Pengaruh Pendidikan Pemustaka (User Education) terhadap Pemanfaatan Perpustakaan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang
Abstract
This study aims to describe: (1) how user education (user education) in the library of the Islamic State Islamic University Imam Bonjol Padang, (2) how the use of the library in the library of the Islamic State Islamic University Imam Bonjol Padang, and (3) how the influence of user education (user education) on the use of the library of the State Islamic University of Imam Bonjol Padang. This study uses a descriptive type of research using quantitative methods through the distribution of questionnaires as a data source. The population in this study were students of the Islamic State University of Imam Bonjol Padang with the determination of the sample through simple random sampling technique which is a random sampling technique without regard to the existing strata in the population. The results of the research questionnaire that the author conducted are as follows: (1) user education at the library of the Islamic State Islamic University Imam Bonjol Padang is classified as high because it has an average of 4.08 which is in the interval range of 3.41-4.200 in the high category. , (2) the use of the library in the library of the Islamic State Islamic University of Imam Bonjol Padang is classified as high which has an average of 4.13 in the interval range of 3.41-4.20 in the high category, (3) there is a significant influence between user education with the use of the library at the Imam Bonjol Padang Islamic State University library, which is 0.687 in a scale range of 0.61-0.80, it is quite strong.
Keywords:
User
· Education
· Library Use
· UIN IB Padang Library
Introduction
Perpustakaan sebagai sumber ilmu pengetahuan dan penyedia informasi yang sangat dibutuhkan oleh pemustaka khususnya dalam dunia pendidikan. Pendidikan merupakan sarana dalam mengembangkan kemampuan untuk memanfaatkan sumber pengetahuan maupun informasi secara efektif dan efisien. Kegiatan pendidikan tidak akan terlaksana dengan baik jika tidak didukung langsung oleh sarana maupun prasarana pendidikan, dan salah satu sarana dan prasarana yang diperlukan dalam melaksanakan kegiatan pendidikan tersebut ialah perpustakaan. Salah satu jenis perpustakaan yang menyediakan informasi adalah perpustakaan perguruan tinggi Menurut Purwono (2013), Perpustakaan perguruan tinggi merupakan unit pelaksanaan tugas (UPT) perguruan tinggi yang bersama–sama dengan unit lain, turun melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi dengan cara memiliki, menghimpun, mengolah, merawat, serta melayangkan sumber informasi kepada lembaga induk pada khususnya dan masyarakat akademik pada umumnya. Perpustakaan perguruan tinggi disebut juga jantungnya perguruan tinggi, dimana tujuan pokok perpustakaan perguruan tinggi sebagai salah satu sumber pusat informasi yang akurat dan relevan bagi pemustakanya. Namun pada kenyataannya, sumber informasi yang tersedia di perpustakaan belum dimanfaatkan dengan maksimal oleh seluruh pemustakanya. Menurut Rangkuti (2014), mengingat arti penting perpustakaan bagi pemustakanya maka perlu diadakan suatu kegiatan yang menjelaskan manfaat penting perpustakaan bagi seluruh pemustaka. Salah satu kegiatan yang dapat mendorong mahasiswa untuk lebih mengenal dan memanfaatkan perpustakaan adalah kegiatan pendidikan pemustaka. Pendidikan pemustaka merupakan salah satu layanan yang ada di perpustakaan perguruan tinggi. Menurut Priyanto dalam Malley (2012), pendidikan pemustaka adalah suatu proses dimana pemustaka untuk pertama kalinya diberikan pemahaman dan pengertian tentang sumber daya perpustakaan, termasuk pelayanan dan sumber–sumber informasi yang berkaitan, dan selanjutnya mengajarkan bagaimana menggunakan sumber-sumber informasi tersebut, layanan–layanan dan darimana sumbernya. UPT Perpustakaan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang merupakan salah satu perpustakaan perguruan tinggi yang sudah melakukan kegiatan pendidikan pemustaka terhadap mahasiswa baru yang sifatnya wajib dan dilaksanakan tanggal 06–13 September 2021 secara daring terbagi menjadi 15 sesi, dimana setelah mengikuti kegiatan pendidikan pemustaka setiap mahasiswa baru mendapatkan kartu pustaka yang gunanya untuk mengakses semua layanan perpustakaan. Pustakawan melakukan metode ceramah dengan perpaduan slide atau pemutaran audio visual berupa video-video maupun gambar serta bimbingan langsung menggunakan group telegram perpustakaan mengenai gambaran umum perpustakaan, Materi–materi yang disampaikan baik dari pengenalan gedung, staff pustakawan, fasilitas perpustakaan, prosedur peminjaman, prosedur pengembalian, maupun pemanfataan layanan-layanan yang tersedia diperpustakaan. Pada saat pengambilan kartu perpustakaan, mahasiswa yang mengikuti pendidikan pemustaka akan dibekali buku panduan perpustakaan. Namun pengamatan sementara yang peneliti lakukan secara sederhana yaitu pada layanan koleksi tandon yang koleksinya dilayankan hanya untuk di fotocopy dan atau baca di tempat saja yang tersedia di lantai 2 UPT Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang, namun masih ada mahasiswa yang belum mengetahui hal tersebut. Peneliti menemukan adanya pemustaka yang merupakan mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang ingin melakukan peminjaman buku yang terdapat dikoleksi tandon padahal sudah jelas pada layanan koleksi tersebut hanya bisa di baca di tempat saja, masih ada pemustaka yang belum memahami cara peminjaman buku, masih ada pemustaka yang kurang memahami cara penelusuran informasi menggunakan OPAC atau temu balik informasi, pemustaka perpustakaan masih kesulitan dalam menemukan koleksi yang diperlukan secara cepat dan tepat, fasilitas ruang baca belum dimanfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa, sehingga pihak perpustakaan menyayangkan hal ini karena menurut pihak perpustakaan sudah melakukan pendidikan pemustaka secara maksimal, agar sumber-sumber informasi dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa sebagai pengguna potensial perpustakaan. Hal tersebut merupakan bagian dari implementasi dari pendidikan pemustaka perpustakaan, yang seharusnya pemustaka sudah mengetahui jenis-jenis koleksi, ataupun layanan-layanan yang ada di perpustakaan. Dari uraian di atas, penelitian kali ini mencoba untuk mengetahui lebih dalam mengenai manfaat pendidikan pemustaka terhadap perpustakaan. Hasil penelitian ini akan dituangkan dalam skripsi berjudul ”Pengaruh Pendidikan Pemustaka Terhadap Pemanfaatan Perpustakaan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang”
Method
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Menurut Sugiyono (2019), metode deskriptif adalah penelitian yang memberikan gambaran tentang objek penelitian melalui data atau sampel yang dikumpulkan sebagaimana adanya. Penelitian ini akan mendeskripsikan atau menjelaskan pengaruh pendidikan pemustaka (user education) terhadap pemanfaatan perpustakaan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang secara detail dan sesuai dengan fakta pada saat penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa baru tahun masuk 2021 perpustakaan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang berjumlah 2500 mahasiswa, yang telah terdaftar mengikuti kegiatan pendidikan pemustaka di perpustakaan sekitar 1500 mahasiswa secara luring dan daring. Pengambilan sampel ditentukan berdasarkan teknik simple random sampling. Menurt Sugiyono (2017), simple random sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi . Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur nilai variabel yang diteliti. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert dan menggunakan rumus Product Moment dari Karl Peason dengan bantuan SPSS versi 21 for windows. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan observasi, penyebaran angket, dan studi kepustakaan.
Result & Discussion
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pendidikan pemustaka di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, pemanfaatan perpustakaan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, dan pengaruh pendidikan pemustaka terhadap pemanfaatan perpustakaan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang. Penelitian ini memiliki dua variable yang akan diteliti yaitu variabel pendidikan pemustaka dan variabell pemanfaatan perpustakaaan. Variabel tersebut memiliki beberapa sub variabel yang akan dibuat beberapa pernyataan. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Adapun jumlah pernyataan secara keseluruhan adalah 28 pernyataan yang terdiri dari 13 pernyataan untuk variabel pendidikan pemustaka dan 15 pernyataan untuk variabel pemanfaatan perpustakaan. 1. Pendidikan Pemustaka di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang pernyataan variabel pendidikan pemustaka berjumlah 12 pernyataan yang terdiri dari yang terdiri dari 3 indikator pernyataan pendidikan pemustaka. Menurut F. Rahayuningsih (2007) yang melatarbelakangi pendidikan pemustaka agar perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, namun diharapkan adanya pengunjung untuk mencari sumber-sumber informasi yang dibutuhkan, dan juga agar pustakawan dapat memberikan instruksi kepada pemustaka bagimana menggunakan fasilitas-fasilitas perpustakaan yang ada dalam menunjang kegiatan akademik pemustaka perpustakaan. Dari hasil penelitian Parhah (2016) pendidikan pemustaka perpustakaan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memiliki sor rata-rata 3.10 dengan skala interval 2,50-3,34 yang tergolong tinggi. Menurut Ratnaningsih dalam Marlini (2015) pemberian pendidikan pemakai sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak, yaitu: a) Dari segi pemakai, dengan diperolehnya bekal teknik dan strategi pemanfaatan perpustakaan maka menambah rasa percaya diri dalam menemukan koleksi/informasi yang dibutuhkan, serta mampu memilih informasi yang spesifik bagi dirinya dengan cepat dan tepat. b) Bagi perpustakaan, kegiatan pendidikan pemakai dapat meningkatkan citra perpustakaan dan pustakawannya. Sedangkan dari hasil data penelitian, tujuan dan manfaat pendidikan pemustaka di perpustakaan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang memiliki skor rata-rata yang tergolong tinggi yaitu 4,07 dengan skala interval 3,41-4,20. Hal ini dilihat dari pustakawan menyampaikan informasi penting kepada peserta pendidikan pemustaka. Informasi ini mengenai tata letak klarifikasi buku, informasi mengenai cara pembuatan kartu pustaka, layanan apa saja yang bisa digunakan saat berada di perpustakaan, sehingga pemustaka termotivasi untuk berkunjung ke perpustakaan dan memanfaatkan perpustakaan secara maksimal dengan efektif. Jika dilihat dari jenis dan materi pendidikan pemustaka di perpustakaan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang memiliki skor yang tergolong tinggi yaitu 4,01 dengan skala interval 3,41-4,20. Hal ini dikarenakan pustakawan menyampaikan materi dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami oleh pemustaka, Pustakawan menjelaskan materi dan penjabaran bagaimana menemukan sumber-sumber tercetak dan elektronik menggunakan opac dan cd-rom serta memberikan jabaran secara jelas dimana letak bahan pustaka dan ruangbaca. Berdasarkan data yang di peroleh metode yang diterapkan dalam pendidikan pemustaka sudah baik seperti pustakawan akrab dengan pemustaka dengan adanya metode tanya jawab ketika berlangsungnya kegiatan, serta bimbingan langsung menggunakan group telegram perpustakaan mengenai gambaran umum perpustakaan, sikap pustakawan yang ramah dalam menghadapi pemustaka sehingga pemustaka merasa puas terhadap kegiatan pendidikan pemustaka. Hal ini sesuai dengan yang dijelaskan oleh Subirman (2015), bahwa pelaksanaan pendidikan pemmustaka perpustakaan menggunakan beberapa metode agar pemakai merasa puas terhadap kegiatan yang dilakukan. Sehingga pemustaka memiliki kesan yang baik dan menarik terhadap perpustakaan. 2. Pemanfaatan perpustakaan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang Pemanfaatan perpustakaan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu koleksi, fasilitas, sumber daya manusia dan layanan perpustakaan, hal ini dapat menjadi pertimbangan pihak perpustakaan dalam melakukan kegiatan perpustakaan. (Rahayuningsih, 2007). Pemanfaatan perpustakaan mencakup berbagai layanan yang tersedia di perpustakaan. Pemustaka perpustakaan dikatakan memanfaatkan pelayanan perpustakaan apabila pemustaka tersebut mengetahui bagaimana cara memanfaatkan dan mengetahui manfaat dari setiap layananyang diberikan oleh perpustakaan. (Tciptopranoto dalam Prahdika,2014). Berdasarkan perolehan angket, pemanfaatan perpustakaan di perpustakaan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang memiliki skor rata-rata paling tinggi yaitu 4,32 dan termasuk dalam kategori sangat tinggi dengan skala interval 4,20-5,00 . Angket tersebut diperoleh dari pembagian jumlah total nilai dengan keseluruhan responden pemanfaatan perpustakaan dapat dideskripsikan sebagai berikut : Pemanfaatan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar dan sumber informasi mahasiswa berdasarkan angket tergolong paling tinggi memiliki skor yang paling tinggi yaitu 4,05 dengan skala interval 3,41-4,20. Dengan penilaian tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan perpustakaan memberikan nilai baik karena pemustaka termotivasi untuk berkunjung ke perpustakaan, pustakawan menyediakan informasi yang sesuai dengan harapan pemustaka, memberikan pelayanan dan mengarahkan pemustaka dalam menemukan informasi yang dibutuhkan. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan Pemanfaatan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar dan sumber informasi mahasiswa. Aspek layanan menjadi penting untuk diperhatikan di perpustakaan. layanan yang diselenggarakan perpustakaan harus bermanfaat bagi pemustaka. Berdasarkan angket yang telah dikumpulkan, layanan perpustakaan di perpustakaan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol padang memiliki skor rata-rata yang tergolong tinggi yaitu 4,19 dengan skala interval 3,41-4,20. Artinya pustakawan menyediakan layanan perpustakaan yang dibutuhkan oleh pemustaka, kelengkapan koleksi yang tersedia seseuai dengan kebutuhan pemustaka sehingga dapat diperoleh layanan dengan mudah dan cepat. Menurut Yusup (2009), “Fasilitas perpustakaan sebagai peralatan dan perabotan serta berbagai alat bantu lainnya yang disediakan oleh perpustakaan yang berfungsi sebagai fasilitas yang digunakan untuk memudahkan pemanfaatan koleksi perpustakaan dan sumber informasi yang ada di perpustakaan”. Fasilitas yang dimaksudkan seperti adanya ruang baca yang dilengkapi dengan alat pendingin, adanya alat penelusuran koleksi, kebersihan ruangan, dan keamanan dalam penyimpanan baran. Berdasarkan dari data angket penelitian indikator pemanfaatan perpustakaan sebagai fasilitas perpustakaan memiliki skor rata-rata yang tergolong sangat tinggi yaitu 4,29 dengan skala interval 4,20-5,00. Hal ini tentunya bahwa fasilitas perpustakaan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padangsesuai yang diharapkan pemustaka sehingga pemustaka merasa nyaman dan aman ketika berkunjung ke perpustakaan. Sedangkan koleksi perpustakaan menjadi hal yang terpenting di perpustakaan. Menurut Dani Zulkarnaen (1999) cara-cara memanfaatkan koleksi perpustakaan denga beberapa cara yaitu membaca koleksi diperpustakaan, meminjam dan mengembalikan buku perpustakaan,mencatat informasi dari buku, dan memperoleh koleksi yang sesuai dengan kebutuhan. Sesuai dari data yang diperoleh, skor rata-rata koleksi perpustakaan tergolong tinggi yaitu 4,09 dengan interval 3,41-4,20. dari skor rata-rata tersebut dapat diketahui bahwa pemanfaatan koleksi perpustakaan di perpustakaan Universitas Islam negeri Imam Bonjol Padang dalam kategori ini tergolong tinggi. 3. Pengaruh pendidikan pemustaka terhadap perpustakaan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang Berdasarkan analisisi yang dilakukan, pendidikan pemustaka di perpustakaan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang memiliki hubungan terhadap pemanfaatan perpustakaan. Hubungan (korelasi) tersebut jika dihitung tergolong dalam tingkatan kuat. Hal itu dapat diketahui setelah diperoleh angkat sebesar 0,678 pada uji korelasi menggunakan uji korelasi pearson melalui bantuan aplikasi SPSS versi 21. Hubungan tersebut setelah dianalisis kembali menggunakan uji regresi linear sederhana menggunakan bantuan aplikasi SPSS versi 21 menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara variabel x yaitu pendidikan pemustaka dan variabel y yaitu pemanfaatan perpustakaan. Hasil uji signifikansi (uji t) menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,00 lebih kecil dari 0,005 Berdasarkan output yang dapat dilihat dalam tabel, diketahui bahwa nilai 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛gialah 87,608. Sementara 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙ketika df = 98 pada taraf signifikan 5% sebesar 0,195. Hal ini menandakan bahwa 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛g> 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙yang berarti hipotesis alternatif 𝐻𝑎diterima sementara 𝐻0ditolak. Sehingga dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan pemustaka terhadap pemanfaatan perpustakaan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang. ANOVAaa.Dependent Variable: Pemanfaatan Perpustakaan b.Predictors: (Constant), Pendidikan Pemustaka Hasil Ouput Regresi Linear Sederhana (Anova) lModeSum of Squares of Mean.SquareFSig.1Regression1174,80011174,80087,608<,001bResidual1314,1609813,410Total2488,96099
Conclusion
Berdasarkan pemaparan penjelasan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa pertama pendidikan pemustaka di Perpustakaan Universitas Negeri Imam Bonjol Padang memiliki nilai rata-rata 4,08 dalam rentang skala interval 3.41-4.20 dengan kategori tinggi. Skor tersebut didasarkan dari tiga indikator yaitu tujuan dan manfaat, jenis dan materi serta metode penelitian. Kelima indikator ini masing-masing memiliki nilai rata-rata yang tergolong tinggi yaitu sebesar 4,17 , 4,13 , dan 4,33. Kedua pemanfaatan perpustakaan Universitas Negeri Imam Bonjol Padang memiliki nilai rata-rata total sebesar 4,13 hal ini menandakan nikai tersebut berada dalam rentang 3,41-4.20 yang berarti tergolong dalam kategori tinggi. Penilaian tersebut didasarkan dari empat indikator yaitu pemanfaatan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar dan sumber informasi mahasiswa, layanan perpustakaan, fasilitas perpustakaan dan koleksi perpustakaan. Keempat indikator tersebut masing-masing memiliki nilai rata-rata yang tergolong sangat tinggi yaitu sebesar 4,14 , 4,30 , 4,32 dan 4,31. Ketiga berdasarkan analisis angket, pendidikan pemustaka berpengaruh terhadap pemanfaatan perpustakaan Universitas Negeri Imam Bonjol Padang. Uji korelasi menggunakan rumus pearson dengan bantuan program aplikasi SPSS versi 21 yaitu menghasilkan koefisien korelasi sebesar 0,687. Nilai sebesar berada pada rentang 0,61-0,80 sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai korelasi pendidikan pemustaka dan pemanfaatan perpustakaan tergolong dalam kategori kuat. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji regreai linear sederhana menggunakan bantuan SPSS versi 21 telah diperoleh nilai F_hitung (87,608) > F_tabel (0,195) pada taraf signifikan 5% yang menyatakan terdapat pengaruh signifikan antara pendidikan pemustaka terhadap pemanfaatan perpustakaan universitas islam negeri imam bonjol padang. Uji tersebut juga menghasilkan koefisien determinasi ialah sebesar 0,472. Sehinggadapat disimpulkan bahwa sebesar 48% (R^2 = (〖r)〗^2 x 100%) pendidikan pemustaka berpengaruh terhadap pemanfaatan perpustakaan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.