PERAN PKBM LINGKARAN SEBAGAI SARANA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA DENAI LAMA
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara; Universitas Islam Negeri Sumatera Utara; Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Abstrak
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat hadir agar masyarakat dapat mendapatkan pendidikan yang setara dengan yang lainnya. Pusat Kegiatan Belajar masyarakat menyajikan program pemberdayaan masyarakat dengan upaya membantu masyarakat terbebas dari permasalahan pendidikan dan perekonomian. Program pemberdayaan masyarakat pula diharapkan dapat mengembangkan potensi yang dimiliki masyarakat serta dapat memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia agar memiliki nilai ekonomis. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggali lebih jauh peran PKBM Lingkaran sebagai sarana Pemberdayaan Masyarakat Desa Denai Lama. Metode Penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu dengan menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Data yang telah didapat kemudian diseleksi dan dipilah, selanjutnya data-data yang terpilih disajikan kedalam tabel dan narasi agar memudahkan untuk menarik kesimpulan dari penelitian tersebut. Setelahnya peneliti menyimpulkan data sesuai dengan rumusan masalah agar hasil yang didapat menjadi relevan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pusat kegiatan belajar masyarakat Lingkaran sangat berperan terhadap pemberdayaan masyarakat dan perubahan ekonomi yang hadir di amsyarakat. Dengan adanya program pemberdayaan masyarakat maka terciptalah masyarakat yang mandiri, kreatif dan inovatif. Desa Denai Lama pula dapat menjadi desa wisata yang meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Abstract
The Center for Community Learning Activities is here so that people can get an education that is on par with others. The Community Learning Activity Center presents community empowerment programs with efforts to help the community be free from educational and economic problems. The community empowerment program is also expected to be able to develop the potential of the community and be able to utilize available natural resources so that they have economic value. This study aims to find out and explore further the role of PKBM Lingkaran as a means of empowering the Denai Lama Village Community. The research method used in this study is a qualitative research method with a descriptive approach. Data collection techniques carried out are by observation, interview and documentation techniques. The data analysis technique used is the Miles and Huberman model which consists of data reduction, data presentation, and data verification. The data that has been obtained is then selected and sorted, then the selected data is presented in tables and narratives to make it easier to draw conclusions from the research. After that the researcher concluded the data according to the formulation of the problem so that the results obtained were relevant. The results of this study indicate that the Circle community learning activity center plays a very important role in community empowerment and economic change that is present in the community. With the existence of a community empowerment program, an independent, creative and innovative community is created. Denai Lama Village can also become a tourist village that can improve the economy of the village community.
Keywords:
desa wisata
· ekonomi kreatif
· pkbm
· pemberdayaan masyarakat
Introduction
Pendidikan merupakan kebutuhan utama yang harus terpenuhi karena pendidikan adalah dasar dari terbentuknya potensi sumber daya manusia. Sumber daya manusia sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Untuk memenuhi pembentukan sumber daya manusia tersebut maka pendidikan harus hadir ditengah-tengah masyarakat. Pendidikan atau sumber belajar tidak hanya diperoleh dari sekolah pada umumnya, ada banyak sumber belajar yang dapat diperoleh masyarakat yang dapat menyesuaikan kebutuhan masyarakat tersebut. Pendidikan dianggap penting karena dengan adanya pendidikan masyarakat akan mendapatkan ilmu pengetahuan dan informasi yang lebih luas lagi. Pendidikan guna meningkatkan sumber daya manusia penting untuk pembangunan dan kemajuan bangsa. Pendidikan dianggap penting bagi banyak orang, namun masih ada pula masyarakat yang belum menjadikan pendidikan bagian dari kebutuhan pokoknya (Arifah, 2020). Banyaknya pendidikan formal yang digratiskan oleh pemerintah tidak menjadikan masalah pendidikan teratasi. Pendidikan yang belum dijadikan kebutuhan utama ini dikarenakan beberapa hal yang terjadi di masyarakat. salah satu alasan utama terhambatnya pendidikan di masyarakat yaitu kurangnya tenaga pendidik di daerah terpencil, keluarga yang memiliki masalh perekonomian serta lingkungan yang tidak mendukung. Beberapa alasan ini yang menjadi langkah awal terbentuknya pendidikan luar sekolah atau pendidikan nonformal. Pendidikan luar sekolah atau pendidikan nonformal telah hadir jauh sebelum sekolah lahir (Hasrin et al., 2023). Pendidikan luar sekolah hadir karena adanya kesadaran masyarakat yang merasa bahwa pendidikan itu penting dan harus. Pentingnya pendidikan tidak hanya untuk anak-anak calon penerus bangsa saja, namun penting pula bagi para orang tua yang merasa membutuhkan pendidikan untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Konsep pendidikan luar sekolah pada umumnya dikelola oleh masyarakat dengan tujuan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut mengembangkan daerahnya serta mengembangkan kemampuannya agar mampu meningkatkan kualitas hidup (Fujiaturrahman et al., 2022). Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) adalah salah satu dari jenis pendidikan luar sekolah atau pendidikan nonformal yang hadir di masyarakat. PKBM merupakan sikap dan wujud dari sikap positif masyarakat yang ingin menjadi agen perubahan dengan menyediakan akses belajar masyarakat. Soetomo dalam Nazir (2019) mengemukakan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau yang biasa dikenal dengan PKBM merupakan lembaga yang tumbuh dan berkembang dari, oleh serta untuk masyarakat. Adanya PKBM tentu memberikan harapan yang besar bagi masyarakat agar semakin banyak masyarakat dapat mengenyam pendidikan yang setara serta masyarakat yang mampu memberdayakan dirinya untuk tujuan mensejahterakan keluarganya. PKBM yang hadir di masyarakat berperan dalam proses belajar masyarakat serta proses menggali potensi diri. PKBM memberikan peluang yang besar agar masyarakat dapat mengembangkan keterampilannya serta pengetahuannya. Dengan adanya PKBM pengetahuan dan keterampilan masyarakat perlahan akan meningkat dengan berbagai program pengembangan yang tersajikan. PKBM yang bertujuan untuk mengasah sumber daya manusia menjadikan PKBM sebagai wadah untuk memberdayakan masyarakat agar tercipta masyarakat yang mandiri. Pemberdayaan masyarakat dilakukan untuk meningkatkan derajat masyarakat dan terlepas dari kemiskinan serta ketertinggalan. Keberadaan PKBM dapat dimanfaatkan untuk mendorong masyarakat agar gemar belajar dan mencari ilmu. Dengan adanya PKBM sebagai penyedia dan penyalur informasi kepada masyarakat, pula dapat menumbuh kembangkan minat dan potensi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. PKBM yang sudah mulai tersebar di berbagai daerah di Indonesia, belum cukup untuk meningkatkan minat belajar masyarakat. Salah satu peran PKBM adalah untuk mewujudkan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) yang mana hal ini adalah Program yang dicanangkan PBB untuk jangka hingga 2030 mendatang (Iskandar, 2020). Ada 17 poin dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang terdiri dari; mengentaskan kemiskinan, mengentaskan kelaparan; kehidupan sehat dan sejahtera; pendidikan yang berkualitas; kesetaraan gender; air bersih dan sanitasi layak; energi bersih dan terjangkau; pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi; industry inovasi dan infrastruktur; berkurangnya kesenjangan, pembangunan kota dan komunitas berlanjut; konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab; penanganan perubahan iklim; ekosistem laut; ekosistem daratan; perdamaian keadilan dan peradaban yang tangguh; serta kemitraan untuk mencapai tujuan (Peraturan Perpustakaan Nasional RI No. 7 Tahun 2020 Tentang Rencana Strategis Perpustakaan Nasional Tahun 2020-2024, 2020). Dari 17 poin tujuan berkelanjutan sebagian besar sudah di implementasikan oleh Indonesia (Juniadi & Heriyanto, 2021). Tentunya hal ini dikarenakan Indonesia adalah salah satu negara yang berkomitmen penuh untuk mengimplementasikan program-program tersebut. Namun pada prakteknya masih banyak kendala serta hambatan yang terjadi di lapangan. Untuk mensukseskan tujuan berkelanjutan tersebut, dibutuhkan peran pemerintah dan masyarakat dalam proses implementasinya. Pemerintah harus turut andil membantu masyarakat dalam mengembangkan PKBM yang ada demi terciptanya masyarakat yang berkulitas dan membantu Indonesia dalam memerangi kemiskinan. Dalam hal ini PKBM Lingkaran yang terletak di desa Denai turut berperan serta dalam mengembangkan potensi masyarakat di daerahnya. Dengan kondisi masyarakat yang cukup tertinggal, banyak anak yang putus sekolah, serta pemuda desa dan orang tua banyak yang memiliki kebiasaan buruk seperti judi, sabung ayam, hingga menonton pertunjukan erotis. Kebiasaan masyarakat ini yang perlahan ikut merusak anak-anak desa. PKBM Lingkaran hadir untuk menyelamatkan masyarakat desa khususnya anak-anak desa agar terhindar dari perilaku tidak baik tersebut. PKBM Lingkaran dengan berbagai programnya memberikan pelajaran serta pelatihan kepada anak desa. PKBM Lingkaran pula mengajarkan anak-anak desa dengan konsep pendidikan karakter yang mana pelajaran pertama yang didapat yaitu mengimplementasikan tiga kata ajaib; terimakasih, tolong, dan maaf. Anak-anak desa diharapkan untuk menerapkan tiga kata ajaib tersebut pada kesehariannya karena hal itu adalah dasar dari etika sopan santun agar karakter anak-anak dapat dibina sejak dini. PKBM Lingkaran yang menyajikan sekolah non formal pula menyajikan berbagai pelatihan agar masyarakat mendapatkan ilmu dan keterampilan baru. Dengan adanya ilmu dan keterampilan baru ini memberikan harapan agar masyarakat desa Denai Lama dapat terbebas dari ketertinggalannya selama ini, serta agar mereka dapat mengembangkan potensi diri dan potensi desanya. Pak Irwanto selaku pendiri PKBM Lingkaran berinisiasi untuk menciptakan wadah agar masyarakat dapat mengeluarkan ide dan kreativitasnya serta agar tercipta masyarakat yang sejahtera. Fokus utama dari PKBM Lingkaran adalah membantu masyarakat dari segi pendidikan dan peningkatan Sumber Daya Manusia sehingga yang menjadi peserta didik di PKBM Lingkaran tidak hanya anak-anak saja, namun juga para orang tua yang ingin mengemban ilmu turut diikut sertakan. Dilihat dari keterlibatan masyarakat desa Denai Lama pada beberapa program yang dijalankan PKBM Lingkaran, masyarakat terlihat mulai mengalami perubahan yang lebih baik dari sebelumnya. Dengan hal ini diharapkan agar program yang telah ada dapat berjalan lebih baik lagi serta dapat tercipta masyarakat yang sejahteran dengan mengembangkan potensi yang ada di masyarakat. Kontribusi PKBM Lingkaran ini pula turut membantu pemerintah dalam memerangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Berdasarkan beberapa isu tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggali lebih jauh peran PKBM Lingkaran sebagai sarana Pemberdayaan Masyarakat Desa Denai Lama. B. KAJIAN TERDAHULU Penelitian mengenai peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk masyarakat sebelumnya sudah dilakukan oleh beberapa peneliti terdahulu yang hasil dari penelitian tersebut dijadikan acuan pada penelitian yang akan dilakukan ini. Beberapa penelitian terdahulu tersebut yang diantaranya yaitu: Penelitian pertama dengan judul penelitian “Peran PKBM Ulil Absor Dalam Meningkatkan Life Skill Masyarakat Di Desa Jago Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah” oleh Hasrin et al., (2023) yang memiliki tujuan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai peran yang diberikan PKBM Ulil Ansor untuk meningkatkan life skill masyarakat di desa jago kecamatan praya kabupaten Lombok tengah pada tahun 2011 serta untuk mengetahui kendala apa saja yang dihadapai pada pelaksanaan program PKBM Ulil Absor untuk meningkatkan life skill masyarakat di desa Jago. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dikarenakan data-data yang diperoleh tidak berupa angka ataupun tidak menggunakan analisis statistik. Penelitian menunjukkan bahwa peran PKBM Ulil Absor dalam meningkatkan Life Skill masyarakat di Desa Jago Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah masih belum maksimal karena pengelolaannya belum terarah dengan baik. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pengurus PKBM yang merangkap jabatan. Program Life Skill adalah program unggulan yang banyak meluluskan warga Desa Jago menjadi pengusaha mandiri setelah belajar di PKBM Ulil Absor khususnya di Dusun Panti. Program-program lain yang ada selain Life Skill adalah Kejar Paket B, Keaksaraan Fungsional, dan PAUD. Kendala-kendala dalam pelaksanaan program PKBM Ulil Absor dalam meningkatkan Life Skill di Desa Jago, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2011 antara lain: merangkap jabatan, kurangnya profesionalitas pengurus dalam merencanakan dan menjalankan program, kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung, partisipasi masyarakat yang kurang, dan kurangnya respon pemerintah terhadap bantuan yang diusulkan oleh PKBM Ulil Absor di Desa Jago, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian kedua merupakan penelitian oleh Nurlaella & Desmawati, (2022) yang berjudul “Peran PKBM Cemerlang Wonosobo Dalam Memberdayakan Perempuan Menuju Kemandirian Berwirausaha”. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan lebih jelas mengenai peran PKBM Cemerlang Wonosobo yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan menuju kemandirian berwirausaha, faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaan program-program pemberdayaan tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang mana hasil dari penelitian ini berupa penjabaran datadata yang diperoleh secara langsung dengan mengamati lapangan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu PKBM Cemerlang Wonosobo berperan dalam memberdayakan perempuan berwirausaha melalui dua program, yaitu pelatihan kecakapan wirausaha dan pelatihan pemberdayaan dalam unit usaha. Faktor pendukung program ini meliputi pengelola yang baik, perencanaan program yang matang, instruktur berpengalaman, serta sarana dan prasarana yang memadai. Namun, terdapat beberapa faktor penghambat seperti keterbatasan kuota peserta, kurangnya kepercayaan diri peserta, ketergantungan peserta, prasangka buruk, keterbatasan waktu, dan harapan yang terlalu tinggi. Penelitian ketiga yaitu penelitian yang dilakukan oleh Nazir, (2019) yang berjudul “Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Motivasi Warga Belajar Pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Cipta Tunas Karya”. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menguji pengaruh Lingkungan sekolah (X) terhadap motivasi warga belajar (Y). Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif yang mana perolehan data dilakukan dengan menjadikan seluruh warga belajar PKBM Cipta Tunas Karya sebagai responden dengan total 210 responden serta dengan sampel sebanyak 90 sampel. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Lingkungan Sekolah (X) serta Motivasi (Y) belum optimal yang mana dapat terlihat dari kurangnya disiplin sekolah baik dari tutornya maupun warga belajarnya, serta sarana sekolah yang masih kurang memadai untuk mendukung kegiatan belajar yang nyaman. Penelitian keempat dengan judul “Peranan PKBM Surya Amanah dalam Pemberdayaan Masyarakat di Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman” oleh Razi, (2022) bertujuan untuk menjelaskan serta mendeskripsikan peran PKBM Surya Amanah dalam pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. PKBM Surya Amanah berperan dalam membina masyarakat miskin, putus sekolah, dan yang tidak memiliki pendidikan formal melalui program pendidikan kesetaraan dan keterampilan tata busana dengan pembelajaran yang didampingi tutor dan narasumber. PKBM ini juga memfasilitasi semua kebutuhan peserta program tanpa biaya. PKBM Surya Amanah berperan sebagai pelopor, inovator, dan modernisator. PKBM Surya Amanah belum optimal dalam melaksanakan peranannya, terlihat dari program pendidikan kesetaraan yang belum mendorong pembelajaran dan kemandirian masyarakat melalui program pendidikan keterampilan menjahit/tata busana. Penelitian kelima yaitu penelitian oleh SAFITRI, (2020) dengan judul “Peranan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (Pkbm) Untuk Menanamkan NilaiNilai Karakter Dalam Masyarakat Di Desa Bonde Kec. Cam Palagian Kab. Polewali Mandar”. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendapatkan bentuk program kerja PKBM di Desa Bonde, (2) mengetahui upaya PKBM dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada wajib belajar, dan (3) mencari faktor pendukung dan penghambat PKBM dalam penanaman nilai-nilai karakter bagi warga masyarakat. Hasil penelitian dalam PKBM desa Bonde menunjukkan bahwa program kerja yang dilakukan adalah: TBM, Pendidikan Keaksaraan, Pendidikan Kesetaraan, PAUD, life skill, dan pemberdayaan wanita. Upaya dalam menanamkan nilai-nilai karakter termasuk membaca doa sebelum dan sesudah belajar, menjaga kebersihan dan ketertiban, mempertahankan tradisi/budaya bangsa, dan melaksanakan program yang bermanfaat bagi masyarakat. Faktor pendukung dari penanaman nilai-nilai karakter termasuk mitra di setiap desa dan tutor, sementara faktor penghambatnya adalah kurangnya minat masyarakat dan masalah fasilitas yang tidak memadai.
Method
Metode penelitian adalah salah satu cara yang dilakukan seorang peneliti untuk memecahkan suatu masalah dengan cara yang ilmiah (Dr. Nursapia Harahap, 2020). Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang mada pada metode penelitian ini peneliti mengumpulkan serta mendeskripsikan informasi yang didapat untuk menghasilkan suatu kesimpulan dari keadaan yang terjadi di lapangan. Metode penelitian kualitatif hadir akibat adanya perubahan yang terjadi secara signifikan di suatu wilayah (Abdussamad, 2021). Lokasi penelitian ini berada di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Lingkaran yang beralamat di Jalan Balai Desa, Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara serta dokumentasi (Sugiyono, 2013). Observasi dilakukan dengan cara peneliti turun langsung ke lapangan serta melakukan pengamatan secara langsung mengenai apa yang terjadi di lapangan. Wawancara serta dokumentasi dilakukan peneliti kepada para informan yang sudah dipilih terlebih dahulu dengan menggunakan teknik sampling yang mana hal ini adalah pemilihan informan dengan beberapa pertimbangan terlebih dahulu (Emzir & Pd, 2012). Informan yang terpilih pada penelitian ini yaitu Pendiri sekaligus Pimpinan PKBM Lingkaran serta relawan aktif yng turut berperan penting dalam setiap program yang dijalankan. Teknik analisis data yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan teknik analisis model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan verifikasi data (Abdussamad, 2021). Reduksi data dilakukan dengan cara menyeleksi data yang telah didapat dari hasil observasi dan wawancara, selanjutnya data tersebut disajikan kedalam tabel dan narasi sehingga peneliti akan lebih mudah mendapatkan kesimpulan dari penelitian tersebut. Selanjutnya kesimpulan yang didapat kembali dicek secara acak kepada para narasumber apakah hasil yang didapat sesuai dan relevan dengan yang terjadi di lapangan, dan hal ini disebut dengan triangulasi sumber (Sugiyono, 2010). Setelah pengecekan ulang dilakukan dan tidak ditemukan masalah maka data tersebut dapat dikatakan valid (Yusuf, n.d.).
Result & Discussion
1. PKBM Lingkaran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Lingkaran yang terletak di desa Denai Lama merupakan perwujudan dari upaya pemerintah beserta masyarakat desa untuk menciptakan pendidikan yang layak serta meningkatkan sumber daya manusia dan kreatifitas masyarakat desa Denai Lama. PKBM Lingkaran pada awalnya hanya sebuah sanggar seni yang didirikan dengan tujuan agar anak-anak desa Lingkaran terhindar dari kebiasan masyarakat sekitar yang memiliki kebiasan ngelem, menonton pertunjukan kibot erotis, judi koin, sabung ayam, serta kebiasaan buruk lainnya. Sanggar Lingkaran dijadikan sebagai tempat bermain sekaligus belajar bagi anak-anak desa yang putus sekolah. Pak Irwanto sekaligus pendiri beserta beberapa pemuda desa yang memiliki visi yang sama untuk menyelamatkan anak desa kemudian menyediakan alat musik dan mengajari anak anak untuk bermusik. Hal ini merupakan langkah awal untuk menarik minat anak-anak desa. setelah adanya seni musik, kemudian hadirlah sanggar seni untuk anak-anak belajar menari dan belajar teater. Dengan adanya pembelajaran musik, tari dan teater ini fokus dan minat anak-anak desa kemudian mengarah pada belajar seni bukan bermain di lingkungan yang tidak cocok untuk anak seusianya. Potensi anak-anak desa mulai terlihat dari beberapa bulan sejak anak-anak desa belajaar menari namun sudah memenangi kontes dari se Kabupaten Deli Serdang. Melihat hal ini Pak Irwanto yakin bahwa anak-anak desa dapat diselamatkan dengan potensi yang dimiliki anak-anak desa tersebut. Selain belajar seni anak-anak Lingkaran pula perlahan mendapatkan pendidikan karakter dengan asas psikososial. Pendidikan Karakter diawali dengan mengajar anak-anak beretika yang baik serta wajib mengucapkan tiga kata ajaib “tolong”, “terimakasih”, dan “maaf”. Hal ini sesuai dengan pernyataan yang dikemukakan oleh pengurus PKBM Lingkaran bang Deddy. “Program pertama kita dikemas dengan adanya pendidikan karakter, maka pendidikan karakter merupakan ruh yang menjadi cikal bakal semua program yang ada. Hal dasar dari pendidikan karakter ini membiasakan masyarakat menggunakan 3 kata ajaib tolong, terimakasih, dan maaf. Di sanggar ini juga masyarakat diajarkan untuk berbicara sopan. Tidak ada kata “aku”, “kau”, yang ada “saya”, dan “kamu”. Anak-anak desa diminta terlebih dahulu untuk menerapkan sikap baik dan beretika dalam kesehariannya di rumah dan di lingkungan sekitar. Dengan membiasakan hal ini perlahan anak-anak desa akan mulai terbiasa untuk menerapkan hal ini dimana saja dan dengan siapa saja. Perkembangan yang data dilihat dari program sanggar tari dan pendidikan karakter menjadikan pak Irwan berinisiatif untuk turut mengajak orang tua di desa Denai Lama turut mendapatkan pendidikan yang sama pula. Keterlibatan masyarakat desa ini adalah bekal adanya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Gambar 1. Pendidikan Karakter Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang melihat bahwa sanggar Lingkaran memiliki andil yang cukup besar sebagai media belajar masyarakat desa Denai Lama. Melihat hal ini akhirnya Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang memberikan legalitas kepada Sanggar Lingkaran agar terdaftar sebagai sekolah non formal. Legalitas itu akhirnya didapatkan pada tanggal 12 Juni 2023 dan mendapatkan izin penyelenggaraan PKBM oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dengan nomor 42.9/2522/PLS/2015 oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga sehingga pada tahun ini PKBM Lingkaran resmi berdiri dan memiliki badan hukum. PKBM Lingkaran selain dengan konsep pengembangan kepada anak-anak dan pemuda desa dengan seni musik, seni tari, seni teater serta pendidikan karakter, namun juga memiliki pembelajaran berbasis kurikulum yang mana hal ini berlandaskan psikososial. PKBM Lingkaran menyediakan sistem pembelajaran sekaligus pelatihan sesuai minat masyarakat. Hal ini dimaksud agar masyarakat dapat menguasai berbagai keahlian dan ilmu yang diminatinya tanpa ada paksaan dari siapapun. PKBM yang sudah resmi menjadi sekolah non formal dan berbadan hukum pula memiliki wewenang untuk layanan pendiidkan setara yang mana masyarakat putus sekolah tetap dapat memiliki ijazah dengan mengikuti ujian paket A,B, dan C. Dengan penyetaraan pendidikan ini diharapkan agar masyarakat desa memiliki harapan untuk dapat berkembang menjadi lebih baik lagi. 2. Program Pemberdayaan Masyarakat PKBM Lingkaran yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia di desa Denai Lama menjalankan berbagai program dengan harapan agar tujuan pengembangan tersebut dapat berjalan dengan baik. Program yang dijalankan tentunya disesuaikan terlebih dahulu dengan visi misi PKBM Lingkaran. Tentunya program-program ini dapat berjalan dengan lancar serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa Denai Lama. Dalam menjalankan program-program ini pengelola PKBM Lingkaran membutuhkan bantuan masyarakat setempat hal ini dikarenakan masyarakat sangat berperan penting dalam terselenggaranya setiap program yang ada. Program yang ada di PKBM Lingkaran ini tidak lepas dari manfaatnya bagi masyarakat desa Denai Lama. Program yang ada diharapkan dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk dapat meningkatkan kualitas diri di masyarakat. “Terciptanya program-program yang ada di Lingkaran Institute tidak lepas dari manfaat program tersebut bagi masyarakat. Semua program yang ada, di bentuk satu persatu sesuai dengan kebutuhan masyarakat disini. Pendidikan karakter yang menjadi dasar dari hadirnya program-program baru di PKBM Lingkaran. Hal ini dikarenakan perubahan pola tingkah laku masyarakat desa Denai Lama di awali dair program pendidikan karakter. Setelah dilihat banyaknya perubahan maka hadir lah berbagai program yang dapat diikuti oleh anak-anak hingga orang tua di desa Denai Lama. Dengan adanya program PKBM serta UMKM yang dijalankan oleh para orang tua, masyarakat yang pada awalnya tidak memiliki penghasilan yang tetap kini perlahan mulai memiliki penghasilan yang stabil. Selain orang tua yang mendapatkan penghasilan, anak-anak desa pula mendapatkan uang jajan tambahan dari sanggar tari. Berkat tari tradisional yang sering dibawakan, anak-anak Lingkaran mulai sering mengikuti berbagai pertunjukkan dan diberikan upah atas kerja keras mereka. Upaya pemberdayaan masyarakat lain yang memanfaatkan potensi anakanak desa yaitu dengan dibangunnya Kafe Baca. Kafe baca di dirikan agar anak-anak desa mendapatkan pengalaman dan kahlian dalam membangun suatu usaha dan bagaimana meningkatkan kemampuan memasak dan meracik kopi. Ciri khas kafe baca yaitu sesuai dengan namanya yang mana masyarakat akan disajikan berbagai macam buku untuk dapat dibaca sembari menikmati hidangan yang tersaji. Kafe baca yang merupakan bagian dari perpustakaan lingkaran menyajikan buku sebagai ciri khas kafe yaitu untuk sekaligus mengajak masyarakat agar gemar membaca. Setiap sabtu malam, kafe baca pula menyajikan pertunjukan tarian daerah oleh tim tari sanggar Lingkaran serta masyarakat luar pula dapat memberikan pertunjukan lainnya berupa akustik, puisi, drama dan lainnya. Pemberdayaan masyarakat yang melibatkan para orang tua yaitu dengan diadakannya program vokasi yang mana para orang tua akan diajarkan untuk mengelola berbagai sumber daya alam untuk dijadikan suatu produk yang memiliki daya jual. Berbagai produk yang diperjual belikan yaitu seperti olahan makanan hingga hasil kerajinan tangan. Produk-produk ini dapat ditemukan di kafe baca dan Agrowisata Paloh Naga. PKBM Lingkaran yang bekerjasama dengan pemerintah desa dalam pengelolaan BUMDES Agrowisata Paloh Naga. Agrowisata Paloh Naga meupakan kekuatan ekonomi terbesar bagi masyarakat desa Denai Lama. Agrowisata Paloh Naga merupakan tempat wisata yang memanfaatkan sumber daya alam berupa pemandangan hamparan sawah serta dilengkapi dengan jajanan tradisional yang menjadi ciri khas dari Agrowisata ini. PKBM Lingkaran menyajikan jajanan tradisional dengan tujuan untuk tetap melestarikan jajanan tradisional yang sudah mulai jarang dijumpai di daerah perkotaan. Gambar 2. Agrowisata yang menyajikan jajanan tradisional Dengan semangat pengurus PKBM Lingkaran dan masyarakat desa, Desa Denai Lama pada akhirnya menjadi desa Wisata dengan nama “Dewi Kampoeng Lama” atau Desa Wisata Kampoeng Lama. PKBM Lingkaran yang terus menerus berkolaborasi dengan beberapa pihak akhirnya mencapai titik terang dengan mulai dikenalnya desa wisata kampoeng Lama ke berbagai daerah dan di tiap akhir pekannya semakin banyak pengunjung yang datang ke Agrowisata Paloh Naga. Upaya yang dilakukan Pak Irwanto beserta teman-teman relawan serta masyarakat desa ini tentunya membantu masyarakat untuk keluar dari permasalahan ekonomi dan pendidikan yang selama ini di alami. Adanya semangat serta dukungan yang diberikan Pak Irwanto kepada masyarakat desa Denai Lama tentunya memberikan kekuatan untuk terus bangkit dan memulai lembaran baru dengan keyakinan baru pula. Salah seorang relawan menyatakan bahwa adanya program-program di PKBM Lingkaran ini bertujuan untuk perkembangan ekonomi masyarakat. “Program untuk orang tua lebih ke UMKM. Para orang tua yang terlibat usaha menjual makanan tradisional di Agrowisata Paloh Naga, tiap minggunya akan memberikan laporan mengenai hasil penjualannya. Dan di PKBM juga selain pendidikan sekolah umum, orang tua juga dituntut untuk mampu memiliki keterampilan dalam mengolah kerajinan tangan. Tujuannya supaya para orang tua punya pemasukan tambahan dari hasil karyanya yang bisa diperjual belikan tersebut. Hal ini sejalan dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Endah, (2020) bahwa adanya pemberdayaan masyarakat yang bersandar pada kemmapuan, keterampilan hingga partisipasi masyarakat tentunya memberikan perubahan yang berarti pada masyarakat desa tersebut. Hal ini tentunya akan berhasil dengan semangat dan kerjasama yang dibangun sehingga pendayagunaan potensi amsyarakat dapat memberikan arti dan nilai yang positif bagi terciptanya kesejahteraan di masyarakat. Didukung oleh pernyataan adam malik dalam penelitian Nurlaella & Desmawati, (2022) yang menyatakan bahwa demi mencapai kesejahteraan di masyarakat maka harus tercipta pula upaya menumbuhkan minat wisausaha yang mana ahl ini sangat dibutuhkan dalam meningkatkan perekonomian di masyarakat. atas dasar ini pula la PKBM Lingkaran dalam proses pembelajarannya menyisipkan materi kewirausahaan agar masyarakat lebih mengetahui bagaimana proses dalam berwirausaha yang memberikan dampak pada perekonomian. PKBM Lingkaran hadir untuk mengajak masyarakat desa Denai Lama untuk bangkit serta agar masyarakat dapat memanfaatkan potensi dirinya bagi perekonomian keluarga. Ada banyak masyarakat desa Denai Lama yang terlibat dalam program PKBM dan sudah merasakan dampak dari program pemberdayaan masyarakat ini. Dampak nyata yang dirasakan masyarakat ini menjadikan masyarakat memiliki semangat yang tinggi dalam mengasah kemampuannya serta menjadi semangat untuk mengenyam pendidikan. PKBM Lingkaran menanamkan kepada masyarakat desa Denai Lama bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai dan menjadi sukses. Pengurus PKBM Lingkaran yang selalu memotivasi dan terus mendampingi masyarakat memberikan dorongan semangat kepada masyarakat desa sehingga hal yang tadinya merupakan harapan dapat diwujudkan menajadi kenyataan. Salah seorang relawan yang pula merupakan salah satu anak desa Denai Lama yang turut merasakan peran dan manfaat dari adanya PKBM Lingkaran mengutarakan bahwa berkat adanya PKBM Lingkaran beserta pak Irwanto masyarakat desa perlahan turut bangkit. “Karena aku sudah berhasil diselamatkan. Aku gak bisa kasih apapun selain bantu untuk menyelamatkan yang lain. Kita bantu mereka untuk kuat menghadapi dunia luar, tahan menghadapi hal-hal negatif.” Hal ini pula kembali diperkuat oleh relawan lainnya yang turut merasakan peran PKBM Lingkaran bagi dirinya dan masyarakat desa. “Karena dari kecil saya uda bergabung jadi anak didik dan saya ngerasa disini itu nyaman, dan saya bisa kuliah juga karena dari Lingkaran Institute ini, jadi kenapa saya gak balas budi dengan kasih effort lebih ke anak-anak disini. Mereka yang sekarang ini ya saya yang dulu. Jadi saya mau bantu mereka bisa bangkit dengan memiliki kemampuan dan keterampilan yang baik.” Motivasi yang diberikan PKBM Lingkaran ini sesuai dengan yang dikemukakan (Nazir, 2019) bahwa dengan datangnya harapan yang menjadi kenyataan tersebut maka semangat belajarnya akan meningkat, dan begitu sebaliknya apabila harapan tidak terwujud maka semangat belajar pula akan hilang dan menjadi penyesalan yang berujung malas. PKBM Lingkaran selalu mengupayakan yang terbaik kepada masyarakat desa Denai Lama agar masyarakat desa tidak kehilangan harapan dan semangatnya dalam berjuang. Demi terwujudnya harapan-harapan tersebut PKBM Lingkaran pula menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dan stakeholder agar masyarakat mendapatkan fasilitas yang memadai untuk meningkatkan keterampilan serta pembelajarannya. Kerjasama yang dijalin tentunya selain dalam pemenuhan fasilitas juga untuk mengenalkan potensi yang dimiliki masyarakat desa Denai Lama. PKBM Lingkaran terus berupaya untuk mempromosikan desa Wisata Kampoeng Lama beserta keterampilan yang dimiliki masyarakat desa. PKBM Lingkaran telah menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah Deli Serdang, Dinas Pendidikan, Angkasa Pura II, dan beberapa instansi lainnya yang turut memberikan bantuan berupa tenaga, motivasi ataupun fasilitas pelengkap untuk mengasah sumber daya yang dimiliki masyarakat desa Denai Lama. Program yang dihadirkan di PKBM Lingkaran dikelola dan ditujukan untuk masyarakat desa Denai Lama. Pengelola PKBM lingkaran beserta relawannya membentuk divisi sebagai wujud tanggung jawab dari relawan untuk keberhasilan setiap program yang dijalankan. Program yang dihadirkan betujuan untuk menjadi wadah kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam ekonomi kreatif. Program yang dihadirkan pula disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan ketersediaan sumber daya alam di desa Denai Lama. Dengan menitik tumpukan perputaran keuangan bagi masyarakat maka dibagi beberapa divisi yang dapat membantu masyarakat dalam mengelola program pemberdayaan masyarakat tersebut. Tabel 1. Divisi Program PKBM Lingkaran No. Divisi Cakupan Program 1 Pendidikan Pendidikan karakter, pendidikan keluarga, pendidikan kesetaraan untuk anak-anak drop out, kesehatan remaja dan pendidikan keagamaan. 2 Seni Budaya dan Kearifan Lokal Pelatihan seni musik, tari tradisional, pemanfaatan budaya dan kearifan lokal sebagai sumber ekonomi, kegiatan apresiasi dan pentas seni budaya. 3 Kepemudaan dan Ekonomi Kreatif Pelatihan vokasional skill untuk pemuda dan orang tua, kepemimpinan dan keorganisasian serta kegiatan expo produk dalam menndukung ekonomi kreatif masyarakat 4 Pariwisata dan Fundrising Paket wisata berbasis seni budaya dan kearifan local, hasil produksi, homestay, paket makan, serta mendukung program vokasional dan ekonomi kreatif. Dalam melakukan pemberdayaan masyarakat di desa Denai Lama ini tentunya dibutuhkan upaya dan cara agar proses dapat berjalan dengan baik. Dalam hal ini PKBM Lingkaran melakukan upaya pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan dan menggali potensi yang ada di masyarakat (Habib, 2021) atau pendekatan ini biasa disebut pendekatan ABCD (Asset Based Community Develompent). Seperti yang sudah dirincikan sebelumnya, programprogram PKBM Lingkaran ini berasaskan peningkatan sumber daya manusia, yang mana kemampuan dan potensi masyarakat lah yang akan menghasilkan karya ataupun jasa yang bernilai sosial dan ekonomis. Masyarakaat desa Denai Lama adalah masyarakat yang memiliki potensi namun untuk memunculkannya dibutuhkan upaya agar potensi tersebut dapat terlihat dan dappat diberdayagunakan. Maka dari itu PKBM Lingkaran memberikan wadah agar masyarakat dapat mengelola potensi yang dimilikinya. Gambar 3. Kunjungan Menteri Kemenparekraf RI dan Gubernur SUMUT Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti menemukan kesimpulan bahwa PKBM Lingkaran turut berperan dalam pemberdayaan masyarakat dengan tujuan mensejahterakan masyarakat desa Denai Lama. Hal ini dapat dilihat dari peran PKBM Lingkaran sebagai wadah pembelajaran dengan adanya pendidikan karakter, pendidikan keluarga hingga kesetaraan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan sumber daya manusia di desa Denai Lama. Upaya yang dilakukan PKBM Lingkaran sejalan dengan Permendikbud Nomor 81 tahun 2013 mengenai pendidikan kesetaraan yang merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat. Program pembedayaan masyarakat ini telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat desa Denai Lama. Sepeti yang diutarakan oleh salah seorang relawan mengenai peran PKBM yang terlihat jelas dalam memberikan perubahan pada desa Denai Lama. “Dulu sebelum ada Lingkaran Institute ya pekerjaan masyarakat sini mentok di kerja kandang. Di Kampung lama ini ada yang punya peternakan ayam, jadi orang-orang sini ya kerja di peternakan itu. Adanya desa wisata ini membantu perekonomian warga semakin bagus. Pedagang minyak eceran semakin banyak karena banyaknya wisatawan yang datang berkunjung ke denai lama. Ibu-ibu yang berjualan di agrowisata juga perlahan perekonomiannya membaik. Adik-adik yang tergabung disini khususnya untuk tim tari juga dapat pemasukan setiap tampil. Dan untuk relawan pengurus kafe baca juga dapat pemasukan dari ngurus kafe baca ini. bahkan ibu-ibu yang bikin kerajinan tangan dan bikin olahan makanan pun juga ikut terbantu perekonomiannya. Lingkaran Institute ini banyak sumber perekonomian yang bisa dimunculkan.” Peran yang dilakukan PKBM Lingkaran pula sejalan dengan yang dikemukakan oleh Totok Mardikanto dan Poerwoko dalam Razi, (2022) yang menyatakan bahwa tujuan utama dari pemberdayaan masyarakat yaitu perbaikan pendidikan di masyarakat yang mana hal ini bermaksud agar terciptanya pendidikan yang layak dan lebih baik. Untuk pemenuhan ini tentunya PKBM Lingkaran sudah mengupayakan pendidikan yang lebih baik untuk dihadirkan kepada masyarakat desa Denai Lama. Gambar 4. Ibu-ibu PKBM membuat olahan makanan Peranan PKBM Lingkaran dalam pemberdayaan masyarakat tentunya dapat dilihat dari program-program yang telah berjalan dengan baik serta dampak dari program tersebut yang kian lama hari kian bertambah baik. Dengan kepercayaan masyarakat desa PKBM Lingkaran berhasil membantu masyarakat bangkit dari permasalahan yang ada, masyarakat yang mulai mendapatkan pendidikan yang layak, meningkatkan kemampuan dan keterampilan serta ekonomi yang kian membaik. Anak-anak desa yang tergabung dalam sanggar Lingkaran pula perlahan mendapatkan impiannya kembali, anak-anak yang sudah mulai melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta keterampilannya yang membantunya untuk menemukan bakatnya.
Conclusion
PKBM Lingkaran telah berhasil dalam membantu masyarakat meningatkan kemampuan dan potensi yang dimiliki masyarakat dengan melakukan pemberdayaan masyarakat. peranan PKBM Lingkaran dapat dilihat dari programprogram yang dilaksanakan serta dampak positif yang dirasakan masyarakat desa Denai Lama akan keberadaan PKBM Lingkaran. PKBM Lingkaran memberikan pendampingan kepada masyarakat untuk dapat mengelola sumber daya yang ada agar dapat dimanfaatkan dan mendapatkan nilai ekonomis. Upaya yang dilakukan PKBM Lingkaran ini selain membantu mensejahterakan masyarakat dan meningkatkan potensi masyarakat namun PKBM Lingkaran pula turut mengenalkan potensi desa Denai Lama kepada khalayak ramai hingga desa Denai Lama dikenal dengan Desa Wisata Kampoeng Lama. Keberadaan PKBM Lingkaran yang menjadi angin segar akan perubahan yang terjadi di desa Denai Lama bertujuan untuk menjadikan masyarakat desa Denai Lama menjadi masyarakat yang mandiri, kreatif dan inovatif. Berkat upaya PKBM Lingkaran yang bekerjasama dengan masyarakat dengan menjalankan berbagai program maka desa Denai Lama telah sampai pada kesuksesannya menjadi desa Wisata dan berhasil mengelola potensi desa Denai Lama dan bernilai ekonomis.