IMPLEMENTASI PROGRAM WISATA EDUKASI DALAM MENUMBUHKAN LITERASI MASYARAKAT DI TAMAN BACA MUTIARA HATI KOTA BUKITTINGGI
Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya Taman Bacaan Mutiara Hati, pelaksanaan program wisata edukasi, serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program wisata edukasi dalam menumbuhkan literasi masyarakat di Taman Bacaan Mutiara Hati Kota Bukittinggi. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) upaya yang dilakukan TBM Mutiara Hati dalam membina literasi masyarakat antara lain menyediakan koleksi bahan bacaan yang beragam, menyediakan ruang baca yang nyaman, mengadakan program-program menarik, mendokumentasikan segala jenis kegiatan dan mengunggahnya ke youtube, bekerjasama dengan pemerintah. dan pelayanan, memberikan pelayanan yang baik kepada pengunjung; (2) pelaksanaan program wisata edukasi untuk menumbuhkan literasi masyarakat terdiri dari pembelajaran bahasa Inggris dengan native speaker, pembelajaran menulis puisi, cerpen, dan buku, mendongeng, belajar tentang tumbuhan, mengunjungi taman kanak-kanak dan sekolah dasar di Kota Bukittinggi, menonton video dan telah dilaksanakan dengan baik dibahas dalam 2 aspek yaitu proses dan tujuan, yang meliputi efek yang terjadi pada masyarakat dan tingkat perubahan dalam masyarakat; (3) faktor pendukung dalam pelaksanaan program wisata edukasi untuk menumbuhkan literasi masyarakat antara lain dukungan dari Pemerintah Kota Bukittinggi, bantuan sosial dari Dinas Perpustakaan dan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, adanya relawan taman baca, dukungan dari masyarakat sekitar. masyarakat, adanya dukungan dari penggiat literasi di kota Bukittinggi, dukungan dari media atau pers, kondisi alam dan keindahan taman bacaan yang unik. Adapun faktor penghambatnya antara lain pola pikir masyarakat yang kurang mendidik, kurangnya fasilitas pendukung, kurangnya tenaga relawan taman baca, letak taman baca di pinggiran kota, situasi pandemi, area taman baca yang sempit, pengaturan waktu. kegiatan yang berbenturan dengan jadwal kerja dan sekolah.
Abstract
This study aims to describe the efforts of Mutiara Hati Reading Park, the implementation of educational tourism programs, and the factors supporting and inhibiting the implementation of educational tourism programs in growing public literacy in Mutiara Hati Reading Park, Bukittinggi City. The sample was conducted by purposive sampling method. Collecting data was conducted by from observations, interviews, and documentation.This data analysis technique was carried out in three steps through data collection, data reduction, and drawing conclusions. The results showed that: (1) the efforts made by Mutiara Hati TBM in fostering community literacy include providing a diverse collection of reading materials, providing comfortable reading rooms, holding interesting programs, documenting all types of activities and uploading them to youtube, in collaboration with the government. and service, providing good service to visitors; (2) the implementation of the educational tourism program to foster community literacy consists of learning English with native speakers, learning to write poetry, short stories, and books, storytelling, learning about plants, visiting kindergartens and elementary schools in Bukittinggi City, watching videos and has been implemented properly discussed in 2 aspects, namely the process and objectives, which include the effects that occur on society and the level of change in society ; (3) supporting factors in implementing educational tourism programs to foster community literacy include support from the Bukittinggi city government, social donations from the Library Service and the Office for the Protection of Women and Children, the existence of reading garden volunteers, support from the local community, the existence of support from literacy activists in the city of Bukittinggi, support from the media or the press, natural conditions and the beauty of a unique reading garden. The inhibiting factors include the uneducational mindset of the community, lack of supporting facilities, the lack of a reading garden volunteer personnel, the location of the reading park on the outskirts of the city, the pandemic situation, the narrow reading park area, the timing of activities that clash with the work schedule and school.
Keywords:
Taman Bacaan Mutiara Hati
· Implementasi Program Wisata Edukasi
· Literasi Masyaraka
Introduction
Manusia merupakan makhluk yang memiliki akal yang dapat digunakan dalam proses belajar. Proses belajar ini dapat dilakukan di mana saja dan berasal dari apa saja, salah satunya adalah buku. Sumber belajar berupa buku atau kegiatan bermanfaat lainnya yang berguna untuk meningkatkan kualitas diri salah satunya dapat diperoleh melalui wadah belajar nonformal yang berada di lingkungan masyarakat yang biasa disebut dengan Taman Bacaan Masyarakat. Taman Bacaan Masyarakat merupakan versi pembaharuan atau inovasi dari Taman Pustaka Rakyat yang sudah ada sejak tahun 1992 yang memiliki tujuan untuk meningkatkan minat dan budaya baca masyarakat. Taman Bacaan Masyarakat dapat juga diartikan sebagai sumber pendidikan masyarakat yang diharapkan mampu memotivasi tumbuhnya kesadaran membaca di masyarakat. Tujuan didirikannya Taman Bacaan Masyarakat adalah untuk memberikan pelayanan berupa pengadaan bahan bacaan bagi masyarakat setempat guna meningkatkan kualitas hidup di lingkungan masyarakat sekitar Taman Bacaan Masyarakat. Peran atau manfaat dari Taman Bacaan Masyarakat juga senada dengan UU nomor 43 Tahun 2007 bahwa budaya membaca dapat dilakukan melalui masyarakat dengan mendirikan Taman Bacaan Masyarakat. Taman Bacaan Masyarakat memiliki perbedaan dengan perpustakaan karena lebih bersifat non-formal dan memiliki cakupan tidak seluas perpustakaan. Dalam menjalankan kegiatan sehari-harinya, Taman Bacaan Masyarakat berorientasi pada pendidikan seputar aksara dan mengembangkan kreatifitas masyarakat. Oleh karena itu, Taman Bacaan Masyarakat disebut juga sebagai sebuah tempat yang menyajikan bahan bacaan yang dibutuhkan oleh masyarakat guna meningkatkan kemampuan membaca dan belajar masyarakat. Seperti halnya di Kota Bukittinggi, terdapat Taman Baca Mutiara Hati yang juga berupaya untuk menjadikan masyarakat untuk gemar membaca, menulis, dan mengunjungi Taman Baca maupun Perpustakaan di daerah Bukittinggi. Taman Baca Mutiara Hati ini merupakan satu-satunya taman bacaan masyarakat yang masih aktif bergerak sejak tahun 2017 dan sudah dikunjungi oleh pengunjung mancangara sebanyak 24 negara. Selain itu, Taman Baca Mutiara Hati juga menempati urutan ke2 sebagai pusat informasi sahabat anak se-Indonesia. Taman Baca Mutiara Hati memiliki desain yang unik dan menarik seperti taman dengan banyak bunga, pohon, kolam ikan, dan area permainan anak yang diyakini dapat memberikan gambaran bahwa taman baca merupakan sarana edukasi sekaligus rekreasi (Subagio, 2018). Taman Baca Mutiara Hati hadir dan berdiri di lingkungan masyarakat untuk dapat mengatasi masalah rendahnya minat baca masyarakat yang diakibatkan kurangnya akses untuk mendapatkan bahan bacaan karena masalah ekonomi yang lemah maupun jarak tempuh ke perpustakaan umum di Kota Bukittinggi dengan membuat sebuah program yang diberi nama “wisata edukasi” untuk masyarakat agar dapat belajar sambil bermain dengan meningkatkan kemampuan, keterampilan, pengetahuan, dan memperluas wawasan sebagai bekal untuk mengembangkan potensi diri dalam setiap aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Program yang dimiliki Taman Baca Mutiara Hati ini tujuannya tidak hanya untuk menumbuhkan literasi masyarakat dengan membaca buku, akan tetapi juga mengajarkan berbagai kegiatan yang memanfaatkan alam agar terbentuknya model masyarakat yang gemar belajar dengan rasa ingin tahu yang tinggi melalui kegiatan membaca atau literasi (Suwanto, 2015). Kegiatan-kegiatan yang termasuk ke dalam program wisata edukasi ini selain membaca koleksi buku yang ada dapat dijabarkan sebagai berikut. (1) Belajar bahasa Inggris dengan sahabat taman baca yang merupakan native speaker, (2) Belajar berpuisi dan menulis cerpen, dan buku, (3) Mendongeng, (4) Belajar seputar tanaman (berkebun), (5) Kunjungan rutin oleh TK dan SD yang ada di Kota Bukittinggi, (6) Menonton video (film, dokumenter, sejarah, dll). Merujuk pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Ayu Nur Adida di Taman Baca Masyarakat Karya Mulya di Mata Merah Sematang Borang Palembang pada tahun 2021 menunjukkan hasil bahwa upaya yang dilakukan TBM dalam menumbuhkan minat baca anak yaitu dengan melakukan kegiatan rutin yang berupa membaca, berdiskusi, membedah buku, dan menulis. Pelaksanaan program oleh TBM Karya Mulia dimaksudkan untuk dapat menumbuhkan budaya baca masyarakat dengan bantuan dari pihakpihak terkait agar program yang dilakukan dapat berhasil sehingga masyarakat terbantu dalam berlatih mencari informasi sesuai dengan kebutuhannya. Sedangkan di Taman Baca Mutiara Hati memiliki program wisata edukasi yang dapat menjadi wadah untuk masyarakat Kota Bukittinggi agar lebih membiasakan literasi tidak hanya dengan membaca dan menulis, akan tetapi dengan kegiatam-kegiatan yang ada di Taman Baca Mutiara Hati. Program Wisata Edukasi ini merupakan program unggulan yang tidak ditemui di Taman Baca lain. Sesuai penjelasan sebelumnya bahwa keunikan Taman Baca Mutiara Hati Kota Bukittingi beserta kegiatan dari program wisata edukasi yang bertujuan untuk dapat menumbuhkan minat literasi masyarakat serta menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pengetahuan, keterampilan, dan wawasan masyarakat yang mengunjungi Taman Baca Mutiara Hati Kota Bukittinggi. Berdasarkan latar belakang masalah ini, maka dari itu penelitian ini akan mengkaji tentang upaya yang dilakukan taman baca dalam menumbuhkan literasi masyarakat serta implementasi program wisata edukasi dalam menumbuhkan literasi masyarakat di Taman Baca Mutiara Hati Kota Bukittinggi, dan faktor pendukung penghambat dalam pengimplementasian program wisata edukasi tersebut.
Method
Manusia merupakan makhluk yang memiliki akal yang dapat digunakan dalam proses belajar. Proses belajar ini dapat dilakukan di mana saja dan berasal dari apa saja, salah satunya adalah buku. Sumber belajar berupa buku atau kegiatan bermanfaat lainnya yang berguna untuk meningkatkan kualitas diri salah satunya dapat diperoleh melalui wadah belajar nonformal yang berada di lingkungan masyarakat yang biasa disebut dengan Taman Bacaan Masyarakat. Taman Bacaan Masyarakat merupakan versi pembaharuan atau inovasi dari Taman Pustaka Rakyat yang sudah ada sejak tahun 1992 yang memiliki tujuan untuk meningkatkan minat dan budaya baca masyarakat. Taman Bacaan Masyarakat dapat juga diartikan sebagai sumber pendidikan masyarakat yang diharapkan mampu memotivasi tumbuhnya kesadaran membaca di masyarakat. Tujuan didirikannya Taman Bacaan Masyarakat adalah untuk memberikan pelayanan berupa pengadaan bahan bacaan bagi masyarakat setempat guna meningkatkan kualitas hidup di lingkungan masyarakat sekitar Taman Bacaan Masyarakat. Peran atau manfaat dari Taman Bacaan Masyarakat juga senada dengan UU nomor 43 Tahun 2007 bahwa budaya membaca dapat dilakukan melalui masyarakat dengan mendirikan Taman Bacaan Masyarakat. Taman Bacaan Masyarakat memiliki perbedaan dengan perpustakaan karena lebih bersifat non-formal dan memiliki cakupan tidak seluas perpustakaan. Dalam menjalankan kegiatan sehari-harinya, Taman Bacaan Masyarakat berorientasi pada pendidikan seputar aksara dan mengembangkan kreatifitas masyarakat. Oleh karena itu, Taman Bacaan Masyarakat disebut juga sebagai sebuah tempat yang menyajikan bahan bacaan yang dibutuhkan oleh masyarakat guna meningkatkan kemampuan membaca dan belajar masyarakat. Seperti halnya di Kota Bukittinggi, terdapat Taman Baca Mutiara Hati yang juga berupaya untuk menjadikan masyarakat untuk gemar membaca, menulis, dan mengunjungi Taman Baca maupun Perpustakaan di daerah Bukittinggi. Taman Baca Mutiara Hati ini merupakan satu-satunya taman bacaan masyarakat yang masih aktif bergerak sejak tahun 2017 dan sudah dikunjungi oleh pengunjung mancangara sebanyak 24 negara. Selain itu, Taman Baca Mutiara Hati juga menempati urutan ke2 sebagai pusat informasi sahabat anak se-Indonesia. Taman Baca Mutiara Hati memiliki desain yang unik dan menarik seperti taman dengan banyak bunga, pohon, kolam ikan, dan area permainan anak yang diyakini dapat memberikan gambaran bahwa taman baca merupakan sarana edukasi sekaligus rekreasi (Subagio, 2018). Taman Baca Mutiara Hati hadir dan berdiri di lingkungan masyarakat untuk dapat mengatasi masalah rendahnya minat baca masyarakat yang diakibatkan kurangnya akses untuk mendapatkan bahan bacaan karena masalah ekonomi yang lemah maupun jarak tempuh ke perpustakaan umum di Kota Bukittinggi dengan membuat sebuah program yang diberi nama “wisata edukasi” untuk masyarakat agar dapat belajar sambil bermain dengan meningkatkan kemampuan, keterampilan, pengetahuan, dan memperluas wawasan sebagai bekal untuk mengembangkan potensi diri dalam setiap aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Program yang dimiliki Taman Baca Mutiara Hati ini tujuannya tidak hanya untuk menumbuhkan literasi masyarakat dengan membaca buku, akan tetapi juga mengajarkan berbagai kegiatan yang memanfaatkan alam agar terbentuknya model masyarakat yang gemar belajar dengan rasa ingin tahu yang tinggi melalui kegiatan membaca atau literasi (Suwanto, 2015). Kegiatan-kegiatan yang termasuk ke dalam program wisata edukasi ini selain membaca koleksi buku yang ada dapat dijabarkan sebagai berikut. (1) Belajar bahasa Inggris dengan sahabat taman baca yang merupakan native speaker, (2) Belajar berpuisi dan menulis cerpen, dan buku, (3) Mendongeng, (4) Belajar seputar tanaman (berkebun), (5) Kunjungan rutin oleh TK dan SD yang ada di Kota Bukittinggi, (6) Menonton video (film, dokumenter, sejarah, dll). Merujuk pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Ayu Nur Adida di Taman Baca Masyarakat Karya Mulya di Mata Merah Sematang Borang Palembang pada tahun 2021 menunjukkan hasil bahwa upaya yang dilakukan TBM dalam menumbuhkan minat baca anak yaitu dengan melakukan kegiatan rutin yang berupa membaca, berdiskusi, membedah buku, dan menulis. Pelaksanaan program oleh TBM Karya Mulia dimaksudkan untuk dapat menumbuhkan budaya baca masyarakat dengan bantuan dari pihakpihak terkait agar program yang dilakukan dapat berhasil sehingga masyarakat terbantu dalam berlatih mencari informasi sesuai dengan kebutuhannya. Sedangkan di Taman Baca Mutiara Hati memiliki program wisata edukasi yang dapat menjadi wadah untuk masyarakat Kota Bukittinggi agar lebih membiasakan literasi tidak hanya dengan membaca dan menulis, akan tetapi dengan kegiatam-kegiatan yang ada di Taman Baca Mutiara Hati. Program Wisata Edukasi ini merupakan program unggulan yang tidak ditemui di Taman Baca lain. Sesuai penjelasan sebelumnya bahwa keunikan Taman Baca Mutiara Hati Kota Bukittingi beserta kegiatan dari program wisata edukasi yang bertujuan untuk dapat menumbuhkan minat literasi masyarakat serta menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pengetahuan, keterampilan, dan wawasan masyarakat yang mengunjungi Taman Baca Mutiara Hati Kota Bukittinggi. Berdasarkan latar belakang masalah ini, maka dari itu penelitian ini akan mengkaji tentang upaya yang dilakukan taman baca dalam menumbuhkan literasi masyarakat serta implementasi program wisata edukasi dalam menumbuhkan literasi masyarakat di Taman Baca Mutiara Hati Kota Bukittinggi, dan faktor pendukung penghambat dalam pengimplementasian program wisata edukasi tersebut.
Result & Discussion
1. Upaya Taman Baca Mutiara HAti dalam Menumbuhkan Literasi MasyarakatSesuai dengan fungsi taman baca sebagai tempat sarana tumbuhnya minat baca masyarakat serta menumbuhkan kemampuan literasi informasi, dan membantu pengembangan bakat dan kecerdasan masyarakat. Oleh karena itu, sesuai dengan teori dari Mudjito (2001), tentang upaya yang dapat diterapkan taman baca untuk menarik minat masyarakat untuk berkunjung dan melakukan kegiatan literasi yang dikelompokkan kepada 2 jenis kegiatan yaitu: (1) yang secara langsung berkaitan dengan buku; (2) dan yang tidak berkaitan dengan buku. Oleh karena itu, Taman Baca Mutiara Hati terus melakukan upaya-upaya untuk menarik perhatian dan minat masyarakat untuk berkunjung ke taman baca agar taman baca dapat menjalankan fungsinya dengan semestinya. Berdasarkan temuan penelitian sebelumnya, upaya yang dilakukan Taman Baca Mutiara Hati dalam menumbuhkan literasi masyarakat dijelaskan sebagai berikut.a. Menyediakan koleksi bahan bacaan yang beragamTaman Baca melakukan upaya pertama berupa kegiatan yang langsung berhubungan dengan buku, yaitu menyediakan koleksi bahan bacaan yang beragam sehingga dapat dimanfaatkan bagi semua jenis usia. Koleksi ini didapat dari berbagai sumber seperti hibah dan donasi pribadi. Buku-buku yang sudah diberikan akan diolah terlebih dahulu untuk dimasukkan ke dalam katalog online dan dikelompokkan berdasarkan kelasnya agar pengunjung tidak kesulitan dalam menemukan dan mencari referensi nantinya. Koleksi bahan bacaan juga memikirkan pengunjung dengan jenis usia, untuk anak-anak akan banyak koleksi buku anak-anak yang berwarna dan bergambar agar lebih termotivasi untuk membaca. Upaya menyediakan bahan bacaan yang beragam ini sesuai dengan defenisi taman bacaan merupakan tempat untuk menyediakan bahan bacaan agar tumbuhnya semangat membaca masyarakat setempat (Ruslan, 2020).b. Menyediakan tempat atau ruang membaca yang nyamanUpaya kedua yang dilakukan Taman Baca Mutiara Hati adalah dengan menyediakan tempat atau ruang membaca yang menyenangkan dengan desain yang menarik. Taman baca mengupayakan memberikan layanan yang baik kepada pengunjung, hal ini dilakukan agar pengunjung akan terus datang berkunjung kembali karena suasana yang asik dan menyenangkan. Tempat atau ruang membaca yang ada di Taman Baca Mutiara Hati ini memiliki desain yang asik dan menyenangkan, tempat membaca yang didesain seperti saung membuat pengunjung nyaman untuk beraktivitas disana karena nyaman dan sejuk. Selain itu juga terdapat meja membaca yang unik yang terbuat dari bahan-bahan bekas. Tempat atau ruang membaca yang disediakan Taman Baca Mutiara Hati ini tidak hanya semata-mata dipergunakan untuk membaca, tetapi bisa digunakan untuk belajar dan melakukan aktivitas lainnya. Adapun upaya ini sesuai dengan pendapat Affandi (2017) yang mengatakan bahwa taman baca menyajikan pelayanan yang lengkap dengan ruangan baca bagi masyarakat.c. Mengadakan kegiatan dan program yang menarik bagi pengunjungUpaya ketiga yang dilakukan Taman Baca Mutiara Hati adalah dengan menciptakan sebuah program yang bernama wisata edukasi. Program tersebut terdiri dari beberapa kegiatan yang berada dalam rumpun literasi. Kegiatan ini diciptakan mengingat arti literasi pada masa sekarang tidak hanya lagi seputar membaca. Kegiatan ini diciptakan dengan kombinasi bermain atau berekreasi yang dilakukan sambil belajar. Contoh kegiatannya antara lain: (1) belajar bahasa Inggris dengan sahabat taman baca; (2) belajar menulis puisi, cerpen, dan buku; (3) mendongeng; (4) belajat seputar tanaman (berkebun); (5) kunjungan rutin oleh TK atau SD yang ada di Kota Bukittinggi; (6) menonton video. Dengan adanya kegiatan yang diupayakan taman baca ini diharapkan dapat menumbuhkan literasi masyarakat di Kota Bukittinggi.d. Mendokumentasikan semua jenis kegiatan yang ada dan diunggah ke youtubeUpaya keempat yang dilakukan Taman Baca Mutiara Hati adalah dengan membuatkan video dokumentasi mengenai semua kegiatan yang ada di taman baca yang nantinya akan diunggah ke akun youtube Taman Baca Mutiara Hati. Video dokumentasi akan diedit semenarik mungkin agar masyarakat tertarik untuk menonton dan timbul keinginan untuk mengunjungi Taman Baca Mutiara Hati. Video youtube ini diyakini dapat menjadi media penyebaran informasi yang diminati masyarakat pada masa sekarang. Hal ini juga menjadi peluang bagi taman baca untuk mempromosikan keberadaannya. Dengan adanya upaya ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat luas untuk mengeksplorasi lebih taman baca.e. Bekerjasama dengan pemerintah dan kedinasanUpaya kelima yang dilakukan Taman Baca adalah dengan menjalin kerjasama bersama pemerintah kota untuk mendapatkan bantuan dana, fasilitas, izin, dan promosi yang digunakan untuk kepentingan bersama yaitu kesejahteraan pengunjung. Pemerintah kota juga memberikan izin membuat jalan yang dipergunakan sebagai area taman baca. Selain dengan pemerintah kota, taman baca juga menjalin kerjasama dengan Dinas Perpustakaan untuk mengembangkan kemampuan relawan taman baca dalam membuat katalog online perpustakaan mini, dan juga Dinas Perpustakaan memberikan bantuan berupa koleksi bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Selanjutnya Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak yang memberikan bantuan berupa koleksi bahan bacaan yang ramah anak, karena Taman Baca memiliki prestasi sebagai urutan ke-2 PISA (Pusat Informasi Sahabat Anak) seIndonesia.f. Memberikan pelayanan yang baik kepada pengunjungUpaya keenam yang dilakukan Taman Baca Mutiara Hati adalah dengan memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pengunjung agar tidak mengalami kejenuhan. Taman baca mengupayakan untuk selalu memenuhi kebutuhan pengunjung dan mendampingi jika diperlukan. Taman baca memberikan pelayanan tambahan berupa makanan dan minuman yang disediakan untuk pengunjung yang berada di Taman Baca. Dengan segala upaya yang telah dilakukan ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk terus mengunjungi taman baca dan melakukan kegiatan literasi.2. Implementasi Program Wisata Edukasi dalam Menumbuhkan Literasi Masyarakat di Taman Baca Mutiara Hati Kota BukittinggiImplementasi program wisata edukasi ini dikaji menggunakan teori Grindle dalam Suaib (2016) tentang keberhasilan suatu implementasi yang diukur dari proses pencapaian tujuan ditetapkan. Hal ini dapat diukur dari.a. Proses (1) Belajar bahasa Inggris dengan native speaker(relawan taman baca)Belajar bahasa inggris merupakan kegiatan yang bermanfaat untuk dilakukan untuk melatih kemampuan berbahasa asing. Kegiatan ini dilakukan mulai tahun 20182020 bersama dengan relawan taman baca yang berasal dari luar negeri, sehingga setiap pengunjung yang mengikuti kegiatan ini langsung mendapat pengalaman belajar bahasa bersama penutur aslinya. Akan tetapi, kegiatan ini sudah tidak lagi dilakukan semenjak paruh pertama tahun 2020 karena menyebarnya virus covid-19. Relawan yang berasal dari luar negeri tidak dapat lagi memasuki Indonesia secara bebas. Kegiatan belajar bersama ini dilakukan bersama pengunjung yang datang ke taman baca, relawan tersebut akan mengajari pengunjung untuk belajar bahasa Inggris dimulai dari hal-hal dasar seperti perkenalan, belajar berbicara, belajar menulis kalimat, dan sedikit diperkenalkan dengan budayabudaya tempat mereka berasal. Kegiatan ini sekarang sedang berhenti dilakukan dan diganti dengan sesi belajar bersama saja yang dibimbing oleh relawan taman baca. Misalnya, jika pengunjung anak-anak memiliki PR atau tugas yang sulit dimengerti, maka relawan taman baca akan menjadi tutor untuk menyelesaikan tugas tersebut yang dilakukan di saung membaca.(2) Belajar menulis puisi, cerpen, dan bukuKegiatan belajar menulis ini juga merupakan kegiatan yang dilakukan agar pengunjung dapat mengembangkan bakat dan minat dalam dirinya dengan cara yang asik dan menyenangkan dan dibimbing langsung oleh pakarnya. Kegiatan ini dilaksanakan bersama relawan taman baca yang juga seorang penulis, dalam program ini, pengunjung akan dilatih untuk menulis puisi, membacakan puisi, dan menulis cerpen. Agar kreatifitas pengunjung dapat terasah dan terangsang maka nanti pengunjung akan diberikan sebuah objek yang menjadi tema menulis puisi tersebut. Setelah dibimbing untuk belajar menulis puisi, maka nantinya pengunjung akan membacakan lain dengan dibimbing oleh relawan taman baca yang ahli berpuisi. Setelah melakukan kegiatan berpuisi tersebut, relawan taman baca akan memilih pengunjung yang memiliki potensi-potensi bakat yang dapat dilatih kedepannya(3) MendongengKegiatan mendongeng merupakan kegiatan yang dilakukan dengan tujuan agar pengunjung dapat mengembangkan bakat dan kreatifitasnya. Dalam kegiatan mendongeng ini, pengunjung langsung mendapatkan pengalaman dari pendongeng ahli Kota Bukittinggi yang bernama ibu Yus. Dalam prakteknya, pendongeng akan memperagakan cara berdongeng yang asik dan menyenangkan, pengunjung akan merasa terhibur sekaligus mendapatkan pengajaran atau pengetahuan baru baik cara berdongengnya ataupun moral yang didapatkan dari ceritanya. Pada akhir kegiatan, pendongeng akan memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan cerita dongeng yang diperagakan, bagi pengunjung yang dapat menjawab akan diberikanreward oleh pendongeng secara pribadi langsung kepada pengunjung sebagai sebuah bentuk apresiasi.(4) Belajar seputar tanaman (berkebun)Belajar seputar tanaman ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan bersama pengunjung dan juga kelompok wanita tani di sekitar lingkungan taman baca. Berdasarkan hasil wawancara bersama informan pengelola Taman Baca Mutiara Hati bahwa kegiatan belajar seputar tanaman ini dilakukan pengunjung bersama dengan kelompok wanita tani yang bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kota Bukittinggi. Didalam kegiatan tersebut, pengunjung akan diajarkan cara berkebun dan menanam tanaman sesuai dengan pengetahuan yang telah diperoleh dari membaca panduan dan pelatihan kelompok wanita tani. Pengunjung juga akan diberikan bibit tanaman yang dapat dibawa pulang untuk ditanam di halaman rumah pribadi, bibit ini diberikan oleh Dinas Pertanian Bukittinggi sebagai bentuk apresiasi karena telah mengikuti kegiatan belajar seputar tanaman ini.(5) Kunjungan TK dan SD di Kota BukittinggiKegiatan kunjungan TK atau SD ini merupakan kegiatan yang skalanya paling besar dalam program wisata edukasi. Kegiatan ini melibatkan banyak pengunjung anak-anak. Dalam kegiatan kunjungan ini akan dilaksanakan semua jenis kegiatan mulai dari belajar bersama, belajar puisi, mendongeng, berkebun dan menonton video. Dalam prakteknya, pengunjung akan dibimbing untuk berkeliling taman baca mulai dari perpustakaan hingga perkebunan pada awal kegiatan dimulai. Setelah itu, pengunjung akan dibimbing oleh pembaca acara atau Master of Ceremony (MC) untuk mengikuti semua jenis kegiatan berdasarkan jadwalnya. Pengunjung akan dibagi menjadi beberapa kelompok dan didampingi oleh relawan agar pengunjung dapat dikontrol dalam jumlah yang sedikit. Kelompok ini akan bergantian mengikuti setiap kegiatan yang diadakan. Dalam kegiatan kunjungan ini akan ada kegiatan tambahan yang dilakukan yaitu berupa memanfaatkan perpustakaan keliling yang didatangkan Dinas Perpustakaan Kota Bukittinggi untuk pengunjung anak-anak agar lebih mengenal dan dapat merasakan pengalaman menggunakan perpustakaan keliling. Untuk Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak akan datang untuk memberikan sosialisasi dan menyalurkan dukungan berupa makanan dan minuman yang diberikan kepada anak-anak karena telah sukarela datang untuk mengikuti program wisata edukasi agar bertambahnya pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan literasi sejak dini.(6) Menonton videoKegiatan menonton video ini merupakan kegiatan yang diadakan taman baca yang waktunya terbilang fleksibel. Waktu pelaksanaannya menyesuaikan dengan permintaan pengunjung, peminat dalam kegiatan ini kebanyakan anak-anak sehingga waktu pelaksanaannya memikirkan waktu dan kesempatan yang pas dengan jadwal sekolah mereka. Kegiatan ini dapat dilaksanakan pada sore hari sepulang sekolah atau pada hari sabtu dan minggu. Pengunjung akan diberikan kesempatan untuk menonton video yang bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan di dalam diri. Semua video yang dipertontonkan pun harus ramah anak atau dapat dinikmati oleh segala jenis usia, karena Taman Baca Mutiara Hati merupakan Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA) yang harus menyediakan segala bentuk jenis informasi yang ramah anak tidak mengandung unsur pornografi dan sebagainya.b. TujuanPada poin tujuan ini akan dilihat pencapaian dari tujuan yang ditetapkan dengan melihat faktor seperti:(a) Efek yang terjadi kepada asyarakatSetelah dilakukan implementasi dari program wisata edukasi untuk menumbuhkan literasi masyarakat tersebut, efek yang terjadi pada masyarakat atau pengunjung tersebut dapat dilihat dari kebiasaan yang mulai berubah dari yang biasa saja menjadi lebih baik. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan pengelola dan relawan Taman Baca Mutiara Hati bahwa dengan adanya program wisata edukasi yang diciptakan tersebut memiliki dampak yang positif yang dapat dirasakan oleh pengunjung. Pengunjung menjadi lebih sering dan menyukai berkunjung ke taman baca untuk memanfaatkan koleksinya atau untuk mengikuti program wisata edukasinya. Pengunjung juga mengatakan bahwa pengetahuan yang mereka dapatkan sangat berguna dan bermanfaat sesuai dengan bakat dan minat mereka.(b) Tingkat perubahan pada masyarakatKeadaan atau kondisi masyarakat yang pada awalnya sangat jauh dari buku dan sangat jarang melakukan kegiatan literasi telah mulai berubah perlahan menjadi masyarakat yang terpelajar. Berdasarkan hasil wawancara bersama informan pengelola Taman Baca Mutiara Hati, anakanak yang pada awalnya melakukan kegiatan literasi hanya di sekolah saja sudah mulai melakukan kegiatan literasi di luar jam sekolah juga dengan mengunjungi Taman Baca Mutiara Hati.c. Faktor Pendukung dan Penghambat Implementasi Program Wisata Edukasi dalam Menumbuhkan Literasi Masyarakat di Taman Baca Mutiara Hati Kota BukittinggiDalam proses implementasi program wisata edukasi di Taman Baca Mutiara Hati ini, ditemukan beberapa faktor pendukung dan penghambatnya. Faktor penghambat yang ditemui berupa kendala tersebut nantinya akan menjadi bahan pertimbangan untuk kemajuan program itu sendiri. Sesuai dengan teori yang terdapat pada bab sebelumnya oleh Munir & Hidayatullah (2019) mengenai faktor pendukung dan penghambat proses implementasi program pada Taman Baca Mutiara Hati dapat dipaparkan sebagai berikut.(1) Faktor pendukungPertama, adanya dukungan pemerintah kota Bukittinggi. Taman baca beserta program wisata edukasi mendapat dukungan yang baik dari pemerintah kota Bukittinggi. Seperti halnya yang ditemui saat melakukan penelitian, bahwa pemerintah kota turut mempromosikan Taman Baca Mutiara Hati beserta dengan seluruh kegiatan dan keunikan di dalamnya melalui video dokumenter yang ditampilkan di videotron Kota Bukittinggi yang beralamat di pusat kota yaitu simpang kangkung. Video promosi ini merupakan bentuk sosialisasi dari eksistensi kepada masyarakat luas. Pemerintah kota juga memberikan bantuan berupa dana untuk mengembangkan taman baca menjadi lebih baik lagi seperti membuatkan jalan khusus yang bersifat resmi sepanjang area taman baca dengan material batu alam agar pengunjung dengan mudah dapat melewati jalan tersebut dengan kendaraan bermotor. Selain itu, pemerintah kota juga akan membangun ruang musholla dan memperluas ruang perpustakaan mini serta memfasilitasi jaringan internet berupa wifi untuk pengunjung yang membutuhkan ketika belajar. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Munir & Hidayatullah (2019) mengenai bantuan dari pemerintah termasuk pada faktor pendukung pelaksanaan program taman baca.Kedua, adanya sumbangan sosial dari Dinas Perpustakaan dan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak berupa koleksi bahan bacaan yang diperuntukkan bagi pengunjung di perpustakaan mini. Dinas Perpustakaan juga memberikan pelatihan kepada relawan taman baca untuk mengoperasikan aplikasi inlislite untuk membuat katalog online perpustakaan mini. Hal ini juga sesuai dengan teori dari Munir & Hidayatullah (2019) mengenai faktor pendukung pelaksanaan program di taman baca berasal dari dukungan atau tambahan koleksi bahan bacaan dari pihak luar.Ketiga, adanya relawan taman baca yang secara sukarela untuk membantu mengelola dan menjalankan kegiatan di taman baca bersama dengan pengelola. Keempat,adanya dukungan dari masyarakat setempat. Dukungan masyarakat setempat ini berupa penerimaan dengan hati yang lapang dengan tidak merasa terganggu dengan aktivitas sehari-hari yang melibatkan banyak orang. Kelima, adanya dukungan dari penggiat literasi kota Bukittinggi dengan sukarela untuk menjadi pemateri atau pengajar dalam kegiatan program wisata edukasi dengan sukarela.Keenam, adanya dukungan dari pihak media atau pers yang selalu menulis semua aktivitas ataupun prestasi taman baca sebagai bentuk promosi taman baca kepada khalayak ramai. Berdasarkan poin ketiga, keempat, kelima, dan keenam sebelumnya mengenai faktor pendukung implementasi program wisata edukasi di Taman Baca Mutiara Hati Kota Bukittinggi tersebut sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Munir & Hidayatullah (2019) pada teori BAB II. Ketujuh, keindahan atau keadaan alam yang asri sehingga menjadi keunikan dan daya tarik tersendiri bagi taman baca.(2) Faktor PenghambatPertama, pola pikir masyarakat yang tidak edukatif. Masyarakat sangat berperan penting dalam kesuksesan implementasi program wisata edukasi karena menjadi pelaku utama dalam kegiatannya, dengan tidak majunya cara berfikir masyarakat karena menganggap program yang diadakan taman baca hanya membuang-buang waktu membuat kurangnya partisipan dalam setiap kegiatan yang diadakan.Kedua, kurangnya fasilitas pendukung. Dalam melaksanakan kegiatan program wisata edukasi, taman baca membutuhkan dana untuk mengupayakan wifi, meja baca, dan prasarana lain bagi kenyamanan pengunjung. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Munir & Hidayatullah (2019) mengenai faktor penghambat implementasi program taman baca yaitu kurangnya fasilitas pendukung kegiatan. Ketiga,kurangnya jumlah personil relawan taman baca dalam mengelola dan menjalankan aktivitas taman baca yang melibatkan banyak orang. Dengan jumlah relawan taman baca sekarang empat orang terasa kurang dan sangat tidak efektif.Keempat, lokasi taman baca yang berada di pinggiran kota. Hal ini menyebabkan sulitnya pengunjung mendapatkan akomodasi untuk mencapai taman baca apabila
Conclusion
Berdasarkan pemaparan penjelasan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa. Pertama, upaya yang dilakukan Taman Baca Mutiara Hati untuk menumbuhkan literasi masyarakat memiliki beberapa upaya, yaitu: (1) menyediakan koleksi bahan bacaan yang beragam; (2) menyediakan tempat atau ruang membaca yang nyaman; (3) mengadakan kegiatan dan program yang menarik bagi pengunjung; (4) mendokumentasikan semua jenis kegiatan yang ada dan diunggah ke Youtube, (5) bekerjasama dengan pemerintah dan kedinasan; (6) memberikan pelayanan yang baik kepada pengunjung.Kedua, implementasi dari program wisata edukasi dalam menumbuhkan literasi masyarakat di Taman Baca Mutiara Hati yang terdiri dari kegiatan (1) belajar bahasa Inggris dengan native speaker, (2) belajar menulis puisi, cerpen, dan buku, (3) mendongeng, (4) belajar seputar tanaman (berkebun), (5) kunjungan TK dan SD di Kota Bukittinggi, (6) menonton video sudah terimplementasi dengan baik yang dibahas dalam 2 aspek, yaitu: (a) proses; (b) tujuan, yang meliputi efek yang terjadi pada masyarakat dan tingkat perubahan pada masyarakat.Ketiga, dalam melaksanakan implementasi program wisata edukasi untuk menumbuhkan literasi masyarakat terdapat beberapa faktor pendukung sebagai berikut. (1) Adanya dukungan dari pemerintah kota Bukittinggi, (2) Adanya sumbangan sosial dari Dinas Perpustakaan dan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, (3) Adanya relawan taman baca, (4) Adanya dukungan dari masyarakat setempat, (5) Adanya dukungan dari penggiat literasi kota Bukittinggi, (6) Adanya dukungan dari pihak media atau pers, (7) Keadaan alam dan keindahan taman baca yang unik. Sedangkan faktor penghambatnya antara lain: (1) pola pikir masyarakat yang tidak edukatif; (2) kurangnya fasilitas pendukung; (3) kurangnya jumlah personil relawan taman baca; (4) lokasi taman baca yang berada di pinggiran kota; (5) situasi pandemi; (6) area taman baca yang sempit; (7) waktu pelaksanaan kegiatan yang bentrok dengan jadwal kerja dan sekolah.