Efektivitas Penggunaan Jurnal Langganan Dengan Pendekatan Perceived Usefullness di Perpustakaan Universitas Riau
Universitas Riau
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kesulitan pengguna dalam menggunakan sistem layanan E-Journal berlangganan dan untuk menganalisis akses sistem layanan penggunaan e-journal berlangganan di perpustakaan Universitas Riau. Penelitian yang dilakukan ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi dan Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Riau sebanyak 100 mahasiswa, dengan menggunakan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang berisikan pernyataan yang mewakili indikator dari variable perceived usefulness. Data diolah dengan mengunakan statistik deskriptif. Data yang diperoleh dilakukan tabulasi dan disusun dalam bentuk tabel dan selanjutnya dihitung persentasenya, dan diinterpretasikan. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa hanya sebesar 25% responden menyatakan pernah mengakses website Lib.unri.ac.id. dan 95% mengakses jurnal penelitian melalui google search atau google schoolar. Sebanyak 97% membutuhkan jurnal untuk tugas ahkir atau tugas kuliah lainnya.74% menyatakan bahwa perpustakaan Universitas Riau tidak melakukan promosi secara intensif, dan 98% menyatakan bahwa perpustakaan Universitas Riau harus melakukan promosi secara intensif. Kemudian didapat seluruh responden menjawab bahwa perpustakaan harus melakukan promosi. Simpulan penelitian ini adalah bahwa efektivitas penggunaan jurnal langganan dengan pendekatan fungsi kegunaan (Perceived Usefullness) bagi pemustaka di Universitas Riau tidak dapat dikatakan efektif bahkan cenderung mahasiswa hampir tidak mengetahuinya, hal ini sangat disayangkan karena jurnal langganan dibayar mahal untuk bisa digunakan.Dalam hal ini, kedepannya perpustakaan Universitas Riau harus selalu melakukan promosi secara kontinue dan terarah.
Abstract
This study aims to determine the causes of user difficulties in using the subscription E-Journal service system and to analyze the access to the subscription e-journal service system at the Riau University library. This research used quantitative methods. The population and sample in this study were students of the University of Riau as many as 100 students, using the Slovin formula. The data collection technique was carried out with a questionnaire containing statements that represented indicators of the perceived usefulness variable. The data was processed using descriptive statistics. The data obtained were tabulated and arranged in tabular form and then the percentage was calculated, and interpreted. The results of this study showed that only 25% of respondents stated that they had accessed the Lib.unri.ac.id website. and 95% access research journals through google search or google schoolar. As many as 97% needed journals for final assignments or other college assignments. 74% stated that the Riau University library did not carry out intensive promotion, and 98% stated that the Riau University library had to carry out intensive promotion. Then it was found that all respondents answered that the library had to do promotions. The conclusion of this study is that the effectiveness of using subscription journals with the Perceived Usefulness function approach for users at the University of Riau cannot be said to be effective and even students tend to barely know it, this is very unfortunate because subscription journals are expensive to use. In this case, In the future, the Riau University library must always carry out continuous and directed promotions.
Keywords:
jurnal langganan
· efektivitas
· Perceived Usefullness
Introduction
Perkembangan sistem simpan digital begitu mengagumkan. Saat ini sudah tidak asing lagi berbagai macam dokumen dapat diakses di internet. Tidak saja apa yang terbaca namun juga terlihat dan terdengar bahkan dapat diperoleh dengan mudah. Hal ini dapat dilihat dari berkembangnya internet yang merupakan jaringan global dari berbagai jaringan komputer yang tersebar di seluruh penjuru dunia, yang berisikan semua jenis informasi, pengetahuan dan hiburan sehingga jumlah informasi yang tersedia sangat mengagumkan dan membludak jumlahnya. Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan satu kesatuan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan global masyarakat. Oleh sebab itu perpustakaan perguruan tinggi harus ikut andil mengintegrasikan teknologi informasi komputer ke dalam layanannya guna memberdayakan sumber daya manusia berbasis pengetahuan teknologi agar dapat bersaing di era global. Perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang terdapat pada perguruan tinggi, badan bawahannya maupun lembaga yang berafiliasi dengan perguruan tinggi, dengan tujuan utama membantu perguruan tinggi mencapai tujuannya (Sulistyo Basuki, 1994). Perpustakaan perguruan tinggi perlu mengembangkan layanan yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi agar dapat membantu mencapai tujuan lembaga induknya. Perkembangan informasi dalam dunia internet dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk bisa menghasilkan sebuah bisnis yang besar dan menguntungkan serta mendunia, dengan mengumpulkan informasi-informasi bermanfaat yang berasal dari seluruh pelosok dunia untuk bisa diakses oleh setiap orang di dunia dengan berbayar. Melalui penyelenggaran jurnal elektronik yang mampu membuat jurnal ilmiah dari berbagai penerbit yang dikumpulan dalam satu pangkalan data sehingga memudahkan seseorang untuk mencari artikel dari berbagai jurnal secara tepat dan cepat, sehingga memungkinkan sesesorang dapat menemukan lebih banyak informasi yang dibutuhkan. Untuk itulah jurnal elektronik merupakan salah satu sumber belajar yang sangat penting. Sumber belajar merupakan segala sesuatu baik yang berupa orang, software, lingkungan, maupun teknik, baik yang tersendiri maupun terkombinasi yang dapat memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar. (Dakir, 1987) Menurut penelitian sebelumnya (Prashastuti.S, 2006) munculnya publikasi jurnal elektronik menggeser peran jurnal dalam media cetak yang dianggap terlalu lama dan membutuhkan biaya yang besar dalam hal penerbitan dan pemanfaatannya. Oleh sebab itu, jurnal versi elektronik memiliki informasi yang lebih mutakhir dan dapat diakses oleh para mahasiswa dalam menunjang proses belajar. Selain itu, jurnal versi elektronik mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan jurnal dalam bentuk cetak. Keunggulan dari jurnal elektronik antara lain bagi pihak penerbit dapat disebarkan lebih ekonomis, bagi perpustakaan dapat menghemat biaya pemeliharaan dan bagi para penulis dapat mengurangi panjangnya waktu atau proses penerbitan naskah atau dapat menghindari penundaan terbitan akibat terbatasnya ruang jurnal. (Andriaty.E, 2006). Jurnal elektronik yang telah disediakan secara online dapat diakses dan dimanfaatkan oleh siapun dan dimanapun (Hasan, 2013) Perpustakaan perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting dalam mengakomodasi semua kebutuhan informasi mahasiswa karena mengingat perpustakaan perguruan tinggi sebagai salah satu penunjang dalam tridharma perguruan tinggi yang meliputi fungsi sebagai edukasi, sumber informasi, penunjang riset, rekreasi, publikasi, deposit dan interpretasi informasi. (Jakarta :Departemen Pendidikan Nasional RI,Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, 2004). Perpustakaan mempunyai peran penting di dalam dunia pendidikan, dikarenakan perpustakaan merupakan sarana pendidikan non pendidikan dan in formal. (Sulistyo Basuki, 1994). Dari hal itu dapat diartikan bahwa perpustakaan merupakan wadah atau tempat belajar di luar maupun di dalam bangku pendidikan. Dengan faktor ini menjadikan perpustakaan-perpustakaan perguruan tinggi untuk mengakomodir kebutuhan mahasiswa terkait jurnal ilmiah yang lebih memilih untuk berlangganan jurnal elektronik untuk menunjang kegiatan civitas akademika. Perpustakaan Universitas Riau telah berlangganan jurnal elektronik internasional diantaranya SPRINGER, EBSCO, CENCAGE,WESTLAW, CLINICAL dan EMERALD dengan pendanaan yang lumayan besar, yang dapat diakses bebas melalui website lib.unri.ac.id. Dalam system layanannya menggunakan fasilitas internet yang bisa diakses secara mandiri dari luar gedung perpustakaan Universitas Riau dan dalam gedung dengan wifi grafis, maupun lingkungan kampus Universitas Riau yang dapat di akses selama 24 jam demi mempermudah pemustaka dalam menemukan informasi yang dibutuhkan sesuai tujuan utama perpustakaan adalah pemenuhan informasi bagi pemustaka. Efektifitasnya layanan koleksi perpustakaan menjadi unsur penting bagi suatu perpustakaan itu sendiri, karena pengguna dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan dengan memanfaatkan koleksi yang disediakan perpustakaan. Bagaimanapun juga, banyaknya jumlah koleksi suatu perpustakaan tidak bisa dijadikan tolak ukur utama ideal atau tidaknya suatu perpustakaan. Dalam hal ini, Ratcliffe membedakan antara large library dan great library. Bagi Ratchliffe perpustakaan yang memiliki jumlah koleksi besar atau large library bukan faktor yang menentukan dalam hal pemanfaatan koleksi perpustakaan (Ratcliffe, dalam Hardi, 2008).Dapat dipahami bahwa nilai koleksi jurnal elektronik langganan pada perpustakaan dengan nilai relevansi yang memprioritaskan kebutuhan pengguna merupakan faktor utama yang menentukan pemanfaatan koleksi oleh civitas akademika dan pengembangan fasilitas kinerja sistem layanan akses jurnal elektronik dengan akurasi pencarian yang cepat dan tepat bagi pengguna, untuk meningkatkan efektivitas penelusuran informasi di perpustakaan sebagai sarana sumber belajar mahasiswa diluar bangku perkuliahan. Kebutuhan mahasiswa yang dituntut untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliah dan skripsi seringkali membutuhkan informasi terkait dengan data-data maupun referensi yang dibutuhkan untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah dan penelitian mahasiswa yang sedang menjalani proses penyusunan skripsi. Hal ini tentu menuntut mahasiswa harus memanfaatkan koleksi-koleksi perpustakaan seperti layanan jurnal elektronik langganan, namun faktanya yang terjadi di lapangan, berdasarkan data awal yang didapat dari wawancara dan pengamatan ditemukan ternyata banyak mahasiswa yang tidak mengetahui keberadaan jurnal langganan, hal ini dilihat dari jawaban mereka yang menjawab mereka tidak pernah mengakses website lib.unri.ac.id yang terdapat link jurnal langganan dari luar negeri selain dari jurnal dalam negeri dengan alasan ketidaktahuan. Selama ini mereka hanya mengakses google search atau google scholar untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan dalam pemenuhan informasi untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliah maupun tugas ahkir skripsi . Melihat fenomena tersebut tentu menjadi suatu keganjalan tersendiri dengan minimnya pengguna yang memanfaatkan jurnal elektronik jurnal langganan di perpustakaan universitas riau, padahal jika dilihat dari sistem layanan yang tersedia di perpustakaan Universitas Riau sudah memberikan kemudahan pengguna dalam memanfaatkan jurnal elektronik khususnya jurnal langganan. Karena pengguna dapat mengakses jurnal di dalam maupun di luar perpustakaan yang dalam hal ini khususnya hanya lingkungan kampus Universitas Riau. Fenomena ini menunjukan bahwa layanan jurnal elektronik tidak dapat dikatakan, seperti apa yang di kemukakan oleh Ron Weber, (1999) bahwa untuk melihat sejauh mana tolak ukur suatu sistem informasi diperlukan pengukuran melalui evaluasi sistem informasi. Tujuan dari evaluasi sistem informasi sendiri sekurang-kurangnya memiliki empat sasaran yakni 1. Tujuan meningkatkan keamanan aset-aset perusahaan, 2. Tujuan meningkatkan integritas data, 3. Tujuan meningkatkan efektivitas sistem, 4. Tujuan meningkatkan efisiensi sistem.(Ron, 1999). Fokus dalam penelitian ini yaitu menitikberatkan pada tujuan efektivitas sistem jurnal langganan dimana sistem informasi dikatakan efektif jika sistem tersebut dapat tercapai tujuannya, untuk menilai apakah sistem menghasilkan informasi bermanfaat bagi penggunanya. Hal ini dilakukan guna untuk menentukan apakah sistem tersebut layak dipertahankan, harus ditingkatkan atau perlu dimodifikasi dan apakah sistem sudah kuno sehingga harus ditinggalkan dan dicari penggantinya. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran meliputi beberapa parameter yakni system quality, information quality, perceived usefulness, perceived ease of use, computer self-efficacy, information system use, individual impact dan information system satisfaction. Perpustakaan Universitas Riau perlu melakukan evaluasi terkait efektivitas akses sistem layanan jurnal elektronik khususnya jurnal langganan yang dimiliki oleh perpustakaan, dan untuk memfokuskan pengukuran masalahnya penulis hanya mengambil satu indikator saja untuk di teliti yakni variable perceived usefulness. Peneliti memiliki rasa ketertarikan untuk mengetahui lebih dalam akan efektivitas akses jurnal elektronik langganan oleh mahasiswa di perpustakaan Universitas Riau, dimana perpustakaan Universitas Riau sebagai perpustakaan yang telah mendapat predikat akreditasi A dan telah memperoleh predikat ISO 2015. Selain itu juga mengingat tidak sedikit biaya yang dikeluarkan oleh Perpustakaan untuk melanggan jurnal-jurnal elektronik langganan tersebut, juga sudah adanya warning dari biro perencanaan untuk mengurangi pendanaan jurnal langganan karena departemen perguruan tinggi serta perpustakaan nasional telah melanggan jurnal-jurnal internasional dan nasional yang dapat di akses oleh pemustaka dimanapun dan kapanpun, akan sangat disayangkan jika layanan jurnal elektronik tidak dimaksimalkan oleh pemustaka. Sebelumnya peneliti juga telah melakukan observasi terkait penelitian ini, di Perpustakaan Universitas Riau belum ada yang meneliti mengangkat efektivitas sistem layanan jurnal elektronik khusunya jurnal langganan. 2. Tinjauan Pustaka. Efektivitas memiliki arti berhasil atau tepat guna. Efektif merupakan kata dasar, sementara sifat dari efektif adalah efektivitas. Efektivitas menunjukan keberhasilan dari segi tercapainya tidaknya sasaran yang telah ditetapkan. Jika hasil kegiatan mendekatan sasaran, berarti makin tinggi efektivitasnya.(Siagian, 2001) Menurut Barnard dalam (Nurudin, 2007), pengertian efektif dan efisien dikaitkan dengan system kerjasama seperti dalam organisasi perusahaan atau lembaga pemerintah, sebagai berikut:“Effectiveness of the corporative effort relates to accomplishment of an abjective of the system and it is determined with a view to the system’s requirement. The efficiency of a corporative system is the resultant of the efficiency of a corporative system is the resultant of the efficiency of the indivuals furnishing the constituent effort, that is, as viewed by them”.(efektivitas merupakan bentuk kerjasama sebagai usaha yang berhubungan dengan pemenuhan tujuan dari system sebagai bentuk persyaratan system. Sementara efisiensi dalam hubungan kerjasama suatu system merupakan hasil gabungan efisiensi dari upaya yang dipilih masing-masing individu). Menurut Drukker dalam (Nurudin, 2007), menyatakan bahwa“Effectuveness means how far we achieve the goal and efficiency has how do we mix various resources properly”( Efektivitas berarti sejauhmana kita mencapai tujuan, sementara efiseinsi sejauhmana kita mengelola sumber daya yang ada dengan cermat) Berdasarkan dari pengertian ke dua teori di atas dapat disimpulkan bahwa organisasi dikatakan efektif bila tujuan suatu organisasi tersebut tercapai sedangkan efisiensi berkaitan dengan jumlah pengorbanan yang dikeluarkan dalam upaya mencapai tujuan. Bila pengorbanan terlalu besar sehingga menyebabkan ketidakpuasan maka dikatakan tidak efisien. Efektif tapi tidak efisien berarti dalam mencapai suatu tujuan menggunakan sumber daya yang berlebihan atau biasa disebut ekonomi biaya tinggi, sementara efisiensi namun bila tidak efektif berarti dapat mengelola sumber daya yang ada dengan baik namum tidak tercapai. Efektif lebih mengarah pada pencapaian sasaran, sementara efisien mengarah pada kemampuan menggunakan submer daya yang ada secara baik (tidak berlebihan) untuk mencapai produktivitas yang tinggi.(Ayu Fitri Lestari, 2016) Mengukur efektivitas suatu layanan pada perpustakaan bukanlah hal yang sangat sederhana, dikarenakan efektivitas dapat dilihat dari berbagai sudut pandang dan tergantung pada siapa yang menilai serta menginterpretasikannya. Bila penekanan mengukur efektifitas dari sudut pandang layanan seperti halnya instansi perpustakaan, maka pengelola perpustakaan memberikan pemahaman bahwa efektivitas berarti kualitas dan kuantitas layanan tersebut. Tingkat efektivitas juga bisa diukur dengan membandingkan antara rencana dan harapan yang telah ditentukan sebelumnya dengan hasil nyata yang telah terwujud. Namun, jika usaha atau hasil pekerjaan dan tindakan yang dilakukan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan sehingga menjadi penyebab tidak tercapainya suatu tujuan atau sasaran yang diharapkan, maka hal tersebut dapat dikatakan tidak efektif. Perceived Usefulness Pengertian perceived usefulness bahwa kegunaan sistem informasi merupakan sejauhmana seorang individu percaya bahwa dengan menggunakan sistem tertentu akan meningkatkan kinerjanya. (Davis, 1989) dan (Al-Gahtani, 2001). Perceived usefulness adalah sebagai probalitas subjektif pengguna yang menggunakan aplikasi tertentu dapat meningkatkan harapannya. (Gong, M., Xu.Y.,&Yu, 2004). Perceived usefulness mencerminkan probalilitas subjek pengguna yang akan menggunakan sistem informasi yang baru, apakah akan bermanfaat bagi diri sendiri atau organisasinya. (Teo, T.,C.B. Lee, 2007). Persepsi seseorang bahwa kebanyakan pengguna berpikir harus atau tidak harus melakukan perilaku tertentu, kegunaan secara signifikan memberikan pengaruh terhadap apa yang dirasakan. (Vencakatesh. V. dan Davis, 2000). Definisi persepsi kegunaan sebagai sejauh mana individu yakin dengan menggunakan suatu teknologi akan meningkatkan kinerja pekerjaannya. Jika individu beranggapan dengan media informasi berguna maka dia akan menggunakannya. Sebaliknya jika individu beranggapan dengan media informasi kurang berguna maka dia tidak akan menggunakannya.(Yogiyanto, 2008). Faktor kognitif juga berperan penting dimana semakin besar relevansi system informasi yang dirasakan user yang didefinisikan sebagai persepsi individu mengenai derajat target system informasi baru yang berlaku untuk tugas dan pekerjaannya maka semakin banyak output penting yang berkualitas, dimana hal ini didefinisikan sebagai pertimbangan seberapa baik system informasi dapat menyelesaikan tugas-tugasnya. (Venkatesh. V. dan Davis, 2000).
Method
Penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dan Sampel adalah mahasiswa Universitas Riau sebanyak 100 mahasiswa, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang berisikan pernyataan yang mewakili indikator dari variabel perceived usefulness. Pertanyaan dalam kuesioner menggunakan sistem pertanyaan tertutup (Multiple Choise Quesionnaire), dimana responden diminta menjawab pertanyaan dengan memilih dari sejumlah alternatif jawaban yang tersedia. Data diolah dengan mengunakan statistik deskriptif. Data yang diperoleh dilakukan tabulasi dan disusun dalam bentuk tabel dan selanjutnya dihitung persentasenya.
Result & Discussion
Identifikasi Responden Penyebaran kuesioner kepada responden, diperoleh data penelitian yang dapat diidentifikasi sesuai tabel 1. Tabel 1. Identifikasi Responden Berdasarkan Fakultas Sumber: Data Olahan, 2021. Ada pun output tabel 1 dapat dilihat bahwa penyebaran kuesioner teridentifikasi responden berasal dari berbagai fakultas yang terdapat di Universitas Riau. Secara berturut-turut responden terbanyak dimulai dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, yaitu sejumlah 32 responden atau sebanyak 32%. Dikuti oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis sejumlah 18 responden atau sebanyak 18%, berikutnya FISIP sejumlah 11 responden atau sebanyak 11%, Faperika dan FMIPA masing-masing sejumlah 10 responden atau sebanyak 10% Berikutnya Fakultas Teknik sejumlah 9 responden atau sebanyak 9% dan Maksi sejumlah 2 responden atau sebanyak 2%. Tabel 2 Responden Menurut Tahun Angkatan Outpu tabel 2 menunjukkan bahwa jumlah responden menurut kelompok tahun angkatan dapat dilihat sebagai berikut, responden angkatan 2014 sebanyak 2%, angkatan 2015 sebanyak 2%, angkatan 2016 sebanyak 12%, angkatan 2017 sebanyak 38%, angkatan 2018 sebanyak 13%, angkatan 2019 sebanyak 20% dan terakhir angkatan 2020 sebanyak 11% ditambah dari Pasca sebanyak 2%. Jelas ditunjukkan table 2, bahwa jumlah terbanyak adalah angkatan 2017, yaitu sebesar 38%. Efektivitas Penggunaan Jurnal Berlangganan Berdasarkan Pendekatan Perceived Usefullness Perolehan data hasil penelitian adalah seperti yang ditunjukkan pada tabel 3 Tabel 3 Data Efektivitas Penggunaan Jurnal Berlangganan Output Tabel 3 menunjukkan bahwa tanggapan responden mengenai pertanyaan “Anda pernah mengakses website Lib.unri.ac.id”. dari 100 responden, 25 responden (25%) menyatakan “ya”, dan 75 responden (75%) menyatakan “tidak”. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar responden tidak mengakses lib.unri.ac.id. Berikutnya adalah “Anda mengakses Jurnal-jurnal penelitian melalui google search?”. dari 100 responden, 95 responden (95%) menyatakan “ya”, dan 5 responden 5% menyatakan “tidak”. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar responden mengakses jurnal-jurnal penelitian melalui google search atau google scholar. Tanggapan responden mengenai pertanyaan “Anda membutuhkan jurnal-jurnal penelitian untuk tugas ahkir atau tugas kuliah lainnya? ”. dari 100 responden, 97 responden (97%) menyatakan “ya”, dan 3 responden (3%) menyatakan “tidak”. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar responden membutuhkan jurnal-jurnal penelitian untuk tugas ahkir atau tugas kuliah lainnya. Berikutnya tanggapan responden mengenai pertanyaan “Apakah anda mengetahui bahwa perpustakaan UNRI melanggan jurnal-jurnal internasional yang dapat diakses secara bebas oleh mahasiswa? ”. dari 100 responden, 28 responden (28%) menyatakan “ya”, dan 72 responden (72%) menyatakan “tidak”. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar responden tidak mengetahui bahwa perpustakaan UNRI melanggan jurnal-jurnal internasional yang dapat diakses secara bebas oleh mahasiswa. Berikutnya terkait tanggapan responden mengenai pertanyaan “Menurut anda website lib.unri.ac.id tidak terlalu promosi?”. dari 100 responden, 74 responden (74%) menyatakan “ya”, dan 26 responden (26%) menyatakan “tidak”. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar responden menyatakan bahwa perpustakaan universitas riau tidak melakukan promosi secara intensif. Selanjutnya, tanggapan responden mengenai pertanyaan “Perlukah sosialisasi lebih untuk memperkenalkan jurnal-jurnal yang ada di lib.unri.ac.id?”. dari 100 responden, 100 responden (98%) menyatakan “ya”, dan 2 responden (2%) menyatakan “tidak”. Hal ini mengindikasikan bahwa semua responden menyatakan bahwa perpustakaan universitas harus melakukan promosi secara intensif. Berdasarkan jawaban yang telah dinyatakan responden, ditemukan bahwa sebanyak 75 orang mahasiswa dari 100 orang mahasiswa, tidak pernah mengakses website lib.unri.ac.id. Padahal mereka sangat membutuhkan jurnal-jurnal penelitian untuk digunakan dalam pengerjaan tugas-tugas perkuliahan dan tugas akhir studi. Karena mahasiwa tidak pernah mengakses website lib.unri.ac.id menyebabkan mereka tidak mengetahui bahwa perpustakaan Universitas Riau melanggan jurnal-jurnal internasional maupun jurnal lokal lainnya, sehingga mereka tidak mengetahui informasi-informasi yang bisa di akses dengan bebas dalam web lib.unri.ac.id. Dalam beberapa literature disebutkan bahwa kegunaan sistem informasi merupakan sejauhmana seorang individu percaya bahwa dengan menggunakan sistem tertentu akan meningkatkan kinerjanya, dalam hasil penelitian ini diperoleh bahwa 75 orang dari 100 orang mahasiswa tidak pernah mengakses website lib.unri.ac.id yang menyebabkan mahasiswa tidak bisa menggunakan sistem layanaan-layanan yang ada di website lib.unri.ac.id. yang otomatis mereka tidak dapat meningkatkan kemampuan dalam mencari informasi-informasi yang mereka butuhkan. Dengan menggunakan aplikasi tertentu dapat meningkatkan harapannya, dengan hasil penelitian yang didapat sudah bisa diprediksi bahwa harapan mahasiswa tidak dapat tercapai dalam usaha mencari informasi-informasi untuk kebutuhan tugas ahkir maupun tugas perkuliahannya mereka. Dengan pencarian informasi yang bisa diakses oleh mahasiswa, diharapkan mahasiswa dapat mengumpulkan hal-hal penting yang bisa membantu pekerjaannya dalam hal ini penelitian atau tugas ahkir dan tugas mata pelajaran kuliah lainnya sehingga akan lebih menghasilkan output yang lebih berkualitas, hal ini sesuai dengan teori yang menyebutkan bahwa persepsi indivu mengenai derajat target sistem informasi baru yang berlaku untuk tugas dan pekerjaannya maka semakin banyak output penting yang berkualitas, dimana hal ini didefinisikan sebagai pertimbangan seberapa baik system informasi dapat menyelesaikan tugas-tugasnya.
Conclusion
Hasil penelitian dari responden yang berjumlah 100 mahasiswa dengan 75 orang yang tidak pernah mengakses website lib.unri.ac.id, menunjukan bahwa mahasiswa Universitas Riau tidak mengetahui atau bisa saja lupa bahwa perpustakaan Universitas Riau mempunyai website sendiri. Hal yang sangat disayangkan, karena dalam website lib.unri.ac.id terdapat banyak sekali jurnal-jurnal yang berasal dari jurnal-jurnal fakultas, jurnal terbitan Universitas Riau sendiri dan juga jurnal langganan luar negeri yang dilanggan dengan berbayar mahal oleh perpustakaan Universitas Riau. Hal ini sangat tidak sesuai dengan teori yang menyebutkan bahwa definisi kegunaan bahwa sejauhmana individu yakin dengan menggunakan suatu teknologi akan meningkatkan kinerja pekerjaannya, dengan mengakses lib.unri.ac.id mahasiswa dapat menggunakan teknologi itu untuk meningkatkan pekerjaannya dalam hal ini tugas ahkir maupun tugas kuliah lainnya. Saran yang dapat penulis sampaikan bahwa perpustakaan Universitas Riau harus gencar melakukan promosi. Dalam hal ini, kedepannya perpustakaan Universitas Riau harus selalu melakukan promosi secara kontinue dan terarah. Promosi terutama dilakukan pada awal semester, pertengahan semester dan ahkir semester di setiap fakultas-fakultas guna mengingatkan kembali atau memberitahu bahwa perpustakaan Universitas Riau perduli dengan kebutuhan mahasiswa akan informasi-informasi tentang perkuliahan mereka, dari promosi itu pula akan didapatkan informasi yang bermanfaat untuk perpustakaan Universitas Riau guna meningkatkan pelayanan perpustakaan. Berikutnya disarankan juga bahwa kedepannya harus ada kerjasama yang nyata dengan pihak fakultas terutama pimpinan fakultas dengan mengadakan belajar kilat literasi informasi pada mahasiswa baru untuk membantu mahasiswa baru yang tentu masih belum familiar dengan literasi informasi.