Pengaruh Penerapan Strategi Achievement Grouping terhadap Peningkatan Hasil Belajar Al-Qur’an Hadis pada Siswa Kelas VII di MTSMuhammadiyah Sei Apung Jaya Kec. Tanjung Balai Kab. Asahan
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara; Universitas Islam Negeri Sumatera Utara; Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Penerapan Strategi Achievement Grouping Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Al-Qur'an Hadis Pada Siswa Kelas VII .Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VII yang terdiri dari kelas eksperimen sebanyak 30 siswa dan kelas kontrol sebanyak 30 siswa di di MTS Muhammadiyah Sei Apung Jaya Kec. Tanjung Balai Kab. Asahan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain quasi-eksperimen pretest- posttest group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di MTs Muhammadiyah Sei Apung Jaya Kec. Tanjung Balai Kab. Asahan yang berjumlah 91 orang. Sampel penelitian ini adalah 60 siswa yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen (30 siswa) dan kelompok kontrol (30 siswa). Kelompok eksperimen diberi perlakuan dengan menerapkan strategi achievement grouping, sedangkan kelompok kontrol tidak diberi perlakuan. Data penelitian dikumpulkan melalui tes hasil belajar Al-Qur'an Hadis. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar Al-Qur'an Hadis siswa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hal ini berarti bahwa penerapan strategi achievement grouping berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar Al-Qur'an Hadis pada siswa kelas VII di MTs Muhammadiyah Sei Apung Jaya Kec. Tanjung Balai Kab. Asahan.
Abstract
This study aims to determine the effect of implementing the Achievement Grouping Strategy on improving Al-Qur'an Hadith learning outcomes in Class VII students. The subjects in this research were Class VII students consisting of an experimental class of 30 students and a control class of 30 students at MTS. Muhammadiyah Sei Apung Jaya District. Tanjung Balai District. Sharpening. This type of research is quantitative research using a quasi-experimental pretest-posttest group design. The population of this study were all class VII students at MTs Muhammadiyah Sei Apung Jaya District. Tanjung Balai District. Asahan numbering 91 people. The sample for this research was 60 students who were divided into two groups, namely the experimental group (30 students) and the control group (30 students). The experimental group was given treatment by applying the achievement grouping strategy, while the control group was not given treatment. Research data was collected through Al-Qur'an Hadith learning outcomes tests. The data analysis technique used is the t-test. The results of the study showed that there was a significant difference between the learning outcomes of Al-Qur'an Hadith students in the experimental group and the control group. This means that the implementation of the achievement grouping strategy has a positive effect on improving Al-Qur'an Hadith learning outcomes for class VII students at MTs Muhammadiyah Sei Apung Jaya District. Tanjung Balai District. Sharpening.
Keywords:
Achievement Grouping
· Learning Results
· Al-Qur'an Hadith
· class VII students
· MTs Muhammadiyah Sei Apung Jaya
Introduction
Strategi pembelajaran adalah cara atau sekumpulan teknik yang digunakan oleh guru atau siswa untuk mendorong perubahan perilaku atau sikap (Warsita, 2008). Strategi pembelajaran adalah metode yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan informasi mata pelajaran. Proses pengajaran yang dilakukan oleh guru secara inheren terkait dengan pemanfaatan strategi pembelajaran. Langkah-langkah ini diterapkan oleh guru untuk menjamin bahwa para siswa dapat mengasimilasi dan memahami materi pelajaran. Hal ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tujuan yang diinginkan dari proses pembelajaran. Tujuan dari proses pembelajaran adalah untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan, idealnya melebihi tolok ukur minimum. (Bisyaroh & Brata, 2022). Teknik pembelajaran sangat menguntungkan bagi pendidik dan pelajar selama proses memperoleh pengetahuan. Strategi-strategi ini memberikan guru petunjuk sistematis dan sumber daya untuk melaksanakan pendidikan. Teknik pembelajaran dapat meningkatkan proses belajar dan mempercepat pemahaman materi bagi siswa, karena setiap teknik dirancang khusus untuk memudahkan pembelajaran. Praktik-praktik pembelajaran ini diharapkan dapat memperbaiki hasil belajar siswa (Ziadatul Bisyaroh, Diah Puji Nali Brat, 2022). Seoarang guru disadari atau tidak, harus memilih strategi tertentu agar pelaksanaan proses pembelajaran di kelas berjalan lancar dan hasilnya optimal. Tidak ada seorang guru yang tidak mengharapkan demikian, karena setiap individu guru masih mempunyai nurani yang peka terhadap anak didiknya. Tidak ada guru yang menginginkan kondisi proses pembelajaran yang kacau dengan hasil belajar yang jelek, sehingga setiap guru pasti akan mempersiapkan strategi pembelajaran yang matang dan tepat, agar hasil belajar siswa terus meningkat dengan baik (Warsito, 2016). Hasil belajar peserta didik pada dasarnya dibentuk oleh dua komponen utama: faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal mencakup komponen psikologis dan fisiologis, sementara faktor eksternal meliputi lingkungan sekitar, guru, mata pelajaran, teknik pengajaran, dan faktor terkait lainnya (Ngalimun, 2012). Peserta didik tidak dianggap sebagai entitas pasif yang tidak memiliki pengetahuan; sebaliknya, mereka dipandang sebagai individu aktif dengan latar belakang, minat, gaya belajar, kebutuhan, dan kemampuan yang beragam. Guru harus memiliki kemampuan untuk memahami dan mengakui variasi yang berbeda di antara peserta didik, seperti gaya belajar mereka, sebagai faktor yang saling mempengaruhi terhadap prestasi akademik siswa (Hendriana, 2018). Hasil belajar merujuk pada pencapaian dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui mata pelajaran. Pencapaian ini biasanya diukur melalui nilai tes yang diberikan oleh guru (Asmara, 2018). Hasil belajar siswa berbeda-beda dan bergantung pada keadaan dan pengaruh individu, seperti motivasi intrinsik siswa. Jika motivasi belajar siswa menurun akibat ketidaksukaan mereka terhadap mata pelajaran seperti Al-Quran Hadis, dan guru gagal dengan cepat menemukan pendekatan pengajaran yang tepat, dikhawatirkan prestasi akademik siswa dalam mata pelajaran tersebut akan terus menurun. Jika kondisi ini tidak segera diperhatikan, ada risiko kualitas sekolah menurun. Salah satu ukuran efektivitas sekolah adalah kemampuannya menghasilkan lulusan yang sangat terdidik (Ulfah, K. R., Santosa, A., & Utaya, S., 2016). Hasil belajar berfungsi sebagai penanda keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan di kelas dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori: faktor internal, yang melekat pada diri siswa, dan faktor eksternal, yang berada di luar diri siswa (Yudha, Ahmad P., 2018).Inklusi mata pelajaran Al-Qur'an Hadis dalam kurikulum Madrasah Tsanawiyah membedakannya dari sekolah-sekolah negeri. Mata pelajaran Al-Qur'an Hadis merupakan bagian dari Pendidikan Agama Islam yang menekankan pada kemampuan membaca dan menulis Al-Qur'an Hadis dengan benar, hafalan surah-surah pendek dari Al-Qur'an, serta pemahaman dasar mengenai maknanya. Selain itu, mata pelajaran ini mencakup ajaran hadis yang memberikan panduan tentang sifat-sifat terpuji yang harus dikembangkan dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari melalui peneladanan dan pengulangan (Rahayu, 2019). Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh peneliti di Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Sei Apung Jaya, ditemukan masalah mendesak yaitu rendahnya kinerja akademik daripada siswa kelas VII dalam mata pelajaran Al- Qur'an Hadis. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan pendekatan pembelajaran yang sesuai yang menjamin pendidikan terbaik bagi setiap individu. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah Achievement Grouping, yaitu mengelompokkan siswa berdasarkan kemampuan atau prestasi mereka. Ini memungkinkan guru untuk dengan mudah mengenali tingkat pemahaman siswa selama proses pembelajaran. Guru harus memiliki pemahaman mendalam tentang kapasitas belajar siswanya agar dapat memberikan pendidikan yang ditargetkan kepada mereka yang memiliki tingkat pemahaman lebih rendah. Penerapan strategi Achievement Grouping diharapkan dapat meningkatkan efektivitas proses pengajaran dan menumbuhkan semangat belajar yang lebih tinggi di kalangan siswa. Alasan pengelompokan siswa didasarkan pada kenyataan bahwa siswa terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan dengan kecepatan yang berbeda-beda. Teknik klasifikasi ini mengakui variasi individu dalam kemajuan dan perkembangan siswa, dan berupaya untuk secara tepat menangani perbedaan-perbedaan ini. Berdasarkan observasi yang dilakukan di MTs Muhammadiyah Sei Apung Jaya, Kec. Tanjung Balai, Kab. Asahan, terlihat bahwa guru-guru di kelas VII jarang menggunakan beragam pendekatan pengajaran selama proses pembelajaran di kelas. Pendekatan utama yang digunakan adalah ceramah. Ketergantungan eksklusif pada ceramah sebagai strategi pengajaran utama menghambat komunikasi efektif antara guru dan siswa, yang mengakibatkan berbagai hambatan dalam proses belajar mengajar. Ruang kelas menjadi kurang kondusif, penyampaian materi dari guru menjadi membosankan, dan terkadang kecepatan penyampaian materi terlalu cepat, sehingga siswa kehilangan minat karena merasa bosan. Banyak siswa mengalami kesulitan dalam membaca ayat-ayat Al-Qur'an karena kurangnya motivasi dan antusiasme. Kurangnya media atau alat bantu dalam pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah juga menjadi hambatan bagi siswa dalam menghafal ayat-ayat Al-Qur'an. Ketidakberanian guru Al-Qur'an Hadis dalam menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran menghasilkan kegiatan pembelajaran yang membosankan dan kurang menarik, yang pada akhirnya menyebabkan rendahnya prestasi akademik di kalangan siswa. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dan menarik untuk mengatasi apati siswa terhadap pendidikan Al-Qur'an Hadis. Madrasah Tsanawiyah membutuhkan teknik pengajaran yang dapat efektif mengajak siswa untuk belajar Al-Qur'an Hadis dengan antusias. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penting untuk mengadopsi strategi pembelajaran yang lebih holistik yang menggabungkan pengetahuan teoritis dengan aspek praktis dari konteks sekitarnya. Berdasarkan pertimbangan ini, peneliti bermaksud menerapkan strategi pembelajaran kooperatif melalui teknik Achievement Grouping. Tujuan dari strategi ini adalah untuk meningkatkan keterlibatan dan partisipasi siswa di kelas serta meningkatkan hasil belajar mereka. Berdasarkan konteks ini, peneliti bertujuan untuk menginvestigasi prestasi pendidikan siswa dalam pendidikan Al-Qur'an Hadis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan pendekatan Achievement Grouping dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas VII di MTs Muhammadiyah Sei Apung Jaya, yang terletak di kecamatan Tanjung Balai, kabupaten Asahan. Penelitian ini berjudul "Pengaruh Penerapan Strategi Achievement Grouping Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Al-Qur’an Hadis Pada Siswa Kelas VII di MTS Muhammadiyah Sei Apung Jaya Kec. Tanjung Balai Kab. Asahan”.
Method
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah metode penelitian kuantitatif, menurut Sugiyono, metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/artistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Desain penelitian yang digunakandalam peneliti ini adalah pre-experimentaldesign salah satunya One-Group Pretes-Postest Design. Desain ini digunakan karena peneliti hanya melibatkan satu kelas yaitu kelas eksperimen tanpa adanya kelas kontrol (Syaodih, 2013).
Result & Discussion
Berdasarkan hasil Perhitungan dengan Uji t di peroleh nilai signifikansi (2 tailed) adalah 0.000<0,05. Itu berarti tertolaklah Ho dan diterimalah Ha. Sehingga disebutlah adanya perbedaan secara signifikan terhadap rerata hasil pengajaran siswa baik pada kelas eksperimen ataupun kontrolnya. Selanjutnya agar diketahui nilai distribusi Ttabel di lihat berdasarkan df = 58 pada taraf kesignifikanan a=0,05/2 = 0,025. Lalu ditemukanlah nilai pada T tabel adalah 0,025 ; 58 = 2,002. Dengan demikian nilai T hitung sebesar 8,982 > 2,002 Maka melalui dasar untuk mengambil keputusan dengan membuat perbandingan pada t hitung terhadap t tabel dibuat kesimpulan penolakan terhadap Ho dan penerimaan terhadap Ha sehingga muncul perbedaan terhadap rerata hasil pembelajaran siswa pada kelas kontrol maupun eksperimen. Sehingga, dengan diterapkannya model pengajaran berbentuk strategi achievenment grouping untuk mata Pelajaran Al-qur'an Hadis pada kelas VII MTS Muhammadiyah Sei Apung Kec. Asahan terhadap metode konvensional hasil pembelajaran yang akan berbeda. 2. Hasil Penelitian Penelitian yang terlaksana di MTS Muhammadiyah Sei Apung Kec. Asahan melalui pemanfaatan 2 kelas sebagai sampel, berupa kelas VII-A administrasi perkantoran untuk dijadikan kelas eksperimen sehingga pengajarannya dengan memanfaatkan model ajar berupa strategi achievenment grouping dan kelas VII-B dijadikan kelas kontrol yang pengajarannya dengan memanfaatkan metode konvensional. Melalui penelitian penghasilkan bahwa pembelajaran pada posttest untuk mata ajar Al-Qur'an Hadis yang menggunakan strategi achievenment grouping nilai paling tingginya ada pada 100 dan nilai paling rendahnya ada pada 65 dengan rata-rata hasil pembelajarannya memperoleh 77.37 yang dikategorikan baik. Adapun untuk hasil pada pembelajaran yang sama namun metode yang digunakan adalah konvensional hasil tertingginya berupa 80 dan nilai terendah adalah 30 sehingga diperoleh rata-rata hasil pembelajaran adalah 53.33 yang dikategorikan cukup. Hal ini menjadi bukti bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan memanfaatkan metode berupa achievenment grouping pada pembelajaran memiliki hasil yang lebih baik daripada pengajaran dengan menggunakan metode konvensional. Disisi lain, hasil pengujian independent sampel T test pada data posttest mendapat nilai thitung = 8,982 dan sig. (2- tailed) yang nilainya 0,000. Nilai distribusi ttabel tampak dari df = 58 dengan taraf kesignifikanan a=0,05/2 = 0,025 adalah 2,001Karena nilai pada thitung > ttabel (8,982 > 2,001) dan sig. (2- tailed) 0,000 < 0,05 maka penolakan terhadap Ho dan penerimaan terhadap Ha. Melalui hal tersebut maka telah diterima hipotesis yang menjelaskan adanya pengaruh yang sifatnya positif dan signifikan untuk model yang menggunakan model achievenment grouping pada hasil pembelajaran siswa dikategori mata ajar Al-Qur'an Hadis di kelas kelas VII MTS Muhammadiyah Sei Apung Kec. Asahan tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan strategi achievement grouping terhadap peningkatan hasil belajar Al-Qur'an Hadis pada siswa kelas VII di MTs Muhammadiyah Sei Apung Jaya Kec. Tanjung Balai Kab. Asahan. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis data yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata hasil belajar siswa pada kelompok eksperimen yang menerapkan strategi achievement grouping dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada kelompok kontrol yang tidak menerapkan strategi tersebut. Strategi achievement grouping bekerja dengan mengelompokkan siswa berdasarkan tingkat kemampuan mereka dalam mata pelajaran tertentu. Hal ini memungkinkan guru untuk memberikan pembelajaran yang lebih terdiferensiasi dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa. Dalam hal ini, siswa yang memiliki kemampuan yang sama akan dikelompokkan bersama, sehingga mereka dapat saling belajar dan membantu satu sama lain. Penerapan strategi achievement grouping dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadis memiliki beberapa keuntungan, antara lain: 1. Meningkatkan motivasi belajar siswa: Siswa yang dikelompokkan dengan siswa lain yang memiliki kemampuan yang sama akan merasa lebih termotivasi untuk belajar karena mereka merasa tidak tertinggal atau terlalu jauh di depan. 2.Meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran:Siswa yang merasa nyaman dengan kemampuan mereka akan lebih berani untuk berpartisipasi dalam pembelajaran dan mengajukan pertanyaan.3.Meningkatkan efektivitas pembelajaran:Guru dapat memberikan pembelajaran yang lebih terfokus dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok siswa.4.Meningkatkan hasil belajar siswa:Penelitian menunjukkan bahwa strategi achievement grouping dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada berbagai mata pelajaran, termasuk Al-Qur'an Hadis.Temuan penelitian ini memiliki beberapa implikasi penting bagi praktik pembelajaran Al-Qur'an Hadis di sekolah-sekolah, antara lain: Guru-guru perlu dilatih dalam menggunakan strategi achievement grouping secara efektif Sekolah perlu menyediakan sumber daya yang memadai untuk mendukung penerapan strategi achievement grouping. Orang tua perlu mendukung guru dan sekolah dalam menerapkan strategi achievement grouping. Dengan penerapan strategi achievement grouping yang efektif, diharapkan hasil belajar siswa Al-Qur'an Hadis dapat ditingkatkan dan mereka dapat menjadi generasi yang cinta Al-Qur'an dan Hadis.Berdasarkan temuan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi achievement grouping efektif dalam meningkatkan hasil belajar Al-Qur'an Hadis pada siswa kelas VII di MTs Muhammadiyah Sei Apung Jaya Kec. Tanjung Balai Kab. Asahan. Oleh karena itu, strategi ini direkomendasikan untuk digunakan oleh guru-guru mata pelajaran Al-Qur'an Hadis di sekolah-sekolah lain.
Conclusion
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar Al-Qur'an Hadis siswa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hal ini berarti bahwa penerapan strategi achievement grouping berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar Al-Qur'an Hadis pada siswa kelas VII di MTs Muhammadiyah Sei Apung Jaya Kec. Tanjung Balai Kab. Asahan. Hasil pengujian independent sampel T test pada data posttest mendapat nilai thitung = 8,982 dan sig. (2-tailed) yang nilainya 0,000. Nilai distribusi ttabel tampak dari df = 58 dengan taraf kesignifikanan a=0,05/2 = 0,025 adalah 2,001Karena nilai pada thitung > ttabel (8,982 > 2,001) dan sig. (2- tailed) 0,000 < 0,05 maka penolakan terhadap Ho dan penerimaan terhadap Ha. Melalui hal tersebut maka telah diterima hipotesis yang menjelaskan adanya pengaruh yang sifatnya positif dan signifikan untuk model yang menggunakan model achievenment grouping pada hasil pembelajaran siswa dikategori mata ajar Al-Qur'an Hadis di kelas kelas VII MTS Muhammadiyah Sei Apung Kec. Asahan tahun pelajaran 2024/2025. Adapun sarannya 1) Guru, hendaknya dalam mengajar utamanya mengajar pelajaran pendidikan agama islam hendaknya menggunakan strategi pembelajaran karena dengan strategi pembelajaran siswa akan lebih memahami konsep-konsep pelajaran, 2) Guru Al-Qur'an Hadis di MTs Muhammadiyah Sei Apung Jaya Kec. Tanjung Balai Kab. Asahan dapat menerapkan strategi Achievement Grouping dalam pembelajarannya untuk meningkatkan hasil belajar siswa.