Kembali
16
1
2025 Unilib: Jurnal Perpustakaan Vol 16 · 1 ISSN 2715-274X

PEMANFAATAN KOLEKSI KARYA ILMIAH DIGITAL DI UPT PERPUS-TAKAAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG MENUJU AKSES DENGAN SINGLE SIGN ON (SSO)

Universitas Negeri Malang

Abstrak

Bagi mahasiswa, koleksi karya ilmiah yang berbentuk skripsi, tesis dan disertasi tentunya sangat diperlukan untuk sumber rujukan dalam mengerjakan tugas akhir. Demikian juga dengan koleksi karya ilmiah yang ada di bagian referensi UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM), dimana bagi pemustaka di perpustakaan tersebut termasuk koleksi yang paling banyak diminati sehingga dapat digolongkan sebagai koleksi yang tingkat keterpakaiannya tinggi. Di UPT Perpustakaan UM koleksi karya ilmiah yang tersedia berbentuk cetak dan digital. Fokus pembahasan peneliti adalah pada koleksi karya ilmiah yang berbentuk digital. Apakah koleksi- koleksi digital tersebut telah dimanfaatkan secara maksimal, dan apakah koleksi-koleksi digital tersebut juga benar-benar memberikan manfaat yang besar kepada pemustaka khususnya seluruh sivitas akademik UM. Berdasarkan fenomena yang tertera di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang seberapa maksimal dan efektif pemanfaatan karya ilmiah digital oleh pemustaka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan koleksi karya ilmiah digital di bagian referensi UPT Perpustakaan UM. Sehingga dari sini nantinya dapat dijadikan acuan dan pertimbangan untuk dapat juga diakses secara online di luar ruang baca. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan deskriptif kualitatif dan untuk analisis data dilakukan melalui cara menjelaskan dan menerangkan data. Pemanfaatan karya ilmiah digital sangat membantu para pemustaka yang ingin membaca karya ilmiah tersebut dalam bentuk cetak tetapi koleksi tersebut sudah digudangkan karena masuk daftar koleksi karya ilmiah yang sudah di weeding, terutama untuk skripsi. Selain itu juga membantu para pemustaka dari pasca sarjana yang ingin membaca tesis dan disertasi namun kesulitan membawa langsung dikarenakan tebal dan berat. Sehingga nantinya diharapkan pemanfaatan koleksi karya ilmiah digital tersebut bisa dari luar perpustakaan secara online, meskipun harus tetap dalam jaringan UM dengan menggunakan Single Sign On (SSO)

Abstract

For students, a collection of scientific works in the form of theses, theses and dissertations is of course very necessary as a reference source in working on their final assignment. Likewise with the collection of scientific works in the UPT reference section of the State University of Malang (UM) Library, which for users in the library is one of the most popular collections so it can be classified as a collection with a high level of use. At the UPT UM Library, the collection of scientific works is available in print and digital form. The focus of the researcher’s discussion is on collections of scientific works in digital form. Have these digital collections been utilized optimally, and have these digital collections really provided great benefits to readers, especially the entire UM academic community? Based on the phenomena listed above, the author is interested in conducting research on how maximally and effectively the use of digital scientific works is by readers. The aim of this research is to determine the use of digital scientific work collections in the UPT reference section of the UM Library. So that from here it can later be used as a reference and consideration so that it can also be accessed online outside the reading room. The method used in this research is a qualitative descriptive approach and data analysis is carried out by explaining and explaining the data. The use of digital scientific works is very helpful for readers who want to read scientific works in printed form but the collection has been stored because it is included in the list of scientific work collections that have been weeded, especially for theses. Apart from that, it also helps postgraduate users who want to read theses and dissertations but have difficulty carrying them directly because they are thick and heavy. So it is hoped that in the future the digital scientific work collection can be utilized online from outside the library, although it must remain within the UM network using Single Sign On (SSO)</p>
Keywords: Pemanfaatan koleksi · Karya ilmiah digital · Single Sign On

Introduction

Perpustakaan mempunyai peranan yang sangat penting pada sebuah perguruan tinggi. Perpus-takaan sering diibaratkan sebagai jantungnya perguruan tinggi, sehingga diharapkan mampu berperan sebagai pendukung kemajuan lemba-ganya. Salah fungsi perpustakaan di perguruan tinggi adalah mendukung pelaksanaan penelitian yang dilakukan oleh sivitas akademik melalui penyediaan sumber-sumber informasi untuk keperluan penelitian tersebut. Jika disesuaikan dengan perkembangan teknologi maka fungsinya sekarang adalah sebagai Institusional Repository (IR) atau repositori institusi.Repositori institusi adalah perangkat dan sistem yang mendukung universitas, fakultas, dan mahasiswa. Dengan adanya repositori institusi maka dapat mendukung penyebarluasan hasil penelitian baik dari mahasiswa, dosen maupun tenaga kepen-didikan yang tentu akan dapat meningkatkan peringkat perguruan tinggi (Suwanto, 2017).Menurut (Wahyudi, 2019) terdapat tiga unsur utama pada repository institusi diantaranya :1. Mahasiswa, karya tulis yang dihasilkan oleh mahasiswa yang umumnya dipublikasikan pada repository institusi yaitu literatur kelabu, yang berupa skripsi, tesis dan disertasi. Sedangkan karya lainnya dapat berupa jurnal penelitian ilmiah, prosiding, dan laporan lain yang sifatnya ilmiah.2. Fakultas, karya tulis yang dihasilkan oleh fakultas pada umumnya yang dipublikasikan pada repository institusi dapat berupa laporan kerja, presentasi, pra cetak dan pasca cetak.3. Institusi, yang mencakup publikasi lembaga dari instansi yang bersangkutan dapat berupa hasil akreditasi, baik akreditasi universitas, fakultas, dan jurusan, serta laporan tahunan dan surat keterangan lainnya.Perpustakaan harus dapat seperti yang diing-inkan institusi, bercita-cita untuk tercapainya dukungan dalam kegiatan pengarsipan penelitian individu maupun kelompok, yang nantinya akan dapat bermanfaat sebagai koleksi penelitian bagi perpustakaan (Buehler, 2013). Repositori institusi juga disebut sebagai salah satu pelayanan yang terdapat pada perpustakaan berupa pengumpulan, pengelolaan, penyebaran dan pelestarian karya ilmiah karya sivitas akademik di perguruan tinggi. Informasi yang terdapat di dalamnya bersifat unik dan hanya dihasilkan dan dimiliki oleh lembaga atau institusi penghasil informasi yang oleh karenanya dinamakan Informasi muatan lokal.Bagi para mahasiswa, koleksi karya ilmiah yang berbentuk skripsi, tesis dan disertasi tentunya sangat diperlukan untuk sumber rujukan dalam mengerjakan tugas akhir. Baik itu yang berbentuk cetak maupun yang digital. Tugas akhir adalah tulisan yang dihasilkan dari suatu penelitian dengan tujuan pemecahan suatu masalah tertentu dengan mengikuti kaidah- kaidah yang berlaku pada bidang ilmu tersebut untuk memenuhi persyaratan kelulusan studi yang sedang ditempuh (Machmud, 2016). Karya ilmiah itu sendiri merupakan ide atau gagasan yang bersifat ilmiah dan dalam penyam-paiannya menggunakan bahasa standar atau biasa disebut bahasa baku. Menurut (Arifin, 2008) perbedaan karya ilmiah dengan karya yang lain adalah dalam penyusunan suatu karya ilmiah harus mengikuti metode ilmiah yang terdiri atas tahapan- tahapan untuk melakukan pengorganisasian dan pengaturan ide melalui alur pemikiran yang terkonsep dan berdasarkan prosedur yang sesuai dengan kesepakatan para ilmuwan. Demikian juga dengan koleksi tugas akhir yang berbentuk karya ilmiah yang ada di bagian referensi UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM), bagi para mahasiswa yang merupakan pemustaka di perpustakaan tersebut termasuk koleksi yang paling banyak diminati sehingga dapat digolongkan sebagai koleksi yang tingkat keterpa-kaiannya tinggi. Di UPT Perpustakaan UM koleksi karya ilmiah yang tersedia berbentuk cetak dan digital. Untuk karya ilmiah yang berbentuk cetak, skripsi yang dilayankan dibatasi tiga tahun terakhir sedangkan tesis dan disertasi masih dilayankan keseluruhan tanpa ada batasan tahun. Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan keterbatasan rak untuk penjajaran koleksi. Sedangkan untuk koleksi karya ilmiah digital terdapat di komputer baca yang tersedia di bagian referensi dan karya ilmiah. Para pemustaka dapat mengakses koleksi karya ilmiah digital dalam format pdf fulltext yang tersedia namun hanya sebatas membaca di tempat. Meskipun di bagian referensi dan karya ilmiah tersedia koleksi cetak dan digital, namun untuk penelitian ini penulis fokuskan pada bagaimana pemanfaatan koleksi karya ilmiah yang berbentuk digital saja. Mengingat untuk dapat memanfaat-kannya hanya terbatas membaca di komputer yang tersedia di tempat dengan membuka halaman mulok repositori karena hanya berada dalam jaringan lokal. Koleksi karya ilmiah yang sudah tersedia bentuk digitalnya untuk skripsi format pdf fulltext berdasarkan penelusuran penulis di database entri koleksi karya ilmiah dimulai lulusan tahun 2010, sedangkan untuk tesis dan disertasi format pdf fulltext nya tersedia mulai tahun 2019. Di bawah tahun yang sudah disebutkan tersebut hanya tersedia bagian abstrak dan artikel yang berbentuk digital. Namun, apakah koleksi- koleksi ini telah dimanfaatkan oleh pemustaka khususnya seluruh sivitas akademik UM. Berdasarkan fenomena yang tertera di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang seberapa optimal pemanfaatan koleksi karya ilmiah digital oleh pemustaka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan koleksi karya ilmiah digital di bagian referensi UPT Perpustakaan UM. Menurut pengamatan penulis, sampai saat ini penyediaan pelayanan karya ilmiah digital di UPT Perpustakaan UM belum optimal. Alasannya dikarenakan masih terdapat beberapa hal yang belum terpenuhi diantaranya belum semua karya yang dimiliki sudah di alih media ke bentuk digital, serta untuk aksesnya masih terbatas menggunakan komputer di ruang referensi yang terkoneksi jaringan lokal atau Local Area Network (LAN). Sedangkan dari segi para pemustaka, kebutuhan untuk memanfaatkan koleksi karya ilmiah digital terbilang cukup tinggi sejak era setelah pandemic covid-19. Berdasarkan hal tersebut di atas, peneliti tertarik untuk meneliti pemanfaatan karya ilmiah digital oleh pemustaka. Tujuan dari penulis melakukan penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui seberapa optimal pemanfaatan koleksi karya ilmiah digital di bagian referensi dan karya ilmiah UPT Perpustakaan UM, dimana nantinya dengan menge-tahui tingkat keterpakaian karya ilmiah digital tersebut dapat diharapkan untuk adanya kebijakan dari pimpinan universitas dan perpustakaan untuk dapat diakses secara online bagi sivitas akademik meskipun hanya terbatas pemanfaatannya di lingkungan UM dengan portal berbasis Single Sign On (SSO). Single Sign On merupakan proses satu pintu untuk mengakses berbagai macam aplikasi online UM, dimana pengguna hanya perlu satu kali login dan pengguna bisa langsung mengakses aplikasi-aplikasi sesuai dengan pengaturan hak aksesnya. Pada tahap awal, SSO diterapkan pada aplikasi SIAKAD, BKD, dan E-Office. Pada tahap berikutnya, SSO diberlakukan pada semua aplikasi online UM

Method

Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan deskriptif kualitatif dan untuk analisis data dilakukan melalui cara menjelaskan dan menerangkan data. Obyek penelitian dari penulisan ini adalah pemanfaatan karya ilmiah digital. Lokasi penelitian di bagian referensi dan karya ilmiah UPT Perpustakaan UM. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan ini adalah:a. ObservasiObservasi yang penulis lakukan adalah dengan pengamatan secara langsung dan pencatatan sistematis terhadap gejala atau fenomena yang diselidiki. Metode ini penulis lakukan dengan mengamati langsung pemustaka yang meman-faatkan komputer baca koleksi karya ilmiah digital di bagian referensi dan karya ilmiah UPT Perpus-takaan UM. b. WawancaraMerupakan teknik penggalian data melalui percakapan yang dilakukan dengan maksud tertentu, dari dua pihak atau lebih dan dikerjakan dengan sistematika dan berlandasan kepada tujuan penelitian. Metode ini penulis gunakan untuk mengetahui deskripsi tentang pemanfaatan koleksi karya ilmiah digital di bagian referensi dan karya ilmiah UPT Perpustakaan UM. Wawancara dilakukan dengan pemustaka secara sistematis dan terarah, dengan kriteria informan yang diwawancarai adalah para pemustaka yang paling sering memanfaatkan koleksi digital karya ilmiah di tempat.Pemustaka sebagai informan tersebut meliputi mahasiswa S1, S2 dan S3, serta satu orang tenaga perpustakaan, sehingga semua berjumlah 4 orang.c. DokumentasiStudi dokumen menjadi salah satu bagian yang penting dan tidak dapat dipisahkan dari metod-ologi penelitian kualitatif pada era sekarang ini. Hal tersebut disebabkan adanya pengertian dan pemahaman baru yang berkembang di kalangan para peneliti, bahwa terdapat banyak data tersimpan dalam bentuk dokumen dan artefak. Ini yang membuat penggalian dan pengumpulan sumber data melalui studi dokumen menjadi pelengkap yang sangat diperlukan untuk proses penelitian kualitatif. Menurut (Nilamsari, 2014) dokumen merupakan sumber informasi berbentuk data yang digunakan sebagai pelengkap penelitian, baik dalam bentuk tertulis, video, gambar atau foto, bahkan karya monumental, yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan dalam pelaksanaan penelitian.Untuk pendokumentasian data, penulis melakukan pengambilan gambar pada kegiatan di ruang baca koleksi digital karya ilmiah skripsi, tesis dan disertasi yang terdapat pada komputer baca di bagian referensi dan karya ilmiah di UPT Perpus-takaan UM.Dalam menganalisis data, penulis menggunakan model interaktif dari Miles & Huberman. Analisis data model interaktif ini memiliki tiga komponen, yaitu: (1) reduksi data, (2) sajian data, dan (3) penarikan kesimpulan/ verifikasi. Ketiga komponen utama tersebut harus ada dalam analisis data kuali-tatif, karena koneksi dan keterkaitan antara ketiga komponen itu perlu terus dikomparasikan sebagai penentu dalam mengarahkan isi serta kesimpulan sebagai hasil akhir penelitian.Dalam model analisis interaktif ini, analisis data sudah mulai dilaksanakan ketika proses pengumpulan data berjalan di lapangan, analisis data dilakukan dalam bentuk siklus. Analisis data dimulai ketika proses pengumpulan data yang dilakukan secara terus-menerus sampai dimana peneliti dapat menarik kesimpulan akhir. Apabila kesimpulan penelitian yang ditarik kira-kira masih meragukan, peneliti dapat mengulang kembali langkah penelitian dari awal, yaitu memulai kembali dari proses pengumpulan data di lapangan, sampai didapatkan kembali data-data penelitian baru, sebagai dasar dalam penarikan kesimpulan kembali dengan lebih meyakinkan.Pola analisis interaktif yang dikemukakan oleh Miles & Huberman dalam (Nugrahani, 2014) dapat dilihat dalam gambar berikut

Discussion

Seperti apa yang penulis sampaikan pada bagian latar belakang, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa optimal pemanfaatan koleksi karya ilmiah digital yang dimiliki dan dilayankan pada bagian referensi dan karya ilmiah UPT Perpus-takaan UM. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan cara observasi atau pengamatan, wawancara serta dokumentasi, setelah itu dilakukan analisis deskriptif terhadap pemanfaatan karya ilmiah digital yang terdapat pada bagian referensi dan karya ilmiah UPT Perpustakaan UM, dimana nantinya diharapkan akan ada kebijakan dari pimpinan universitas dan perpustakaan untuk dapat diakses secara online bagi sivitas akademika meskipun dalam pemanfaatannya hanya terbatas di lingkungan UM dengan portal berbasis Single Sign On (SSO). Sebelum melakukan penelitian, penulis melakukan analisis yang bertujuan untuk menen-tukan fokus dari penelitian. Namun, fokus penelitian tersebut tentu akan berkembang pada saat sudah dilakukan penelitian sesuai dengan kenyataan di lapangan. Penulis memfokuskan penelitian yang terkait evaluasi koleksi karya ilmiah digital pada koleksi KI digital yang tersedia di bagian referensi & karya ilmiah UPT Perpustakaan UM pada peman-faatan, sehingga beberapa aspek yang penulis evaluasi dan uraikan adalah merupakan unsur-unsur yang secara umum saling mempengaruhi dan memiliki keterkaitan dalam mendukung keter-manfaatan koleksi pada suatu perpustakaan, yang meliputi empat hal yaitu (1) ketersediaan koleksi; (2) analisis tingkat pemakaian; (3) kajian terhadap pemustaka; (4) akses secara online melalui portal berbasis Single SignOn (SSO)Ketersediaan koleksi karya ilmiah digital (shelf availability) pada bagian referensi dan karya ilmiah UPT Perpustakaan UMKetersediaan koleksi karya ilmiah fulltext baik untuk skripsi, tesis maupun disertasi dapat dilihat pada komputer baca mulok repository yang terdapat pada ruang referensi dan karya ilmiah UPT Perpustakaan UM yang terkoneksi secara LAN. Pada layar komputer akan muncul tampilan karya yang sudah ditelusur sesuai dengan topik bahasan yang diinginkan seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.Gambar 2. Tampilan pada komputer baca koleksi karya ilmiah digital di UPT Perpustakaan UMDari keseluruhan jumlah koleksi karya ilmiah digital yang dimiliki oleh UPT Perpustakaan UM, yaitu sebanyak 14.605 judul, frekuensi keterbacaan dari masing-masing jenis karya tersebut dalam setiap harinya berbeda-beda, karena pemustaka yang memanfaatkan koleksi digital tersebut sesuai dengan tingkat stratanya. Seperti dikemukakan Liauw Toong Tjiek dalam (Ahwan, 2012), bahwa adanya koleksi yang tersedia secara fulltext, akan membuat pengguna dapat lebih terpenuhi kebutuhan informasinya serta dapat menjad-ikannya sebagai kontrol terhadap plagiasi suatu karya ilmiah. Selain itu, ketersediaan koleksi terbaru akan dapat memenuhi kebutuhan pemustaka untuk memperoleh informasi yang update dan terkini. Masih dalam (Ahwan, 2012) Sutarno menyatakan, keterbaruan koleksi yang diterbitkan akan dapat memberikan kesempatan yang lebih besar kepada pengguna untuk memperoleh informasi yang terkini. Berikut ini penulis tampilkan tabel statistik jumlah koleksi karya ilmiah digital pada tahun 2024.Tabel 1. Jumlah koleksi karya ilmiah digitalNo.Jenis KoleksiJumlah1Skripsi8.029 judul2Tesis5.349 judul3Disertasi1.227 judulJumlah14.605Sumber: Statistik daftar koleksi karya ilmiah digital pada bagian referensi dan karya ilmiah UPT Perpustakaan UM (tahun 2024)Berdasarkan data diatas, jumlah koleksi karya ilmiah digital yang dimiliki oleh UPT Perpustakaan UM terbanyak adalah skripsi dengan jumlah 8.029 judul, kemudian tesis sebanyak 5.349 judul dan disertasi 1.227 judul.Analisis tingkat pemakaian koleksi digital pada bagian referensi dan karya ilmiah UPT Perpus-takaan UM Pemakaian koleksi digital dalam bentuk skripsi, tesis dan disertasi pada ruang referensi dan karya ilmiah UPT Perpustakaan UM hanya dapat dilakukan pada komputer baca di ruang tersebut. Para pemustaka yang ingin membaca fulltext dari karya- karya tugas akhir hanya dapat mengaksesnya melalui komputer yang tersedia dalam jaringan lokal. Meskipun begitu, minat para pemustakanya untuk membaca karya ilmiah digital menurut pengamatan penulis dan wawancara yang muncul pada halaman dibawah, serta didukung dokumentasi yang menunjukkan kalau pemakaian komputer baca selalu penuh maka penulis menyim-pulkan bahwa keterpakaian koleksi karya ilmiah digital di tempat ini tergolong cukup tinggi. Menurut Hidayat dalam (Prabowo, 2013), pemanfaatan koleksi memiliki makna adanya suatu aktifitas dalam memanfaatkan bahan pustaka oleh pengguna untuk memenuhi kebutuhan infor-masinya, dan salah satu hal yang mempengaruhi pemanfaatan koleksi yaitu frekuensi penggunaan.Gambar 3. Peminjaman koleksi digital karya ilmiah skripsi, tesis dan disertasiSumber: Dokumentasi penulis pada komputer baca karya ilmiah digital UPT Perpustakaan UM Berdasarkan hasil pengamatan penulis, tingkat keterpakaian komputer baca koleksi digital karya ilmiah, dalam setiap hari jam buka efektif relatif ramai, karena sejak setelah era pandemi covid-19 para pemustaka yang memanfaatkan koleksi digital mengalami peningkatan. Adapun jika mengalami penurunan biasanya saat liburan semester, karena mayoritas pengunjung adalah mahasiswa UM. Kajian terhadap pemustaka (user studies) yang memanfaatkan koleksi digital pada bagian referensi dan karya ilmiah UPT Perpustakaan UM Pemustaka yang dimaksud disini adalah para pengunjung UPT Perpustakaan UM yang masuk ke bagian referensi dan karya ilmiah serta meman-faatkan koleksi yang ada di tempat, baik itu dari mahasiswa UM maupun mahasiswa non UM. Tabel 2. Jumlah pengunjung yang membaca karya ilmiah digital dan cetak tahun 2024No.PengunjungJumlah kunjunganKarya yang dibacaCetakDigital1Mahasiswa UM17.7248.3289.3962Mahasiswa non UM1.7992111.588Jumlah19.5238.53910.984Sumber: Statistik kunjungan dan karya ilmiah yang dibaca di bagian referensi dan karya ilmiah UPT Perpustakaan UM tahun 2024Data statistik yang diolah di atas adalah berdasarkan banyaknya kunjungan yang masuk ke ruang referensi dan karya ilmiah UPT Perpustakaan UM, baik dari mahasiswa UM dan mahasiswa non UM. Pengunjung tersebut terdiri dari semua fakultas dan jenjang strata mahasiswa yang meliputi S1, S2 dan S3. Mengingat saat ini untuk pascasarjana baik tingkat magister maupun doktoral, jurusan serta program studi dikembalikan ke fakultas masing-masing, maka data statistiknya juga sudah masuk ke dalam fakultasnya. Dari data statistik di atas, diketahui bahwa dari jumlah semua pengunjung di ruangan tersebut sebagian besar memanfaatkan karya ilmiah digital sebanyak 10.984 judul dan sisanya memanfaatkan karya ilmiah dalam bentuk cetak sebanyak 8.539 judul. Untuk karya ilmiah tugas akhir dalam bentuk digital, pemustaka menggu-nakan komputer baca yang tersedia dengan cara bergantian. Berdasarkan narasumber yang penulis wawancarai, kunjungannya ke ruangan tersebut adalah untuk membaca tesis dalam bentuk digital agar tidak perlu lagi mencari dan mengambil koleksi cetak yang terkadang halamannya tebal. “Saya ingin membaca koleksi disertasi yang digital agar tidak kesusahan saat mencari disertasi dalam bentuk cetak yang halamannya tebal dan berat ketika membawa untuk dibaca”(Finna, wawancara, 2 mei 2023).Berkaitan dengan pilihan pemustaka untuk lebih memanfaatkan koleksi karya ilmiah digital daripada koleksi yang tercetak adalah dikarenakan dengan membaca terlebih dahulu yang dalam bentuk digital akan dapat memberikan gambaran untuk kemudian apabila ingin berganti ke yang tercetak sehingga tidak terlalu ribet melalui prosedur peminjaman terlebih dahulu. “Karena ingin lebih cepat, jadi lebih baik dibaca dulu dari sini kemudian langsung mengakses ke yang tercetak”(Lutfika, wawancara, 4 mei 2023).Adapun disamping minat pemustaka yang tinggi untuk membaca koleksi dalam bentuk digital, ada beberapa kendala yang muncul berkaitan dengan pemanfaatannya diantaranya adalah belum semua koleksi karya ilmiah terdapat filefulltext nya, serta keterbatasan akses fulltext nya yang hanya dapat dilakukan di dalam ruang referensi dan karya ilmiah UPT Perpustakaan UM melalui komputer baca. Keter-sediaan komputer baca di ruangan yang berjumlah 26 unit tersebut sudah mencukupi apalagi jika bisa memanfaatkan koleksi digital tanpa harus di ruang baca tersebut.”O iya, saya harap juga bisa online. Soalnya kalau di tempat lain ndak bisa, bisanya cuma disini gitu. Jadi kalau mau dari tempat lain, kelas misal, itu kan tidak bisa. Ya harapannya bisa masuk ke akun mulok dimanapun” (Husnah, wawancara, 8 mei 2023)Para pemustaka yang memanfaatkan koleksi karya ilmiah digital melalui komputer baca yang terdapat di ruang referensi dan karya ilmiah UPT Perpustakaan UM, tentunya kebutuhan masing-masing pemustaka terhadap bagian-bagian yang ada dalam karya ilmiah digital fulltext tersebut tidaklah sama antara satu dengan lainnya. Ada yang hanya membaca abstraknya saja, ada pula yang hanya mencari artikel, metode penelitiannya, serta bagian-bagian lain yang sesuai dengan kebutuhan para pemustaka tersebut. ”Karya ilmiah dalam bentuk digital sangat membantu para pemustaka yang ingin cepat memperoleh rujukan dengan cara melihat di layar komputer baca tanpa perlu mengambil bentuk cetaknya melalui pelayanan petugas”(Arip, wawancara, 10 mei 2023).Ketersediaan karya ilmiah digital yang terdapat di komputer baca di UPT Perpustakaan UM harus terus diupayakan agar dapat sesuai dengan kebutuhan para pemustaka, baik kelengkapannya maupun kemutakhirannya, sehingga akan dapat memenuhi kebutuhan pemustaka yang berkaitan dengan informasi dan rujukan dalam mengerjakan tugas akhir.Akses secara online melalui portal berbasisSingle Sign On (SSO)Meskipun untuk saat ini pengunjung dalam mengakses koleksi karya ilmiah digital secara fulltextmasih terbatas pada komputer baca yang tersedia di ruangan referensi dan karya ilmiah UPT Perpus-takaan UM, namun berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara penulis dapat diketahui jika tingkat kebutuhan pemustaka untuk mengakses koleksi karya ilmiah digital dalam bentuk fulltext tergolong tinggi, dan hal tersebut dibuktikan dari statistik di atas. Menurut penulis alangkah baiknya jika nantinya koleksi digital tersebut dapat diakses secara online oleh pemustaka yang mengingink-annya tanpa melalui komputer baca yang tersedia di tempat.Untuk itu salah satu solusinya menurut penulis adalah dengan akses secara online dengan menggunakan portal Single Sign On (SSO). Karena dengan akses menggunakan SSO, maka mahasiswa yang merupakan sivitas akademika UM akan dapat mengakses dengan mudah karya ilmiah digital tersebut, tanpa khawatir akan adanya plagiarisme dari pihak luar sivitas akademika UM. Menurut (Aini et al., 2018)especially in very large and heteroge-neous networks (in the current operating system and applications used by computers coming from many vendors are required to fill in the information itself to each different platform for user access server SSO dapat dikatakan mempunyai persamaan dengan aplikasi web pada umumnya, dimana tugasnya terfokus menangani permintaandan memberikan tanggapanterhadap penggunayang mengakses aplikasi. Namun, jika server SSO 99% tugasnya adalah menangani autentikasi. SSO (Single Sign On) diaplikasikan dalam berbagai website untuk mempermudah saat pengguna ingin login.Sehingga dengan begitu akan terjamin keamanan dari data digital tersebut dari akses yang dilakukan oleh pengguna yang tidak memiliki username logindan password.Apabila nanti sudah dapat mengakses karya ilmiah digital secara online dengan SSO, maka pemustaka akan lebih dapat mudah dalam meman-faatkan koleksi tersebut ketika membutuhkan rujukan karya ilmiah baik dalam bentuk skripsi, tesis dan disertasi, tanpa harus ke ruang referensi dan karya ilmiah untuk menggunakan komputer baca yang ada di ruangan tersebut. Perpustakaan juga memperoleh keuntungan apabila sudah berhasil mengaplikasikan sistem SSO untuk membaca karya ilmiah digital, dimana anggaran untuk pengadaan komputer baca dapat dialokasikan untuk keperluan pengembangan perpustakaan dalam bentuk yang lainnya, karena tidak perlu lagi menambah unit komputer dan perawatannya. Untuk dapat mewujudkan akses karya ilmiah digital secara online dengan menggunakan portal SSO, tentunya ada beberapa hal yang harus dulu dipenuhi, diantaranya adalah (1) kesiapan server koleksi fulltext karya ilmiah digital di UPT Perpus-takaan UM untuk dikoneksikan dengan portal SSO milik Universitas Negeri Malang; (2) adanya kebijakan dari pimpinan UM dan UPT perpustakaan berupa peraturan kepala perpustakaan yang berdasarkan peraturan rektor untuk dijadikan payung hukum dalam menetapkan akses karya ilmiah digital fulltext dapat di manfaatkan dengan melalui portal SSO; (3) mensosialisasikan ke para pemustaka melalui web perpustakaan dan univer-sitas serta lewat media sosial

Conclusion

Pemanfaatan karya ilmiah digital di bagian referensi dan karya ilmiah UPT Perpustakaan UM terbilang cukup tinggi dan sudah berjalan dengan baik. Hal ini dibuktikan dari data statistik pemakaian koleksi digital karya ilmiah yang ada di tempat tersebut, serta diperkuat dari hasil wawancara para narasumber diatas. Perbandingan antara karya ilmiah digital dengan karya ilmiah cetak bagi para pemustaka yang memanfaatkannya terutama para narasumber, maka akan terasa lebih praktis, lebih mutakhir, dan lebih memudahkan pemustaka dalam mencari dan memanfaatkan sumber informasi berupa skripsi, tesis dan disertasi, meskipun tentu juga masih terdapat kekurangan atau kendala dalam memanfaatkannya.Kendala tersebut diantaranya adalah tidak semua karya ilmiah sudah ada bentuk digital nya, terutama untuk karya ilmiah yang tahun penulis-annya agak lama, serta untuk karya ilmiah yang tergolong masih sangat baru belum semuanya sudah dapat diakses karena masih menunggu proses masuknya data dari server. Kendala lainnya adalah berhubungan dengan perlindungan dari plagiarisme, sehingga sampai saat ini untuk dapat membaca karya ilmiah yang fulltext masih terbatas pada computer baca yang tersedia di tempat.Melihat hal tersebut, maka untuk selanjutnya perlu adanya regulasi dari pimpinan terkait yang mengatur dan memfasilitasi agar karya ilmiah digital tersebut dapat juga diakses secara online, meskipun harus tetap dalam jaringan UM dan hanya diperuntukkan bagi sivitas akademika dengan cara mengaksesnya menggunakan Single Sign On (SSO) atau akun tunggal. Serta perlu juga dilakukan peningkatan kemampuan server dalam mentransfer data karya ilmiah digital terbaru agar dapat secepatnya dimanfaatkan oleh pemustaka