Kembali
16
1
2025 Unilib: Jurnal Perpustakaan Vol 16 · 1 ISSN 2715-274X

TREN TOPIK PENELITIAN INKLUSI SOSIAL PADA JURNAL ILMUPERPUSTAKAAN DI INDONESIA TAHUN 2019-2023

Universitas Negeri Malang; Universitas Negeri Malang; Universitas Negeri Malang; Universitas Negeri Malang; Universitas Negeri Malang

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren perkembangan Ilmu Perpustakaan dan Informasi di Indonesia melalui jurnal ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi dengan fokus subjek inklusi sosial yang telah diindeks oleh SINTA (Science and Technology Index) selama periode 2019-2023. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dan metode bibliometrik, penelitian ini menganalisis artikel-artikel yang dipublikasikan dalam 11 jurnal Ilmu Perpustakaan terkemuka yang diindeks oleh SINTA selama periode tersebut. Hasil analisis menunjukkan tren penelitian yang bervariasi dari tahun ke tahun. Terdapat peningkatan jumlah artikel yang membahas inklusi sosial dari tahun ke tahun, meskipun distribusinya tidak stabil. Selain itu, hasil analisis juga mengungkapkan pola kolaborasi antara penulis dan institusi, serta produktivitas penulis dan institusi dalam konteks penelitian inklusi sosial. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi para peneliti, praktisi perpustakaan, dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan strategi dan program yang lebih efektif untuk mendukung inklusi sosial melalui perpustakaan. Selain itu, kontribusinya dalam pemahaman terkait tren penelitian dalam Ilmu Perpustakaan dan Informasi di Indonesia dapat menjadi dasar bagi pengembangan lebih lanjut dalam bidang ini

Abstract

This study aims to identify the development trends of Library and Information Science in Indonesia through scientific journals of Library and Information Science with a focus on the subject of social inclusion that have been indexed by SINTA (Science and Technology Index) during the period 2019-2023. The research method used is a quantitative descriptive approach and bibliometric method, this study analyzes articles published in 11 leading Library Science journals indexed by SINTA during the period. The results of the analysis show research trends that vary from year to year. There is an increase in the number of articles discussing social inclusion from year to year, although the distribution is not stable. In addition, the analysis also revealed patterns of collaboration between authors and institutions, as well as the productivity of authors and institutions in the context of social inclusion research. This study provides valuable insights for researchers, library practitioners, and policy makers in developing more effective strategies and programs to support social inclusion through libraries. In addition, its contribution to the understanding of research trends in Library and Information Science in Indonesia can serve as a basis for further development in this field</p>
Keywords: Inklusi sosial · jurnal · ilmu perpustakaan · SINTA · bibliometrik

Introduction

Perpustakaan merupakan sebuah tempat yang menyimpan berbagai macam koleksi mulai dari koleksi cetak, hingga koleksi non-cetak. Perpus-takaan juga dianggap sebagai pusat penyedia informasi, namun tak hanya itu perpustakaan juga berperan sebagai tempat sosial budaya yang berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perpustakaan juga menyediakan berbagai layanan bagi penggunanya diantaranya adalah layanan peminjaman dan pengembalian buku, memberikan akses kepada semua kalangan masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga orang yang berkebutuhan khusus. Menurut Sulistyo Basuki, “Adapun definisi Perpustakaan yaitu sebuah instansi secara ahlinya dengan menggunakan sebuah sistem baku untuk mengayomi keperluan dalam hal education, research, information, and recreation untuk user. Ada berbagai macam jenis perpustakaan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, salah satunya perpustakaan perguruan tinggi.” (Sulistyo-Basuki, 2016)Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan, perpustakaan umum adalah perpustakaan yang diperuntukkan bagi masyarakat luas sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat, jenis kelamin, su- ku, ras, agama, dan status sosial-ekonomi. Dalam penelitian yang dilakukan oleh (Kehinde & Adeyeye, 2023), ditemukan bahwa pendidikan pemakai berpengaruh positif dan signifikan terhadap pe- manfaatan perpustakaan. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan dan pelatihan yang diberikan di perpustakaan dapat meningkatkan kesadaran dan kesempatan masyarakat untuk mengembangkan diri secara berkesinambungan(Sri Aprianti et al., 2023). Beberapa individu merasa dirinya memiliki perbedaan dengan individu lain yang membuat dirinya dikesampingkan, hal ini biasa disebut dengan inklusi sosial, maka dari itu tak sedikit dari perpustakaan yang ada di Indonesia maupun dunia membuat perpustakaan yang dapat memenuhi hak bagi seluruh penggunanya tanpa membedakan apapun. Konsep inklusi sosial datang dari suatu istilah yang disebut dengan eksklusi sosial yang berarti di mana kondisi suatu masyarakat yang merasa dirinya berbeda dengan masyarakat lainnya (Mahdi, 2020) .Perpustakaan dapat memanfaatkan penggu- naan IFLA Checklist sebagai pedoman, dikarenakan IFLA Checklist merupakan pedoman yang dikelu-arkan oleh badan internasional yang berhubungan dengan perpustakaan dan informasi. Standar yang dijelaskan yaitu, mengenai akses perpus-takaan secara fisik, format media dan layanan, dan komunikasi bagi orang-orang difabel. IFLA Checklist ini dirancang untuk membantu asosiasi perpustakaan, perpustakaan, dan pekerja perpus-takaan dan informasi untuk memikirkan keadaan kebebasan intelektual di mana mereka berada. Menurut (Utami & Prasetyo, 2019) menyebutkan bahwa terdapat lima aspek perubahan layanan perpustakaan berbasis inklusi antara lain : perpus-takaan harus dapat berperan sebagai fasilitator dalam pengembangan pertumbuhan ekonomi dengan menyediakan kebutuhan informasi yang relevan, masih berkaitan dengan point pertama perpustakaan haruslah dapat menjadi penyedia informasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna melalui fasilitas koleksi yang berada pada perpus-takaan tersebut, perpustakaan selalu menjadi pusat kegiatan atau pusat pengembangan potensi diri bagi semua masyarakat, transformasi perpustakaan dari yang awalnya minim mengenai teknologi menjadi perpustakaan yang memanfaatkan teknologi untuk memenuhi kebutuhan semua pengguna termasuk bagi mereka yang mengalami disabilitas, merubah paradigma pustakawan yang pasif menjadi pustakawan yang lebih aktif dan melek akan hadirnya teknologi serta informasi terbaru yang berada disekitarnya. Inklusi sosial di perpustakaan, sebagai institusi informasi dan ilmu pengetahuan, memiliki peran penting dalam meningkatkan akses informasi dan kesempatan belajar bagi masyarakat luas. perpustakaan harus menjadi tempat yang inklusif, memenuhi kebutuhan berbagai lapisan masyarakat, termasuk mereka yang kurang beruntung dan berada di luar lingkungan pendidikan formal(Alam & Kamil, 2021).Untuk memahami perkembangan Ilmu Perpus-takaan dan Informasi, khususnya di Indonesia, kita dapat melihatnya dari artikel yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tren perkembangan Ilmu Perpustakaan dan Informasi di Indonesia melalui jurnal ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi yang telah diindeks oleh SINTA (Science and Technology Index) selama periode 2019-2023. Dengan melakukan penelitian bibliometrik untuk menganalisis tren penelitian dalam Ilmu Perpus-takaan dan Informasi, kita dapat mengetahui perkembangan ilmu tersebut(Nurhudha & Safii, 2024).Penelitian ini akan berfokus pada analisis topik penelitian yang sedang tren, penulis yang paling produktif, institusi asal, jumlah artikel, institusi yang paling produktif, serta kolaborasi antar penulis dari berbagai institusi. Studi bibliometrik tentang tren penelitian ini dapat bermanfaat bagi editor jurnal untuk meningkatkan kualitas artikel yang akan diterbitkan. Batasan dalam penelitian ini hanya pada jurnal ilmu perpustakaan dari tahun 2019-2023 saat artikel ini disusun. Jurnal yang akan diolah ialah yang terindeks sinta. Manfaat lain dari penelitian ini bagi Ilmu Perpustakaan dan Informasi secara akademis adalah dapat menjadi referensi bagi peneliti untuk mengembangkan topik Ilmu Perpustakaan dan Informasi, membangun kolaborasi penelitian antar institusi, serta memberikan gambaran tentang tren penelitian dalam Ilmu Perpustakaan dan Informasi di Indonesia.Secara khusus, penelitian ini juga akan mengkaji bagaimana penelitian mengenai inklusi sosial dalam konteks Ilmu Perpustakaan dan Informasi berkembang di Indonesia selama periode 2019-2023. Penelitian mengenai inklusi sosial di perpustakaan mencakup berbagai isu, mulai dari aksesibilitas layanan perpustakaan bagi penyandang disabilitas, program literasi untuk masyarakat dan inklusi sosial. Hal ini penting untuk mengetahui sejauh mana topik inklusi sosial telah diperhatikan dan diter-apkan dalam praktik perpustakaan dan informasi di Indonesia, serta untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang yang ada dalam pengembangan layanan yang inklusif bagi pengguna disabilitas. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat ditemukan pola-pola penelitian yang signifikan, kontribusi penulis dan institusi, serta tingkat kolaborasi yang terjadi dalam penelitian inklusi sosial

Method

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode bibliometrik. Objek penelitian ini adalah artikel yang dipublikasikan di 11 jurnal Ilmu Perpustakaan dengan periode penerbitan terbatas pada tahun 2019-2023. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh artikel pada tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 sebanyak 43 artikel. Seluruh populasi merupakan sampel penelitian. Dengan kata lain penelitian ini merupakan penelitian populasi dengan menggunakan seluruh populasi yang berjumlah 65 orang sebagai sampel dalam penelitian. Pemilihan sebelas jurnal ini didasarkan pada lembaga induk penerbitan jurnal, antara lain lembaga pendidikan dan lembaga penelitian. Secara rinci, dibawah ini merupakan kriteria pemilihan jurnal :1. Terbitan dalam kurun waktu 4 tahun mulai dari tahun 2019-20232. Memiliki keywords mengenai inklusi sosial, perpustakaan. 3. Mencari dengan maksimal 500 hasil. 4. Jurnal terakreditasi minimal SINTA 4

Result

Penelitian Tren Ilmu Perpustakaan dan Informasi pada Jurnal Ilmu perpustakaan dengan subjek sosial di Indonesia tahun 2019 - tahun 2023 diawali dengan mengidentifikasi jurnal-jurnal yang diambil sebagai sampel penelitian, dapat dilihat pada tabel. Tabel 1. Jurnal Ilmu PerpustakaanNoNama JurnalAsal InstitusiAkreditasi SINTA1ANUVA : Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, Dan InformasiUniversitas DiponegoroSinta 42Jurnal Berkala Ilmu Perpustakaan Dan InformasiUniversitas Gadjah MadaSinta 23Bibliotika : Jurnal Kajian Perpustakaan Dan InformasiUniversitas Negeri MalangSinta 44Edulib : Journal Of Library And Information ScienceUniversitas Pendidikan IndonesiaSinta 35JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi)Universitas Islam Negeri Sumatera UtaraSinta 46Khizanah Al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, Dan KearsipanUIN Alauddin MakassarSinta 27Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi Dan KearsipanUniversitas DiponegoroSinta 38Literatify : Trends In Library DevelopmentUIN Alauddin MakassarSinta 49Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan Dan InformasiUniversitas Islam Negeri Antasari BanjarmasinSinta 410Pustakaloka : Jurnal Kajian Informasi Dan PerpustakaanInstitut Agama Islam Negeri PonorogoSinta 311TIK ILMEU : Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan InformasiInstitut Agama Islam Negeri (IAIN) CurupSinta 412Unilib: Jurnal PerpustakaanUniversitas Islam IndonesiaSinta 4a. Data artikel per tahunBerdasarkan data yang terdapat pada tabel 2 ini yang berisi mengenai data artikel per tahun yang telah diterbitkan oleh beberapa jurnal, dapat dilihat bahwa jumlah keseluruhan artikel pada ANUVA: jurnal kajian budaya, perpustakaan , dan informasi berjumlah 4 artikel, jurnal berkala ilmu perpustakaan dan informasi berjumlah 5 artikel, BIBLIOTIKA: jurnal kajian perpustakaan dan informasi berjumlah 4 artikel, EDULIB: journal of library and information science berjumlah 4 artikel, JIPI (jurnal ilmu perpus-takaan dan informasi berjumlah 7 artikel, KHIZANAH AL – HIKMAH: Jurnal ilmu perpustakaan, informasi, dan kearsipan berjumlah 5 artikel, LENTERA PUSTAKA: jurnal kajian ilmu perpustakaan, informasi, dan kearsipan berjumlah 2 artikel, LITERATIFY: trends in library development berjumlah 1 artikel, PUSTAKA KARYA: jurnal ilmiah ilmu perpustakaan dan informasi berjumlah 2 artikel, PUSTAKALOKA: jurnal kajian informasi dan perpustakaan berjumlah 3 artikel, TIK ILMEU: jurnal ilmu perpustakaan dan informasi berjumlah 4 artikel, UNILIB: jurnal perpustakaan berjumlah 2 artikel. Di bawah ini adalah tampilan tabel dari persentase artikel yang telah diterbitkan oleh jurnal yang telah disebutkan. Tabel 2. Rata-rata Distribusi ArtikelNama JurnalTahunJumlah ArtikelPersentase20192020202120222023ANUVA : Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan,Dan Informasi-121-49.3%Jurnal Berkala Ilmu Perpustakaan Dan Informasi--212511.6%Bibliotika : Jurnal Kajian Perpus-takaan Dan Informasi-121-49.3%Edulib : Journal Of Library And Information Science22---49.3%JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi)11131716.2%Khizanah Al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan,Informasi, Dan Kearsipan-1112511.6%Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan,Informasi Dan Kearsipan-11--24.7%Literatify : Trends In Library Development----112.3%Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu PerpustakaanDan Informasi-1--124.7%Pustakaloka : Jurnal Kajian Informasi Dan Perpustakaan---1237%TIK ILMEU : Jurnal Ilmu Perpus-takaan Dan Informasi--1-349.3%Unilib: Jurnal Perpustakaan11---24.7%Total491081243100%Rata-rata Persentase Distribusi9.3%21%23.2%18.6%27.9%100%Pada tahun 2019 tingkat persentase yang diperoleh adalah 9.3%, kemudian pada tahun 2020 persentase yang diperoleh meningkat secara drastis yaitu mencapai angka 21%, dilanjut dengan tahun berikutnya yaitu pada 2021 tingkat persentase semakin naik hingga mencapai angka 23.2%, namun sangat disayangkan pada tahun 2022 tingkat persentase yang diperoleh menjadi turun cukup signifikan pada angka 18.6%, selanjutnya pada tahun 2023 persentase kembali meningkat lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya hingga mencapai 27.9%. Dari tahun 2019 hingga tahun 2023 distribusi artikel mengalami distribusi yang tidak tetap atau berubah-ubah karena rata-rata yang didapatTabel 3. Distribusi Pola Penulis Tipe PenulisTahunJumlah ArtikelPersentase20192020202120222023Individu345231739.5%Kolaboratif155692660.5%Total491081243100%b. Pola KepenulisanPola kepenulisan ini digunakan untuk menge-tahui data penulis yang menulis secara individu dan kolaboratif dalam sebuah artikel di jurnal. Pada tabel 3, dari 43 artikel jurnal, 17 (39.5%) artikel ditulis secara individu oleh penulis, sedangkan 26 (60.5%) artikel ditulis dengan cara kolaboratif. Tabel 4. Produktivitas PenulisNama PenulisJumlah ArtikelInstitusiAdi Prasetyawan2Universitas Negeri MalangFitri Mutia2Universitas AirlanggaInawati2Universitas Negeri MalangSukaesih2Universitas PadjadjaranYunus Winoto2Universitas Padjadjaranc. Produktivitas PenulisDari data data yang telah diambil dari tahun 2019 hingga tahun 2023 terdapat jumlah yang cukup banyak yang membahas topik inklusi di dalam jurnal ilmu perpustakaan yaitu berjumlah 65 orang. Terdapat 5 penulis yang memiliki jumlah artikel terbanyak yaitu Adi Prasetyawan dengan 2 artikel, Fitri Mutia yang menulis 2 artikel, Inawati menulis 2 artikel, Sukaesih menulis 2 artikel, Yunus Winoto menulis 2 artikel. Tabel 4 menunjukkan Top 5 penulis yang menuliskan artikel dengan topik inklusi dari kurun waktu 2019 hingga 2023.Tabel 5. Produktivitas InstitusiInstitusiAkademik/Non-AkademikJumlah PenulisPersentaseUniversitas PadjadjaranAkademik913.8%Universitas Negeri MalangAkademik812.3%UIN Sunan Kalijaga YogyakartaAkademik69.2%Universitas IndonesiaAkademik57.7%Universitas DiponegoroAkademik46.1%Universitas Pendidikan IndonesiaAkademik34.6%Universitas BrawijayaAkademik34.6%Universitas AirlanggaAkademik34.6%d. Produktivitas InstitusiPada tabel 5 ini menunjukkan 8 institusi yang paling aktif aktif dalam penulisan artikel dalam kurun waktu 2019-2023 dari 25 institusi yang tergabung dalam penulisan artikel dengan topik inklusi. Dari data yang ada 43 artikel yang dituliskan, Institusi yang memiliki kontribusi paling besar yaitu Universitas Padjadjaran memiliki 9 penulis dengan persentase sebesar 13.8%, diikuti oleh Universitas Negeri Malang dengan persentase 12.3%, diikuti oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan persentase 9.2%, lalu Universitas Indonesia dengan persentase 7.7%, diikuti Universitas Diponegoro dengan persentase 6.1%, lalu Universitas Pendi-dikan Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga memiliki persentase yang sama yaitu 4.6%. Dari data diatas dapat dilihat bahwa tidak banyak Universitas yang menuliskan artikel dengan topic inklusi sosial. Dan pentingnya kolaborasi dalam penulisan artikel di antara peneliti dengan latar belakang pendidikan yang berbeda, agar memperkaya jenis artikel yang ada(Aminah, 2023).Tabel 6. Kontributor Institusi Akademik dan NonakademikInstitusiJumlah KontributorPersentaseInstitusi Akademik 2392%Institusi Non-Akademik 28%Total25100% Tabel 7. Data Kolaborasi PenulisNoKerjasama Penulis Antar Institusi20192020202120222023Jumlah PenulisPersentase1Universitas Diponegoro & Universitas Diponegoro---2-23.7%2Universitas Indonesia & Universitas Indonesia--22-47.4%3Universitas Negeri Malang & Universitas Negeri Malang-3--5814.8%4Universitas Padjadjaran & Universitas Padjadjaran223-31018.5%5Universitas Sebelas Maret & Universitas Sebelas Maret--22-47.4%6UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta & UIN SunanKalijaga Yogyakarta--2-247.4%7Universitas Pendidikan Indonesia & UniversitasPendidikan Indonesia-3---35.6%8Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung &Universitas Bangka Belitung----335.6%9Universitas Brawijaya & Universitas Brawijaya-3---35.6%10Universitas Airlangga & Universitas Airlangga-22--23.7%11UIN Alauddin Makassar & UniversitasMuhammadiyah Makassar---2-23.7%12UIN Sumatera Utara & UIN Sumatera Utara----223.7%13UIN Sunan Ampel Surabaya & UIN Sunan AmpelSurabaya----223.7%14UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung & UINSayyid Ali Rahmatullah Tulungagung----223.7%15Universitas Terbuka Palembang & UIN RadenFatah Palembang-3---35.6%Total54e. Kerjasama Penulis Antar InstitusiDari rekapitulasi data dapat dilihat bahwa hampir seluruh penulis melakukan berafiliasi dengan institusi sendiri dan ada beberapa penulis yang melakukan kolaborasi dengan instansi lainnya, yaitu dengan data 12 Institusi yaitu Universitas Diponegoro, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Malang, Universitas Padjadjaran, Universitas Sebelas Maret, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, UIN Sumatera Utara, UIN Sunan Ampel Surabaya, dan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang melakukan kolaborasi dengan institusi sendiri dengan jumlah persentase 85,1%, dan 3 Institusi melakukan kolaborasi dengan institusi lain dengan jumlah persentase 14.9% yaitu Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung dengan Universitas Bangka Belitung, UIN Alauddin Makassar dengan Universitas Muhammadiyah Makassar, dan Universitas Terbuka Palembang dengan UIN Raden Fatah Palembang. Masing-masing dari institusi memiliki penulis yang bervariatif yaitu top 3 penulis paling banyak dimiliki oleh Universitas Padjadjaran dengan 10 penulis, diikuti oleh Universitas Negeri Malang dengan 10 penulis, dan Universitas Indonesia, Universitas Sebelas Maret, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memiliki jumlah penulis yang sama yaitu berjumlah 4 orang.Tabel 8. Persentase Jumlah Artikel dan Kata KunciDeskripsi20192020202120222023TotalJumlah Artikel491081243Jumlah Kata Kunci1835323039154Rata rata Keyword/artikel4.53.93.23.753.253.58Jumlah Kata kunci yang sama13431021Jumlah Kata kunci yang berbeda1732282729133f. Topic yang Paling Banyak DitelitiDari data yang ada untuk menentukan topik yang paling banyak diteliti, kata kunci dikategorikan dari 43 artikel, dan menghasilkan 154 kata kunci. Lalu dianalisis menggunakan Hawkins taxonomy untuk menentukan topic yang paling banyak diteliti. Data tabel 9 memperlihatkan total kata kunci dari 12 jurnal yang dipilih, yaitu pada tahun 2019 memiliki 18 kata kunci, tahun 2020 memiliki 35 kata kunci, tahun 2021 memiliki 32 kata kunci, tahun 2022 memiliki 30 kata kunci, dan tahun 2023 memiliki 39 kata kunci. Angka pada tabel kata kunci yang sama menandakan bahwa artikel yang dituliskan memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lain. Angka pada tabel kata kunci yang berbeda menan-dakan banyaknya artikel yang membahas berbagai macam topik yang dibahas di dalam artikel.Tabel 9. Distribusi kata kunci tahun 2019-2023 Setelah dikategorikan menurut Hawkins taxonomy mengambil data dari tabel 8 dapat ditemukan 6 kata kunci.No.Kata KunciTahunTotalPersentase201920202021202220231Inklusi Sosial213361535.7%2Perpustakaan033241228.6%3Disabilitas05001614.2%4Pustakawan0002249.6%5Literasi Informasi10004511.9%Total39671742100,00% Dari data pada tabel 9 dapat dilihat bahwa topic yang paling sering diteliti adalah Inklusi Sosial dimana berjumlahkan 15 total artikel yang membahas mengenai inklusi sosial dan mengambil persentase paling besar yaitu 35.7% dari keseluruhan data. Inklusi sosial mencakup berbagai subtopik yang membahas mengenai aksesibilitas sebuah komunitas yang berbeda menganggap diri mereka berbeda, orang yang menyandang disabilitas, aksesibilitas layanan perpustakaan bagi penyandang disabilitas. Sedangkan topic yang paling sedikit untuk diteliti adalah topic mengenai pustakawan yang berjumlahkan 4 artikel yang mendapatkan persentase hanya sebesar 9.6% dari keseluruhan data yang ada. Dalam kurun waktu tahun 2019 hingga 2023 topik yang paling banyak digunakan adalah Inklusi Sosial, dan yang paling sedikit digunakan adalah Pustakawan. Analisis kata kunci berdasarkan Hawkins Taxonomy menun-jukkan bahwa topik “inklusi sosial” menjadi fokus utama dalam penelitian ini, dengan persentase tertinggi sebesar 35,7%, sementara topik lain seperti “pustakawan” memiliki persentase lebih rendah, yaitu 9,6%. Temuan ini menunjukkan bahwa inklusi sosial semakin menjadi perhatian dalam penelitian perpustakaan modern di Indonesia, meskipun masih ada ruang untuk pengembangan lebih lanjut, terutama dalam aspek kolaborasi lintas institusi dan eksplorasi topik baru(Pratiwi & Heriyanto, 2022).Elaborasi dengan penelitian terdahulu memperkuat relevansi temuan ini. Kajian (Ashiq et al., 2023) dalam studi bibliometrik serupa di Amerika Serikat menemukan bahwa penelitian inklusi sosial juga menunjukkan tren peningkatan, terutama dalam konteks penggunaan teknologi asistif untuk mendukung kelompok marginal seperti penyandang disabilitas. Meskipun penelitian ini tidak secara spesifik membahas teknologi asistif, temuan tentang tren peningkatan inklusi sosial di Indonesia sejalan dengan hasil penelitian global tersebut. Selain itu, (Alam & Kamil, 2021; Hidayat et al., 2022)dalam penelitian mereka menyoroti pentingnya transformasi perpustakaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan sosial masyarakat. Hal ini relevan dengan temuan penelitian ini, di mana perpustakaan di Indonesia mulai mengarahkan fokusnya pada layanan inklusif sebagai bagian dari transformasi tersebut. Di sisi lain, (Cornelia, 2022; Sa’ban et al., 2022; Wiranda et al., 2022)menunjukkan bahwa institusi dengan program studi perpustakaan yang mapan cenderung lebih produktif dalam penelitian inklusi sosial. Temuan ini konsisten dengan dominasi Universitas Padjadjaran dan Universitas Negeri Malang dalam penelitian ini, yang menunjukkan bahwa kapasitas riset institusi sangat memengaruhi kontribusi mereka terhadap literatur inklusi sosial. Lebih lanjut, Taylor et al. (2004) menekankan pentingnya kolaborasi dalam penelitian perpustakaan untuk meningkatkan kualitas hasil. Meskipun kolaborasi lintas institusi dalam penelitian ini masih relatif rendah (14,9%), temuan ini dapat menjadi dasar untuk mendorong kolaborasi yang lebih luas di masa depan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi peneliti dan praktisi perpustakaan untuk merancang program dan layanan yang lebih inklusif di masa depan, serta melengkapi literatur yang ada dengan perspektif lokal yang relevan.

Conclusion

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa tren penelitian Ilmu Perpustakaan dan Informasi di Indonesia selama periode 2019-2023 menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam jumlah artikel yang membahas inklusi sosial. Peningkatan ini mencerminkan perhatian yang semakin besar terhadap isu inklusi sosial dalam konteks perpus-takaan.Distribusi artikel per tahun menunjukkan variasi yang cukup signifikan, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2023 (27,9%). Hal ini menun-jukkan bahwa topik inklusi sosial semakin mendapat perhatian di kalangan peneliti. Pada tahun 2019, tingkat persentase yang diperoleh adalah 9,3%, kemudian meningkat secara drastis pada tahun 2020 hingga mencapai angka 21%, dan terus meningkat pada tahun 2021 dengan persentase 23,2%. Namun, pada tahun 2022, persentase ini turun cukup signifikan menjadi 18,6%, sebelum akhirnya meningkat lagi pada tahun 2023 hingga mencapai 27,9%.Pola kolaborasi antara penulis dan institusi cenderung meningkat, dengan sebagian besar artikel ditulis secara kolaboratif (60,5%). Ini menan-dakan bahwa kolaborasi antar penulis dan institusi menjadi semakin penting dalam penelitian inklusi sosial. Dari data yang ada, 85,1% penulis melakukan kolaborasi dengan institusi sendiri, sedangkan 14,9% melakukan kolaborasi dengan institusi lain. Universitas Padjadjaran (13,8%) dan Universitas Negeri Malang (12,3%) menjadi institusi yang paling produktif dalam menerbitkan artikel tentang inklusi sosial, menunjukkan kontribusi besar dari institusi-institusi tersebut dalam penelitian ini. Adi Prasetyawan, Fitri Mutia, Inawati, Sukaesih, dan Yunus Winoto merupakan penulis yang paling produktif, masing-masing dengan dua artikel selama periode penelitian. Ini mengindikasikan bahwa ada penulis-penulis tertentu yang secara konsisten meneliti dan mempublikasikan karya mengenai inklusi sosial. Dari data kata kunci yang dianalisis menggu-nakan Hawkins taxonomy, topik yang paling sering diteliti adalah inklusi sosial, yang mencakup berbagai subtopik seperti aksesibilitas layanan perpustakaan bagi penyandang disabilitas dan aksesibilitas sebuah komunitas yang berbeda. Topik ini mencakup 15 artikel dengan persentase 35,7% dari keseluruhan data. Topik yang paling sedikit diteliti adalah pustakawan, dengan hanya 4 artikel yang mendapatkan persentase sebesar 9,6%