Kembali
16
1
2020 Maktabatuna : Jurnal Kajian Kepustakawanan Vol 2 · 2 ISSN 2723-0171

LAYANAN PERPUSTAKAAN FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA UIN IMAM BONJOL PADANG DI MASA PANDEMI COVID-19

Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Abstrak

Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini telah mengubah semua tatanan sistem kehidupan yang ada termasuk di bidang Pendidikan. Tak terkecuali pendidikan tinggi, keadaan ini menjadikan seluruh perguruan tinggi menginstruksikan seluruh sivitas akademika baik dosen, tenaga pendidikan dan mahasiswa untuk melaksanakan aktivitas bekerja dan pembelajaran di rumah. Oleh karena itu sebagai lembaga yang sangat vital dalam menunjang aktivitas pembelajaran, perpustakaan harus tetap berkontribusi dan memberikan layanan sumber-sumber informasi yang relevan dan penting dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelayanan yang dilakukan Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang selama masa Covid-19. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode kualitatif, deskriptif, dan studi literatur. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pelayanan perpustakaan kepada sivitas akademika selama masa pandemi covid-19 meliputi pelayanan penelusuran koleksi OPAC, pelayanan koleksi digital (repository) UIN Imam Bonjol Padang, layanan peminjaman dan pengembalian koleksi. Dari pembahasan tulisan ini dapat disimpulkan bahwa di masa pandemi Covid-19 layanan yang lakukan perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang adalah dalam rangka menunjang proses pembelajaran dan penelitian bagi sivitas akademika dengan menggunakan metode jarak jauh secara daring (online).
Keywords: layanan perpustakaan · koleksi digital · pandemi covid-19 · layanan jarak jauh · daring

Introduction

Dunia saat ini sedang dilanda sebuah pandemi yaitu Covid-19 yang merupakan sebuah virus yang berasal dari Wuhan China. Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini telah mengubah semua tatanan sistem kehidupan yang ada termasuk di bidang Pendidikan. Tak terkecuali pendidikan tinggi, keadaan ini menjadikan seluruh perguruan tinggi menginstruksikan seluruh sivitas akademika baik dosen, tenaga pendidikan dan mahasiswa untuk melaksanakan aktivitas bekerja dan pembelajaran di rumah (Work From Home) Salah satu perguruan tinggi yang terkena imbas dari pandemi covid 19 adalah UIN IB Padang dimana seluruh sivitas akademika baik dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa dirumahkan dan proses pembelajaran dilakukan dengan motede jarak jauh secara daring karena tidak kondusif jika dilakukan perkuliahan secara tatap muka. Disaat seluruh sivitas akademika harus melaksanakan aktivitas bekerja dan belajar di rumah dengan metode jarak jauh secara daring, mahasiswa maupun dosen tidak lagi dapat menjangkau koleksi fisik yang ada di perpustakaan untuk menunjang pembelajaran. Oleh karena itu sebagai lembaga yang sangat vital dalam menunjang aktivitas pembelajaran, perpustakaan harus tetap berkontribusi dan memberikan layanan sumber-sumber informasi yang relevan dan penting dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. Pustakawan harus meyakinkan sivitas kademika khususnya pemustaka tetap dapat memperoleh dan memanfaatkan informasi dan sumber referensi yang dibutuhkan. Selain itu yang tak kalah pentingnya adalah perpustakaan menyediakan sumber informasi yang dibutuhkan dan pustakawan dapat memberikan keterampilan kepada sivitas akademika tentang bagaimana memperoleh informasi tersebut. (ACRL, 2016). Pustakawan dituntut lebih kreatif untuk menciptakan metode alternatif dalam pelayanan sehingga manfaat yang diperoleh pemustaka tidak hanya dalam pemenuhan sarana pembelajaran, namun lebih jauh mengharapkan adanya perubahan pada individu dalam hal pengetahuan, peningkatan keterampilan, sikap atau nilai, dan perilaku ke arah yang lebih baik. (Kyrillidou, 2002). Sifat layanan digital yang ada di mana mana telah menambah jumlah pengguna perpustakaan yang paham teknologi sumber daya digital secara melimpah dari beragam database. Hadirnya website perpustakaan berfungsi sebagai website otoritatif untuk memfasilitasi layanan yang sangat populer untuk sumber daya yang mereka tawarkan. Pemberdayaan teknologi telah membuat pengguna lebih mandiri dalam menelusur referensi perpustakaan akademik dalam bentuk digital. Revolusi teknologi yang terjadi telah memikat pengguna akademis untuk memenuhi kebutuhan akademis dan penelitian mereka tanpa melakukan kunjungan perpustakaan. Perubahan paradigma telah terlihat dalam pemberian layanan dalam perspektif operasi anggaran perpustakaan. Sejak dekade terakhir, sebagian besar perpustakaan akademik merancang layanan informasi keliling untukmelayani pengguna dalam mode digital. Evolusi teknologi dan internet, telah menggerakkan perpustakaan akademik dalam melayani pemustaka secara lebih dekat. Pustakawan telah menjadi navigator informasi karena katalog elektronik dapat mendukung swasembada pengguna dengan ketentuan akses digital. Maka, dalam masa Pasca Covid-19 saat sekarang ini membuat lingkungan belajar-mengajar diharapkan berubah dari tradisional menjadi metode pembelajaran campuran sehingga perpustakaan harus bersiap untuk memenuhi tantangan ini. Tujuan utama lembaga pendidikan tinggi terkait dengan pengajaran, dan penelitian mestilah didukung dengan system perpustakaan yang kuat, karena sumber daya digital sekarang menjadi bagian penting dari pengguna informasi karena pengaruh teknologi yang muncul dalam penelusuran informasi. Sumber daya digital telah mengubah kebutuhan pengguna dan melakukan aktivitas pembelajaran. Situasi saat ini di seluruh dunia telah mewajibkan Lembaga Pendidikan tinggi dengan perpustakaan untuk memikirkan kembali tentang masalah ini dalam perspektif baru, seperti keberadaan layanan dan buku elektronik semakin memberikan dukungan kepada pengguna, bukan lagi terbatas pada koleksi cetak di perpustakaan. Untuk mendukung pembelajar adaptif di lingkungan universitas, perpustakaan universitas maupun akademik perlu menciptakan layanan efektif dan menyediakan berbagai saluran penemuan informasi elektronik bagi mahasiswa dan peneliti. Penggunaan layanan perpustakaan berdampak pada kinerja pendidikan dengan mengembangkan kerjasama dan pemahaman antar berbagai pemangku kepentingan akademik dan faktor efektif untuk peduli dan berdampak pada kinerja Pendidikan. Menurut penelitian dari Lee (2005) bahwa terdapat "Hubungan antara indeks hasil penelitian fakultas akademik dengan ketersedian koleksi buku di perpustakaan universitas, dan dalam studi yang dilakukan oleh Stuart D. (2004) bahwa "ada korelasi antara keunggulan akademik universitas di Inggris sebagaimana dinilai dari peringkat Research Assessment Exercise (RAE) dengan jumlah anggaran yang disediakan untuk perpustakaan." Perpustakaan akademis tentu berperan penting dalam mengembangkan perpustakaan yang komprehensif dengan ketersedian sumber informasi yang cukup untuk memandu para peneliti dan mendorong komunitas akademis lokal untuk mengakses database online dengan perangkat digital yang tersedia di perpustakaan serta akun akses jarak jauh yang tersedia untuk mereka. Karena pada dasarnya Lembaga Pendidikan tinggi dan perpustakaannya memiliki tujuan yang sama yaitu menciptakan, menyebarluaskan, dan melestarikan ilmu bagi civitas akademika. Tulisan ini mencoba untuk untuk menyoroti peran perpustakaan pendidikan tinggi dalam masa Covid-19, terutama untuk Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang dan berdasarkan beberapa tinjauan literature lainnya. Covid-19 pada akhirnya merubah lingkungan belajar-mengajar dari tradisional menjadi campuran dan perpustakaan harus bersiap untuk memenuhi tantangan ini.

Method

Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah penelitian kualitatif deksriptif, dan studi pustaka yang terkait dalam kajian layanan perpustakaan dan menganalisis beberapa publikasi serta praktek pelaksanaan oleh perpustakaan perguruan tinggi selama pandemi Covid-19 berlangsung. Data diperoleh melalui database perpustakaan UIN IB Padang. Data diolah dan disajikan dalam pemaparan secara deskriptif dengan ini diharapkan dapat diperoleh analisis yang lebih mendalam untuk dapat diaplikasikan dalam pelayanan perpustakaan khususnya di Peprustakaan UIN Imam Bonjol Padang

Result & Discussion

Berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE 5 tahun 2020 tanggal 30 Maret 2020 dan Surat Edaran Rektor UIN Imam Bonjol Padang Nomor: 287 Tahun 2020 tentang pencegahan penyebaran virus corona di lingkungan UIN Imam Bonjol Padang seluruh sivitas akademika diinstruksikan untuk melaksanakan aktivitas dan pembelajaran di rumah (Work from Home). Seluruh aktivitas pembelajaran harus dilakukan di rumah masing-masing secara daring dengan menggunakan sarana dan fasilitas yang dimiliki dan terjangkau oleh seluruh sivitas akademika. Sehubngan dengan adanya surat edaran tersebut, Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang khususnya perpustakaan yang ada di Fakultas Adab UIN Imam Bonjol Padang melakukan upaya untuk tetap berperan dan berkontribusi dengan menciptakan pelayanan secara daring kepada pemustaka berkaitan dengan pembelajaran dan bimbingan pemanfaatan sumber informasi dan referensi ilmiah. Pelayanan Perpustakaan Jarak Jauh secara Daring (Online) Di masa pandemi Covid-19, dimana seluruh aktivitas pembelajaran dilakukan secara jarak jauh menyebabkan mahasiswa, dosen dan sivitas akademika lainnya di lembaga pendidikan tinggi khususnya UIN Imam Bonjol Padang sudah tidak dapat memanfaatkan koleksi fisik yang ada di perpustakaan. Walaupun demikian pemustaka tetap memperoleh layanan perpustakaan beserta sumber referensi untuk membantu proses pembelajaran. Sebagaimana yang dituangkan dalam pedoman ACRL untuk pelayanan perpustakaan pendidikan jarak jauh bahwa pelayanan dan bahan-bahan perpustakaan pada pendidikan tinggi harus menjawab kebutuhan pemustaka dimanpun mereka berad (Buxbaum, Shari(2004) Selain itu pemustaka harus tetap dapat berhubungan dan berkomunikasi dengan pustakawaan terkait pemenuhan kebutuhan informasi meski dilakukan secara daring. Dengan demikian perpustakaan perlu menyediakan dan menciptakan layanan yang sesuai dengan kondisi pandemi covid 19 saat ini agar informasi dan sumber referensi yang ada dapat dimanfaatkan serta dapat diakses dengan mudah dan murah oleh seluruh sivitas akademika. Menyikapi hal ini, Perpustakaan UIN Imam Bonjol khusus perpustakaan fakultas Adab telah merumuskan pelayanan selama masa pandemi Covid-19 sebagai berikut: Penelusuran koleksi melalui OPAC Informasi, koleksi dan sumber referensi merupakan salah satu sumber daya utama yang dimiliki perpustakaan. Saat ini dengan kemajuan teknologi informasi yang terus berkembang pesat, informasi dan koleksi tidak hanya tersedia dalam bentuk printed (tercetak namun juga tersedia dalam berbagai format (digital) untuk memudahkan pengguna mengakses dan memafaatkannya dengan menggunakan berbagai perangkat elektronik. Selanjutnya dikemukakan bahwa perpustakaan harus memastikan penyediaan kebutuhan sumber daya elektronik dan cetak untuk memenuhi kebutuhan pengguna (ACRL, 2016). Menanggapi hal ini Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang telah menyediakan sarana temu balik koleksi berupa catalog online (OPAC), pemustaka dapat mengakses buku yang ada di perpustakaan tanpa harus datang langsung ke perpustakaan, karena dapat diakses melalui link Perpustakaan UIN IB padang. Saat ini tercatat jumlah koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan fakultas Adab adalah 6.798 judul dan 10.455 eksamplar yang terdiri dari koleksi sirkulasi, referensi, karya ilmiah dan jurnal tercetak. Layanan Digital (Repository) Akibat pandemi ini banyak sivitas akademik dan mahasiswa yang melakukan kegiatan pembelajara dilakukan di rumah masing-masing dengan metode pembelajaran secara daring. Oleh sebab itu perpustakaan seharusnya dapat mengambil peluang untuk mempromosikan perpustakaannya agar eksistensinya terlihat dimata masyarakat luas. Perpustakaan dapat memaksimalkan layanan digitalnya melalui perpustakaan digital yang dimilikinya serta Perpustakaan dapat mengoptimalkan layanan yang ada dengan membuat perkembangan-perkembangan baru yang dapat mempermudah pemakai dalam mengakses informasi. Dalam pengembangan perpustakaan digital saat ini dan masa depan, diperlukan kesiapan dari pustakawan untuk meningkatkan kualitas layanan yang dapat mengikuti perkembangan zaman dan responsif terhadap perubahan (Mwaniki, 2018), salah satunya bila terjadi pandemi seperti sekarang ini. Perpustakaan harus sudah merubah bahan pustaka fisiknya ke dalam bentuk non-fisik atau digital yang dapat diakses dimana dan kapanpun oleh masyarakat (Hartono, 2017). Berdasarkan masalah yang ada pada perpustakaan pada masa pandemi, Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang menyediakan layanan koleksi digital, guna membantu pemustaka mendapatkan sumber rujukan yang dibutuhkan. Pemustaka dapat mengakses repository melalui alamat link hhtp:// repository.uinib.ac.id guna bahan rujukan melalui karya ilmiah berupa tugas akhir, skripsi, thesis, disertasi. Layanan Pengembalian dan Peminjaman Koleksi Dengan adanya masa pandemi covid 19 layanan tatap muka atau kunjungan ke perpustakaan dihentikan, sebagai gantinya layanan secara daring (online) dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi hadir menjadi sebuah solusi atas ditutupnya layanan tatap muka di perpustakaan. Sebenarnya layanan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi bagi perpustakaan bukanlah merupakan suatu hal yang baru, dalam UU no 43 Tahun 2007 pasal 24 ayat 3 disebutkan bahwa perpustakaan perguruan tinggi mengembangkan layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk dapat mengimbangi era informasi yang tersebar begitu cepat serta tuntutan masyarakat untuk mendapatkan informasi secara cepat, tepat, dan akurat. Menggapi situasi saat ini Perpustakaan Fakultas Adab UIN Imam Bonjol Padang telah mulai melakukan pelayanan perpustakaan sejak tanggal 8 Juni 2020 dengan melakukan perubahan sistem layanan, dimana saat ini jumlah peminjaman di perpustakaan fakultas adab UIN IB Padang dihitung dari bulan Maret – Juli 2020 sebanyak 179 orang pemustaka dengan jumlah buku 710 eks. (data aplikasi Slim) pengembalian koleksi langsung ke perpustakaan dan juga boleh melalui jasa pengiriman barang. Berkat usaha yang telah dilakukan pustakawan, sekarang ini jumlah koleksi yang sudah dikembalikan sebanyak 547 eks. dan koleksi yang belum dikembalikan sebanyak 163 eks. Pelayanan peminjaman koleksi belum bisa dilakukan secara langsung akan tetapi diganti dengan layanan peminjaman jarak jauh dengan cara daring. Peminjaman ini sangat efektif dilakukan mengingat saat ini dalam masa pandemi covid 19. Sebelum layanan peminjaman jarak jauh secara daring diterapkan, terlebih dahulu pustakawan membuat beberapa ketentuan dan aturan yang harus dipatuhi oleh pemustaka agar dalam proses pelaksanaan tidak terjadi kekeliruan dan menimbulkan masalah. Ketentuan dan aturan meliputi tata cara peminjaman, jumlah peminjaman, jangka waktu pengembalian, dan biaya pengiriman dan pengembalian koleksi serta sanksi yang apabila peminjaman jatuh tempo (denda). Adapun tata cara peminjaman jarak jauh secara daring adalah : 1. Perpustakaan membentuk tim 2. Perpustakaan/Pustakawan melakukan kerjasama dengan jasa pengiriman barang Proses peminjaman 1. Pemustaka terlebih dahulu membuka opac dengan membuka link Perpustakaan UIN IB Padang. 2. Pemustaka mencatat judul dan pengarang buku yang akan dipinjam serta mencantumkan nama, nim beserta alamat lengkap dan no HP. 3. Pemustaka menghubungi pustakawan dengan media sosial (WA) atau telepon langsung. 4. Pustakawan mencek melalui opac 5. Mencari buku di rak sesuai permintaan pemustaka. 6. Pustakawan melakukan proses peminjaman dengan menggunakan aplikasi slim. 7. Pustakawan mempak (membungkus) koleksi yang akan dikirim 8. Mengantar atau jasa pengiriman menjemput koleksi yang dipinjam ke pemustaka 9 Biaya pengiriman ditanggung oleh peminjam (pemustaka) setelah koleksi sampai ditangan pemustaka. Proses pengembalian : 1. Pemustaka mempak buku yang akan dikembalikan 2. Menulis alamat lengkap perpustakaan yang akan menerima koleksi yang akan dipulangkan. 3. Pemustaka mengantar koleksi ke tempat jasa pengiriman barang 4. Biaya ditanggung oleh pemustaka 5. Koleksi sampai ke Perpustakaan 6. Pustakawan melakukan proses pengembalian koleksi 7. Selesai Disamping itu semua, penggunaan media sosial semakin berpengaruh dalam suasana akademis perpustakaan untuk meningkatkan koneksi akademik dan memberikan kesadaran civitas akademika khususnya dalam memanfaatkan layanan perpustakaan. Hazen (2010), "Lembaga pendidikan tinggi dan perpustakaan akademik dewasa ini menghadapi tekanan keuangan yang menakutkan. Kebutuhan akan anggaran yang terus naik juga menambah intensitas krisis perpustakaan akibat perubahan besar dalam penyebaran informasi dalam lingkup universitas." Harapan besar pada perpustakaan mendukung kelancaran proses pembelajaran dan penelitian jarak jauh bukanlah hal yang mudah untuk diterima perpustakaan. Selama pandemic covid 19 ini, pinjam meminjam sumber cetak dari perpustakaan sedang dihentikan sementara, perpustakaan sedang melakukan upaya untuk menyediakan scan file beberapa koleksi perpustakaan. Ruang lingkup dan kualitas dalam layanan perpustakaan penelitian bergeser di luar koleksi yang dimiliki secara lokal dan model layanan baru telah muncul. Teknologi digital mendorong perpustakaan untuk menyediakan layanan berbasis jaringan dengan menciptakan bentuk kolaborasi baru yang diperluas dengan mengadopsi teknologi. Karena ketersediaan internet, teknologi baru, dan berbagai produk informasi (subjek indeks, database, dan berbagai layanan) memiliki korelasi antara teknologi dan layanan perpustakaan memaksa pustakawan untuk memperluas keterampilan mereka (Hazen, 2010). Layanan berbasis teknologi dalam bentuk "teknologi cloud" akan terus berpengaruh dalam penyampaian informasi. Namun implikasi berupa privasi dan keamanan data perlu mendapat perhatian khusus dari perpustakaan.

Conclusion

Berdasarkan pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa pelayanan Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang khususnya perpustakaan fakultas Adab UIN Imam Bonjol Padang selama masa Pandemi Covid 19 kepada pemustaka meliputi pelayanan penelusuran koleksi OPAC, pelayanan koleksi digital (repository) UIN Imam Bonjol Padang, layanan peminjaman dan pengembalian koleksi dilakukan dengan metode jarak jauh dengan cara daring dengan memanfaatkan media sosial dan murah serta terjangkau oleh pemustaka. Untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran dan penelitian jarak jauh di pendidikan tinggi, perpustakaan perlu meningkatkan ketersediaan sumber informasi dalam bentuk elektronik mengikuti perubahan aspek informasi seperti jurnal digital, database, arsip elektronik, akses terbuka (Open Akses), dan sumber daya berbasis web yang tersedia secara gratis. Situasi terus berubah di semua bidang kehidupan begitu juga di perpustakaan. Revolusi yang sedang terjadi di seluruh dunia membutuhkan perhatian penuh dalam pendidikan tinggi. Kolaborasi antara anggota fakultas dan lingkungan perpustakaan sangat penting di masa sekarang ini.