Kembali
16
1
2024 Info Bibliotheca Vol 6 · 1 ISSN 2714-805X

KESESUAIAN PENULISAN ABSTRAK ARTIKEL JURNAL PADA SCIENCE AND TECHNOLOGY INDEX (SINTA)

Universitas Lancang Kuning; Universitas Lancang Kuning; Universitas Lancang Kuning

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penulisan abstrak artikel ilmiah dengan standar penulisan abstrak pada jurnal Universitas Lancang Kuning yang terindeks Science And Technology Index (Sinta). Metodologi penelitian adalah kuantitatif, mencakup penelusuran literatur dan analisis komparatif terhadap abstrak jurnal yang terindeks Sinta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 22 jurnal yang terakreditasi dengan tingkatan akreditasi yang berbeda, mulai dari Sinta 2 hingga Sinta 6. Semua jurnal telah memiliki aturan atau panduan penulisan, namun aturan tersebut belum diikuti atau dipatuhi dengan baik oleh penulis sehingga masih ditemukan ketidaksesuaian dalam penulisan abstrak. Lebih dari setengahnya atau 78,51% ketidaksesuaian disebabkan oleh penggunaan bahasa, kemudian 50,12% pada penggunaan jumlah kata dan 45,30% pada penggunaan kata kunci. Sebagian kecil ketidaksesuaian, atau 12,42%, terdapat pada penulisan substansi abstrak.

Abstract

This study aims to evaluate the suitability of scientific article abstract writing with the standard of abstract writing in Lancang Kuning University journals indexed by Science And Technology Index (Sinta). The research methodology is quantitative, including literature search and comparative analysis of Sinta-indexed journal abstracts. The results showed that there were 22 accredited journals with different accreditation levels, ranging from Sinta 2 to Sinta 6. All journals have writing rules or guidelines, but these rules have not been followed or obeyed properly by the authors so that there are still discrepancies in abstract writing. More than half or 78.51% of the discrepancies were caused by the use of language, then 50.12% in the use of word count and 45.30% in the use of keywords. A small proportion of discrepancies, or 12.42%, were found in writing the substance of the abstract.
Keywords: Appropriateness of Writing · Abstract · Sinta · Unilak

Introduction

Abstrak merupakan bagian yang sangat penting dalam sebuah karya ilmiah karena abstrak adalah intisari yang memuat informasi singkat, padat, dan tegas sebagai cerminan hasil pemikiran baik dalam tataran konseptual maupun dalam hasil penelitian (Sari et al., 2022). Abstrak juga sering dibedakan dengan bentuk ringkasan lain dari isi dokumen maupun surogat ataupun penggantinya namun secara umum, abstrak diartikan sebagai rangkuman isi suatu dokumen (Sudiar & Mafar. Fiqru, 2016). Literatur lain mengartikan abstrak sebagai rangkuman hal-hal penting suatu artikel atau karya tertentu (Mortimer, 2007). Berdasarkan beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa abstrak merupakan rangkuman berisi hal-hal penting yang menggambarkan isi suatu tulisan. Sebagai ringkasan singkat dari seluruh artikel, abstrak berfungsi sebagai pintu gerbang pertama bagi pembaca untuk memahami esensi dari sebuah karya ilmiah ataupun penelitian tersebut. Kehadirannya sangat krusial karena membantu pembaca untuk menentukan apakah artikel tersebut relevan dengan kebutuhan informasi mereka. Dengan kata lain, abstrak memberikan gambaran umum dan memudahkan pembaca dalam pengambilan keputusan apakah akan melanjutkan membaca keseluruhan artikel atau tidak. Tujuan utama penulisan abstrak adalah menyajikan informasi esensial dari penelitian tanpa harus membaca keseluruhan artikel. Abstrak harus mampu merangkum maksud, metodologi, hasil, dan kesimpulan penelitian. Hal yang sama diungkapkan oleh (Sari et al., 2022) bahwa dalam abstrak penelitian, pembaca akan langsung menemukan informasi tentang isi, tujuan, metode, hasil dan kesimpulan, sehingga lebih mudah menemukan intisari dari hasil penelitian tanpa harus mempelajari halaman demi halaman yang ditulis. Dengan demikian, pembaca dapat dengan cepat memahami kontribusi unik dari penelitian tersebut dan relevansinya dengan bidang studi atau isu tertentu. Dalam abstrak penelitian, pembaca akan langsung menemukan informasi utuh dari penelitian sehingga lebih mudah menemukan intisari dari hasil penelitian tanpa harus mempelajari halaman demi halaman yang ditulis. Dalam konteks ini (Syukron et al., n.d.) menjelaskan beberapa keunggulan abstrak di antaranya yaitu, sebagai referensi utama literatur, kemungkinan bagi pembaca untuk menangkap isi dokumen dengan cepat dan benar atau informatif, menghemat waktu dalam mencari informasi, untuk pencarian retrospektif, alat yang lebih baik untuk pemilihan buku/ publikasi, untuk mengatasi kendala Bahasa, penyebaran informasi lebih mudah dan lebih murah daripada dokumen asli, memudahkan dan pengindeksa cepat dan membantu ulasan dan bibliografi. Sebuah artikel ilmiah yang baik harus dilengkapi dengan abstrak yang informatif dan jelas. Abstrak seharusnya mencerminkan substansi keseluruhan artikel tanpa mengandung detail yang terlalu teknis. Kualitas abstrak sangat mempengaruhi citra dan kemudahan aksesibilitas suatu penelitian, sehingga penulis perlu memastikan bahwa abstraknya mencakup poin-poin kunci dari penelitian mereka. Beberapa syarat untuk menulis abstrak yang baik antara lain; Ketepatan, abstrak harus mencakup tujuan penelitian, metode, hasil, dan kesimpulan dalam kerangka waktu dan kata yang terbatas; Kejelasan, bahasa abstrak harus ditulis dengan bahasa yang jelas dan mudah dimengerti, menghindari penggunaan frasa atau singkatan yang tidak familiar tanpa penjelasan; Ketepatan Informasi, Abstrak harus memberikan gambaran singkat tentang apa yang diharapkan pembaca temukan dalam artikel tanpa memberikan informasi yang tidak relevan; dan Struktur yang jelas, Abstrak harus mengikuti struktur yang jelas, seperti menyajikan tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan dalam urutan yang logis. Universitas Lancang Kuning merupakan satu-satunya universitas swasta di daerah Riau yang menduduki peringkat Madya dalam bidang penelitian di Dikti (Sudiar & Mafar. Fiqru, 2016), dan berdasarkan hasil pengamatan pada Science and Technology Indeks atau disingkat dengan SINTA, Unilak satu-satunya PTS yang juga memiliki jurnal terakreditasi terbanyak yaitu sebanyak 22 jurnal (SINTA, 2023). Sebagai pedoman penulisan artikel ilmiah setiap jurnal Unilak telah tentu saja memiliki panduan atau template jurnal dengan tujuan memudahkan peneliti untuk menulis artikel sesuai dengan ketentuan yang ada. Panduan penulisan artikel tersebut memuat penjelasan dan ketentuan penulisan yang salah satu unsur yang diatur dalam panduan tersebut adalah mengenai penulisan abstrak. Setiap artikel diwajibkan untuk menyertakan abstrak di dalamnya. Sebagai bagian dari penulisan artikel ilmiah, abstrak merupakan pintu gerbang bagi para pembaca untuk memahami isi. Abstrak yang baik harus mampu mencerminkan isi dari artikel ilmiah. Oleh karena itu, dalam Online Jurnal System (OJS) setiap jurnal terdapat template atau panduan yang mengatur tentang tata cara penulisan abstrak artikel. Keberadaan 22 jurnal yang sudah diakui secara nasional ini tentu saja mendapatkan perhatian khusus bagi peneliti terutama pada konsistensi penulisan abstrak pada artikel yang sudah dipublikasikan pada ke-22 jurnal tersebut. Berdasarkan pengamatan masih ditemukan beberapa permasalahan dalam penulisan abstrak baik itu dari ketepatan informasi, kejelasan bahasa, struktur yang jelas, ringkasan informasi utama, gaya penulisan formal dan terutama apakah penulis atau peneliti mengikuti pedoman jurnal yang ada. Untuk itu perlu dilakukan kajian lebih mendalam terkait model penulisan abstrak pada artikel jurnal Unilak yang telah terakreditasi nasional. Sedangkan berdasarkan hasil penelusuran literatur oleh tim peneliti, belum pernah dilakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap penulisan abstrak artikel ilmiah Jurnal Unilak. Hal ini perlu dilakukan dalam rangka mengetahui ketaatasasan terhadap aturan dalam panduan dalam penulisan abstrak. Penelitian ini penting untuk dilakukan mengingat Unilak berusaha untuk meningkatkan kualitas Jurnal yang dihasilkan oleh para peneliti baik dari kalangan internal maupun eksternal. Selama ini, belum terdapat literatur yang membahas evaluasi maupun model terkait abstrak artikel ilmiah pada Jurnal Unilak secara menyeluruh. Manfaat penting yang dapat diperoleh dari hasil penelitian ini adalah, menggambarkan ketaatasasan penulisan abstrak artikel ilmiah Jurnal Unilak terhadap panduan, untuk mengevaluasi penulisan abstrak pada jurnal Universitas Lancang Kuning dan model yang idealis yang dapat digunakan oleh Jurnal. Masalah dalam penelitian ini karena belum semua jurnal dapat memberikan informasi yang jelas terkait struktur penulisan, ringkasan informasi utama, gaya penulisan formal dan penulis atau peneliti belum mengikuti pedoman jurnal yang ada. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana kesesuaian penulisan abstrak artikel ilmiah pada Jurnal Universitas Lancang Kuning.

Method

Metodologi dalam penelitian ini adalah kuantitatif mencakup penelusuran literatur dan analisis komparatif terhadap abstrak jurnal yang terindeks Sinta. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap.Tahap observasi: Pada tahap ini peneliti melakukan pengamatan pada platform Science and Technology (Sinta) guna memperoleh data primer jumlah publikasi jurnal.Tahap pengambilan data artikel: Tim penelitian mengambil data setiap artikel pada online jurnal system, data yang diambil adalah abstrak artikel.Tahapan analisis: Tim penelitian menganalisis setiap abstrak yang ditulis oleh penulis dengan melihat ketaatasasan penulis untuk mengikuti aturan penulisan yang telah ada, proses analisis seluruh data yang sudah terkumpul akan menghasilkan pembahasan. Analisis data kuantitatif menggunakan persamaan persentase.Tahap penarikan kesimpulan: Tahap ini adalah tahap akhir dari rangkaian penelitian yang pada akhirnya menghasilkan rekomendasi dari hasil temuan.Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah ketaatasasan penulisan abstrak artikel pada jurnal Unilak tahun 2024.Pengumpulan data primer dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi dan dokumentasi:Mendata jurnal-jurnal yang telah terakreditasi melalui platform Science and Technology Indeks (SINTA) https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/index/2896.Membuka website jurnal Unilak https://journal.unilak.ac.id/.Melalui Online Jurnal System setiap jurnal pada setiap jurnal.Pengkajian dilakukan dengan menilai konsistensi penulis dalam mengikuti ketentuan penulisan abstrak hasil penelitian berdasarkan panduan penulisan masing-masing jurnal yang bisa dilihat pada template jurnal.Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini dengan pendekatan kuantitatif. Analisis data dilakukan dengan mengelompokkan keberadaan unsur abstrak hasil penelitian. Rumus yang digunakan adalah rumus persentase, yaitu:$$P = \frac{f}{N} \times 100%$$Keterangan:$P$ : Angka persentase$f$ : Frekuensi$N$: Jumlah keseluruhan kutipanPenafsiran data dilakukan dengan menggunakan kriteria persentase sebagaimana yang dikemukakan oleh Arikunto (203: 57) sebagai berikut:PersentaseKategori$81 – 100%$Sebagian besar$61 – 80%$Lebih dari setengah$41 – 60%$Setengah$21 – 40%$Hampir setengah$0 – 20%$Sebagian kecil

Result & Discussion

Berdasarkan hasil pengamatan dapat dijelaskan bahwa dari 62 jurnal yang ada di lingkungan Universitas Lancang Kuning, terdapat 22 jurnal atau 35,48 % yang terakreditasi Science and Technology Indeks (SINTA). Berikut gambaran peringkat akreditasi jurnal Unilak.Table 1 Peringkat akreditasi Jurnal UnilakNoPeringkat AkreditasiF%1Sinta 1002Sinta 229,093Sinta 3731,814Sinta 4836,365Sinta 5418,186Sinta 614,54Total22100Tabel di atas menunjukkan bahwa belum ada jurnal di Unilak yang terakreditasi Sinta 1 (satu) dan hanya sebagian kecil terkareditasi pada Sinta 2 (dua), 5 (lima) dan Sinta 6 (enam) dengan presentase yang berbeda-beda yaitu 9.09%, 18.18% dan 4,54%. Sedangkan hampir setengah dari jurnal Unilak sudah terakreditasi Sinta 3 (tiga) yaitu 31,81 %, Sinta 4 (empat) yaitu 36,36 %.Adapun jurnal yang terakreditasi Sinta 2 adalah jurnal ReiLA: Journal of Research and Innovation in Language dan jurnal ELSYA: Journal of English Languages Students. Sinta 3 ada pada jurnal Lectura: Jurnal Pendidikan, DINAMISIA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, UTAMAX: Journal of Ultimate Research and Trends in Education, Digital Zone: Journal teknologi dan Komunikasi, JIP: Jurnal Ilmiah Pertanian, SIKLUS: Jurnal teknik Sipil, dan ELT-LECTURA. Jurnal dengan peringkat Sinta 4 yaitu PAUD LECTURA: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis, BIO-LECTURA, JURNAL TEKNIK, JURNAL NIARA, Zonasi: Jurnal Sistem Informasi, Wahana Foresta: Jurnal Kesehatan dan Jurnal Ilmu Budaya. Jurnal dengan peringkat akreditasi Sinta 5 ada pada, J-COSCIS: Jurnal of Computer Science Community Service, JURNAL AGRIBISNIS, JURNAL HUKUM RESPUBLICA dan JURNAL PUSTAKA BUDAYA sedangkan Sinta 6 ada pada Jurnal Bidik.Penelitian dilakukan dengan menilai konsistensi penulis dalam mengikuti ketentuan penulisan abstrak hasil penelitian berdasarkan panduan penulisan masing-masing jurnal yang bisa dilihat pada template jurnal. Adapun yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah artikel-artikel yang terbit pada volume terakhir sedangkan jumlah artikel yang dihasilkan dari setiap jurnal sangat beragam mulai dari 5, 7, 8, 9, 10, 12, 15, 16, 17, 20, dan 35 artikel di setiap kali terbit dengan kala terbit yang berbeda pula. Terdapat enam belas jurnal yang memiliki kala terbit 2 kali dalam setahun, empat jurnal dengan kala terbit 3 kali dalam setahun, dan satu jurnal dengan kala terbit 6 kali dalam setahun. Berikut gambaran konsistensi penulisan abstrak artikel pada setiap jurnal.Table 2 Substansi Abstrak JurnalJurnalJmlh KataBKata KunciSubstansi AbstrakReiLAMak 2501-Tujuan, Metode dan temuanELSYA200-27515Masalah, kesenjangan penelitian, pendekatan dan solusi, metode, temuan dan hasil.Lectura200-25023-5Masalah, tujuan, metode, hasil dan kesimpulanDinamisiaMak 15023-6Masalah, tujuan, Masalah, metode, hasil dan kesimpulanUtamax-1--Digital Zone100-5002Mak 5Masalah, solusi, temuan utama dan kesimpulanJIPMak 20024-6Hasil utama yang diperolehSiklusMak 25023-5Masalah, tujuan, metode, hasil saintifik dan kesimpulanELT-Lectura200-25013Masalah, tujuan, desain penelitian dan temuanPaud Lectura150-25023-5Masalah, tujuan, metode dan hasilJurnal Ilmiah Eko & Bisnis100-2002--BIO-LECTURA180-25023-5Masalah dan kesimpulanJurnal TeknikMak 2002Mak 5-Jurnal Niaramax. 2002Mak 5Tujuan, metode dan hasilZonasi100-1501Mak 5Masalah, solusi, temuan dan kesimpulanWahana ForestaMak 2002Mak 5latar belakang, tujuan, metode, hasil, dan simpulanPustaka Budaya100-25023-5Pendahuluan, metode, analisa data, hasil dan diskusi, simpulanJurnal Ilmu Budaya200-25013-5-J-COSCIS150-25023-5Tujuan, metode, temuan dan kesimpulan.Jurnal AgribisnisMak 2501Mak 5Alasan pemilihan topik, metode, hasil dan kesimpulanJurnal Hukum RespublikaMak 25013-5Tujuan, metode, temuan utama, dan dampakJurnal Bidikmax 1502 & 13-5Pendahuluan, metode, hasil dan simpulanSetiap jurnal memiliki aturan penulisan abstrak yang berbeda-beda, jika dilihat dari jumlah kata mulai dari 100 hingga 500 kata namun lebih banyak menggunakan 200 hingga 250 kata. Penggunaan bahasa lebih cenderung menggunakan 2 bahasa walaupun ditemukan pengelola jurnal tidak konsisten dalam membuat aturan. Untuk kata kunci mulai dari 3 hingga 6 suku kata sedangkan untuk substansi abstrak sendiri sangat beragam namun jika diamati substansi abstrak memiliki unsur masalah, tujuan, metode dan hasil walaupun ada beberapa jurnal yang tidak mencantumkan aturan baku dalam penulisan substansi abstraknya.Table 3 Kesesuaian Penulisan JurnalJurnalJml Kata %Bhsa %Kata Kci %Subst Abst %ReiLA71,42100-100ELSYA10010010057,14Lectura91,66010070,83Dinamisia25,711002,852,85Utamax-100-42,85Digital Zone10022,221000JIP40100100100Siklus1001001010ELT-Lectura33,3310011,1155,55Paud Lectura251001000Jurnal Ilmiah Eko & Bisnis70,580--BIO-LECTURA501001006,25Jurnal Teknik60100200Jurnal Niara6410010040Zonasi6551005Wahana Foresta1001001000Pustaka Budaya71,42100100100Jurnal Ilmu Budaya40100100-J-COSCIS46,6610086,666,66Jurnal Agribisnis86,6610010086,66Jurnal Hukum Respublika100010040Jurnal Bidik501009040Total Jurnal22100Tabel di atas menunjukkan gambaran secara keseluruan dari ketaatazasan penulisan abstrak jurnal terakreditasi di lingkungan Universitas Lancang Kuning. Semua jurnal telah memiliki pedoman atau aturan kepenulisan yang bisa diakses pada halaman web dan template jurnal. Dari 22 jurnal terdapat 4 jurnal yang tidak menuliskan secara tidak jelas terkait aturan penulisan baik itu pada bagian kata kunci, jumlah kata, dan isi dari substansi abstrak sehingga penulis membuat berdasarkan versi masing-masing.Selain itu masih terdapat dua aturan yang berbeda baik yang tertuang dalam aturan penulisan dan yang tertera pada template jurnal. Sehingga jika dilihat lebih dari setengahnya (78,51%) ketaatazasan didominasi pada penggunaan bahasa, kemudian setengahnya (50,12% dan 45,30%) diikuti oleh penggunaan jumlah kata dan jumlah kata kunci dan sebagian kecil (12,42%) ketaatazasan terdapat pada penulisan pada substansi abstrak.

Conclusion

Dapat disimpulkan bahwaterdapat 22 jurnal yang terakreditasi dilingkungan Universitas Lancang Kuningdengan tingkatan akreditasi yangberbeda. Dua jurnal sinta 2, tujuh jurnalsinta 3, delapan jurnal sinta 4, dan satujurnal dengan sinta 6. Adapaunketaatazasan penulisan pada penulisanabstrak lebih dari setengahnyadidominasi pada penggunaan bahasa,setengahnya diikuti oleh penggunaanjumlah kata dan jumlah kata kunci.