Kembali
16
1
2023 Jurnal Ilmu Perpustakaan (JIPER) Vol 5 · 1 ISSN 2716-0432

EVALUASI KOMPETENSI PUSTAKAWAN DI UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ISLAM RIAU

Universitas Lancang Kuning

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui sejauh mana evaluasi kompetensi pustakawan di UPT perpustakaan Universitas Islam Riau. Untuk mengukur evaluasi tersebut maka peneliti melakukan wawancara tertulis kepada 5 orang informan 3 orang wanita sebagai staff pengolahan buku dan 2 orang laki-laki sebagai Staff pengolahan buku. Jenis penelitian yang digunakan didalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat bersifat deskripsi kualitatif. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa dari indikator kompentensi umum sudah terlaksana dengan baik hal ini dapat dilihat dari cara tenaga perpustakaan UPT Perpustakaan Universitas Islam Riau mengoperasikan komputer tingkat dasar dimana semua pegawai universitas islam riau mengetahui komponen-komponen pada kompputer baik itu softwer, hardwer dan brainwer, mampu menghidupkan dan mematikan komputer dan juga mampu mencetak file dalam bentuk print out begitu juga dengan indikator menyusun rencana kerja perpustakaan universitas islam riau juga sudah terlaksana dengan baik dimana tenaga pustakawan sudah bisa membuat laporan kerja yang telah sesuai, dengan sarana dan prasarana yang sudah sesuai dan seluruh pegawai perpustakaan sudah bisa membuat laporan buku seperti laporan buku masuk, buku rusak buku hibah dan buku yang dibeli dan merekap berapa jumlah kunjungan perbulan dan berapa peminjaman buku perbulannya Sebagai saran dalam penelitian ini adalah : tenaga perpusakaan di UPT Universitas Islam Riau diharapkan untuk tetap memperthankan kompetensi yang sudah dimilikinya sekrang baik itu pengoperasionalan komputer dan juga pembuatan laporan buku perpustakaan.

Abstract

This study aims to determine the extent to which the evaluation of librarian competence in the UPT library of Riau Islamic University. To measure the evaluation, researchers conducted written interviews with 5 informants, 3 women as book processing staff and 2 men as book processing staff. The type of research used in this research is qualitative research which is qualitative description. The results of this study indicate that from the indicators of general competence, it has been carried out well, this can be seen from the way the library staff of the UPT Library of Riau Islamic University operates a basic level computer where all employees of Riau Islamic University know the components of the computer, both softwer, hardwer and brainwer. able to turn on and turn off the computer and also able to turn on and turn off the computer, able to turn on and turn off the computer and also be able to print files in the form of print outs as well as indicators of compiling work plans for Islamic University Libraries Riau has also been well implemented where librarians have been able to make appropriate work reports, with appropriate facilities and infrastructure and all library employees have been able to make book reports such as incoming book reports, damaged books, grant books and books purchased and recap how many visits per month and how many books are borrowed per month As suggestions in this study are: library personnel at UPT Riau Islamic University are expected to maintain the competencies they already have now, both computer operations and also the preparation of library book reports.
Keywords: Evaluasi · Kompetensi pustakawan · Universitas Islam Riau

Introduction

Dalam sebuah organisasi, sumber daya manusia berfungsi sebagai titik fokus atau fondasi bagi kelangsungan hidup organisasi. Dalam setiap aspek pekerjaan organisasi, fungsi yang paling penting dimainkan oleh sumber daya manusianya. Dalam setiap aspek pekerjaan organisasi, fungsi terpenting dimainkan oleh sumber daya manusianya. Meskipun ada banyak fasilitas, lulusan, dan sumber daya yang tersedia, kegiatan organisasi yang dimaksud di sini adalah perpustakaan, dan sumber daya manusia yang dimaksud di sini adalah para profesional perpustakaan. Meskipun banyak fasilitas, lulusan, dan sumber daya yang tersedia (Trianingsih, 2013: 2). Tenaga kerja perpustakaan atau aparatur perpustakaan, yang terdiri dari pimpinan dan pejabat fungsional, disebut sebagai sumber daya manusia perpustakaan. Sumber daya manusia yang merupakan salah satu sumber daya bagi perpustakaan ini perlu dibekali dengan kemampuan, keterampilan, dan sikap kerja yang diperlukan dalam pekerjaannya. Upaya untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan pustakawan dalam memberikan layanan pada tingkat tertentu menjadi sangat penting karena hal ini menjadi dasar yang tepat untuk melakukan upaya-upaya peningkatan layanan perpustakaan di masa yang akan datang secara bertahap, dengan fokus utama pada kemampuan pustakawan dalam meningkatkan layanan perpustakaan sehingga dapat bermanfaat bagi pemustaka. Undang-undang yang berkaitan dengan perpustakaan yang disahkan pada tahun 2007 dan berjumlah 43 membagi pustakawan ke dalam dua kelompok yang berbeda: pustakawan dan tenaga teknis perpustakaan. Seseorang dianggap sebagai pustakawan jika mereka memiliki keterampilan yang diperlukan untuk mengelola perpustakaan, yang diperoleh melalui pendidikan atau pelatihan di bidang kepustakawanan, dan jika mereka bertanggung jawab untuk memberikan layanan perpustakaan (Makmur, 2015: 8). Pustakawan yang memiliki tingkat keahlian yang tinggi akan menilai apakah kegiatan perpustakaan berhasil dilaksanakan atau tidak. Jika anggota staf perpustakaan didukung oleh individu yang ahli dalam profesinya, maka perpustakaan akan terus berkembang dan bertahan di lingkungan saat ini yang dibawa oleh periode globalisasi. Tindakan mengumpulkan informasi tentang objek penilaian, menilai item evaluasi, dan membandingkannya dengan standar evaluasi adalah contoh dari apa yang dimaksud dengan istilah "evaluasi". Setelah itu, pilihan-pilihan mengenai subjek evaluasi dapat dirumuskan berdasarkan hasil temuan yang disajikan dalam bentuk informasi. Suatu kegiatan yang dilakukan dalam rangka mengukur dan membandingkan hasil pelaksanaan kegiatan dengan standar yang telah dicapai untuk memperoleh informasi tentang nilai atau manfaat dari suatu objek evaluasi dapat diartikan sebagai evaluasi. Penafsiran ini didasarkan pada uraian yang telah disampaikan di awal artikel ini. Informasi yang diperoleh dapat dimanfaatkan dalam proses pengembangan alternatif keputusan (Kartomo, A. I., & Slameto, S. 2016). Kompetensi dapat didefinisikan sebagai kualitas dan jumlah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan kewajibannya sesuai dengan peran yang telah diberikan kepadanya. Menurut Moeheriono (2012:65), kompetensi adalah catatan tentang hasil-hasil yang diperoleh dari tanggung jawab pekerjaan tertentu atau kegiatan selama waktu tertentu. Tingkat kompetensi yang tinggi merupakan langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan perpustakaan. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk mengembangkan keterampilan orang-orang yang bekerja di perpustakaan. "motivasi, kemampuan, dan motivasi" adalah tiga faktor yang menurut Sutermeister (Hardiningtyas, T. 2016) memiliki pengaruh terhadap kompetensi. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan tenaga-tenaga yang terampil dan handal dalam melaksanakan kegiatan dan pengelolaan suatu organisasi termasuk dunia perpustakaan yang banyak menuntut penguasaan ilmu pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan tanggung jawab pustakawan dalam rangka meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan produktifitas yang relevan dengan arus globalisasi dan kemajuan teknologi informasi saat ini. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan tenaga-tenaga yang terampil dan handal dalam melaksanakan kegiatan dan pengelolaan suatu organisasi. Untuk melaksanakan hal tersebut dan mencapai maksud dan tujuan yang telah ditetapkan, diperlukan kualitas sumber daya manusia (pustakawan) yang tersedia agar dapat mencapai hasil yang optimal. Ikatan Perpustakaan Indonesia (IPI) mendefinisikan pustakawan sebagai seseorang yang melaksanakan kegiatan perpustakaan dengan jalan memberikan pelayanan kepada masyarakat umum sesuai dengan tanggung jawab lembaga induknya atas dasar ilmu pengetahuan, dokumentasi, dan informasi yang diperoleh melalui pendidikan. Dengan kata lain, pustakawan adalah seseorang yang bekerja di perpustakaan. Sumber daya manusia memainkan peran penting dalam pengembangan lembaga perpustakaan, dan pustakawan memainkan peran penting dalam pengembangan tersebut. Karena salah satu variabel kunci dalam pengembangan perpustakaan adalah tingkat keahlian yang dimiliki oleh pustakawan dan anggota staf perpustakaan lainnya, maka sangat penting untuk meningkatkan tingkat keahlian yang dimiliki oleh kelompok-kelompok ini. Diperlukan untuk melakukan evaluasi terhadap kompetensi pustakawan untuk menentukan apakah kompetensi pustakawan sudah efektif atau belum (Kusuma, 2019). Selain itu, Perpustakaan Universitas Islam Riau memainkan peran penting dalam kemajuan komunitas ilmiah dan industri informasi secara keseluruhan. Perpustakaan perguruan tinggi biasanya dianggap sebagai salah satu perpustakaan yang berkontribusi pada proses pembelajaran. Perpustakaan yang berada di dalam institusi pendidikan tinggi, seperti universitas, institut, sekolah tinggi, dan institusi perguruan tinggi, disebut sebagai perpustakaan perguruan tinggi. Universitas Islam Riau saat ini telah menempati gedung baru yang terletak di jalan Perhentian Marpoyan Pekanbaru Km 11, yang dilengkapi dengan fasilitas yang sangat memadai untuk menampung mahasiswa yang semakin meningkat. Universitas Islam Riau terus membuat langkah maju dalam pengembangannya, seperti yang terlihat dengan diperkenalkannya sejumlah program studi baru. Menurut hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti, pustakawan di UPT perpustakaan Universitas Islam Riau yang telah menyelesaikan pendidikan terakhirnya di S1 ilmu perpustakaan sebanyak 5 orang, dan terdapat 1 orang pustakawan yang telah menyelesaikan pendidikan terakhirnya di D II ilmu perpustakaan. Selain itu, menurut data pegawai UPT perpustakaan Universitas Islam Riau terdapat 11 orang pegawai yang telah mengenyam pendidikan terakhir di bidang berikut: S1 Akidah, S2 Ilmu Filsafat, S1 Teknik Informatika, S1 Administrasi Negara, SLTA, S1 Akuntansi, S1 Pendidikan Bahasa Indonesia, S1 Ilmu Komunikasi, dan S1 Sekretaris. Berdasarkan data kepegawaian yang telah dipaparkan sebelumnya, terdapat total 24 orang yang dipekerjakan di UPT Perpustakaan Universitas Islam Riau. Orang-orang tersebut merupakan bagian dari tenaga kerja yang ada di UPT Perpustakaan Universitas Islam Riau. Alasan mengapa para akademisi mengangkat judul ini adalah karena mereka tertarik untuk mengetahui seberapa kompeten pustakawan dalam hal mengelola perpustakaan. Menurut temuan para peneliti, setiap kali ada akuisisi baru sumber daya perpustakaan, bahan-bahan baru tersebut harus diproses dan disimpan sesegera mungkin sehingga koleksi baru dapat tersedia di perpustakaan. Ini merupakan salah satu jenis layanan koleksi yang ditawarkan. Masih banyak pegawai perpustakaan yang terlihat kurang memperhatikan permintaan pengguna dan tidak memberikan jawaban atau tanggapan yang baik kepada pengguna. Ini adalah masalah yang terus berlanjut dalam layanan. Di zaman sekarang ini, perpustakaan di Universitas Islam Riau harus memberikan tingkat kompetensi yang setinggi mungkin dan terus meningkatkan kompetensinya untuk meningkatkan kualitas perpustakaan. Peneliti akan membahas tentang "Evaluasi Kompetensi Pustakawan di Upt Perpustakaan Universitas Islam Riau", yang mana berdasarkan uraian yang baru saja diberikan. Dimana peneliti akan mengamati kompetensi pustakawan yang bekerja di UPT Perpustakaan Universitas Islam Riau dan melakukan pengamatan berdasarkan hasil observasi. B. KAJIAN TERDAHULU Penelitian yang dilakukan oleh Gita Lestari (2020) dan penelitian yang dilakukan oleh para akademisi memiliki kesamaan, yaitu sama-sama menyelidiki tingkat keahlian yang dimiliki oleh anggota staf perpustakaan. Berikut ini adalah beberapa ciri khas penelitian Gita Lestari yang dilakukan oleh peneliti: Penelitian Gita Lestari dilakukan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kuantan Singingi, sedangkan penelitian penulis dilakukan di UPT Perpustakaan Universitas Islam Riau Marpoyan Pekanbaru. Kedua lokasi ini sama-sama berada di Kuantan. Penelitian yang dilakukan oleh Gita Lestari menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh penulis menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Penelitian yang dilakukan oleh Gita Lestari dilakukan pada tahun 2019, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh penulis dilakukan pada tahun 2022. Penelitian kedua yang peneliti temukan adalah makalah yang ditulis oleh Maria S. Sampe pada tahun 2014 dan berjudul "pengaruh kompetensi terhadap kompetensi pegawai UPT perpustakaan Universitas Hasanudin". Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pengaruh kompetensi yang dilihat dari tingkat pengetahuan, keterampilan, dan sikap terhadap kompetensi pustakawan Universitas Hasanudin Makassar. Hal ini akan dilakukan dengan melihat tingkat pengetahuan, keterampilan, dan sikap terhadap kompetensi. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif deskriptif digunakan sebagai metode penelitian. Temuan penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan bukti terhadap hipotesis nol Ho dan mendukung hipotesis nol alternatif H1, yang menyatakan bahwa kualitas layanan, yang terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap, baik secara individu maupun bersamasama, memiliki dampak yang signifikan dan menguntungkan terhadap kompetensi pustakawan Hasanudin. Selain itu, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa masing-masing variabel X memiliki pengaruh yang cukup besar dan baik terhadap variabel Y. Baik penelitian yang dilakukan oleh Maria S. Sampe maupun penelitian yang dilakukan oleh akademisi memiliki kesamaan, yaitu sama-sama menyelidiki pengaruh pendidikan terhadap tingkat keahlian yang dimiliki oleh pegawai perpustakaan. Penelitian yang dilakukan Maria S. Sampe dilakukan di UPT Perpustakaan Universitas Hasanuddin, namun penelitian yang peneliti lakukan di beberapa lokasi yang berbeda. Ini hanya salah satu contoh dari sekian banyak perbedaan yang ada. Penelitian Maria S. Sampe dilakukan pada tahun 2014, sementara penelitian penulis dilakukan pada tahun 2022. Kedua penelitian tersebut mengambil lokasi di UPT Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Marpoyan Pekanbaru. Penelitian ketiga dilakukan oleh Rofan Aziz Griya Perdana dan Ana Irhandayaningsih (2016), dengan judul pengaruh latar belakang pendidikan formal terhadap kompetensi pustakawan di UPT perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pengaruh latar belakang pendidikan formal terhadap kompetensi pegawai perpustakaan di UPT perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung (Unissulan) Semarang. Secara spesifik, penelitian ini akan melihat pada staf di UPT perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung (Unissulan) Semarang. Desain penelitian kuantitatif deskriptif digunakan dalam pengumpulan dan analisis data penelitian ini. Para peneliti menggunakan regresi linier dalam analisis data. Latar belakang pendidikan formal dan kompetensi staf perpustakaan terbukti memiliki hubungan yang positif, serta nilai korelasi yang sempurna dan searah, sesuai dengan hasil analisis pengaruh latar belakang pendidikan formal terhadap kompetensi staf perpustakaan. Koefisien pengaruh untuk hubungan ini ditemukan sebesar 0,983.

Method

Perpustakaan Universitas Islam Riau yang beralamat di Jalan Kaharuddin Nst No. 113, Simpang Tiga, Kec. Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Riau 28284, menjadi lokasi tempat penelitian ini dilakukan. Dalam perjalanan waktu penelitian ini dilakukan, yang dimulai pada bulan Desember 2021 dan berlangsung hingga Januari 2022, penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif, dan hasilnya disajikan dalam bentuk deskripsi kualitatif. Observasi, wawancara, dan dokumentasi merupakan tiga metode pengumpulan data yang digunakan selama penelitian ini berlangsung. Dalam penelitian ini, metode analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Sugiyono, 2014). Berikut ini adalah cara pengolahannya: 1. Reduksi data, adalah proses pemilihan menekankan pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan modifikasi data mentah yang berasal dari catatan-catatan tertulis yang dikumpulkan di lapangan. Seperti yang dapat diamati dari kerangka kerja konseptual penelitian, pertanyaan penelitian, dan metodologi pengumpulan data yang dipilih oleh peneliti, proses ini terus berlangsung selama penelitian berlangsung. Bahkan, proses ini dimulai jauh sebelum pengumpulan data yang sebenarnya terjadi. 2. Penyajian data adalah kegiatan di mana sekumpulan informasi disajikan dengan cara yang memungkinkan untuk menarik kesimpulan dan mengambil tindakan berdasarkan informasi tersebut. Data kualitatif dapat disajikan dalam bentuk teks naratif, catatan lapangan, matriks, grafik, jaringan, atau bagan, di antara representasi grafis dan format organisasi lainnya. Bentuk ini menggabungkan informasi yang tersusun dalam bentuk yang kohesif dan muda, yang membuatnya lebih mudah untuk memahami apa yang sedang terjadi, apakah kesimpulannya benar atau sebaliknya untuk dievaluasi kembali. 3. Penarikan kesimpulan, yaitu sesuatu yang dilakukan peneliti secara berkelanjutan ketika berada di lapangan. Peneliti kualitatif mulai mencari arti dari objek-objek segera setelah mereka mulai mengumpulkan data. Mereka juga mencatat keteraturan pola-pola (dalam catatan teori), penjelasan, konfigurasi hipotesis, alur sebab-akibat, dan proposisi. Penanganan kesimpulan-kesimpulan ini sangat ceroboh, dan meskipun mereka tetap terbuka dan berhati-hati, kesimpulan tetap disajikan. Pada awalnya, kesimpulankesimpulan tersebut masih kabur, namun seiring berjalannya waktu, kesimpulan-kesimpulan tersebut menjadi lebih jelas dan tertanam dengan kuat.

Result & Discussion

Dalam konteks penelitian ini, kompetensi tenaga perpustakaan di UPT perpustakaan Universitas Islam Riau dievaluasi berdasarkan indikator-indikator sebagai berikut: mengoperasikan komputer tingkat dasar, mengoperasikan mesin pembaca mikrofilm, dan mengoperasikan mesin pembaca mikrofiche. Penyusunan rencana kerja perpustakaan, penyusunan laporan kerja perpustakaan, pemilihan bahan pustaka, pengadaan bahan pustaka, pelaksanaan katalogisasi deskriptif, pelaksanaan katalogisasi subjek, pelaksanaan perawatan bahan pustaka, pelaksanaan layanan sirkulasi, pelaksanaan layanan referensi, pelaksanaan desain tata ruang dan perabot perpustakaan, pelaksanaan perbaikan bahan pustaka, dan pelaksanaan pembuatan karya tulis ilmiah merupakan contoh-contoh pekerjaan perpustakaan yang harus dilakukan. Dari hasil wawancara yang telah peneliti lakukan terhadap lima orang tenaga pustakawan Perpustakaan Universitas Islam Riau. Tujuan peneliti melakukan wawancara untuk memperoleh beberapa data informasi mengenai Kompetensi tenaga pustakawan. Peneliti telah mengajukan beberapa pertanyaan kepada tenaga pustakawan mengenai laporan kerja, program kerja dan program aplikasi. Kepada informan ke satu, ke dua, ke tiga dan seterusnya, dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif model snow ball samplin guntuk memdapatkan subjek penelitian secara luas. Table 1. Identitas Pegawai Perpustakaan No Nama Jabatan Jenis kelamin 1. Uthi Kurnia, S.IP Staff pengolahan buku PR 2. Handi Trinof, S.IP Staff pengolahan buku LK 3. Teguh Handoyo, S.IP Staff pelayanan sirkulasi LK 4. Yuni Reliska, S.IP Staff pengolahan buku PR 5. Ayu Agustina, S.IP Staff pengolahan skripsi PR Sumber : Perpustakaan Universitas Islam Riau 2022 Pembahasan dari penelitian ini dilakukan memunculkan pertanyaanpertanyaan yang berkaitan dengan indicator dari penelitian yang berjudul Evaluasi Kompetensi tenaga Pustakawan UPT Perpustakaan Universitas Islam Riau. Dari hal tersebut timbul pertanyaan sebagai berikut. 1. Mengoperasikan Komputer Tingkat Dasar Hasil wawancara informasi 5 orang pustakawan perpustakaan (dengan memakai inisial informan sebagai nama dari pegawai perpustakaan), maka hasil wawancara pegawai adalah semua pustakawan di Universitas Islam Riau mengetahui komponen-komponen pada komputer apa itu software, hardware dan brainware, mereka hanya mengetahui sebagian saja dari bagian komponentersebut. serta juga mampu menjelaskan masing-masing fungsi dan contohnya sehingga mereka tidak ragu lagi dalam menjalankan komputer. dimana tenaga pustakawan tersebut sudah mengetahui fungsi dan kegunaan microsoft word tersebut. semua pegawai perpustakaan Universitas Islam Riau mengetahui aplikasi dasar lembar kerja yang biasa mereka gunakan berupa microsoft excel dan juga bisa menjelaskan masing-masing fungsinya. sudah mengerti dan paham cara mencetak file atau print out kan file pada komputer”. 2. Menyusun rencana kerja perpustakaan Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan bersama 5 orang pegawai pustakawan universitas islam riau bahwasanya pegawai perpustakaan UIR bahwa semua pustakwan sudah pernah membuat rencanakerja perpustakaan seperti sistem operasional (SOP), program kerja jangka panjang maupun program kerja jangka panjang ”. 3. Membuat laporan kerja perpustakaan Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan bersama 5 orang pegawai pustakawan universitas islam riau bahwasanya semua tenaga pustakawan telah bisa membuat laporan kerja perpustakaan yang sesuai dengan sarana dan prasarana yang tersedia sudah mencukup untuk kelancaran kerja pegawai dan sangat membantu dalam kemudahan bekerja para pegawai perpustakaan Universitas Islam Riau. pustakwan sudah membuat laporan kerja seperti membuat laporan buku masuk, buku rusak, berapa buku hibah dan buku yang dibeli dan merekap berapa jumlah kunjungan perbulan dan berapa peminjaman buku perbulannya.

Conclusion

Berdasarkan hasil pembahasan dan analisis diatas penulis menyimpulkan dari indikator Hasil penelitian ini 1. Menujukkan bahwa dari indikator kompentensi umum sudah terlaksana dengan baik hal ini dapat dilihat dari cara kompetensi pustakawan di UPT Perpustakaan Universitas Islam Riau mengoperasikan komputer tingkat dasar dimana semua pegawai universitas islam riau mengetahui komponenkomponen pada komputer baik itu softwer, hardwer dan brainwer, mampu menghidupkan dan mematikan komputer dan juga mampu mencetak file dalam bentuk print out begitu juga dengan 2. Indikator menyusun rencana kerja perpustakaan universitas islam riau juga sudah terlaksana dengan baik dimana tenaga pustakawan sudah bisa membuat laporan kerja yang telah sesuai, dengan sarana dan prasarana yang sudah sesuai 3. Dan seluruh pegawai perpustakaan sudah bisa membuat laporan buku seperti laporan buku masuk, buku rusak buku hibah dan buku yang dibeli dan merekap berapa jumlah kunjungan perbulan dan berapa peminjaman buku perbulannya.