PERSEPSI PEMUSTAKA TERHADAP LAYANAN MINANGKABAU CORNER DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ANDALAS
Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi pemustaka terhadap layanan Minangkabau Corner di Perpustakaan Universitas Andalas. Layanan Minangkabau Corner adalah untuk mengembangkan kebudayaan Minang dan memajukan Universitas Andalas dalam menjadikan Minangkabau Corner sebagai pusat yang mencakup kebudayaan Minang itu sendiri. Adapun menurut Febrin Anas Ismail, tujuan dan fungsi layanan Minangkabau Corner ini sendiri adalah untuk menyebarluaskan informasi kebudayaan Minang, baik berbentuk tercetak maupun digital, salah satunya ditujukan kepada masyarakat Minang yang sedang merantau. Bisa disimpulkan bahwa layanan Minangkabau Corner ini mempunyai tujuan dan fungsi untuk melestarikan koleksi kebudayaan Minang, baik itu berbentuk tercetak maupun digital, serta merawat naskah-naskah kuno. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi seseorang adalah sebagai berikut: a. Stereotip, yaitu pandangan tentang ciri-ciri tingkah laku dari sekelompok masyarakat tertentu, misalnya kelompok suku, agama, kelas ekonomi, jenis kelamin, etnis, dan lain-lain. b. Persepsi diri, yaitu pandangan terhadap diri sendiri yang dapat mempengaruhi pembentukan kesan pertama. Berbagai penelitian menunjukkan adanya kecenderungan untuk melihat kesamaan yang ada antara diri pribadi dengan orang yang baru dikenal. c. Situasi dan kelompok, yaitu pandangan terhadap seseorang yang dipengaruhi oleh situasi dan kondisi tertentu. d. Ciri yang ada pada orang lain, yaitu daya tarik fisik seseorang yang dapat menimbulkan penilaian khusus pada saat pertama kali bertemu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket. Populasi sebanyak 30.583 mahasiswa Universitas Andalas, sedangkan sampel berjumlah 99 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pemustaka menjawab senang terhadap layanan Minangkabau Corner, baik itu dari segi pustakawan maupun Minangkabau Corner itu sendiri.
Abstract
This study aims to determine the user's perception of the Minangkabau Corner service at the Andalas University Library. The Minangkabau Corner service is intended to develop Minang culture and advance Andalas University in making the Minangkabau Corner a center that encompasses Minang culture itself. Meanwhile, according to Febrin Anas Ismail, the purpose and function of the Minangkabau Corner service itself is to disseminate information on Minang culture, in both printed and digital form, one of which is aimed at Minang people who are living abroad. It can be concluded that the Minangkabau Corner service aims to preserve Minang cultural collections, whether in printed or digital form, as well as to preserve ancient manuscripts. The factors that influence a person's perception are as follows: a. Stereotypes – views about the behavioral characteristics of a particular group of people, for example ethnic groups, religion, economic class, gender, ethnicity, and others. b. Self-perception – the view of oneself that can affect the formation of first impressions. Various studies show a tendency to see similarities between oneself and new people. c. Situations and groups – the view of someone that is influenced by certain situations and conditions. d. Characteristics of other people – a person's physical attractiveness that can cause special judgments when first met. This research is quantitative research, with data collection techniques using a questionnaire. The population consists of 30,583 Andalas University students, while the sample consists of 99 respondents. The results showed that most users responded that they were happy with the Minangkabau Corner services, both in terms of the librarians and the Minangkabau Corner itself.
Keywords:
Persepsi Pemustaka
· Layanan
· Minangkabau Corner
Introduction
Perpustakaan ialah jantung dari suatu instansi, universitas, atau badan korporasi lainnya. Saat ini, perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan dan mencari buku, melainkan telah menjadi sumber informasi. Berbagai informasi dapat ditemukan di perpustakaan, mulai dari informasi ilmiah, sejarah, hingga informasi populer. Saat ini, perpustakaan semakin dekat dengan masyarakat, dan Anda dapat menemukan perpustakaan kecil yang biasa disebut Taman Bacaan di berbagai lokasi terpencil. Bahkan, saat ini perpustakaan keliling tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Perpustakaan memiliki berbagai jenis, antara lain perpustakaan umum, perpustakaan universitas, dan perpustakaan khusus. Adapun perpustakaan perguruan tinggi merupakan jantung dari perguruan tinggi yang menjadi tempat bagi mahasiswa dan akademisi untuk mencari serta mendapatkan informasi. Dalam memenuhi pelayanan yang memuaskan, dibutuhkan kerja sama yang baik antara pustakawan, pemustaka, akademisi, serta pimpinan baik di tingkat program studi, fakultas, maupun universitas. Semua pihak harus bekerja sama secara bahu-membahu agar tujuan tersebut dapat tercapai. Dapat disimpulkan bahwa perpustakaan perguruan tinggi bertujuan menyediakan dan menyebarluaskan informasi sesuai dengan motto perguruan tinggi untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Layanan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan perpustakaan khusus untuk menyajikan berbagai referensi kepada pemustaka. Layanan merupakan jasa yang tersedia di perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan informasi. Kegiatan pelayanan meliputi menerima pertanyaan dari pemustaka, kemudian menjawabnya dengan menggunakan koleksi referensi, membimbing menemukan koleksi referensi yang dibutuhkan, serta memberikan bimbingan penggunaan bahan pustaka koleksi referensi. Pada umumnya, tiap perpustakaan memiliki dua macam layanan, yaitu: Layanan publik – layanan yang diberikan secara langsung kepada pengguna perpustakaan, seperti kebutuhan referensi, internet, dan lainnya. Layanan teknis – layanan yang mencakup pengolahan serta pengadaan bahan pustaka. Terkait layanan ini, Perpustakaan Universitas Andalas memiliki salah satu layanan Corner yang berfokus pada kebudayaan Minangkabau, agar generasi muda saat ini tidak melupakan budayanya sendiri. Layanan tersebut bernama Minangkabau Corner. Minangkabau Corner diluncurkan pada tanggal 29 Desember 2015 di lantai lima Perpustakaan Kampus Universitas Andalas (Unand). Layanan ini merupakan pojok ketiga setelah American Corner dan French Corner yang berada di lantai tiga Perpustakaan Universitas Andalas. Pada peresmian Minangkabau Corner, turut hadir Gubernur Sumatera Barat periode 2011–2015, para ketua dan tim pengembangan kapasitas penelitian, cabang penelitian dan pendidikan, kepala lembaga perpustakaan Sumatera Barat, serta tamu undangan lainnya. Selaku pembina Minangkabau Corner, Febrrin Anas Ismail menyampaikan bahwa orang Minang biasa bermigrasi ke seluruh dunia. Oleh karena itu, Universitas Andalas siap menyajikan segala informasi tentang nagari se-Sumatera Barat yang akan direkam dalam bentuk cetak dan digital. Tidak hanya itu, Universitas Andalas juga akan mempublikasikan kembali informasi tentang masa lalu Minangkabau dan menyusunnya agar masyarakat dapat mengetahui peradaban Minangkabau sebelumnya secara pasti. Adapun tujuan lain dibentuknya Minangkabau Corner adalah untuk mengumpulkan naskah-naskah kuno Minang yang tersebar di tengah masyarakat, melestarikan kebudayaan Minangkabau guna menghadapi era modernisasi, khususnya bagi generasi penerus, serta memperkenalkan budaya Minang baik di tingkat nasional maupun internasional.
Method
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif merupakan studi tentang variabel, gejala, atau kondisi. Tujuan penelitian teknis adalah untuk memberikan gambaran dan analisis terhadap fenomena atau masalah yang diteliti. Penelitian ini menganalisis pandangan pengguna terhadap layanan Minangkabau. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Menurut Martono, penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data berupa angka atau berupa kata atau frasa yang diubah menjadi data berupa angka. Data numerik tersebut kemudian diolah dan dianalisis untuk mengungkap informasi ilmiah di balik angka-angka tersebut. Dari pengolahan data tersebut, dapat diperoleh kesimpulan. Penelitian ini bersifat kuantitatif karena data yang didapat berasal dari hasil olahan indikator yang terlampir dalam setiap poin pada kuesioner yang diperoleh dari pemustaka Perpustakaan Universitas Andalas sebagai informan. Data tersebut digunakan sebagai acuan untuk menghasilkan kesimpulan.
Result & Discussion
1. Deskripsi Data Survei ini merupakan survei kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Survei dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama terdiri dari pengumpulan data uji oleh 30 responden. Tahap uji dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas angket. Tahap pengujian ini dilakukan pada 6 Oktober 2021. Tahap kedua, tahap pengumpulan data survei, didistribusikan pada 10 Oktober 2021. Survei dilakukan dengan menyebarkan kuesioner secara langsung di Universitas Andalas tahun 2019 dengan jumlah 14.809 orang. Adapun sampel penelitian diambil menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%. Sehingga didapatkanlah seluruh pemustaka Perpustakaan Universitas Andalas yang berjumlah 99 responden. Selain itu, peneliti menyebarkan kuesioner dengan menggunakan teknik simple random sampling. Dapat dipahami bahwa teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi. Pada pembahasan ini akan diuraikan hasil dari penganalisisan data yang telah dijelaskan sebelumnya, yaitu bagaimana persepsi pemustaka terhadap layanan Minangkabau Corner dan layanan Minangkabau Corner tersebut. 1. Persepsi Pemustaka terhadap Layanan Minangkabau Corner Pada variabel ini terdapat 4 subvariabel, yaitu stereotip, persepsi diri, situasi dan kelompok, serta ciri pada orang lain. Berikut pembahasan masing-masing subvariabel: a. Stereotip Pada subvariabel stereotip ini, peneliti ingin mengetahui bagaimana pustakawan memberikan kesetaraan dalam melayani setiap pemustaka yang datang ke ruangan Minangkabau Corner. Di dalam subvariabel ini terdapat 1 pernyataan, yaitu petugas layanan Minangkabau Corner memberikan pelayanan tanpa memandang status pemustaka oleh mahasiswa Universitas Andalas selaku responden dalam penelitian ini. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, diketahui bahwa lebih dari setengah, yaitu 73 responden, setuju bahwa petugas layanan Minangkabau Corner memberikan pelayanan tanpa memandang status. Hal ini sesuai dengan pendapat Hermawan (2006) yang menyatakan bahwa pustakawan yang mengabdi dengan perilaku baik sesuai dengan etika sosial masyarakat memiliki beberapa keunggulan, antara lain berpikiran positif, kedewasaan, dan ketidakpedulian terhadap status orang lain. Melayani dengan sabar tidak hanya membawa kehidupan yang damai, tetapi juga menciptakan pikiran yang jernih dan objektif, tanpa mudah tersinggung. Komunikasi kemudian dapat menghilangkan kesombongan, kekecewaan, dan rasa tidak enak yang mengganggu interaksi sehari-hari. Sedangkan skor rata-rata yang didapatkan dari penelitian pada indikator pertanyaan tersebut adalah 3,04 dengan interval skala 2,52–3,27. Dari skor tersebut dapat diketahui bahwa petugas layanan di Minangkabau Corner tergolong positif dalam hal tidak memandang status pemustaka. b. Persepsi Diri Pada subvariabel persepsi diri ini terdapat 2 pernyataan, yaitu: Mendapatkan informasi yang saya inginkan setelah mengunjungi layanan Minangkabau Corner. Termotivasi mempelajari kebudayaan Minangkabau setelah saya mendapatkan informasi dari layanan Minangkabau Corner. Berdasarkan data yang dikumpulkan, lebih dari setengah, yaitu 90 responden, setuju mendapatkan informasi yang diinginkan setelah mengunjungi layanan Minangkabau Corner, dan 65 responden setuju termotivasi mempelajari kebudayaan Minangkabau setelah mendapatkan informasi tersebut. Pernyataan mendapatkan informasi sesuai dengan teori bahwa setiap individu berperilaku berdasarkan latar belakang dan motif tertentu. Setiap perilaku didorong oleh motivasi, dan motivasi berkaitan dengan kebutuhan. Kebutuhan mendorong individu melakukan tindakan. Pernyataan termotivasi mempelajari kebudayaan Minangkabau sesuai dengan pandangan bahwa minat dan rasa ingin tahu akan membuat seseorang lebih memperhatikan hal-hal penting bagi dirinya, yang kemudian mendorong tindakan. Skor rata-rata untuk indikator mendapatkan informasi adalah 3,90 (skala interval 3,28–4,03), tergolong sangat positif. Skor rata-rata untuk indikator termotivasi mempelajari kebudayaan Minangkabau adalah 2,87 (skala interval 2,52–3,27), tergolong positif. c. Situasi dan Kelompok Subvariabel ini memiliki 3 pernyataan: Responden setuju senang mengunjungi Minangkabau Corner karena situasi ruangan yang nyaman. Responden setuju senang mengunjungi karena ruangan yang bersih. Responden setuju senang mengunjungi karena ruangan yang rapi. Diketahui 83 responden setuju karena ruangan nyaman, 77 setuju karena ruangan bersih, dan 78 setuju karena ruangan rapi. Hal ini sesuai dengan pendapat bahwa kenyamanan perpustakaan ditentukan oleh kebersihan, kesejukan, ketersediaan koleksi, dan lingkungan sosial yang kondusif. Skor rata-rata untuk kenyamanan adalah 2,96, kebersihan 2,91, dan kerapian 3,01, semuanya pada interval skala 2,52–3,27, yang tergolong positif. d. Ciri pada Orang Lain Subvariabel ini terdiri dari 2 pernyataan: Pustakawan harus berpakaian rapi. Pustakawan harus memberikan senyuman. Diketahui 66 responden setuju pustakawan berpakaian rapi dan 71 responden setuju pustakawan memberikan senyuman. Hal ini sesuai dengan pendapat Hermawan (2006) bahwa pustakawan yang berperilaku baik sesuai etika sosial memiliki keunggulan seperti berpikiran positif dan sabar, yang mendukung terciptanya interaksi yang baik. Skor rata-rata untuk indikator berpakaian rapi adalah 3,03, dan memberikan senyuman adalah 3,01, keduanya pada skala interval 2,52–3,27, tergolong positif. 2. Layanan Minangkabau Corner Variabel ini memiliki 5 subvariabel: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. a. Tangibles Terdapat 3 pernyataan: fasilitas dan koleksi lengkap, pustakawan dapat berkomunikasi dengan baik, dan tingkat kunjungan dipengaruhi kualitas pelayanan. Diketahui 61 responden setuju fasilitas lengkap, 78 setuju komunikasi baik, dan 68 setuju kualitas pelayanan memengaruhi kunjungan. Skor rata-rata: fasilitas 2,76, komunikasi 2,95, pelayanan 2,96, semua pada skala 2,52–3,27, tergolong positif. b. Reliability Terdapat 2 pernyataan: pustakawan melayani dengan baik dan menguasai tata letak koleksi. Diketahui 75 responden setuju melayani dengan baik, dan 72 setuju menguasai tata letak koleksi. Skor berada pada interval 2,52–3,27, tergolong positif. c. Responsiveness Terdapat 3 pernyataan: melayani dengan cepat, memberikan bimbingan, dan menunjukkan pengalaman melayani. Skor rata-rata keseluruhan berada pada kisaran positif sesuai teori pelayanan yang baik harus cepat, akurat, aman, ramah, dan nyaman. d. Assurance Terdapat 2 pernyataan: pustakawan memahami seluk-beluk layanan dan melayani dengan sopan. Keduanya masuk kategori positif. e. Empathy Terdapat 2 pernyataan: pustakawan bersikap simpati dan selalu siap membantu mencari koleksi. Keduanya masuk kategori positif dengan skor interval 2,5–3,2 sesuai definisi empati dalam KBBI, yang mencakup welas asih, sikap personal, dan kesopanan untuk membangun citra baik perpustakaan.
Conclusion
Simpulan Dari pembahasan serta hasil perhitungan yang sudah dibahas, disimpulkan bahwa persepsi pengguna terhadap layanan Minangkabau Corner Perpustakaan Universitas Andalas. Dapat disimpulkan bahwa persepsi pemustaka terhadap pustakawan yang ada di layanan Minangkabau Corner secara keseluruhan adalah positif, yang berarti pustakawan yang ada pada layanan Minangkabau Corner telah melayani pemustaka yang berkunjung ke layanan tersebut dengan baik. Hal tersebut dibuktikan dari hasil skor rata-rata indikator persepsi pemustaka terhadap layanan Minangkabau Corner mencapai skala interval yang telah ditentukan dengan kategori positif. Adapun untuk kategori ruangan layanan Minangkabau Corner itu sendiri masuk ke dalam kategori positif setelah penulis melakukan penelitian dengan menyebarkan angket dan telah memenuhi skala interval untuk kategori positif. Untuk nilai tertinggi ada pada bagian subvariabel persepsi diri dengan indikator pernyataan responden yang menyatakan sangat setuju mendapatkan informasi yang saya inginkan setelah mengunjungi layanan Minangkabau Corner dengan rata-rata nilai 3,90 dan masuk ke dalam kategori sangat positif dengan skala interval 3,28–4,03.