Analisis Personal Information Management (PIM) Pustakawan dalam Mengelola Informasi Digital di Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Universitas Diponegoro; Universitas Diponegoro
Abstrak
Perkembangan teknologi informasi yang pesat mengakibatkan informasi yang beredar semakin meningkat sehingga banyak terjadinya penumpukan informasi yang dapat mengganggu kegiatan manajemen informasi. Pustakawan perguruan tinggi menghadapi berbagai keilmuan yang komplek sehingga dituntut memiliki kemampuan Personal Information Management (PIM) dengan tepat terutama dalam mengelola informasi digital di perpustakaan agar mudah ditemukan dan digunakan kembali dalam waktu mendatang. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Personal Information Management (PIM) pustakawan dalam mengelola informasi digital di Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Adapun teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pustakawan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang telah melakukan aktivitas Personal Information Management (PIM) pada informasi digital di perpustakaan seperti e-journal, e-book, repository, OPAC, dan penerbitan perpustakaan. Serangkaian aktivitas Personal Information Management (PIM)yang dilakukan oleh pustakawan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang mulai dari penemuan informasi, penyimpanan dan pengelolaan informasi seperti pemberian nama dan pengelompokkan pada informasi digital, dantingkatan meta seperti pemeliharaan pada informasi digital dengan cara update dan back up. Hasil penelitian ini bermanfaat bagi kajian Personal Information Management (PIM), sekaligus bagi pustakawan dan institusi dalam mengelola informasi digital sekaligus mendukung penyebarluasan informasi.
Abstract
The rapid development of information technology has resulted in increasing circulation of information resulting in a lot of accumulation of information that can disruptinformation management activities. Higher education librarians face a variety of complex sciences, so they are required to have the right Personal Information Management (PIM) skills, especially in managing digital information in the library so that it is easy to find and reuse in the future. Therefore, this study aims to determine the Personal Information Management of librarians in managing digital information at the Semarang Shipping Science Polytechnic Library. The method used in this study is a qualitative method. As for data collection techniquesthrough observation, interviews, and document studies. The results showed that the librarians of the Semarang Shipping Science Polytechnic had carried out Personal Information Management activities on digital information in libraries such as e-journals, e-books, repositories, OPAC, and library publications. A series of Personal Information Management activities carried out by librarians of the Semarang Shipping Science Polytechnic start from information discovery, information storage and management such as naming and grouping digital information,and meta levels such as maintaining digital information by updating and backing up. The results of this study are useful for the study of Personal Information Management, as well as for librarians and institutions in managing digital information while supporting the dissemination of information
Keywords:
personal information management
· librarian
· digital information
Introduction
Perkembangan teknologi informasi yang pesat mengakibatkan produksi informasi semakin melimpah. Setiap orang mudah untuk mendapatkan informasi dimanapun dan kapanpun tanpa adanya batasan ruang dan waktu. Bertambahnya informasi ini juga muncul karena adanya fenomena ledakan informasi yang mengakibatkan informasi semakin menumpuk dan sulit terkendali sehingga menyulitkan individu untuk memilah informasi yang akurat dan sesuai dengan kebutuhan informasinya. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, penumpukan informasi juga mengganggu kegiatan manajemen informasi bagi para pekerja yang bergelut di bidang informasi seperti pustakawan. Pustakawan sebagai salah satu profesi yang bertugas dalam mencari, menyimpan, mengelola, dan menyebarluaskan informasi dituntut dapat menyajikan informasi yang akurat, berbobot, dan berkualitas dengan mengelola informasi pribadi yang tepat agar informasi tersebut sewaktu-waktu mudah ditemukan dan digunakan kembali. Hal ini sesuai dengan pendapat Pucihar et.al (2016) menyatakan bahwa informasi yang disimpan secara teratur dapat digunakan kembali untuk kepentingan selanjutnya. Kegiatan mulai dari menemukan, menyimpan, mengelola, memelihara hingga digunakan kembali disebut dengan kegiatan Personal Information Management (PIM). William Jones (2007) menyatakan bahwa Personal Information Management (PIM) mengacu pada praktik dan studi tentang aktivitas yang dilakukan seseorang untuk memperoleh, mengatur, memelihara, dan mengambil informasi untuk penggunaan sehari-hari. Sebagai seorang pustakawan perguruan tinggi yang menghadapi berbagai keilmuan yang komplek dan dituntut dapat mengikuti perkembangan teknologi sehingga pustakawan harus memiliki kemampuan Personal Information Management (PIM) terutama dalam mengelola informasi digital karena informasi digital sebagai sumber-sumber informasi di perpustakaan yang dapat diakses melalui web perpustakaan sehingga perlu adanya pengelolaan informasi. Sebagaimana pustakawan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang yang bertugas melayani taruna taruni, dosen, dan pegawai yang ada di lingkungan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang juga merasakan dampak adanya perkembangan teknologi informasi. Sebagai salah satu pustakawan perguruan tinggi vokasi yang berada di bawah Kementerian Perhubungan. Pustakawan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dituntut memiliki kemampuan manajemen informasi pribadi dalam mengelola berbagai informasi digital seperti berbagai jenis layanan web page yang dimiliki Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang antara lain catalog online, database online, e-journals, e-books, e-reporting, dan e-clips. Pustakawan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang sebagai tenaga pengelola perpustakaan harus meningkatkan kualitas informasinya dan menjadikan informasi tersebut siap dipakai dalam pengambilan keputusan dengan bantuan sistem komputer maupun web perpustakaan. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti yang dilakukan pada hari Senin, 28 Maret 2022 peneliti mengamati perilaku manajemen informasi pribadi pustakawan Politeknik Ilmu Pelayaran dalam mengelola informasi digital. Peneliti melihat bahwa setiap pustakawan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang memiliki kemampuan manajemen informasi pribadi dalam mengelola informasi digital. Namun, ditemukan perbedaan antara pustakawan satu dengan yang lainnya mengenai cara mengelola informasi digital. Hal tersebut didasari karena adanya perbedaan pemahaman mengenai Personal Information Management (PIM) dalam pengelolaan informasi digital. Terdapat pustakawan yang sudah mengetahui Personal Information Management (PIM) sehingga memudahkan penemuan kembali informasi yang dibutuhkan. Namun, ditemui juga pustakawan yang kurang memahami serangkaian kegiatan Personal Information Management (PIM) terdiri dari kegiatan apa saja? yang mereka ketahui hanya sebatas mengelola atau mengatur saja, sehingga masih ada pustakawan yang kesulitan menemukan lagi informasinya. Permasalahan ini pada umumnya disebabkan karena tidak menerapkan Personal Information Management (PIM) dengan baik dan benar. Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, peneliti mengambil judul “Analisis Personal Information Management (PIM) Pustakawan dalam Mengelola Informasi Digital di Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang”. Penelitian ini penting dilakukan karena masalah tersebut dapat menjadi cara yang dapat dilakukan pustakawan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dalam mengelola informasi digital. Setiap pustakawan dituntut memiliki dan mengembangkan kemampuan Personal Information Management (PIM) dalam mengelola informasi di perpustakaan karena Personal Information Management (PIM) tidak hanya membantu penemuan kembali saja, tetapi dapat melatih pustakawan dalam memilah dan mengorganisir informasi pribadinya dengan tepat. 2. Landasan Teori 2.1 Konsep Personal Information Management Personal Information Management (PIM) pertama kali dicetuskan oleh Lansdale pada tahun 1980-an di tengah kegembiraan masyarakat dalam memanfaatkan komputer pribadi sehingga mendorong manusia untuk melakukan pengelolaan informasi. Konsep Personal Information Management Personal (PIM) digunakan masyarakat karena mencakup komponen dalam pengelolaan informasi. Dalam bukunya yang berjudul “Keeping Found Things Found : The Study of Practice Personal Information Management”, William Jones (2007) mendefinisikan Personal Information Management sebagai: “the practice and the study of the activities a person performs in order to acquire or create, store, organize, maintain, retrieve, use and distribute the information needed to complete tasks”. Berdasarkan kutipan di atas dapat didefinisikan bahwa Personal Information Management (PIM) merupakan suatu praktik dan studi mengenai aktivitas seseorang untuk memperoleh, menyimpan, mengatur, memelihara, menemukan kembali, menggunakan, dan menyebarkan luaskan informasi dalam menyelesaikan pekerjaan atau tugas sehari-hari. Selain itu, Belloti et.al (2004) mendefinisikan bahwa urutan kegiatan Personal Information Management (PIM) melalui pengelompokkan atau pengklasifikasian, penempatan, dan pemberian deskripsi khusus agar informasi lebih mudah ditemukan kembali. Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa Personal Information Management adalah suatu praktik seseorang dalam mengelola informasinya secara terstruktur sehingga informasi tersebut nantinya dapat ditemukan dan digunakan kembali. Personal Information Management (PIM) menjadi suatu kegiatan yang penting dalam membantu penemuan informasi. Selain itu juga dapat menyaring informasi sesuai dengan kebutuhan seseorang sehingga waktu yang digunakan berjalan dengan efektif dan efisien. Hal ini sesuai dengan pendapat Sawant dan Manchekar (2019) mengatakan bahwa Personal Information Management (PIM) memberikan keuntungan dalam kehidupan pribadi seperti menghemat waktu dalam pencarian informasi, memudahkan pencarian informasi melalui pengaturan yang tepat, lebih efektif dan efisien dalam penyelesaian tugas, mencegah informasi yang berlebihan, dan meningkatkan aksesibilitas. Selain itu Lush (2014) juga mengatakan bahwa informasi pribadi setelah diproses harus diatur dengan baik untuk memastikan agar semua informasi disimpan di tempat yang tepat sehingga memudahkan pengambilan informasi. William Jones (2008) menjelaskan bahwa aktivitas Personal Information Management (PIM) terdiri dari 3 tahapan utama yaitu penemuan (finding), penyimpanan (keeping), dan tingkatan meta (meta level). Adapun penjelasan tahapan-tahapan komponen Personal Information Management (PIM) sebagai berikut, 1. Penemuan Informasi (Finding) Penemuan informasi merupakan aktivitas penemuan informasi yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan informasinya. Penemuan informasi dapat dilakukan dengan mengakses informasi dengan browsing, menggunakan kata kunci, dan melakukan penemuan dengan cara membaca cepat, membaca judul atau abstrak pada sebuah referensi atau katalog untuk mengenali bahwa informasi tersebut sudah sesuai dengan kebutuhannya. 2. Penyimpanan dan Pengelolaan (Keeping and Organizing) Setelah menemukan informasi, kegiatan selanjutnya yaitu penyimpanan dan pengelolaan informasi. Penyimpanan dan pengelolaan merupakan kegiatan yang saling berkaitan. Penyimpanan (keeping) artinya meletakkan informasi pada sebuah media penyimpanan. Penyimpanan informasi digital dapat berupa media elektronik seperti email, web, dan lain sebagainya. Adapun kegiatan selanjutnya yaitu pengelolaan (organizing) artinya memutuskan letak informasi yang akan disimpan dengan cara memberikan nama dan pengelompokkan pada informasi tersebut. 3. Tingkatan Meta (Meta-Level) Kegiatan meta level terdiri dari pemeliharaan informasi dibagi menjadi dua yaitu maintaining for now dan maintaining for later. Aktivitas pemeliharaan bertujuan untuk melindungi koleksi informasi, meminimalisir terjadinya kerusakan pada koleksi dan media penyimpanan informasi, dan pertimbangan lainnya agar koleksi tetap terjaga isi dan bentuknya sehingga dapat ditemukan dan digunakan kemudian hari. Maintaining for now merupakan pemeliharaan informasi saat ini. Adapun kegiatan pemeliharaan informasi yaitu melakukan back-up data untuk mengantisipasi terjadinya kehilangan data utama, informasi yang tidak disimpan tetap harus dibersihkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan, rutin melakukan sinkronisasi, pembaharuan (update), dan perbaikan data, membutuhkan bantuan orang lain untuk membantu pemeliharaan informasi. Sedangkan maintaining for later merupakan pemeliharaan informasi di waktu mendatang (10-30 tahun ke depan). Pemeliharaan jangka panjang pada informasi pribadi, terdapat tantangan dan pertimbangan yang harus diperhatikan. Adapun tantangan yang akan dihadapi yaitu dari perangkat lunak program komputer yang terus mengalami perubahan sehingga harus dipertimbangkan dengan matang. 2.2 Personal Information Management Pustakawan dalam Mengelola Informasi Digital di Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang Personal Information Management (PIM) merupakan kegiatan yang memiliki peran penting bagi pekerja informasi salah satunya adalah pustakawan. Menurut Suwarno (2011) pustakawan atau librarian adalah seseorang yang bekerja di bidang perpustakaan dan informasi yang sudah melalui pelatihan, seminar, kursus, maupun dengan pendidikan formal. Selain itu Rulyah (2018) juga menyatakan bahwa pustakawan merupakan suatu profesi yang didapatkan melalui pendidikan atau pelatihan khusus kepustakawanan dalam melakukan kegiatan perpustakaan. Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa pustakawan adalah suatu profesi yang telah ditempuh melalui pendidikan atau pelatihan khusus kepustakawanan yang memiliki tugas dan tanggung jawabnya dalam pengelolaan dan pelayanan informasi di perpustakaan. Melihat banyaknya informasi yang beredar dan sulit terkendali, pustakawan sebagai pengelola dan penyedia informasi sedang menghadapi permasalahan pada penumpukan informasi sehingga diperlukan pengelolaan informasi pribadi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan tersebut. Penumpukan informasi tidak hanya terbatas pada informasi tercetak saja, namun juga terjadi pada informasi digital. Selain itu, di bidang perpustakaan penggunaan informasi digital saat ini banyak dikelola karena informasi digital lebih mudah ditemukan dan digunakan. Termasuk di bidang perpustakaan, informasi, dan kearsipan, seseorang mulai banyak yang mengelola informasi digital dalam penyimpanannya seperti dokumen, email, dan bookmark. Menurut Undang-Undang No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik disebutkan bahwa informasi dapat berupa keterangan, pernyataan, gagasan, serta tanda-tanda yang mengandung nilai, makna dan pesan baik data, fakta maupun penjelasan yang dapat dilihat, didengar, dan dibaca yang disajikan dalam berbagai kemasan dan format sesuai dengan perkembangan teknologi informasi serta komunikasi secara elektronik ataupun non elektronik. Menurut Kelly (2011) mengatakan bahwa informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang. Berdasarkan kedua definisi di atas mengenai informasi maka dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan suatu data yang diolah sedemikian rupa menjadi bentuk yang mudah dipahami dan bernilai guna bagi penerima informasi tersebut. Maka dari itu informasi digital merupakan data yang sudah diolah menjadi sebuah informasi yang berguna dan mudah dipahami pengguna yang dikemas dalam bentuk elektronik atau bentuk file. Adapun contoh informasi digital tersebut adalah berbagai jenis layanan web page di perpustakaan seperti catalog online, database online, e-journals, e-books, ereporting, e-clips, repository, dan e-resources. Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang sebagai salah satu perpustakaan yang berada di bawah kementerian perhubungan yang bertugas memberikan layanan kepada civitas akademik seperti taruna-taruni, dosen, dan pegawai lainnya yang berada di lingkungan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Pustakawan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dituntut memiliki kemampuan Personal Information Management (PIM) yang tepat dalam mengelola informasi digital yang ada di perpustakaan, sebagai pustakawan tidak hanya sebatas mencari dan menyebarkan informasi tersebut. Melainkan pustakawan perlu bertindak lebih maksimal dalam pengelolaan informasi digital untuk mendapatkan suatu informasi yang lebih akurat dan berbobot yang nantinya informasi tersebut dapat ditemukan dan berguna bagi diri pustakawan.
Method
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Metode kualitatif menurut Gunawan (2013) merupakan “bentuk penelitian yang datanya tidak didapatkan melalui langkah statistik atau perhitungan seperti angka, berusaha untuk mengetahui dan mendeskripsikan arti kejadian seperti interaksi perilaku manusia dalam kondisi tertentu menurut pemikiran dan gagasan peneliti”. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Dalam melakukan penentuan informan, peneliti menggunakan tiga kriteria, yaitu pustakawan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, pustakawan yang sudah pernah melakukan Personal Information Management (PIM), dan pustakawan yang sudah pernah mengelola informasi digital. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Peneliti memilih untuk menggunakan metode wawancara semi terstuktur. Adapun teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah teknik model interaktif dari Miles dan Huberman (1984) dari proses reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi.
Result & Discussion
4.1 Pemahaman Personal Information Management Pustakawan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang Pustakawan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang memahami bahwa pengertian Personal Information Management (PIM) sebagai suatu aktivitas atau kegiatan untuk mengelola informasi yang dimiliki setiap individu yang dapat berguna bagi diri sendiri. Pernyataan informan mengenai Personal Information Management (PIM) dinyatakan dalam kutipan berikut, “PIM itu adalah cara untuk mengelola informasi yang dimiliki kita. Bagaimana kita memanajemennya informasi terus bisa digunakan lagi.” (Informan 1, Rabu 30 November 2022 pukul 11.30 WIB). Pernyataan yang sama juga diungkapkan oleh pustakawan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang yang lain dalam kutipan berikut, “Personal Information Management itu apa ya? Kalau dari artian itu kan manajemen informasi pribadi. Jadi menurut pemahaman saya Personal Information Management itu manajemen kan mengelola, mengatur ya sama halnya, jadi mengelola informasi yang dimiliki setiap individu. Kalau kita bisa mengaturnya dengan baik pasti dapat berguna untuk diri kita sendiri pastinya.” (Informan 2, Rabu 30 November 2022 pukul 13.25 WIB). “Personal Information Management itu suatu aktivitas seseorang untuk mengatur informasi personalnya bagaimana kita memulainya sampai akhirnya bisa digunaiin lagi.” (Informan 3, Selasa 13 Desember 2022 pukul 11.30 WIB). Berdasarkan hasil wawancara dengan informan selaku pustakawan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dapat diketahui bahwa Personal Information Management merupakan suatu aktivitas atau kegiatan untuk mengelola, mengatur informasi pribadi yang dimiliki dari serangkaian kegiatan dari awal hingga akhirnya dapat digunakan kembali sehingga dapat berguna bagi diri sendiri. Selain itu dengan adanya Personal Information Management, pustakawan akan lebih mudah untuk menemukan informasi yang dibutuhkan, menghemat waktu dalam pencarian informasi yang sudah lama disimpan karena sudah memiliki Personal Information Management (PIM) yang baik dan dapat menyelesaikan pekerjaan pustakawan secara efektif dan efisien. 4.2 Personal Information Management Pustakawan dalam Mengelola Informasi Digital di Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang Pemaparan hasil dilakukan dengan menggunakan konsep Personal Information Management (PIM) dari William Jones (2008) yang menjelaskan bahwa aktivitas PIM terdiri dari 3 tahapan utama yaitu penemuan (finding), penyimpanan (keeping), dan tingkatan meta (meta level), sebagai berikut: 4.2.1 Penemuan Informasi Digital oleh Pustakawan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang Penemuan informasi digital yang dilakukan pustakawan Politeknik Ilmu Pelayaran dari berbagai jenis layanan web page perpustakaan. Penemuan informasi digital pada e-book dilakukan dengan menggunakan kata kunci seperti judul buku, ISBN, tahun, dan kategori bukunya. Sedangkan untuk penemuan informasi digital pada e-journal dilakukan dengan memasukkan kata kunci seperti nama pengarang dan judulnya. Selain itu penemuan informasi juga dilakukan dengan cara membaca cepat isi informasi, membaca judul, abstrak, simpulan, pendahuluan. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan dapat diketahui bahwa sebagian besar cara penemuan informasi pustakawan dilakukan dengan cara menggunakan kata kunci seperti judul, tahun, nama pengarang, kategori, dan nomor ISBN agar dapat menemukan informasi yang dibutuhkan. Setelah itu pustakawan juga melakukan teknik penemuan informasi dengan cara membaca cepat isi informasi, membaca judul, abstrak, simpulan, pendahuluan, dan catatan bagian akhir cover belakang buku. 4.2.2 Penyimpanan dan Pengelolaan Informasi Digital oleh Pustakawan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang Penyimpanan informasi digital juga dilakukan oleh pustakawan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dengan menggunakan media penyimpanan dalam database dan flashdisk yang dinyatakan dalam kutipan berikut, “Media simpannya masih menggunakan flashdisk dan hardisk..” (Informan 3, Selasa 13 Desember 2022 pukul 11.30 WIB). “Media penyimpanan di email, caranya saya download file e-book terus disimpan di folder dulu kan, nah abis itu saya save lewat email.” (Informan 2, Rabu 30 November 2022 pukul 13.25 WIB). Dari hasil wawancara dengan informan dapat diketahui bahwa sebagian besar pustakawan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang telah melakukan aktivitas penyimpanan informasi informasi digital yang dilakukan melalui penyimpanan pribadi seperti komputer, flashdisk, email, database maupun website perpustakaan. Setelah melakukan penyimpanan informasi, kegiatan selanjutnya adalah pengelolaan (organizing) informasi. Kegiatan pengelolaan informasi yang pertama yaitu melakukan pemberian nama dengan melakukan pemberian nama pada informasi digital yang telah disimpan dengan diberi nama berdasarkan nama judul buku, urutan abjad nama pengarang, dan tahun pembelian. Aktivitas pengelolaan pada informasi digital selanjutnya adalah pengelompokkan pada informasi digital berdasarkan subjek, author, judul, tahun, dan kategori bukunya. Sedangkan jenis koleksi untuk repository masuk dalam jenis buku, prosiding, atau skripsi 4.2.3 Pemeliharaan Informasi Digital oleh Pustakawan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang Pemeliharaan informasi digital yang dilakukan oleh pustakawan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dinyatakan dalam kutipan berikut, “Iya memang secara digital harus kontinu untuk update. Jadi database itu perlu di update tiap bulan. Agar kenapa? Agar ketika server down atau bermasalah tidak kehilangan datanya.” (Informan 1, Rabu 30 November 2022 pukul 11.30 WIB). “Iya harus rutin di update kalau ada pemberitahuan, biar data-datanya, fiturnya selalu update, untuk back up juga harus biar gak kehilangan informasinya, hmm biasanya saya back up pake Google Drive aja sih yang lebih gampang.” (Informan 4, 22 Desember 2022 pukul 13.30 WIB). Berdasarkan hasil wawancara dengan informan dapat diketahui bahwa aktivitas pemeliharaan pada informasi digital yang dilakukan oleh Pustakawan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang sebagian besar dengan rutin update dan back up dengan menggunakan flashdisk dan google drive. Pemeliharaan informasi digital penting dilakukan oleh pustakawan karena sifat informasi digital lebih mudah rusak dan rentan terjadi error dibandingkan dengan informasi tercetak sehingga yang menjadi tantangan informasi digital terletak pada teknologi informasinya, maka untuk mengatisipasi terjadinya kerusakan pada server tidak kehilangan data karena pustakawan sudah mempunyai cadangan sehingga informasi masih berguna. 4.3 Potensi Personal Information Management Pustakawan dalam Mengelola Informasi Digital di Perpustakaan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang Personal Information Management (PIM) penting dimiliki oleh pustakawan dalam mengelola informasi yang ada di perpustakaan. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan dapat diketahui bahwa kemampuan Personal Information Management (PIM) dalam mengelola informasi digital penting dimiliki oleh pustakawan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, yang mana sekarang banyak informasi yang beredar dan kadang sulit membedakan informasi yang sesuai dengan kebutuhan kita. Oleh karena itu dengan adanya kemampuan Personal Information Management (PIM) ini dapat membantu pustakawan dalam menemukan dan menggunakan kembali informasi dalam waktu mendatang dan kemampuan Personal Information Management dapat mempermudah pustakawan mengerjakan tugasnya dalam mengelola informasi-informasi digital yang ada di perpustakaan. Pustakawan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dalam melakukan kegiatan Personal Information Management (PIM), tentunya juga mengalami beberapa kendala ketika melakukan serangkaian kegiatan Personal Information Management (PIM) diantaranya kemampuan atau keterampilan mengenai IT setiap pustakawan masih kurang. Selain itu sering adanya gangguan pada komputer yang mengakibatkan database lemot, tidak dapat diakses, yang mana kendala tersebut dapat menghambat keberlangsungan kegiatan pengelolaan informasi digital di perpustakaan. Oleh karena itu, solusi yang dilakukan oleh pustakawan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dalam mengatasi berbagai kendala ketika melakukan Personal Information Management (PIM) yaitu mengurangi ketergantungan bantuan dari unit IT, meningkatkan pelatihan terutama tentang pentingnya kemampuan Personal Information Management (PIM), terus belajar dengan pihak yang ahli pada bidangnya, mengikuti perkembangan IT karena informasi digital erat kaitannya dengan teknologi, merekrut lebih banyak pustakawan yang ahli dalam bidang IT, dan meningkatkan kemampuan Personal Information Management (PIM) pada pustakawan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang.
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pustakawan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang telah melakukan Personal Information Management (PIM) pada informasi digital yang ada di perpustakaan seperti e-journal, e-book, repository, OPAC, dan penerbitan perpustakaan. Serangkaian kegiatan Personal Information Management yang dilakukan oleh pustakawan mulai dari penemuan informasi dengan cara menggunakan kata kunci seperti judul, tahun, nama pengarang, kategori, nomor ISBN. Teknik penemuan informasi lainnya dengan cara membaca cepat isi informasi, membaca judul, abstrak, simpulan, pendahuluan, dan catatan bagian akhir cover belakang buku. Penyimpanan dengan media flashdisk, email, dan hardisk. Sedangkan pengelolaan informasi seperti pemberian nama pengarang, judul buku, dan tahunnya dan pengelompokkan pada informasi digital jenis atau subjek, author, judul, tahun, kategori buku, dan tingkatan meta seperti pemeliharaan pada informasi digital dengan cara update rutin dan back up menggunakan flashdisk dan google drive. Pentingnya kemampuan Personal Information Management (PIM) dimiliki oleh pustakawan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dalam mengelola informasi digital. Kemampuan Personal Information Management (PIM) dapat membantu pustakawan dalam menemukan dan menggunakan kembali informasi-informasi dalam waktu mendatang. Selain itu kemampuan Personal Information Management (PIM) dapat mempermudah pekerjaan pustakawan dalam mengelola informasi digital di perpustakaan.