Hubungan Prestasi Akademik Mahasiswa Dengan Kemampuan Baca
Universitas Padjadjaran Sumedang Jawa Barat; Universitas Padjadjaran Sumedang Jawa Barat; Universitas Padjadjaran Sumedang Jawa Barat; Universitas Padjadjaran Sumedang Jawa Barat
Abstrak
Reading memiliki dimensi yang dinamis dan unik. Secara teori, reading skill dan compre-hension skill dapat dibedakan. Namun dalam observasi masih terus digali. Tujuan penelitian : 1. Untuk mengetahui hubungan kemampuan baca pada 1500 kata dengan prestasi akademik mahasiswa ; 2. Untuk mengetahui hubungan kemampuan baca pada 2000 kata dengan prestasi akademik mahasiswa. Metode penelitian : eksperimen. Metode sampling yang digunakan convenience sampling dengan N=41. Metode analisis yang digunakan adalah analisis statistika chi-square. Hasil penelitian : 1. Pada teks 1500 kata, prestasi akademik memiliki hubungan nonsignifikan dengan kemampuan baca; 2. Pada teks 2000 kata, prestasi akademik memiliki hubungan signifikan dengan kemampuan baca. Kesimpulan: Jumlah kata dalam teks tidak berpengaruh terhadap comprehension read. Namun pengenalan teks berpengaruh terhadap comprehension read untuk memahami teks. Bahwa prestasi akademik mahasiswa memiliki hubungan signifikan dengan pemahaman teks, bukan dengan jumlah kata dalam teks.
Abstract
Reading has a dynamic and unique dimension. In theory, reading skill and comprehension skill can be distinguished. However, in observation, it is still being explored. The purpose of the study: 1. To find out the relationship of reading skill on 1500 words with students’ academic achievement; 2. To find out the relationship of reading skill on 2000 words with students’ academic achievement. Research method: experiment. The sampling method used convenience sampling with N = 41. The analysis method used is chi-square statistical analysis. Research results: 1. In 1500 words text, academic achievement has a non-signif-icant relationship with reading ability; 2. In 2000 words text, academic achievement has a significant relationship with reading ability. Conclusion: The number of words in the text has no effect on reading comprehension. However, text recognition has an effect on reading comprehension to understand the text. That students’ academic achievement has a signif-icant relationship with text comprehension, not with the number of words in the tex
Keywords:
Academic achievement
· Reading ability
· Text comprehension
Introduction
Nurhadi (2016) mengungkapkan membaca (reading) adalah proses mental yang melibatkan penggunaan mata untuk mengakses teks, di mana pembaca secara aktif memproses konten yang dibaca untuk memahaminya. Membaca bukan sekadar metode untuk mendapatkan informasi, melainkan juga sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan berbahasa, dan berperan penting dalam rutinitas sehari-hari. Meski minat baca masyarakat rendah, kebutuhan akan membaca terus meningkat. Terutama pada era digital saat ini. Berbagai informasi dan kajian yang dilakukan oleh para ahli dirangkum dalam bentuk tulisan dan dialih mediakan. Hal ini membuat literasi menjadi semakin penting. Kemampuan membaca berkaitan dengan reading comprehension. Selain membaca dengan waktu yang cukup, penting juga untuk memahami isi informasi yang diberikan. Membaca melibatkan proses interpretasi dari bahasa tertulis, yang mencakup pemahaman terhadap kata-kata, kalimat, dan paragraf yang menyimpan pesan dari penulis yang perlu dimengerti oleh pembaca. Aktivitas membaca juga memiliki peranan yang sangat vital dalam konteks pekerjaan dan perkembangan karier, terutama dalam menghadapi perubahan yang Hubungan Prestasi Akademik Mahasiswa Dengan Kemampuan Baca terjadi akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Membaca adalah sebuah aktivitas yang menggabungkan elemen-elemen mental dan fisik. Dalam aspek mentalnya, membaca tidak sekadar mengenali kata-kata dan mengucapkannya dengan baik dan lancar. Sebaliknya, pembaca harus mampu mengerti dan mengartikan konten yang sedang dibacanya. Ini menandakan bahwa saat melakukan tindakan membaca, ada proses mental yang terjadi, termasuk dalam mengidentifikasi kata-kata, mengenali kata-kata, dan memahami materi yang sedang dibaca. Membaca tidak hanya tentang unsur fisik, tetapi juga tentang mental psikologis. Darmadi (2018) mengatakan membaca adalah suatu kegiatan atau proses berpikir yang bertujuan untuk menggali informasi yang terkandung dalam teks tertulis. Dalam konteks ini, membaca mencip-takan sebuah bentuk komunikasi antara penulis dan pembaca. Pembaca memiliki kebebasan untuk menginterpretasikan isi yang dibacanya berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya. Setiap individu pembaca membawa pengalaman uniknya sendiri, dan pengalaman tersebut digunakan sebagai landasan untuk mengartikan informasi dalam teks. Oleh karena itu, isi teks akan berubah-ubah sesuai dengan pengalaman dan perspektif masing-masing pembaca.Tarigan (2021) mengatakan Keterampilan membaca adalah suatu kemampuan yang melibatkan dua aspek utama, yaitu keterampilan mekanis (mechanical skills) dan keterampilan pemahaman (comprehension skills). Kedua aspek ini akan diterapkan dengan cara yang serupa oleh berbagai pembaca. Tarigan (2021) Selanjutnya membahas tujuh tujuan penting yang kita inginkan saat kita membaca. Pertama-tama, kita sering kali membaca untuk menemukan fakta-fakta dan detail-detail spesifik yang tersembunyi dalam teks. Ini membantu kita dalam merinci informasi yang mungkin kita butuhkan. Kedua, kita menggunakan keterampilan membaca untuk mengidentifikasi ide-ide utama yang disampaikan oleh penulis. Dengan begitu, kita dapat memahami pokok-pokok penting dalam teks tersebut. Ketiga, membaca juga membantu kita untuk memahami bagaimana cerita atau informasi tersebut disusun, seperti urutan atau struktur yang digunakan penulis. Keempat, salah satu tujuan membaca adalah untuk menyimpulkan informasi yang telah kita baca. Ini membantu kita merangkum inti dari apa yang telah dipahami. Kelima, membaca memungkinkan kita untuk mengelompokkan dan mengklasifikasikan informasi agar lebih mudah dipahami. Keenam, kita dapat menggunakan keterampilan membaca untuk menilai dan mengevaluasi argumen atau informasi yang ada. Terakhir, membaca juga membantu kita dalam membandingkan atau mempertentangkan berbagai ide atau informasi. Dengan cara ini, kita dapat memahami perbedaan dan kesamaan antara berbagai konsep yang ada dalam teks. (Wicaksono et al., 2019) mencoba memahami comprehension and reading skills yang ia katakan sebagai ketrampilan yang rumit dan komplek. Untuk memahami sebuah teks diperlukan pemahaman yang efisien terhadap seluruh unsur yang berhubungan dengan teks tersebut. Sabouri (2016) mengutip pendapat Anderson, dkk. yang berupaya mendefinisikan reading sebagai proses membuat makna dalam teks. Sementara pendapat lainnya, seperti Wixon, Peters, Weber dan Roeber yang dikutip Sabouri (2016) mengatakan reading adalah proses membangun makna yang melibatkan : wawasan membaca, informasi teks, dan teks itu sendiri. Jika dikaitkan dengan konsep comprehension, (Wicaksono et al., 2019) mengutip pendapat Suharsimi yang menyatakan compre-hension adalah bagaimana seseorang menjaga, memilah, memprediksi, menjelaskan, memperluas, memberi kesimpulan dan generalisasi, memberikan contoh, dan menuliskan kembali. Sementara pendapat Duke yang dikutip oleh (Wicaksono et al., 2019) menjelaskan comprehension merupakan suatu proses dalam membaca dimana pembaca membangun makna dari teks melalui pengetahuan dan pengalaman sebelumnya. Lubis (2014) yang mengutip pendapatnya Linse yang mengatakan resding comprehension refers to reading for meaning, understanding, and entertainment. (Wicaksono et al., 2019) mencoba menjelaskan tentang Faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman bacaan, sebagaimana dijelaskan oleh Nurhadi, dapat dipisahkan menjadi dua kelompok yang berhubungan erat, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal melibatkan komponen seperti tingkat kecerdasan, minat, sikap, dorongan, dan tujuan dalam proses membaca. Di sisi lain, faktor eksternal mencakup elemen-elemen seperti akses ke bahan bacaan, tingkat kesulitan materi, pengaruh lingkungan, latar belakang sosial-ekonomi, serta norma dan tradisi dalam membaca.Comprehension and reading skills jika dikaitkan dengan prestasi akademik siswa pernah dicoba untuk dilakukan dalam sebuah penelitian eksperimen yang dilakukan oleh (Prijana and Rohman, 2016) dalam Kemampuan Baca Mahasiswa Pada Buku Teks, humaniora, 18 (3), 247-252 melakukan eksperimen model klasik dengan menetapkan kelompok eksperimen (N=34) dan kelompok kontrol (N=44). Eksperimen dilakukan untuk menguji metode baca good reading dengan hipotesis (H1) : Prestasi akademik memiliki hubungan signifikan dengan kemampuan baca. Pada kelompok eksperimen dilakukan treatment dan pada kelompok kontrol tidak dilakukan treatment. Pada kelompok eksperimen, hipotesis ditolak. Sementara pada kelompok kontrol, hipotesis diterima. Setelah dilakukan evaluasi metodologi, ternyata treatmentpada kelompok eksperimen dilakukan secara cepat. Sementara pada kelompok kontrol memiliki metode baca sendiri yang telah lama dilaksanakan. Oleh karena itu penelitian akan melakukan eksperimen kembali dengan model yang berbeda, dengan waktu treatment yang lebih lama. (Prijana and Rohman, 2016) dalam Studi Eksperimen Mengenai Metode Baca Good Reading, Lentera Pustaka, 2 (2), 71–81 menyebutkan prestasi akademik memiliki hubungan signifikan dengan metode baca. Disini metode baca yang dimaksud adalah metode baca Good Reading. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen. Menggu-nakan data nominal dengan (N) 34 partisipan dan menggunakan metode analisis Chi-Square. Disini yang menarik adalah membaca (reading) sampai dengan memahami teks memiliki hubungan signifikan dengan prestasi akademik mahasiswa. Relevansi dengan penelitian yang akan dilakukan adalah penggunaan metode baca good reading. Penelitian kali ini juga tertarik pada hasil penelitian (Prijana and Rohman, 2017) tentang Analisis Kemampuan Baca Siswa SMAN 1 Kabupaten Bandung Barat dalam sebuah laporan hasil penelitian riset hibah fundamental Universitas Padjadjaran (2017) yang menguji terkait kapasitas teks, yakni teks 2000 kata dan teks 1000 kata. Dalam hal ini peneliti tertarik akan melakukan eksperimen kembali terkait kapasitas teks 1500 kata dan 2000 kata untuk tingkatan mahasiswa.Prestasi dalam hal akademik maupun nonak-ademik selalu memiliki tolak ukur atau standarisasi terhadap sesuatu. Prestasi akademik menurut Ekayani (2017) adalah Hasil penilaian usaha belajar, yang diekspresikan dalam berbagai bentuk seperti simbol, huruf, atau kalimat, mencerminkan pencapaian yang telah diperoleh oleh setiap siswa selama periode tertentu, yang dalam konteks ini digambarkan melalui IPK (indeks prestasi kumulatif ). Sementara kemampuan baca menurut Dalman (2018) m engungkapkan bahwa membaca adalah tindakan kognitif berpikir yang memiliki tujuan untuk mengeksplorasi berbagai informasi yang disajikan dalam bentuk tulisan. Ini mengindi-kasikan bahwa membaca merupakan suatu bentuk pemikiran yang digunakan untuk memahami teks. Berdasarkan penelitian terdahulu bahwa hubungan antara kemampuan baca dan prestasi akademik menjadi kajian yang menarik. (Prijana and Rohman, 2016) fokus pada reading siswa sekolah menegah atas (SMA). Padahal tingkat kemampuan membaca dikalangan mahasiswa juga menarik untuk diteliti dan dikaitkan dengan prestasi akademik. Untuk itu penelitian kali ini menjadikan mahasiswa sebagai populasi, dimana dapat menjadi kebaruan (novelty) penelitian. Penelitian kali ini fokus pada kapasitas membaca atau jumlah kata dalam teks yang dikaitkan dengan prestasi akademik mahasiswa. Penelitian yang terus-menerus dilakukan mengenai formula baru tentang prestasi akademik mahasiswa menjadi penting. Oleh karena itu peneliti perlu membangun rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian. Rumusan Masalah1. Apakah prestasi akademik mahasiswa memiliki hubungan asosiasi signifikan dengan kemampuan baca teks 1500 kata.2. Apakah prestasi akademik mahasiswa memiliki hubungan asosiasi signifikan dengan kemampuan baca teks 2000 kata.Tujuan dan Manfaat PenelitianTujuan Penelitian1. Untuk mengetahui hubungan asosiasi prestasi akademik mahasiswa dengan kemampuan baca teks 1500 kata2. Untuk mengetahui hubungan asosiasi prestasi akademik mahasiswa dengan kemampuan baca teks 2000 kataManfaat Penelitian1. Manfaat akademik. Untuk mengembangkan materi tentang reading, yakni comprehension and reading skills.2. Manfaat praktis. Untuk mengembangkan metode baca good reading dalam rangka mendongkrak prestasi akademik mahasiswa
Method
Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen model one shot case study. Metode eksperimen ini memiliki kelebihan bila digunakan untuk menguji hipotesis (Prijana and Yanto, 2020b). Kelompok eksperimen kali ini akan diberikan treatment untuk waktu yang cukup. Treatment pertama untuk teks 1500 kata dan treatment kedua untuk teks 2000 kata. Teks 1500 kata untuk treatment pertama, berbeda tema dengan teks 2000 kata untuk treatment kedua. Dari masing-masing teks diberikan soal untuk mengukur tingkat pemahaman teks atau dalam hal ini dinamakan kemampuan baca. Dalam hal membaca teks partisipan diberikan waktu yang cukup. Namun tidak mengukur kecepatan bacanya atau mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membaca teks. Disini masing-masing partisipan (N=41) akan diberikan teks 1500 kata dan diberikan instrumen soal jawaban. Pada partisipan yang sama (N=41) juga akan diberikan teks 2000 kata dan diberikan instrumen soal jawaban. Teks pertama dan teks kedua memiliki tema yang berbeda dan juga memiliki instrumen soal jawaban yang berbeda. Keunggulan eksperimen adalah memiliki populasi yang homogen sehingga peneliti tidak perlu lagi memikirkan untuk menghomogenkan populasi (Prijana and Yanto, 2020b). Metode sampling yang digunakan adalah conveniencesampling. Populasi dalam penelitian adalah mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Padjadjaran (N=41).Metode analisis yang digunakan adalah analisis statistika chi-square yang digunakan sebagai metode analisis data. Dalam analisis Chi-squareidealnya data penelitian dipasangkan dengan data responden (Prijana and Yanto, 2020b). Data penelitian dapat menggunakan nominal diskrit, dan data responden dapat menggunakan nominal katagori atau sebaliknya. Bisa juga data penelitian dan data responden juga sama-sama menggu-nakan data nominal kategori. Dalam penelitian data responden dan data penelitian menggunakan nominal kategori. IPK (indeks prestasi komulatif ) akademik menjadi data responden, sementara hasil skor dalam instrumen soal menjadi data penelitian.Kelompok eksperimen dibagi menjadi 2 (dua) klasifikasi, yakni mereka yang memiliki IPK (indeks prestasi kumulatif ) 2,75 - 3,50 atau katagori sangat memuaskan dan IPK (indeks prestasi kumulatif ) 3,50 - 4,00 atau katagori pujian. Kelompok eksperimen diberikan treatment menggunakan teks 1500 kata dan teks 2000 kata. Analisis statistik menggunakan prosedur dan rumus Chi-square dengan menggu-nakan data nominal. Analisis versi digital menjadi pilihan peneliti, karena lebih presisi. Dalam teknik analisisnya tidak memerlukan entry data dan kecil kemungkinan salah entry. Data yang berasal dari partisipan cukup di coding dan dianalisis dengan program SPSS versi 25.Prestasi akademik mahasiswa sebagai variabel terikat (dependent variable) yang memiliki pendekatan penilaian dengan menggunakan klasifikasi nilai kelompok. Peneliti melakukan rekayasa konsep sesuai kebutuhan dengan menggunakan pedoman yang dianggap relevan. Disini peneliti mencoba untuk melakukan rekayasa konsep tentang nilai mutu akademik, yakni penilaian pada penguasaan materi kognitif, psikomotorik, dan afeksi yang pernah digunakan dalam penelitian (Prijana and Rohman, 2017) yang membangun klasifikasi kemampuan baca secara formal dalam nilai huruf dengan interval angka
Result & Discussion
Disini peneliti akan melakukan uji hipotesis sebagai berikut : 1) Untuk kemampuan baca teks 1500 kata; 2) Untuk kemampuan baca teks 2000 kata. Hipotesisi diuji dengan menggunakan data nominal dengan analisis statistika Chi-squaresebagai berikut : 1. HUBUNGAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA DENGAN KEMAMPUAN BACAAN TEKS 1500 K ATAH0: Prestasi akademik mahasiswa memiliki hubungan asosiasi nonsignifikan dengan kemampuan baca teks 1500 kata.H1: Prestasi akademik mahasiswa memiliki hubungan asosiasi signifikan dengan kemampuan baca teks 1500 kata.Tabel 1 : Hubungan Prestasi Akademik Mahasiswa Dengan Kemampuan Baca Teks 1500 kataCase Processing SummaryCasesValidMissingTotalNPercentNPercentNPercentIPK * teks- 141100.0%00.0%41100.0%Chi-Square TestsValuedfAsymptotic Significance (2-sided)Pearson Chi-Square.127a2.938Likelihood Ratio.2242.894Linear-by-Linear Association.0631.801N of Valid Cases41Crosstabulation0-4456-67Teks-1Total80-100IPK2.76 - 3.50 (katagori sangat memuaskan)Count0314Expected Count.13.0.94.03.51 - 4.00 (katagori Pujian)Count128837Expected Count.928.08.137.0TotalExpected CountCount1319411.031.09.041.0a. 4 cells (66.7%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .10.Sumber: data primer diolah (2023)Tabel-1 dan tabel berikutnya merupakan satu kesatuan proses analisis mengenai hubungan asosiasi prestasi akademik mahasiswa dengan kemampuan baca pada teks 1500 kata. Diketahui (N=41), Chi-squarehitung = 0.127, jika α 0.10, dk = 2, maka Chi-squaretabel = 4.61 artinya Chi-square-hitung lebih kecil daripada Chi-squaretabel. Jika Chi-squarehitung lebih kecil daripada Chi-squaretabelartinya hipotesis ditolak. Pada teks 1500 kata, prestasi akademik mahasiswa memiliki hubungan asosiasi nonsignifikan dengan kemampuan baca. Kemampuan baca tidak memiliki hubungan asosiasi dengan prestasi akademik mahasiswa berdasarkan IPK (indeks prestasi kumulatif ) dengan 2 (dua) kuali-fikasi, yakni katagori pujian dan katagori sangat memuaskan. 2. HUBUNGAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA DENGAN KEMAMPUAN BACA TEKS 2000 KATAH0: Prestasi akademik mahasiswa memiliki hubungan non signifikan dengan kemampuan baca teks 2000 kata. H1: Prestasi akademik mahasiswa memiliki hubungan signifikan dengan kemampuan baca teks 2000 kata. abel 2 : Hubungan Prestasi Akademik Dengan Kemampuan Baca Teks 2000 kataCase Processing SummaryCasesValidMissingTotalNPercentNPercentNPercentIPK * Teks- 241100.0%00.0%41100.0%Crosstabulation0-4456-67Teks-2Total80-100IPK2.76 - 3.50 (katagori sangat memuaskan)Count3104Expected Count.91.31.94.03.51 - 4.00 (katagori Pujian)Count6121937Expected Count8.111.717.137.0TotalExpected CountCount91319419.013.019.041.0Chi-Square TestsValuedfAsymptotic Significance (2-sided)Pearson Chi-Square7.799a2.020Likelihood Ratio7.7062.021Linear-by-Linear Association6.8521.009N of Valid Cases41a. 3 cells (50.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .88.Sumber: data primer diolah, 2023Tabel-2 dan tabel berikutnya merupakan satu kesatuan proses analisis mengenai hubungan prestasi akademik mahasiswa dengan kemampuan baca pada teks 2000 kata. Diketahui (N=41), Chi-squarehitung = 7.799, Jika α 0.10, df = 2, maka Chi-squaretabel = 4.61 artinya Chi-squarehitung lebih besar daripada Chi-squaretabel. Jika Chi-squarehitunglebih besar daripada Chi-squaretabel maka hipotesisi diterima. Pada teks 2000 kata, prestasi akademik mahasiswa memiliki hubungan asosiasi signifikan dengan kemampuan baca, artinya kemampuan baca memiliki hubungan asosiasi dengan prestasi akademik mahasiswa berdasarkan IPK (indeks prestasi kumulatif ) dengan 2 (dua) kualifikasi, yakni katagori pujian dan katagori sangat memuaskan. Bahwa prestasi akademik mahasiswa memiliki hubungan asosiasi signifikan dengan kemampuan baca pada teks 2000 kata. Jika mencermati hipotesis-1 dan hipotesis-2 menunjukkan bahwa jumlah kata dalam teks bukan menjadi unsur yang menentukan dalam pemahaman teks atau dapat dikatakan bahwa permahaman teks tidak memiliki hubungan dengan jumlah kata dalam teks. Secara jelas bahwa teks 1500 kata memiliki jumlah lebih kecil dari teks 2000 kata. Logika awal menduga bahwa teks 1500 kata memiliki kemungkinan potensial terjadinya hubungan asosiasi dengan pemahaman teks. Sementara yang terjadi pada observasi, justru pada teks 2000 kata yang memiliki hubungan asosiasi signifikan dengan pemahaman teks, jika dikaitkan dengan prestasi akademik mahasiswa. Disini dapat dikatakan bahwa jumlah kata dalam teks kurang berpengaruh pada reading compre-hension. Tetapi pengenalan teks lebih menetukan dalam pemahaman teks. Pada treatment pertama teks 1500 kata dan treatment kedua teks 2000 kata dilakukan eksperimen dengan teks yang berbeda. Jika treatment pertama dan treatment kedua dilakukan dengan teks yang sama besar kemun-gkinan hasilnya akan sama. Pengenalan teks lebih menentukan dalam reading comprehension, bukan jumlah kata dalam teks.
Conclusion
Jumlah kata dalam teks tidak menen-tukan readingcomprehension dalam hal untuk mendapatkan pemahaman teks. Namun pengenalan teks lebih menentukan readingcomprehension. Jika dikatakan prestasi akademik mahasiswa memiliki hubungan asosiasi signifikan dengan pemahaman teks bukan karena jumlah kata dalam teks, melainkan unsur pengenalan teks yang lebih menonjol. Kedepan dapat dilakukan penelitian lanjutan tentang readingcomprehension dan juga mengukur kecepatan bacanya. Diketahui secara teori bahwa readingcomprehension mampu mendongkrak prestasi akademik mahasiswa. Dalam penelitian kali ini, readingcomprehension dan reading skilldapat dibedakan setelah pengujian data. Penelitian eksperimen tentang reading menjadi semakin menarik untuk dilakukan penelitian lanjutan. Dimensi reading yang unik dan dinamis menjadikan tantangan baru dalam dunia penelitian kuantitatif bidang perpustakaan dan sains informasi. Metode baca good reading juga dapat dikaitkan dengan readingcomprehension. Metode baca good reading tidak hanya fokus pada ketrampilan membaca, tetapi dapat dikembangkan pada dimensi reading yang lebih luas dengan tujuan yang berbeda.