Kembali
16
1
2025 Maktabatuna : Jurnal Kajian Kepustakawanan Vol 7 · 1 ISSN 2723-0171

Analisis SWOT sebagai Strategi Efektif dalam Meningkatkan Keberhasilan Akreditasi Perpustakaan

Sekolah TInggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau; Sekolah TInggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan Analisis SWOT sebagai Strategi Efektif dalam Meningkatkan Keberhasilan Akreditasi Perpustakaan . Pendekatan yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan dukungan analisis IFAS dan EFAS serta memanfaatkan pendekatan SWOT untuk memetakan aspek internal dan eksternal perpustakaan. Kajian SWOT (Strengths - Weaknesses - Opportunities - Threats) dilaksanakan guna menilai perpustakaan secara menyeluruh, menilai keunggulan dan kesempatan, serta mengurangi kelemahan , ancaman. Hasil analisis SWOT yang didukung oleh IFAS dan EFAS , sarana dan prasarana di perpustakaan Universitas X masih belum optimal, dengan fasilitas yang terbatas serta akses internet yang kurang memadai. Jumlah pengunjung perpustakaan juga masih rendah, perlunya strategi promosi yang lebih efektif, seperti pemanfaatan media sosial dan peningkatan kenyamanan layanan. Strategi yang dapat diterapkan mencakup peningkatan jumlah koleksi, optimalisasi layanan, penguatan tata kelola, serta pemanfaatan teknologi digital dalam promosi dan layanan perpustakaan

Abstract

The purpose of this study is to analyze and describe SWOT Analysis as an Effective Strategy in Increasing the Success of Library Accreditation. The approach used is a qualitative descriptive method supported by IFAS and EFAS analysis and utilizing the SWOT approach to map the internal and external aspects of the library. The SWOT (Strengths - Weaknesses - Opportunities - Threats) study was carried out to assess the library as a whole, assess strengths and opportunities, and reduce weaknesses and threats. The results of the SWOT analysis supported by IFAS and EFAS, the facilities and infrastructure in the University X library are still not optimal, with limited facilities and inadequate internet access. The number of library visitors is also still low, the need for more effective promotional strategies, such as the use of social media and increasing the convenience of services. Strategies that can be applied include increasing the number of collections, optimizing services, strengthening governance, and utilizing digital technology in library promotion and services
Keywords: strategy · SWOT analysis · IFAS and EFAS · library accreditation

Introduction

Di Indonesia terdapat 164.610 perpustakaan , 2.057 perpustakaan pada lembaga pendidikan tinggi , 722 antaranya telah terakreditasi (RI, 2021) . Akreditasi dapat dipandang sebagai tanda kepercayaan dan kualitas dalam pengelolaan lembaga, termasuk perpustakaan perguruan tinggi. Akreditasi perpustakaan melibatkan serangkaian langkah bertahap untuk memperoleh penilaian resmi dari Perpustakaan Nasional, yang mengindikasikan bahwa perpustakaan tersebut telah memenuhi standar operasional dan tata kelola yang telah ditetapkan (Supriyanto, 2023: 34) Berdasarkan Pearce & Robinson, SWOT merupakan akronim yang meliputi aspek kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan tantangan yang memengaruhi suatu organisasi . SWOT merupakan sebuah metode terstruktur guna mengenali elemen - elemen serta pendekatan yang paling cocok dengan kondisi yang ada (Pearce & Robinson, 2014: 229) . Menurut Regulasi yang ditetapkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia No. 10 Tahun 2018 mengenai Alat atau perangkat Penilaian Pusat Informasi Perguruan Tinggi, Pasal 2, evaluasi pusat informasi perguruan tinggi mencakup enam unsur utama (Perpustakaan Nasional RI, 2018: 3) . Keputusan Pimpinan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 303 Tahun 2022 tentang Alat Ukur Evaluasi Perpustakaan di Perguruan Tinggi , yang diterbitkan pada 12 Desember 2022, jumlah komponen penilaian bertambah menjadi Sembilan komponen (Perpustakaan Nasional RI, 2022: 5) . Penelitian ini memanfaatkan analisis SWOT serta IFAS dan EFAS untuk memetakan elemen - elemen dari lingkungan internal dan eksternal . Hal ini penting karena banyak perpustakaan yang mengalami penundaan dalam proses akreditasi perpustakaan yang disebabkan oleh berbagai faktor, seperti masalah sumber daya manusia, anggaran, fasilitas, atau kurangnya dukungan dari pihak - pihak seperti rektor, ketua, atau pemangku kepentingan lainnya. Urgensi dari penelitian ini adalah banyak perpustakaan yang mengalami kebingungan dalam memulai proses akreditasi, meskipun telah mendapatkan berbagai bentuk dukungan. Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dapat menjadi strategi yang efektif untuk membantu perpustakaan mengenali potensi internal dan eksternal secara lebih sistematis, sehingga mampu merumuskan langkah - lang kah strategis yang tepat dalam menghadapi proses akreditasi. Fokus dari penelitian ini adalah menganalisis penerapan strategi SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dalam proses perencanaan dan pengembangan perpustakaan guna meningkatkan keberhasilan pencapaian akreditasi.

Method

Studi ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan dukungan analisis IFAS dan EFAS serta memanfaatkan pendekatan SWOT untuk memetakan aspek internal dan eksternal perpustakaan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan Analisis SWOT sebagai Strategi Efektif dalam Meningkatkan Keberhasilan Akreditasi Perpustakaan . Subjek penelitian mencakup individu atau entitas yang memiliki keterkaitan dengan variabel penelitian maupun kendala penelitian. Subjek penelitian meliputi petugas perpustakaan serta pihak yang terlibat langsung dalam proses akreditasi, seperti Kepala Perpustakaan, Pustakawan, Tenaga Teknis, dan pihak lain yang berperan di perpus takaan. Objek penelitian adalah strategi yang diterapkan oleh perpustakaan dalam mewujudkan akreditasi perpustakaan , yang dikaji melalui analisis SWOT berdasarkan sembilan komponen utama akreditasi perpustakaan .

Result & Discussion

1. Pemetaan Komponen Akreditasi Tabel 1 . Unsur, parameter, skor, dan tingkat penilaian akreditasi perpustakaan di institusi pendidikan tinggi Sumber: Panduan Akreditasi Perpustakaan Perguruan Tinggi (Direktorat Standarisasi dan Akreditasi Perpustakaan Nasional RI, 2022: 3) 2. Identifikasi Faktor Internal dan Ekternal (IFAS dan EFAS) Di Perpustakaan Universitas X ditemukan beberapa kekuatan . Kekuatan merupakan aspek positif atau keunggulan yang dimiliki Perpustakaan Universitas X yaitu Pendirian Perpustakaan, Struktur Organisasi Perpustakaan, Nomor Pokok Perpustakaan (NPP), dan Program Kerja Perpustakaan. Kelemahan adalah aspek negatif atau kekurangan yang dimiliki Perpustakaan Universitas X yaitu Koleksi Perpustakaan, Fasilitas, dan Infrastruktur, serta Layanan Perpustakaan . Peluang yang dapat diraih oleh Perpustakaan Universitas X yaitu Tenaga Perpustakaan, Pengelolaan Perpustakaan, Inovasi dan Kreativitas dalam Perpustakaan, serta Indeks Pembangunan Literasi Komunitas. Ancaman dan kendala yang dapat mengganggu akreditasi perpustakaan Universitas X yaitu jumlah pengunjung perpustakaan , jumlah koleksi yang dimanfaatkan oleh pengunjung , serta jumlah pengunjung yang memanfaatkan repositori. 3. Penentuan Strategi SO, ST, WO, WT : SO ( Strenght - Opportunity ) a. Mengembangkan Program Kerja Staf Perpustakaan b. Mendorong Inovasi dan Kreativitas dalam Perpustakaan c. Memajukan Indeks Pengembangan Literasi Komunitas di Perpustakaan ST ( Strenght - Threath ) a. Meningkatkan jumlah pengunjung perpustakaan b. Meningkatkan jumlah koleksi perpustakaan yang dimanfaatkan oleh pengunjung c. Menambah jumlah pengguna perpustakaan dengan menggunakan repository WO ( Weakness - Opportunity ) a. Menambah total kumpulan bahan pustaka b. Memperbesar Fasilitas dan Infrastruktur Perpustakaan c. Memperbaiki Layanan Perpustakaan d. Memperkuat layanan perpustakaan dalam mendukung literasi masyarakat WT ( Weakness - Threath ) a. Menambah kuota pengguna dengan menggunakan koleksi perpustakaan b. Memperbaiki fasilitas dan infrastruktur pada koleksi perpustakaan c. Meningkatkan layanan perpustakaan bagi pengunjung yang menggunakan repository 4. Pemetaan Grafik dan Penempatan Posisi Strategis Gambar 1: Diagram Analisis SWOT Sumber: Unyil , 24 Oktober 2023 H asil perhitungan nilai dan setelah di rata - ratakan maka untuk hasil yang di dapat adalah peluang dan kekuatan 9 komponen akreditasi perpustakaan memiliki nilai terbesar. Maka untuk posisi strategis 9 komponen akreditasi perpustakaan Universitas X saat ini ada pada kuadran I yaitu merupakan situasi yang sangat menguntungkan , perpustakaan Universitas X memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif ( growth oriented strategy ).

Conclusion

Hasil perhitungan nilai dan setelah di rata - ratakan maka untuk hasil yang di dapat adalah peluang dan kekuatan 9 komponen akreditasi perpustakaan memiliki nilai terbesar. Maka untuk posisi strategis 9 komponen akreditasi perpustakaan Universitas X saat ini ada pada kuadran I yaitu merupakan situasi yang sangat menguntungkan . P erpustakaan Universitas X memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif ( growth oriented strategy ). Pustakawan di Universitas X harus mengimplementasikan strategi yang direncanakan agar perpustakaan dapat memenuhi 9 komponen yang ada pada instrument akreditasi. Strategi dapat menambah koleksi perpustakaan. Pustakawan juga dapat bekerja sama dengan dosen dan mahasiswa untuk mengeta hui kebutuhan literatur yang diperlukan penelitian. Pustakawan juga perlu memperhatikan aspek pengelolaan perpustakaan yang baik. Mereka harus merencanakan dan melaksanakan kegiatan pengelolaan koleksi secara sistematis, termasuk proses pengadaan, pengolahan, dan pemeliharaan koleksi. Pustakawan juga harus memperhatikan tata letak perpustakaan yang nyaman dan efisien bagi pengguna, serta memastikan tersedianya fasilitas yang memadai seperti ruang baca dan akses internet. Kepala Perpustakaan dan pustakawan di Univ ersitas X melakukan perubahan berupa kebijakan untuk mendukung supaya terwujudnya akreditasi perpustakaan kedepannya.