RANCANGAN FITUR SINGLE SIGN ON PADA PADA PERPUSTAKAAN XYZ
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta; Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta; Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Abstrak
Perancanagan penambahan fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu adalah sebuah rancangan sistem yang memungkinkan pengguna perpustakaan untuk melakukan proses autentikasi sekali saja untuk mengakses berbagai aplikasi perpustakaan seperti OPAC, sirkulasi, dan kunjungan. Rancangan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna, efisiensi, keamanan, integrasi, dan manajemen identitas dalam konteks penggunaan aplikasi di Perpustakaan XYZ. Dalam rancangan penambahan fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu ini, pengguna perpustakaan akan memulai proses log in dengan memasukkan kredensial autentikasi mereka ke dalam sistem autentikasi. Sistem autentikasi akan memverifikasi kredensial dan memberikan token autentikasi yang aman kepada pengguna. Token ini akan digunakan untuk mengakses aplikasi perpustakaan yang terhubung dengan sistem autentikasi tanpa perlu melakukan log in berulang-ulang. Keuntungan utama dari rancangan penambahan fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu ini adalah kenyamanan bagi pengguna karena mereka hanya perlu melakukan proses autentikasi sekali untuk mengakses berbagai aplikasi perpustakaan. Hal ini meningkatkan efisiensi dan produktivitas pengguna, mengurangi risiko kebocoran atau penyalahgunaan kredensial pengguna, memudahkan integrasi dengan aplikasi perpustakaan yang ada, dan memungkinkan manajemen identitas yang sentral. Dalam kesimpulannya, rancangan penambahan fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu di Perpustakaan XYZ memberikan manfaat yang signifikan dalam hal kenyamanan pengguna, efisiensi, keamanan, integrasi, dan manajemen identitas. Hal ini meningkatkan pengalaman pengguna perpustakaan dan mempermudah akses ke layanan dan sumber daya yang tersedia.
Abstract
The design of adding a single sign on feature to one-door login authentication is a system design that allows library users to do the authentication process once to access various library applications such as OPAC, circulation, and visits. This design aims to improve user convenience, efficiency, security, integration, and identity management in the context of application use at XYZ Library. In the design of adding single sign on feature to this one-stop login authentication, library users will start the login process by entering their authentication credentials into the authentication system. The authentication system will verify the credentials and provide a secure authentication token to the user. This token will be used to access library applications linked to the authentication system without the need to log in repeatedly. The main advantage of the design of adding single sign on feature to this one-stop login authentication is the convenience for users as they only need to authenticate once to access various library applications. This increases user efficiency and productivity, reduces the risk of leakage or misuse of user credentials, eases integration with existing library applications, and enables centralized identity management. In conclusion, the design of adding single sign on feature to the one-stop login authentication at XYZ Library provides significant benefits in terms of user convenience, efficiency, security, integration, and identity management. It enhances the library's user experience and facilitates access to available services and resources.
Keywords:
Authentication
· Design
· features
· Single sign on
Introduction
Teknologi informasi saat ini menjadi suatu hal yang terus dikembangkan di era transformasi digital, segala sesuatu dapat diakses lebih mudah dan cepat dengan memanfaat kemajuan teknologi, salah satunya dalam proses layanan di Perpustakaan. Sebagaimana menurut Sutarno dalam (Palupi, 2012) perpustakaan merupakan suatu bagian dari gedung atau ruangan maupun sebuah gedung sendiri yang di dalamnya berisi berbagai koleksi buku yang diatur dan disusun secara rapi dan teratur agar memudahkan pencarian informasi jika suatu saat digunakan atau dibutuhkan oleh pemustaka. Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa perpustakaan merupakan bagian dari sumber informasi sebagai tempat pengorganisasian koleksi buku, koleksi tersebut di atur sesuai dengan klasifikasi dan nomor subjek guna memudahkan pemustaka saat membutuhkan informasi yang dicari di perpustakaan. Perpustakaan digital atau digital library adalah perpustakaan yang seluruh isi koleksi dan proses pengelolaan serta layanannya merupakan kumpulan informasi dalam bentuk digital. Tujuannya adalah untuk mencapai efisiensi dalam hal waktu dan ruang bagi pengawas dan pengguna, yang memfasilitasi layanan (Dana et al., 2015). Perpustakaan XYZ merupakan salah satu Sekolah Menengah Pertama yang memiliki perpustakaan terakreditasi A di Kabupaten Bantul. Perpustakaan yang memiliki luas bangunan 202 m² bisa dikatan cukup luas pada perpustakaan tingkat sekolah menengah dengan bernuansa biru yang dilengkapi berbagai fasilitas-fasilitas yang memadai untuk kenyamanan para pemustaka. Berbagai kegiatan literasi yang ada di sekolah menjadi kegiatan rutinan dengan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait demi membangkitkan semangat literasi di sekolah. Maka dalam mendukung kegiatan literasi di Perpustakaan XYZ menawarkan berbagai jenis layanan, diatantaranya layanan informasi, referensi, layanan sirkulasi, layanan multimedia, layanan pojok baca ditempat yang di dalamnya terdapat layanan bercerita, konsultasi pemustaka dengan pustakawan, dan layanan pojok baca. Koleksi yang tersedia berjumlah 2.755 judul dan 4499 eksemplar dengan koleksi terbanyak pada rak 800 yaitu kesustraaan yang berjumlah 538. Adapun dalam berbagai pendukung lainnya sudah menggunakan teknologi sebagai pendukung untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Salah satunya adalah menggnakan SLIMs dalam pengoprasian dalam memonitoring pengunjung, transaksi peminjaman dan pengembalian, serta menggunakan OPAC dalam proses pencarian koleksi. Perpustakaan XYZ memiliki 480 siswa secara keseluruhan dari kelas 7 sampai kelas 9 AH. Oleh karena itu sebagai penyedia informasi, perpustakaan menyediakan berbagai layanan yang mendukung kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah. Perpustakaan XYZ menyediakan berbagai layanan, seperti layanan sirkulasi yang berfokus pada peminjaman dan pengembalian buku, layanan referensi, layanan baca di tempat, layanan orientasi perpustakaan bagi siswa baru, layanan bercerita, dan lain sebagainya. Maka dengan adanya layanan di atas perpustakaan memiliki wewenang dalam meningkatkan kepuasan pengguna, salah satunya dengan menyediakan penambahan fitur single sign on pada autentikasi log in satu pintu. Sebagaimana menurut (Rahardja et al., 2017) adalah proses pengecekan identitas seseorang pengguna sistem komunikasi pada proses log in ke dalam sebuah sistem. Pengertian di atas berkaitan dengan topik perancangan yang menjelaskan bahwa dalam Perpustakaan XYZ pada layanan seperti layanan sirkulasi, OPAC, dan data pengunjung dalam proses log in satu pintu dengan satu user name dan password yang sama untuk seluruh layanan. Penambahan fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu di dalam perpustakaan XYZ memiliki beberapa kebutuhan yang dimaksudkan untuk kenyaman pengguna dan efisiensi pengguna. Adapaun kenyaman pengguna dari adanya autentikasi login satu pintu untuk meminimalisir kebutuhan dari banyaknya kredensial (username dan password) yang berbeda dalam setiap layanan yang ada di Perpustakaan XYZ. Maka dengan adanya penambahan fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu ini pengguna hanya perlu mengingat satu set kredensial yang sama untuk mengakses berbagai layanan yang ada, seperti layanan sirkulasi, membuka OPAC, dan mengisi data pengunjung. Pada perancanagan penambahan fitur autentikasi login satu pintu yang dimaksudkan perancang adalah menggunakan Single-Sign-On (SSO), yang mana pada fitur ini memberikan kemudahan hanya melakukan satu kali log in untuk mengakses berbagai layanan perpustakaan yang terhubung tanpa perlu log in ulang saat berpindah akses layanan yang lain. Dilihat dari efisiensi pengguna dengan adanya autentikasi log in satu pintu dapat meminimalisir waktu/keefektifan waktu, karena pengguna tidak perlu lagi mengulangi proses login yang sama untuk setiap layanan yang ingin diakses. Maka dengan adanya penambahan fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu ini, menjadi pelayanan terpadu Perpustakaan XYZ dalam memberikan akses layanan, seperti peminjaman dan pengembalian buku, penggunaan OPAC, serta pengisian data pengunjung. Permasalahan yang dihadapi oleh perpustakaan XYZ, berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti ditemukan, bahwa untuk mengakses OPAC, mengisi data pengunjung, dan kegiatan sirkulasi tidak bisa di akses dalam satu pintu. Maka sebagai pustakawan berencana membuat perancanagan penambahan fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu untuk mempemudah penggunaan layanan tersebut. Beberapa literatur atau artikel yang dijadikan sebagai landasan teori dalam perancangan ini, diantaranya penelitian yang dilakukan oleh Nurul Alifah Rahmawati dan Arif Cahyo Bachtiar yang berjudul “Analisis dan Perancangan Desain Sistem Informasi Perpustakaan Sekolah berdasarkan Kebutuhan Sistem”. Hasil dari penelitian tersebut didapatkan bahwa rancangan sistem informasi perpustakaan sekolah dibuat lebih sederhana daripada perpustakaan perguruan tinggi maupun perpustakaan daerah, yaitu berdasarkan pada layanan sirkulasi meliputi peminjaman dan pengembalian serta laporan denda. Tahapan yang dilakukan antara lain dengan memasukkan data koleksi, data anggota, cetak kartu anggota, cetak kartu bebas pustaka, transaksi peminjaman dan pengembalian, serta pelaporan-pelaporan denda. Perancangan yang dilakukan untuk membuat sistem onformasi perpustakaan sekolah ini meliputi perancangan sistem hingga perancangan antar muka untuk memudahkan pengguna maupun pustakawan dalam mengelola perpustakaan sekolah (Rahmawati & Bachtiar, 2018). Adapun penelitian selanjutnya, penelitian yang dilakukan oleh Adzkiyah Mubarokah dan Agung Fatwanto dengan judul” Rancangan Sistem Sirkulasi Mandiri Buku Paket Pelajaran di Perpustakaan Cahaya Ilmu SMAN 1 Bengkulu Tengah”. Hasil dari penelitian ini adalah rancangan suatu sistem pelayanan sistem pelayanan sirkulasi bahan pustaka yang dapat diterapkan di perpustakaan. Sistem pelayan sirkulasi bahan pustaka dapat digunakan secara mandiri oleh pengunjung perpustakaan SMAN 1 Bengkulu Tengah dalam proses pinjam meminjam buku paket, selain itu terdapat inovasi yang akan mempermudah tugas pustakawan dalam melakukan layanan sirkulasi serta dapat menghemat waktu dan tenaga (Mubarokah & Fatwanto, n.d.)
Method
Metode perancangan merangkup pada beberapa tahapan, yaitu: Mengidentifikasi masalah, mendeskripsikan dan mendefinisikan masalah, merumuskan tema, mendesain penelitian, meneliti dan menyusun hasil penelitiannya, menganalisanya, dan membuat kesimpulan-kesimpulan (Wahyujati, 2022). Metode yang digunakan dalam perancangan ini menggunakan studi pustaka dengan membaca riset-riset kepustakaan dengan perancanagan sejenis berdasarkan fitur single sign on. Penelitian kepustakaan didefinisikan sebagai sekumpulan kegiatan yang proses pengumpulan informasi perpustakaan, proses membaca kemudian mencatat diperlakukan sebagai bahan penelitian. Berdasarkan analisa yang ditemukan terhadap permasalahan yang ada di Perpustakaan XYZ terkait desain sistem informasi perpustakaan, maka perancang mencoba penambahan fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu sudah dirancang. Maka dengan adanya penambahan fitur tersebut dapat memperbaiki desain sistem informasi yang lama untuk memudahkan seluruh pengguna.
Result & Discussion
Pada perpustakaan XYZ terdapat aplikasi perpustakaan digital yang baru saja dioperasikan, karena aplikasi tersebut baru sehingga terdapat beberapa kesulitan dalam penggunaannya, terutama dalam proses log in masing-masing pelayanan. Pada setiap bagian tersebut admin/pengguna diharuskan mengisi kembali proses autentikasi jika ingin mengakses bagian yang diinginkan. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti membuat perancangan penambahan fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu bagian untuk memudahkan admin/pengguna. Perancangan Perancangan yaitu sebuah kegiatan untuk membuat desain teknis dari suatu sistem berdasarkan hasil evaluasi yang sudah dilakukan pada saat kegiatan analisis sudah dilakukan (Santi, 2020). Rancangan penamabahan fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu menjadi dasar dalam membuat sistem baru yang akan diadakan berdasarkan teknologi database. Desain perancangan penambahan fitur yang digunakan pada perancangan ini menggunakan model SSO (Single Sign On), yaitu mekanisme autentikasi yang digunakan untuk mengakses entitas sumber daya seperti beberapa situs web atau layanan lain dengan sistem masuk tunggal (Aini et al., 2018). Sistem masuk tunggal menghindari banyak login dengan mengidentifikasi target secara akurat dan memungkinkan penggunaan informasi autentikasi pada sistem tepercaya atau grup sistem. Autentikasi Autentikasi yang digunakan dalam aplikasi perpustakaan digital di Perpustakaan XYZ masih dilakukan secara terpisah, model tersebut tidak efisien dalam penggunaannya. Misalnya, ketika ingin mengakses data sirkulasi sudah melakukan log in selanjutnya ingin mengakses ke dalam data pengunjung, maka dilakukan kembali proses log in. Oleh karena itu peneliti merancang penambahan fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu di Perpustakaan XYZ untuk memudahkan pengguna. Adanya autentikasi login satu pintu untuk meminimalisir kebutuhan dari banyaknya kredensial (username dan password) yang berbeda dalam setiap layanan yang ada di Perpustakaan XYZ. Maka dengan adanya rancangan penambahan fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu ini pengguna hanya perlu mengingat satu set kredensial yang sama untuk mengakses berbagai layanan yang ada, seperti fokus pada perancanagn penambahan fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu yang terdiri dari layanan sirkulasi, membuka OPAC, dan mengisi data pengunjung. Dibawah ini merupakan contoh gambar perancangan penambahan fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu di Perpustakaan XYZ. Gambar 1: Tampilan Autentikasi Log in Penambahan fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu terdiri dari beberapa komponen utama yang bekerja bersama untuk memberikan akses yang aman dan terotentikasi ke berbagai aplikasi dan layanan. Berikut adalah beberapa komponen yang umumnya terdapat dalam proses autentikasi login satu pintu: 1. Identity Provider (IDP): Ini adalah bagian inti dari sistem autentikasi satu pintu. Identity Provider bertanggung jawab untuk mengelola informasi pengguna dan mengautentikasi pengguna saat mereka mencoba mengakses aplikasi atau layanan. IDP akan memvalidasi identitas pengguna dan memberikan token yang menyatakan bahwa pengguna telah terotentikasi. 2. Service Provider (SP): Service Provider merupakan aplikasi atau layanan yang diakses oleh pengguna dan bergantung pada autentikasi yang diberikan oleh Identity Provider. SP menerima token autentikasi dari IDP untuk memverifikasi bahwa pengguna sudah terotentikasi sebelum memberikan akses ke aplikasi atau layanan yang diinginkan. 3. Protokol autentikasi: autentikasi login satu pintu menggunakan protokol autentikasi untuk mengatur proses autentikasi antara IDP dan SP. 4. Pengguna: Pengguna adalah individu yang mencoba mengakses aplikasi atau layanan yang dilindungi oleh sistem autentikasi satu pintu. Pengguna harus memberikan kredensial autentikasi, seperti nama pengguna dan kata sandi, kepada IDP untuk memverifikasi identitas mereka Adapun diagram use case proses autentikasi login satu pintu oleh pengguna dapat dilihat sebagai berikut: Diagram 2 Use Case Proses Autentikasi Diagram use case di atas menggambarkan langkah-langkah utama dalam proses autentikasi log in satu pintu dalam menggunakan OPAC, sirkulasi, dan kunjungan. Berikut penjelasan mengenai gambar di atas: 1. Pengguna memulai proses login dengan memasukkan kredensial autentikasi ke dalam sistem. 2. Sistem SSO (IDP) menerima permintaan autentikasi dari pengguna dan meminta pengguna untuk memasukkan kredensial autentikasi. 3. Pengguna memasukkan kredensial autentikasi yang diverifikasi oleh IDP. 4. IDP menghasilkan token autentikasi yang diberikan kepada pengguna. 5. Aplikasi OPAC, sirkulasi, dan kunjungan menerima token autentikasi dan memverifikasinya dengan IDP. 6. Jika token autentikasi valid, akses berhasil diberikan kepada pengguna ke aplikasi OPAC, sirkulasi, dan kunjungan. Maka dengan adanya penambahan fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu, pengguna hanya perlu melakukan proses autentikasi sekali dengan IDP, dan mereka dapat mengakses berbagai aplikasi seperti OPAC, sirkulasi, dan kunjungan tanpa perlu melakukan autentikasi tambahan. Sistem log in pada OPAC, sirkulasi, dan kunjungan OPAC (Online Public Acces Catalog) adalah sistem katalog terinstal yang tersedia untuk umum dan memungkinkan pengguna untuk mencari basis data katalog dan memverifikasi bahwa perpustakaan menyimpan karya tertentu, mendapatkan informasi tentang lokasi koleksi, dan, jika sistem katalog terhubung ke sistem distribusi, cari pengguna temukan. cari tahu apakah bahan pustaka yang Anda cari tersedia di perpustakaan atau dipinjamkan (Nupura et al., 2015) . Pendapat di atas memberikan penjelasan bahwa OPAC berfungsi sebagai alat pengumpulan informasi yang terintegrasi ke dalam sistem sirkulasi. Selain sebagai alat pelacak, OPAC dapat digunakan untuk memantau status bahan pustaka dan memungkinkan pengguna secara mandiri menentukan letak atau lokasi penyimpanannya. OPAC juga menyediakan akses online ke lokasi perpustakaan melalui terminal komputer dan pencarian berdasarkan penulis, judul, subjek, kata kunci, tahun publikasi, dll. Penggunaan OPAC menjadi hal yang paling sering dimanfaatkan oleh pengguna di Perpustakaan XYZ dalam mencari penelusuran. setelah koleksi yang ditemukan tersebut, pengguna akan mempunya pilihan untuk meminjam atau ahanya membaca di tempat. Maka hal ini penting dilakukan sebagai pustawakan dalam memudahkan pengguna untuk hanya satu kali log in dalam penggunaan layanan-layanan tersebut yang dapat diakses dalam satu autentikasi log in. Oleh karena itu untuk memahami penambahan fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu, peneliti membuat diagram aktivity sebagai berikut: Diagram aktivitas di atas menggambarkan langkah-langkah dalam proses log in satu pintu yang melibatkan aplikasi OPAC, sirkulasi, dan kunjungan: 1. Pengguna memulai proses login dengan mengakses penambahan fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu. 2. Fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu menampilkan halaman login kepada pengguna. 3. Pengguna memasukkan kredensial login (misalnya, nama pengguna dan kata sandi) ke dalam fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu. 4. Fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu memverifikasi kredensial yang dimasukkan oleh pengguna. 5. Jika kredensial valid, fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu memberikan akses terotentikasi kepada pengguna. 6. Akses terotentikasi diterima oleh aplikasi OPAC, sirkulasi, dan kunjungan. 7. Masing-masing aplikasi menampilkan fitur dan fungsionalitas yang sesuai (misalnya, pencarian katalog di OPAC, peminjaman/penyimpanan data di sirkulasi, atau catatan kunjungan di aplikasi kunjungan). Dengan log in satu pintu, pengguna hanya perlu melakukan proses autentikasi sekali saja melalaui penambahan fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu. Maka pengguna dapat mengakses berbagai aplikasi terkait tanpa perlu melakukan log in kembali pada setiap aplikasi secara terpisah.
Conclusion
Berdasarkan penjelasan di atas, maka perancang membuat kesimpulan akhir terkait rancangan penambahan fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu di Perpustakaan XYZ : 1. Kenyamanan Pengguna: penambahan fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu, pengguna perpustakaan hanya perlu melakukan proses autentikasi sekali untuk mendapatkan akses ke berbagai aplikasi perpustakaan, seperti OPAC (Online Public Access Catalog), sirkulasi, dan kunjungan. Ini menghilangkan kebutuhan untuk mengingat dan memasukkan kredensial autentikasi secara berulang-ulang pada setiap aplikasi terpisah. Pengguna dapat dengan mudah beralih antara aplikasi tanpa harus melakukan log in berulang. 2. Efisiensi dan Produktivitas: Dengan log in satu pintu, pengguna dapat menghemat waktu dan usaha karena mereka tidak perlu menghabiskan waktu untuk melakukan log in berulang pada setiap aplikasi perpustakaan. Ini meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam menggunakan aplikasi perpustakaan dan mempercepat akses ke layanan dan informasi yang dibutuhkan. 3. Keamanan yang Ditingkatkan: penambahan fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu, memungkinkan penggunaan protokol autentikasi yang kuat dan aman untuk mengamankan proses autentikasi. Pengguna hanya perlu memberikan kredensial autentikasi mereka kepada satu entitas, yaitu fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu, yang kemudian memverifikasinya dan memberikan token autentikasi yang aman. Ini mengurangi risiko kebocoran atau penyalahgunaan kredensial pengguna. 4. Manajemen Identitas Sentral: penambahan fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu, manajemen identitas pengguna dapat dilakukan secara sentral melalui Identity Provider (IDP). Hal ini memudahkan proses pengelolaan akun pengguna, pengaturan izin, dan penerapan kebijakan keamanan secara konsisten di seluruh aplikasi perpustakaan. Secara keseluruhan, rancangan penambahan fitur single sign on pada autentikasi login satu pintu memiliki fungsi autentikasi login satu pintu dan otorisasi di perpustakaan XYZ. Selain itu memberikan manfaat signifikan dalam hal kenyamanan pengguna, efisiensi, keamanan, integrasi, dan manajemen identitas. Hal ini dapat meningkatkan pengalaman pengguna perpustakaan dan mempermudah akses ke layanan dan sumber daya yang tersedia.