PENGGUNAAN APLIKASI PERPUSTAKAAN DIGITAL ISOLOKKAB LEWAT SMARTPHONE
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Solok
Abstrak
Penelitian ini merupakan studi pendahuluan yang bertujuan untuk memahami penggunaan aplikasi iSolokKab di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. iSolokKab adalah sebuah perpustakaan digital yang tersedia melalui aplikasi e-book yang dapat diunduh secara online melalui Play Store. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi aksesibilitas dan kegunaan perpustakaan digital iSolokKab dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat penggunaannya. Metode pengumpulan data melibatkan observasi dan wawancara dengan masyarakat terkait penggunaan aplikasi iSolokKab. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi terkait ketersediaan perpustakaan digital ini belum optimal, khususnya dalam aspek keterbukaan. Selain itu, pendampingan dari pengelola perpustakaan sangat dibutuhkan untuk memfasilitasi pemahaman yang lebih baik terhadap aplikasi iSolokKab, mengingat masih terdapat kendala teknis yang dihadapi oleh pengguna. Faktor-faktor penghambat penggunaan iSolokKab meliputi: masalah jaringan internet, kurang lengkapnya koleksi digital, kelelahan mata, kurangnya sosialisasi, dan kekurangtahuan pengguna dalam menyelesaikan masalah saat menggunakan aplikasi. Meskipun demikian, iSolokKab dapat diakses melalui perangkat umum seperti smartphone dan tablet, serta membutuhkan koneksi internet yang stabil. Perpustakaan digital iSolokKab memiliki potensi besar untuk meningkatkan akses informasi dan literasi masyarakat. Namun, untuk meningkatkan efektivitasnya, diperlukan upaya yang lebih besar dalam sosialisasi, pendampingan teknis, dan peningkatan kualitas jaringan internet di daerah tersebut.
Abstract
This research is a preliminary study that aims to understand the use of the iSolokKab application in Solok Regency, West Sumatra Province. iSolokKab is a digital library available through an e-book application that can be downloaded online through the Play Store. This study aims to explore the accessibility and usability of the iSolokKab digital library in improving community knowledge, as well as identify factors that hinder its use. The data collection method involved observation and interviews with the community regarding the use of the iSolokKab application. The analysis was conducted descriptively qualitatively. The results showed that socialization related to the availability of this digital library has not been optimal, especially in the aspect of openness. In addition, assistance from library managers is needed to facilitate a better understanding of the iSolokKab application, given that there are still technical obstacles faced by users. Factors inhibiting the use of iSolokKab include internet network problems, incomplete digital collections, eye fatigue, lack of socialization, and user ignorance in solving problems when using the application. Nevertheless, iSolokKab can be accessed through common devices such as smartphones and tablets, and requires a stable internet connection. The iSolokKab digital library has great potential to improve information access.
Keywords:
: Digital library
· accessibility
· community literacy
· iSolokRegency
Introduction
Aksesibilitas merupakan hal yang sangat penting bagi masyarakat dalam memperoleh informasi. Upaya untuk meningkatkan budaya membaca berbasis teknologi informasi bagi penduduk Indonesia menjadi tuntutan dan pemikiran bagi pengelola perpustakaan (Endang Fatmawati, 2017). Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2019, penggunaan internet di Kabupaten Solok sudah mencapai 67,72%. Selain itu, indeks pembangunan manusia di Indonesia pada tahun 2019 meningkat menjadi 72,48, menunjukkan peningkatan dari kategori sedang ke kategori tinggi. Seiring dengan pesatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), perpustakaan digital memiliki peran yang sangat esensial untuk mencerdaskan masyarakat dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 2030. Peran perpustakaan digital sangat terkait dengan kemampuan membaca dan menulis, sebagai salah satu parameter pengetahuan. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia telah memulai inovasi dengan peluncuran aplikasi digital iPusnas empat tahun yang lalu, diharapkan perpustakaan di kabupaten/kota lain juga dapat mengikuti langkah ini. Di Kabupaten Solok, selain iSolokKab, juga telah diluncurkan iSumbar Mambaco dan iSolokSelatan. Seperti iPusnas, aplikasi iSolokKab dikembangkan oleh PT. Woolu Aksaramaya. Penelitian ini berfokus pada aplikasi perpustakaan digital iSolokKab. Melalui aplikasi ini, diharapkan dapat menyediakan akses informasi yang luas, mudah, dan cepat untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di Kabupaten Solok khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Aplikasi iSolokKab diluncurkan oleh Bupati Solok pada 26 November 2019 di Gedung Solok Nan Indah, dan telah beroperasi kurang lebih selama empat tahun. Kehadiran iSolokKab bertujuan mempermudah akses informasi dan publikasi khususnya bagi warga Kabupaten Solok, serta menggerakkan komunitas masyarakat untuk berperan aktif dalam meningkatkan minat baca dan kecerdasan bangsa. Penelitian ini berbeda dalam hal metode dan parameter yang digunakan untuk mendeskripsikan variabel penelitian. Tinjauan pustaka sebelumnya terkait aksesibilitas dan usabilitas mayoritas menggunakan metode kuantitatif, sedangkan penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Aksesibilitas dalam kajian ini didefinisikan sebagai kemudahan bagi pemustaka dalam menggunakan aplikasi iSolokKab saat mencari informasi melalui smartphone, dengan parameter meliputi keterbukaan, ketersediaan, kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan. Usabilitas didefinisikan sebagai sejauh mana aplikasi iSolokKab membantu pemustaka mengoptimalkan kinerjanya, dengan parameter efektivitas, efisiensi, dan kemampuan mempelajari. Penelitian ini diharapkan memberikan informasi awal mengenai pemanfaatan iSolokKab khususnya bagi masyarakat Kabupaten Solok, serta memberikan rekomendasi untuk pengembangan aplikasi iSolokKab di masa mendatang agar lebih baik. Pemerintah Kabupaten Solok, bekerja sama dengan PT. Woolu Aksaramaya, meluncurkan program iSolokKab sebagai perpustakaan digital yang dapat diakses oleh masyarakat melalui jenjang pendidikan non formal. Perpustakaan umum memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi masyarakat dengan menyediakan akses terhadap informasi dan pengetahuan. Aplikasi iSolokKab, diluncurkan pada 26 November 2019 dan tersedia di Google Play Store, merupakan perpustakaan digital berbasis media sosial yang dilengkapi dengan eReader. Fitur-fitur media sosialnya memungkinkan pengguna untuk terhubung dan berinteraksi, memberikan rekomendasi buku, ulasan, serta mendapatkan teman baru. Berdasarkan data Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Solok tahun 2023, jumlah anggota iSolokKab mencapai 261 orang, dengan jumlah buku yang tersedia sebanyak 881 judul buku umum, 314 buku SD, 217 buku SMP, dan 91 buku SMA yang bisa diunduh melalui aplikasi tersebut. Sesuai amanat Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, perpustakaan bertujuan meningkatkan kecerdasan bangsa melalui pengembangan dan pendayagunaan perpustakaan sebagai sumber informasi. Dengan adanya perpustakaan digital iSolokKab, diharapkan dapat mempermudah penelusuran informasi oleh pemustaka dalam format digital dengan cepat, tepat, dan akurat. Perpustakaan digital juga dapat dijadikan sebagai alternatif pengembangan sumber pembelajaran untuk menghadapi kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. TINJAUAN LITERATUR Penggunaan: Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, penggunaan memiliki arti proses, cara perbuatan memakai sesuatu, atau pemakaian. Penggunaan merupakan kegiatan dalam menggunakan atau memakai sesuatu seperti sarana atau barang. Menurut Ardianto dalam bukunya yang berjudul Komunikasi Massa, tingkat penggunaan media dapat dilihat dari frekuensi dan durasi dari penggunaan media tersebut. Sedangkan iSolokKab adalah sebuah jaringan perpustakaan yang dilayankan atau yang berbentuk secara online dan dapat diakses baik di dalam perpustakaan maupun jarak jauh tanpa harus datang ke perpustakaan secara fisik. Dari pengertian di atas tentang penggunaan iSolokKab dapat disimpulkan bahwa penggunaan iSolokKab adalah proses atau kegiatan yang dilakukan seseorang dengan sebuah media yang dapat digunakan untuk mendapat berbagai informasi. Penelusuran Informasi: Penelusuran informasi adalah proses yang melibatkan banyak komponen atau unsur, dan karenanya proses ini sering disebut dengan sistem simpan dan temu kembali informasi (information storage and retrieval system). Secara umum, proses simpan dan temu kembali informasi melibatkan tiga komponen pokok, yaitu sumber-sumber informasi, sistem yang dirancang untuk menyimpan dan menemukan kembali informasi, dan pengguna. Strategi penelusuran merupakan suatu ilmu sekaligus seni dalam menggunakan pengetahuan mengenai subjek pada sistem temu kembali informasi. Strategi penelusuran ini diperlukan untuk mencapai tujuan, dan untuk mencapai efektivitas dalam berbagai kegiatan penelusuran. Sebagai suatu ilmu (Science), strategi penelusuran merupakan suatu pengetahuan dan keterampilan yang dapat dipelajari. Dalam hal ini maka penting bagi kita untuk mengetahui teknik atau cara-cara penelusuran informasi, termasuk mengetahui jenis-jenis sumber-sumber informasi (Menurut Fatmawati, E. (2017)). Dalam penelitian yang dilakukan oleh Jeng (2006), bahwa model evaluasi usabilitas perpustakaan digital dengan menggunakan kriteria: effectiveness, efficiency, dan learnability. Untuk menguatkan parameter dari deskripsi usabilitas agar mencapai tingkat usabilitas yang ideal, peneliti meminjam konsep Menurut Nielsen (2003) untuk menjelaskan pemanfaatan perpustakaan digital iSolokKab. Menurut G Subrata - Universitas Negeri Malang, 2009, Sistem perpustakaan digital adalah penerapan teknologi informasi sebagai sarana untuk menyimpan, mendapatkan dan menyebarluaskan informasi ilmu pengetahuan dalam format digital. Atau secara sederhana dapat dianalogikan sebagai tempat menyimpan koleksi perpustakaan yang sudah dalam bentuk digital Perpustakaan Digital. Teknologi informasi dan komunikasi terus berkembang pesat, kemampuan teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk membangun perpustakaan digital agar koleksi yang dimiliki dapat dimanfaatkan lebih optimal karena akan mempermudah seseorang mengakses informasi dari jarak jauh dan secara bersamaan. Perpustakaan digital memiliki banyak arti, antara lain suatu sistem yang menyediakan komunitas pengguna dengan akses terpadu yang dapat menjangkau luasnya informasi dan ilmu pengetahuan yang telah disimpan dan terorganisasi dengan baik dan benar (Suwarno, 2010). Menurut Saffady dalam Harahap (2018), menyimpulkan bahwa perpustakaan digital yaitu perpustakaan yang mengelola semua atau sebagian substansi dari koleksi-koleksinya dalam bentuk komputerisasi sebagai bentuk alternatif, suplemen atau pelengkap terhadap cetakan konvensional dalam bentuk mikromaterial yang saat ini didominasi koleksi perpustakaan. Dengan teknologi saat ini, membaca dapat dilakukan di mana saja tanpa buku secara fisik. Gadget dapat digunakan untuk membaca ebook secara online, sehingga semakin mudah untuk membangun kebiasaan membaca di masa sekarang (Anisa et al., 2021:5).
Method
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diambil melalui observasi, wawancara, dan dokumen kegiatan penggunaan iSolokKab terhadap kemudahan dalam penelusuran informasi oleh pemustaka di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. Dalam penelitian ini digunakan studi kasus deskriptif untuk mengetahui secara jelas, tepat, dan dapat memahami serta menjelaskan bagaimana strategi penggunaan iSolokKab terhadap kemudahan dalam penelusuran informasi oleh pemustaka di Dinas Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Solok. Wawancara dilakukan terhadap informan yang diperoleh berdasarkan kriteria sebagai berikut: Selain itu, untuk menambah keakuratan data, penulis juga melakukan observasi terhadap lokasi penelitian dan studi literatur terhadap bahan pustaka yang sesuai dengan penelitian ini. Reduksi data merupakan merangkum, memilih hal-hal pokok yang ada di lapangan dengan memfokuskan pada persepsi pemustaka pada layanan perpustakaan iSolokKab, sehingga data yang direduksi akan memberikan gambaran lebih jelas. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teks naratif dalam menyajikan data penelitian. Data disajikan dengan mengelompokkan berdasarkan bukti langsung, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Data diperoleh dari hasil wawancara dan sumber lainnya tentang persepsi pemustaka pada layanan iSolokKab kepada pengunjung Perpustakaan Umum Daerah. Penulis mulai mencari arti, mencatat penjelasan, dan menentukan alur. Mula-mula kesimpulan belum jelas, namun kemudian menjadi lebih rinci dan lebih jelas. Kesimpulan ini awalnya yang dikemukakan bersifat sementara. Penulis menarik kesimpulan dari data yang telah disimpulkan sebelumnya, kemudian penulis melakukan pengecekan ulang dengan mencocokkan catatan yang dimiliki oleh penulis pada saat penelitian
Result & Discussion
Perpustakaan digital dalam bentuk mobile library (m-library) seperti iSolokKab merupakan representasi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di perpustakaan yang telah diseleksi dan dikemas dengan cermat. Meminjam istilah Hall (1982), "representation implies the active work of selecting and presenting, of structuring and shaping". M-library memiliki ciri-ciri portable dan personal. Portable berarti smartphone mudah dibawa ke mana pun dan kapan pun, sementara personal berarti perangkat smartphone lebih bersifat pribadi. Aksesibilitas, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online, diartikan sebagai "hal dapat dijadikan akses; hal dapat dikaitkan". Dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, akses didefinisikan sebagai "kegiatan melakukan interaksi dengan sistem elektronik yang berdiri sendiri dalam jaringan". Dalam penelitian ini, parameter aksesibilitas dijelaskan melalui aspek keterbukaan, ketersediaan, kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan. Strategi pengembangan layanan iSolokKab di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Solok mencakup peningkatan aksesibilitas tersebut, sehingga dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi dan meningkatkan literasi di Kabupaten Solok. Mengenai tampilan awal capture fitur dari perpustakaan iSolokKab sebagai berikut: [Gambar 1. Tampilan Awal Fitur iSolokKab (Sumber: Dokumen Tampilan Awal Fitur iSolokKab)] [Gambar 2. Petugas Layanan Perpustakaan Umum Daerah melayani Pemustaka mengisi buku tamu atau buku kunjung PUSDA (Sumber: Dokumen Pribadi)] Gambar 2 terlihat Petugas Layanan Perpustakaan Umum Daerah melayani Pemustaka mengisi buku tamu atau buku kunjung PUSDA. [Gambar 3. Petugas PUSDA memberikan sosialisasi mengenai aplikasi iSolokKab (Sumber: Dokumen Pribadi)] Gambar 3 menunjukkan seorang petugas layanan dari Perpustakaan Umum Daerah sedang mendampingi seorang pemustaka atau pengunjung untuk menjelaskan cara menginstal aplikasi iSolokKab di HP Android-nya. Selain itu, petugas layanan telah berhasil membantu pemustaka menginstal aplikasi iSolokKab di HP Android, sehingga pemustaka dapat langsung memanfaatkannya setelah proses instalasi selesai. Perpustakaan Digital iSolokKab Perpustakaan digital iSolokKab adalah sebuah platform media sosial yang menyediakan akses ke e-Book store dan e-Pustaka, membangun jaringan atau komunitas pembaca, serta berfungsi sebagai e-Reader untuk membaca eBook. Aplikasi iSolokKab dapat diakses melalui berbagai perangkat, mulai dari desktop dan PC berbasis situs web (web-based), netbook dan tab berbasis aplikasi hibrid (tab-based application), hingga perangkat mobile seperti smartphone (smartphone-based application). Selain itu, pengguna dapat memberikan rekomendasi buku yang sedang dibaca, menyampaikan ulasan buku, dan berinteraksi dengan pemustaka lainnya. Membaca eBook di perpustakaan digital iSolokKab menjadi lebih menyenangkan karena pemustaka dapat membaca eBook secara online maupun offline. Berbagai fitur unggulan iSolokKab yang dapat dijelajahi oleh pemustaka antara lain: a. Koleksi Buku: Fitur ini mengantarkan pemustaka untuk menjelajahi ribuan judul eBook yang tersedia di iSolokKab. Pemustaka dapat memilih judul yang diinginkan, meminjam, dan membacanya hanya dengan ujung jari. b. ePustaka: Fitur unggulan yang memungkinkan pemustaka bergabung menjadi anggota perpustakaan digital dengan koleksi beragam, menjadikan perpustakaan berada dalam genggaman. c. Feed: Fitur ini memungkinkan pemustaka melihat semua aktivitas pengguna iSolokKab lainnya, seperti informasi buku terbaru, buku yang dipinjam oleh pengguna lain, dan beragam aktivitas lainnya. d. Rak Buku: Rak buku virtual ini menyimpan semua riwayat peminjaman buku pemustaka, memudahkan pemustaka untuk mengelola koleksi pribadi mereka. e. eReader: Fitur yang memudahkan pemustaka membaca eBook di dalam iSolokKab, membuat pengalaman membaca buku menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Dengan berbagai fitur unggulan tersebut, perpustakaan digital iSolokKab diharapkan dapat meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat Kabupaten Solok secara efektif. Strategi Peningkatan Jumlah Kunjungan Menurut Informan 2, Drs. Zulmarnus, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Solok, aplikasi "iSolokKab" Kabupaten Solok telah diluncurkan sejak 26 November 2019. Meski untuk penggunaan secara mendalam tetap diperlukan membaca buku fisik, iSolokKab memungkinkan pemustaka meminjam buku digital selama satu minggu. Saat ini, aplikasi ini menyediakan 881 judul buku umum, 314 buku untuk sekolah dasar (SD), 217 buku untuk SMP, dan 91 buku untuk SMA yang dapat diunduh melalui aplikasi. Penggunaannya sangat mudah; masyarakat cukup mengunduh aplikasi "iSolokKab", mendaftar menggunakan email, melengkapi informasi yang dibutuhkan, dan langsung bisa menggunakannya. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat membaca buku yang diinginkan dari rumah masing-masing, tanpa harus datang ke perpustakaan secara fisik, yang sangat membantu terutama di masa pandemi Covid-19. Aplikasi ini juga mendukung para siswa yang kesulitan mencari buku yang sesuai dengan kebutuhan belajar mereka di tengah kebijakan pembatasan aktivitas di luar rumah. Drs. Zulmarnus menyatakan bahwa pihaknya akan terus mensosialisasikan penggunaan aplikasi "iSolokKab" kepada masyarakat Kabupaten Solok. Membaca buku melalui aplikasi ini tidak dipungut biaya apapun, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir tentang biaya. Ke depan, jumlah buku dalam aplikasi akan terus ditambah secara bertahap sesuai dengan kebutuhan masyarakat, demi meningkatkan literasi dan minat baca masyarakat Kabupaten Solok.
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian terhadap aplikasi iSolokKab di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, terdapat beberapa kesimpulan yang dapat diambil. Pertama, aplikasi ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan aksesibilitas informasi di wilayah tersebut melalui platform digital yang mudah diakses, seperti smartphone dan tablet. Namun demikian, penelitian juga menunjukkan bahwa sosialisasi mengenai keberadaan dan manfaat aplikasi ini masih belum optimal. Diperlukan kampanye sosialisasi yang lebih intensif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kemudahan akses dan manfaat yang bisa diperoleh dari penggunaan aplikasi iSolokKab. Selain itu, temuan penelitian juga menyoroti pentingnya dukungan teknis bagi pengguna. Banyak pengguna mengalami kesulitan dalam mengoperasikan aplikasi ini, seperti masalah jaringan internet yang tidak stabil dan kebutuhan akan perbaikan dalam kualitas koleksi buku digital. Dukungan teknis yang disediakan oleh pengelola perpustakaan menjadi krusial untuk membantu pengguna mengatasi masalah teknis tersebut dan meningkatkan pengalaman menggunakan aplikasi. Secara keseluruhan, untuk memaksimalkan potensi aplikasi iSolokKab dalam mendukung literasi dan akses informasi di Kabupaten Solok, perlu dilakukan upaya lebih lanjut dalam meningkatkan sosialisasi, menyediakan dukungan teknis yang memadai, serta meningkatkan infrastruktur dan kualitas layanan yang ditawarkan oleh aplikasi ini. Dengan demikian, diharapkan aplikasi ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat setempat. Untuk meningkatkan penggunaan aplikasi iSolokKab, disarankan untuk: Intensifikasi kampanye sosialisasi melalui media sosial dan iklan lokal, serta penyediaan layanan bantuan teknis yang mudah diakses. Perbaikan infrastruktur jaringan internet dan penambahan koleksi buku digital secara berkala juga penting, sambil menjalin kerjasama dengan institusi pendidikan untuk memperluas program literasi digital. Manfaatkan fitur media sosial dalam aplikasi untuk membangun komunitas pembaca yang aktif, sambil melakukan evaluasi rutin untuk penyesuaian yang diperlukan guna meningkatkan pengalaman pengguna secara berkelanjutan.