusikan ulang perangkat lunak tersebut. Setelah memperoleh definisi perangkat lunak berbasis open source maka dapat disimpulkan definisi dari perangkat lunak otomasi berbasis open source. Perangkat lunak otomasi berbasis open source adalah perangkat lunak yang digunakan perpustakaan untuk melaksanakan otomasi perpustakaan, di mana perangkat lunak ini diperoleh perpustakaan secara gratis disertai source code perangkat lunak tersebut sehingga memungkinkan perpustakaan memodifikasi dan mendistribusikan ulang perangkat lunak. Ada banyak perangkat lunak otomasi berbasis perpustakaan open source, seperti Otomigen, PhpMyLibrary, Igloo, Koha, Emilda, OpenBiblio dan SLiMS. Salah satu contoh konkritnya yaitu perpustakaan menggunakan aplikasi yang disebut dengan SLiMS (Senayan Library Management System). AplikasiOSS (Open Source System) ini telah digunakan hampir di seluruh perpustakaan di Indonesia. Sedikitnya ada sekitar 218 perpustakaan dan lembaga lain yang mengaku memakai SLiMS sebagai OSS mereka (Hendro dkk, 2008). Sebagai perangkat lunak otomasi perpustakaan maka Senayan harus mampu mempermudah kegiatan administrasi perpustakaan. Jika melihat menu-menu yang disediakan Senayan, perangkat lunak ini mampu menjalankan fungsi administrasi yang ada di perpustakaan. Kegiatan pengolahan, peminjaman, pengembalian, pemesanan koleksi, penyiangan, manajemen anggota, fasilitais pencetakan barcode (barcode koleksi dan anggota) serta berbagai jenis laporan. Senayan dapat membantu pihak manajemen untuk membuat kebijakan pengadaan atau sebagai bahan pertimbangan untuk memutuskan suatu kebijakan bagi perpustakaan. Semua kegiatan ini mungkin dilakukan dengan menggunakan menu-menu yang ada di Senayan. Berikut ini menu-menu yang disediakan Senayan, lengkap dengan penjelasan dari fungsi yang dimiliki setiap menu: 1. OPAC Ketika membuka atau mengoperasikan perangkat lunak ini, maka pertama kali pengguna akan dibawa ke halaman depan yang berfungsi sebagai OPAC (Online Public Access Catalog). OPAC merupakan menu atau fasilitas yang disediakan untuk pengguna atau pengunjung perpustakaan yang berfungsi sebagai alat bantu bagi pengguna perpustakaan untuk menulusur koleksi yang dimiliki perpustakaan. OPAC sama maknanya dengan katalog online. 2. Bibliography Bibliografi merupakan menu yang digunakan untuk melakukan kegiatan pengelolahan koleksi perpustakaan. Melalui menu ini, pustakawan dapat melakukan kegiatan memasukkan data bibliografi koleksi, memasukkan nomor barcode koleksi, editing data bibliografi koleksi, cetak label koleksi, cetak barcode koleksi dan fasilitas impor dan ekspor data yang sangat bermanfaat dalam kegiatan back up dan migrasi data. 3. Circulation Circulation merupakan menu yang gunakan untuk melakukan kegiatan layanan sirkulasi seperti peminjaman, pengembalian, perpanjangan, dan memesan koleksi yang sedang dipinjaman oleh penguna lain. Selain itu melalui menu ini pustakawan juga dapat menetapkan aturan peminjaman, sejarah peminjaman dan daftar anggota yang terlambat mengembalikan koleksi yang dipinjam. 4. Membership Membership merupakan menu yang digunakan untuk melakukan manajemen anggota perpustakaan. Melalui menu itu pustakawan dapat melakukan input data anggota, mengatur tipe anggota, cetak kartu anggota perpustakaan serta ekspor dan impor data anggota perpsutakaan. 5. Master File Master File merupakan menu yang digunakan untuk menajamen data master seperti data penerbit, pengarang, kota terbit dan subjek. Apabila pengguna Senayan telah mengisi data pengarang, penerbit, kota terbit dan subjek maka ketika pengguna tersebut memasukkan data bibliografi koleksi melalui bibliografi, pengguna tersebut tidak perlu mengetikan nama pengarang, subjek, penerbit dan kota terbit. Pengguna tersebut cukup memilih nama pengarang, penerbit, kota terbit atau subjek. 6. Stock Take Stock take merupakan menu yang digunakan untuk melakukan kegiatan stock opname. Dengan menggunakan menu ini pengelola perpustakaan berusaha untuk mencocokkan data koleksi yang ada di dalam database Senayan dengan kondisi riil koleksi di rak. 7. System Menu system merupakan menu yang disediakan oleh pengembangan Senayan untuk melakukan kegiatan mengaturan terhadap perangkat lunak secara umum. Dengan menfaatkan menu ini penggunakan dapat membubuhkan identitas perpustakaan, mengatur bahasa pengantar dan melakukan back up database Senayan. 8. Reporting Reporting merupakan menu yang menyediakan berbagai laporan terkait dengan aktivasi perpustakaan dalam memanfaatkan Senayan sebagai perangkat lunak otomasi. Berbagai laporan yang disajikan dalam menu reporting antara lain adalah laporan jumlah koleksi yang dimiliki perpustakaan, laporan transaksi peminjaman, laporan anggota perpustakaan yang terlambat mengembalikan buku dan laporan pengunjung perpustakaan. 9. Serial Control Serial Control merupakan menu yang disediakan untuk melakukan kegiatan pengelolaan koleksi terbitan berkela. 10. Union Catalog Server Union Catalog Server merupakan fasilitas atau menu yang disediakan Senayan untuk membangun katalog induk antar pengguna Senayan. 11. Counter Visitor Counter Visitor merupakan menu atau fasilitas yang fungsinya sama dengan presensi. Dengan menu atau fasilitas ini pengelola perpustakaan dapat memantau jumlah pengunjung yang masuk ke dalam perpustakaan. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Metode Penelitian 1. Jenis penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian kualitatiaf adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari informan kunci dan perilaku yang diamati (Bodgan dan Taylor dalam Barowi dan Suwandi, 2008:21). 2. Metode penelitian Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian deskriptif menurut Mohammad Nazir (2003:23) adalah penelitian yang mempelajari tentang masalah-masalah, tata cara yang berlaku, dan situasi-situasi dalam masyarakat, antara lain: hubungan, kegiatan-kegiatan, sikapsikap, pandangan-pandangan, prosesproses yang sedang berlangsung, dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif karena peneliti ingin mendeskripsikan tentang pengembangan sistem otomasi dan kendala-kendala yang dihadapi Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. B. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan, mulai Oktober – Desember 2017. Tempat penelitian di Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang.
Discussion
A. Spesifikasi teknis yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem otomasi berbasis SLiMS Untuk dapat menjalankan sebuah aplikasi perangkat lunak otomasi perpustakaan tentu saja membutuhkan perangkat yang harus dipersiapkan baik perangkat keras, perangkat lunak, dan aplikasi yang lain untuk mendukung jalannya perangkat lunak otomasi perpustakaan. Berikut ini kebutuhan sistem yang harus dipersiapkan untuk mendukung jalannya perangkat lunak Senayan, yaitu: 1. Perangkat keras Perangkat keras yang dibutuhkan untuk menjalankan perangkat lunak Senayan adalah sebagai berikut: a. Prosesor kelas pentium III b. RAM 256 MB c. Standard VGA dengan dukungan warna 16-Bit 2. Perangkat lunak Perangkat lunak yang digunakan sebagai persyaratan untuk dapat menggunakan perangkat lunak Senayan yaitu: a. Engine scripting PHP dengan dukungan ekstension mysql, dukungan XML, dan GD untuk dapat mendukung format PNG, JPG, GIF dan FreeType. b. Web server, dalam hal ini direkomendasikan Apache 2.2 c. Server database MySQL dan direkomendasikan lebih atau sama dengan versi 5.0 d. Utilitas mysqldump untuk backup database e. Sistem operasi GNU/Linux atau Windows f. Browser dengan kapasitas javascript 1.5, AJAx dan CSS 2. sebagai contoh Mozilla Firefox 2 g. g. Pembaca dokumen PDF seperti Adobe Reader untuk melihat dokumen PDF yang digenerate oleh Senayan 3. Aplikasi pendukung Pembaca barcode untuk memindai barcode saat sirkulasi. B. Pelaksanaan dan tahapan kegiatan pengembangan sistem otomasi di Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang 1. Penerima manfaat Penerima manfaat dari kegiatan pengembangan sistem otomasi di Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang menggunakan software SLiMS ini adalah seluruh civitas akademika di lingkungan politeknik ilmu pelayaran Semarang dan akreditasi prodi (BAN PT) serta untuk meningkatkan citra kelembagaan politeknik ilmu pelayaran Semarang. 2. Tujuan pengembangan sistem otomasi a. Meningkatkan pelayanan, mempercepat, mengefisienkan, dan mengakurasi pekerjaan b. Memberi keleluasaan akses informasi c. Meningkatkan akses ke perpustakaan lain d. Memenuhi tuntutan perkembangan teknologi informasi e. Menyebarkan informasi f. Mengembangakan kerja sama dan “resource sharing” 3. Strategi pencapaian keluaran (program kerja) a. Metode pelaksanaan (capaian kerja) Kegiatan pengembangan sistem otomasi di Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang menggunakan software SLiMS. b. Rencana tahapan kegiatan (rencana kerja) Adapun langkah kerja dalam pengembangan sistem otomasi di Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang menggunakan software SLiMS sebagai berikut: 1) Survei praktikum 2) Revisi rencana kerja 3) Presentasi/paparan tentang otomasi perpustakaan 4) Instalasi aplikasi software perpustakaan 5) Editing dan modifikasi menu software perpustakaan 6) Penambahan menu software perpustakaan 7) Instalasi jaringan 8) Maintenance 9) Pelatihan pengoperasian software perpustakaan 10) Import data buku 11) Import data taruna dan dosen 12) Pelaporan 4. Uraian pekerjaan Adapun proses yang dilakukan dalam pengembangan sistem otomasi di Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang menggunakan software SLiMS sebagai berikut: a. Survei praktikum Sebelum melakukan praktikum dalam pengembangan sistem otomasi di politeknik ilmu pelayaran Semarang menggunakan software SLiMS, peneliti melakukan observasi terlebih dahulu dan didapatkan data bahwa sistem otomasi yang ada saat ini dengan menggunakan SLS, dalam pengoperasiannya banyak mengalami kendala karena kurang kompletnya fitur-fitur di dalamnya seperti: tidak ada menu cetak label, tidak ada historis peminjaman dan pengembalian, belum adanya tampilan slide cover buku, tidak ada bentuk laporan statistik, belum bisa setting manual, menu searching buku kurang komplet dan detail, belum bisa cetak print out bebas pustaka, pembagian dari sistem login admin kurang komplet, katalog belum bisa di online kan, dan database sering error dan loading lama. Dari berbagai macam kendala yang ada dalam sistem otomasi SLS maka perlu diadakan perombakan dengan menggunakan SLiMS, dalam aplikasi SLiMS terdapat fitur yang lebih komplet dan memberikan kemudahan dalam integrasi berbagai kegiatan perpustakaan seperti: pengadaan, inventarisasi, katalogisasi, sirkulasi bahan pustaka, pengelolaan anggota, statistik, dan lain sebagainya. b. Revisi rencana kerja (Lampiran 2.) c. Presentasi/paparan tentang otomasi perpustakaan dihadapan pimpinan PIP Semarang pada bulan Oktober 2017. d. Instalasi aplikasi software perpustakaan merupakan pelaksanaan penanaman software kedalam komputer server perpustakaan PIP Semarang. Operasi system yang digunakan Windows server 2012 R2 dengan menggunakan Xampp V3.2.2 dengan menggunakan database MYSQL dengan nama dataperpus dan Apache serta bahasa program menggunakan php. Gambar 1. OS Windows Server2012 R2 Gambar 2. Panel control Xampp Gambar 3. Nama database dan table e. Editting dan modifikasi menu software perpustakaan mengubah tampilan template dan menu SLiMS sesuai dengan kebutuhan Perpustakaan PIP Semarang, meliputi: 1) Template OPAC Gambar 4. Tampilan OPAC 2) Template kunjung perpustakaan Gambar 5. Template data pengunjung 3) Kartu anggota perpustakaan Gambar 6. Kartu anggota perpustakaan f. Penambahan menu software perpustakaan yaitu menambah menu yang belum tersedia di SLiMS, yaitu: 1) Menu dan tampilan data koleksi Gambar 7. Menu dan tampilan data koleksi 2) Menu tampilan news, buku baru, dan anggota aktif Gambar 8. Tampilan news, buku baru dan anggota aktif 3) Tipe koleksi dan lainnya Gambar 9. Tampilan tipe koleksi dan lainnya 4) Foto kedaan Perpustakaan PIP Semarang Gambar 10. Foto kedaan Perpustakaan PIP Semarang 5) Tampilan e-journal, e-book dan tipe koleksi Gambar 11. Tampilan e-journal, e-book dan tipe koleksi 6) Tampilan fasilitas perpustakaan Gambar 12. Fasilitas perpustakaan 7) Peta lokasi Gambar 13. Peta lokasi perpustakaan 8) Cetak kartu buku Gambar 14. Cetak kartu buku 9) Cetak slip buku Gambar 15. Cetak slip buku 10) Print label barcode logo berwarna Gambar 16. Label dan call number 11) Bebas pustaka Gambar 17. Surat bebas pustaka g. Instalasi jaringan merupakan pekerjaan pemasangan jaringan kabel supaya software SLiMS yang berada di server dapat diakses oleh clien komputer lain. Pemasangan jaringan ini berkerja sama dengan Team IT PIP Semarang. h. Maintenance merupakan pekerjaan perawatan dan pemantau terhadap software SLiMS pasca penginstalan di server supaya berjalan dengan baik. i. Pelatihan pengoperasian software perpustakaan merupakan pelatihan yang diperuntukan kepada administrator dan pengelola perpustakaan PIP Semarang supaya bisa mengoperasikan dan dapat menangani permasalahan yang timbul bila terjadi permasalahan yang ringan. j. Import data buku merupakan kegiatan memasukan metadata buku ke dalam SLiMS dari data excel. Tabel 1. Jumlah Buku Uraian Jumlah Judul 5813 Eksemplar 13726 Tabel 2. Jenis Koleksi Uraian Jumlah Textbook 10640 Reference 711 IMO 644 Fiksi 326 Karya Ilmiah 347 Skripsi 1058 Adapun tahapan yang dilakukan adalah: 1) Penyesuai tabel 2) Penyesuaian fiil pada tabel database, contoh kolom penerbitan yang berisi dengan angka diganti menjadi nama penerbit yang ada di tabel database lain. 3) Import data dari data yang terbaru ke program perpustakaan yang diimpor dari database yang sudah diedit 4) Cocokan data koleksi Perpustakaan PIP Semarang dengan database hasil import. Data koleksi yang sudah diinputkan ke database program perpustakaan kemudian dicek apakah sama ataukah ada kesalahan. k. Import data taruna dan dosen Data excel diimpor ke software perpustakaan. Adapun data taruna dan dosen sebagai berikut: Tabel 3. Jumlah Anggota Perpustakan Uraian Jumlah Taruna 1089 Dosen dan staf 372 Jumlah 1461 5. Pelaporan: laporan disusun berdasarkan data dan dokumen kerja yang dilaksanakan dalam proses pengembangan sistem otomasi di Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang menggunakan software SLiMS sebagai dokumen tertulis sebagai bahan laporan kepada pimpinan atau pihak lain yang terkait. C. Kendala yang dihadapi dalam pengembangan sistem otomasi Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dengan menggunakan SLiMS Dalam kegiatan pengembangan sistem otomasi di Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang menggunakan software SLiMS, pengerjaan sudah sesuai dengan tahapan rencana kerja pada timeline kegiatan dan semua kegiatan tercapai, tetapi dalam pengoperasian SLiMS pada server sering mengalami gangguan, ini mungkin dikarenakaan pada penggunaan XAMPP yang kurang support untuk digunakan di Windows Server 2012R2 yang dipakai pada server, sehingga dalam pengoperasiannya kita harus meremote dari komputer client di ruang pengolahan dengan menggunakan Teamviewer untuk men-stop apache dan mysql kemudian men-startnya kembali agar dapat online dan dapat dioperasikan kembali. D. Kelebihan dan kekurangan (SLiMS) 1. Kelebihan (SLiMS) 1.1 Kelebihan secara umum: a. Senayan dapat diperoleh dan digunakan secara gratis Kehadiran Senayan sebagai salah satu perangkat lunak otomasi berbasis FOSS menjadi solusi terkait sulitnya dengan pengadaan perangkat lunak otomasi karena perangkat lunak ini dapat diperoleh secara gratis. b. Mampu memenuhi kebutuhan otomasi perpustakaan Senayan tidak hanya menyediakan fasilitas layanan sirkulasi, katalogisasi dan OPAC. Senayan menyediakan fasilitas lain seperti manajemen keanggotaan, fasilitas untuk pengaturan perangkat lunak, cetak barcode (baik barcode anggota maupun barcode buku), penyiangan serta fasilitas laporan dan unggah koleksi digital. c. Senayan dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman interpreter Senayan dibangun dengan menggunakan PHP sebagai bahasa pemrograman. PHP merupakan bahasa pemrograman interpreter yang memungkinkan untuk dimodifikasi. Dengan demikian maka perpustakaan memungkinkan memodifikasi Senayan sesuai dengan kebutuhan perpustakaan. d. Senayan dikembangankan oleh sumber daya manusia lokal Senayan dikembangan oleh sumber daya manusia lokal, atau dikembangkan oleh SDM bangsa Indonesia. Kondisi ini memberikan keuntungan bagi perpustakaan dan pengguna Senayan. Keuntungan tersebut adalah Senayan sesuai dengan kebutuhan perpustakaan di tanah air dan pengguna Senayan dapat berkomunikasi dengan mudah dengan para pengembang Senayan jika mengalami masalah dalam pemanfaatan Senayan. e. Instalasi Mudah dilakukan Sebagai perangkat lunak yang tergolong dalam jenis perangkat lunak berbasis web, instalasi Senayan mudah dilakukan, baik itu untuk sistem operasi windows maupun sistem operasi linux. f. Mampu berjalan di sistem operasi linux maupun windows. Windows ataupun linux merupakan dua sistem operasi yang familiar digunakan oleh perpustakaan di Indonesia. Senayan mampu berjalan stabil di dua sistem operasi tersebut. Dengan demikian maka perpustakaan pengguna sistem operasi windows maupun linux tidak perlu khawatir tidak dapat menggunakan Senayan karena tidak mampu berjalan disalah satu sistem operasi. g. Memiliki dokumentasi yang lengkap Dokumentasi (modul dan manual) memiliki peranan penting dalam pengembangan sebuah perangkat lunak, termasuk FOSS. Eksistensi dokumentasi akan memudahkan pengguna atau calon pengguna dalam memperlajari sebuah perangkat lunak. Dengan dokumentasi yang lengkap pengguna atau calon pengguna Senayan dapat dengan mudah mempelajari Senayan. h. Memiliki prospek pengembangan yang jelas Perkembangan Senayan terjadi sangat cepat dalam kurun waktu 2 tahun perangkat lunak itu terus memperbaiki diri. Perbaikan ini terlihat dari banyaknya versi yang telah dirilis ke publik. Kondisi ini mencerminkan bahwa perangkat lunak ini memiliki prospek pengembangan. Apabila perangkat lunak ini terus diperbaharui maka pengguna Senayan yang akan memperoleh manfaatnya dari perbaikan terhadap kelemahan serta fasilitas tambahan yang disediakan dalam versi Senayan terbaru. i. Memiliki forum komunikasi antara pengguna dan pengembang Senayan menggunakan icsisis@ yahoogroups.com sebagai forum komunikasi antar sesama pengguna Senayan atau pengembang Senayan. Keberadaan forum pengguna ini memungkinkan pengguna saling bertukar pengalaman terkait dengan pemanfaatan Senayan atau berkomunikasi dengan pengembangan jika mengalami kesulitan dalam pemanfaatan Senayan. Dengan demikian calon pengguna tidak perlu bingung kemana mereka berkonsultasi jika mengalami masalah dalam pemanfaatan Senayan, pengguna dapat berkonsultasi melalui milist ini. 1.2 Kelebihan (SLiMS Akasia 8) Berikut kelebihan dari SLIMS versi Akasia 8 ini: a. Menggunakan PHP versi 5. Securitynya lebih aman. b. Tampilan OPAC dan logo baru SLIMS. Desainnya juga lebih bagus. c. Ada banyak aplikasi baru. Salah satunya ada grup chat seperti di facebook. Ada di pojok kanan bawah. Tujuan dari aplikasi ini adalah untuk mempermudah komunikasi antara tenaga perpustakaan/pustakawan dengan pengunjung/pemustaka dalam hal pelayanan dan sirkulasi. d. Adanya lokasi peta, semacam google map. e. Adanya daftar pustaka yang otomatis langsung ada tiga versi, salah satuya ada versi Chicago style. Salah satu aplikasi yang mempermudah tugas pustakawan. f. Adanya aplikasi untuk pertukaran data antar perpustakaan. Jadi untuk beberapa perpustakaan yang melakukan kerjaMsama, bisa saling berbagi link data koleksi perpustakaannya. g. Untuk pengisian artikel/berita seputaran perpustakaan, adanya fitur LIBRARY NEWS. h. SLIMS versi Akasia 8 ini kita akan menemukan fitur baru di mana sebuah buku yang sama tapi hanya berbeda versi terjemahan bisa disatukan linknya. Caranya? Klik di bagian ‘related video data’ yang artinya link ini memberikan link informasi yang akurat untuk user. 2. Kekurangan (SLiMS) secara umum a. Kompatibilitas web browser Untuk mengakses Senayan diperlukan web browser. Sayangnya tidak semua web browser mampu menjalankan aplikasi ini dengan sempurna. Perangkat lunak ini merekomendasikan mozilla firefox sebagai web browser. Sehingga jika penggunaan web browser selain mozilla firefox mampu tampilan Senayan tidak akan muncul secara sempurna. Misalnya ada beberapa menu yang akan tertutupi oleh banner jika pengguna menggunakan internet eksplorer sebagai web browser. Namun jika hanya digunakan untuk mengakses OPAC (online public access catalog) semua web browser dapat digunakan. b. Otoritas akses file Senayan menyediakan fasilitas upload (unggah) file. Dengan fasilitas ini pengelola perpustakaan dapat menyajikan koleksi digital yang dimiliki perpustakaan, seperti e-book, e-journal, skripsi digital, tesis digital, dan koleksi digital lainnya. Namun fasilitas upload file ini tidak dilengkapi dengan pembagian otoritas akses file. Akibatnya setiap koleksi digital yang telah di upload ke dalam Senayan berarti dapat diakses oleh semua orang. Kondisi ini tentu sedikit mengkhawatirkan jika koleksi digital yang diupload adalah skripsi, tesis atau laporan penelitian digital. Skripsi digital, tesis atau laporan penelitian digital dibatasi aksesnya karena koleksi digital jenis rentan dengan masalah plagiasi.
Conclusion
A. Kesimpulan Pengembangan sistem otomasi di Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang menggunakan software SLiMS dapat meningkatkan kualitas dan kecepatan proses layanan kepada pengguna perpustakaan, sehingga dapat memperlancar proses pencarian informasi yang dibutuhkan. Selain itu sistem ini dapat membantu meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam pengelolaan manajemen perpustakaan. Senayan Library Management System (SLiMS) merupakan aplikasi OSS perpustakaan yang cukup terkenal di Indonesia, bahkan di luar negeri pun banyak yang menggunakan SLiMS sebagai metadatanya. Hal ini karena beberapa keunggulan yang dimiliki metadata ini sebagai mana yang telah dipaparkan. Diharapkan SLiMS ini lebih disosialisasikan kepada masyarakat luas dalam upaya mengembangkan perpustakaan digital di Indonesia. Semoga semangat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dalam bidang perpustakaan semakin tumbuh subur. B. Saran 1. Dalam kegiatan pengembangan sistem otomasi di Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang menggunakan software SLiMS, pengerjaan sudah sesuai dengan tahapan rencana kerja pada timeline kegiatan dan semua kegiatan tercapai, tetapi dalam pengoperasian SLiMS pada server sering mengalami gangguan. Hal ini mungkin dikarenakaan pada penggunaan XAMPP yang kurang support untuk digunakan di Windows Server 2012R2 yang dipakai pada server, sehingga dalam pengoperasiannya kita harus meremote dari komputer client di ruang pengolahan dengan menggunakan Teamviewer untuk men-stop apache dan mysql kemudian men-startnya kembali agar dapat online dan dapat dioperasikan kembali. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut kita kedepan yaitu harus mengganti XAMPP yang support dengan Windows Server 2012R2 dan akan mengganti OS (operating system) menggunakan LINUX agar lebih aman dari hack dan lebih ringan pengoperasian databasenya. 2. Kemudahan yang ditawarkan oleh SLiMS harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan pustakawan akan teknologi informasi. Mereka harus memahami dan dapat mengaplikasikan segala kemajuan teknologi itu untuk kepentingan perpustakaan. Karena akan sia-sia saja program-program itu diciptakan, jika tidak dimanfaatkan.